Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02773

BOM ATOM meneruskan PEMBUNUHAN sesudah limabelas tahun (Api Kartini, 1960)

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.884); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === BOM ATOM meneruskan PEMBUNUHAN | sesudah limabelas tahun Limabelas tahun telah lam- > paa sejak Hirosyima dan Nagasaki menjadi lautan api, darah. berhamburan,penuh dengan ratusan ribu orang-orang terbakar dan rintihan, tangisan orang*® yang luka® yang sedang menghadapi maut, Ini adalah gambaran yang sesungyuhnya dari peperangan dan bila perang pecah kembali, keadaannya akan lebih mengerikan lagi. bee dan terus menerus terhadap dilenyapkannya penghant} ran. kriminil ini adalah atas inisiatif Rakyat Jepang dan dilakukan oleh Rakyat cinta damai diseluruh duniq selama 15 tahun, Meskipun demikian, 15 tahwi adalah tidak cukup lama untuk P memberikan ganti semua yang hilang karena dijatuhkannya Walaupun oposisi *jutaan Rakyat Jepang makin besar, pemerintah Jepang telah menandatangani. dan belum lama ini meratifikasi pakta militer Jepang-Amerika Serikat, De- '. ngan persetujuan ini Jepang akan digunakan sebagai. pangkalan militer Amerika. ’ Behubung pata tg. 19 Mei 1960 adalah hari ratifikasi, Rakyat Jepang semakin tetap akan meneruskan perjuangannya dengan jalan apapun sampai pakta militer tsb dibapuskan dart mendirikan Jepang sebagai negeri yong cintadamai. Pada 5 April 1960, Hiroko Kayiyama meninggal arena leukemia lymphatic akut (yalah disebabkan karena radiasi atom) Ia meninggal pada umur 17 tahun. Hiroko Kayiyama menderita karena bom atom Hirosyima limabelas tahun yang talu. Pada waktu meledaknya bom atom, ia berada dirumahnya 1,5 km dari tempat peledakan tsb. Dibawah ini kami muat surat ibu Hiroko yang disampaikan pa- 20 eee ‘Hiroko Kayiyama da delegasi wanita Jepang yang mengunjungi sidang Musyawarah Wanita Internasional yang diadakan pada peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional di Kopenhagen pada tg.21 April 1960. “Ayab! Ibu! aku sangat eakit” demikian rintihan anakku H:- roko, Aku tak akaz lupa pada tg. 6 Agustus 1945. Kapal terbang B 29 meraung-meraung di Hirosyima, dan kelihatan lagi di udara. Pada saat aku merasa angin panes pada pipiku, kota Hirosyima menjadi neraka didunia dan kemudian tidak bisa kelihatan lagi. Aku bersembunyi dengan ibuku yang sudah tua menggendong bayiku yang masih 20 bulan; Hiroko demikianlah nama bayiku kusembunyikan diantara badan?2 orang yg sudah mati terserak-terserak. Rumah yg kucintai telah terbakar, dan aku se-olah? tak tahu apa yang harus ku lakukan, aku berdiri di-tengah? lautan api. Kemudian per-tama-tama aku num pang pada keluargaku di Jain -kataku pada diri tempat. Aku bergembira karena keluargaku masih: anakku Hiro. ko, suamiku, yang telah didemo. bilisasi dan aku sendiri. Wakty telah lalu. Kami telah senang selama 15 tahun. Hiroko sekolah dan sampay duduk di kelas dua sekolah menengah atas Tetapi pada tg. 18 Maret, pa. venghada waktu Hiroko akan dapi ulangan, ia me padaku,,Ibu saya men ngat capai”. Kemudian % kanya menjadi pucat. Saya ki ra, ia masukangin dan saa baw kedokter, akan tetapi dokte tak bisa. mengatakan nya, Hircko sangat sak keras dan hari kesehari: di lemah. Dengan cepat! kerumah sakit umum dan periksa lagi. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita leukemia, darah merah menjadi kurang. Aku sangat heran.Aku miengala mi kegelapan, se-olah-olah sudah terbayang dimuka mataku.,Hiroko tak mendapat suntikan la gi, tetapi sekarang” demikian sendiri. Aki berfikir, ia akan sembuh bila diurus dengan baik dan demikianlah selalu kulakukan.,,Aku 8 ngat sakit, ayah, ibu!” kata Hiroko mulai pagi sampai_ sote Kami sangat sedih m¢ kan sakitnya. Darah keluar dari,mvlutnya, dari hidungnya! 19 tak bisa lagi minum setegukpun Dan akhirnya kuberi air secantkir, Kemudian ia meningsal, kalipun sudah diberi tambahan darah dan suntikan dan ia selama seminggu terus mencerita. Aku selalu ingat akan dis, penderitaan yang dialaminy® senjata® nuklir en ini masih dicoba. Sebagai ibu akt menhgharap semoga dunia if menjadi damai dan kejadiat yang mengerikan jangan sal terjadi lagi.