Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-02867

Peranan Gerwani dalam Pembebasan Irian Barat 1950-1963 (Dimas Dwi Kurnia, 2019)

Cleaned OCR text (Good (0.946); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 45 PERANAN GERWANI DALAM PEMBEBASAN IRIAN BARAT 1950-1963 Oleh: Dimas Dwi Kurnia, Prodi Ilmu Sejarah, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, dimasddk123@gmail.com Organisasi Gerakan Wanita Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Gerwani adalah gerakan wanita di Indonesia yang didirikan pada tahun 1950. Pada mulanya, Gerwani berasal dari Gerwis yang merupakan kependekan dari Gerakan Wanita Sedar.Dalam Kongres I Gerwis di Surabaya tahun 1951 mereka telah menyinggung masalah Irian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Gerwani dalam perjuangan pembebasan Irian Barat tahun 1950-1963.Sejak tahun 1957, politik Gerwani banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. Tanggal 22Desember 1957 Gerwani ikut menandatangani Piagam BKSPM (Badan Kerjasama Pemuda Militer) di Gedung Wanita Jakarta. Gerwani juga mengajak para anggotanya untuk mendaftarkan diri sebagai sukarelawati dengan mengirimkan bantuan ke garis depan dan garis belakang. Pada tahun 1962 Gerwani juga turut bergabung ke dalam keanggotaan Front Nasional. Guna meningkatkan sumbangannya dalam perjuangan Irian Barat, DPP Gerwani membuka Training Center yang diikuti oleh kader-kader mereka. Setelah berakhirnya Training Center, 4 sukarelawati dikirim ke Irian Barat. Kata Kunci: Gerwani, Pembebasan, Irian Barat. THE ROLE OF GERWANI IN LIBERATION OF WEST IRIAN 1950-1963 Abstract Indonesia Women’s Movement Organization or well-known as Gerwani was the movement of women in Indonesia that founded in 1950. In the beginning, Gerwani was derived from Gerwis which stands for Gerakan Wanita Sedar. In the 1st Congress of Gerwis at Surabaya 1951 they had interested in West Irian’s issue. This research aims to understand the role of Gerwani in West Irian liberation struggle 1950-1963. Since 1957, the politic of Gerwani was directed to West Irian’s problem. On December, 22nd 1957, Gerwani participated in signing the Charter of BKSPM (Badan Kerjasama Pemuda Militer) at Gedung Wanita Jakarta. Gerwani also encouraged their members to register as the volunteer by sending help to the front lines and the rear. In 1962 Gerwani also merged into the membership of the Front Nasional. In order to increase their contributions to West Irian’s struggle, Gerwani Center Leadership Council opened a training center for their cadres. After the end of the Training Center, 4 volunteers were sent to West Irian. Keyword: Gerwani, Liberation, West Irian. I. PENDAHULUAN dalam masalah Irian Barat menjadi faktor utama perseteruan kedua negara. Indonesia Perjanjian Konfrensi Meja Bundar berpendapat bahwa wilayah kedaulatan (KMB)1 pada tahun 1949 merupakan Indonesia mencapai seluruh bekas wilayah pertama kalinya masalah Irian Barat Hindia Belanda, sedangkan Belanda dibahas antara Indonesia dan Belanda. mempunyai pandangan lain yaitu mencoba Perundingan ini menjadi awal pemicu memberi status khusus yang terpisah dari permasalahan Irian Barat untuk beberapa bekas Hindia Belanda. tahun kedepannya. Perbedaan pandangan M. Cholil, Sejarah Operasi- Departemen Pertahanan dan Keamanan Operasi Pembebasan Irian Barat, (Jakarta: Pusat Sejarah ABRI,1971), hlm. 5. === [PDF page 2] === 46 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 Sesuai dengan isi perjanjian KMB, melakukan konfrontasi ekonomi dan politik pada tahun 1950 Indonesia berusaha bahkan militer. mencari jalan keluar dalam permasalahan Pada tahun 1959 Presiden Sukarno Irian Barat. Kemudian konferensi itu mengumumkan Dekrit Presiden, ini memutuskan dibentuknya Komisi menjadi awal dimulainya Demokrasi Gabungan untuk penyelesaian masalah Terpimpin menggantikan Demokrasi Irian Barat. Tugas utama Komisi Gabungan Liberal yang selalu gagal menyelesaikan ini adalah melakukan peninjauan langsung masalah Irian Barat. Sebagai jawaban atas ke wilayah Irian Barat kemudian tidak kunjung selesainya masalah Irian melakukan penyelidikan tentang kondisi Barat, pada tahun 1961 Sukarno penduduk dan kegiatan pemerintah Belanda mengumumkan Tri Komando Rakyat di Irian Barat. Laporan dari komisi tersebut (Trikora) di Yogyakarta. Pengaruh politik diserahkan pada bulan Agustus 1950. Sukarno setelah Demokrasi Terpimpin Walaupun demikian, masing-masing semakin kuat, kekuasaan politik Sukarno komisi dari kedua belah pihak membuat hampir tidak memiliki batas. Politik sendiri laporannya sehingga perbedaan ini Sukarno pada saat itu berfokus seputar memperuncing situasi. Pihak Indonesia masalah Irian Barat dan anti imperialisme. mengajukan bahwa Indonesia-lah yang Sukarno mencoba menghimpun seluruh mempunyai alasan mengenai haknya atas potensi nasionalnya termasuk dari kalangan Irian Barat. Tuntutan ini terutama lebih organisasi. Kedekatan Gerwani sebagai ditujukan untuk kepentingan penduduk sebuah organisasi dengan penguasa saat itu Irian Barat sendiri, sedangkan kekuasaan membuat Gerwani turut terlibat dalam Belanda atas wilayah tersebut merupakan pusaran masalah Irian Barat. kekuasaan kolonial yang dilaksanakan semata-mata untuk kepentingan Belanda II. KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka merupakan telaah terhadap sendiri dan tidak untuk kepentingan rakyat pustaka atau literatur yang menjadi landasan Irian Barat.2 Sedangkan Belanda pemikiran dalam penelitian.5 Penggunaan menganggap Irian Barat berbeda dengan kajian sejarah diharapkan dapat menambah wilayah Indonesia lainnya. referensi bagi penulis dalam menuliskan Selama lebih sepuluh tahun sejak tahun karyanya agar karya tersebut dapat 1950 delapan kabinet RI secara berturut- dipertanggungjawabkan. Kajian pustaka dapat turut dalam program kerjanya selalu digunakan untuk menelaah dan mengkaji mencantumkan masalah Irian Barat.3 pustaka sebelumnya yang memiliki kesamaan Berbagai jalur perundingan diplomasi telah dengan penelitian yang akan ditulis. Pada dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna penelitian ini penulis akan menggunakan mengembalikan Irian Barat kembali ke beberapa pustaka untuk menambah referensi dan informasi. pangkuan Indonesia.4 Indonesia juga gagal Topik pembahasan peneliti adalah membawa masalah Irian Barat melalui Peranan Gerwani Dalam Pembebasan Irian PBB. Indonesia berusaha lebih keras dalam Barat Tahun 1950-1963. Gerwani pada menanggapi masalah Irian Barat dengan Ibid,hlm. 7. Hiu Kencana Pada Saat Operasi Trikora Merebut Irian Jaya 1961-1963”, E-Jurnal, JohnPatiara, Perlawanan Terhadap Imperialisme dan http;/jurnalmahasiswa.unesa.ac.id, hlm. Kolonialisme di Irian Jaya, (Jakarta: 159. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983), hlm. 78. Tim Prodi Ilmu Sejarah, Pedoman Bima Tri Pradicta, “Peran Kapal 4 Penulisan Tugas Akhir Ilmu Sejarah, Selam Pasopati 410 Dalam Satuan Korps (Yogyakarta: Prodi Ilmu Sejarah, 2013), hlm. 6. === [PDF page 3] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 47 mulanya berasal dari Gerwis atau Gerakan yang berlaku selama ini kurang cocok Wanita Indonesia Sedar. Organisasi ini dengan kepribadian bangsa Indonesia. diprakarsai oleh S.K. Trimurti seorang Sistem itu harus diganti dengan sistem lain tokoh wanita yang telah bertahun-tahun yaitu sistem Demokrasi Terpimpin. turut berperan dalam kemerdekaan bangsa Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Indonesia. Gerwis merupakan fusi dari Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden, enam organisasi wanita pada tahun 1950. peristiwa ini menandai dimulainya Pada tahun yang sama Gerwis kemudian Demokrasi Terpimpin. Setelah 1959 mengadakan kongres untuk membentuk pengaruh politik hegemoni Sukarno dalam pengurus besar sementara Gerwis. Pada Demokrasi Terpimpin mengikat kuat Desember 1951, Gerwis mengadakan gerakan perempuan. karena Gerwani kongres pertama mereka di Surabaya. menjadi organisasi perempuan paling dekat Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa dengan Presiden, hal itu memberikan Gerwis menolak imperialisme dengan pengaruh cukup besar terhadap segala bentuknya.6 Dalam kongres juga KWI/Kowani (Kongres Wanita Indonesia).7 diambil sebuah keputusan mengenai sikap Kedekatan hubungan dengan penguasa saat Gerwis terhadap Irian Barat. itu, tentunya Gerwani harus menyesuaikan Setelah kongres Gerwis pertama, diri dengan arah politik penguasa saat itu. terlihat adanya orang-orang pro-PKI untuk Kongres Gerwani III menunjukkan bahwa mengkonsolidasikan pengaruh komunis Gerwani semakin melibatkan diri dalam dalam tubuh Gerwis. Ada tiga fokus utama kancah politik nasional.8 Gerwis yaitu front politik, front feminisme dan front perjuangan. Pada tahun 1954 III. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu proses diadakan Kongres II Gerwis di Jakarta. untuk menguji dan menganalisis secara kritis Pada kongres ini terjadi perubahan nama rekamandan peninggalan masa lampau. Dalam dan bentuk organisasi dari Gerwis menjadi penelitian ini, menggunakan empat tahapan Gerwani. Organisasi ini kemudian berubah penelitian. Empat tahapan yang digunakan dari organisasi yang berorientasi kader dalam penelitian sejarah menurut Nugroho menjadi organisasi berbasis massa luas. Notosusanto antara lain: heuristik Perubahan tersebut kemudian sukses (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik membesarkan jumlah anggota Gerwani sumber), interpretasi (penafsiran) dan kedepannya. Hasil Kongres II kemudian historiografi (penulisan). Heuristik merupakan disebarluaskan dengan tujuan menarik suatu kegiatan dengan mengumpulkan sumber massa seluas-luasnya dengan target anggota sejarah sebanyak-banyaknya. Proses 1 juta pada tahun 1955. selanjutnya adalah verifikasi atau kritik sumber Kongres III Gerwani pada tahun 1957 sejarah. Pada tahap ini peneliti menelaah lebih menunjukkan mereka semakin melibatkan jauh sumber tersebut untuk mendapatkan diri dalam politik nasional. Peristiwa ini keautentikan dan kredibilitas sumber sejarah. kemudian ditandai dengan dukungan Dalam tahap ini terbagi menjadi dua macam Gerwani terhadap pidato Presiden Sukarno yaitu kritik eksternal dan kritik internal. tentang “Konsepsi Presiden” pada 21 Interpretasi adalah suatu kegiatan yang Februari 1957. Gagasan Sukarno adalah bertujuan untuk menafsirkan fakta sejarah ingin membangun struktur pemerintahan dalam sumber sejarah secara obyektif. Dalam yang baru. Sistem Demokrasi Parlementer pencarian fakta sejarah ini terbagi menjadi dua Amurwani Dwi Lestariningsih, op.cit, (Yogyakarta: Galang Press, 2010), hlm. hlm. 39. 200. Saskia E. Wieringa, Penghancuran Gerakan Perempuan, Politik Seksual di 8 Amurwani Dwi Lestariningsih, Indonesia Pascakejatuhan PKI, op.cit, hlm. 56. === [PDF page 4] === 48 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 cara yaitu dengan sintesis dan analisis. Terakhir A. Awal Berdirinya Gerwani adalah historiografi atau penulisan adalah suatu Pada mulanya, Gerwani berasal dari kegiatan dengan merekonstruksi peristiwa Gerwis yang merupakan kependekan dari sejarah secara kronologis dan sistematis. Dalam Gerakan Wanita Indonesia Sedar.9 Gerwis tahap ini peneliti menggunakan model berdiri pada tanggal 4 Juni 1950 yang penulisan sejarah analitis, yaitu penulisan diprakarsai oleh S.K Trimurti bersama sejarah yang fokus pada pokok permasalahan. beberapa pejuang wanita, terutama yang Metode penelitian dalam studi sejarah merupakan seperangkat aturan dan prinsip pernah melakukan gerilya pada Agresi sistematis dalam mengumpulkan sumber- Militer II. sumber sejarah, menilainya secara kritis, dan Gerwis adalah fusi dari enam mengajukan sintesis secara tertulis atau suatu organisasi wanita, yaitu Rukun Puteri prosedur dalam menyusun detail-detail yang Indonesia (Rupindo) dari Semarang; telah disimpulkan dari dokumen-dokumen Persatuan Wanita Sedar dari Bandung; otentik menjadi suatu kisah yang saling Persatuan Wanita Sedar dari Surabaya; berhubungan. Penelitian yang dilakukan Gerakan Wanita Indonesia Kediri menggunakan metode sejarah kritis. (Gerwindo); Perjuangan Puteri Republik Metode sejarah kritis terdiri dari empat Indonesia dari Pasuruan; dan Persatuan tahap pokok yaitu Heuristik, Verifikasi, Wanita Sedar dari Madura.10 Interpretasi dan Historiografi. Heuristik adalah pengumpulan jejak sejarah yang terkait dengan Para anggota Gerwis berasal dari latar bahan yang akan di tuliskan dalam penulisan belakang sosial yang berbeda-beda, banyak sejarah. Tahap kedua yaitu kritik sumber di antaranya dari keturunan priyayi rendah, merupakan langkah untuk mencari tetapi mereka ikut terjun dalam gerakan suatukeredibilitas (kebenaran), mencari ke nasional.11 Banyak dari mereka yang ikut otentisitas (aslian sumber). Tahap ketiga yaitu serta dalam perang gerilya melawan Jepang Interpretasi adalah upaya penafsiran atas fakta- dan Belanda. Kaum perempuan yang fakta sejarah dalam langkah merekontruksi tergabung dalam Gerwis mempunyai dasar realitas di masa lampau. Maka fakta-fakta pengertian serta keyakinan bahwa kaum sebagai bukti apa yang pernah terjadi di masa perempuan harus sadar tentang politik serta lalu diinterpretasi dengan mencari dan kaum perempuan memiliki kepentingan membuktikan relasinya yang satu dengan lainya, sehingga membentuk satu rangkaian dalam perjuangan anti penjajahan. yang faktual dan logis dari peristiwa masa Adanya berbagai macam organisasi lampau. Historiografi merupakan langkah wanita dengan asas tujuan yang berbeda terakhir dalam metode penelitian sejarah. akan melemahkan pergerakan wanita. Setelah semua proses atau langkah dalam Dalam pertemuan tersebut juga diputuskan metode penelitian selesai maka dituangkan untuk mengajak organisasi wanita lainnya dalam bentuk tulisan. yang mempunyai asas dan tujuan yang sama dengan ketiga organisasi itu untuk berfusi. IV. HASIL PENELITIAN Tanggal 3-6 Juni 1950 diadakan kongres di Sedar merupakan kaum perempuan 9 11 Saskia Eleonora Wieringa, yang memiliki kesadaran akan politik. Lihat Penghancuran Gerakan Perempuan, Amurwani Dwi Lestari, op.cit., hlm. 35. Politik Seksual di Indonesia Pascakejatuhan PKI, (Yogyakarta: Penerbit Amurwani 10 Dwi Lestariningsih, Galangpress, 2010), hlm. 215. Gerwani: KisahTapol Wanita di Kamp Plantungan, (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2011), hlm. 35-36. === [PDF page 5] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 49 Semarang. Kongres itu menghasilkan muda sibuk membenahi diri dan sebuah pembentukan organisasi baru yaitu membangun cabang-cabang di seluruh Gerakan Wanita Sedar (Gerwis).12Dalam Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. kongres itu juga disusun pengurus besar Perkembangan selanjutnya, beberapa sementara Gerwis, dipilih sebagai Ketua Tri organisasi massa menyatakan diri Metty, Ketua II Umi Sarjono, Ketua III bergabung dengan Gerwis. Pada tahun S.K Trimurti, dan Sekretaris Sri 1952, organisasi Istri buruh Kereta Api Kusnapsiyah.13 (IBKA) menyatakan diri bergabung dengan Gerwis didirikan atas dasar pengertian Gerwis kemudian diikuti oleh organisasi dan keyakinan bahwa wanita mempunyai Persatuan Wanita Indonesia dari Manado kepentingan dalam perjuangan anti (Perwin) yang bergabung dengan Gerwis penjajahan yang bersifat imperialis dan tahun 1953. Tertariknya beberapa kapitalis. Asas dari Gerwis adalah organisasi bergabung dengan Gerwis kekeluargaan dan persaudaraan yang karena mereka melihat oleh perjuangan sempurna dalam masyarakat, yang yang dilakukan Gerwis demi kepentingan bersendikan atas dasar Pancasila. Menurut rakyat kecil terutama kaum perempuan. paham Gerwis, Pancasila yang Dalam Kongres II Gerwis yang sesungguhnya tidak dapat berkompromi dilaksanakan pada tahun 1954 terjadi dengan imperialis dan kapitalis. Gerwis perubahan nama Gerwis menjadi Gerakan mempunyai tujuan yaitu tercapainya Wanita Indonesia (Gerwani), yang telah masyarakat yang lepas dari perbudakan dan disepakati pada Kongres I. Perubahan nama penindasan, antara orang dan orang, ini dimaksudkan untuk menghilangkan golongan dan golongan, bangsa dan bangsa, kesan ‘karakteristik sempit’ dari 15 sehingga tercipta kekeluargaan yang sejati. Gerwis. Nama Gerwis itu sendiri Gerakan Setelah Gerwis berdiri, anggota- Wanita Indonesia Sedar yang berarti anggotanya dikerahkan ke daerah-daerah keanggotaannya terbatas. Hanya kaum supaya turut serta menggerakkan rakyat wanita yang telah sadar diterima sebagai untuk menuntut terbentuknya negara anggota, sementara jutaan kaum wanita dari kesatuan. Pada awal berdirinya Gerwis massa luas belum mencapai kesadaran dan hanya membuat program kerja yang harus diajak ikut serta dalam perjuangan. sederhana yaitu membuat kaum perempuan Umi Sarjono terpilih sebagai Ketua sadar terhadap politik. Gerwis mendekatkan Gerwani. Dalam susunan kepengurusan diri dengan kaum perempuan miskin dewan pimpinan pusat yang baru ditunjuk dengan kegiatan utama seperti pertemuan- Suharti sebagai Wakil Ketua I, Ny. pertemuan rutin, ceramah, serta rapat, dan Mudigdio sebagai Wakil Ketua II, Asiyah arisan. Di dirikannya 52 tempat kursus- dan Darmini ditunjuk sebagai Sekretaris. kursus keterampilan dan kursus Keanggotaannya dipilih Kartinah, pemberantasan buta huruf, 29 kursus Mawarni, Paryani, dan Suwarti. S.K penyandang cacat, dan 17 tempat kursus Trimurti pada Kongres II sudah tidak lagi bagi kader-kader, serta didirikannya menjabat sebagai anggota dewan melainkan sekolah taman kanak-kanak (TK Melati).14 Gerwis mulai berkembang dengan pesat. Pada pertengahan tahun 1951, Gerwis yang masih menjadi organisasi 12 Ibid. Fransisca Ria Susanti, Kembang- 14 Kembang Gender, (Yogyakarta: Jejak 13 Amurwani Dwi Lestariningsih, Wangun Pritinka, 2007), hlm. 135-138. op.cit., hlm. 36. 15 Hikmah Diniah, op.cit.,, hlm. 97. === [PDF page 6] === 50 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 sebagai anggota pleno biasa yang terdiri memberantas buta huruf, memperluas atas 35 anggota.16 tindakan sosial untuk melindungi Sejak saat itulah Gerwani resmi perempuan buruh di pabrik, dan kewajiban menjadi organisasi wanita yang berorientasi pemerintah untuk ikut serta melaksanakan pada penggalangan massa seluas-luasnya hukum internasional.18 dan berjuang demi hak-hak wanita dan Hasil Kongres II kemudian anak-anak. Salah satu dokumen penting disebarluaskan dengan tujuan utama meraih yang dihasilkan dalam Kongres II adalah massa seluas-luasnya, dengan target tujuan dan tugas Gerwani. Tujuan dan tugas keanggotaan yang dicapai pada akhir 1955 Gerwani memuat petunjuk tentang cara- sebesar 1 juta orang.19 Dalam perekrutan cara kaum wania mencukupi kebutuhan anggotanya, Gerwani melatih kaderhidup sehari-hari yang semakin tinggi dan kadernya untuk terjun langsung ke hak-hak kaum wanita. masyarakat dan mempelajari budaya dan Dalam anggaran dasarnya, Gerwani kondisi masyarakat. Cara tersebut berhasil sebagai organisasi massa menyatakan menarik perhatian massa. Setiap informasi bahwa Gerwani adalah organisasi wanita tentang kondisi dan budaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan setempat, para kader Gerwani kemudian dan perjuangan yang tidak menjadi bagian menyusun program kerjanya. Isu utama dari partai politik apa pun.17 Berkaitan yang digunakan untuk menjaring massa dengan keanggotaan, dinyatakan bahwa adalah masalah yang berkaitan dengan anggota Gerwani terbuka untuk semua rumah tangga dan perkawinan, serta wanita Indonesia yang berusia 16 tahun atau masalah yang berkaitan dengan isu lebih. Mengingat banyaknya kaum wanita pemberantasan buta huruf. yang masih buta huruf, untuk menjadi Dalam bidang politik, Gerwani anggota Gerwani tidak diperlukan tanda memiliki langkah yang tidak menentu. tangan atau mengisi formulir. Gerwani juga Disatu sisi Gerwani berusaha untuk membolehkan adanya keanggotaan mencapai sebuah kesetaraan dengan lakirangkap. laki namun disisi lain Gerwani Kongres II Gerwis bertemakan hak-hak menggunakan cara tradisional dari sisi perempuan dan anak-anak, kemerdekaan, perempuan ketika memasuki arena serta perdamaian. Kongres ini perpolitikan. Sebagai organisasi wanita menghasilkan lima program mendesak yang sudah sadar politik, Gerwani tentu yaitu; pengesahan undang-undang sadar mereka harus masuk ke dalam perkawinan untuk seluruh Indonesia dan pemerintahan dan mengambil langkah menjamin kesetaraan antara wanita dan nyata di dalamnya. laki-laki, meningkatkan dana untuk Dalam pemilu tahun 1955, enam orang kesehatan sosial juga meningkatkan anggota Gerwani berhasil terpilih untk pelayanan sosial dan kesejahteraan kaum menduduki parlemen mewakili PKI.20 perempuan dan anak-anak, meningkatkan Mereka adalah Suharti Suwarto, Ny. jumlah sekolah negeri dan usaha Mudigdio, Salawati Daud, Suwardiningsih, 16 Amurwani Dwi Lestariningsih, (Depok: Komunitas Bambu, 2008), [Unreadable] 17 Amurwani Dwi Lestariningsih, Harian Rakyat, 22 Juni 1956. 19 op.cit., hlm. 53. 20 Saskia E. Wieringa, Kuntilanak Cora Struers, Sejarah Perempuan 18 Wangi, Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia, Gerakan & Pencapaian. di Indonesia sesudah 1950. (Jakarta: Kalyanamitra, 1998), hlm. 19. === [PDF page 7] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 51 Maemunah, dan Umi Sarjono.21 Dalam ditolak mentah-mentah oleh pihak Belanda pemilihan anggota MPR, anggota Gerwani karena mereka beranggapan secara wilayah lebih banyak lagi yang terpilih pada daftar dan penduduk, Irian Barat serta masyarakat PKI. Mereka adalah Ny. Amir Syarifuddin, yang tinggal di Irian Barat bukanlah bagian Ny. D.D. Susanto, Suwardiningsih, Setiati dari Indonesia. Surasto, Suwarti, Maemunah, Sundari, dan Pada tanggal 4 Desember 1950 Nuraini. diadakan perundingan di Den Haag, akan tetapi perundingan ini menemukan jalan B. Gerwani dalam Upaya Pembebasan buntu. Pada tahun 1954 persoalan Irian Irian Barat 1950-1963 Barat dibawa oleh Pemerintah Indonesia ke Permasalahan Irian Barat merupakan sidang Majelis Umum PBB. Pemerintah masalah yang mana menurut persetujuan Indonesia kemudian masih mengusahakan awal akan diselesaikan oleh Indonesia dan pemecahan masalah Irian Barat melalui Belanda satu tahun setelah persetujuan perundingan antar kedua negara. Usaha KMB di Den Haag. Akan tetapi, setelah untuk perundingan dilakukan oleh lebih dari satu tahun, Belanda tidak pemerintah Indonesia melalui Kedutaan menepati isi persetujuan tersebut dan tidak Besar Belanda di Indonesia pada September pernah mengakui secara de jure wilayah 1952. Usaha yang dilakukan oleh Irian Barat adalah wilayah Indonesia. pemerintah Indonesia masih tetap menemui Beragam diplomasi sudah dilakukan jalan buntu. oleh pemerintah Indonesia untuk merebut Semenjak kegagalan masalah Irian Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Barat dalam sidang Majelis Umum PBB, Sesuai dengan isi perjanjian KMB, Indonesia kemudian memulai langkah tegas permasalahan Irian Barat akan dibicarakan dengan melakukan Konfrontasi baik secara dalam jangka waktu satu tahun. Pada Politik maupun Ekonomi. Pemerintah tanggal 25 Maret 1950 sampai dengan 1 Indonesia berusaha memperjuangkan April 1950, dilakukan perundingan pertama masalah Irian Barat melalui diplomasi untuk pemecahan masalah Irian Barat.22 tingkat internasional, seperti yang Dalam perundingan itu diputuskan untuk dilakukan oleh Presiden Sukarno pada membentuk Komisi Gabungan. Komisi sidang Majelis Umum PBB tahun 1954. Gabungan ini bertugas untuk melakukan Reaksi keras yang ditujukan kepada peninjauan langsung ke Irian Barat dan kolonialisme Belanda di Irian Barat datang diharapkan memberi laporan 3 bulan dari berbagai pihak, termasuk dari setelahnya. Laporan tersebut digunakan organisasi wanita seperti Gerwani. sebagai bahan pertimbangan dalam Semenjak masih bernama Gerwis, pemecahan masalah Irian Barat. Organisasi mereka juga memperhatikan Laporan Komisi Gabungan yang masalah tentang Irian Barat. Dalam masuk pada bulan Agustus 1950 telah Kongres Gerwis24 I di Surabaya pada tahun mencerminkan perbedaan pendapat kedua 1951, Gerwis telah menyinggung masalah belah pihak tidak memiliki pendekatan Irian Barat dan memasukkan Irian Barat sama sekali.23Pada tanggal 4 November dalam keputusan Kongres. Gerwis 1950, dalam konferensi Uni Indonesia memasukan perjuangan anti kolonialisme Belanda, pihak Indonesia mengajukan Belanda di Irian Barat dalam keputusan kepada Belanda untuk mengakui secara de kongres pertama mereka. jure wilayah Irian Barat sebagai wilayah Pergerakan wanita terhadap Indonesia.Akan tetapi, usulan tersebut permasalahan Irian Barat sebenarnya bukan 21 Ibid., hlm. 20. Sebelum merubah nama menjadi 24 22 M. Cholil, op.cit., hlm.6. Gerwani. 23 Ibid., hlm.7. === [PDF page 8] === 52 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 hanya ada pada Gerwani saya. Dalam DPP Gerwani berpendapat bahwa Kongres Wanita Indonesia yang ke-10 di mereka harus terus memperluas peran Palembang tahun 1955, permasalahan Irian politik perempuan di Indonesia. Barat juga telah mencuri perhatian Keterlibatan Gerwani dalam masalah pergerakan wanita di Indonesia dan nasional seperti Irian Barat tidak lepas dari mengirim pernyataan kepada Menteri Luar ketertarikan mereka terhadap politik Negeri mendukung penuh usaha pemerintah nasional. Isu-isu seperti Irian Barat untuk mengembalikan Irian Barat ke mendapat tempat prioritas yang sangat wilayah Republik Indonesia.25 tinggi dalam organisasi Gerwani. Pada Pada Kongres Gerwani ke-3 di sidang pleno DPP Gerwani pada April 1961 Surakarta tahun 1957, Gerwani juga mencatatkan sejumlah kesuksesan mengeluarkan Resolusi tentang dibeberapa bidang. Salah satu kesuksesan pembebasan Irian Barat. Gerwani dan Gerwani adalah membangun Front beberapa organisasi wanita lain juga turut Persatuan Wanita serta memenuhi tugas bekerja sama dengan BKSPM (Badan dalam perjuangan Irian Barat. Kerjasama Pemuda Militer). Pada tanggal Pengurus pusat Gerwani pada tahun 22 Desember 1957 ditandatangani sebuah 1960 kemudian mengeluarkan pernyataan Piagam kerjasama dengan BKSPM. atas nama 710.000 anggota mereka siap BKSPM sendiri diresmikan oleh KSAD berjuang melawan Belanda. Gerwani Jenderal A.H. Nasution pada 17 Juni 1957. meminta kepada pemerintah agar menyita Badan ini dibentuk karena keadaan negara modal Belanda yang tersembunyi dalam yang dinilai dalam bahaya. Ada 4 perusahaan campuran dan menghentikan Organisasi pemuda yang dilibatkan: pembayaran ganti rugi perusahaan yang Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), dinasionalisasi.28 Dukungan kepada Pemuda Ansor, Pemuda Demokrat dan pemerintah tentang Irian Barat juga terlihat Pemuda Rakyat.26 dari majalah Api Kartini yang merupakan Pengurus pusat Gerwani pada tahun majalah besutan Gerwani. Dari tahun 1960- 1960 kemudian mengeluarkan pernyataan an majalah ini kemudian dipenuhi dengan atas nama 710.000 anggota mereka siap Irian Barat dan Trikora. Beberapa kali berjuang melawan Belanda. Gerwani Gerwani melakukan aksi demonstrasi meminta kepada pemerintah agar menyita menentang imperialisme Belanda di Irian modal Belanda yang tersembunyi dalam Barat. perusahaan campuran dan menghentikan DPP Gerwani berpendapat bahwa pembayaran ganti rugi perusahaan yang mereka harus terus memperluas peran dinasionalisasi.27 Dukungan kepada politik perempuan di Indonesia. pemerintah tentang Irian Barat juga terlihat Keterlibatan Gerwani dalam masalah dari majalah Api Kartini yang merupakan nasional seperti Irian Barat tidak lepas dari majalah besutan Gerwani. Dari tahun 1960- ketertarikan mereka terhadap politik an majalah ini kemudian dipenuhi dengan nasional. Isu-isu seperti Irian Barat Irian Barat dan Trikora. Beberapa kali mendapat tempat prioritas yang sangat Gerwani melakukan aksi demonstrasi tinggi dalam organisasi Gerwani. Pada menentang imperialisme Belanda di Irian sidang pleno DPP Gerwani pada April 1961 Barat. mencatatkan sejumlah kesuksesan dibeberapa bidang. Salah satu kesuksesan 25 Kowani, op.cit., hlm. 131. Harian Rakyat, 16 Mei 1960. 27 Philips Tangdilintin, Pembinaan 26 Harian Rakyat, 16 Mei 1960. 28 Generasi Muda, (Yogyakarta: Kanisius, 2008), hlm. 47. === [PDF page 9] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 53 Gerwani adalah membangun Front pendekatan antara dua pihak yang Persatuan Wanita serta memenuhi tugas bersengketa.30 dalam perjuangan Irian Barat. Tanggapan Pemerintah Indonesia atas Sejak tahun 1962, politik Gerwani Usul Bunker dapat diterima karena memuat banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. pasal tentang penyerahan administrasi Gerwani mengajak kaum wanita muda pemerintahan Irian Barat ke Republik untuk berpartisipasi dalam kampanye Indonesia. Akan tetapi pihak Pemerintah nasional pembebasan Irian Barat. Gerwani Belanda belum juga memberikan tanggapan kemudian terlibat dalam aksi-aksi positif, ketidakpastian Pemerintah Belanda demonstrasi menentang kolonialisme berhubungan erat dengan perkembangan Belanda di Irian Barat. Berdasarkan rapat situasi pendaratan dan pertempuran yang kerja aktivitas Gerwani yang diadakan pada terjadi di Irian Barat, meskipun kekuatan September 1962, para anggota Gerwani pasukan Indonesia semakin menguasai diminta mendaftarkan diri sebagai keadaan pada daerah-daerah kantong sukarelawati untuk pembebasan Irian Barat gerilya. dengan mengirimkan bantuan ke garis Belanda masih berharap dapat depan dan membantu keluarga sukarelawati mempertahankan sebagian besar daerah di garis belakang.29 Dukungan politik kedudukan yang masih dikuasainya, dengan Gerwani terhadap PKI dan Sukarno, dalam semua kekuatan yang tersedia akan pengertian telah dicapainya masyarakat memukul mundur dan menghancurkan sosialis di bidang hak-hak perempuan, terus pasukan Indonesia dan dengan demikian dilakukan. kekuasaan Belanda tetap berlangsung dan mendorongnya untuk menolak saya Usul C. Gerwani Pasca Pembebasan Irian Bunker.31 Barat Pemerintah Indonesia menganggap Gugusan pulau Irian Barat pada masa- bahwa pendaratan pasukan Indonesia masa akhir tahun 1961 masih dikuasai merupakan jawaban atas sikap Belanda Belanda, terletak di ujung timur dari yang selama 10 tahun terakhir selalu rangkaian kepulauan Indonesia. Pada merintangi usaha-usaha damai yang telah tanggal 26 Mei 1962 tampillah suatu konsep ditempuhnya. Pendaratan dan penerjunan perdamaian, terkenal dengan Usul akan terus dilanjutkan sampai Belanda mau Ellsworth Bunker yang diumumkan oleh merubah sikap untuk bersedia berunding pejabat Sekretaris Jendral PBB, U Thant. Isi atas dasar Usul Bunker. pokok Usul Bunker ialah rencana Penghentian permusuhan antara penyerahan administrasi pemerintahan Irian Indonesia dan Belanda dimulai pukul 00.01 Barat kepada Indonesia melalui suatu GMT pada hari Sabtu 18 Agustus 1962.32 Badan Pemerintahan PBB dan menjamin Bendera Belanda di Irian Barat diturunkan adanya hak menentukan pendapat bagi pada tanggal 31 Desember 1962, masyarakat Irian Barat, sebagai usaha merupakan lambang resmi berakhirnya kekuasaan Belanda di Irian Barat. Pada saat Lihat Lampiran 6, ANRI, Front 29 31 Baharuddin Lopa, op.cit., hlm. 126. Nasional No. 724, Rapat kerja Gerwani Jakarta dalam mendukung Amanat Jayanti Purnamawati, “Peran TNI-AD 32 Presiden tahun 1962. dalam Operasi Pembebasan Irian Barat Tahun 1961-1963”, Skripsi, (Yogyakarta: 30 Muhammad Cholil, Sejarah Operasi- UNY, 2010), hlm. 106. Operasi Pembebasan Irian Barat, (Jakarta: Departemen Pertahanan dan Keamanan Pusat Sejarah ABRI, 1979), hlm. 92. === [PDF page 10] === 54 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 yang sama itu oula bendera Indonesia Keterlibatan Gerwani dalam Trikora dikibarkan sebagai pengganti bendera memiliki dampak yang luas bagi Belanda sekaligus melambangkan pergerakan perempuan di Indonesia. dimulainya kekuasaan de jure RI di Irian Gerwani memiliki posisi yang unik dalam Barat di bawah pengawasan PBB. Setelah sejarah pergerakan perempuan Indonesia. perjanjian New York, Belanda secara resmi Mereka adalah golongan feminisme, menyerahkan Irian Barat kepada nasionalisme, dan sosialisme. Gerwani pemerintahan sementara PBB. dapat dipandang sebagai organisasi Pemerintahan sementara PBB hanya perempuan semi-otonom dengan tiga alur berjalan selama kurang dari satu tahun yang kesetiaan, kepada kaum perempuan, kepada kemudian pemerintahan di Irian Barat tujuan sosialis, dan nasionalis.36 Kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada Indonesia.33 utama Gerwani dari tahun 1962 sampai Usaha dan peran organisasi Gerwani tahun kejatuhan mereka kebanyakan untuk dapat mempengaruhi gerakan didominasi oleh masalah politik nasional, perempuan lainnya dilandasi oleh tiga walaupun isu feminisme tidak dihilangkan. tujuan yang saling terkait: pertama, Keterlibatan mereka dalam Trikora mampu organisasi Gerwani ingin memimpin mengubah pandangan tentang pergerakan gerakan yang lebih luas. Organisasi kaum perempuan di Indonesia yang tidak Gerwani yakin sikap pengutamaannya pada lagi hanya sebatas masalah feminisme dan kepentingan perempuan Indonesia kesetaraan hak dan gender dengan kaum merupakan pendirian yang benar. Kedua, pria tapi mereka mampu menunjukkan taji Gerwani ingin menjadi gerakan massa. dalam pentas politik nasional yang Ketiga, Gerwani menghendaki agar gerakan didominasi oleh kaum pria. perempuan memainkan peranannya dalam Gerwani meyakini jika kaum politik nasional.34 perempuan mengambil langkah dan Kemunculan Trikora memaksa berperan lebih militan dan gagah berani Gerwani berperan didalamnya. Mereka demi kehormatan nasional dan tidak berusaha mendaftarkan kaum perempuan ketinggalan dari perjuangan umum, maka muda dalam rangka kampanye nasional laki-laki tidak akan terus mengingkari hakuntuk pembebasan Irian Barat. Gerwani hak formal perempuan. Dengan semangat menjadi pendukung utama manuver politik tinggi dari kaum perempuan di masa Presiden Sukarno dengan membuktikan Trikora ini tidak akan ada seorang pun yang kepada Presiden Sukarno, bahwa mengatakan perempuan hanya berperan organisasi Gerwani bukanlah suatu gerakan dalam mengasuh anak saya.Desakan perempuan ‘nDoro Den Ayu’ seperti yang terhadap kebutuhan sukarelawati untuk diistilahkan Presiden Sukarno saat pembebasan Irian Barat kemudian Kongres IV Gerwani. Pimpinan Gerwani mendorong Gerwani membentuk gerakan merasa langkahnya untuk mendaftar kaum sukarelawati mereka sendiri. Gerwani perempuan itu tidak lain untuk memperluas kemudian mendaftarkan kaum wanita muda areal peranan sosial dan politiknya. Hal ini sebagai sukarelawati. Mereka diseleksi dari menunjukkan bahwa perempuan tidak setiap cabang Gerwani. Wanita-wanita sekedar sebagai istri dan ibu rumah tangga, yang tergabung dalam anggota Gerwani tetapi berperan sebagai pejuang.35 33 Ibid, hlm. 23. Perkembangan Pergerakan Perempuan di Indonesia Tahun 1966-1998”, Skripsi, 34 Saskia Eleonora Wieringa, op.cit., (Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, hlm. 318. 2009), hlm. 50. Elisabeth Endah Retnoningrum, 35 Saskia E.Wieringa, op. cit, hlm.80. 36 “Pengaruh Citra Gerwani Terhadap === [PDF page 11] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 55 atas persetujuan Kongres Wanita Indonesia aanGerwanibahwatidaksemua dilatih kemiliteran.37 perangitujahat. Pengaruh lainnya adalah kenyataan Dalam pandangan Gerwani, disebutkan bahwa para pemimpin Gerwani semua ikut bahwa tidak semua perang yang harus ambil bagian dalam perjuangan dikecam, hanya perang yang berlandaskan pembebasan nasional tahun 1945-1950, dan imperialisme dan kolonialisme saya yang semuanya tokoh nasionalis militan.38 harus dikecam. Sedangkan perang yang Dalam periode 1959-1965 Gerwani bertujuan untuk membebaskan diri sendiri melakukan aksi-aksi anti-imperialis. Aksi dari cengkraman kolonialisme dapat tersebut ditujukan pada imperialisme dibenarkan. Demikan halnya dengan Belanda selama perjuangan Trikora untuk Trikora yang harus didukung oleh kekuatan membebaskan Irian Barat, selanjutnya progresif dan cinta damai.Semua itu sebagai selama Dwikora terhadap Inggris dalam alasanpembenarantentangmilitansidandesa Konfrontasi Malaysia. Dalam mendukung kanterhadaplatihansukarelawati. nasionalisasi perusahaan minyak Inggris Perubahan pandangan tentang Caltex, Gerwani melakukan aksi boikot perdamaian menciptakan perselisihan bersama.39 antara Gerwani dan Women Internasional Dengan menerima Trikora, Gerwani Democratic Federation (WIDF). kemudian dituntut untuk mengubah Kedekatan Gerwani dengan WIDF sudah ideologi yang semula menjunjung prinsip- ada semenjak Gerwani masih bernama prinsip perdamaian tanpa syarat kemudian Gerwis. Gerwis bergabung dengan WIDF menerima perang dengan hati-hati. Hal ini pada tahun 1950 dan menjadi saluran politik diperlukan untuk melandasi keinginan internasional paling penting Gerwani. Sejak Gerwani untuk menyediakan sukarelawati tahun 1951, Gerwani telah mempunyai yang akan dilatih dan dikirim ke Irian Barat. seorang wakil di WIDF Council. Selama Gerwani menyerukan mobilisasi dekade pertama keanggotaan Gerwani, membebaskan Irian Barat. dalam hal ini hubungan itu saling mendukung dan Gerwani menggunakan pandangan pasifis Gerwani banyak mengambil manfaat. Bertha von Suttner dalam bukunya Die Tetapi semenjak tahun 1960-an Waffen Nieder untuk menjelaskan dengan hubungan Gerwani dengan WIDF mulai rinci sikap baru Gerwani tentang menjadi renggang akibat semakin perdamaian.40 meningkatnya militansi Gerwani. Pada Perdamaianduniamerupakantemapoko kongres WIDF bulan Juni 1963, timbul kGerwanisepanjangtahun1950-an.Dalam pertentangan antara WIDF dan Gerwani. peringatanhariperempuanseduniapada8Mar Mayoritas kelompok di dalam WIDF et1955,Gerwanimenghendakiadanyaperda menghendaki organisasi dalam garis maian dunia sertamengecam perangdan “feminisme dan pasifis”. Sedangkan percobaansenjatanuklir.Daritahun1960terja Gerwani dengan kelompok yang diperubahanpandangantentang perdamaian berlawanan memiliki pandangan lain dan sikap antiperang tentang perdamaian. Mereka beranggapan dariGerwani.Terjadipergeseransikap bahwa perdamaian tidak bisa dicapai Gerwaniterhadap isu-isuperdamaianyang selama masih ada imperialisme. menjadipokok perhatian Gerwani sebelumnya. Pergeseran sikap D. KESIMPULAN tersebuttergambarjelaslewatsebuahpernyat 37 Amurwani Dwi Lestariningsih, op. 39 Ibid., hlm. 268. Cit, hlm. 63. 40 Ibid., hlm. 323. 38 Saskia E.Wieringa, op. cit, hlm. 267. === [PDF page 12] === 56 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 Gerwani berasal dari Gerwis yang areal peranan sosial dan politiknya. Hal ini merupakan kependekan dari Gerakan menunjukkan bahwa perempuan tidak Wanita Indonesia Sedar. Gerwis sekedar sebagai istri dan ibu rumah tangga, diprakarsai oleh S.K Trimurti bersama tetapi berperan sebagai pejuang. Gerwani beberapa pejuang wanita. Para anggota meyakini, jika kaum perempuan mengambil Gerwis berasal dari latar belakang sosial langkah dan berperan lebih militan dan yang berbeda-beda, banyak diantaranya gagah berani demi kehormatan nasional dan dari keturunan priyayi rendah, tetapi tidak ketinggalan dari perjuangan umum, mereka ikut terjun dalam gerakan maka laki-laki tidak akan terus mengingkari nasional. Gerwis mempunyai tujuan hak-hak formal perempuan. Dengan yaitu tercapainya masyarakat yang lepas semangat tinggi dari kaum perempuan di dari perbudakan dan penindasan, antara masa Trikora ini tidak akan ada seorang pun orang dan orang, golongan dan golongan, yang mengatakan perempuan hanya bangsa dan bangsa, sehingga tercipta berperan dalam mengasuh anak saya. kekeluargaan yang sejati. Dalam Kongres II Gerwis yang dilaksanakan pada tahun 1954 terjadi perubahan nama Gerwis menjadi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani). DAFTAR PUSTAKA Sejak tahun 1962, politik Gerwani Arsip. banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. ANRI, Front Nasional No. 115 berisi Gerwani mengajak kaum wanita muda tentang Tri Komando Rakyat tahun 1961. untuk berpartisipasi dalam kampanye ANRI, Front Nasional No. 126 berisi nasional pembebasan Irian Barat. tentang kesimpulan Musyawarah Gerwani kemudian terlibat dalam aksi- Wanita Pengurus Besar Front aksi demonstrasi menentang Nasional tahun 1962. kolonialisme Belanda di Irian Barat. Gerwani juga mendukung politik ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) Sukarno mengenai Irian Barat. No. 185 berisi Piagam BKS-PM- Berdasarkan rapat kerja aktivitas WANITA tanggal 22 Desember 1957. Gerwani yang diadakan pada September 1962, para anggota Gerwani diminta ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) mendaftarkan diri sebagai sukarelawati No. 186 berisi tentang Dewan untuk pembebasan Irian Barat dengan Perancang Front Nasional mengirimkan bantuan ke garis depan dan Pembebasan Irian Barat. membantu keluarga sukarelawati di garis belakang, serta membuka training ANRI, Komando OperasiTertinggi (KOTI) center. Selain itu, beberapa anggota No. 707 berisi tentang pernyataan Gerwani juga turut bergabung dalam bergabungnya Gerwani kedalam Front Nasional untuk dikirim ke Irian Front Nasional dan penyerahan daftar Barat. sukarelawati pada tahun 1962. Sejak terlibat dalam permasalahan Trikora, Gerwani menjadi pendukung ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) utama manuver politik Presiden Sukarno No. 711 berisi tentang artikel Sejarah dengan membuktikan kepada Presiden lahirnya Gerwani. Sukarno, bahwa organisasi Gerwani bukanlah suatu gerakan perempuan ‘nyonya ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) besar’. Pimpinan Gerwani merasa No. 713 berisi Seruan DPD Gerwani langkahnya untuk mendaftar kaum untuk Mendaftarkan Diri Memenuhi perempuan itu tidak lain untuk memperluas Trikora tanggal 10 Januari 1962. === [PDF page 13] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 57 ANRI, Front Nasional No. 724 berisi Penelitian dan Pembangunan Sosial tentang rapat kerja Gerwani Jakarta dan Jaringan Mitra Perempuan, 1996. dalam mendukung Amanat Presiden Cora Struers, Sejarah Perempuan tahun 1962. Indonesia, Gerakan & Pencapaian, ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) Depok: Komunitas Bambu, 2008. No. 727 berisi Surat DPD Gerwani Daliman, Metode Penelitian Sejarah, Jakarta Raya untuk Mengikuti dan Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2012. Mengirimkan Sumbangan Garam Fransisca Ria Susanti, Kembang-Kembang untuk Keperluan Dapur Training Gender, Yogyakarta: Jejak Wangun Center Kader dalam Rangka Pritinka, 2007. Perjuangan Irian Barat tanggal 30 Geoffrey Robinson, Sisi Gelap Pulau September 1962 Dewata: Sejarah Kekerasan Politik, ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) Yogyakarta: LKiS Printing No. 730 berisi Laporan Seminar Cemerlang, 2006. Nasional oleh Wakil Sekjen II D.N. George Ritzer, Sosiologi Ilmu Pengetahuan Pemuda Rakyat. BerparadigmaGanda, Jakarta: PT. ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) Raya Grafindo Persada. No. 733 berisi Aktivitas Gerwani Hans Joachim Morgenthau, Politik Antar Jakarta Raya Tahun 1960-1962. Bangsa, Yogyakarta: Yayasan ANRI, Komando Operasi Tertinggi (KOTI) Pustaka Obor Indonesia, 2010. No. 736 berisi Laporan Umum DPD Hikmah Diniah, Gerwani Bukan PKI: Gerwani pada Koferensi Gerwani Sebuah Gerakan Feminisme Terbesar Mengenai “Dengan Semangat di Indonesia, Yogyakarta: Carasvati Trikora Membajakan Organisasi dan Books, 2007. Mengatasi Segala Kesulitan tanggal John Patiara, dkk, Sejarah Perlawanan 14 Desember 1962. Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Irian Jaya, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Buku dan Jurnal. Kebudayaan, 1983. Adang S., Operasi Trikora, Jakarta: Rosda Kowani, Sejarah Setengah Abad Kesatuan Jayaputra, 1985. Pergerakan Wanita Indonesia, Amin S. M., Indonesia di Bawah Jakarta: Balai Pustaka,1986. Demokrasi terpimpin, Jakarta: Bulan Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Bintang, 1967. Yogyakarta: Bentang Budaya, 1995. Amurwani Dwi Lestariningsih, Mabes TNI, Trikomando Rakyat Gerwani:Kisah Tapol Wanita di “Pembebasan Irian Barat”, Jakarta: Kamp Plantungan, Jakarta: Kompas, Pusat Sejarah dan Tradisi Abri, 1995. 2011. Marwati Juned Pusponegoro dan Baharuddin Lopa, Jalannya Revolusi Nugroho Notosusanto, Sejarah Indonesia Membebaskan Irian Barat, Nasional Indonesia VI, Jakarta: Balai Jakarta: Daya Upaya, 1962. Pustaka, 1984. Bima Tri Pradicta, “Peran Kapal Selam Merle Calvin Ricklefs, Sejarah Indonesia Pasopati 410 Dalam Satuan Korps Modern, Jakarta: Serambi Ilmu Hiu Kencana Pada Saat Operasi Semesta, 2008. Trikora Merebut Irian Jaya 1961- Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu 1963”, E-Jurnal, diakses dari Politik, Jakarta: Gramedia, 2007. http;/jurnalmahasiswa.unesa.ac.id. Mochammad Yamin, Kedaulatan Catharina Nanik Purwoko, Perempuan dan Indonesia atas Irian Barat, Ketidakadilan, Jakarta: Lembaga Bukittinggi, 1956. === [PDF page 14] === 58 Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Vol.4 No. 1 Tahun 2019 Muhammad Cholil, Sejarah Operasi- Bintang Timur, 31 Juli 1962 Operasi Pembebasan Irian Barat, Bintang Timur, 3 September 1962 Jakarta: Departemen Pertahanan dan Harian Rakyat, 7 November 1952 Keamanan Pusat Sejarah ABRI,1971. Harian Rakyat, 17 September 1958 Sartono Kartodirjo, Pemikiran dan Harian Rakyat, 17 Maret 1959 Perkembangan Historiografi Harian Rakyat, 30 Januari 1960 Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Harian Rakyat, 16 Mei 1960. Utama, 1982. Harian Rakyat, 15 Desember 1961 ____________, Pendekatan Ilmu Sosial Harian Rakyat, 17 Agustus 1962 Dalam Metodologi Sejarah, Harian Rakyat, 29 September 1962 Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2014. Harian Rakyat, 23 Oktober 1962 Saskia Eleonora Wieringa, Penghancuran Harian Rakyat, 25 Oktober 1962 Gerakan Perempuan, Politik Seksual Harian Rakyat, 29 Oktober 1962 di Indonesia Pascakejatuhan Harian Rakyat, 2 November 1962 PKI,Yogyakarta: Galang Press, 2010. Harian Rakyat, 11 Desember 1963 Organisasi-Organisasi Perempuan di Indonesia sesudah 1950. Jakarta: Kalyanamitra, 1998. Skripsi. Subagiyo I.N, S.K Trimurti, Wanita Pengabdian Bangsa, Jakarta: Gunung Dian Astrid Wijaya, “Ibu Militan, Setan Agung, 1982. Perempuan Komunis dan Subandrio, dkk, Meluruskan Sejarah Kembalinya Para Srikandi: Citra Perjuangan Irian Barat, Jakarta: Gerwani Dalam Tiga Rezim”, Skripsi, Yayasan Kepada Bangsaku, 2000. Yogyakarta: UGM, 2010. Sulami, Perempuan-Kebenaran dan Elisabeth Endah Retnoningrum, “Pengaruh Penjara, Jakarta: Cipta Lestari, 1999. Citra Gerwani Terhadap Tim Prodi Ilmu Sejarah, Pedoman Perkembangan Pergerakan Penulisan Tugas Akhir Ilmu Sejarah, Perempuan di Indonesia Tahun 1966- Yogyakarta: Program Studi Ilmu 1998”, Skripsi, Yogyakarta: Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Sanata Dharma, 2009. UniversitasNegeri Yogyakarta, 2013. Ismi Yuliati, “Wanita Kiri dalam Organisasi Tim Pusyarah TNI, Komunisme di Indonesia dan Stigma (Gerwani di Klaten 1954- Jilid III, Jakarta: Pusyarah TNI, 2009. Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi, 2011. Surabaya: Percetakan Negara, 1963. Jayanti Purnamawati, “Peran TNI-AD Umi Sarjono, Maju Terus Untuk dalam Operasi Pembebasan Irian Pengintegrasian Total Gerwani Barat Tahun 1961-1963”, Skripsi, dengan Wanita Buruhtani dan Yogyakarta: UNY, 2010. Tanimiskin, Jakarta: Stensilan, 1964. “KNIP”, http://ejournal.undip.ac.id, diakses pada 3 September 2018, pukul 18:22 WIB. Surat Kabar. Bintang Timur, 19 Januari 1962. Bintang Timur, 22 Januari 1962 Bintang Timur, 26 Januari 1962 Bintang Timur, 27 Januari 1962 === [PDF page 15] === Peranan Gerwani dalam... (Dimas Dwi Kurnia).... 59