S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini (Historia, pratinjau)
Cleaned OCR text (Good (0.957); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini https://www.historia.id/article/s-k-trimurti-menyalakan-api-kartini Retrieved 2026-10-13
Premium
S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini
S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.
6 Des 2025
Budi Setiyono
Kongres Nasional ke-3 Gerwani di Solo. (Dok. Keluarga S.K. Trimurti).
BANGUNAN di Jalan Kramat Raya itu tak seberapa besar. Ia terhimpit di antara bangunan lainnya. Pagar besi menjadi pembatas antara jalan dan halaman kecil yang dihiasi tanaman dalam pot. Suasananya cukup tenang, sekalipun terletak tak jauh dari jalan utama yang sibuk. Beberapa perempuan renta, penghuni Panti Jompo Waluya Sejati Abadi, lalu-lalang. Sebagian penghuni panti menyimpan masa lalu yang kelam.
Lestari, berusia 78 tahun, berjalan membungkuk. Pada 1967, dia ditangkap tentara dan ditahan selama sebelas tahun karena keikutsertaannya dalam Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) yang dituding terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. Dia masih bersemangat ketika berbicara mengenai Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) maupun Gerwani, nama yang kemudian dipakai.
Lestari ikut kongres pertama Gerwis di Surabaya pada 1951, kala usianya masih sekira 21 tahun, dan diangkat menjadi ketua Gerwis cabang Bojonegoro, kota kelahirannya. “Salah satu isu yang diperjuangkan adalah pembatasan usia minimal perkawinan. Gerwis juga membuat TK Melati di tiap kecamatan yang berdiri anak cabangnya. Pemilihan simbol melati karena bunga ini harum namun berpenampilan sederhana dan bisa tumbuh di mana saya. Pembangunan TK ini dibiayai oleh kerelaan anggota dan dana sosial masyarakat,” ujarnya.
[PAYWALL: remainder for subscribers only]