Dokumen-dokumen Kongres Nasional ke-VI PKI, Jilid II (Bintang Merah Nomor Spesial)
Cleaned OCR text (Fair; proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.
Text
Title: PKI (1960) - Dokumen Kongres Nasional ke-VI PKI, Jilid II, incl. speekh of Suwardiningsih (Bintang Merah special) [archive.org] Source: Internet Archive, https://archive.org/details/dokumen-kongres-nasional-ke-vi-pki-jilid-ii-kurang-368-369 Date retrieved: 2026-10-19 OCR text (_jvu.txt)
INd IA-YY
DOKUMEN-DOKUMEN
KONGRES NASIONAL
KE-VI
PARTAI KOMUNIS INDONESIA
Yoop Morrian
Amsterdam
Jakarta
7-14 September 1959
BINTANG MERAH.NOMOR SPESIAL |
Yayasan "Pembaruan”
Jakarta 1960
INT. INSTITUUT
SOC. GESCHIEDENIS
- JUNI 1997
SEKEDAR PENGANTAR
SEPERTI langkah pertama disusul oleh langkah kedua, begitulah Buku,,Kongres Nasional ke-VI PKI” atau,,Bintang Merah Spesial” jilid I disusul oleh jilid yang sekarang ini, jilid II.
Kalau dalam Buku I dimuat Laporan Umum Ketua Partai D.N. Aidit dan pidato-pidato pengantar untuk rencana perubahan Konstitusi dan Program PKI serta pemilihan badan-badan central dan resolusi-resolusi Kongres, dalam Buku II ini khusus dimuat pidato-pidato dari utusan-utusan dari daerah-daerah didalam Kongres bersejurah itu.
Dalam -pada itu ada sedikit pertanggungjawaban yang perlu dikemukakan disini: sebagian dari pidato-pidato yang dimuat disini disertai catatan reaksi didalam Kongres seperti tepuktangan, tawa, dsb., sedang sebagian lainnya tidak. Sebabnya tak lain, karena berhubung waktu, sebagian dari pidato-pidato tak sempat diucapkan didalam Kongres tetapi oleh Kongres dianggap telah diucapkan.
Buku II ini akan disusul pula oleh Buku III.
Penerbit
PIDATO KAWAN S. UTARYO
(Sekretaris Comite PKI Jakarta Raya)
Kawan?, 4
Saya menyetujui sepenuhnya Laporan Umum Comite Central, yang disampaikan oleh Kawan Aidit. (lepuktangan). Laporan Umum CC PKI — yang merupakan perpaduan antara pokok-pokok pikiran yang dirumuskan dalam Tesis dengan pandangan massa anggota dan Rakyat — ini mempunyai arti yang sangat penting bagi pengembangan lebih lanjut gerakan demokratis di Indonesia.
Arti-penting dari Laporan Umum ini terletak pada, pertama, menyimpulkan semua pengalaman terpenting dari pelaksanaan dua tugas urgen yang ditetapkan oleh Kongres Nasional ke-V PKI y3 kedua, menunjukkan dengan tepat perspektif yang terang dari Partai dan gerakan revolusioner dinegeri kita, dan ketiga, memperjelas berbagai masalah pokok yang akan menjadi pedoman bagi seluruh kegiatan Partai dalam memimpin perjuangan nasional untuk menyelesaikan tuntutan? Revolusi Agustus 1945. Singkatnya, Laporan Umum CC PKI ini telah memberikan senjala baru kepada seluruh Partai dan gerakan Rakyat Indonesia.
Pada kesempatan ini, saya ingin mengemukakan beberapa persoalan dan sedikit pengalaman mengenai pekerjaan Partai Jakarta Raya dilapangan front persatuan nasional. Adalah sangat tepat. kesimpulan CC PKI yang menyatakan, bahwa sesudah Kongres Nasional Ke-VI yang bersejarah sekarang tugas? Partai pada pokoknya masih tetap, yaitu, pertama, menggalang front persatuan nasional yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh, dan kedua, meneruskan pembangunan Partai yang meluas diseluruh negeri, mempunyai karakter massa yang luas, dan sepenuhnya terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Pengalaman membuktikan, bahwa pelaksanaan dua tugas tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Disamping itu, penyelesaian dengan baik dua tugas tersebut merupakan faktor pokok untuk membawa lebih maju lagi perjuangan untuk kemerdekaan nasional yang penuh, demokrasi dan perdamaian. Penyelesaian tugas memperluas dan memperkokoh front persatuan akan
360
sangat melapangkan jalan untuk melaksanakan dengan sukses tugas meneruskan pembangunan Partai. Sebaliknya, penyelesaian tugas pembangunan Partai akan lebih memberi jaminan dan menciptakan syarat-syarat obyektif yang lebih baik untuk memperkokoh front persatuan nasional. Untuk memperkuat front persatuan, maka klas buruh harus memperkuat persatuannya sendiri. Dan karena itu adalah menjadi tugas kita yang utama untuk selalu memelihara dan memperkokoh persatuan dalam Partai dan dalam gerakan klas.
buruh, yang diciptakan oleh kesatuan pandangan, sikap dan metode, yaitu pandangan, sikap dan metode Marxis-Leninis. Baik dalam memperluas hak-hak demokratis hagi Rakyat, mendorong tindakan-tindakan yang maju dari pemerintahan daerah, maupun dalam memperjuangkan perbaikan tingkat hidup Rakyat dsb., front 'persatuan selalu menjadi kunci dari semua sukses.
Selama lima tahun ini pekerjaan Partai" Jakarta Raya dilapangan front persatuan nasional telah mendapat banyak kema-
' juan. Karena adanya titik-titik persamaan kepentingan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah, serta berkat pimpinan yang bijaksana dari CC PKI front persatuan nasional makin menjadi kuat, dan perjuangan demokratis telah mencapai kemenanganz iang menggembirakan. Dengan persatuan yang kokoh, Rakyat Jakarta Raya pada tahun 1954 telah berhasil menggulingkan pemerintah Syamsurizal (Masyumi) yang reaksioner (tepuktangan). dan memperbaharui susunan DPKS yang tidak demokratis: Ini berarti, bahwa kekuatan persatuan telah mengakhiri untuk se-lama2nya monopoli kekuasaan dari Masyumi di Jakarta Raya. (tepuktangan).
Kerjasama yang lebih baik antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah serta kedudukan yang makin terpentiil dari kekuatan kepalabatu menjadi lebih jelas lagi dari hasil-hasil pemilihan umum untuk Parlemen, Konstituante dan DPRD. Aksi-aksi politik seperti:
aksi mendukung Konsepsi Presiden, gerakan menggulung,,PRRI”- Permesta dan komplotan-komplotan anti-Republik, pengambilalihan perusahaan-perusahaan - Belanda dan KMT, aksi solidaritet untuk mengutuk agresi imperialisme AS, Inggeris dan Perancis di Timur Tengah, gerakan mendesak didekritkannya UUD 1945 dsb., mendukung manifesto politik dsb. adalah hasil-hasil kongkrit dari makin kokohnya front persatuan nasional. Dengan antusiasme yang luarbiasa, lebih kurang sejuta Rakyat Jakarta Raya telah mengadakan pada tanggal 24 Februari 1957 rapat umum untuk menyambut Konsepsi Presiden Sukarno. (tepuktangan). Dan pada akhir tahun 1957 kaum buruh dan Rakyat Jakarta Raya — dengan tidak memperdulikan resiko — telah mempelopori untuk mengambilalih 269 buah perusahaan Belanda. (tepuktangan). Aksi ini pada
361
awal tahun 1958 diteruskan dengan gerakan mengambilalih 16 perusahaan dan lebih kurang 12 sekolah KMT. (tepuktangan). Selama tahun 1958, dengan kesedaran politik yang tinggi dan dengan scmangat persatuan yang teguh, Rakyat Jakarta Raya telah mengadakan tidak kurang dari 15 kali aksi politik yang berhasil baik.
Semua ini, seperti disimpulkan oleh CC PKI, telah membawa perjuangan anti-kolonialisme ketaraf yang baru.
Front persatuan nasional — yaitu kerjasama antara buruhtani disatu fihak dengan burjuasi nasional difihak lain — mendapatkan bentuknya dalam berbagai badan kerjasama seperti:
KSPO, Kongres Rakyat, Panitia-panitia Rakyat, dsb., dan dalam aksi?
bersama atas dasar tuntutan bersama yang kongkrit. Tetapi bagaimanapun pengalaman membuktikan tepatnya kesimpulan CC PKI yang dinyatakan, bahwa front persatuan nasional hanya bisa dilahirkan dan dikembangkan atas dasar aksi-aksi bersama. Kerjasama yang tidak didasarkan pada aksi bersama hanya akan merupakan pcrsekutuan formil dan tidak mempunyai vitalitet. Sebaliknya, gerakan?
yang didasarkan pada pemenuhan tuntutan bersama akan bisa memobilisasi kekuatan seluas mungkin dan akan menjadi landasan untuk mengembangkan lebih lanjut front persatuan nasional. Aksi KSPO pada tahun 1955 untuk menyatakan Graaf van Beylandt, Komisaris Kerajaan Belanda, sebagai persona non grata (orang yang tidak disukai) telah mendorong Pemerintah untuk mengambil tindakan-tindakan tegas mengenai hubungan RI-Nederland, dan telah sangat membantu meningkatkan semangat anti-kolonialisme dikalangan Rakyat.
Perkembang front persatuan nasional anti-imperialisme mencapai.,klimaksnya” pada aksi pengambilalihan perusahaan Belanda dan KMT dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat dan penggulungan kaum pemberontak kontra-revolusioner.
Juga sekarang, dalam kesibukan turut merealisasi program 3 fasal Pemerintah Sukarno-Juanda, front persatuan dihadapkan kepada batu ujian dan tugas baru. Adalah bukan rahasia lagi, bahwa sementara orang yang sudah tidak lagi percaya kepada demokrasi berusaha dengan mensalahgunakan demokrasi terpimpin, membatalkan UU No. 1-1957 dan mengubur otonomi daerah. Semenjak tersiarnya pikiran dan keinginan reaksioner itu, front persatuan nasional makin mendiadi lebih kokoh dan lebih bulat lagi.
Untuk mempertahankan UU No. 1-1957, sebagai salahsatu hasil kongkrit Parlemen pilihan Rakyat, DPD yang mencerminkan persatuan dari kekuatan politik kaum Nasionalis-Komunis-Kcagamaan telah menyatakan keinginan dan tuntutan?nya kepada Presiden, Menteri Pertama dan Menteri Dalamnegeri. Hari ini dele-
362
gasi pemerintahan Jakarta Raya telah mengadakan pembicaraan dengan pimpinan parlemen. Sedang DPRD — dengan kebulatan yang belum pernah terlihat — memutuskan untuk mempertahankan prinsip: demokrasi mengenai otonomi daerah. (tepuktangan). Sikap dan tuntutan untuk mempertahankan UU No. 1-1957 ini sepenuhnya sesuai dengan perasaan dan tuntutan Rakyat.
Dengan mengemukakan kemajuan-kemajuan ini tidaklah berarti, bahwa kita sudah terhindar samasekali dari kesulitan dan kekurangan.
Untuk mengatasinya dan untuk lebih memperkuat front persatuan kita perlu:
Pertama, mengembangkan lebih baik lagi kekuatan progresif, yaitu kekuatan yang terdiri dari kaum buruh, tani dan kaum miskinkota, yang dipimpin oleh politik Partai. Pengalaman menunjukkan, bahwa penyelesaian tugas ini tidaklah mudah. Saya menyetujui sepenuhnya kesimpulan CC PKI yang menyatakan perlanya kita memegang teguh kesimpulan-kesimpulan untuk memperkuat front persatuan yaitu: terusmenerus mengembangkan kekuatan progresif, menyusun program yang mewakili juga kepentingan kekuatan lengah, adanya langgam-kerja yang baik, dan memperbesar kemambuan kekuatan progresif dalam memberikan pukulan-pukulan yang jitu dan berat kepada kekuatan kepalabatu. (tepuktangan).
Kedua, mengurus dan menyelesaikan dengan tepat kontradiksi yang timbul dalam front persatuan nasional. Secara umum sudah diketahui, bahwa kontradiksi didalam front persatuan adalah kontradiksi dikalangan Rakyat, yang harus diselesaikan secara demo:
kratis. Tetapi didalam praktek masih tidak jarang kader-kader Partai yang cepat,,naik-darah” karena melihat tindakan -kekuatan tengah yang tidak tepat. Bersikap tepat dan bijaksana dalam menghadapi tiap-tiap persoalan yang timbul dalam front persatuan nasional adalah sangat penting. Dan untuk ini seperti dikatakan Kawan Aidit, kita harus berpegang teguh kepada politik Partai mengenai kekuatan tengah, yaitu,,,mendorong yang sudah maju, menarik yang bimbang dan membangkitkan yang masih terbelakang”.
Dengan berpegang pada garis ini kita perlu dan harus mengkritik dengan bijaksana kekeliruan-kekeliruan kekuatan tengah. Kritik-kritik seperti itu harus kita lakukan dengan maksud untuk menyelamatkan dan memperkuat persatuan.
Kawan-kawan,
Saya meyakini sepenuhnya garis yang ditetapkan oleh pimpinan $ sentral Partai untuk mengatasi semua kekurangan dan kesulitan kita dilapangan front persatuan nasional. Berdasarkan pengalaman kita selama ini CC menyimpulkan, bahwa untuk mengatasi kekurangan ini kita perlu menggunakan setiap keadaan untuk memper-
363
kuat front persatuan nasional, lebih banyak belajar teori, dan memperbanyak serta menyimpulkan pengalaman-pengalaman yang kita dapat.
Menggunakan setiap keadaan untuk memperkuat front persatuan nasional berarti lebih banyak menangkap dan merumuskan dalam satu tuntutan kongkrit pikiran dan perasaan dari berbagai golongan Rakyat. Sementara kader masih ada yang beranggapan seolah-olah aksi bersama hanya bisa diadakan atas dasar tuntutan polfik dan ekonomi. Sedang kenyataan mengajarkan, bahwa dilapangan kebudayaan, pendidikan dan sosialpun bisa diadakan kerjasama antara kekuatan progresif dengan kekuatan tengah. Gerakan pemberantasan butahuruf, memperluas perpustakaan Rakyat, mengembangkan kesenian Rakyat dsb. bisa digunakan untuk lebih memperkuat front persatuan. Aksi-aksi untuk memprotes film-film cabul, tari hula-hoop dsb. yang dilakukan di Jakarta, Bandung dil. telah mempersatukan pekerja-pekerja kebudayaan dalam satu front yang kuat.
Dalam keadaan seperti sekarang, dimana infiltrasi kebudayaan imperialis sangat membahayakan kebudayaan nasional kita, maka memperhebat front persatuan dilapangan kebudayaan adalah sangat penting. Melalui film, buku-buku, sistim pendidikan dsb. imperialisme —- terutama imperialisme AS — ingin mempertahankan kedudukannya diberbagai negeri seperti di Indonesia. Betapa besar bahayanya infiltrasi kebudayaan imperialis bisa dilihat antara lain dari banyaknya film-film Barat di Indonesia. Menurut catatan resmi selama tahun 1956 beredar di Indonesia 1882 film AS, 608 film Eropa Barat, 1 film Amerika Latin, 112 film dari negeri? Sosialis, dan 584 film Asia-Afrika yang umumnya dipengaruhi oleh,,gaya” Amerika Serikat. Sedang film Indonesia yang beredar dalam tahun itu hanya sebanyak 266 copy. Dari gambaran ini jelaslah, bahwa peredaran film AS mgliputi lebih kurang 5796 dari seluruh film yang beredar. Kenyataan ini tidak hanya membahayakan pendidikan anak-anak kita dan mengancam kebudayaan nasional, tetapi juga sangat mengancam keselamatan perusahaan-perusahaan film nasional Indonesia.
Karena itu adalah menjadi kewajiban kita untuk menjadikan masalah seperti ini sebagai obyek yang baik untuk menghimpun kekuatan anti-imperialis didalam satu front persatuan yang kuat.
Bersamaan. dengan perkembangan front persatuan nasional, Partai di Jakarta Raya juga telah berhasil memperkuat front persatuan dilapangan kebudayaan. Kita telah berhasil mendorong pemerintahan daerah dan Penguasa Perang Daerah mengambil tindakan-tindakan pendahuluan untuk mengembangkan kebudayaan nasional dan mengurangi pengaruh jelek dari kebudayaan Barat, terutama AS. Karena kuatnya front persatuan dilapangan kebudayaan, pemerintah daerah sedang merencanakan tindakan-tindakan yang
364
iebih tegas untuk melarang peredaran film, buku, tari?an dsb. yang melanggar tatasusila kita. Ditetapkannya oleh Panitia 17 Agustus 1959 semboyan,,Kembangkan Kebudayaan Nasional” merupakan salahsatu bukti dari makin meluasnya dan makin kuatnya front persatuan nasional.
Dengan memperhatikan, menyimpulkan secara tepat dan mengembangkan pengalaman-pengalaman ini kita akan bisa merealisasi dengan baik slogan,,Perbaiki Pekerjaan Front Persatuan Nasional, Dan Pencilkan Lebih Lanjut Kekuatan Kepalabatu”. Dan mercalisasi slogan ini akan berarti memenuhi dengan baik salahsatu tugas urgen kita sekarang, yaitu,,,menggalang front persatuan nasional yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodal, yang dipimpin oleh, klas buruh”.
Mari, kawan-kawan, kita masuki periode baru, periode dari sukses-sukses yang lebih besar, dan yang akan lebih mendekatkan lagi Rakyat dan Revolusi Indonesia kepada tujuan strategisnya.
Sekian dan terimakasih. (tepuktangan).,
365
PIDATO KAWAN A. MUCHLIS
(Sekretaris CDB PKI Sutawesi Selatan Tenggara)
Kawan?,
Saya menyatakan persetujuan sepenuhnya atas Laporan Umum.
Kongres Nasional ke-VI Partai yang disampaikan Kawan D.N.
Aidit. Laporan Umum itu dengan jelas menunjukkan kepada Rakyat jalan terang yang harus ditempuh menuju kemenangan dalam perjuangan melawan imperialisme, dan jalan untuk mencapai kehidupan adil dan makmur. Juga Laporan Umum dengan jelas menunjukkan musuh-musuh pokok dan musuh yang paling berbahaya yang dihadapi dan yang sedang terusmencrus mengancam kemerdekaan Rakyat Indonesia. Tapi Laporan Umum itu tidak hanya menunjukkan kepada Rakyat Indonesia musuh2nya, dan kekuatan politik mana yang menjadi penyokong-penyokong imperialisme Belanda dan Amerika Serikat, akan tetapi secara lengkap dan jelas menunjukkan kekuatan Rakyat dan kekuatan-kekuatan mana yang bisa bersatu dengan Rakyat melawan imperialisme, dan kekuatan progresif didunia, yaitu kubu Sosialisme yang setia memihak perjuangan kemerdekaan nasional Rakyat Indonesia.
Atas nama anggota dan calon-anggota Partai didaerah kami, saya sampaikan hormat yang ikhlas kepada CC Partai yang telah memberikan pimpinan politik dan organisasi yang tepat, yang telah banyak memberikan kepada kader-kader Partai kemampuan bekerja yang lebih besar daripada masa yang lampau.
Dalam sambutan yang saya sampaikan ini, soal yang akan saya kemukakan hanya mengenai soal penghancuran gerombolan teror DI-TII dan sisa? Permesta, dalam rangka usaha pemerintah mclakukan pemulihan keamanan.
Persoalan pemulihan keamanan di Sulawesi Selatan Tenggara sudah sejak lama menjadi tuntutan Rakyat yang paling mendesak.
Sulawesi Selatan Tenggara termasuk salahsatu daerah yang telah lama dikacau bandit€ teroris DI-TII, dan belakangan ini juga oleh sisa-sisa gerombolan kontra-revolusi »PRRI”-Permesta. Dalam rangka tuntutan pelaksanaan program keamanan Rakyat Kabinet Sukarno-Juanda, adalah sangat penting untuk belajar dari bebe-
366
rapa pengalaman yang pernah dirasakan Rakyat di Sulawesi Selatan Tenggara. Ada dua macam pengalaman R: yat Sulawesi Selatan: pertama, pengalaman dibawah kabinet Natsir dan Sukiman yang menjalankan politik keamanan,-berunding dengan DI-TII”
yang menghasilkan kompromi dan memberikan konsesi-konsesi kepada DI- TII, seperti memberikan kesempatan kepada gerombolan DI-TII melaporkan diri, dan menerima masuk menjadi anggota APRI.
Kedua, politik keamanan yang dijalankan Kabinet Ali Sastroamijoyo dan Kabinet Juanda yang pada dasarnya politik,,tidak kompromi”, yaitu politik pengamanan daerah yang dijalankan dengan menghantam DI-TII dan gerombolan kontra-revolusi,,PRRI-Permesta. Dua pengalaman Rakyat dan dua jalan yang pernah ditempuh oleh pemerintah dalam usahanya melaksanakan politik keamanan, akan tetapi keduanya tidak mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah sendiri maupun seperti apa yang diharapkan Rakyat, malahan sebaliknya dari apa yang diharapkan Rakyat. Ke-dua-dua kegagalan ini disebabkan Rakyat kurang diikutsertakan, Yang pertama bahkan memusuhi Rakyat, yang kedua dikecilkan peranan Rakyat. Bahwa tiap kegagalan dalam usaha pemulihan keamanan di Sulawesi Selatan, tiap kali Rakyat, terutama kaum tani, harus menderita korban yang lebih banyak lagi, oleh karena kegagalan seperti itu pasti akan menambah kesombongan dan kekejaman DI-TII terhadap Rakyat.
Segi negatif dari politik,,berunding” terhadap DI-TU atau gerombolan teror lainnya, yang paling reaksioner yalah bahwa dengan diterimanya bekas anggota-anggota gerombolan DI-TII masuk dalam APRI, maka dalam APRI terdapat anasir-anasir DI-TII dari akibat politik Kabinet Natsir-Sukiman itu, yang dengan secara,,sah dan legal”
memasukkan DI-TII kedalam AP. Pembebasan-pembebasan mereka dari tuntutan-tuntutan hukum atas perbuatan terornya selama menjadi DI-TII, yaitu perbuatan-perbuatan garong, bakar dan bunuh Rakyat membawa pengaruh yang sangat kurang baik terhadap APRI dimata Rakyat, juga terhadap disiplin dan ketaatan anggota? AP dan terhadap nama baik AP sendiri.
Segi negatif dari pengalaman kedua, yaitu pengalaman dalam usaha pemulihan keamanan dengan jalan tidak kompromi, dengan operasi, politik ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Rakyat karena sesuai dengan harapan-harapan mereka. Tapi walaupun politik tidak kompromi ini pada pokoknya baik, dan mendapat dukungan Rakiat, terutama kaum tani dan golongan-golongan yang mempunyai kemauan baik, dalam pelaksanaannya masih mengandung banyak kelemahan, pertama karena kaum tani di-desa-desa tidak diikutsertakan. Tidak diberikan kebebasan-kebebasan demokratis dan tidak diorganisasi dalam OPD-
367
bahwa OPD-OPR bisa benar-benar menjadi alat Rakyat untuk menghadapi pengacau-pengacau, tidak seharusnya dilakukan pembentukannya dari atas, dan benar-benar diletakkan pada tiap desa yang anggotanya Rakyat yang bertempattinggal didesa yang bersangkutan sendiri. Tentang saling bantu antara desa satu dengan desa lainnya tentu saja sangat ideal. Mengenai pembeayaannya, peraturan yang dikeluarkan penguasa setempat yaitu,,sokongan wajib” yang harus dibayar olkh tiap kepala rumahtangga, adalah segi lemah dari OPD-OPR itu.
Pertama, karena dengan demikian membuat Rakyat yang memang sudah tidak mampu memikul berbagai pajak, sekarang ini diwajibkan lagi membayar sokongan wajib untuk OPD-OPR dan kedua, karena OPD-OPR dengan cara seperti diatas sudah merupakan tentara tetap yang mendapat honorarium tiap bulan. Perbedaannya hanya terletak pada: mereka tidak mendapat jaminan sebagaimana yang berlaku bagi AP. OPD-OPR yang baik yalah OPD yang dibentuk tidak terlepas dari lapangan kerja mereka masing-masing.
Dalam hubungan pemulihan keamanan perlu dikemukakan bahwa di-waktu-waktu yang lampau tidak pernah ada tindakan kearah usaha merehabilitasi desa yang telah dibebaskan oleh APRI dari tangan DI-TII. Rehabilitasi desa-desa dengan jalan memberi bantuan kepada Rakyat berupa penggantian alat-alat pertanian mereka yang hancur sebagai akibat operasi dan selama dibawah kekuasaan DI-TII akan sangat membantu kaum tani pulih semangatnya kembali dari berbagai tekanan jiwa yang dialami selama dibawah kekuasaan teror DI-TII. Rehabilitasi desa juga berarti pemberian hak-hak kebebasan demokratis dan penyusunan aparat pemerintahan desa, ini berarti membangun kembali kehidupan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Tindakan tersebut diatas ini sangat penting karena ia memberikan perbedaan yang nyata antara kekuasaan Rebiublik Indonesia yang demokratis dengan kekuasaan teror DI-TII—-,PRRI”-Permesta.
Hidup Kongres Nasional ke-VI PKI.
370
PIDATO KAWAN MESSER TANGGAP PELENG
(Sekretaris CDB PKI Kalimantan Tengah)
Kawan?, 4
Berpangkal pada sikap yang menerima dan membenarkan Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, kiranya disini perlu dari daerah Kalimantan Tengah kami kemukakan hal-hal yang mendesak dan.segera meminta perhatian untuk diatasi, Antara lain soal pentingnya jalan-jalan-raya, pengangkutan-sungai serta soal pertanian.
Kalimantan Tengah daerah yang luasnya 153.828 km-km dengan jumlah penduduk sebanyak 420.511 jiwa, untuk kelancaran perhubungan dari satu daerah kedaerah yang lain sampai sekarang baru memiliki jalan-raya sederhana yang hanya sepanjang 89 km di Barito Timur dan 15 km di Pangkalan Bun, Dapat dirasakan oleh Rakyat bahwa pengaruh dari jalan-raya itu sangat membantu cepatnya perhubungan dacrah dan lancarnya peredaran ekonomi terutama barang keperluan se-hari-hari. Dan tidak hanya itu, tetap!
lebih jauh bahwa dengan banyaknya jalan-raya di-daerah?2 akan membantu Rakyat di-desa-desa dgn. mudahnya mengikuti perkembangan politik dan ekonomi di-daerah-daerah lain maupun situasi nasional pada umumnya. Jalan-raya memberi kemungkinan untuk masuknya kendataan-kendaraan (taxi, bis, truck-truck dsb.) ke-desa-desa. Hal ini akan mendorong dan memudahkan kaum tani berhubungan ke-kota?2 untuk memperoleh pengalaman-pengalaman dan kemajuan, dan yang terpenting yalah melancarkan hubungan ekonomi. Tetapi hingga sekarang dengan sedikitnya jalan-raya yang ada, Rakyat Kalimantan Tengah tidak terbantu kepentingannya akan perhubungan. Anehnya di Kalimantan Tengah ini meskipun Rakyat tidak dibantu dengan jalanraya yang dikehendaki, tetapi setiap setahun sekali mereka diwajibkan membayar pajak jalan minimum Rp. 10,—. Jadi bagi Rakyat Kalimantan Tengah soal lekasnya terwujud jalan-raya serta hapusnya pajak-jalan adalah satu hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah. g
Untuk perhubungan dengan cara yang cepat, Pemerintah mencoba mengadakan perhubungan udara untuk daerah Kalimantan.
Hal ini memang baik, tetapi belum menjadi kebutuhan praktis
371
yang mendesak bagi Rakiat terutama kaum tani pada waktu sekarang ini, dan kenyataannya kapalterbang itu hanya dua buah sedangkan ongkosnya adalah terlalu mahal bagi kaum tani.
Tentang pengangkutan-sungai, keadaan pada umumnya masih kurang mencukupi, terutama untuk pengangkutan dan bepergian dalam jarak jauh. Satu contoh misalnya: Kapal-kapal sungai untuk menghubungi daerah pedalaman, dari Banjarmasin kepedalaman Barito, Kapuas, Kahayan, demikian pula di Kabupaten Kotawaringin pada umumnya, tidak tiap hari kita melihat adanya kapal-kapal pengangkut itu. Juga jumlah kapal-kapal itu tidak berapa banyak.
Padahal kebutuhan perhubungan dari kota atau pantai kepedalaman dan sebaliknya, sangat dirasakan keperluannya. Kurang banyaknya kapal-kapal ini dalam tempo yang tidak terlalu lama bisa diatasi, asal dengan sungguh? Pemerintah mau mengusahakannya, apalagi jika kita lihat bahwa di Kalimantan Tengah banyak sekali kayu, dan ada perusahaan penggergajian yang besar (di Sampit). Soal mesin-mesin yang diperlukan, tentu bisa diusahakan, asalkan sanggup berhubungan dengan negeri-negeri yang maju dan benar-benar mau membantu Rakyat Indonesia. Dalam hubungan ini Partai kita pernah, melalui DPRDP, mengusulkan supaya Pemerintah Daswati II Barito mengusahakan kapal-kapal untuk dinas, yang maksudnya untuk melancarkan pengiriman surat-menyurat dari atau kedaerah pedalaman, tetapi terbukti Pemerintah Daerah tidak sanggup melaksanakan, dengan alasan tidak ada uang.
Sama halnya dengan kurangnya jalan-raya mengakibatkan tidak lancarnya perhubungan ekonomi, demikian pula pengaruh dari kurangnya kapal-kapal pengangkutan di-sungai-sungai pada umumnya, ditambah lambatnya perjalanan kapal itu sendiri dari satu daerah kedaerah lain. Misalnya, dari pelabuhan Banjarmasin kepedalaman Barito, Kapuas, Kahayan, Katingan, Mentaya dll., perjalanan memakan tempo tiga atau empat hari empat malam sampai seminggu lebih, bahkan sewaktu air surut ada yang memakan waktu sampai sebulan lebih. Akibat kurangnya perhubungan sehingga terdapat suatu daerah (sungai Dadahup), dimana daerah itu banyak menghasilkan ikan sungai (danau) terpaksa Rakyat tidak bisa langsung menjual hasil penangkapannya, karena sulitnya untuk mendapat garam secara cepat dan murah guna mengawetkan ikan, kurangnya pengangkutan merupakan kesempatan yang baik bagi kaum tengkulak untuk memborong ikan-ikan itu dengan paksa dan dengan harga yang rendah, sebaliknya kaum tengkulak menjual ke-kota-kota dengan harga yang se-tinggi?nya, karena memang kwalitet ikan di- Situ baik.
Dalam keadaan kurang cukupnya alat-alat pengangkutan-sungai,
372
secara khusus pada sungainya itu sendiri terdapat banyak riam?nya (air yang mengalir deras kebawah, akibat banyaknya batu-batu besar didasar sungai), sehingga menghalang-halangi perjalanan kapal-kapal sungai yang semestinya bisa masuk dengan gampang kedacrah pedalaman. Mengingat keadaan ini maka makin terasa pentingnya jalan-raya yang segera dibangun. Jadi, pada pokoknya dalam hal pengangkutan-sungai, bertambah banyaknya kapal-kapal pengangkutan barang atau khususnya pengangkut orang adalah menjadi kebutuhan langsung dari Rakyat dalam kehidupan se-hari-hari. Disamping itu kebutuhan kapal-kapal untuk pelayaran pantai yang cukup banyaknya juga merupakan suatu hal yang mendesak.
Dilapangan pertanian, meskipun didaerah hilir sungai-sungai sudah mulai ada kaum tani yang mengerjakan persawahan secara menetap, pada umumnya dipedalaman penggarapan tanah itu masih mengalami kesukaran?, yaitu, dalam bentuk melakukan cara berladang yang ber-pindah-pindah (roofbouw). Dalam hal ini tiap satu Ha rimba yang dijadikan ladang rata-rata hanya bisa menghasilkan 10 kwintal padi gabah, itupun jika tanamannya tidak mengalami salah musim atau diserang hama, sedangkan maximal kekuatannya untuk ditanami hanya dua tahun. Sesudah masa itu tanah tersebut ditinggalkan dan dibuka tanah baru dirimba yang lain lagi, sedang tanah yang ditinggalkan bisa digarap lagi dalam waktu 10 tahun yang akan datang. Dengan cara semacam itu, maka untuk tiap-tiap pembukaan tanah, Rakyat menggunakan tenaga dan biaya yang banyak, sedangkan hasilnya tidak sebanding. Disinilah letak kesulitan pokok kaum tani dalam kehidupan se-hari-hari. Keadaan yang demikian itu oleh tuantanah selalu ditutup-tutupi atau dipulas dengan kata-kata bahwa, di Kalimantan ini tanah cukup luas, jika mau bertani berapa Ha saja tentu bisa, se-olah-olah tidak ada kesulitan-kesulitan yang dialami kaum tani dilapangan pertanian itu. Kesulitan-kesulitan berladang, hingga kini masih dianggap,,biasa”, meskipun sudah dianggap perlu adanya perubahan-perubahan dari cara roofbouw yang ber-pindah-pindah itu untuk diganti dengan cara persawahan yang menctap. Tetapi perubahan itu hanya mungkin apabila sudah dapat dipecahkan masalah yang pokok, yaitu, irigasi yang se-baik?nya. Dalam hubungan ini kaum tani menghendaki untuk tiap-tiap 400 A 500 meter ditepi sepanjang sungai perlu dibikin saluran-saluran air yang cukup dalam dan memanjang sampai ke-tengah-tengah hutan dan terusan-terusan untuk menghindari banjir yang merusak tanaman kaum tani, seperti dipinggir sungai Barito, Kapuas, dll., dengan demikian penggarapan sawah-sawah dipedalaman akan mengalami perbaikan yang agak stabil, Dengan perkakas kerja yang Panya beberapa tajak, parang dan belayung, tiada mungkin kaura tani bisa membikin sendiri.
373
Kesulitan-kesulitan lainnya dalam mengerjakan persawahan untuk menghasilkan bahan-bahan makanan ini, yalah soal pupuk dan pembeantasan hama. Bantuan dari fihak pemerintah, baik berupa pupuk hijau maupun pupuk buatan jarang sekali diberikan. Sekalipun pupuk buatan itu ada, tetapi harganya bagi kaum tani terlalu mahal.
Disamping itu kurang mustajab untuk membunuh tikus secara icepat, sewaktu racun itu dipasang dan dimakan oleh tikus-tikus yang mmenyerbu tanaman, ternyata matinya sampai dua atau tiga hari kesmudian. Dalam keadaan sekarat tikus-tikus itu mengamuk dan merusak:tanaman-tanaman sehingga menambah besar penderitaan kaum tani.
Kesukaran-kesukaran pertanian seperti tersebut diatas tidak hanya dialami oleh para petani penduduk lama di Kalimantan Tengah, tetapi juga langsung menimpa para transmigran yang lama maupun yang baru. Akibatnya mereka lebih menderita lagi, dan menyebabkan "banyak diantara mereka yang kembali ketempat asalnya dan pergi ke-kota-kota untuk mencari pekerjaan lain, karena mereka tidak sanggup mengerjakan pertanian secara berladang. Hal ini karena scjak semula tidak ada persiapan yang pantas, yang menjamin ke- 'hidupan kaum transmigran mengenai tanah, alat-alat pertanian sampai kepada jaminan hidup sebelum pekerjaan mereka menghasil- 'kan. Oleh karena itu adalah kewajiban pemerintah untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh kebutuhan dan kepentingan kaum tani serta tuntutan kaum tani di Kalimantan Tengah yang mendesak, yaitu dengan tidak tanggung-tanggung mengusahakan saluran-saluran pengatur air (irigasi), bantuan pupuk dengan harga se-murah?nya serta racun tikus yang mustajab untuk pemberantasan hama. Jika masalah -seperti tersebut diatas tidak lekas mendapat pemecahan dan pelaksanaan yang tepat, maka pertanian di Kalimantan Tengah terusmenerus akan mengalami keterbelakangan dan hasil produksi tidak akan bertambah, hal mana adalah bertentangan dengan Program "Kabinet Kerja sekarang, mengenai sandang-pangan bagi Rakyat, dan berarti pula melanjutkan adanya penindasan sisa-sisa feodal didesa.
Dengan pengalaman-pengalaman yang kami kemukakan diatas adalah tepat rumusan dalam Laporan Umum yang menyatakan: Partai kita menilai dan mendorong ber-macam-macam usaha pemerintah yang ditujukan untuk memperbaiki keadaan didesa dan kedudukan kaum:tani seperti:
&£ “Bantuan kredit pemerintah untuk kaum tani dan kegiatan-kegiatan jawatan pemerintah dilapangan pertanian dan dikalangan kaum ani.
Demikian pula canang yang menyatakan bahwa: Pembangunan
“jalan-raya dan pengangkutan-sungai diluar Jawa merupakan masa-
374
lah transport yang sangat penting dan mendesak.
2 Dan dengan ini kami atas nama delegasi dari Kalimantan Tengah menyatakan dapat menyetujui sepenuhnya Laporan Umum pimpinan Partai yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit.
PIDATO KAWAN M. ZAELANI
(Sekretaris CDB PKI Sumatera Selatan)
Kawan? Presidium, 2
Kawan-kawan peserta Kongres yang tercinta,:
'Atasnama delegasi Partai daerah Sumatera Selatan, saya menyatakan persetujuan terhadap Laporan Umum CC PKI yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, demikian pula terhadap Rencana Perubahan Konstitusi dan Rencana Perubahan Program Partai. (tepuktangan). € 4
Delegasi kami hendak memperkuat persetujuannya dengan mengemukakan perkembangan situasi politik didaerah Sumatera Selatan sendiri, yaitu tentang pengalaman-pengalaman dan peranan Partai dalam perjuangan melawan kontra-revolusi.
Laporan Umum secara tepat menyimpulkan bahwa pada pokoknya kita telah dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Kongres Nasional ke-V Partai. Ini dimungkinkan berkat pimpinan CC Partai dan persatuan yang semakin kokoh didalam Partai. Kami sependapat bahwa tugas-tugas urgen Partai kita sampai sekarang adalah belum berubah dari yang kita tetapkan dalam Kongres Nasional ke-V Partai, yaitu tentang penggalangan front persatuan nasional dan pembangunan Partai.
Sumatera Selatan dijadikan pangkalan kontra-revolusi
Kawan-kawan sekalian,. £
Laporan Umum menyatakan bahwa secara politik Indonesia dalam. tahun-tahun belakangan ini bergeser kekiri, dan bahwa front persatuan nasional makin bertambah kuat, sedang dalam rangka front persatuan nasional itu Proletariat Indonesia telah se, in dapat menempatkan dirinya dan sudah mulai mendapat f uan sebagai pelopor perjuangan Rakyat Indonesia dalam. menyelesaikan tuntutan? Revolusi Agustus 1945.
“Perkembangan situasi politik didaerah Sumatera Selatan
376
pada tahun-tahun belakangan ini menunjukkan kebenaran analisa Laporan Umum itu.
Sesudah pemilihan umum Parlemen pertama dan pemilihan umum Konstituante pada tahun 1955 yang lalu, walaupun situasi politik secara nasional adalah baik dan menguntungkan demokrasi, tetapi situasi didaerah-daerah tertentu, khususnya daerah Sumatera Selatan sejak akhir tahun 1956 tidaklah demikian halnya. Kekuatan front nasional adalah demikian labilnya karena kekuatan progresif yang merupakan basis front persatuan itu masih kecil, kekuatan tengah tidak seberapa besar, sedang kekuatan kepalabatu masih besar. Dalam keadaan perimbangan kekuatan demikian itulah daerah Sumatera Selatan telah dijadikan oleh kaum kontra-revolusioner sebagai terugvalbasis mereka, karena terdesak oleh kemajuan dari kekuatan demokrasi dan front nasional diseluruh negeri. Daerah Sumatera Selatan mereka jadikan salahsatu pangkalan untuk merebut kembali kedudukan berkuasa dalam pemerintahan sentral Republik Indonesia.
Dengan mempertentangkan apa yang dinamakan,,daerah dengan pusat”, dengan membangkitkan sentimen sukubangsa yang sempit, dengan semboyan-semboyan untuk pembangunan daerah” kaum kontra-revolusioner menjalankan politik separatis, memecahbelah persatuan Rakyat dan mengoyak-ngoyak keutuhan Republik. Demokrasi mereka injak-injak dan kemerdekaan Indonesia mereka dorong kedalam posisi yang berbahaya. Coup,,Dewan Banteng” yang disusul coup Simbolon yang gagal telah diikuti oleh berbagai persiapan kontra-revolusi di Sumatera Selatan, yang merasa terlambat dalam memulai tindakannya. Setelah gagal menggunakan apa yang dinamakan,,BPKMSS”, kaum kontra-revolusioner menempuh jalan seperti yang telah dirintis oleh,,Dewan Banteng” dengan membentuk,,Dewan Garuda”.
dengan merk,,revolusioner” tetapi dilahirkan oleh elemen-elemen yang paling reaksioner, yang dapat mereka himpun dalam apa yang dinamakan,,kongres adat”.
Kekuatan sisa-sisa feodalisme, petualang-petualang politik dan petualang-petualang ekonomi yang gagal, serta petualang-petualang militer dengan pelopornya pemimpin? Masyumi-PSI, dan sudah pasti dengan dorongan dan bantuan imperialisme melalui modal-modal- monopoli seperti SVPM dan BPM serta KMT, itulah kekuatan hitam yang mendukung.,Dewan Garuda” yang aktivitetnya tidak kalah reaksionernya daripada dewan-dewan partikelir Yainnya.
377
Kebangkitan perlawanan heroik kekuatan demokratis
Berpedoman pada statement CC PKI tgl. 23 Desember 1956 mengenai coup,,Dewan Banteng”, PKI Sumatera Selatan sejak semula telah mencanangkan tentang bahaya perkembangan situasi bagi demokrasi dan keutuhan Republik. Aksi-aksi massa kaum buruh, kaum tani, wanita dan pemuda memprotes pelanggaran hak-hak demokrasi mulai meningkat, karena kontra-revolusi mulai menggunakan kekuasaan militer untuk menindas gerakan Rakyat. Rapat-rapat umum serentak diadakan oleh PKI diberbagai kota dan daerah perburuhan pada tgl. 25 Januari 1957 yang dihadiri ribuan Rakyat, untuk menjelaSkan situasi politik yang sedang berlaku dan apa tugas? Rakyat dalam membela demokrasi dan keutuhan Republik. Aksi front persatuan dari partai?
demokratis mendukung konsepsi Presiden Sukarno pada akhir Februari 1957 dengan rapat-rapat umum mendemonstrasikan tantangan terang2an dari Rakyat terhadap,,Dewan Garuda”, bahwa jika mereka meneruskan maksud-maksud jahatnya, akan pasti menghadapi perlawanan yang setimpal. (tepuktangan)
Melalui sidang DPRDP, PKI bersama dengan PNI dan kekuatan demokratis lainnya, dengan gigih membela politik persatuan dan menelanjangi maksud-maksud jahat kaum separatis yang menjalankan politik pecahbelah a la van Mook dengan.NSS”nya. Apa yang dicanangkan PKI akhirnya terbukti kebenarannya, Pada tgl. 9 Maret 1957, mayoritet yang dipelopori Masyumi dan PSI dan dengan menarik sebagian dari kekuatan tengah telah mempergunakan DPRDP sebagai stempel untuk melakukan tindakan menggerowoti kekuasaan Republik, dengan memaksakan keputusan yang bertentangan dengan hukum, yaitu menyerahkan kekuasaan pemerintahan sipil Propinsi Sumatera Selatan kepada kekuasaan militer,,Dewan Garuda”. Gubernur yang sah mereka exitkan, DPRDP kemudian mereka bekukan.
Seterusnya, makin menjadi-jadilah kekurangajaran mereka dalam menginjak-injak demokrasi, dengan serangan terhadap kaum buruh yang memperjuangkan dan membela nasibnya, terhadap kaum tani yang mempertahankan tanahgarapannya dll.
Tetapi kekurangajaran kontra-revolusi itu tidak didiamkan oleh Rakyat. Atas seruan umum Partai dan atas instruksi Dewan Daerah SOBSI Sumatera Selatan pada tgl. 18 Maret 1957 telah dilakukan pemogokan heroik (tepuktangan): tigapuluh ribu kaum buruh di-kilang-kilang dan pertambangan-pertambangan minyak SVPM dan BPM, perkebunan-perkebunan asing, penggilingan-penggilingan karet, pelabuhan dan
378
lain-lain, dengan tuntutan:,,Laksanakan Perintah Harian Presiden/Panglima Tertinggi",,,Jamin Hak? Demokrasi dan Pulih.
kan DPRD/Pemerintah Sipil” dan,,Pecat Letkol. Barlian sebagai Panglima TT II”, (tepuktangan).
Aksi kaum buruh yang heroik itu, walaupun ia meminta korban penangkapan dan pengejaran terhadap kader? Partai, dan hanya berhasil memulihkan DPRDP dan pemerintah sipil, serta belum dapat melikwidasi kekuasaan,,Dewan Garuda”, tetapi ia telah menggugah perlawanan dari berbagai lapisan kekuatan demokratis yang setia kepada Republik terhadap kaum kontra-revolusioner yang berkuasa, Adalah tepat kesimpulan Kawan Aidit, bahwa pemogokan kaum buruh Sumatera Selatan terhadap,,Dewan Garuda” itu adalah bukti tentang tingginya kesedaran politik proletariat Indonesia, dan bahwa kaum kontra-revolusioner separatis telah gagal menarik massa kaum buruh disamping kegagalannya menarik kaum tani kefihaknya.
Ini berarti bahwa basis kekuatan perlawanan terhadap kontrarevolusi adalah utuh. Peranan pelopor dari proletariat dalam membela hasil-hasil Revolusi Agustus '45, dengan pemogokan heroik itu telah mendapatkan perwujudannya yang kongkrit dan mulai mendapat pengakuan dari Rakyat. Pemogokan itu juga menaikkan martabat PKI dimata Rakyat, yang memberikan syarat baru dalam penggalangan front persatuan yang luas untuk mengalahkan kontra-revolusi separatis.
Dari segi organisasi pemogokan 18 Maret menunjukkan otoritet yang besar dari SOBSI (tepuktangan), vaksentral revolusioner kita, disertai kewaspadaannya yang tinggi. Ini mungkin terjadi karena persiapan-persiapan politik yang baik, karena pemaduan yang tepat antara garis politik Partai dengan pekerjaan-pekerjaan serikatburuh.
Pemogokan 18 Maret juga telah memberikan pendidikan ideologi yang penting bagi kader? Partai, pendidikan tentang kesedaran klas, tentang sikap bebas dalam politik dalam menghadapi keadaan bagaimanapun, serta watak pelopor yang harus dimilikinya dalam perjuangan Rakyat.
Laporan Umum secara tepat mengemukakan bahwa faktor Angkatan Perang tidak dapat diabaikan dalam perkembangan politik dinegeri kita. Kaum kontra-revolusioner separatis berhasil untuk sementara berkuasa dibeberapa daerah, adalah karena mereka dapat mempergunakan sebagian perwira-perwira dalam pimpinan APRI untuk melaksanakan politik reaksioner mereka.
Akan tetapi karena dalam APRI didaerah bergolak itu masilr ada kekuatan demokratis yang tetap setia kepada cita-cita Revo-
379
i 45, kaum kontra-revolusioner menghadapi perla- Aa abukelan oleh peristiwa 30 Maret 1957, yaitu aksi dari kekuatan Saptamarga dalam APRI di Sumatera Selatan melawan kebijaksanaan pimpinan TT II yang Per AUKAN dengan politik pemerintah serta membahayakan keutuhan Rei ia.. f ea atas tgl. 30 Maret 1957, sebagaimana balon aksi 18 Maret 1957 dari kaum buruh, belum berhasil melikwidasi kekuasaan kaum kontra-revolusioner separatis. Walang demikian, perlu dicatat bahwa aksi 18 Maret dari kaum buru dan aksi 30 Maret dari kekuatan Saptamarga melawan Dewan Garuda” tidak dapat berarti lain kecuali berhakekat ara dwitunggal Rakyat-Tentara dalam. membela demokrasi La keutuhan Republik Indonesia. (tepuktangan). Ia adalah aksi bersama yang walaupun pada taraf pertama belum mencapai kemenangan, tetapi memberikan harapan untuk dimasa selanjutnya.
Persatuan Partai Syarat Pokok Untuk Memobilisasi Perlawanan Rakyat
Kontra-.revolusi yang untuk sementara dapat menangkis serangan Nan kekuatan demokratis, melakukan pembalasan sewenang-wenang. Penangkapan dan pengejaran semakin menghepat: tahanan bertambah, baik kader! Partai dan orang-orang demokratis lainnya maupun prajurit Saptamarga.
Diantara tahanan itu ada yang mengalami siksaan biadab.
Pers demokratis daerah dan pusat dikekang dan dilarang peredarannya di Sumatera Selatan. Posisi-posisi penting baik sipil Mun pun militer mereka bersihkan dari orang-orang yang konsekwen
ia ada Republik.
Ta yang Golek itu membikin kebanyakan tokoh? Ka tengah berkapitulasi dan sebagian menjadi pasif, kecuali kekuatan progresif dan sayap-kiri kekuatan tengah yang tetap bertahan dan meneruskan perlawanan. Dikalangan sementara kader Partai ada yang kurang tepat memahami situasi.
Untuk mengatasinya Partai di Sumatera Selatan segera menganalisa secara teliti perkembangan situasi, dan atas analisa itu ditetapkan garis-garis dan tugas-tugas pokok Partai dilapangnisasi dan politik. g 1 aa Petai anu TEa walaupun kontra-revolusi berhasil menegakkan kekuasaannya untuk melaksanakan perongrongan terhadap Republik, tetapi kekuasaan mereka adalah terbatas
380
dan tidak merata diseluruh daerah. Berbagai bentuk perlawanan kekuatan demokratis sampai bulan Maret 1957, merupakan bukti tentang adanya kekuatan yang dapat mengimbangi dan dalam batas-batas tertentu menahan dan membatasi usaha kaum kontra-revolusioner yang akan menjadikan daerah Sumatera Selatan sebagai pangkalan mereka.
PKI Sumatera Selatan, Partainya proletariat yang bertugas menjalankan peranan pelopor dan memimpin perjuangan melawan kontra-revolusi separatis, sudah agak merata diseluruh daerah, dan memiliki kemampuan yang mulai meningkat dalam organisasi dan politik. Walaupun kontra-revolusi bernafsu hendak menghancurkan Partai, tetapi Partai tetap utuh dan bersatu. Gerakan massa Rakyat, terutama gerakan massa buruh dan tani yang agak besar adalah basis kekuatan perlawanan dan sandaran yang tepercaya dari Partai.
Belajar dari pengalaman Razzia Agustus 1951, Partai menyimpulkan untuk tetap mempertahankan legalitetnya. Disamping perlu menyelamatkan kader? Partai yang menjadi sasaran pengejaran dan penangkapan, panji-panji Partai harus tetap dikibarkan (tepuktangan), seperti, kantor Partai tetap dibuka, wakil-wakil Partai dalam DPRD/DPD dan badan-badan lain tetap pada posnya. Dalam pada itu legalisme dalam organisasi yang meng.
akibatkan lemahnya kewaspadaan dan, sebaliknya, tindakan?
yang praktis memungkinkan ditinggalkannya legalitet Partai secara sukarela adalah dua kecenderungan yang harus dilawan.
Dalam pekerjaan Partai sehari-hari pernah dialami ketiadaan keseimbangan aktivitet Partai dalam lapangan politik dan organisasi. Karena sengitnya pergolakan situasi, terjadi kegiatan yang beratsebelah, yaitu melakukan aktivitet politik dengan tanpa mengingat perlunya mengkonsolidasi organisasi.
Akibatnya garis-garis politik Partai tidak mungkin dapat membangkitkan dukungan massa, dan terpisahnya Partai dari massa.
Dalam pada itu karena subyektif dan menjadi tidak yakin akan kemampuan massa, berpengaruhlah fikiran-fikiran menggantungkan sepenuhnya masalah penggulungan kaum kontra-revolusioner separatis kepada Pemerintah Pusat. Dengan demikian telah diabaikan, hal-hal yang esensiil dalam tiap perjuangan mengalahkan musuh? Rakyat, yaitu, bahwa kemenangan Rakyat atas musuh?nya adalah bergantung kepada pengubahan imbangan kekuatan. Rakyat pasti menang apabila imbangan kekuatan menguntungkan Rakyat. Selanjutnya, jangan diabaikan bahwa dalam perjuangan Rakyat mengalahkan musuh-musuh.
nya itu, Partai harus melakukan peranan memelopori dan
381
memimpin. Hanya itulah jaminan dari kemenangan Rakyat
usuh2nya. 4
Ga Era juangan menghadapi kaum kontra-revolusioner separatis di Sumatera Selatan, kita tentukan garis: menga - kan persatuan dalam Partai, semakin mempererat hu unkaa dengan massa sebagai syarat guna mengubah mmpana uatan, untuk memperluas front pembela Republik Prog lamasi dan mengalahkan kekuatan kontra-revolusioner separatis.
Taktik mukadua kontra-revolusi, dan dari » Pembangunan Daerah” ke,,Anti-Komunis”
Sejak PAPAN kekuasaan, kaum kontra-revolusioner separatis di Sumatera Selatan mempraktekkan politik 21 i Republiknya: berbagai ketentuan Pemerintah Pusat mete anggap sepi: pemerintahan daerah, yaitu, DPD dan Dawai 1 daerah mereka bikin menjadi boneka yang tidak ben ai, keuangan Pemerintah daerah dan uang-uang negara dalam an mereka kuasai dan hambur?kan semaunya, mereka lakukan barter liar yang merugikan ber-milyar-milyar rupiah pemasukan Un negara, Kesemuanya itu adalah baru beberapa diantara tin Fa - an-an mereka yang dilakukan demi pembangunan daerah” te' pi untuk mengisi kantong-kantong klik mera yne tan ada sangkutpautia samasekali dengan kepentingan daerah. “tp Oia Disiplin alan neraka ingkari, mereka bentuk sendri »Pasukan Sukarela”. Senjata dibagi-bagikan kepada Orang partikelir pendukung-pendukung politik mereka, centeng-centeng dan talang pukul pribadi mereka. Perintah-perintah, mutasi-mutasi dari MBAD mereka 3 TA perimbangan kekuatan yang tidak mengizinkan, mereka melakukan taktik mukadua. Memang, mereka tidak secara terang?an tidak mengakui Pemerintah Pusat seperti Simbolon, atau mendirikan secara resmi »Pemerintah Dewan Garuda” seperti Achmad Husen dengan Pemerintah Dekan Banteng”-nya, akan tetapi dengan berpura-pura dan dal Pa, omongan tetap mengakui Pemerintah Pusat. dalam pergu an mereka terus menjalankan garis-garis politik yang sama lengan konco2nya didaerah lain. Katanya mereka tetap Ma tan Pemerintah Pusat, tetapi buron Zulkifli Lubis mereka lin ang,..Dewan Banteng” mereka bantu, Palembang dijadikan temva'
5 2 kana,:
menerima konferensi?,alim-ulama” dan,,FAK" se Indonesia
382
yang melakukan kegiatan linea recta bertentangan dengan politik persatuan bangsa dan keutuhan Republik. Juga di Palembanglah diadakan perundingan kepala?,,dewan-dewan partikelir”
menjelang,,MUNAS” yang menelurkan,,piagam Palembang”, bagian penting dari persiapan pengkhianatan kontra-revolusioner kearah proklamasi,,PRRI”. Mereka juga terlibat dalam persiapan teror Cikini dengan pengiriman senjata-senjata dari Sumatera Selatan ke Jakarta, Kegiatan kontra-revolusioner menjelang akhir tahun 1957 ditandai oleh memuncaknya usaha mengalihkan perhatian Rakyat dari perjuangan melawan kolonialisme dan mempertahankan keutuhan Republik kepada aksi-aksi anti-Komunis, Dalam hubungan ini tidak boleh dilupakan peranan tuan Hatta, kepala kaum reaksioner Indonesia, yang mereka usahakan untuk kembali kesinggasana kekuasaan, yang mengadakan perjalanan keliling di Sumatera Selatan dan mengobar-ngobarkan slogan, anti-Komunis. (Dengan slogan anti-Komunis mereka mau tutupi politik memecah-belah kekuatan nasional yang | sedang dipusatkan untuk menghadapi kolonialisme Belanda | dalam persoalan Irian Barat. Dengan slogan anti-Komunis, | mereka menutupi tangannya yang berlumuran darah dalam “teror T: i yang gagal terhadap Presiden Sukarno. Akan. tetapi Rakyat Indonesia yang sudah tinggi kesedaran politiknya menghukum mereka dengan kenyataan-kenyataan yang pahit, dengan rentetan kegagalan?2, karena Rakyat telah diajar oleh pengalaman-pengalaman?nya sendiri dan menyimpulkan bahwa anti-Komunis adalah sama dengan anti-demokrasi, anti-kemerdekaan dan | anti-Republik Indonesia. (tepuktangan).
Pernyataan perlawanan Rakyat Sumatera Selatan terhadap gilaan kampanye anti-Komunis itu diwujudkan dengan jalan memenangkan PKI dalam pemilihan umum DPRD tgl. 1 ember 1957. (tepuktangan). Dibawah telapak kekuasaan tra-revolusi, dengan kedudukan Partai yang setengah legal, n dikejar-kejar dan ditangkapinya ratusan kader i, dengan pengekangan dan teror terhadap kampanye artai dan terhadap pemilih? Palu-Arit, dengan serangan dari £ K” dan gabungan 11 partai kepalabatu dan partai-partai tengah 'yang dapat mereka tarik, tetapi berkat pimpinan dan bantuan 'C Partai, berkat keuletan kader-kader dan kesetiaan para pemilih u-Arit, PKI bukan saja tidak dapat dikurangi suaranya, baliknya, mencapai kenaikan 2876 (tepuktangan) dibanding- | dengan hasil pemilihan Parlemen. Sedang partai-partai lain mengalami kemerosotan, PKI dari partai nomor 3 keluar men-
383
jadi partai nomor 2. (tepuktangan). Kontra-revolusi hanya Par membatasi kenaikan suara PKI, karena jika pemilih.
an dilakukan secara bean dan demokratis, hasil yang dicapai bih daripada itu. & 220 aa aa PI itu adalah kemenangan dari politik persatuan, demokrasi dan keutuhan Republik. Kemenangan itu juga merupakan ukuran akan terbatasnya kekuatan kontra.
revolusioner, dan pada waktu Rakyat bangkit melawannya, mereka pasti dapat digulung. Kemenangan PKI itu mendemon- ' strasikan kemampuannya dalam melawan kontra-revolusi dan mengatasi segala perangkap provokasi mereka. Ini berpengaruh pada penggalangan front persatuan dan berakibat bisa ditariknya kembali elemen-elemen bimbang, karena mereka telah melihat perspektif kemenangan kekuatan demokratis atas kontralusi., 1 e$ 2 neotu saja kemenangan PKI itu (adalah juga didapat karena pengaruh pergeseran kekiri dari situasi nasional, yang antaranya ditandai oleh kemenangan? PKI dalam pemilihan?
DPRD di Pulau Jawa dan juga He pengaruh situasi i ional yang baik. (tepuktangan). 4 e alam Partai sendiri kemenangan PKI itu telah semakin membulatkan persatuan dan keyakinan dalam melaksanakan garis politik Partai memimpin perlawanan Rakyat untuk menggulung kekuasaan kontra-revolusioner separatis.
Penggulungan Kontra-revolusi
Tahun 1958 bagi Indonesia adalah taraf baru dari perju.
angan anti-kolonialisme, taraf yang sangat penting Ann dalam perjuangan Rakyat Indonesia menyelesaikan Un e Revolusi Agustus '45. Ini adalah karena berhasilnya aksi 2g alih perusahaan? Belanda as ON Akatan Pa buru!
sia dalam rangka perjuangan Irian Barat.
Aan tahun 1958 Politbiro CC PKI dalam Pesan Tahun Barunya menyatakan, bahwa ada dua tugas pokok Rakyat Into, nesia, yaitu menggulung Lap Komnotan man ar dam meli idasi kekuasaan Belanda dilapangan ekonomz.
La Pan apa yang dinamakan,gerakan daerah” Pesan Tahun Baru tersebut memperingatkan, bahwa jika mereka bukan bagian dari gerakan subversif asing, maka tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali ambil bagian aktif dalam perjuangan Irian Barat dan dalam mengusir kekuasaan ekonomi Belan-
384
4 “tinggi dalam perundingan Sungai Dareh bulan Januari 1958
da dengan menghimpun semua tenaga anti-kolonialisme, dan pertama-tama mereka harus membebaskan pemimpin? Rakyat yang ketika ita masih meringkuk didalam tahanan-tahanan di Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sulawesi Utara.
Sejarah membuktikan, bahwa apa yang dinamakan,,gerakan daerah” memang bukanlah bagian dari kekuatan nasional, Didaerah-daerah yang mereka kuasai tidak terjadi tindakan?
terhadap perusahaan? Belanda. Di Sumatera Selatan bahkan kaum buruh perkebunan yang mengadakan aksi untuk mengikuti jejak kaum buruh di Jawa mengambilalih perkebunan Be.
landa, ditangkapi. Perusahaan? Belanda ada yang memindahkan pusatnya dari Jawa ke Palembang untuk mendapat perlindungan. (tawa). Pemimpin? Rakyat yang ditahan bukan saja tidak dilepaskan, sebaliknya, tahanan-tahanan baru ditambah.
Sejalan dengan kepentingan SEATO dalam usahanya untuk membikin Korea ke-II di Indonesia, tokoh-tokoh kontra-revolusioner yang dipelopori Masyumi-PSI, termasuk tokoh-tokoh kontra-revolusioner Sumatera Selatan, mempersiapkan suatu pengkhianatan
''yang disusul dengan proklamasi pemerintah pemberontak »PRRI” pada tgl. 15 Februari 1958 di Bukittinggi dan diikuti 'kemudian oleh Permesta di Sulawesi Utara. Tindakan ini
- mereka lakukan karena tidak mungkinnya lagi mereka merebut
u: kekuasaan sentral Republik Indonesia secara parlementer,
Menghadapi proklamasi,,PRRI” ini barulah Pemerintah Juanda sampai kepada sikap taKu batas yang telah lama di.
nanti?kan Rakyat, yaitu, bertindak tegas dengan operasi militer dalam membasmi pemberontak,,PRRI”-Permesta.
Dalam situasi baru itu kaum kontra-revolusioner yang berkuasa di Sumatera Selatan, sekali lagi mencoba menjalan.
ikan taktik mukaduanya. Dengan berkedok sikap,,netral”,,,tidak memihak” Pusat dan,,tidak memihak 'PRRI ” mereka menolak
ilayah Sumatera Selatan dijadikan pangkalan operasi militer hadap,,PRRI”. Sikap tersebut tidak bisa berarti lain kecu-
'memihak pemberontak, karena dengan itu pada hakekatnya
1 matera Selatan mereka jadikan bukan daerah Republik lagi.
& “Sementara itu karena tindakan tegas Pemerintah Pusat dan karena perubahan perimbangan kekuatan didaerah sendiri, ter- Gyadilah pergeseran-pergeseran didalam barisan kontra-revolusioner. Walaupun mereka dengan susahpayah mengusahakan pembulatan kekuatannya, tetapi perpecahan diantara mereka tak terhin.
darkan. Dalam situasi demikian adalah kewajiban kita untuk 'mengenal dan menguasai secara tepat mana kontradiksi pokok
385
11
dan mana kontradiksi yang tidak pokok, untuk dapat menghimpun kekuatan sebesar-besarnya dan memencilkan grup yang paling reaksioner dan paling berbahaya. Sebagian dari barisan mereka dapat ditarik kefihak Pemerintah Pusat, sebagian menjadi ragu-ragu dan bimbang dan dapat dinetralisasi. Tinggallah grup yang paling berkepalabatu yang dikepalai oleh Nawawi dengan Masyumi-PSI dan FAK.nya yang merupakan sasaran utama.
Sejalan dengan kemenangan-kemenangan dalam operasi membasmi »PRRI”, pada tgl. 30 April 1958 dilancarkan operasi oleh APRI bersama Rakyat, dengan pemuda-pemuda buruh yang dipersenjatai, mengulung kaum pemberontak dengan menangkapi tokoh-tokoh politik dan militer mereka dan menurunkan mereka dari panggung kekuasaan. (tepuktangan). Tetapi sebagian dari mereka dapat meloloskan diri dan lari kehutan, Operasi ini tepat pada waktunya telah dapat menggagalkan rencana mereka untuk membakar kilang minyak SVPM Sungai Gerong, sebagai isyarat memanggil intervensi SEATO, yang sebelumnya telah
dapat kita cegah memasuki Pakanbaru.
Perkuat Front Persatuan Nasional, Pencilkan Lebih Lanjut Kekuatan Kepalabatu
Kawan-kawan sekalian,
Dengan turun panggungnya kekuasaan kontra-revolusioner separatis daerah Sumatera Selatan dapat dinormalisasi kembali sebagai daerah Republik. Tindakan kelanjutan yang diharapkan Rakyat adalah pembersihan sisa-sisa elemen pemberontak dari seluruh aparatur negara. Disana-sini memang dilakukan pembersihan, tetapi dalam kenyataannya masih cukup banyak elemen-elemen dan/atau simpatisan pemberontak yang menduduki posisi-posisi penting. Karena Masyumi dan PSI terlibat dalam gerakan pemberontak, seharusnya kedua partai ini juga dilarang di Sumatera Selatan. Tindakan yang kepalangtanggung dalam menghadapi kontra-revolusi, tidak memberikan syarat bagi perspektif yang baik, karena ia memberikan kesempatan kepada kontra-revolusi untuk memulihkan posisi?nya dan setidaktidaknya (mengurangi kerusakan-kerusakan dalam barisannia, sebagai risiko petualangan mereka. Adalah keliru pikiran yang menyatakan bahwa pembersihan terhadap elemen-elemen pemberontak hanya menguntungkan PKI, dan karenanya perlu Gibatasi. Pembersihan elemen pemberontak pertama-tama ada- Yah menguntungkan Republik, karena dengan demikian tertutup
386
syarat bagi kegiatan gelap pemberontak yan, meronerang Republik. Karenanya kunci Tag Batang lah tindakan tegas membersihkan seluruh sisa-sisa kekuatan perontal dimanapun dia berada. Dea erkembangan sesudah normalisasi keadaan di Belatan, disusul oleh realisasi Undang? No. ang He aa ireng Dierak, dengan. DPRD dan DPD-dpd hasil iliha er |. um reaksi yang di i Halemakn menjadikan DPRD-dprd/DPD-dpd an na R rlindung dan gelanggang untuk menebus kekalahan-kekalahan mereka, arena kegagalan petualangannya telah mengakibatkan kemerosotan prestise mereka dimata Rakyat. Ini mungkin karena posisi Masyumi dalam Dewan-dewan tersebut pada umumnya masih agak besar, sebagai hasil pemilihan daerah pada waktu kontrarevolusi berkuasa. Akan tetapi situasi baru itupun telah me.
pangkinkan penggalangan front persatuan antara PKI dengan aa i2 tengah, dan dapat memencilkan kaum kepalabatu:
rena kedudukan PKI yang telah menjadi agak besar dalam
' Dewan-dewan tersebut dapat memberikan keuntungan-keuntungan tertentu
kepada partai-partai tengah.
enyataan-enyataan ini sepenuhnya membenarkan anali:
sa La
Oiraum keke PKI, bahwa sesudah pemberontak RRI” Pernesta apa. dikalahkan, golongan tengah yang tadinya ikut kontra- Th usi, yang menyatakan setia kembali kepada Republik dapat ptarik kembali kedalam front persatuan nasional 2 rmalisasi daerah Sumatera Selatan seharu: snya di Pangan Man pebalan ekonomi dan Pa 5, lengan demikian Rakyat dapat bedaan antara tindakan k i Han NM 3 kooong kat Span KALA al Pemerintah dengan propagan- 'emulihan keamanan pada waktu ini meri 5: P3 & upak:
Pp penting Oam em, Selatan. Sisa-sisa an aan 1 e 3 yang dikepalai Nawawi y iny pekan diri kedaerah Kerinci, setelah Debebara pes ut, kembali beroperasi didaerah Bengkulu dan sebagian
“daerah Palembang. Walau y ili (3 1g. laupun secara militer isi tidak kuat, tetapi kerugian dan ketidakamanan Pe
perampokan dan teror mereka belum di iakhiri
Ki. mere lapat diakhiri.
(aa Dea Yeng matatin penaganan Rakyat dengan mek
i omi: ubseksi Kawan Sai!
M. Taib serta bebera T Aa eanya telah pa kader dan anggota Partai lainny:
gugur sebagai korban teror merek: ag Peta PE an ter a, teta,
mereka telah memberi inspirasi kepada Rakyat Bea
387
hebat perlawanan terhadap gerombolan pemberontak. (tepukdik Pa bentukan OPR-opr
Dengan adanya ketentuan TT II tentang pembentu. An 4 yang anggota?nya terdiri dari pemuda-pemuda anti-,PRRI” dan pen dukung UUD '45, maka pembasmian gerombolan dengan ya 5 sip kerjasama dwitunggal Rakyat-Tentara diharapkan dapai Aa badan gerombolan tidak bisa cukup dilakukan banya dengan tindakan-tindakan operasi militer, justru karena perommbolana itu adalah kekuatan pendukung politik kontra-revo al, Dalam kenyataannya gerombolan mendapat dukungan kekuatan reaksioner sisa-sisa feodalisme dan partai kepalabatu Masyumi didesa-desa, karena itu operasi militer perlu dibarengi dan didukung oleh aksi-aksi politik dari Rakyat. Karena itu adanya larangan kegiatan politik yang juga dikenakan pada KolongAN yang membantu pembasmian pemberontak dan yang mendukung UUD '45, adalah sangat merugikan. Di Sumatera Selatan, disana-sini memang terjadi kebijaksanaan dengan klon garan-garan hak-hak demokratis terhadap golongan-golongan pendukung politi Pemerintah, akan tetapi adanya peraturan larangan Kep aan politik yang dilaksanakan tanpa membedakan keadaan dasra 4 dan tempat ditinjau dari segi keamanannya adalah merusi sa”
penggalangan potensi Rakyat dalam membasmi sisa-sisa gerombolan,,PRRI” dan dalam mendukung pelaksanaan Program Pemerintah. Karena itu adalah bijaksana jika diambil tindakan pencabutan larangan kegiatan politik pada khususnya dan peninjauan tentang berlakunya Keadaan Perang pada umumnya. (tepuktangan).
i mengingat bahwa elemen-elemen, pemberontak belum dibersihaa ae mbolan,PRRI” masih mengacau keamanan dan menteror, kewaspadaan kita harus senantiasa dipertinggi. Sebagaimana dinyatakan oleh Laporan Umum, sumber dan dasar dari kekuatan kepalabatu itu masih cukup tersedia," yaitu karena masih bercokolnya sisa-sisa feodalisme didesa-didesa di Sumatera Selatan dan dominasi dari modal monopoli asing dalam £kono.
mi, seperti adanya BPM dan SVPM di Sumatera Selatan. Posisi
388
imperialisme dalam ekonomi tercermin pula dalam politik, sebagai terbukti dalam pergolakan politik tahun-tahun belakangan ini, yaitu tentang satunya kepentingan dan mesranya hubungan tokoh-tokoh kontra-revolusioner separatis dengan modal monopoli asing.
Tugas kita dalam mengubah imbangan kekuatan adalah, disamping terus mengembangkan kekuatan progresif dan semakin mempererat persatuannya dengan kekuatan tengah, didalam menghadapi kekuatan kepalabatu kita tidak boleh meremehkannya idan adalah tepat bahwa kita harus tidak hen.
ti2nya menelanjangi politiknya yang anti-nasional itu dan melawannya dengan segenap kekuatan. (tepuktangan).
Kawan-kawan sekalian,
Kongres kita sekarang ini akan menetapkan tugas-tugas pokok Partai dilapangan politik, organisasi dan ideologi. Berpedoman kepada tugas-tugas pokok yang akan ditetapkan Kongres kita sekarang ini, dibawah pimpinan Partai, dengan kader-kader yang semakin mampu melaksanakan garis politik Partai dan semakin mempererat hubungannya dengan massa, perkembangan situasi didaerah Sumatera Selatan akan semakin maju, sebagai bagi.
an dari perkembangan situasi nasional yang menuju kepada semakin kuatnya front persatuan nasional untuk demokrasi dan terbentuknya kabinet harapan Rakyat, Kabinet Gotongroyong.
- (tepuktangan).
Perkembangan itu adalah sejalan dengan perkembangan situasi dunia yang menunjukkan semakin terkonsolidasinya kekuatan demokrasi, kemerdekaan, perdamaian dan Sosialisme.
Dibawah pimpinan PKI yang heroik, pendukung panji-panji Revolusi Agustus, Rakyat Indonesia akan maju dari kemenang.
an yang satu kekemenangan yang lain. (tepuktamgan).
389
PIDATO KAWAN Y. SUAK
(Wakil Sekretaris CDB PKI Sulawesi Utara-Tengah)
peserta Kongres yang tercinta!
t2nya dan yang Mar da ti seluruh anggota, calonanggota dan simpatisan, bahba semua Kum patriot yang bersahabat dengan PKI d3 Sulawesi Utara Tengah (tepuktangan), semuanya mengikuti ena penuh harapan yang pasti akan suksesnya Kongres kita yang Yaya ini, sambil mereka semuanya masih sedang giat nya pula al 1 membahu dengan APRI Haa habis2an sisa-sisa gerombolan pem:
rontak Permesta (tepuktangan)..
Fe Beberapa tahun terakhir dari periode antara Kongres Nasional Partai kita yang ke-V sampai dengan saat sekarang ini, Kartar, ita di Sulawesi Utara Tengah dipaksa dengan kekerasan oleh kaum pemberontak kontra-revolusioner Permesta untuk tidak bisa meng adakan hubungan yang normal dengan pimpinan CO Yang te di dan tepercaya, dengan kawan-kawan dari daerah-daerah lain diselurul ang ai air kita, dipaksa dengan kekerasan untuk tidak bisa mengada 2 hubungan yang normal dengan pimpinan sentral Partai kita yang teruji dan tepercaya, ya, malahan mau diremuk-redamkan dengn peluru dan hasutan yang biadab dari Permesta.. Bersamaan engan itu Rakyat dan semua orang-orang patriotik mau (diseret dengan Pe untuk ber-sama-sama mereka kaum pemberontak yang ditunggangi - kaum imperialis, untuk merongrong RI dan mengkhianati cita' revolusi Agustus '45.
Akan tetapi bertentanga:
Kawan? Presidium dan kawan-kawan Terimalah salam yang se-hanga
n dengan kehendak mereka, Hat S3
is di vesi Utara Tengah tidak dapat terpisahkan Gari Aing Maa diseluruh Tenan tidak bisa dipisahkan dari pimpinan sentral Partai kita, malahan telah tertempa hubungan dan solidaritet Komunis yang lebih mendalam lagi (tepuktangan)e Adalah suatu pengalaman yang sangat berharga bahwa Daan itengah-itengah memuncaknya keganasan kaum pemberontak, Eri eri an, anggota? Partai kita lebih-lebih giat lagi mendalami setiap keputusa!
CC Partai kita dan melaksanakannya dengan sekuat kemampuan
390
yang ada, walaupun menghadapi risiko-risiko yang sangat berat (tepuktangan).
Tidak ternilai kerugian? Partai kita dengan gugurnya kader-kader dan anggota? Partai yang terbaik didalam menunaikan tugasnya melawan kaum pemberontak, menunaikan tugas setiap Komunis, yaitu, mengabdi kepada kepentingan Rakyat, negara dan bangsa serta perikemanusiaan dibawah panji-panji Marxisme-Leninisme yang kreatif dan dibawah pimpinan sentral Partai kita yang terpuji, dan tepercaya.
Tidak bisa tidak, pengorbanan-pengorbanan kawan-kawan kita itu merupakan bara yang hidup dan yang tak kunjung padam memanasi semangat dan dayajuang kaum Komunis di Sulawesi Utara Tengah, bahkan juga semua kaum patriotik (tepuktangan). Lagi pula Rakyat Sulawesi Utara dan Tengah, bertentangan dengan keinginan yang jahat dari kaum pemberontak, semakin tergembleng didalam perjuangan untuk menegakkan RI dan menyelamatkan Daerah, perjuangan untuk menyelesaikan Revolusi Agustus "45 sampai ke-akar2nya.
' Pada pokoknya ujian yang berat yang dialami oleh Partai kita 'di Sulawesi Utara Tengah, sama halnya dengan perjuangan revoioner yang terusmenerus dari Partai kita sejak ia lahir, merupakan giliran bagi Partai kita di Sulawesi Utara Tengah untuk mendapatkan pengalaman yang sangat kaya. Kesimpulan kami dari seluruh pengalaman itu, yaitu, sepenuhnya sesuai dan membenarkan sepenuhnya Laporan Umum CC Partai kita yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit dan oleh karena itu kami menyatakan persetujuan sepenuhnya (tepuktangan).
Kawan-kawan yang tercinta!
Partai kita di Sulawesi Utara Tengah dengan tegas menyatakan menentang apa yang dinamakan,,Proklamasi 2 Maret '5/” dan Piagam2nya sejak ia dicetuskan oleh kaum petualang, sehingga gan demikian Rakyat dengan segera mendapat petunjuk untuk mengawasi praktek-praktek yang sesungguhnya dari kaum petualang menjanjikan,,pembangunan Daerah-daerah?”. Kegiatan kaum pelang mula-mula dipusatkan pada menguasai sepenuhnya aparat-aparat pemetintahan dan ekonomi, menyeret seluruh Rakyat kepihaknya dan das kekuatan progresif. Mereka mengangkat Gubernur, Kepala rah sampai kepada Kepala-kepala Camat Permesta. Mereka melipatdakan barter liar yang dilakukan dalam satu sistim monopcli yang terpusat pada raja-raja petualang di Menado dan Minahas Dengan agitasi yang ber-tubi-tubi, dibarengi dengan ber-bagai-bagai intimi asi dari orang-orang Permesta, yang beruniform tentara, Rakyat dipaksa mendukung kaum petualang tersebut, disamping itu Rakyat harus
391
pula melakukan apa yang mereka namakan.,,kerja bakti” yang dalam kenyataannya adalah kerja paksa, sehingga telah mengakibatkan korban manusia yang bekerja siang dan malam.
Di-tengah-tengah penderitaan yang terusmenerus meningkat, terutama meningkatnya harga sandang-pangan, kaum petualang dengan lahapnya menikmati penumpukan kekayaan bagi diri sendiri.
Ber-sama?2 Rakyat yang telah sedar Partai kita dan orang-orang yang maju dari golongan tengah dan orang-orang patriotik lainnya meneruskan usaha-usaha menentang, akan tetapi kaum petualang Permesta sudah bisa berhasil untuk sementara.
Pukulan yang berat terhadap perlawanan Rakyat, terutama terhadap Partai kita terjadi pada »Razzia 20 Juli '57” dimana kader-kader penting ditangkapi dan dijebloskan kedalam penjara, demikian juga terhadap beberapa tokoh pimpinan dari golongan tengah. Ini dilakukan oleh kaum petualang Permesta dalam rangka usahanya menindas kekuatan progresif. Akibatnya pimpinan dari kekuatan tengah mengambil sikap diam-pasif, ada diantaranya terang2an berkapitulasi, sehingga front persatuan melawan Permesta sangat terganggu. Partai kita terpaksa berjalan sendirian melawan kaum pemberontak, walaupun organisasi mengalami kerusakan?
yang berat akibat penangkapan tersebut.
Akan tetapi Partai kita adalah pewaris dan pemimpin dari
erjuangan Rakyat Indonesia yang revolusioner, heroik dan patriotik (tepuktangan). Dibawah pengejaran yang ganas dari gestapo?
fasis Permesta, kader? Partai yang tidak tertangkap, yang tadinya terpaksa memencar, segera mengadakan hubungan satu sama lain, mempersatukan diri dan memobilisasi perlawanan kembali.
Walaupun disatu pihak kaum pemberontak begitu bernafsu mau meniadakan samasekali kegiatan Partai kita, tetapi kita berusaha sedapat mungkin menggunakan bentuk perjuangan yang terbuka, untuk mempertahankan demokrasi parlementer: seperti aksi-aksi mendukung Munas dan Munap, aksi-aksi menyambut Kunjungan Presiden akhir September 1957 dimana dikerahkan barisan Partai, Pemuda Rakyat, massa wanita yang militan walaupun poster-poster yang melantangkan kesetiaan kepada Republik Proklamasi dirobek dengan bayonet.
Partai mengalami kemajuan-kemajuan deng:
jaan memimpin aksi-aksi revolusioner dan pekerjaan organisasi, yang lalu dikembangkan selanjutnya dengan terusmenerus merapatkan hubungan dengan massa, dengan gerakan mempelajari tulisan Kawan D.N. Aidit,Memperingati Hari Ulangtahun ke-40 Revo:
Yusi Oktober” dan dengan terusmencrus mengikis kecenderungan?
an mengkombinasikan peker-
392
menyerahisme dan avonturisme ke-kiri2an. Semuanya ini
€ risme ke- 5 uanya ini telah - bang, Ap Na aa situasi yang lebih sulit yai pada Nida ega: perjuangan menggulung pemberontakan bersentanggal 15 Februari '58 yang disusul oleh Permest: anggal 17 Februari '58 dan memutuskan hubungan dengan raden dan Y nynanang dengan kekerasan Pemerintah Pusat maka terbukalah 1 Ta ok kaum pemberontak, dan nampaklah dengan jelas sekali din, Rakyat, bahwa mereka sesungguhnya adalah kaum pemerontak kontra-revolusioner yang telah memuncak mengobarkan peabercntakan bersenjata. 5 - p tegas Presiden Sukarno, Pemerintah Juanda dan pi pinan APRI menggulung kaum pemberontak, Peran aa 2 engan kebencian Rakyat yang telah me-luap-luap terhadap Permesta.
5 aum pemberontak yang sedang di-kejar-kejar oleh bayang-bayang mautpasatiapai 'puncak keganasannya, dengan sangat bernafsu mcluruh Rakyat dan perajurit TNI untuk memperkuat perin militernya, dan menumpas habis?an setiap kegiatan antidatanganlah dengan terang?an senjata-senjata i iali L a £ yata-yata kaum im yang Panya sudah juga dimasukkan dengan diam?: mal $ panane apallaut-apallaut sampai pada instruktur-instruktur militer dengan tak: nakalan asian dan semuatiya menjadikan Sulawesi Utara yang dipimpin oleh kaum imperiali Muntuk menundukkan seluruh Indonesia dibawah ana, tum imperialis telah mengadakan intervensi dan kaum pemberani 3 Sa la menaati kuda-tunggangannya. Puncak dari ujian api ole! akyat dan seluruh golongan. Hanya bi.m poilih diantara dua: melawan Permesta atau Telak: Aa peiitran Pa Pa untuk ber-sama-sama APRI menggulung a atau berbaris ber-sama-sama pemberontak untuk yurkan RI. Partai tidak bisa bersikap netral! tata DN
memang sejak semula menentang Permesta,
x membulatk
Ba aa pemberontak sesuai dengan anjuran Pa
ng ditancapkan oleh Permesta, Partisi Rakyat
7 aan dani a2, 2np menyambut kendaran Pa 1 ndaratan sudah diadakan gerak: 1,
lari dalam tubuh Permesta, diantarany an angen ena
mn t e terdapat anggota-anggota t
yang 'patriotik dan yang setia pada da SAE 1 c ptamarga, sehin,
aa melpangkan jalan bagi aed ratan Kargo. Dengan kewaspadaan yang tinggi hampir seluruh kader dan
393
Dengan diproklamasikannya apa yang dinamakan,,PRRI” pada
Partai kita ber-sama-sama Rakyat dan orang-orang patriot lainnya yang
Pen 5 menumpas sisa-sisa gerombolan pemberontak sampai ke- Menurut pengalaman selama ini, kita jumpai saat-saat di 4 operasi dan pembersihan berjalan “lancar d laaaga Pp berontak tidak mendapat kesempatan mengadakan pengacauan-pengacauan kembali, juga kita alami saat-saat dimana operasi-operasi dan pembersihan berjalan sampai-sampai bisa mengadakan serangan-serangan balasan yang menimbulkan kerugian-kerugian dan penderitaan yang besar dikalangan Rakyat.
Sudah jelas bahwa syarat pokok cepatnya pemulihan keamanan tersebut yalah disamping dayajuang dan kemampuan APRI, juga turutsertanya Rakyat membantu APRI (tepuktangan). Setiap usaha meniadakan bantuan Rakyat, apalagi menekan dayajuangnya me"
rupakan pemberian kesempatan kepada sisa-sisa gerombolan untuk mengkonsolidasi diri, membikin persatuan Rakyat anti-Permesta menjadi pecah, membikin ber-larut2nya pemulihan keamanan, dengan demikian kaum imperialis SEATO yang setiap saat meng:
intai bisa dengan terang?an mengadakan intervensi lagi.
Penderitaan? Rakyat yang luarbiasa beratnya sekarang ini diberapa tempat di Minahasa dan Bolaang Mongondou memintake-sungguh?an Pemerintah, melaksanakan syarat yang tersebut “diatas, yaitu, turutsertanya Rakyat membantu APRI, karena hanya dengan demikian Rakyat tidak terus?2an lagi mengalami bencana yang ditimbulkan oleh sisa-sisa gerombolan pemberontak yang berupa teror, pembumihangusan rumah? Rakyat, perampokan, kerjapaksa, ketiadaan sandang-pangan, pengungsian tanpa perbekalan dsb. Ber samaan dengan itu Pemerintah hendaknya sedikitpun tidak mengendorkan ketegasannya membasmi sisa-sisa gerombolan pemberontak itu.
Baru-baru ini Rakyat Sulawesi Utara yang patriotik berdasarkan | pengalamannya sendiri dengan serentak mendukung Dekrit Presiden Bea bali ke UUD "45, yang diartikan kembali kepada semangat dan ita-ita Revolusi Agustus "45. Dukungan ini sekaligus telah pula mulai mulihkan persatuan nasional daerah dengan meyakini ber-sama-sama wa tugas pokok didaerah Sulawesi Utara yang harus diselesaiber-sama?2 dengan Pemerintah dan APRI yalah menumpas sisa?
ombolan pemberontak sampai ke-akar2nya. Peristiwa ini menimpetikan harapan yang baik bagi perkembangan Front Persatuan di aerah. Kerjasama tokoh-tokoh dari kaum nasionalis dan kaum pro- 2 sif yang didukung oleh aksi-aksi bersama dari massa Rakyat, Pa $ merasa pentingnya turutsertanya Rakyat dalam membantu APRI dalam memulihkan keamanan dan turutsertanya Rakyat memecahkan masalah-masalah disegala bidang, seperti ekonomi, urusan pemetahan," kebudayaan dan pendidikan. Hal ini dibanding dengan pengalaman-pengalaman yang pahit pada waktu-waktu mengarungi ujian-ujian yang berat
anggota Partai turut dalam mengorganisasi Partisan-partisan anti-Permesta dengan semboyan »Lebih baik korban menjalankan tugas anti- Permesta daripada diterkam mentah-mentah oleh anjing? Permesta dalam keadaan pasif” (tepuktangan).
Sangat disesalkan bahwa, kecuali gembong? PSI dan Masyumi serta orang-orang kepalabatu yang memang merupakan pelopor dari pemberontakan kontra-revolusioner, sebagian besar dari pemimpin kaum nasionalis dan golongan tengah berkapitulasi dan berbaris ber-sama-sama dengan kaum pemberontak. Dengan ini lebih-lebih lagi front persatuan menumpas kaum pemberontak menjadi rusak, akibatnya massa Rakyat, pemuda pelajar dan wanita banyak juga yang secara tidak sedar mengikuti hasutan kaum pemberontak, sehingga kaum pemberontak menjadi lebih sombong lagi menantang Pemerintah dengan janjinya,,APRI tidak mungkin menginjakkan kakinya dipantai Sulawesi Utara tanpa lari meninggalkan bangkai2nya” (tawa).
Akan tetapi saatnya tiba, dimana segala janji itu menjadi omongkosong belaka (tepuktangan).
Berkat dayajuang yang tinggi dari Angkatan Perang Republik Indonesia yang bahu-membahu dengan Partisan-partisan Rakyat anti-Permesta, maka pertahanan kaum pemberontak satu demi satu dapat dipatahkan (tepuktangan). Kita menyaksikan kenyataan dari pelaksanaan semboyan Dwitunggal Tentara dan Rakyat dan betapa mesranya Tentara bantu Rakyat, Rakyat bantu Tentara (tepuktangan).
Perjuangan yang heroik dan tak mementingkan diri sendiri yang telah dilakukan oleh Partisan Rakyat semua itu adalah bukti dari tekad dan kemampuan Rakyat untuk ber-sama-sama APRI membebaskan Daerah Sulawesi Utara Tengah dari belenggu kaum pemberontak Permesta. Dengan tulushati Partisan Rakyat menyatakan terimakasihnya terhadap penghargaan? KASAD yang berupa ijazah kepada sejumlah besar anggota? Partisan, hal mana lebih lagi mendorong bantuannya yang ikhlas kepada APRI.
Hakekat dari aktivitet-aktivitet Partisan Rakyat itu yalah gerakan massa kaum tani melawan kaum pemberontak bersenjata dibawah pimpinan kaum progresif dan patriotik. Kaum tani yang mula-mula tertipu cleh kaum pemberontak, ber-angsur-angsur datang berbaris bersama dalam Partisan-partisan Rakyat, karena hanya dengan demikianlah kehidupan mereka dapat diselamatkan. Untuk masa yang mendatang kita harus lebih intensif lagi membangkitkan kaum tani supaya bisa bersama-bersama APRI melawan setiap ancaman kaum pemberontak.
Sekarang walaupun pada pokoknya kekuatan kaum pemberontak telah dipatahkan, akan tetapi bagi Sulawesi Utara Tengah, terutama daerah-daerah Minahasa dan Bolaang Mongondou, tugas pokok
294 395
dibawah memuncaknya kebuasan kaum pemberontak, maka apa- 'bila kerjasama tersebut dikembangkan akan merupakan faktor yang menentukan bagi dipenuhinya tuntutan-tuntutan Rakyat yang sangat mendesak sekarang ini.
Kawan?!
Turutsertanya Rakyat baik dalam membantu APRI menumpas sisa-sisa pemberontak, maupun dalam segala bidang lainnya, peda saat sekarang ini per-tama-tama sekali harus dibarengi dengan peluasan hak?
demokrasi bagi Rakyat dan meniadakan setiap pengekangan dan penekanan terhadap dayajuang dan dayaciptanya. Karena tidaklah mungkin mengharapkan bantuan Rakyat yang aktif dan sesungguhnya apabila ia tidak mendapat kebebasan mengembangkan aktivitetnya. Perjuangan menumpas kaum pemberontak, pada pokoknya berarti pula memulihkan hak-hak demokrasi yang telah di-injak-injak oleh diktator fasis Permesta, sehingga pengekangan hak-hak demokrasi bagi Rakyat, apalagi bagi Rakyat yang berjuang mati2an, hanya menguntungkan kaum pemberontak. Sungguh tidak masukakal, bahwa Rakyat yang telah turut mengambil bagian penting untuk menyelamatkan demokrasi, justru masih tidak mengenyam demokrasi (tepuktangan).
Sedang dipihak lain, segelintir orang termasuk orang-orang yang masih tengikan bau Permestanya (tawa), dengan sangat lahapnya menikmati,,demokrasi rakus” atau demokrasi liberal. Rakyat Sulawesi Utara Tengah disamping dengan gigih berjuang untuk memperluas demokrasi bagi Rakyat, akan dengan gigih pula berjuang melawan liberalisme dalam demokrasi dan menentang setiap bentuk diktatur militer dan diktatur perseorangan (tepuktangan ). Untuk itu Rakyat Sulawesi Utara Tengah sama halnya dengan seluruh Rakyat Indonesia telah cukup tergembleng. Dibawah pimpinan Partai kita yang bersemangat ber-kobar-kobar dan tekun pasti Rakyat akan bisa mencapai peluasan hak-hak demokrasi (tepuktangan).
Seperti kita maklum, kaum pemberontak kontra-revolusioner 'Permesta mengobarkan pemberontakannya yang ditunggangi oleh kaum imperialis tidak lama sesudah Presiden Sukarno mengumumkan konsepsinya, yang didukung oleh sebagian terbesar Rakyat Indonesia, termasuk Rakyat Sulawesi Utara Tengah. Oleh karena itu bagi Rakyat Sulawesi Utara Tengah menumpas kaum pemberontak Permesta berarti pula menumpas penghalang utama dari pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 10076 (tepuktangan)- Setelah melintasi perjuangan yang 'berat melawan Permesta, Rakyat sangat derasnya menuntut realisasi Konsepsi Presiden Sukarno 10076 itu.
Jelaslah, betapa kecewanya Rakyat setelah ternyata bahwa Kabinet
396
yang dibentuk baru-baru ini belumlah kabinet Gotongroyong di REI Uaratmer, Namun demikian, Rakyat dapat Ba Ian oi: Imgan engan Harapan. bahwa Kabinet Kerja sekarang ini betul?
: yara sungguh-sungguh merealisasi programnya, terutama realisasi program camanan bagi Daerah Sulawesi Utara Tengah. Rakyat akan menggunakan kesempatannya menagih kepada Pemerintah sesuai Pata esediaan Presiden sebagai Perdana Menteri, sedangkan tuntutan untuk membentuk Kabinet Gotongroyong akan tetap menjadi kebutuhan yang mendesak sekarang ini (tepuktangan). 1 Hidup Kongres Nasional ke-VI PKI (tepuktangan).
PIDATO KAWAN DAHLAN RIVAI (Sekretaris CDB PKI Jawa Barat)
Kawan? Presidium dan segenap utusan/peserta Kongres yang kami cintai! Mia ndiny peni
Dengan perasaan gembira, nama Bap delegasi dari CDB PKI Jawa
uh kebanggaan kami atas,
Barat per-tamas
i “tinggi2nya kepada Kawan D.N.
k enghargaan yang se-tinggi?nya kep: wan Bana bean anggota Pleno agan Cena Ka 'Umumnya yang telah diberikan dalam Kongres '“ Ba partai aa Tb sekarang ini (tepuktangan)- Seenan anggota delegasi Jawa Barat ena Lea Peru kar dag isi “Umum Kawan D.N. Aidit tersebut y- 3 entin peranan Laporan Umum itu Lana pa pokok kami “berkuat apa yang telah dinyatakan Ole awan D.N.
Kai itu bahwa Aek ia masih 'berwujud Rencana Tesis telah memainkan peranan yang luarbiasa besarnya dalam, meng bangkitkan semangat dan peda 2 og eter ta Ps pa 2 mua masalah penting dan pokok yang akan ibaha: alam ag ional kita sekarang ini. Sejak permulaan tahun 1555, Fitu Pa niak kita menerima Rencana Le Be ea $ 8. Fi Mari P3 “1 “ # el isi Partai banyak dipimpin dan diberi petun yuk-yuk ol ai Ke Tesis tersebut. Sungguh sangat tepat keputusan Bea diadakannya gerakan mempelajari Rencana Tesis Pbusik “kivitet Hcaints pendapat?/kritik-kritik dari golonganlorang, diluar Partai. Tidak mempelajari isi Benyana TT mb i secara lengkap dan tepat garis politik, caral dan Aa mengenai berbagai persoalan semenjak selesainya Kongres Nasional ke-V sampai Kongres Nasional ke-VI sekarang mn — derutasnn: sekali dalam menghadapi situasi dan perdiuanganabea laksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka melaksanakan Koni Presiden Sukarno 10076. 8 2 “na siriai dalamnegeri dengan berbagai pen abanya yang telah tercantum dalam Laporan Umum, pada pokoknya sudah cuimpun: kes Ka itenahair kita semenjak selesainya Kongres ke-V sampai
398
dan mencakup semua persoalan-persoalan penting yang ter-,
detik-detik dilangsungkannya Kongres Nasional ke-VI Partai sekarang ini. Dalam usaha dan meneruskan' perjuangan untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis, kepada kita dan segenap Rakyat Indonesia yang patriotik telah ditunjukkan garis-garis politik yang tepat dengan ditetapkannya bahwa imperialisme Belanda masih tetap ditempatkan sebagai musuh pertama Rakyat Indonesia, suatu hal yang sangat mudah dimengerti dan disetujui sepenuhnya oleh segenap Rakyat di-daerah-daerah termasuk Jawa Barat. Segenap Rakyat di-daerah-daerah juga menyambut hangat peringatan yang ditegaskan dalam Laporan Umum bahwa segenap Rakyat Indonesia berkewajiban menaruh kewaspadaan revolusioner yang lebih tinggi t hadap kegiatan dan peranan yang membahayakan dari impe Amerika Serikat di Indonesia — juga mengenai kegiatan subversif |Kuomintang berikut kakitangannya. Dengan kenyataan-kenyataan yang masih berlaku di-daerah-daerah dan dari berbagai pengalaman Rakyat di-daerah?
sendiri sudah cukup meyakinkan mereka bahwa kolonialisme dalah yang memegang peranan penghisapan terbesar atas Raknesia disamping melihat dan merasakan langsung adanya subversif imperialisme Amerika Serikat. Jadi sudah tepat telah ditunjukkan oleh Laporan Umum bahwa kewapembebasan nasional kita sekarang adalah membersihkan kolonialisme Belanda, dengan teguh melawan kegiatan subver- 'Amerika Serikat dengan SEATO-nya, mencegah bertambahnya penanaman-modal AS dan negeri-negeri imperialis lainnya, dan memper- ' lakukan perusahaan? AS sama dengan perusahaan? Belanda apabila 'AS terusmenerus mempersenjatai gerombolan-gerombolan kontra-revolusioner “bersenjata (tepuktangan).
Laporan Umum itu juga telah menunjukkan secara jelas hwa berbagai penderitaan hidup terutama yang dialami oleh yum buruh dan kaum tani yang semakin hari bertambah berat ang ini adalah karena Indonesia masih dalam cengkeraman ekonomi negeri-negeri imperialis. Kami sangat sependapat dengan empat) matiam jalan keluar yang ditetapkan oleh Laporan m dalam berusaha untuk menghentikan kemerosotan yang smenerus dilapangan ekonomi dan terutama untuk melepaskan idonesia dari akibat buruk krisis dunia kapitalis.
Mengenai perjuangan untuk mempertahankan Republik Prokimasi, khususnya sekitar kembali ke UUD '45 dalam rangka pelakaan Demokrasi Terpimpin menuju pelaksanaan Konsepsi Presi- 10076, Laporan Umum telah menyimpulkan secara tepat bahwa gan terbentuknya Kabinet Kerja Sukarno-Juanda yang kompoinya seperti sekarang ini belumlah mencerminkan keadilan dan apan-apan segenap Rakyat di-daerah-daerah. Dalam menghadapi keadaan se-
399
melaksanakan 6 pokok tuntutan yi:
n 0 yang urgen tersebut.
Mengenai pekerjaan menggalang front persatuan, sudah pula:
perti itu tepatlah sudah sikap Partai kita, yaitu memberikan sokongannya yang ikhlas dan kritis dengan berpedoman pada prinsip:,,menyokong politiknya yang maju tanpa reserve, mengkritik politiknya Pa yang ragu-ragu supaya menjadi maju dan menentang menteri-menteri yang politiknya merugikan Rakyat” (tepuktangan). Sikap seperti ini tepat dan pasti akan dapat memperbesar kemenangan dan pengaruh Partai diseluruh tanahair apabila kita laksanakan dengan aktif dan penuh kebijaksanaan secara daerah-daerah maupun di Pusat. Kita ber-sama-sama harus berpegang pada tujuan pokoknya yang telah dislogankan oleh Sidang Pleno ke-VIII CC yaitu:,,kembali ke UUD '45 untuk perubahan dalam politik dan penghidupan”. Untuk mencapai tujuan ini kami sependapat dengan garis politik umum yang telah ditetapkan oleh Sidang Pleno ke-VIII CC yaitu:,,Bersatu dengan Pemerintah Sukarno-Juanda untuk melaksanakan 3 pasal programnya, untuk mengalahkan samasekali kaum pemberontak kontrarevolusioner,PRRI'-Permesta dan DI-TII, melikwidasi sepenuh-, nya sisa-sisa kekuasaan ekonomi Belanda, menggerowoti modal monopoli asing lainnya dan lebih memencilkan kekuatan kepalabatu”.
Disamping ini adalah merupakan kewajiban mutlak untuk bersatu dengan semua partai dan golongan yang patriotik dan demokratis guna mempertahankan dan membela dengan gigih hak-hak azasi dan hak-hak demokrasi dari Rakyat. Kami berpendapat bahwa perjuangan membela hak-hak demokrasi dan hak-hak azasi ini penting dan sudah sangat urgen, justru karena pada saat-saat sekarang ini sudah terjadi beberapa tin kan yang sangat mempersempit kebebasan bergerak bagi Rakyat yang ingin meneruskan perjuangan kemerdekaan nasional Indonesia yang penuh dan demokratis. Segenap Rakyat di-daerah?, terutama dikalangan kaum buruh dan tani, melawan tindakan-tindakan pengekangan hak-hak demokrasi seperti pembatasan-pembatasan keras atas kegiatan politik, larangan bagi para pegawai negeri tertentu untuk menjadi anggota partai politik dan adanya maksud-maksud untuk menghapuskan hasil-hasil pemilihan umum di-daerah-daerah dengan, jalan melikwidasi UU No. 1/1957. Tindakan-tindakan pengekangan hak-hak demo- Pa
krasi yang sebenarnya bertentangan dengan semangat dan jiwa ka Es embangkan kekuatan progresif, ber- Proklamasi 17 Agustus '45 dan juga bertentangan dengan UUD '(tepuktangan) gah dan terus pencilkan kekuatan kepala- "45 pasal 28 harus dihentikan dan dicegah jangan sampai ber- Samping itu kimi maembanbak
tambah meluas dan ber-larut-larut, sehingga menghilangkan arti-pen- an-an dikalangan kader-kader ba -n Alang masih terdapatnya tingnya kembali ke UUD "45 (tepuktangan). Dengan membiarkan front persatuan, yaitu pan Fred ai dalam melaksanakan pekertindakan-pekertindakan yang merugikan gerakan revolusioner Rakyat Indonesia diksi pokok dan tidak pokok SARAN yang agak kabur tentang itu berarti membiarkan adanya bahaya-bahaya fasisme dinegeri kita. Maka engertian tentang ke pokok didalam masyarakat serta kuranguntuk kepentingan ini, kami sangat sependapat dengan 6 pokok ntagonistis mei aa ae iman bisa berubahnya kontradiksi tuntutan praktis yang dicantumkan dalam Laporan Umum tersebut. mahan-mahan seperti ini sudah mul Itagonistis dan sebaliknya. Tetapi Kita berkewajiban memobilisasi segenap Rakyat di-daerah-daerah untuk 6 ulai banyak dikikis di-daerah-daerah, dan
ditegaskan dalam Laporan Umum b:
ahwa masalah tersebut adi
Tap, merupakan tugas pokok Partai kita — emban tan ugas pembangunan Partai. Kami menganggap sudah jelas lan tepat keterarigan serta kesimpulan-kesimpulan dalam Laporan Umum tentang La AA kekuatan, sikap-sikap politik dan praktek iga) kekuatan yang ada dinegeri kita sek: ini - yaitu, bahwa kekuatan kepalabatu sudah duh merosot, PakLGtan |
progresif sudah semakin besar, kekuatan tengah 1 kokny kalap Berbagai kegiatan serta kejadian-kejadian Aa ad klan 3 yasama dengan kekuatan tengah di-daerah-daerah (termasuk Jawa arat) sudahlah cukup membuktikan tentang semakin kuat dan maya front persatuan nasional dinegeri kita. Mungkin ada semenwan yang berpendapat bahwa kesimpulan seperti itu kurang ok" dengan “perkembangan front persatuan setempat. Memang tempat di Jabar, kita dihadapkan pada suatu kenya- | kekuatan kepalabatu masih cukup kuat, kekuatan kecil dan kerjasama dengan kekuatan tengah belum smesra. Ini semva mungkin benar, tetapi apabila keb ngkan dengan keadaan sebelum pemberontakan: aka benar pulalah bahwa ditempat tersebut kekuatan sudah jauh lebih merosot dan, dilain pihak, kekuatan Pengaruh kekuatan progresif sudah lebih besar. Keadaan serta spa ane kapat, RE ini sekali lagi membenarkan kesimpulan 1 1 oran Umum yang menyatakan bahwa 3
@) kekuatan tersebut mengalami pergeseran ya aa “sampai sekarang pergeserannya Ta dus bakat Teabaka an). Dalam menghadapi keadaan sebaik sekarang ini ken 1 Selang bapa pekerjaan kita dalam las i akan, mencapai hasil yan: i
segenap kader dan anggota Partai Fita didaurah peng re wen berpegang pada garis politik yang telah ditetapkan
1 401
pendidikan di-daerah-daerah ternyata memainkami tidak banyak mengenai situasi internasional khususnya dan usaha-usaha untuk memperkuat front international anti-kolonial dan cinta-damai pada umumnya. Dalam Laporan Umum itu telah diadakan konfrontasi yang mey li bahwa dunia sosialis dengan proses sosialnya pasti ju kearah peluasan dan kemajuan yang terusmenerus, lain pihak dunia imperialis dengan proses sosialnya menuju kehancurannya sendiri. Perkembangan sejarah seperti ini adalah pula merupakan haridepan segenap Rakyat Indonesia yang sedang meneruskan perjuangannya untuk Indonesia yang demokratis. Karena itu perjuangan Rakyat Indonesi di-pisah?kan dari proses kejadian-kejadian didunia, demikianlah pula mengenai haridepan kita. Maka kami menganggap suatu kewajiban untuk menjelaskan secara luas dikalangan massa Rakyat tentang situasi dan perkembangan internasional yang dengan lengkap telah dicantumkan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit pada Kongres ke-VI sekarang ini.
Laporan dan garis-garis tentang meneruskan pembangunan Partai adalah bagian yang sangat penting. Disatu fihak, ditegaskan bahwa PKI sudah merupakan Partai terbesar di Indonesia tetapi, dilain fihak, masih terdapat kelemahan-kelemahan yang membikin sering kurang lancarnya pelaksanaan tugas? Partai.
Secara nasional Partai kita sekarang adalah Partai yang terbesar, tetapi belum demikian halnya keadaan Partai dibeberapa daerah, seperti, di Jawa Barat Partai kita belum terbesar tetapi baru merupakan Partai besar yang No. 2 (tepuktangan). Karena itu kewajiban dan tugas kita yang penting untuk menjadikan Partai kita Partai terbesar secara setempat-setempat (tepuktangan ). Untuk kepentingan ini pimpinan sentral Partai telah memberikan pimpinannya yang tepat dan sistimatis, yaitu, adanya Plan Tiga-Tahun Pertama Partai yang akan disusul dengan Plan Tiga-Tahun Kedua.
Meratanya kebesaran Partai keseluruh peloksok tanahair adalah berhasilnya pelaksanaan
menurut pendapat kami bergantung pada
Plan? Partai tersebut.
Salahsatu pekerjaan Partai yang sampai sekarang masih belum
berhasil baik, yalah, peningkatan calonanggota, dimana dinyatakan bahwa dalam pekerjaan tersebut masih terdapat kelengahan dikalangan Comite dan kader-kader Partai. Menurut pengalaman kami di Jabar disamping kelemahan-kelemahan tersebut dan soal keamanan daerah setempat, masih ada pula sebagian dari kader-kader dan Comite-comite Partai yang bertindak kurang tepat dalam melaksanakan peker-
402
jaan tersebut diatas, misalnya, dalam merumi yarat-yarat i katan yang melebihi dari keteituan-keteituan dalam Ba Tang Petai pekerjaan mengkongkritkan keanggotaan Partai juga masih terdapat kelemahan kurang sabar, kurang ulet dan keburu nafsu, yaitu cepat-cepat mencoret dari daftar keanggotaan jika seorang Nala 5 gota atau anggota tidak membayar iuran, sehingga akibatnya AA anggota yang terhapus dari daftar, padahal kepada mereka it Palu sempurna: diberikan pendidikan. “1 | idalam Laporan Umum ditegaskan bahwa pendidik: - isme-Leninisme: adalah syarat mutlak untuk aa PengeeG tai. Selanjutnya disimpulkan secara tepat, yaitu, bahwa sekarany ini mayoritet dari kader-kader diorganisasi yang paling atas sampai te organisasi basis sudah terdidik menurut ketentuan plan Partai, tetap mayoritet dari anggota Partai masih belum terdidik menurut plan, tersebut. Jadi sampai saat ini kita masih belum dapat meram- | pungkan tugas pendidikan Partai seperti yang telah ditentukan Plan Tiga-Tahun Pertama Partai. Dan adalah kewajiban yang sangat terhormat untuk bersama merampungkan dan urnakannya dalam plan Partai yang akan datang.
Pb at) pengalaman faktor-faktor yang menyulitkan pelaksanaan penn sangat kurangnya tenaga-tenaga pengurus, IP Sai,
Ba dikit kader dan anggota Partai yang bekerja sukar Fs Ea an waktu/kesempatan untuk dapat mengikuti pen- & "untuk daerah-daerah tertentu masih sukarnya jaminan kean F plum secara sungguh-sungguh memnyahkan berbagai Aiaiyamn esa an-an yang dihadapi dalam melaksanakan tugas tersebut f "Dengan mayoritet calonanggota/anggota Partai yang belum terseperti ditentukan dalam plan Partai, kehidupan grup? Partai memecahkan persoalan? Rakyat masih sangat kurang sekali Papan bantnan yang Al dari anggota?nya.:
erjaan pendidikan, kami sangat se, end:
n pian untuk meratakan Ear pelayaran filsafat aa 1 nternasional sampai pada Comite-comite tingkat terbawah Hanya nai pelaksanaannya diperlukan kebijaksanaan, yaitu, Dena kan mata-pelajaran tersebut disesuaikan dengan Hakan gan Sea ai dari pengikut2nya. Akan merupakan " apabila pimpinan sentral Partai yi: dalam waktu yang tidak lama dapat MAA Png aa pelan tan tugas tersebut. P la a aporan Umum Kawan D.N. Aidit dal.
inPembangunan Partai masih ada soal lainnya Ia PE Ka
403
penting untuk dijadikan perhatian yang merata dan tuntunan kerja se-hari-hari, yaitu, petunjuk tentang pekerjaan,Memperkuat, Memperluas dan Memperbaharui Partai”. Walaupun semua petunjuk itu dalam pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan keadaan setempat masing-masing, tetapi secara pokok ia sudah sangat tepat.
Karenanya ia perlu segera diluaskan sampai pada organisasi-organisasi basis
Sekitar pekerjaan Partai dalam gerakan massa buruh, tani, wanita, kaum miskin kota dll. yang kami anggap perlu untuk lebih diperhatikan yalah pekerjaan kita dikalangan kaum tani, kaum miskin kota dan nelayan. Karena justru pekerjaan dikalangan mereka itu, yang juga merupakan tenaga penggerak revolusi,
Pada umumnya dalam memberikan pimpinan kepada gerakan massa, Partai selalu berpegang pada persoalan-persoalan perbaikan soal-soal sokegiatan membasmi gerombolan teror DI-TII pengalaman menunjukkan, bahwa kerjasama yang saling menguntungkan antara Rakyat dan Angkatan Perang merupakan syarat yang sangat pcnting.
Sebagaimana telah ditandaskan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, pesatnya kemajuan gerakan massa banyak sekali bergantung pada adanya dan yuasnya kebebasan demokratis. Karenanya, perjuangan untuk perbaikan nasib Rakyat dan segala usaha untuk mengatasi bencana yang menimpa padanya harus disenafaskan dan disertai dengan perjuangan untuk peluasan kebebasan
Baik-tidaknya setiap aktivitet gerakan massa adalah bergantung pada tepat-tidaknya pimpinan Partai lewat fraksinya yang 'bersangkutan. Bagi kami di Jawa Barat kehidupan fraksi Partai pada umumnya masih belum cukup memuaskan. Hal ini disebabkan oleh kurang baiknya kontrol dan pimpinan Comite terhadap tugas-tugas fraksi se-hari2nya, sehingga akibatnya ada kalanya Comite sendiri kurang dapat mengetahui kehidupan setiap gerakan massa secara menyeluruh. Karena itu, mempererat hubungan antara Comite-comite dengan fraksi-fraksi disemua tingkatan adalah merupakan suatu pekerjaan yang sedikitpun tidak boleh diabaikan.
Kawan? Presidium dan Kongres yang tercinta!
Dengan pendapat yang paling akhir ini, maka selesailah sambutan saya terhadap Laporan Umum Comite Central Partai yang telah disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit dalam Kongres Nasional ke-VI Partai sekarang ini. Kami sudah mempelajari isi keseluruhan
404
arie Beng tersebut, kami menganggap sudah sangat t gan p itik dalam dan luarnegeri serta taktik-taktik pokok Buk ap an didalamnya p' yang telah
Kami berkeyakinan bahwa den i y y
s bar, gan dilaksanakannya s naga Bgm pokok tersebut akan aa besar Ka
g ekerjaan kita untuk lebih k
perluas dan memperbaharui i bean Asmara Apar Tea memperbesar/memperkuat daya-
Berdasarkan keterani
ngan dan alasan-alasan tersebut di: $
2, ag engan dari Jawa Barat Naba prt
| ujuan sepenuhnya terhadap isi 3 niatkan P us ya t ap isi Laporan Umum Yaa ntral Partai yang telah disampaikan oleh Kawan D.N.
Sekali lagi hormat dan y
t penghargaan yang se-tinggi?ny Kah Angeota Comite Central Partai dibawah Tinpinsa aa LN: yang tercinta- (tepuktangan lama).
Haa, 23 £
Nyai Sekian.
PAN ia peni ne
PIDATO KAWAN MUHAMMAD SAMIKIDIN
(Sekretaris CDB PKI Aceh)
5 ta “CC dan idi Kongres, kawan-kawan anggo. gan Ba tai dari Seluruh! daerah yang tercinta:
i yeh, saya menyam-
Terlebih dahulu atasnama delegasi PKI La gede Tara a2 PKI didaerah
Aceh — yang sedang berjuang mengalahkan kaum kontraeta i VI PKI yang jaya ini dan ya Kongres Nasional ke-VI y: La ia alan. hendaknya Kongres 11 dapat menyimpulkan
langkah-langkah selanjutnya
'Rakyat Indonesia kepa tangan).
aa Kongres ini, kita telah mendengar Lap
i kita y i i leh Kaw:
i 'artai kita yang disampaikan ol AD, Aidit yang tercinta. tepuktangan). Laporan
yi segi persoalan yang dihadapi La ena pe ae AA menjelaskan secara
ilaksanakan oleh Partai kita dibawah
tugas urgen ini, Laporan berlandaskan dua Lin La gi Partai itik dan organisasi
406
saan imperialisme dan tuantanah di Indonesia dan membentuk kekuasaan Rakyat, Pemerintah dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat. (tepuktangan).
Dalam hubungan dengan mengubah imbangan kekuatan ini, Laporan Umum telah mencatat suatu sukses besar, dimana dalam waktu yang tidak terlalu lama, Partai bersama-sama dengan kekuatan demokratis lainnya telah berhasil mengubah imbangan kekuatan didalamnegeri, dari perimbangan yang hampir sama diantara kekuatan kepalabatu, kekuatan progresif dan kekuatan tengah (pada permulaan tahun 1956), menjadi:
kekuatan kepalabatu sudah jauh merosot, kekuatan progresif sudah makin besar dan kekuatan tengah pada pokoknya tetap
onal yang penuh dan demokratis dinegeri kita, Partai mengalami perubahan yang besar, telah berkembang 'meluas keseluruh negeri, dan dibeberapa pulau juga sudah mulai mendalam.
Dikemukakan pula bahwa kewajiban kita sekarang ini “meneruskan pembangunan Partai dengan semboyan:,,memper- ''kuat, memperluas dan memperbaharui Partai”. Ini berarti mempertinggi kwalitet semua organisasi Partai, mengembangdan mengeratkan hubungan Partai dengan Rakyat dari mua sukubangsa dan mempertinggi kehidupan intern Partai.
Laporan Umum telah memberikan senjata yang ampuh da kader? Partai dalam memimpin aktivitet massa se-hari-hari perjuangan untuk menyelesaikan tuntutan-tuntutan Revolusi 1945 sampai ke-akar?2nya, sehingga dengan mempela- Laporan Umum ini sekaligus kader-kader dan anggota? Partai dapat menguasai politik Partai dan bagaimanapun sulitkeadaan yang dihadapi, kader? Partai tidak akan kehilangan dalam membawa maju penjuangan revolusioner 17 Panin dengan perlahan dan ber-hati-hati, tetapi pasti.
ruktangan).
Pendeknya, Laporan Umum telah mempersiapkan ideologi,
407
dapi setiap perkem-
Kara didepan donesia yang merdeka menuju masyarakat
iti anisasi Partal
“eng ae ebatr kita, sehingga dapa'
dalam meneruskan perj
maka dapatlah secara pasti
“atak lisini bah Ieli dapat menerima Laporan Umum Comite Central PKI im.
Kawan?! enak stan stay Sean dalam kesempatan ini, saya kemukak:
y y i Kongres kita ini. n
Se aa ak Tap Pn bai dalam beberapa hal yang NYA anggap pokok-pokok saja.
ii iali landa musuh enai imperialisme Belan ee Ng ama Rakyat Indonesia
y disimpulk:
AA ag Belenda masih tetap musi dalah suatu kesimpulan yang & ngsung dirasaka) ke y 8
Ka Entot FA Irian Barat, masih adanya peng ua Na epamak dan kebudayaan membel
penat, Ba ia Aeon Reka bahwa bahaya ha pebngpe Bae masi r. tap musuhnya yang 2 1 Belanda masih Aam Pan Balai Apalagi bagi Rakyat Aceh Aa kanal 'begitu besar rasa kebencianny 1 Tehingga semangat anti-Belan d Beureueh T
dan beranma? Diepang Bea A bd. Jalil, dan pemberontak.
AN Denah Y nderah 1) sebagai rentetan pemberontaka an anti-:
i yu tsb: dan paling akhir
Ta Hitelah pula dipergunakan oleh Daud kan pemberontakan Ken dan teror terhadap Rakyat,
DI/TII.
x) Aceh Utara.
anda ini secara
408
Beureueh cs. melaku-,
Jadi, secara obyektif kesimpulan ini akan dapat memobilisasi massa secara luas, memudahkan penggalangan front nasional anti-imperialis dan membikin terang sasaran revolusi.
2. Mengenai Indonesia belum merdeka penuh dan setengah-feodal
Bahwa Indonesia belum merdeka penuh, secara terang telah dapat difahami oleh Rakyat dengan adapun pendudukan Belanda di Irian Barat dan dengan masih adanya pengaruh Belanda dilapangan ekonomi dan kebudayaan.
Disamping itu, sebagaimana di-daerah-daerah lainnya di Indonesia, sisa-sisa feodalisme masih mempunyai pengaruh yang amat besar W didaerah Aceh. Pada pokoknya tuantanah didaerah Aceh dapat i dalam dua golongan, yaitu tuantanah DI/TII yang bergan kaum imperialis, dan tuntanah dari golongan alang” yang.anti-DI/TII dan bersatu dengan k melawan DI/TII.
'feodalisme didaerah Aceh ditandai dengan K monopoli tuantanah atas tanah: sewa.tanah a ilibimi, seperti bagi Ihe (bagi tiga — sebagian dan dua bagian untuk kaum tani), bagi limong agian untuk tuantanah, empat bagian untuk at-at pertanian, seperti sapi, luku, Ihong (ta- ( sistim kulak dan lintahdarat, sistim ijon dan im jual-beli akad dan gadai: serta penghisapan jain daripada itu, kaum tani dan Rakyat didesa mengalami penindasan yang amat kejam dari gerombolan DI/TII mewajibkan kaum tani membayar pajak perang (infag)
mat berat dan meliputi berbagai sektor penghidupan, mewajibkan pemuda-pemuda tani memasuki wajib militer erampas hakmilik kaum tani, memperkosa kaum walarang aktivitet kebudayaan yang sangat digemari Rakrti: seudati, psh, ratih, dll., membakar rumah-rumah sekolah ngunan-ngunan penting lainnya dan menanamkan semangat uhan dikalangan Rakyat.
aimana beratnya penderitaan Rakyat ini dapat difahami a yang dikemukakan oleh overste Syamaun Gaharu, dan Komando Daerah Militer.Aceh/Iskandar: Muda m bahasa Aceh sbb:
Loon jak u glee jikap lee rimeung, ILoon tron u kreung jitaloum lee buya,
409
1y yitop lee par6e, 5
Loon jak u laot jitop Ie s5 TA Mi Ba aa Mi ak ba' dru neuh
ibadat hana. ( tepuktangan): ' TE tangkap Dalam bahasa 1 5 harimau, kuturun k ab i bar ikan pari € «
Ba. Kemana aku lagi pergi, damu ibadat tak
.: lah Rakyat partik
Rakyat Nesesa Ni lanjutan kira-kira akar mem-: ini ami se
Berdasarkan kenyataan INI, Ba Taporan Umum, bah.
matan yang paling besar bagi setiap Sam An akan
Pa 28 y iat untuk Indonesia yang 9m rjuangan Rakyal aa Fan demokratis. ( tepuktangan).
lanjutnya, rhenti
Bus Silapangan ekonomi, saya sepe jui empat tuntutan pok' untuk menciptakan syar:
ekonomi yang terusmenerus.
3. Masalah Front Persatuan Nasional Anti-imperialisme
i h masalah pokok dan
iti atuan nasional adalal GAN
Politik front Pa eraabah imbangan kekuatan nang,
Baba Ear i Agustus 1945 sampai ke-aka: 3 i bahwa sebagian besar kader
yafi y t persa-
Partai didaerah Aceh menginsyafi, tanpa adanya front Pp
410
tuan nasional, kemenangan tidak akan tercapai. Cuma saja dalam merealisasi politik front nasional ini kader-kader Partai masih selalu dihinggapi oleh salahsatu kecenderungany: atau kekanan, atau ke-,,kiri”. Jadi, politik front nasional ini sudah dimengerti dan sudah diinsyafi keharusannya, tetapi masih sulit merealisasinya. Karena itu kita harus tidak jemu?nya membicarakan soal front persatuan nasional tsb.
Menurut pengalaman kami, suatu hal yang paling pokok dalam pekerjaan front nasional, yalah adanya analisa yang tepat terhadap setiap situasi kongkrit yang dihadapi oleh Partai dalam situasi tertentu, mengenal kontradiksi didalam masyarakat, mana kontradiksi yang pokok dan mana kontradiksi yang tak pokok: mana yang terpokok diantara beberapa hal yang pokok. Dengan mengenal kontradiksi-kontradiksi ini Partai harus mengiskan secara terang siapa kawan, siapa lawan dan siapa
merupakan tambahan kekuatan: lawan mana yang paling ayang harus dipukul lebih dahulu dan mana yang harus n. Garis ini harus direalisasi dengan sungguh?
(dan bimbang?, merupakan kegiatan yang terusmeara tekun dikerjakan.,
saja politik Partai kita dalam menghadapi situasi ceh dengan lahirnya gerombolan DI/TII pada 'Lahirnya DI/TTI menghendaki analisa yang tepat kita, sehingga terang apa yang harus dikerjakan P 'Tidak dapat disangkal bahwa DI/TII adalah gembolan teror yang hanya bisa hidup atas bantuan kaum alis dari Yuarnegeri dan tuantanah didalamnegeri. Tetapi 'kenyataan bahwa tidaklah semua tuantanah di Aceh pro PII, malah tidak sedikit yang menentang DI/TTI, karena ya DI/TII di Aceh adalah merupakan kelanjutan proses butan kekuasaan diantara golongan tuantanah mulai tumbuh dengan golongan tuantanah yang lama.
ada hakekatnya, bersumber pada persoalan agraria.
bru karena itu adalah keliru kalau Partai melakukan
yang sama terhadap semua tuantanah didaerah Aceh.
g tepat yalah bersatu dengan semua kekuatan Repumasuk tuantanah anti-DI/TII — untuk menghancurmbolan DI/TII yang bersekutu dengan kaum imperiatenulstangan). Disamping itu sekaligus harus juga kaum tani menuntut penurunan sewa-tanah dari tuan.
masuk tuantanah yang anti-DI/TII dengan cara-cara dan
2 yang tidak sampai merugikan front anti-DI/TII.
n dalam bulan April 1957 lahir pula situasi baru di
411
Aceh, yaitu, dengan adanya konsepsi Syamaun Gaharu” yang berisi penyelesaian keamanan didaerah Aceh secara damai.
Pada umumnya sikap Partai terhadap kaum pemberontak kon- #ra-revolusioner adalah sebagai yang dinyatakan oleh Kawan Aidit: tiap fikiran untuk berkompromi atau 'islah berarti melemahkan front kita sendiri dan memperkuat front kontrayevolusi, berarti memberikan nafas kepada kaum kontra-revolusioner”. Dengan diumumkannya konsepsi tersebut ada elemen?
yang bimbang didalam tubuh front anti-DI/TII yang hendak mempergunakannya untuk mencapai tujuan sislah”, sehingga untuk beberapa waktu mengganggu front persatuan anti-DI/
Didalam Partai sendiri timbul diskusi-diskusi yang masak Achirnya, setelah menganalisa situasi nasional dan situasi daerah, memeriksa secara teliti imbangan kekuatan dan mempelajari kontradiksi-kontradiksi yang ada didalam masyarakat, Partai menyimpulkan, mendorong pelaksanaan segi-segi positif dari konsepsi” dan berusaha mengurangi dan melenyapkan segi-segi negatifnya.
Garis politik Partai ini setelah diuji ternyata adalah garis front nasional yang tepat. Disatu fihak ia telah mendorong terwujudnya dwitunggal Rakyat dan Tentara, sedang difihak lain kontradiksi didalam tubuh DI/TII bertambah tajam, sehingga pada tanggal 15 Maret 1959 kontradiksi ini sampai kepada klimaksnya dengan lahirnya,,Dewan Revolusi” yang diimpin oleh A. Gani Usman dan Hasan Saleh, memisahkan diri dari DI/TII Daud Beureueh cs.
Partai menyokong usaha Komando Daerah Militer Aceh/ Iskandar Muda untuk menghancurkan dengan kekuatan senjata, kekuatan DI/TII Daud Beureueh.
Dengan demikian dapatlah Partai secara tepat mengurus kontradiksi dikalangan Rakyat. Kontradiksi dikalangan Rakyat dapat tetap diselesaikan secara non-antagonistis, sehingga terdapat kebulatan dalam sikap melanjutkan penghancuran terhadap DI/TII. (tepuktangan). Dan sekarang ini dapatlah dikatakan bahwa kekuatan kepalabatu di Aceh telah mulai merosot, kekuatan progresif mulai besar, sedang kekuatan tengah pada pokoknya tetap.
Dalam menghadapi kekuatan kepalabatu yang demikian besar didaerah Aceh, kekuatan tengah pada pokoknya masih mempunyai kesatuan yang bulat dan pada umumnya mempunyai hubungan yang baik dengan kekuatan progresif. Mengingat watak dari kekuatan tengah ini, Partai harus selalu menguasai situasi dan memegang inisiatif dan kader? Partai harus mem-
412
Pena Kanan dalam mempergunakan setiap keadaan untuk Ba ani Ton nasional. Karena itu diperlukan adanya Sa Yang sontinu, teliti dan tekun mengurusi Pekerja Soni Da Ton Pak pentingnya pekerjaan Bagian Front Ala ne Ona, iba Beny Partai membikin kesalahan dalam md Aa sekali memulihkannya dalam waktu yang Sana Oa papat sekali apa yang disimpulkan didalam La ata demam, Pa Yalaupan seatan kepalabatu sudah 1 $,. me arus terusmenerus di yangi Halnya ea Lau Ma ar dari kel N: i,
: dapaian tara ra TKAEONEA kepalabatu masih tetap menv as dasar ini, saya sepenuhnya me: Ki tingnya an pgekarang Ii Lan anom 3 pe front nasional.dan yi ih y 1 ni kaga andilkan lebih Yanjut kekuatan & fp caniayang, demikianlah pandangan kaepuktangan).
413
PIDATO KAWAN MUSLIMIN YASIN
(Sekretaris CDB PKI Nusatenggara Barat)
2 idi y tercinta, kawan-kawan delegasi! $ “Lokasi FG Maa?” kanlah saya menyamaan kaum Komunis Nusatenggara Barat kepada
yang jaya, yang tela
APA PKI Nusatenggara Barat dengan jarak waktu antara Kongres
i idi d etunjuk-etunjuk a
Agar Hang “ eatlah PKI dibangun di Nusatenggara
PPA - Ala kecil sekitarnya (tepuktangan). Kami bukan saj wa Kongres ke-VI ini persiapannya lebih masak daripada Kongres ke-V, tetapi juga sang:
ivi lum Kongr k ana Anggotas CG yang dengan rela terjun kelumpur memberi contoh Ha produksi
1 Test Ar hakekatnya dengan ke-empat semboyan, pokok dari Kongres Nasional ke-VI sekarang ini sudah terungkapkan semua Rencana Tesis atau Laporan Umum yang disampaikan Kav D.N. Aidit. Oleh sebab itu menyetujui ke-empat semboyan poko' Kongres yang ber-turut-turut berbunyi:
1. Dengan PKI didepan Mn aa ia yang merdeka penuh dan 1 51 z 2 Baik Dekerjaan front nasional, pencilkan lebih lanjut kekuatan kepalabatu,.:
: t front internasio i-kolo ta- 1 Pa uan pembangunan Partai diseluruh negeri yang bersatu
Erat dengan massa, yang terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi”, berarti menyi Umum CC kita (tebuktangan).
PKI Nusatenggara Barat berpendapat:
skan perjuangan Rakyat untuk
414
PERTAMA: Material Kongres ke-VI ini benar-benar membantu dan mendidik kader dalam menyiapkan dan melaksanakan tugas? Partai, baik tugas-tugas internasional, nasional
dan lokal:
: Material Kongres ke-VI ini merupakan pegangan dan pedoman bagi kader? Partai dan segenap kekuatan progresif dinegeri kita untuk bagaimana seharusnya menyelesaikan kontradiksi pokok antara Rakyat Indonesia dengan imperialisme dan feodalisme untuk selanjutnya menjadikan Indonesia negara yang merdeka penuh dan demokratis.
Disamping persetujuan tersebut, saya ingin memohon perkenan
kawan-kawan untuk menyoroti hal-hal yang berikut:
#I- Laporan Umum menyebutkan a.l. bahwa »Struktur ekonomi Indonesia masih tetap belum berubah yaitu ekonomi yang terbelatergantung pada dunia kapitalis”. Kawan?, perlawanan
yang ber-turut-turut pada tahun 1894 dilakukan oleh
ok dan pada tahun 1905-1908 oleh Rakyat Sumbawa
'imperialisme-kolonialisme Belanda, jadi sejak
yajah wilayah Indonesia untuk seterusnya dig dagangan mereka dan sumber bahan men- 1946 dan 1947. dengan pemberontakan Rakyat melawan NICA, membuktikan bahwa Rakyat
"Barat tidak sudi menggantungkan dua pulau yang tu pada ekonomi dunia kapitalis (tepuktangan). Fakta-fakta pada
1 menjelang kehidupan suku? Sasak, Sumbawa dan Bima yang
huni dua pulau yang subur di Nusatenggara Barat menunjukhwa dayabeli Rakyat pekerja memang semakin merosot, dan ya di-tengah-tengah kemelaratan yang kejam itu terdapat pengtan 'ckspor-ckspor 12 macam barang-barang kenegeri kapitalis, untuk menpaya arus barang atau impor Indonesia tidak macet karena- Iu katakanlah secara sederhana: tanpa ekspor kita yang aret, minyaktanah, timah, kopra, kopi, teh, dsb., dsb., maka italis,,teman” Indonesia berdagang selama ini memper- Mp or kita, atau dengan kata lain, kalau ekspor kita sedikit, devidikit, dan kalau devisen tak mentiukupi maka Indonesia defisit perdagangan. Dan kawan?, bukan belum pernah mengalami defisit perdagangan luarnegeri, malah sudah engalami defisit perdagangan dengan Jerman Barat dan
415
Kawan-kawan, andaikan ada sementara menteri Kabinet Kerja sekarang ini yang mau menyalahgunakan pelaksanaan program SAN DANG-PANGAN dengan jalan memperluas impor untuk menjaga kelancaran arus barang dinegeri kita sebagai follow up tindakan pemerintah dibidang moneter baru-baru ini, maka impor yang demikian itu adalah sama dengan menyelamatkan resesi ekonomi negeri-negeri kapitalis yang bersangkutan terutama Amerika Serikat. Sebagaimana kita maklum selama ini, bahwa pemerintah tetap berorientasi ke-negeri-negeri kapitalis dalam menjalankan politik perdagangan Indonesia, dan belum mau berorientasi kepada pasar dunia sosialis. Saya berpendapat selama pemerintah tetap berorientasi kepada pasar dunia kapitalis apalagi kalau pemerintah belum mampu memproduksi barang-barang sendiri, maka politik moneter pemerintah yang demikian itu akan tetap bersifat inflatoir, Iebih-iebih jika diingat bahwa politik moneter yang demikian itu menegak diatas hubungan produksi perseorangan kapitalis.
Kawan?, baru-baru ini kita dikejutkan dengan ge!
BE, yang sebagaimana kita maklum bahwa BE sei yak lahirnya telah ditentang oleh Partai sampai kepada Tesis kita kinipun mengutuknya. Memang gema itu se-olah-olah enak kedengarannya, tetapi sebenarnya sangat ankh. Bukankah pemerintah baru-baru ini mengeluarkan 2 peraturan tindakan moneter? Logikanya peraturan itu sebagai berikut: Dengan peraturan yang satu pemerintah ingin menjaga
nilai rupiah, yaitu dengan mengadakan sanering rupiah yang ber- 100,— dan
ma penghapusan
harga Rp. 1000,— dan Rp. 300,— menjadi Rp.
Rp. 50,— Dengan peraturan yang satu lagi pemerintah malah engkurskan $ 1 menjadi
menurunkan nilai rupiah yaitu dengan m rupiah sudah 3 kali secara resmi
Rp. 45,— Dengan demikian kurs un, yaitu:
mengalami perubahan kurs yang menur
: 1140
1 » 88,— (waktu peraturan BE 33296 berlaku) dan
lagi menggambarkan 'bahwa nilai rupiah tetap
menggantungkan dirinya pada Valuta convertible
Indonesia tetap sebagai negeri tergantuni
negara-negara kapitalis. Karenanya
kan oleh Laporan
adalah lebih buruk daripada apa yang
resmi burjuis”.
II. Hal-hal yang
dipaparkan oleh Laporan Umum bahwa,,kaum tani Indonesia dewasa ini mengal
lami ber-macam-macam penindasan dan
416
gangguan al. penindasan tuantanah dan li yah ber Yokolnyai sisa-sisa feodalisme”. Pan men Aang v2 Dean Dabeka, Sumbawa, jadi Nusatenggara Barat, ada- Yah daerah 2 Hal engan beras. Tetapi kenyataan pula menunjuk- Haa g A Jadi bahaya kelaparan. Selain daripada itu disalah:
aan Ona am awa tidak sedikit orang-orang makan umbi tanaman Gg 2 ah De: Pa ge ongpakal kn daripun menurut catatan Jabayan ng Dan E Sampang Hara tanah-sawah rata? 1,46 'Catatan terakhir dari Jawatan Kehe aa ama ega CN jumlah kerbau, sapi, kambing dan isep papanya Ha
: p 5 Ea.
Sa ea ( Hong dengan. jumlah penduduk mera Bae yata: arga daging saban bulan meningkat. H:
sebut terjadi tentu saja karena adanya Ae gear atas kaum tani karena masih bercokon) Hrg endalis an karena tanah-tanah dan hewan-hewan itu awan Dkpartiar eren adan Bebi adalah, milik tuantanah feodal. Sa Ka aa aga 24 Yail memberikan fakta-fakta — penghisapan feodal 5 Nusatangga Ba Ai Hembok Barat 2 tuantanah yang memiliki "300'has di Lombok “Timur pragi Aan aa aa En di'Sumbawa ada yang PN maa Ba Ao ian S W -sawah seluas
| Yuas ata" Pa ana ys kering di emeai— ya rjun:324, a pada hakekatny i
1 dalam tangan feodal. Bukan saja itu, nba, tenggara Barat sedemikian rupa sehingga ami oleh tenaga-tenaga penggerak revolusi a disekitar Nusatenggara Barat sa:
harus melayani juragan-juragan-sero Aan, ongkos alat menangayal (harus menyetor “kepada il penangkapan dan isteri jurauara dalam ruangan) sehingga -katung-katung bukan dilautan Indo- "ter'katung-katung dan ter-apung-apung diah tersebut diatas bukan saji 2.: adi & gaimana lazimnya, tetapi dog Te g Politik, malah dibeberapa Daswati II Sa kepala anggota badan eksekutif.sembo an entara orang yan, - as, pepbanyak produksi”, malah Aa temu 5 ayan. a tepatlah canang Kawan D.N. Aidit
417
m tani harus banyak
diatas PKI Nusa-
2 Sidang Ta ar aa
Ka serta Konferenas
kelak akan dipadukan dengan pr:
jauh sebelum Peraturan Peperpu No. 40 berlaku. Larangan-larangan itu ber-turut-turut: pertama, dari Vence Sumual dan Saleh Lahade dengan proklamasi Permesta mereka, dan larangan kedua datangnya dari kaum politikus baru, yang dengan alasan karena adanya elemen Permesta di Nusatenggara Barat. Dua larangan tersebut diatas disambut hangat oleh golongan kepalabatu, kendatipun larangan yang kesisa-kesisa keterbelakangan feot dua nampaknya memukul mereka. Tetapi bagaimana jadinya, melawan Oleh sebab itu. kawan-kawan, kawan?? Pada hakekatnya yang pertama dan kedua mempunyai per- Tan 2 selai: 6 samaan dan perbedaan. Persamaannya, yalah, larangan itu ke-dua2buat lain nya mengekang hak-hak demokrasi bagi Rakyat, sedangkan perbedaannya, yalah, yang pertama bersumber pada kepentingan imperialisme dan eksekutornya yalah kaum kepalabatu, sedangkan yang kedua bersumber kepada kepentingan burjuasi dagang yang lemah atau kekuatan tengah tenaga sayap-kanan. Jadi, kesimpulan supaya kebesan-kebesan demokratis yang se-luas2nya diberikan kepada Rakyat dan ya undang-undang dan peraturan-peraturan yang membatasi gerakan patriotik ut adalah sepenuhnya benar. Pokoknya, adalah sangat dikatakan Kawan D.N. Aidit dalam Sidang Pleno alau kebebasan berpolitik bagi Rakyat dirampas, 'olusi. Agustus kita yang tinggal?
ggara Barat adalah juga tempat bersemayam palabatu, yang anti-Revolusi Agustus "45, antian Ma Seharasa: “perkembangan Partai. Tidak sedikit kader-kader kita front persatuan masiona uh bahwa gara Barat yang diseret kepengadilan, dengan tuduhan ra Barat dapat di- 1 rapat? Partai dan SB, jadi, dikenakan artikel verga- P: erbod zaman Hindia Belanda almarhum. Malah seberangmi ke Kongres inipun seorang anggota CDB dipukul oleh hanya karena minta izin mengadakan rapat-rapat untuk menyam- 'paikan material Kongres kepada anggota/calonanggota Partai. Tetapi walaupun dipukul, kawan?, empat semboyan pokok dari Kongres 'dapat kita sebarkan dan tempelkan ditempat umum, karena sikap "penyelesaian yang tepat dari Partai dalam menghadapi pukul2an g“demikian justru dapat disampaikan semboyan-semboyan pokok dari es kepada anggota dan massa.
Kawan?,
anjutkan Pembangunan Partai diseluruh negeri yang bersatu
tetapi kau
pul
yang berat, nasionalnya, agama dan mf semakin terang?an rupakan negeri S€ kepalabatu ini tidak Honey di 1 ian yan, an an San aa dak memperbaiki Ko ag keharusan setiap kader dan anggota Partai.
peralat
kesukuan, wal: (sudah a negeri kita masih me-
'h-feodal, kekuatan
kuatan yang harus
atan”.
an oleh Lapor-
Da kuatan tenga' bahwa kekuatat eng
Nae aa AA sorot, yaitu, pengekangan inkanlah kiranya saya melalui lidaritet kami kepada 4
lia ini
RI” si dengan massa, yang terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik AN eekangan krasi benda 1 organisasi”, demikian bunyi semboyan pokok yang keempat dari an Permesta:
kita yang ke-VI ini. Pokoknya, kawan-kawan, tanpa pengaruh 3 iyang meluas dan bersatu erat dengan massa, tidak akan ada tidak akan ada front persatuan nasional. Tetapi, meluasai tanpa dibarengi pendidikan ideologi, juga sama dengan
yang kosong (sebagaimana istilah yang dipakai Kawan
419
i y kan kader? Pary idikan i i, menyebabkan ka Pa D.N. Aidit). padanya Pen ideologi, Ae am bahas tap - Na an petarad Kongres ke-V, yaitu CC bata 3 ng € aa Siak mengenal jerih-payah buk: ay merak pembangunan Partai Na tetapi juga g ip!
Bubtinya yalah hasil-hasil pemilil aan pemilihan DPRD Sunan,.
$ # Fbabai 1
La Pe salah organisasi. Kami aa Ya Aan -a Nag lain bagi kami selain menyetujui AS ag muliaa b3 Di lain Tn.:
Ta.a ida eny barkonsolidasi dilapangan ideologi.
yang bersatu. deng i Ok dan organisasl. TA,
Harya ap Man “jelas bagi kader bagsimgan aa 2:. P ebi 1 6 nana hi ya Bei PAN mpergunakan situasi Nasio ngan La aa Aa hami situasi internasio aa Aa bagaimana memand aa
Situasi. setempat, Beat Indonesia untuk membina hari: pan dalam hobungan: dan akan lebih memberi pena Ba Ka aa Bea samasekali kontradiksi pokok a1 a tode meny | Kera:
donesia dengan imperiahMe. ag jaya'1! (tepukiangan::
ya an, Pai dipihak kabyat dan dipihak kita (tepui cmenan, 2
tangan).
ke-VI Partai ini
420
PIDATO KAWAN NURSUHUD
(Sekretaris CDB PKI Sumatera Barat)
Kawan?,
Sebagaimana kawan-kawan ketahui, delegasi Sumatera Barat telah menyatakan persetujuan sepenuhnya terhadap Laporan Umum Kawan Aidit. Demikian juga terhadap Pidato Pengantar untuk Rencana Perubahan Konstitusi Partai yang disampaikan oleh Kawan Lukman dan Pidato Pengantar untuk Rencana Perubahan Program Partai yang disampaikan oleh Kawan Nyoto.
Laporan Umum Kawan Aidit telah menyimpulkan secara ilmiah sukses-sukses besar dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh Partai sejak Kongres Nasional ke-V dan bersamaan dengan itu ya juga telah merumuskan tugas-tugas baru dilapangan ideologi, politik dan organisasi, yan, akan memimpin semua aktivitet kita sesudah Kongres. Kesimpulan:
ini adalah kesimpulan-kesimpulan daripada sukses-sukses dan kesukaran-kesukaran proletariat Indonesia dalam menggalang front persatuan nasional dan dalam “mengembangkan dirinya untuk perjuangan kemerdekaan nasional, ' “demokrasi dan perdamaian. Karena ia dirumuskan secara ilmiah, vartinya didasarkan pada pandangan Marxis-Leninis dan berdasarn.penyelidikan yang mendalam tentang kekhususan-kekhususan negeri kita, aka ketepatannya adalah tidak diragukan lagi. Ini berarti sukses?
lagi dalam memadukan kebenaran umum Marxisme-Lenindengan praktek revolusi Indonesia.
endatipun banyak kesukaran dan kesulitan yang ditemuinya, artai kita dibawah pimpinan Kawan Aidit pada pokoknya h'berhasil melaksanakan dengan baik tugas-tugas yang diberikan oleh Nasional ke-V. Belum pernah Partai kita begitu meluas ar dikalangan Rakyat kita, belum pernah Partai kita onsolidasi dan bersatu dilapangan ideologi, politik dan “dan belum pernah perjuangan anti-kolonialisme sejak KMB begitu me-luap-luap dan ber-kobar-kobar seperti sekarang ya ini adalah berkat sukses-sukses kita dalam melaksanakan diberikan oleh Kongres Nasional ke-V. Pendeknya, pun tidak melupakan kesukaran-kesukaran dan kesulitan-kesulitan yang alami, haridepan Rakyat Indonesia sudahlah pasti, L,yang merdeka penuh dan demokratis,
memberikan sambutan terhadap Laporan Kaah.saya dihadapan Sidang Kongres iang berse-
421
nga Ii poniangan melayan bai sites tak bore Dak aman PPn ba terelah. dahulu Ka Had Ppnenn Mbid Ae Ka da Pe tdalamdnya terutama kepada Comite ee pena n Peta juangan melawan kaum pemberontak ra-re 1 tag Pam Kanya GD yang ah membina Kami baru Dag #Merlengafp: era nasicnatiya sangat kami rasakan.
I. Tingkat-tingkat perjuangan dan sikap-sikap Partai
ata k -revolusioner y melawan kaum pemberontak kontra-re i Dean teng PRRI» adalah perjuangan TAANaN Sasiano - i ili wan separatf, melawan diktatur militer lokal, mela Kelana banya, kaum kontra-revolusioner dalamnegeri yang berus: ik i h sentral dan melawan sul merebut kembali kekuasaan Pemerintal Aa San versi kaum imperialis yang dikepalai ole La karena itu ia sekaligus adalah perjuangan unt &: untk, blik Indonesia, untuk mempe San meme pa Hg disokong oleh Rakyat dan hankan Pemerintah yang maju yang di ga PS akapaa rtahankan kemerdekaan nasional. Pada p y T aa D3 dngan dibagi dalam 5 periode sebagai yang akan saya uraikan dibawah ini.
1. Periode Kemenangan Kontra-revolusi Dan Persiapan? Aksi Massa
(20 Desember 1956 — 21 Agustus 1957)
ria i ini di i ebutan
i diketahui periode ini dimulai dengan peri an aa yang ditamakan »Dewan Banteng ata Pee rintahan Provinsi Sumatera Konga pads Ba Desmba 1956, yang kemudian disusul oleh peristiwa p nasi Singa Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara. 1 e Pan an telah dimungkinkan oleh beberapa faktor, diantaranya - yalah bahwa perimbangan kekuatan di Sumatera Tengah ketika
422
itu masih sangat menguntungkan kekuatan partai-partai kepala batu Masyumi-PSI, bahwa kedudukan-kedudukan penting dalam pemerintahan banyak dikuasai oleh orang-orang reaksioner, koruptor-koruptor serta elemen? - fasis dan bahwa kaum pemberontak jauh sebelumnya telah mendapat jaminan bantuan senjata dari fihak SEATO yang dikepalai oleh Amerika Serikat itu. Seandainya jaminan bantuan senjata dari fihak kaum imperialis itu tidak ada, se-tidak2nya mereka harus ber-pikir-pikir dulu beberapa kali untuk melakukan perebutan kekuasaan itu.
Berdasarkan pengalaman ini saya merasa perlu untuk menggarisbawahi kesimpulan Laporan Kawan Aidit bahwa untuk mengalahkan bahaya fasisme dan mempertahankan demokrasi adalah perlu sekali mendemokrasikan dan mercorganisasi' alat-alat negara, me-
» mecat dari jabatan-jabatan sivil dan militer pengkhianat-pengkhianat bangsa, penggelap-penggelap dan koruptor-koruptor dan supaya orang-orang ini dihukum, dan bersamaan dengan itu mengisi jabatan-jabatan tersebut dengan grang-grang yang bersedia mengabdikan diri kepada kepentingan Rakyat.
Kawan-kawan,
Dari kenyataan bahwa kekuatan kepalabatu masih sangat besar seperti saya katakan tadi, maka dapatlah difahami mengapa dalam bulan-bulan pertama dari kekuasaannya, kaum pemberontak dengan mempergunakan semboyan?,,pembangunan daerah” berhasil menarik massa kefihaknya. Bersamaan dengan itu mereka melancarkan propaganda anti-Pusat, anti-Sukarno dan anti-Komunis yang tidak kepalang tanggung dan menyebarkan ancaman-ancaman dan intimidasi-intimidasi bahwa akan diambil tindakan keras terhadap siapa saja yang menentang mereka. Menghadapi kenyataan ini kekuatan tengah menjadi bimbang dan goncang. Malahan sebagian tokoh-tokoh mereka menyeberang kefihak pemberontak dan turut terang2an menghantam Pemerintah Pusat dan menyerang Partai, sedang sebagian lainnya tinggal pasif. Ya, memang tidak mudah untuk tetap mengibarkan panji-panji revolusioner dalam saat-saat mengamuknya kontra-revolusi, dalam periode kontra-revolusioner.
Dalam keadaan demikian itu dapatlah kawan-kawan bayangkan betapa beratnya dan sukarnya situasi yang dihadapi oleh Partai kita. Partai boleh dikatakan terisolasi samasekali dan oleh karena itu terpaksa bekerja dibawahtanah dan terpaksa memikul sendirian tugas melawan kaum pemberontak. Tetapi Partai Komunis mana didunia ini yang tunduk kepada kesukaran-kesukaran dan kesulitan??
Soal yang sangat mendesak yalah bahwa semboyan-semboyan kaum fasis harus ditelanjangi dan aksi-aksi massa harus dimulai. Ini dimulai dengan dikeluarkannya Statement Comite Provinsi pada tanggal 2 Januari 1957 yang melontarkan semboyan,,Gulingkan Diktatur
423
Militer-fasis Dewan Banteng”,,,Pulihkan Hubungan Antara Daerah Dan Pusat”,,,Kembalikan Pemerintahan Sivil Dibawah Gubernur”,.Bentuk DPRDP Provinsi” dll.
Sekarang dua macam semboyan berdiri sejajar, yang satu semboyan kaum pemberontak, yang lain semboyan kaum republiken dan patriot, yang satu kontra-revolusioner, yang lain revolusioner.
Rakyat Sumatera Barat dihadapkan kepada keadaan, dimana mereka harus memilih salahsatu diantara keduanya. -
Untuk lebih membulatkan pendirian didalam Partai bahwa -adalah perlu sekali melawan fasisme dan membela demokrasi, Comite Provinsi segera mengorganisasi Konferensi-konferensi Partai, diantaranya yalah Konferensi Padang yang diadakan pada pertengahan Januari 1957 dan Konferensi Kota Lawas-Bulaan Gadang yang diadakan pada tanggal 11-14 Februari 1957.
Konferensi-konferensi ini mempunyai arti yang penting sekali dalam me- "
lahirkan aksi-aksi dan gerakan massa yang makin lama makin meluas. | Diantaranya”yang penting yalah: aksi penyebaran suratselebaran?
yang terus-menerus, gerakan pengiriman delegasi?, gerakan melawan berita-berita bohong fihak pemberontak, gerakan sistim,,tiga-tiga”:
gerakan,,kartu-pos”: gerakan mendirikan perkumpulan?,,nonpolitik”, aksi-aksi sosial ekonomi yang bersifat politik aksi serentak menaikkan papannama? Partai dan organisasi-organisasi massa: rapat-rapat umum didalam hutan dll. Apakah arti aksi-aksi dan gerakan-gerakan ini? Artt daripada aksi-aksi dan gerakan-gerakan ini yalah bahwa ia telah menelanjangi kepalsuan politik dan semboyan-semboyan kaum pemberontak dan bahwa ia telah merupakan persiapan penting untuk aksi-aksi yang lebih tinggi selanjutnya. Tanpa aksi-aksi dan gerakan-gerakan ini tidaklah mungkin untuk mengorganisasi demonstrasi-demonstrasi dan perjuangan bersenjata Rakyat dalam periode-periode berikutnya.
'Aksi-aksi dan gerakan-gerakan ini lebih didorong lagi oleh adanya kesimpulan-kesimpulan Rapat Pleno Merapi yang dilangsungkan pada tanggal 8-12 Maret 1957 dan Konferensi Singgalang pada pertengahan Mei 1957, yang memeriksa pelaksanaan putusan? Konferensi-konferensi dan Rapat?
Pleno sebelumnya. Konferensi Singgalang juga merumuskan sebuah memorandum kepada Penguasa Militer Sumatera Tengah dan Pemerintah Pusat. Memorandum ini yang meminat tuntutan-tuntutan yang paling mendesak dari Rakyat Sumatera Barat juga dimaksudkan ketika itu sebagai program aksi bagi Rakyat agar dengan demikian aksi-aksi massa lebih bisa didorong lagi.
Kawan-kawan,
Disebabkan makin meluasnya aksi-aksi massa dan disebabkan pula kontradiksi-kontradiksi yang terdapat diantara pendukung?nya satusamalain:
kejayaan,,Dewan Banteng” tidaklah berlangsung lama. Kongres
424
Adat se-Sumatera dan Kongres Alim Ulama se-!
bulan Maret 1957 di Bukit Tinggi yang abaya Pe pemberontak untuk kepentingan-kepentingan pemberontakan mereka dengan sokongan penuh kaum reaksioner dalamnegeri tidak mencapai hasil sebagaimana yang mereka harapkan dan berakhir dengan perpecahan. Beberapa putusan Kongres, yaitu putusan-putusan yang menolak Konsepsi Presiden, yang menuntut pembentukan zaken-kabinet dibawah pimpinan Hatta dan yang mendukung pemberontakan Sumatera hanya dapat dipaksakan setelah sebagian peserta Kongres meninggalkan sidang, sedangkan usul mengenai pembentukan negara federasi ditolak oleh Kongres. Kegagalan ke-dua-dua Kongres ini adalah kemenangan politik yang pertama dari Rakyat Sumatera Barat.
2. Periode Aksi Massa Terbuka (21 Agustus 1957 — 15 Februari 1958)
Kawan-kawan,
Periode ini ditandai oleh kebangkitan gerakan demokrati ngan. terjadinya demonstrasi Rakyat Bukie Tinggi Baik.
21 Agustus 1957, yang disusul oleh demonstrasi Rakyat Lubuk Basung dan Payakumbuh serta aksi-aksi Rakyat lainnya disekitar Ulan Tahun RI ke-12 dibawah semboyan?,,Bubarkan Dewan Banteneri »Pulihkan Hubungan Yang Normal Antara Daerah dan Pusat” dan »Bebaskan Semua Tahanan Politik”. Juga dikalangan kaum buruh dan pegawai mulai timbul aksi-aksi, misalnya aksi kaum buruh untuk menurunkan produk di-perusahaan-perusahaan pemerintah dan gerakan malas” dikalangan pegawai negeri i i2 kekuasaan kan AA PN TN
Tak perlu diterangkan lagi bahwa demonstrasi-demonstrasi dan aksi-aksi ini mempunyai arti yang penting sekali dalam mengubah dan mendorang maju situasi. Ia adalah hasil daripada pekerjaan yang tak kenal kepentingan diri sendiri dari Partai kita yang tidak henti2nya membangkitkan kesadaran Rakyat bahwa adalah "perlu sekali aa lawan fasisme, meskipun dalam keadaan-keadaan yang sukar dan sulit Meletusnya demonstrasi? Rakyat ini justru pada saat Musyawarah Nasional (Munas) akan dilangsungkan telah memperkuat kedudukan Pemerintah Juanda dalam menghadapi kaum pemberontak Sebagaimana diketahui Munas yang dilangsungkan pada tanggal 10-16 September 1957 itu adalah untuk menormalisasi keadaan peaai dengan progran Kabinet Juanda.
erhubung dengan perkembangan-perkembangan baru ini, Kawan Aidi:
Laporannya kepada Sidang Pleno ke-VI CC' Ba ae
425
lain sbb.: ». bukanlah rahasia, bahwa kekuasaan komplotan Ahma makin hari makin keras mendapat tentangan dari massa Rakyat dalam bentuk perlawanan tertutup dan terbuka, dalam bentuk sabotase-sabotase dan demonstrasi? Diberbagai tempat di Sumatera Barat telah diadakan demonstrasi-demonstrasi menentang kekuasaan Dewan Banteng dari klik Ahmad Husein. Adalah sangat mengharukan bahwa demonstrasi-demonstrasi massa ini diikuti oleh banyak wanita, dan disementara tempat malahan dipelopori oleh wanita? Para wanita yang gagah berani ini kemudian ditangkapi oleh kempetai?
|Ahmad Husein. Keteguhan hati dan keberanian wanita? Minangkabau ini telah menjadikan mereka teladan bagi wanita Indonesia dan bagi Rakyat Indonesia umumnya, bagaimana seharusnya bersikap, bertindak dan berlawan terhadap kekuasaan fasis”. Demikian Kawan Aidit.
Kawan?,
Perkembangan-perkembangan baru sebagai disebutkan diatas sudah barang tentu menghadapkan Partai kita kepada tugas-tugas yang baru pula.
Kemenangan? Rakyat yang sudah dicapai itu haruslah dikonsolidasi agar dengan demikian tersedialah syarat-syarat yang lebih baik untuk mengadakan aksi-aksi yang lebih tinggi sifatnya. Tugas-tugas ini diselesaikan diluar daerah pada awal September 1957. Dalam resolusinya mengenai situasi ketika itu Sidang merumuskan antara lain sbb.:
Demonstrasi? Rakyat di Bukit Tinggi, Lubuk Basung dan Payatumbuh baru-baru ini dan aksi? Rakyat lainnya disekitar Ulang Tahun ke-12 RI yang lalu adalah merupakan titik balik dalam situasi di Sumatera Barat. Jika sebelumnya kaum kontra-revolusioner terus-menerus berada dalam kedudukan memegang inisiatif dan melakukan ofensi, maka dengan peristiwa ini kekuatan progresif dan demokratis mulai berpindah kekedudukan memegan inisiatif dan melakukan serangan?nya yang pertama terhadap AS kontra-revolusioner”.
Berdasarkan analisa ini Sidang” merumuskan tugas-tugas baru dilapangan politik, organisasi dan ideologi. Dengan berpedoman kepada putusan-putusan Sidang Pleno ke-V CC, dilapangan politik Sidang mengambil resolusi untuk memimpin perkembangan situasi daerah Yapin lanjut dengan penekanan pada aksi-aksi sosial ekonomi untuk lebih mengeratkan hubungan Partai dengan massa Rakyat disamping meneruskan aksi-aksi politik. Dilapangan organisasi Sidang mendiskusikan pelaksanaan Plan Tiga Tahun Pertama mengenai Organisasi dan Pendidikan dengan penekanan pada keharusan tetap dilaksanakannya prinsip sentralisme-demokratis dan pimpinan kolektif didalam Partai serta penyelesaian penggrupan anggota dan calon-anggota. Dilapangan ideologi Sidang memutuskan untuk mem-
426,
perhebat perjuangan melawan menyerahisme. Putusan? Si
ana Septeuber ini mempunyai arti Haag Yuarbiasa Ba ena Pi yai lam memimpin situasi
Bakar daan, Peran 4 asi dan dalam melaksanakan tugas?
Kawan-kawan,
Untuk menjelaskan perkembangan-perkembangan baru yan, jadi di Sumatera Barat pada akhir tahun 2057 dan Tah Samba merasa perlu untuk sedikit menyinggung perkembangan situasi secara nasional sesudah Munas. Sebagai diketahui perkembangan situasi secara nasional sejak Munas benar-benar tidak menguntungkan fihak reaksi. Munas yang tadinya mereka harapkan dapat dijadikan gelanggang untuk menghantam Presiden Sukarno, Kabinet Juanda dan PKI, berakhir dengan kegagalan total difihak mereka.
Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap) juga berakhir dengan kekecewaan kaum reaksi berhubung ditolaknya konsep:
politik dan ekonomi mereka yang reaksioner. Dalam pada itu.
gelombang gerakan revolusioner untuk membebaskan Irian Barat memuncak dengan dilakukannya pengoperan-pengoperan perusahaan? Belanda oleh kaum buruh, tentara dan Pemerintah, yang ditentang oleh kaum reaksi. Di-tengah-tengah kesibukan ini terjadilah pula percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno yang terkenal sebagai,,teror Cikini” itu. Takut akan ditangkap maka tokoh-tokoh Masyumi Moh. Natsir, Burhanuddin- Harahap, Syafruddin Prawira Negara dil. melarikan diri ke Sumatera Barat menyusul Dr. Sumitro dari PSI. Semuanya ini menyebabkan semakin terbukanya mata Rakyat akan maksud-maksud jahat kaum reaksi, Dalam hubungan ini Kawan Aidit dalam Laporannya kepada Sidang Pleno ke-VI CC mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa ini,,prestise kaum reaksioner menjadi sangat merosot. Sebaliknya prestise Presiden Sukarno dan semua kaum revolusioner dan demokrat, prestise Pemerintah dan pimpinan Angkatan Perang, prestise partai-partai revolusioner dan demokratis, menaik tinggi”. Demikian Kawan Aidit.
. Bagaimana pengaruh peristiwa-peristiwa ini di Sumatera Barat? Peristiwa-peristiwa ini juga mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap:
Rakyat dan Angkatan Perang yang berada di Sumatera Barat, Mereka menjadi lebih menyedari apa yang tersirat dibelakang sem:
boyan-boyan,,pembangunan daerah” dan,,anti-Pusat” dari kaum pem:
berontak. Mata Rakyat menjadi makin terbuka lagi setelah terbukanya rahasia komplotan Sungai Dareh yang khianat itu. Sebagaimana diketahui rapat rahasia tersebut yang dihadiri antara lain oleh Z. Lubis, M. Simbolon, Dahlan Jambek, Achmad Husein, Moh. Natsir (Masyumi), Sumitro Joyohadikusumo (PSI) all, telah menelorkan putusan untuk membentuk,,Pemerintah Pusat
427
publik Indonesia” yang baru, yang kemudian ternyata berwujud pa yang mereka namakan,,PRRI”.
Semakin merosotnya prestise kaum reaksi dan bersamaan dengan itu meningkatnya kesadaran Rakyat dan alat-alat Negara yang patriotik 'telah memungkinkan timbulnya perkembangan-perkembangan baru lagi pada akhir tahun 1957. Dalam bulan November 1957 terjadilah untuk 'kedua kalinya aksi-aksi Rakyat yang diberbagai tempat hanya dapat “digagalkan oleh,,Dewan Banteng” dengan pengerahan kekuatan 'bersenjata yang luarbiasa dan dengan penangkapan-penangkapan massal. Dalam bulan Desember 1958 dalam Angkatan Perang bekas KDMST bcrkembang gerakan Saptamarga yang dipelopori oleh perwira-perwira dan bintara-bintara yang patriotik untuk menjatuhkan kekuasaan klik Achmad Husein dan dengan demikian memulihkan hubungan normal antara Daerah dan Pusat. Dalam pada itu pertentangan-pertentangan antara tokoh?
dan pendukung? Dewan Banteng” semakin menghebat. Juga “tokoh-tokoh kekuatan tengah nampak merubah sikap mereka. Beberapa idiantara mereka mulai mendengarkan suara yang menentang. Meskipun ancaman-ancaman penangkapan semakin deras diperdengarkan oleh penguasa-penguasa,,Dewan Banteng”, ketika itu banyak sekali diadakan per- 'temuan-temuan dan rapat-rapat rahasia diantara tokoh-tokoh partai yang melawan kaum pemberontak. Ini berarti bertambah luas dan kuatnya front -anti-fasis.
Berhubung dengan perkembangan-perkembangan baru ini, pada tanggal 14 Januari 1958 Comite Provinsi mengeluarkan sebuah Statement, dimana antara lain dikatakan sbb.:,,Pada hari-hari yang paling akhir.dan pada hari-hari ini tengah berlangsung erkembangan-erkembangan yang menunjukkan kemajuan yang penting. T'yiri-yiri yang khas daripada perkembangan-perkembangan ini yalah (1) bahwa, kecuali golongan-golongan dan orang?
yang paling berkepala batu, kalangan-kalangan yang luas daripada Rakyat menghendaki supaya keadaan yang serba kacau dibawah teror?Dewan Banteng diakhiri dan bahwa partai-partai dan orang-orang yang tadinya menentang secara sembunyi-sembunyi, sekarang memperdengarkan suaranya dan mulai mengadakan perlawanan secara terbuka, (2) bahwa unsur-unsur patriotik didalam Angkatan Perang sekarang juga tampil kedepan untuk ber-sama? Rakyat turut menyelamatkan Republik: Indonesia dari pengacauan kaum separatis: dan (3) bahwa bersamaan dengan bertambah luasnya perlawanan Rakyat dan turut 'ambilbagiannya Angkatan Perang dalam perlawanan ini, maka 'juga Pemerintah Pusat telah menunjukkan tindakan-tindakan yang lebih tegas dan lebih berani untuk tidak membiarkan keadaan sekarang 'ber-larut-larut lebih lama lagi”.
Situasi baru ini”, demikian Statement tersebut melanjutkan, »dengan jelas menunjukkan bahwa keadaan sekarang sudah lebih
428
matang untuk mengakhiri rezim militer-fasis "Dewan Banteng yang sudah lebih setahun memperbudak Rakyat Sumatera Tengah. Tak perlu diterangkan lagi bahwa situasi baru ini menuntut dari setiap Komunis, dari setiap patriot dan setiap demokrat lebih banyak keberanian, lebih banyak pengabdian, lebih banyak curahan fikiran dan tenaga, lebih banyak kecakapan dan ketangkasan serta kewaspadaan dan dayajuang yang lebih tinggi. Tetaplah dipos masing-masing dan tunaikanlah kewajiban dengan kesedaran nasional yang se-dalam?- nya. Seorangpun tidak boleh absen dalam perjuangan ini. Kepada Rakyat, terutama kepada kaum buruh dan kaum tani, PKI menyerukan supaya terus-menerus merapatkan dan memperkuat barisannya. Himpunlah kekuatan dan bersiaplah untuk perjuangan-perjuangan yang lebih sengit. Dorong majulah keadaan sekarang dengan aksi-aksi yang lebih luas dan jagalah supaya jangan kena provokasi. Istimewa kepada Angkatan Perang Republik Indonesia, PKI menyerukan supaya meneruskan darma-baktinya untuk menyelamatkan Republik Indonesia dari bahaya petualangan-petualangan kaum reaksi”. Demikian Statement tersebut yang menjelaskan tugas-tugas yang sangat mendesak ketika itu.
Jadi pada pokoknya seluruh aktivitet Partai ketika itu dicurahkan untuk menggerakkan massa Rakyat menyokong gerakan Saptamarga yang bermaksud menggulingkan kekuasaan,,Dewan Banteng” dan memulihkan hubungan yang normal antara Daerah dan Pusat. Tetapi gerakan-gerakan dan aksi-aksi ini belum berhasil mencapai tujuannya berhubung beberapa kelemahan dalam organisasi dan kekurangan pengalaman revolusioner. Kelemahan dalam organisasi menyebabkan kurangnya kemampuan dalam menampung perkembangan situasi yang sangat cepat. Selain daripada itu keadaan lebih dipersukar lagi oleh sangat sempitnya ruang bergerak berhubung:
semakin mengamuknya teror kontra-revolusi. Namun demikian ia merupakan pengalaman penting bagi proletariat dan Rakyat Sumaera Barat.
3. Periode Perjuangan Rakyat Bersenjata (15 Februari 1958 — 17 April 1958)
Kawan-kawan,
Periode ini dimulai dengan diproklamasikannya,,Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia” (,,PRRI”) oleh apa yang dinamakan,,Dewan Perjuangan”. Proklamasi ini didahului ultimatum yang keras dari Achmad Husein, ketika itu sebagai “ketua sDewan Perjuangan”, kepada Pemerintah Pusat. Ini berarti bahwa
429
kaum pemberontak dengan proklamasi ini berpindah dari pemberontakan yang tidak terang?an kepada pemberontakan yang terangterangan.
Tetapi situasi yang sudah berubah, baik secara nasional mau- -pun didaerah Sumatera Barat sendiri, telah memungkinkan Pemerintah untuk mengambil tindakan-tindakan yang tegas terhadap kaum pemberontak. Tindakan-tindakan tegas tersebut adalah berupa pemecatan terhadap Achmad Husein, Z. Lubis, M. Simbolon dan Dahlan Jambek dari semua jabatannya dalam Angkatan Perang, pembekuan KDMST dan perintah supaya masing-masing Batalyon dalam slagorde KDMST berhubungan langsung dengan KSAD, perintah penangkapan terhadap orang-orang yang menamakan dirinya,,menteri PRRI”
dan kemudian pengerahan APRI untuk membasmi kaum pemberontak.
Tak perlu diterangkan lagi bahwa situasi baru ini menghadapkan Partai kepada tugas-tugas yang lebih berat lagi. Dengan menarik pelajaran dari kegagalan aksi-aksi Desember dan Januari, Partai berpendapat bahwa perimbangan kekuatan belumlah memungkinkan untuk dengan kekuatan front anti-fasis yang ada menggulingkan kekuasaan kaum pemberontak seluruhnya dan membebaskan daerah Sumatera Barat dari kekuasaan mereka. Oleh karena itu Partai memusatkan perhatiannya kepada usaha-usaha mengorganisasi aksi-aksi massa dan perlawanan bersenjata dan dimana mungkin membebaskan kota-kota dan kabupaten-kabupaten, dimana kekuatan pemberontak relatif lemah, sebagai bantuan penting bagi pasukan? Pemerintah yang akan mendarat. Sikap Partai ini dirumuskan ketika itu dalam Mimbar Partai No. 1/58.
Dalam menyimpulkan situasi, dalam Mimbar Partai tersebut dikatakan antara lain sbb.:,,Putusan Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pemberontak adalah peristiwa yang sangat penting.
Dengan ini Pemerintah secara resmi telah menghukum mereka sebagai pemberontak. Berdasarkan pengalaman?nya sendiri -Pemerintah sudah sampai kepada kesimpulan bahwa kaum pemberontak memang tidak bisa diajak berunding dan bahwa tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali jalan kekerasan. Ini berarti bahwa Pemerintah kalau perlu akan mengerahkan segenap kekuatannya untuk menggulung mereka. Jadi jelaslah bahwa dengan adanya putusan Pemerintah ini, kita telah memasuki tingkatan baru dalam perjuangan melawan kaum pemberontak, dimana nasib mereka telah ditentukan dan dimana kemenangan Republik telah dipastikan”.
Gnsbad agen aksi-aksi perlawanan”, demikian Mimbar Partai tersebut 'selanjutnya, »tidak hanya harus diluaskan, tetapi juga harus
21430
ditingkatkan. Dewasa ini dimana saja mungkin matarantai-matarantai kekuasaan kaum pemberontak harus diputuskan dan disitu dipulihkan kembali kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia yang sah. Didaerah-didaerah dimana hal ini belum, mungkin maka disana kaum pemberontak harus dihantam se-hebat?nya dimana saja dan kapan saja.
Gudang-gudang senjata dan gudang-gudang makanan mereka harus diledakkan.
Radio mereka yang setiap hari menyiarkan berita-berita bohong dan tidak henti?nya menghasut Rakyat supaya mau melawan Pemerintah harus dihancurkan. Jembatan-jembatan dan jalan-jalan yang diperlukan untuk getakan-getakan militer kaum pemberontak harus diputuskan. Demikian juga kawat-kawat tilpun dan alat-alat perhubungan lainnya. Gerakan-gerakan militer mereka harus dihalang-halangi dan senjata-senjata mereka harus direbut. Usaha-usaha sabotase dan bumihangus oleh kaum pemberontak harus digagalkan. Baik Rakyat maupun kesatuan-kesatuan tentara yang masih setia kepada Pemerintah harus berusaha untuk menangkap temimpin-temimpin pemberontak. Jangan biarkan mereka meloloskan diri keluarnegeri. Disamping itu pasukan-pasukan yang melarikan diri dari kaum pemberontak harus diberi perlindungan dan bantuan secukupnya oleh Rakyat. Pendeknya kita harus lakukan apa saja yang merugikan dan melemahkan kaum pemberontak dan menguntungkan Pemerintah. Jangan biarkan mereka sekejappun tinggal diam dan ganggulah mereka terus-menerus sehingga mereka menjadi panik. Musuh yang telah jatuh panik pasti tidak akan mampu lagi berbuat apa?. Singkatnya, kaum pemberontak harus dibikin lumpuh baik dilapangan militer maupun dilapangan politik dan ekonomi”. Demikian Mimbar Partai tersebut.
Jadi jelaslah bahwa politik Partai yang pokok dalam periode ini sebagai dikatakan diatas yalah mendorong dimulainya dan dikembangkannya perlawanan bersenjata dan dimana mungkin membebaskan kota-kota dan daerah-daerah dari kekuasaan kaum pemberontak serta memulihkan kekuasaan Pemerintah Republik yang sah ditempat-ditempat itu.
Dalam hal ini penting sekali arti pertemuan besar para pemuda dari hampir seluruh daerah yang dilangsungkan di Payobado (Kabupaten Padang-Pariaman) pada tanggal 1-6 Maret 1958 yang mengkongkritkan perlawanan bersenjata Rakyat dengan membentuk barisan-barisan gerilya Rakyat. Dengan cepat barisan-barisan gerilya Rakyat itu meluas dan di-mana-mana mereka mulai beraksi. Dibanyak tempat terjadi penyerangan-penyerangan mendadak terhadap pos-pos pemberontak dan pencegatan-pencegatan terhadap satuan-satuan pemberontak yang ter-pencar?2. Dibeberapa kota, misalnya di Padang Panjang, Sicincin, Pariaman dan Padang terjadi penggeranatan-penggeranatan. Untuk menghalang-halangi gerakan militer pemberontak, mereka mengorganisasi gerakan pe-
431
An ae ara anna
mutusan kawat-kawat tilpun, merusak jalan-jalan dan menebang batangkayu-batangkayu dipinggir jalan. Adalah sangat mengharukan bahwa barisan?
gerilya ini yang mulai dengan senjata-senjata sederhana bikinan sendiri ber-angsur-angsur menjadi 'barisan-barisan yang persenjataannya makin baik sebagai hasil dari pencegatan-pencegatan dan perampasan-perampasan yang mereka lakukan terhadap satuan-satuan pemberontak. Dalam pada itu di Pasaman terjadi pemberontakan Batalyon Imam Bonjol. Tetapi karena menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar berhubung berkumpulnya kekuatan pemberontak kedaerah tersebut Batalyon ini terpaksa menyingkir ke-hutan-hutan dan kemudian setelah APRI mendarat
menggabungkan diri dengan APRI. Selain daripada itu juga.
satuan-satuan militer dan satuan-satuan polisi serta Mobrig yang setia kepada Pemerintah mengadakan perlawanan-perlawanan dan melepaskan diri dari kaum pemberontak.
Bersamaan dengan timbulnya aksi-aksi bersenjata ini kaum pemberontak juga dibikin kalang-kabut oleh demonstrasi-demonstrasi Rakyat dibeberapa tempat. Diantaranya yalah: demonstrasi raksasa 20.000 Rakyat VII Koto (Kabupaten Padang-Pariaman), demonstrasi?
| Rakyat Sicincin (Kabupaten Padang-Pariaman) dan Talawi (Kabupaten Sawah Lunto) pada akhir Februari dan awal Maret 1953.
Tak dapat disangkal bahwa semua aksi-aksi dan perlawanan-perlawanan bersenjata Rakyat ini merupakan bantuan yang sangat penting bagi pendaratan dan gerakan pasukan? Pemerintah yang mulai mendarat di Padang pada tanggal 17 April 1958.
4. Periode Pembebasan Dan Pematahan Kekuatan Pokok Pemberontak
(17 April 1958 — 17 September 1958)
Kawan-kawan,
Periode ini dimulai dengan direbut dan didudukinya Kota Padang oleh APRI pada tanggal 17 April 1958. Sementara itu aksi-aksi Rakyat yang semakin hebat di-daerah-daerah, dibeberapa tempat meletus menjadi pemberontakan militer dan Rakyat, sehingga berhasil membebaskan daerah-daerah tersebut sebelum kedatangan APRI. Dalam hubungan ini perlu disebut pembebasan Kabupaten Sawah Lunto oleh suatu pemberontakan militer dan kaum buruh Tambang yang disokong oleh Rakyat pada tanggal 22 April 1958, pembebasan Kabupaten Padang-Pariaman oleh barisan gerilya Rakyat pada tanggal 23 April 1958 dan pembebasan Kecamatan Tarusan oleh kekuatan militer dan Rakyat pada tanggal 24 April 1958. Sebagai dikatakan diatas aksi-aksi Rakyat dan pemberontakan-pemberontakan ini merupakan
432
bantuan yang sangat penting bagi kelancaran dan gerakan pasukan?
APRI selanjutnya. Dengan ini terbuktilah didalam praktek kebenaran garis,,dwitunggal Rakyat dan Tentara”, yaitu garis,,Rakyat bantu Tentara dan Tentara bantu Rakyat” atau,,Salingbantuy Rakyat dan Tentara”.
Gerakan APRI selanjutnya berjalan dengan lancar sekali.
Keunggulan bertempur, ketinggian dayatempur dan ketepatan taktik APRI dibawah pimpinan Kolonel Achmad Yani telah membikin musuh kucar-kacir dan tidak berdaya samasekali, sehingga dalam waktu singkat sebagian besar kota-kota penting telah dapat dibebaskan.
Kemudian gerakan operasi besar?an yang dilancarkan selama pertengahan bulan September telah lehih menghancurkan tempat?
konsentrasi yang penting dari pemberontak dan telah dapat membebaskan Kabupaten? Pesisir Selatan dan Kerinci yang terkenal sebagai daerah beras. Yang belakangan ini dibebaskan pada tanggal 17 September 1958.
Dengan dibebaskannya sebagian besar kota-kota penting dengan daerah-daerah sekitarnya, terutama kota-kota Padang dan Bukittinggi yang sebelumnya merupakan pusat pemerintahan pemberontak dan landasan politik mereka dalam hubungan-hubungan internasional, dan dengan terdesaknya pemberontak ke-hutan-hutan, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kekuatan bersenjata pemberontak pada pokoknya telah dapat dipatahkan dan bahwa dengan demikian kita memasuki taraf baru, yaitu taraf perang anti-gerilya.
Dalam keadaan dimana barisan mereka telah menjadi berantakan samasekali dan kehancuran mereka tak dapat dihindarkan lagi, kaum pemberontak menjadi lebih kalap dan tidak segan?
untuk bertindak nekad dengan melakukan pembunuhan-pembunuhan massal terhadap para tawanan. Demikianlah mereka telah membunuh 137 orang tawanan di Situjuh pada tanggal 23 Mei 1958, di Suliki 179 orang pada tanggal 27 Mei 1958 dan di Atar 54 orang pada tanggal 5 Agustus 1958. Selain daripada itu masih ada pembunuhan-pembunuhan massal di-tempat-tempat lain yang belum diketahui sampai kini jumlahnya yang pasti. Sebagian besar dari mereka itu adalah anggota?
dan kader-kader Komunis. Tulang belulang mereka adalah saksi: dari kesetiaan mereka kepada tanahair dan Komunisme.
Kawan,
Dengan telah dibebaskannya sebagian daerah, maka sekarang terdapatlah dua macam daerah, yaitu daerah-daerah yang sudah dibebaskan dan daerah-daerah yang belum dibebaskan. Dengan sendirinya Rakyat dan Partai didua daerah tersebut mempunyai tugas yang berbeda pula. Tugas-tugas ini dirumuskan dalam Seruan Comite Provinsi pada tanggal 30 April 1958.
433
MA YP
»Berhubung dengan itu (dua macam daerah — NS)”, demikian Seruan tersebut,,,PKI menyerukan kepada Rakyat, kepada | Angkatan Perang dan alat? Negara lainnya yang kini masih dikuasai oleh kaum pemberontak supaya akan lebih mengobarkan perlawanan dan pemberontakan terhadap mereka. Dimana mungkin gulingkanlah kekuasaan mereka dan dirikanlah disitu kekuasaan Republik yang sah sebagai yang dengan berhasil telah dilaksanakan oleh Rakyat Padang-Pariaman, Sawahlunto-Sijunjung dan Tarusan. Inilah cara yang se-tepat?nya untuk membantu Pasukan? Gabungan dalam
menunaikan tugas?nya. Kepada Rakyat di-daerah-daerah yang sudah dibebaskan, PKI menyerukan supaya dengan sekuat tenaga membaniu APRI dalam memulihkan keadaan yang normal disegala lapangan.
Diatas se-gala?nya Rakyat harus turut aktif memulihkan dan memelihara keamanan. Juga dalam menjaga jalan?, jembatan?
dan alat-alat perhubungan lainnya, Rakyat harus ambil bagian yang aktif supaya jangan sampai dirusak oleh sisa-sisa anasir pemberontak dan “harus tetap waspada terhadap kemungkinan aksi?
subot lainnya dari fihak mereka. Disamping itu berikanlah bantuan se-besar?nya dalam memulihkan kekuasaan sivil dan adakanlah penjelasan-penjelasan yang benar kepada Rakyat tentang keadaan sekarang.
Pendeknya daerah-daerah yang sudah dibebaskan harus segera mencapai stabilisasi dilapangan politik, ekonomi dan militer”.
Jadi jelaslah bahwa tugas pokok Rakyat dan Partai dalam periode ini yalah: di-daerah-daerah yang belum dibebaskan supaya mengobarkan perlawanan dan pemberontakan terhadap kaum pemberontak dan di-daerah-daerah yang sudah dibebaskan supaya membantu APRI dalam menormalisasi keadaan.
Bertolak dari pokok pendirian menormalisasi keadaan, maka didaerah-didaerah yang sudah dibebaskan barisan-barisan gerilya Rakyat segera dibubarkan dan dilebur kedalam OKR, hingga dengan demikian mendapat kedudukan setengah-resmi dibawah pimpinan APRI.
Tindakan ini tidak hanya penting untuk mentertibkan keadaan, tetapi juga sangat penting untuk mencegah fitnahan-fitnahan dari fihak elemen-elemen reaksioner. -
Juga Rakyat di-desa-desa dengan cepat bergerak mengorganisasi Pemerintahan negeri (desa) dengan memilih walinegeri-walinegeri baru untuk menggantikan walinegeri-walinegeri yang memihak pemberontak. Inisiatif Rakyat ini tidak hanya penting artinya dalam usaha menormalisasi keadaan Pemerintahan, tetapi juga penting dalam memulihkan keamanan dan pembangunan OKR.
Partai juga ambil bagian yang aktif dalam mendorong terbentuknya Pemerintahan-pemerintahan sementara (koordinator-koordinator pemerintahan sivil)
di-daerah-daerah yang sudah dibebaskan. Semuanya ini telah sangat me-
434
ringankan beban APRI dalam melaksanakan tugasnya. -
Dalam pengalaman yang pendek saja ternyata bahwa OKR-okr tidak hanya penting untuk tujuan operasi dan pembersihan, tetapi juga penting untuk menstabilkan keamanan dan kelancaran perekonomian Rakyat. Dengan terbentuknya OKR, yang dengan mengkordinasi dan dibawah pimpinan APRI turut dalam gerakan-gerakan operasi dan pembersihan, maka hasil-hasil yang dicapai adalah lebih baik.
Selain daripada itu adanya OKR juga sangat penting dalam usaha memberantas mata-mata musuh.
5. Periode Pembasmian Sisa-sisa Pemberontak Sampai Ke-akar2nya
(17 September 1958 — sampai sekarang)
Kawan?,
Sesudah kekuatan bersenjata pemberontak pada pokoknya telah dapat dipatahkan, maka tugas yang paling mendesak yalah membasmi sisa-sisa kaum pemberontak sampai ke-akar2nya, dan menormalisasi keadaan.
Soal yang paling pokok dalam hal ini yalah tetap adanya politik Pemerintah yang tegas dan soal mengikutsertakan Rakyat dalam arti yang se-luas2nya. Tanpa mengikutsertakan Rakyat, kita tak mungkinlah berbicara tentang penumpasan sisa-sisa kaum pemberontak sampai ke-akar2nya. Tetapi adalah tidak mudah bagi Partai untuk memenangkan prinsip ini. Sementara pejabat karena didorong oleh maksud-maksud untuk membendung perkembangan kekuatan progresif telah mengadakan pembatasan-pembatasan kegiatan politik, termasuk pembatasan bagi partai-partai dan golongan-golongan yang melawan kaum pemberontak. Tak perlu diterangkan lagi bahwa politik membendung kekuatan progresif ini telah sangat merugikan usaha membasmi kaum pemberontak dan menormalisasi keadaan.
Dalam hubungan ini penting sekali arti,,Program 10 Fasal”
dari Comite Provinsi yang disampaikan sebagai memorandum kepada Pemerintah dan Penguasa Perang Pusat dan Daerah pada tanggal 22 September 1959, yang mendapat sambutan baik dari massa Rakyat, partai-partai maupun dari pejabat-pejabat sivil dan militer, Program 10 fasal tersebut pada pokoknya menunjukkan bahwa diikutsertakannya dan dimobilisasinya Rakyat itu adalah syarat yang tidak dapat tidak dalam usaha membasmi pemberontak dan bahwa ini hanya mungkin dicapai dengan jalan memberikan kebebasan?
demokratis kepada Rakyat dan organisasi? Rakyat yang melawan pemberontak.
435
Berpedoman kepada Program 10 fasal, Partai kita adalah peserta aktif dalam Musyawarah Rakyat Sumatera Barat (MBRSB) yang sukses itu yang dimulai dengan pencetusan Manifes Persatuan tanggal 17 November 1958 yang ditandatangani oleh 33 partai, organi-
. sasi dan golongan fungsionil tingkat Provinsi. Berhasilnya MBRSB yang dilangsungkan tanggal 9-15 Februari 1959 yang mendapat sokongan penuh dari Komandan Operasi 17 Agustus Letkol Pra:
noto dan Gubetnur Kaharuddin glr. Dt. Rangkayo Besar berarti langkah penting dalam memenangkan prinsip mengikutsertakan Rakyat dalam usaha membasmi pemberontak dan dalam pekerjaan front persatuan.:: 4
'Tentang ini akan saya bicarakan lebih lanjut dalam bahagian
lain.
II. Sedikit tentang masalah ideologi dalam perjuangan melawan fasisme
Kawan?,
Masalah ideologi adalah masalah yang menentukan se-gala2nya dalam semua keadaan. Tetapi dalam perjuangan melawan fasisme masalah ideologi adalah masalah yang paling menonjol, masalah yang per-tama-tama harus mendapat perhatian Partai.
Perjuangan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner, sebagaimana halnya dengan perjuangan melawan fasisme pada umumnya, adalah perjuangan melawan musuh yang paling biadab.
Ia adalah perjuangan proletariat dan Rakyat pekerja melawan serangan-serangan kapital yang paling bengis. Ia adalah pertarungan yang sengit dimana fasisme telah bertekad untuk memusnahkan putera?
terbaik dari proletariat dan Rakyat pekerja. Darisini saja dapat dilihat bahwa perjuangan melawan kaum pemberontak kontrarevolusioner itu bukanlah perjuangan yang ringan.
Selain daripada itu berhubung kaum pemberontak untuk sementara dalam kedudukan yang lebih kuat dan berkuasa, maka adalah tidak bisa lain bahwa Partai harus bekerja dalam keadaan?
yang berat dan sukar, dalam keadaan senantiasa di-uber-uber dan dikejar. Didaerah seperti Sumatera Barat adalah tidak mudah bagi pejuang-pejuang revolusioner untuk menghindarkan diri dari penangkapan-penangkapan. Ini yalah karena keadaan alamnya dan masyarakatnya yang tidak menyediakan syarat-syarat yang cukup baik bagi pekerjaan-pekerjaan revo-
. Yusioner dalam keadaan-keadaan semacam itu. Di Sumatera Barat tidak ada kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang besar, dimana
orang-orang tidak begitu mudah ditangkap dan digerebek oleh alat-alat kekuasaan fasis. Kota?nya kecil-kecil dimana orang bisa dikenal disetiap:
sudut. Desa?nya juga tidak besar-besar dengan jumlah penduduk yang tipis. Disetiap desa terdapat massa partai-partai kepalabatu yang fanatik, - malahan dibanyak desa mereka merupakan mayoritet, yang setiap:
saat siap sedia untuk melaporkan setiap orang baru yang mereka curigai kepada alat-alat kekuasaan kaum fasis. Selain daripada itu karena berlakunya sistim matriakhat, di-desa-desa Sumatera Barat jarang sekali terdapat rumah-rumah dengan hanya satu keluarga, kebanyakan lebih dari satu atau banyak keluarga. Masing-masing keluarga itu pula memasuki atau menjadi pengikut dari partai-partai yang ber-beda-beda.
Oleh karena itu bagi seorang revolusioner tidaklah begitu mudah untuk mendapat tempat pertemuan atau tempat bersembunyi dari pengejaran-pengejaran kaum fasis. Menghadapi kenyataan ini, sudah sejak zaman kolonialisme Belanda dulu kaum Komunis mencari pemecahannya dalam mengkombinasikan faktor massa dan faktor alam untuk disatu fihak bisa menghindarkan diri dari penangkapan-penangkapan dan difihak lain bisa meneruskan pekerjaan-pekerjaan revolusioner,
Jadi jelaslah bahwa Partai kita selama perjuangan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner »Dewan Banteng-PRRI”
itu menghadapi kesukaran yang dobel. Dalam keadaan yang demikian itu orang hanya mungkin turut mengambil bagian yang aktif dalam perjuangan melawan fasisme, apabila ia sudah yakin benar bahwa jalan revolusioner yang ditempuhnya adalah jalan yang se-tepat2nya, apabila ia sudah siap sedia dalam fikirannya untuk bergelimang dengan kesukaran-kesukaran dan kesulitan-kesulitan dalam waktu yang lama. Pendeknya ia menuntut keteguhan yang tidak mungkin gon- - cang, keteguhan ideologi proletariat, ideologi Marxisme-Leninisme.
Itulah sebabnya mengapa masalah ideologi merupakan masalah yang paling menonjol dalam perjuangan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner.
Kawan-kawan,
Bagaimana pengalaman Partai kita di Sumatera Barat? Dalam keadaan demikian itu, dimana kontra-revolusioner mengamuk dan barisan klas buruh untuk sementara terdesak, timbulnya penyelewengan ideologi, terutama penyelewengan kanan, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Dalam kehidupan Partai kita penyelewengan kanan ini terkenal dengan nama menyerahisme.
Beberapa kader dan anggota Partai karena tidak tahan menghadapi kesukaran-kesukaran dan kesulitan-kesulitan menjadi goncang imannya dan lalu menjadi "pasif. Sebagaimana kita semua maklum, ketidakteguhan ini adalah pernyataan ketidakteguhan burjuis-kecil, jadi pernyataan ideologi burjuis-kecil yang menonjol pada saat-saat ujian itu.
437
Pengalaman gerakan klas buruh di-mana-mana juga menunjukkan
|hal-hal yang sama. Ada kalanya tergantung kepada pengala:
murnian ideologi Marxisme-Li 'bisa diatasi dan akhirnya bisa
tidak begitu berakibat merugikan Partai. Tetapi apabila yang terkena itu adalah pimpinan Partai sendiri ia berakibat sangat merugikan Partai. Di
man-man revolusioner yang telah dialaminya i i ini: y dimilikinya.
jat pendidikan Marxisme-Leninisme yang dimuli 5 ea dentikian asalkan dalam pimpinan Partai terjamin ke
luas dan ada kalanya tidak berarti,
eninisme, maka penyelewengan?2 itu dilikwidasi, sehingga ia tidak atau
i, maka sudah barang tentu isini kita lihat peranan yang
menentukan dari pendidikan Marxisme-Leninisme itu dalam menyapu bersih sisa-sisa ideologi non-
-proletariat didalam Partai dan dengan
i y ideoiemiki cilkan kemungkinan-kemungkinan penyelewengan dalam i agan peak Tebagai dikatakan oleh Kawan Liu Sau-ci bahwa
yang menentukan itu akhirny:
isme.
a adalah pendidikan Marxisme-Lenin-
Apa yang menjadi akar penyelewengan ideologi, penyakit menyerahisme, ini? Keterangannya yalah bahwa bagian terbesar dari
anggota Partai berasal dari
elemen-elemen burjuis-kecil dan bahwa
Sa ' Fang Bag Bt dapat pendidikan Marxisme-Leninisme yang b:
Heerangarkera Pelan revolusioner yang cukup banyak.
Kawan-kawan,
Tak perlu diterangkan lagi bahwa penyakit menyerahisme itu
merupakan perintang bagi pel.
ngembangkan perjuangan me
karena itulah perjuangan m
aksanaan politik Partai dalam melawan ktm pemberontak. Oleh clawan menyerahisme itu merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan melawan kaum pemberontak. Ia selalu merupakan bagian yang penting dalam konferensi-konferensi, rapat-rapat pleno dan rapat:
bitan-bitan Partai ketika itu.
Tentang akibat2nya dan
dalam brosur Menyingkap Tabir Dewan B:
2 Partai lainnya serta dalam pener-
2nya sudah pernah saya tulis ae boa Panen dan oleh karena
itu tak perlu dikemukakan lagi disini, Tetapi manah ada yang belum ituli: iranyi Yu dikemukakan disini. Pn
Pe an Ma Petampultan bahwa ketidakteguhan burjuiskecil itu, disamping faktor-faktor lain, juga telah memainkan peranan
negatif yang penting dalam kegag:
alan aksi-aksi Desember 1957 dan
iki yektif yang baik ketika y i 8. Dengan demikian keadaan obyektif yang bail aah Fan Higutakan se-maksimal2nya untuk se-tidak2nya memberikan pukulan-pukulan yang keras Kemudian dalam periode
memproklamasikan »PRRI
tegas, menyerahisme itu munt
438
terhadap kaum pemberontak.
ke-3, yani setelah kaum pemberontak dan setelah Pemerintah bertindak
jul lagi dalam bentuk yang baru, ya'ru
menungguisme. Sebagai saya katakan dibagian muka, politik Partai ketika itu yalah supaya mengorganisasi aksi-aksi massa dan perlawanan bersenjata dan dimana mungkin membebaskan kota-kota dan kabupaten-kabupaten sebagai bantuan penting bagi pasukan-pasukan Pemerintah yang akan mendarat. Tetapi ada kawan-kawan yang berpendapat bahwa dengan akan mendaratnya pasukan? Pemerintah, maka kita tak perlu lagi berbuat apa?. Partai mengadakan perlawanan yang tidak mengenal ampun terhadap fikiran-fikiran ini.
Didalam Mimbar Partai No. 1/58 antara lain ditulis sbb.:,,Pada bokoknya kawan-kawan yang dijangkiti penyakit ini hanya mau menunggu segala penyelesaian dari Pemerintah Pusat tanpa berbuat apa?
Alangkah terbaliknya effek sikap tegas Pemerintah itu pada waktu?
ini, yang seharusnya menimbulkan semangat yang semakin ber-kobar-kobar pada diri setiap Ipejuang dan apalagi pada diri setiap Komunis.
Karena bukankah dengan sikap tegas Pemerintah itu kehancuran kaum pemberontak hanya tinggal soal waktunya saja lagi dan kemenangan Republik sudah berada diambang pintu? Alangkah pula bertentangannya sikap kawan-kawan ini dengan semangat dan tuntutan massa yang dengan sikap Pemerintah itu menghendaki supaya kaum pemberontak digulung sekarang juga. Darisini juga menjadi jelas betapa kawan-kawan ini tidak mengetahui semangat dan tuntutan 'massa dan betapa mereka terlepas dari kehidupan massa.
Bukankah misalnya demonstrasi raksasa 20.000 Rakyat VII Koto yang gagah-berani dan demonstrasi-demonstrasi di-tempat-tempat lain pada awal
Maret yang lalu ladalah bukti tentang semangat dan kemauan
massa?”
Selanjutnya: 3,............ kalau kita dalami persoalannya, dipundak siapakah per-tama-tama terletak tanggungjawab untuk melaksanakan tugas 'ini (tugas menggulingkan pemberontak — NS)?
Adakah ia per-tama-tama tanggungjawab Pemerintah Pusat dan Pimpinan Angkatan Perang? Adakah ia per-tama-tama tanggungjawab pasukan-pasukan Pemerintah dipusat? Adakah ia per-tama-tama tanggungjawab Rakyat di-daerah-daerah lain? Samasekali tidak. Sesungguhnya kewajiban menggulung pemberontak ini per-tama-tama adalah kewajiban Rakyat Sumatera Barat sendiri, termasuk Angkatan Perangnya.
Mengapa? Justru karena komplotan pemberontak itu bersarang didaerah ini. Justru karena daerah inilah yang mereka jadikan basis kekuatan mereka. Dan justru pada kening putra? Minanglah sekarang tercoreng arang akibat perbuatan khianat pemberontak-pemberontak ini. Jadi misalnya tidak ada perlawanan samasekali dari Rakyat dan Angkatan Perang didaerah ini, maka hal itu akan berarti bahwa disini se-olah-olah tidak ada putra? Minang yang berdarah patriot dan se-olah-olah di Sumatera Barat ini tidak ada pembela? Prok-
439
Dan en reda
Kadin ceb sana)
lamasi 1945. Untuk berbicara sebagai seorang yang berasal dari
suku Minang, maka ini adalah 'aib yang se-besar?nya bagi kata, — Ini menunjukkan kurang mendalamnya kesadaran ber-Repubi 2 dan kesadaran 17 Agustus 1945. Sedangkan untuk seorang Sae - orang mau mengorbankan se-gala?nya, mengapa untuk Republi | dan tanahair yang kini terancam bahaya perpecahan dan Karun. tuhan akibat petualangan-petualangan beberapa gelintir manusia? Chianat, justru tidak? Lagi pula (hal ini sangat tidak sesuai dengan perjuangan
n pengorbanan Rakyat Sumatera Barat sendiri beserta Angkatan 'Perangnya dalam mempertahankan Proklamasi dan menegakkan
sad Komunis tidak ada 'aib yang sebesar ini, karena dimanakah Ba betankapa kedudukan pelopor dari Partai Komunis?” Demii itulis dalam Mimbar Partai tersebut. 5 maa kutipan ini jelaslah Partai ketika itu melakukan perjuangan yang tidak mengenai ampun terhadap penyakit menungguisme sebagai syarat mutlak untuk meluaskan perlawanan bersenjata Rakyat.
Kawan?, 5 sn 3 3
Dengan banyak membicarakan penyakit menyerahisme samasekali tidak berarti bahwa ideologi inilah yang berkuasa dalam Partai kita di Sumatera Barat. Sebagai saya katakan tadi ia hanya merupakan penyakit yang menghinggapi beberapa kawan yang disana-sini merintangi pelaksanaan politik Partai dan oleh karena itu harus dibasmi sampai ke-akar2nya agar politik Partai dapat ilaksanakan dengan baik..:
#1 “Dari keniatasa bahwa politik Partai pada pokoknya berhasil dilaksanakan, maka tidak mungkin diambil kesimpulan lain bahwa Partai kita di Sumatera Barat selama perjuangan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner itu dipimpin oleh ideologi yang tepat. Selain daripada itu perlu pula saya kemukakan disini bahwa sejarah Partai yang singkat selama perjuangan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner itu kaya dengan sikap-sikap pahlawan dari kader-kader dan anggota2nya. Sebagai diketahui banyak anggota dan kader Partai yang ditangkap, disiksa dan kemudian dibunuh. Tetapi adalah kenyataan bahwa tidak seorangpun diantara mereka yang berkhianat dalam arti membocorkan rahasia Partai atau menjadi kakitangan musuh, dan tidak sedikit yang menunjukkan keteguhan pendirian meski dalam menghadapi maut sekalipun. Untuk menyebut satu contoh kiranya patut apabila disini saya kemukakan sikap Kawan Mawardi, anggota Sekretariat Comite Provinsi, ketika Ya ber-sama-sama dengan kawan-kawan lainnya akan dibunuh oleh serdadu:
»PRRI” dalam pembunuhan massal di Atar pada tanggal 5 Agus-
440
| Republik dalam tahun? Revolusi dimasa yang lalu. Lebih: bagi"
tus 1958 yang mengerikan itu. Demikian katanya:,,Saya tidak percaya akan keterangan saudara itu. Saya juga tidak percaya bahwa kami ditempat yang saudara katakan itu akan diistirahaikan sambil menunggu keputusan terhadap kami dan juga terhadap kami akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Karena diantara kami sudah ada yang ber-ulang-ulang diperiksa. Saya tidak yakin bahwa ditempat yang saudara katakan itu, kami bukan akan diistirahatkan, tetapi saudara akan membunuh dan membakar kami disana. Semenjak tadi malam kami telah mengetahui rencana saudara itu.
Karena itu sayg lebih suka kalau saudara hendak membunuh kami, lebih baik saudara membunuh atau menembaki kami disini saja, agar Rakyat dikampung ini menjadi saksi atas kematian kami.
Rakyatlah kelak yang akan menentukan dipihak yang benarkah kami atau tidak! Tetapi saya yakin bahwa kamilah yang benar.
Kematian kami adalah karena membela Republik Proklamasi dan menentang 'PRRP yang saudara bela. Saya yakin bahwa Republik Proklamasi yang kami bela pasti menang dan 'PRRP yang saudara bela pasti hancur”. (Zulkifli Suleiman,,,Laporan dari Kamp Maut”, hal. 26). Mungkinkah sikap pahlawan yang demikian itu jika tidak berdasarkan ideologi yang teguh, ideologi proletar sejati?
Sudah barang tentu semuanya ini bisa terjadi karena kader?
dan anggota? Partai itu sedikit banyak telah mendapat pendidikan Marxisme-Leninisme walaupun belum pendidikan yang baik dan sedikit banyak juga telah mempunyai pengalaman-pengalaman revolusioner dalam berbagai aksi massa walaupun belum banyak.
Kawan?,
Berdasarkan pengalaman? Partai kita di Sumatera Barat sebagai saya uraikan diatas, maka saya makin merasakan tepatnya kesim- ' pulan dalam Laporan Umum Kawan Aidit yang mengatakan bahwa salahsatu tugas kita yang terpenting sekarang yalah meneruskan pembangunan Partai dengan penekanan pada segi pembangunan ideologi dan bahwa untuk itu di-masa-masa yang akan datang akan lebih diutamakan pelajaran filsafat Marxisme-Leninisme, yaitu filsafat Materialisme Dialektika dan Histori.
Kawan-kawan,
Tadi sudah saya katakan bahwa pengalaman dan perjuangan?
revolusioner itu adalah penting sekali bagi pembentukan ideologi kader dan anggota Partai. Oleh karena itu perjuangan Partai kita dalam melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner itu dengan sendirinya telah memperkuat ideologi Partai kita di Sumatera Barat.
Dalam hubungan ini benar sekali apa yang dikatakan oleh Kawan Aidit didalam Laporannya kepada Sidang Kongres kita ini bahwa
441
"berlawanan gagah-berani dan pengorbanan-pengorbanan besar yang sudah di- 1, Berikan oleh Sapgota-sapgota Partai ini telah menggembleng seluruh barisan | Partai kita, telah lebih mengeratkan hubungan Partai kita dengan gassa Rakyat dan dengan alat-alat Negara yang patriotik. Bersamaan “(dengan itu ia juga telah membajakan persatuan didalam Partai, persatuan dikalangan pimpinan atasan, persatuan antara pimpinan
| 'atasan dengan bawahan dan persatuan antara pimpinan dengan taan dan solidaritet antara sesama Komunis berkuasa dalam Partai kita, dan semangat ini emberi inspirasi kepada anggota Partai untuk, bdikan diri kepada kepentingan tanahair dan Rakit ekerja”. Demikian Kawan Aidit. | $ Pn ratan diatas sekarang sampailah saya kepada kesimpulan ahwa pengalaman Partai kita di Sumatera Barat dalam pa gan melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner itu benar:
merupakan sekolahan ideologi yang sangat penting.
INI. Sedikit tentang masalah organisasi dalam perjuangan melawan fasisme
Kawan-kawan, y Aa
Sekarang marilah saya beralih kepada soal-soal organisasi. Setelah politik Partai itu ditetapkan dan bersamaan dengan perjuangan menyingkirkan rintangan-rintangan ideologi didalam Partai, maka soal yang seharusnya mendapat perhatian utama daripada Partai yalah masa- | lah organisasi Partai. Sebab walaupun politik yang benar itu telah dirumuskan dan walaupun Partai telah bulat dalam pendirian untuk -melancarkan perlawanan terhadap kaum pemberontak, hal itu tetap akan merupakan omongkosong belaka jika tidak diiringi dengan 'usaha-usaha mengkonsolidasi Partai. 3 ah »
| Tetapi harus diakui bahwa Partai kita di Sumatera Barat justru mengenai soal yang penting ini mempunyai banyak keteledoran.
— Ini ternyata dari sangat kurangnya kesimpulan-kesimpulan mengenai organisasi selama perjuangan melawan kaum pemberontak itu. Keteledoran?
ini sudah barang tentu telah sangat mengurangi hasil-hasil yang seharusnya dapat dicapai. 3 7 Namun demikian dalam keadaan-keadaan yang sukar selama perjuangan melawan kaum pemberontak itu Partai kita tetap berusaha untuk sejauh mungkin dilaksanakan memenuhi prinsip-prinsip pokok crganisasi daripada Partai. Sentralisme-demokratis sebagai prinsip | pokok organisasi Partai Leninis tetap merupakan prinsip yang
442
memimpin dalam kehidupan keorganisasian Partai kita. Sebagai dianjurkan oleh Marxisme-Leninisme untuk mencapai kemenangan dalam perjuangan melawan fasisme, sentralisme yang tinggi itu merupakan syarat yang tidak boleh tidak. Tetapi sebagai jugatelah menjadi pendirian kita, sentralisme yang tinggi hanya bisa kita capai melalui pelaksanaan demokrasi dalam Partai. Dalam keadaan bagaimanapun juga kita harus setia kepada keharusan memadu ke-dua2nya secara dialektis. Oleh karena itulah Partai kita di Sumatera Barat dalam perjuangan melawan fasisme itu tidak hanya berusaha mempertahankan demokrasi dalam Partai, tetapi juga berusaha untuk terus-menerus mengembangkannya. Ini dapat dilihat pada kenyataan bahwa dalam hampir satu setengah tahun dibawah kekuasaan,,Dewan Banteng-PRRI” itu, Comite Provinsi telah melaksanakan 3 kali Konferensi Daerah, 3 kali Rapat Pleno, 1 kali Konferensi Wanita Komunis, dan banyak rapat-rapat kader sebagai yang dimungkinkan oleh fasal 24 Konstitusi Partai yang lama.
Rapat-rapat kader ini kadang-kadang memainkan peranan sebagai Konferensi.
Konferensi-konferensi dan rapat-rapat ini telah memainkan peranan yang penting:
sekali dalam menyatukan pandangan dan pendapat-pendapat, dalam membasmi menyerahisme dan dalam membulatkan pendirian didalam Partai bahwa adalah perlu sekali untuk melancarkan perlawanan terhadap kaum pemberontak.
Tetapi memang ada masa-masa dimana Konferensi dan Rapat?
Pieno itu tidak mungkin diadakan, misalnya sesudah aksi-aksi Agustus dimana ketika itu teror fasisme mengamuk se-jadi2nya. Dalam masa yang demikian itu Partai memberi tekanan kepada keharusan dipatuhinya sentralisme Partai dengan tiada bersyarat. Untuk ini Partai melancarkan gerakan memperkuat disiplin Partai dan melawan fikiran-fikiran yang mau mengurangi dan' malahan mau meniadakan rapat-rapat organisasi? Partai. Melalui tulisan atau pertemuan-pertemuan kecil Partai memberikan penjelasan tentang ketentuan? Konstitusi Partai yang bersangkutan dengan hal ini dan menekankan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan ini merupakan kesalahan yang serius. Juga Partai menjelaskan bahwa berhubung mengamuknya teror fasisme rapat-rapat organisasi? Partai tidak hanya harus dikurangi, tetapi justru harus diperbanyak dan bahwa bukan rapatnya yang harus dikurangi atau ditiadakan tetapi bentuknya yang harus diubah.
Timbulnya kecenderungan untuk tidak mematuhi disiplin Partai dan untuk mengurangi dan meniadakan rapat-rapat organisasi? Partai itu erat sekali hubungannya dengan adanya menyerahisme dalam lapangan ideologi dalam masa itu. Ia adalah pencerminan oportunisme kanan dalam lapangan organisasi sebagai pencerminan oportunisme kanan dalam lapangan ideologi dan politik. Oleh
443
'karena itu perlawanan terhadap ke-dua2nya tidak dapat tidak harus -disejalankan. SA
| Tetapi dalam masa-masa yang sukar sekalipun, Partai tidak sama- -sekali tidak melaksanakan demokrasi didalam Partai. Sebagai di- | 5 Ikatakan dibagian muka dalam bulan September 1957 Comite Pro- | vinsi telah melangsungkan Rapat Plenonya diluar daerah. Ini satu — ccara untuk tetap melaksanakan demokrasi didalam Partai dalam — masa itu. Cara yang lain yalah dengan mengadakan sistim,,peng- “hubung”. Berhubung sudah sangat sempitnya ruang bergerak bagi 'fungsionaris-fungsionaris Partai karena mengamuknya teror fasisme, tiap Comite Partai melatih sejumlah kader Partai yang mampu mendiskusikan masalah-masalah politik dan organisasi untuk dalam waktu-waktu tertentu di- 'tugaskan menyampaikan instruksi-instruksi Partai kepada Comite bawahan:dan menerima fikiran-fikiran dari Comite-comite bawahan itu serta meminta instruksi dan menyampaikan fikiran-fikiran kepada Comite atasan. Dengan sistim ini dimaksudkan untuk tetap memelihara hubungan antara Comite atasan dengan Comite bawahan dan sebaliknya, sebagai suatu hal yang penting dalam masalah sentralisme-demokratis.
Dengan sistim ini, meskipun keadaan yang dihadapi ketika itu adalah sukar, Partai tetap dimungkinkan untuk menerima fikiran-fikiran dan pendapat-pendapat dari bawah dan dari massa serta untuk menyampaikan pendirian-pendirian Partai kepada massa dan menjadikannya pendirian massa. Adalah pula satu hal yang perlu disebut disini bahwa dalam pekerjaan yang banyak meminta resiko ini banyak kader wanita yang mengambil bagian. Dengan demikian sistim ini boleh dikatakan semacam demokrasi tidak langsung ketika itu dalam kehidupan keorganisasian Partai kita. Dengan cara lain dapat dikatakan bahwa sistim ini adalah pelaksanaan konferensi-konferensi dan rapat? Partai yang tidak langsung.
Kawan-kawan,:
Salahsatu soal pokok pula dalam masalah sentralisme-demokratis yalah soal pimpinan kolektif. Sudahlah jelas bahwa dengan dilaksanakannya konferensi-konferensi dan rapat-rapat sebagai yang disebutkan tadi adalah salahsatu pelaksanaan daripada pimpinan kolektif didalam Partai kita. Tetapi bagaimana dengan pengambilan putusan sehari-sehari? Mengenai ini Partai tetap berpegang teguh kepada ketentuan bahwa soal-soal penting harus diputuskan oleh badan kolektif Partai dan tidak oleh orang seorang. Oleh karena itu Partai dengan segala dayaupaya berusaha untuk memenuhi ketentuan-ketentuan tentang rapat-rapat periodik Comite Partai. Dalam kampanye sebagai yang di- | sebutkan diatas, kaharusan memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai rapat?
periodik ini merupakan bahagian yang penting. Malahan dalam aksi-aksi Desember 1957 dan Januari 1958 Sekretaris dan anggota?
2444
Comite Provinsi berhubung pembagian tugas pada waktu itu berada di-kota-kota yang berlainan. Namun demikian putusan tetap diambil dengan jalan bertukar fikiran dan pendapat. Ini juga hanya dimungkinkan oleh adanya. sistim,,penghubung” itu. Jadi jelaslah bahwa jika saya disini memakai perkataan,,penghubung” bagi kawan-kawan yang bertugas demikian itu, maka mereka bukanlah sekedar penghubung biasa, tetapi penghubung politik, jadi petugas politik.
Jadi dengan tetap melaksanakan konferensi-konferensi dan rapat-rapat Partai, termasuk rapat-rapat periodik Comite-comite Partai dan dengan melaksanakan sistim,,penghubung”, artinya dengan melaksanakan prinsip pimpinan kolektif didalam Partai, Partai kita di Sumatera Barat selama dibawah kekuasaan kaum fasis itu tetap berdayaupaya melaksanakan prinsip,,dari massa kembali kepada massa”, tetap berdayaupaya untuk melaksanakan garis massa didalam Partai, sebagai prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari masalah sentralisme-demokratis.
Dengan uraian diatas ini bukanlah maksud saya bahwa segala sesuatu mengenai sentralisme-demokratis dan masalah pimpinan kolektif itu sudah beres.” Samasekali tidak. Dalam mempraktekkan sentralisme-demokratis dan pimpinan kolektif masih terdapat banyak kelemahan dan kekurangan. Sebagai juga dikonstatasi dalam Laporan Kawan Aidit, kelemahan yang penting yalah bahwa pimpinan kolektif itu masih sering merupakan pimpinan kolektif yang subyektif. Sebagai contoh dapat saya kemukakan disini putusan-putusan Rapat Pleno bulan September 1957 yang dilangsungkan diluar daerah itu.
Mengenai pelaksanaan Plan Tiga Tahun Pertama Organisasi dan Pendidikan. Sidang tidak hanya memerinci dan memilih apa-apa saja dari Plan Tiga Tahun itu yang mungkin dilaksanakan dalam keadaan-keadaan? yang dihadapi Partai ketika itu, tetapi malahan menambahnya. Sekarang jika kita telah menyimpulkan bahwa Plan Tiga Tahun Organisasi dan Pendidikan yang belum direvisi itu adalah subyektif, maka dapatlah dimengerti betapa #erlalu subyektifnya putusan? Rapat Pleno September itu. Hasilnya yalah bahwa sebagian besar putusan itu tidak bisa dilaksanakan. Ini sudah barang tentu tradisi yang sangat buruk yang segera diakhiri. Dari kenyataan ini betul-betul dapat dirasakan bahwa soal yang paling pokok bukannya ada atau tidak adanya pimpinan kolektif itu, tetapi ada atau tidak adanya hakekat pimpinan kolektif itu, ada atau tidaknya pimpinan kolektif yang bersandarkan garis massa, pimpinan kolektif yang realistis.
Apakah yang diajarkan oleh kenyataan ini kepada kita? Ia dengan jelas menunjukkan bahwa kita dalam menetapkan sesuatu masih bersikap se-wenang-wenang tanpa memperhitungkan dengan se-
445
ee PPA m—— Sg
masak?nya kemampuan dan keadaan yang sesungguhnya, bahwa kita masih belum mendengarkan suara-suara dan fikiran-fikiran dari massa dengan kerendahan hati seorang Komunis. Agar tercapai pimpinan kolektif yang tidak subyektif, pimpinan kolektif yang realistis, tiada jalan - lain bahwa kita harus memadukan pimpinan kolektif dengan garis massa dengan jalan mengembangkan demokrasi didalam Partai dan dengan rajin mendengarkan fikiran-fikiran dan pendapat-pendapat massa.
Kawan-kawan,
Tadi sudah saya jelaskan bahwa pengaturan hubungan antara | Gomite atasan dengan Comite bawahan itu merupakan satu soal | yang penting dalam masalah sentralisme-demokratis dalam hubungan daya-upaya Partai untuk mengumpulkan fikiran-fikiran dan pendapat?
massa serta untuk menyampaikan pendirian Partai kepada massa dan menjadikannya menjadi pendirian massa. Ini benar, tetapi ini belum semua. Soal yang tidak kurang pentingnya yalah soal hubungan antara Partai dengan segenap anggotanya. Ini diatur | dengan jalan mengorganisasi mereka dalam grup? Partai. Oleh
| karena itu pengaturan hubungan Partai dengan para anggotanya melalui grup? Partai itu juga termasuk masalah sentralisme-demokratis yang penting. Pengalaman Partai kita di Sumatera Barat selama perjuangan melawan fasismey itu menunjukkan bahwa peranan grup? Partai adalah luarbiasa pentingnya. Berhasilnya Partai mengorganisasi aksi-aksi massa. itu antara lain yalah karena berhasilnya Partai dalam usaha mengaktifkan grup? Partai. Grup?,Partai juga penting artinya untuk berbagai pekerjaan dibawah tanah lainnya. Oleh karena itu penyelesaian penggrupan anggota Partai dalam grup? Partai yang lebih diperkecil lagi merupakan putusan yang penting “dari Rapat Pleno September 1957 dilapangan organusasi,
Bahwa dikembangkannya demokrasi didalam Partai memperkuat sentralisme didalam Partai, juga telah menjadi pengalaman Partai kita: di Sumatera Barat. Dari kehidupan keorganisasian dan politik dari Partai kita di Sumatera Barat dewasa ini, dapat dikatakan bahwa belum pernah sentralisme didalam Partai begitu kuat sebagaimana halnya sekarang. Ini sudah barang tentu baik.
Tetapi dalam pada itu kita harus ber-diaga-diaga akan kemungkinan timbulnya ekses yang lain, yaitu bahwa keadaan sekarang ini jangan sampai menjurus kearah sentralisme yang keterlaluan. Dalam keadaan sekarang ini dimana Partai telah mencapai hasil-hasil tertentw dalam perjuangan melawan kaum pemberontak ekses semacam itu adalah mungkin sekali. Oleh sebab itu pada waktu ini dari tiap kader Partai, terutama kader-kader Comite atasan, lebih-lebih lagi dituntut supaya bersikap rendah hati.
446
Kawan?,
Betapapun Partai kita di Sumatera Barat banyak teledor dalam masalah organisasi sebagai saya katakan diatas, tetapi tetap intactnya Partai selama massa perjuangan melawan fasisme itu telah memungkinkan Partai kita untuk mengorganisasi dan memimpin perlawanan Rakyat.
IV. Politik yang tegas pangkal kemenangan
Kawan-kawan,
Sesudah saya membicarakan sedikit masalah ideologi dan organisasi dalam masa melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner itu, marilah saya sekarang kembali kepada soal-soal yang kita hadapi sekarang. Dalam usaha menumpas kaum pemberontak banyak sukses telah dicapai. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita sekarang sudah boleh berpangku tangan. Secara ringkas situasi yang kita hadapi sekarang dapat dikatakan sbb.: Kekuatan pokok kaum pemberontak telah dapat dipatahkan, tetapi sisa-sisa kekuatan mereka tidaklah boleh diremehkan. Kota-kota dan daerah-daerah sudah dibebaskan, tetapi masih ada daerah-daerah yang dikuasai oleh kaum pemberontak. Pengaruh politik kaum pemberontak dan partai-partai kepalabatu Masyumi-PSI yang mengorganisasi dan mendalangi pemberontakan ini sudah jauh merosot, tetapi dipedalaman pengaruh politik mereka masih ada dan di-daerah-daerah yang sudah dibebaskan masih belum dilumpuhkan samasekali. Kita berusaha menormalisasikan keadaan, tetapi kaum pemberontak juga berusaha mengkonsolidasi diri. Kita melancarkan perang anti-gerilya, tetapi kaum pemberontak melancarkan perang gerilya. Dengan ini saya hanya hendak menunjukkan bahwa usaha membasmi sisa-sisa pemberontak itu masih merupakan acara kita yang urgen yang harus dilanjutkan dengan kekuatan yang lebih besar lagi.
Untuk membasmi kaum pemberontak sampai ke-akar2nya, soal yang paling pokok diatas se-gala?nya yalah tetap adanya politik Pemerintah yang tegas, yang tidak setengah-setengah dan yang tidak mengenal kompromi jalan tengah. Sebab hanya dengan politik yang demikian sajalah Pemerintah akan mampu memobilisasi alat2nya dan kekuatan Rakyat yang se-besar?nya untuk dipukulkan kepada kaum pemberontak yang disokong oleh kaum imperialis asing itu.
Sebagai diketahui politik yang demikian itu sudah ada sejak Pemerintah Juanda dalam bulan Januari 1958 mengambil tindakan tegas terhadap kaum pemberontak. Dan adalah berkat politik yang tegas ini Republik kita masih berdiri sampai sekarang.
447
Bagaimana dengan politik keamanan Kabinet Sukarno-Juanda sekarang ini? Dalam Manifesto Politiknya yang diucapkan pada - tanggal 17 Agustus yang baru lalu, dalam memberikan keterangan mengenai politik keamanan Pemerintah, Presiden Sukarno mengatakan antara lain sbb.:,,Beleid keamanan Pemerintah tetap tegas.
Pemerintah meneruskan dan memperhebat operasi-operasi keamanan dengan pengerahan kekuatan alat-alat negara dan Rakyat secara maximal. Pemerintah tidak mau mengadakan perundingan atau kompromi dengan pemberontak”.
Dengan meneruskan politik keamanan yang demikian itu, Presiden Sukarno benar-benar mewakili perasaan dan hasrat Rakyat di-dacrah-dacrah yang masih dikacau oleh kaum pemberontak. Untuk kesekian kalinya Bung Karno menunjukkan dirinya sebagai penyambung lidah Rakyat.
Kalau politik keamanan Pemerintah sudah demikian tegasnya, masihkah perlu hal ini dipersoalkan lagi? Jawabnya: masih sangat perlu! Sebab bukankah partai-partai reaksioner Masyumi-PSI yang mendalangi pemberontakan itu masih ada? Bukankah kedua partai ini ber-sama-sama dengan kaum reaksioner lainnya beberapa waktu yang lalu giat?nya mengusahakan supaya diadakan,,islah” dengan kaum pemberontak, setelah kaum pemberontak terdesak ke-hutan-hutan? Dan bukankah pula ada sementara pejibat-pejibat, sivil dan militer, yang bersimpati dan menjalankan politik dari kedua partai ini? Jika mereka pada waktu sekarang berdiam diri, hal ini hanyalah karena ketegasan sikap Presiden Sukarno dan karena desakan Rakyat yang menggelora supaya diambil tindakan 'tegas terhadap kaum pemberontak kontra-revolusioner itu. Hanyalah orang-orang yang naif saja yang menganggap bahwa partai-partai pemberontak Masyumi-PSI dan kaum reaksioner dalamnegeri menghentikan usaha2nya untuk setidak2nya mencegah Pemerintah meneruskan tindakan-tindakan tegas terhadap kaum pemberontak, sementara menunggu kesempatan yang mereka anggap baik untuk samasekali merehabilitasi mereka. Selain daripada itu juga masih ada tuan Hatta yang sebagai diketahui pada waktu yang lalu menjagoi kaum pemberontak dalam memukul Pemerintah Juanda dan Presiden Sukarno. Bukankah tuan Hatta pada waktu masih hebat-hebat?nya,,Dewan Banteng” telah disambut di Sumatera Barat dengan cara-cara yang melebihi penyambutan raja-raja feodal dizaman dahulu kala? Rakyat Sumatera Barat masih belum lupa bahwa tuan Hatta ketika kembali ke-ibukota dari perkunjungannya ke Sumtera Barat itu telah menulis artikel-artikel yang panjang yang membela kaum pemberontak. Jika tuan Hatta sekarang juga berdiam diri, maka hal itu yalah karena sebab-sebab yang sama sebagai saya katakan tadi.
448
Seandainya usaha-usaha mereka ini berhasil, artinya seandainya politik tegas sekarang diganti dengan politik yang setengah-setengah, politik yang lunak terhadap pemberontak, maka hal itu tidak hanya berarti mengurangi operasi-operasi keamanan, tetapi juga akan membikin merosot semangat perlawanan Rakyat dan prajurit-prajurit Angkatan Perang kita yang bertugas. Ini berarti memberi nafas kepada gerombolan?
pemberontak itu untuk meneruskan pengacauannya. Dengan demikian keadaan tidak aman dan kacau seperti sekarang ini akan berlarut-berlarut. Keadaan yang demikian itu justru sangat diinginkan oleh kaum reaksioner dalamnegeri untuk membuktikan ketidakmampuan Pemerintah dan Rakyat. Apabila keamanan tetap tidak bisa dipulihkan dan kaum pemberontak tetap belum terbasmi, kaum reaksioner dalamnegeri pada waktunya akan tampil lagi untuk memaksakan supaya diadakan,,islah” dengan kaum pemberontak untuk merehabilitasi mereka. Tidakkah hal ini demikian jelasnya?
Selain daripada itu kaum imperialis, terutama kaum imperialis Amerika, tentu tidak rela begitu saja melihat kakitangannya menemui kehancuran seperti sekarang ini. Untuk tetap melaksanakan maksud-maksud jahatnya, dewasa ini mereka menjalankan politik segidua yang sangat licik. Disatu fihak mereka berusaha mendekati elemen-elemen kanan dalam kekuatan tengah, baik sivil maupun militer, dan difihak lain mereka terus berusaha untuk mengembalikan kekuasaan partai-partai Masyumi-PSI. Tentang ini didalam Laporan Kawan Aidit dikatakan sbb.:,,Berhubung dengan jatuhnya ' prestise” kaum kepalabatu, untuk sementara waktu kaum imperialis Amerika tidak dapat menjalankan politiknya di Indonesia secara efektif lewat saluran kaum kepalabatu yang dikepalai oleh pimpinan? Masyumi- FSI. Oleh karena itu kaum imperialis memang sangat membutuhkan komprador baru dari kalangan kekuatan tengah, baik sivil maupun militer, sambil berusaha menegakkan kembali kedudukan kepalabatu Indonesia”.
Politik baru dari kaum imperialis ini tidaklah sia-sia belaka dan sampai batas-batas tertentu juga berhasil. Ini dimungkinkan oleh adanya elemen-elemen kanan dalam kekuatan tengah yang karena takut setengah mati pada perkembangan kekuatan progresif bersedia bekerjasama dengan kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri.
Orang-orang inilah yang dalam hubungan sikapnya terhadap kaum pemberontak, atau dalam politik keamanan pada umumnya, menganut politik,,memelihara sampai batas-batas tertentu tetap adanya gerombolan-gerombolan pemberontak sebagai imbangan terhadap kemajuan Komunis”.
Juga politik,,pukul kanan, pukul kiri” ini apabila dilaksanakan akan berakibat yang sama seperti yang telah saya kemuka-
449
lah disimpulkan bahwa perpaduan antara politik yang tegas dan diikutsertakannya Rakyat adalah jaminan satu?nya bagi kemenangan Republik atas kaum pemberontak.
Par ini i 1 oleh kaum Tetapi bagaimana praktek yang berlaku sekarang?
akan meruot. Ackirnya kendaan Ii Aa Merk memaksakan Disatu fihak kita melihat bahwa Pemerintah sampai batas-batas terimperialis dan NA ya Themegatah bagadakan perundingan tentu memang telah menunjukkan usaha-usaha untuk mengikutsertakan politik aa aa Baeton ak untuk merehabilitasi mereka. Rakyat, misalnya dengan dibentuknya OKR-okr dan lain-lain organisasi dengan mpe Pa tersebut diatas jelaslah bahwa politik tegas keamanan semacam itu. Dan Presiden Sukarno dalam Manifesto Dari 3 Ha masih tetap terancam bahaya. Oleh karena itu ke- Politiknya pada tanggal 17 Agustus yang Jalu pun telah lebih mene- Pe mean La se-tinggi?nya sangat diperlukan untuk menggagal- gaskan lagi bahwa dalam rangka mengikutsertakan Rakyat. Peme- She iha-iha Mara reaksioner itu. Sebab jika usaha-usaha kaum reak- rintah akan mengintensifkan organisasi-organisasi keamanan Rakyat dan Hanya k memaksakan perundingan dengan kaum pemberontak wajiblatih bagi pemuda-pemuda dan veteran. Tak perlu diterangkan lagi Tag Lap untuk merehabilitasi mereka sampai berhasil, maka bahwa pernyataan ini sudah sewajarnya mendapat sambutan hangat dan ap 3 di sia2lah segala korban yang telah jatuh baik dika- dari massa Rakyat, karena dengan lebih disempurnakannya organiakan men yaa Ap Gn maupun dikalangan Rakyat. sasi-sasi keamanan Rakyat itu berarti makin terbukalah kesempatan Na eng aa Bg adalah yang se-tepat2nya. yang lebih luas bagi kaum tani untuk dibawah pimpinan APRI Bian deaan politik yang demikian sajalah kaum pemberontak Laga daan ear senjata membela diri terhadap kekejaman?
Pap: Ka $ 5 5 au 2 dapat dihancurkan dan Republik dapat diselamatkan. Tetapi difihak lain kita juga melihat adanya usaha-usaha dari sementara pejabat terutama dipusat untuk membatasi diikutsertakannya Rakyat dalam usaha membasmi kaum pemberonak kontrarevolusioner itu. Ini nampak pada kenyataan bahwa di-daerah-daerah yang sudah dibebaskan hak-hak demokrasi dan kebebasan bagi Rakyat tidak cepat dipulihkan dan malahan ada usaha-usaha untuk tetap mengekangnya, Pada hal tanpa hak-hak demokrasi dan kebebasan tak mungkinlah kita berbicara tentang mengikutsertakan dan memobilisasi Rakyat dalam arti yang se-luas2nya. Rakyat hanya mungkin dimobilisasi melalui organisasi?nya dan dengan memberikan kebebasan-kebebasan demokratis kepada organisasi?nya itu. Perlu saya tekankan disini hak?
demokrasi dan kebebasan bagi Rakyat dan organisasi-organisasi Rakyat. Bagi musuh-musuh Rakyat? Hak-hak itu haruslah dicabut samasekali atau di-
1. Kk: kembali kan tadi. Gerombolan-gerombolan pemberontak akan dapat bernafas keml untuk meneruskan pengacauannya. Rakyat dan prajurit-prajurit yang bertugas akan menjadi bingung dan semangat perlawanan mereka
V. Mengikutsertakan Rakyat adalah syarat kemenangan
Kawan?, f 5 4 y
Dengan adanya politik Pemerintah yang tegas itu, apakah kemenangan atas kaum pemberontak sudah terjamin? Jawab yang
jujur atas pertanyaan ini yalah: Belum! Sebab meskipun Pemerintah sudah bertekad bulat untuk menghantarkan Pang" pembas i ila ia hanya menyandarkan diri kepa
aa ep mapan Staikan ketuatan massa Rakyat, maka
makar Bata kegagalan. Sejarah operasi-operasi militer batasi h2 mungkin. Jadi teranglah bahwa mengikutsertakan ys dilakukan oleh APRI terhadap kaum pemberontak sampai | Rakyat itu tidak bisa dipisahkan daripada hak-hak demokrasi dan keyang si-si mili- bebasan bagi Rakyat dan organisasi-organisasi Rakyat itu sendiri dan bahwa
karang dengan se-jelas?nya menunjukkan bahwa operasi
Ca itu Berjalan lanan duna ia mendapat bantuan Rakyat dan bahwa sebaliknya operasi-operasi militer itu tidak atau kurang berjalan lancar dimana ia tidak atau kurang mendapat bantuan Rakyat:
Lihatlah, betapa tidak bisa diabaikannya rol daripada massa Rakyat itu.
2 Oleh karena itu untuk menghancurkan kaum pemberontal sampai ke-akar?nya, disamping perlu adanya politik Pemerintah yang, tegas, Pemerintah haruslah pula berusaha untuk mengikutsertak:
Rakyat dalam arti yang se-luasbnya. Dengan perkataan lain dapats
“ia adalah syarat mutlak untuk dapat menghancurkan kaum pembezontak baik secara militer maupun secara politik.
Bahwa dibatasinya kebebasan-kebebasan demokratis bagi Rakyat dan organisasi? Rakyat dan dengan demikian tidak melaksanakan secara konsekwen prinsip mengikutsertakan Rakyat telah sangat merugikan usaha penghancuran kaum pemberontak, juga telah dijelaskan oleh Kawan Aidit didalam Laporannya kepada Sidang Pleno ke- VII CG pada tanggal 14-21 November 1958 yang antara Jain 'mengatakan sbb.:,,.... Pemerintah tidak cukup melaksana-
451
450.
kan prinsip memobilisasi Rakyat dalam usaha menghancurkan pem-.
berontak. Ini nampak dengan jelas pada kenyataan, bahwa sistim yang dipakai oleh Pemerintah sekarang pada umumnya yalah sistim berang sefihak, yaitu perang yang pada pokoknya hanya dilaksanakan oleh Pemerintah dengan Angkatan Perangnya tanpa cukup mengikutsertakan Rakyat. Sedangkan difihak lain, kaum pemberontak mengerahkan secara maksimal Rakyat yang dapat ditipu oleh mereka. Sebagai akibatnya maka operasi-operasi militer dari fihak Pemerintah belum sepenuhnya mencapai hasil-hasil sebagaimana yang diharapkan, bahkan ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa keadaan ini, jika sistim ini tidak diubah sggera, bisa berakibat kaum pemberontak kembali dalam kedudukan berinisiatif, halmana nampak pada penyerangan-penyerangan yang dilakukan oleh kaum pemberontak terhadap beberapa kota di Sumatera Barat yang telah dibebaskan”. Demikian Kawan Aidit.
Kawan-kawan,
Dari kutipan ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa untuk menghancurkan kaum pemberontak sampai ke-akar2nya sistim yang beratsebelah ini haruslah diubah. Sistim perang sefihak harus diubah dengan sistim perang keseluruhan. Ini berarti pemobilisasian Rakyatse-hebat2nya, supaya mereka bangkit bersatu untuk melawan gerombolan-gerombolan pengacau itu. Dan ini — sekali lagi — hanya mungkin dengan "memberikan kebebasan-kebebasan demokratis kepada Rakyat dan organisasi? Rakyat.
Oleh karena itulah Rakyat Sumatera Barat menyambut dengan gembira peraturan Peperda Sumatera Barat tertanggal 12 Agustus 1959 yang lalu yang dalam batas-batas tertentu telah memberikan kelonggaran-kelonggaran untuk mengadakan kegiatan-kegiatan politik bagi Partai-partai dan organisasi-organisasi yang melawan pemberontak.
Lebih-lebih dalam taraf perang anti-gerilya sekarang, dimana strateginya seharusnya diletakkan pada soal memisahkan Rakyat dari gerilya pemberontak sebagai pangkal untuk mencapai kemenangan-kemenangan militer, masalah mobilisasi Rakyat dan mengikutsertakan Rakyat itu semakin mendapat arti yang menentukan.
Apakah yang hendak kita capai dengan prinsip memobilisasi dan mengikutsertakan Rakyat itu? Yang hendak kita capai tak lain tak bukan yalah agar supaya Rakyat itu sendirilah yang membela diri dan membela kampung halamannya dan agar supaya sisa?
pengaruh politik kaum pemberontak itu dapat dihancurkan samasekali. Pendeknya, agar supaya kaum pemberontak itu kehilangan pangkalan?nya di-tengah-tengah Rakyat, sehingga dengan demikian terciptalah syarat-syarat bagi satuan-satuan Angkatan Perang kita untuk dengan operasi-operasi militer menghancurkan mereka.
452
Dengan memberi tekanan pada pemobilisasian Rakyat sudah barang tentu bukan maksud saya bahwa operasi-operasi militer boleh diremehkan. Samasekali tidak. Sebab betapapun kita telah berhasil dalam membangkitkan Rakyat dan dalam menghancurkan sisa?
pengaruh politik fihak pemberontak, namun gerombolan-gerombolan bersenjata pemberontakan hanya dapat dihancurkan dengan operasi?
militer belaka.
Kawan?,
Sebagai telah saya katakan dibagian muka prinsip ini juga adalah putusan-putusan daripada MBRSB. Sebagaimana diketahui putusan?
ini telah disampaikan kepada Presiden, kepada Pemerintah, kepada ketiga Kepala Staf daripada Angkatan- Perang kita dan kepada pejabat-pejabat lain yang bertanggungjawab, yang semuanya membenarkan dan menerima putusan-putusan tersebut. Jadi jika Rakyat Sumatera Barat sekarang menuntut supaya prinsip-prinsip ini dilaksanakan sepenuhnya didalam praktek, maka yang mereka tuntut itu sebenarnya
.tidak lebih daripada apa yang telah dibenarkan dan diterima oleh
Pemerintah.
Tetapi namun demikian kenyataan sekarang menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ini masih belum sepenuhnya dilaksanakan dan malahan ada usaha-usaha untuk menguranginya.
Dari kenyataan-kenyataan ini teranglah bahwa prinsip-prinsip ini masih harus terus-menerus kita perjuangkan dengan ulet dan dengan tidak kenal lelah, kalau kita mau supaya sisa-sisa kaum pemberontak itu dapat dibasmi sampai ke-akar?nya dalam waktu yang se-singkat?nya.
Singkatnya, masalali kewaspadaan supaya tetap adanya politik Pemerintah yang tegas dan masalah mengikutsertakan Rakyat masih tetap merupakan masalah-masalah pokok kita sampai sekarang dilapangan pemulihan keamanan.. 5
Kawan-kawan, demikianlah sambutan saya.
Hidup Partai Komunis Indonesia yang besar lagi bersatu!
Hidup Rakyat Indonesia yang jaya! 1
453.
Ala
PIDATO KAWAN REWANG
9 (Sekretaris CDB PKI Jawa Tengah)
wan-wan tertiinta. 0 '
Pes abanlah saya, atasnama delegasi Jawa Tengah menyatakan persetujuan saya sepenuhnya terhadap Laporan Umum yang telah disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit yang berjudul »Untu Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”. (tepuktangan). Dari gedung tempat kita berkongres ini saya dapat membayangkan pala anggota? Partai dan massa Rakyat yang selama kurang lebih 6 bulan telah mengambil bagian dalam diskusi? Tesis daripada Laporan Umum ini, pasti akan menyambut, hangat Laporan (Umum yang menyoroti persoalan-persoalan ekonomi dan politik yang menjadi tuntutan mendesak dari Rakyat kita ini, sebagai sesuatu yang memberi harapan untuk mendekatkan Rakyat Indonesia kepada tujuannya untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis, yang bisa memberikan hidup yang aman dan tenteram kepada Rakyatnya.
14 tahun sudah Rakyat Indonesia hidup dalam Indonesia Merdeka, sebagai buah daripada perjuangannya yang perwira sclama ber-puluh-puluh tahun melawan imperialisme. Tetapi ternyata bahwa kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 14 tahun ini belum dapat membebaskan Rakyat Indonesia dari kemiskinan dan hidup yang serba pincang. Hal ini — sebagaimana telah dikupas dalam Laporan Umum — disebabkan karena kekuasaan imperialisme dan sisa-sisa feodalisme belum lenyap samasekali dari bumi Indonesia.
Laporan Umum, disamping menilai hasil-hasil perjuangan Rakyat selama periode antara Kongres Nasional ke-V Partai sampai ke Kongres Nasional ke-VI Partai sekarang ini, telah menunjukkan kenyataan-kenyataan yang tak dapat dibantah, yaitu bahwa imperialisme Belanda masih menguasai 2096 dari wilayah Republik Indonesia, dan masih mempunyai kekuasaan dilapangan ekonomi yang vital yang menjadi sumber daripada pengaruh politiknya di Tadior nesia, misalnya kekuasaan Belanda dilapangan minyaktanah: bahwa sisa-sisa feodalisme masih bercokol di Indonesia dengan bentuknya yang paling menonjol adanya monopoli tanah oleh tuantanah-tuantanah, dan bahwa imperialisme Amerika Serikat adalah musuh Rakyat Indo-
454
nesia yang paling berbahaya, yang selalu mengancam kemerdekaan Indonesia. (tepuktangan).
Berdasarkan kenyataan-kenyataan obyektif yang telah diuraikan dalam Laporan Umum itu, tepat sekali kesimpulan yang telah ditarik bahwa kewajiban pembebasan nasional kita sekarang yalah membersihkan sisa-sisa kolonialisme Belanda, dan dengan teguh melawan kegiatan subversif Amerika Serikat dengan SEATO-nya, mencegah penanaman modal Amerika Serikat dan negeri-negeri imperialis lamnya, dan memperlakukan perusahaan? Amerika Serikat sama dengan perusahaan? Belanda apabila Amerika Serikat terusmenerus mempersenjatai gerombolan kontra-revolusioner atau memberikan bantuan senjata kepada Belanda dalam agresinya t rhadap Republik Indonesia. Kesimpulan ini tetap memungkinkan Partai memobilisasi Rakyat se-besar?2nya guna melawan imperialisme Belanda, dan sekaligus membangkitkan kewaspadaan yang se-besar2nya dikalangan Rakyat terhadap bahaya yang telah sccara langsung mengancam kemerdekaan Indonesia yaitu bahaya dari imperialisme Amerika Serikat yang merupakan musuh bebuyutan daripada bangsa-bangsa yang cinta kemerdekaan dan perdamaian, termasuk bangsa Indonesia.
Kawan-kawan,
Dalam membicarakan front nasional yang hingga sekarang ini masih tetap menjadi tugas urgen kita bersama, Laporan Umum selain menguraikan perkembangan dari kekuatan kepalabatu, kekuatan tengah dan kekuatan progresif telah mengemukakan pengalaman-pengalaman mengenai kekuatan tengah, secara khusus. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Partai untuk memperbaiki pekerjaan kita dalam menggalang front nasional. Analisa mengenai kekuatan tengah yang telah dikemukakan dalam Laporan Umum ini telah membikin kader-kader kita menjadi terang dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dalam kerjasama dengan kekuatan tengah, dan karena itu pasti “memberikan dorongan kepada kader? Partai untuk bekerja lebih tekun dan lebih ulet, tidak mudah putusasa dan menjadi jengkel dalam menggalang front persatuan nasional.
Soal kerjasama dengan kekuatan tengah ini di-daerah-daerah tertentu menjadi soal yang lebih hangat daripada daerah lainnya. Didaerah-dacrah dimana kekuatan progresif sccara relatif telah besar, kekuatan kepalabatu sudah kecil, dan kekuatan tengah berada dalam pimpinan sayap kanannya, sering menimbulkan situasi scolaholah yang berhadap-hadapan sebagai musuh itu yalah kekuatan progresif dan kekuatan tengah. Untuk kepentingan politiknya yang »menghambat kekuatan progresif”, sayap kanan yang memegang pimpinan dalam kekuatan tengah tidak jarang melakukan kompromi-kompromi yang tidak kenal malu dengan kekuatan kepalabatu. Kompromi-kompromi yang tak kenal malu inilah yang membikin kekuatan kepalabatu yang sesungguhnya kedudukannya sudah semakin terpencil masih juga bisa mendapatkan kedudukan-kedudukan penting dalam pimpinan? Pemerintah Daerah dan dalam badan-badan lainnya. Kegiatan sayap kanan daripada kekuatan tengah dalam usahanya,,menghambat-menghambat kekuatan progresif itu sedemikian rupa, sehingga perbuatan mereka itu tak ada bedanya dengan perbuatan kaum kepalabatu yaitu serba menolak apa yang datang dari kaum Komunis. Sikap yang demikian inilah yang menimbulkan kesulitan-kesulitan di-daerah-daerah dimana Partai memimpin Pemerintah Daerah. Mereka tidak suka melihat kaum Komunis yang telah mendapat kepercayaan Rakyat untuk: memimpin Pemerintah Daerah itu dapat membuktikan kemampuannya. Dalam keadaan dimana sayap kanan dari kekuatan tengah sibuk berusaha,,membatasi” kekuatan progresif, dan sudah tentu perbuatan mereka ini memberikan kesibukan kepada Partai kita untuk menghadapi perbuatan mereka, kekuatan kepalabatu yang sudah kecil itu sering diabaikan dan dianggap sebagai sesuatu kekuatan yang tidak lagi berbahaya. -: Laporan Kawan D.N. Aidit memberikan peringatan agar kita tidak mengabaikan kekuatan kepalabatu. Ditunjukkan bahwa selama imperialisme masih mempunyai kekuasaan dinegeri kita, berarti masih ada juga dasar bagi tumbuhnya kekuatan reaksioner (komprador) s bahwa selama negeri kita masih setengah-feodal, berarti masih ada dasar sosial dari adanya kaum reaksioner (kaum kepalabatu) yang terdiri dari tuantanah-tuantanah. Oleh karena itu, kekuatan kepalabatu sedikitpun tidak boleh diremehkan. Garis kita — juga di-daerah-daerah dimana kekuatan kepalabatu sudah kecil — tetap seperti yang menjadi semboyan Kongres, yaitu:,,Perbaiki pekerjaan front nasional, pencilkan lebih lanjut kekuatan kepalabatu”.
Kita semua merasakan se-dalam2nya kesulitan-kesulitan yang dialami oleh kekuatan progresif untuk mengembangkan dirinya. Tidak ada jalan lain yang lebih tepat untuk menghadapi kesulitan-kesulitan itu kecuali apa yang telah dikemukakan dalam Laporan Umum, yaitu kita harus mempertinggi kewaspadaan dan mengeratkan serta meluaskan hubungan Partai dengan seluruh lapisan Rakyat. Ini berarti bahwa kita harus lebih ber-sungguh-sungguh melaksanakan tugas kita menggalang front nasional anti-imperialis yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh. Menggalang persekutuan buruh dan tani anti-feodal harus lebih sungguh-sungguh kita laksanakan. Dan pelaksanaan tugas ini hanya mungkin apabila kader? Partai seperti yang telah ber-ulang-ulang diserukan oleh pimpinan Partai menjadi kampiun-kampiun dalam membela kepentingan Rakyat.
Untuk persekutuan buruh dan tani anti-feodal yang kokoh, kader?
456
Partai harus berusaha untuk menjadi kampiun-kampiun dalam membela kepentingan kaum tani. Kelalaian kita untuk membela kepentingan?
hidup Rakyat akan mengakibatkan tidak teratasinya kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.
Kawan-kawan,
Soal lain yang saya ingin mengambil bagian dalam pembicara:
kita ini yalah sikap Partai terhadap Kabinet Sukarno Divandas Dalam Laporan Umum telah dirumuskan bahwa Partai akan dengan sekuat tenaga membantu pelaksanaan program Kabinet Sukarno-Juanda, selama Kabinet ini tidak menghalang-halangi perkembangan gerakan kemerdekaan dan gerakan demokratis, dan bahwa sokongan PKI kepada Kabinet ini adalah sokongan yang ikhlas dan kritis, berpedoman pada prinsip“ menyokong politiknya yang maju, mengkritik politiknya yang ragu-ragu supaya menjadi maju dan menentang menteri-menteri yang politiknya merugikan! Rakyat. Sikap ini adalah tepat. Dan ketepatan sikap ini menjadi lebih terang sesudah diumumkannya manifesto politik Pemerintah. Diskusi-diskusi manifesto politik Pemerintah dikalangan kader-kader Partai sebagai pelaksanaan instruksi CG baru-baru ini, telah meresapkan kebenaran garis politik Partai ini. 1
Kitapun merasakan kebenaran bahwa Rakyat, terutama Rakyat pekerja sangat berkepentingan akan terlaksananya program Kabinet Sukarno-Juanda, dan karena itu bersedia untuk memberikan bantuan melaksanakan program Kabinet tersebut. Sebaliknya Rakyat mengharapkan dari Pemerintah, supaya segera memulihkan sepenuhnya kebebasan demokratis, agar supaya Rakyat dapat mengorganisasi diri dan melakukan gerakan-gerakan demokratis dan patriotik se-luas2nya. Tanpa demokrasi, tanpa kebebasan bergerak bagi organisasi-organisasi Rakyat yang demokratis dan patriotik, tak mungkin massa Rakyat dimobilisasi. Dan tanpa dimobilisasinya massa Rakyat, tak mungkin program Kabinet Sukarno-Juanda dapat terlaksana. (tepuktangan).
Adanya kekangan hak-hak demokratis ternyata telah menimbulkan kejadian-kejadian yang samasekali tidak bisa dimengerti oleh fikiran yang sehat. Di Boyolali kader-kader Partai dijatuhi hukuman oleh pengadilan Negeri karena melakukan kerjabakti memperbaiki jembatan dan memperbaiki saluran air. Mereka itu melakukan kerjabakti, dan hasilnya dapat dirasakan oleh Rakyat didaerah itu. Tetapi perbuatan yang menguntungkan Rakyat ini bahkan dihukum, oleh karena kerjabakti itu dianggap sebagai demonstrasi yang sekarang ini dilarang.
Kesungguhan Partai untuk membantu pelaksanaan program Kabinet Sukarno-Juanda, kesanggupan Partai untuk beninaa kaum tani memperbesar produksi bahan makanan yang antara lain
457
telah terbukti dengan berhasilnya percobaan-percobaan menanam padi dengan 5 prinsip, usul-usul kongkrit Partai untuk melepaskan Indonesia dari cengkeraman krisis ekonomi seperti yang secara jelas telah “diuraikan dalam bab I Laporan Umum ini, akan menimbulkan kepercayaan yang lebih kuat lagi dikalangan Rakyat terhadap kemampuan Partai kita. (tepuktangan). Kepercayaan yang lebih kuat akan kemampuan Partai ini berarti memperteguh keyakiman Rakyat bahwa Kabinet Gotongroyong dimana kaum Komunis ikut duduk didalamnya adalah kabinet terbaik untuk tingkat sekarang ini.
(tepuktangan).
Rakyat Indonesia telah mengalami kabinet yang silih berganti sejak jaman KMB, yaitu kabinet-kabinet anti-Komunis dan kabinet?
non-Komunis yang disokong PKI. Semua kabinet-kabinet itu telah gagal dalam memperbaiki keadaan ekonomi dan politik. Di-daerah-daerah telah kurang lebih dua tahun lamanya Rakyat mengenal pemerintah?
daerah dimana kaum Komunis ikut serta atau bahkan memimpin pemerintah-pemerintah daerah. (tepuktangan). Di Jawa Tengah misalnya dari 39 daerah tingkat II termasuk daerah Yogyakarta, hanya 3 daerah saja yang pemerintah daerahnya (DPD) tanpa Komunis.
(tepuktangan). Disana ada sebelas Daerah Tingkat II dibawah pimpinan Komunis. Pemerintah-pemerintah daerah sekarang ini disusun untuk melaksanakan prinsip memberikan otonomi se-luas?nya kepada daerah-daerah. Ide untuk memberikan otonomi se-luas?nya ini sudah ada sejak tahun 1948, ketika UUD yang berlaku ketika itu yalah UUD 45. Tetapi meskipun demikian, hingga sekarang wewenang pemerintah-pemerintah daerah masih sangat sempit, dan wewenang yang masih sangat sempit inipun selalu direcoki oleh elemen-elemen yang anti-demokratis, Namun demikian, kaum Komunis yang mendapat kesempatan untuk memimpin beberapa pemerintah daerah telah berusaha se-keras?nya untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dalam batas-batas kemungkimannya. Di-daerah-daerah ini Rakyat telah mendapat pengalaman tentang manfaatnya pemerintah-pemerintah daerah yang demokratis, dan telah mendapat pengalaman apa artinya bila kaum Komunis ikut memimpin pemerintahan atau memimpin pemerintahan. Betapa juga masih adanya kekurangan-kekurangan tetapi kaum Komunis telah melakukan segala sesuatu yang belum pernah terjadi ketika pemerintah-pemerintah dacrah belum didemokratiskan atau ketika belum ada wakil-wakil Komunis dalam pemerintah-pemerintah daerah. (tepuktangan). Memperjuangkan supaya tanah-garapan kaum tani dari bekas tanah-tanah perkebunan yang dibumi-hanguskan segera disahkan sebagai hak milik kaum tani (tepuktangan), mencegah pengusiran kaum tani yang se-wenang?, memperbaiki peraturan-peraturan soal-soal desa yang bersifat mendemokratiskan, membantu usaha-usaha untuk memperbesar produksi padi seperti telah
458
ternyata di Klaten, perbaikan nasib pegawai, mengatur penduduk kota yang karena terpaksa telah mendirikan,,rumah liar”, perbaikzn kampung-kampung bersama Rakyat, dsb., dsb. Semua hal yang baik untuk Rakyat ini, yang telah diamalkan oleh orang-orang Komunis yang duduk dalam pemerintahan, tak akan dilupakan oleh Rakyat. (tepuktangan). Apapun yang bisa terjadi dalam soal pemerintah daerah ini, tetapi segala yang baik yang telah diamalkan oleh orang-orang Komunis itu akan tetap tinggal dihati Rakyat. Pengalaman? Rakyat ini sendiri makin hari tentu makin memperbesar barisan penyokong tuntutan pembentukan Kabinet Gotongroyong. (tepuktangan).
Kawan-kawan,
Kita semua kini berada di-tengah-tengah Kongres yang mendemonstrasikan persatuan yang jaya dari Partai kita. Persatuan yang bulat dalam Partai kita yang telah dicerminkan dalam Kongres ini, adalah berkat hasil daripada pelaksanaan tugas-tugas pembangunan Partai yang diletakkan oleh Kongres Nasional ke-V Partai, yang dalam pelaksanaannya telah disempurnakan dengan lahirnya Plan 3 Tahun pertama dilapangan organisasi dan pendidikan.
Saya menyetujui tugas-tugas pembangunan Partai yang telah dikemukakan dalam Laporan Umum, yang pada pokoknya meneruskan tugas-tugas yang telah diletakkan oleh Kongres Nasional ke-V Partai.
'Titikberat yang diletakkan kepada pembangunan ideologi dalam meneruskan tugas pembangunan Partai sekarang ini adalah tepat, walaupun ini tidak berarti bahwa segi organisasi bisa diremehkan.
Kita semua, saya kira merasakan bahwa segi ideologi sekarang ini menjadi aspek pokok dalam soal pembangunan Partai. Memang benar, persoalannya bukanlah karena kita belum melakukan usaha dilapangan ideologi, tetapi soalnya yalah karena pekerjaan kita belum cukup banyak dan belum cukup baik dalam membentuk ideologi anggota? Partai.
Karena pekerjaan kita dalam membentuk ideologi anggota-anggota Partai belum cukup banyak dan belum cukup baik, maka sering timbul kejadian-kejadian dikalangan, anggota-anggota dan bahkan juga terkadang dikalangan kader? Partai yang merugikan Partai, yang pada pokoknya mencerminkan munculnya ideologi yang tidak sah dalam Partai sebagai akibat daripada belum cukup baiknya pekerjaan pembentukan ideologi, seperti yang kemarin juga telah disampaikan dalam Laporan Umum. Dikalangan beberapa kawan yang mendapat kepercayaan dari Rakyat dan Partai untuk duduk dalam DPD, DPRD atau kedudukan lainnya bukannya lebih memperkuat Partai dan memperbesar pengabdiannya kepada Rakyat tetapi tenggelam dalam mengurusi kebutuhamnya sendiri. Demikianlah kita sering melihat bermunculan individualisme dikalangan kader-kader yang
459
merusak solidaritet Marxis yang menjadi dasar persatuan dalam Partai kita. Oleh sebab itu sangat tepatlah apa yang dirumuskan dalam Laporan Umum tentang pentingnya pendidikan ideologi dan pendidikan filsafat Materialisme Dialektik dan Histori.
Kawan-kawan tercinta,
Dalam hal mengoreksi kesalahan-kesalahan selama masa antara Kongres Nasional ke-V sampai Kongres Nasional ke-VI, menyetujui sepenuhnya koreksi CC terhadap Manifes Pemilihan Umum yang diputuskan oleh Kongres Nasional ke-V. Persetujuan ini didasarkan pada pendirian karena syarat-syarat untuk mencapai Demokrasi Rakyat pada saat itu tidak ada. Untuk tidak. membikin ber-larut?nya kesalahan, langkah CC yang mengoreksi itu sudah tepat.:3
Saya hanya mengemukakan satu pengalaman saja. Dalam soal pembangunan Partai ini khususnya dalam soal pembaharuan Partai akan berbicara Kawan Musayid, anggota delegasi kami. Kami yakin bahwa putusan-putusan yang akan kita ambil dalam Kongres ini akan membekali kita semua dengan senjata yang ampuh dalam medan perjuangan yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke, medan perjuangan darimana akan datang Indonesia yang Merdeka penuh dan demokratis. (tepuktangan).
Hidup Kongres Nasional ke-VI Partai yang jaya! (tepuktangan).
460
PIDATO KAWAN SETIO
(Sekretaris CDB PKI Kalimantan Barat)
Kawan?,
Saya menyatakan persetujuan saya sepenuhnya terhadap Laporan Umum Kawan D.N. Aidit kepada Kongres Nasional ke-VI Partai sekarang seperti yang saya sudah nyatakan dalam sidang kemarin terhadap Laporan Umum, Perubahan Konstitusi, Perubahan Program. (tepuktangan). Saya berpendapat, bahwa Laporan Umum CC Partai memberikan jawaban yang tepat mengenai masalah-masalah yang dihadapi tanahair dan Rakyat Indonesia dan sangat penting artinya dalam meninggikan tingkat kemajuan Partai kita sendiri dan gerakan revolusioner Rakyat.
Saya berpendapat, bahwa Laporan Umum itu adalah sesuai dengan keadaan kongkrit sekarang dan:
Pertama, merupakan pedoman dan membantu kita dalam menjalankan pekerjaan se-hari-hari Partai dan memimpin kegiatan massa Rakyat luas dan golongan-golongan cinta-kemajuan lainnyas merupakan bantuan yang penting dan dorongan dalam pekerjaan memperluas dan memperkuat gerakan massa Rakyat luas, dan memperkuat, memperluas dan memperbaharui Partai.
Kedua, merupakan dorongan dan penambah antusiasme dikalangan Comite-comite, kader-kader, anggota-anggota dan calonanggota-calonanggota dalam pekerjaan menggalang Front Persatuan Nasional dan melanjutkan Pembangunan Partai.
Ketiga, mencerminkan semakin bertambah eratnya hubungan Partai dengan Rakyat dan dengan demikian menunjukkan semakin meningkatnya kemajuan Partai dalam memobilisasi dan mengorganisasi massa Rakyat luas dalam perjuangan untuk menyelesaikan tuntutan-tuntutan Revolusi Agustus 45 sampai ke-akar2nya.
Kawan?,
Inilah a.l. penilaian saya terhadap Laporan Umum. Saya berpendapat, bahwa massa anggota Partai dan massa Rakyat luas akan menyambutnya dengan gembira dan akan menjiwai aktivitetnya dalam perjuangan mencapai kemenangan sepenuhnya Revolusi kita.
46i
Benarnya garis-garis ideologi, politik dan organisasi Partai seperti 1 yang sudah kita miliki sekarang merupakan jaminan sangat penting dan melancarkan perjuangan mencapai kemenangan itu.
I. SITUASI DAERAH
Kawan?,
Partai kita di Kalimantan Barat sedang dalam taraf pertumbuhannya, tumbuh didaerah yang luas tetapi tipis penduduknya.
yang terdiri dari ber-macam-macam sukubangsa, misalnya Dayak, Melayu, Bugis, Madura, Jawa, dan juga dalam jumlah yang besar WNI, keturunan Tionghoa dan yang masing-masing mempunyai kebiasaan dan tingkat kebudayaannya sendiri-sendiri, daerah dimana Rakyat hidup dalam keterbelakangan sisa-sisa zaman kolonial dan dimana tuantanah masih menjalankan penghisapan dan penindasan secara se-wenang-wenang terhadap kaum tani.
Dengan dituntun oleh hasil-hasil Kangres ke-V Partai dan dengan | pimpinan CC Partai sekarang, dengan kesetiaan dan kesanggupan bekerja dari kader-kader didaerah yang masih terbatas jumlahnya dan belum cukup mendapatkan pengalaman dan pendidikan, dan kadang-kadang dalam situasi yang sulit, dengan Comite-comite, anggota-anggota yang pada umumnya baru, Partai kita mendapatkan kemajuan?.
Tapi masih sangat kita rasakan tentang pentingnya kita melanjutkan tugas-tugas pokok Partai, yalah Pembangunan Partai dan Penggalangan Front Persatuan Nasional.
Pengekangan Hak-hak Demokrasi
Daerah Kalimantan Barat termasuk daerah dimana masih banyak pejabat-pejabat pemerintah yang terdiri dari orang-orang bekas aparat pemerintah kolonial dan orang-orang yang diangkat oleh kerajaan?
pada waktu itu. Mereka ini merupakan perintang bagi gerakan revolusioner Rakyat.
Pejabat-pejabat ini pada umumnya melegalisasi perbuatan tuantanah dalam memusuhi kaum tani, membenarkan pemecatan-pemecatan majikan terhadap kaum buruh, dan sampai-sampai pernah terjadi seorang pejabat mengancam kaum tani yang mengunjungi rapat organisasinya dengan pistol. Pada umumnya mereka menghadapi kader-kader Partai dan gerakan massa revolusioner secara se-wenang-wenang dan dengan gegabah melontarkan tuduhan-tuduhan seperti:,,pengacau”,,,berbahaya”, dll.
untuk membenarkan tindakannya,,tangkap dulu, urusan belakang” dan kemudian,,atasnama hukum dan atasnama keadil-
462
an” untuk menahan dan menjebloskan kader-kader kedalam penjara.
Dengan menggunakan uang sogok pengusiran kaum tani dari tanah garapannya oleh tuantanah, tuantanah mendapat kemenangan walaupun sementara. Masih sering diadakan penggerebekan-penggerebekan terhadap kaum tani. Pernah terjadi delegasi BTI kekantor polisi setempat disambut dengan kepungan kekuatan bersenjatanya dengan senjata diarahkan kepada delegasi kaum tani ini. (tawa).
Di-tempat-tempat yang jauh dari kota, tindakan se-wenang-wenang semacam itu semakin banyak terjadi.
Disamping sudah adanya pemerintah RI, di Kalimantan Barat masih berlaku kekuasaan swapraja. Masing-masing mempunyai pegawai?- nya sendiri. Swapraja masih mempunyai wewenang memungut pajak dari Rakyat berujud uang dan barang, sedangkan ditempat-tempat dipedalaman masih berlaku kerja rodi. Sistim swapraja yang kolot dan menghisap itu merupakan lapangan korupsi dan memupuk birokrasi dari pejabat2nya.
Sisa-sisa feodal yang terbelakang lainnya yalah a.l. dengan masih bercokolnya ribuan tuantanah. Bagian yang sangat besar luas tanah dibiarkan menjadi hutan, sedangkan disamping itu kaum tani tidak mudah mendapatkan tanah. Untuk mendapatkan tanah kaum tani dipersukar oleh peraturan yang dipaksakan berlaku dan terpaksa menjadi korban pemerasan pejabat yang bersangkutan dengan apa yang disebutnya,,uang teh”,,,uang tinta”, dsb. yang jumlahnya beratus-ratus dan malahan. ribuan rupiah.
Fakta-fakta didaerah ini dan yang bisa diperkaya dengan fakta-fakta lainnya membenarkan sepenuhnya apa yang dilaporkan kepada Kongres kita ini tentang pentingnya perjuangan untuk memperkuat dan memperluas demokrasi, dan bahwa tugas perubahan-perubahan demokratis belumlah selesai.
Keadaan ekonomi didaerah
Daerah kita termasuk satu daerah yang selalu mengalami kekacauan ekonomi. Tidak saja harga barang-barang selalu meningkat tak terkendalikan, tetapi juga sangat sering sukar mendapatkan barang?
keperluan hidup pokok Rakyat. Lebih-lebih di-tempat-tempat dipedalaman Rakyat menderita tekanan-tekanan yang lebih berat lagi. Sebabnya a.l. yalah badan-badan perekonomian sektor negara atau semi-negara tidak digunakan sebagaimana mestinyas perusahaan partikelir secara liar mendatangkan barangdagangan?, alat-alat perhubungan, terutama laut, sungai dan darat selain kurang banyak jumlahnya, juga berjalan secara liar, adanya spekulasi dan usaha-usaha sabot lainnya (pedagang?
memboikot tidak mau mendatangkan barang). Pejabat-pejabat resmi ter-
463
tentu yang karena campurtangannya dilapangan ekonomi mendapatkan keuntungan untuk dirinya sehingga sudah menjadi tidak mau dan tidak mampu lagi bertindak yang maju sekedar untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu.
Kalimantan Barat masih mendatangkan keperluan-keperluan hidup Rakyat dari luar daerah. Selama hal ini belum bisa diatasi, yaitu terutama dengan memperbanyak produksi terutama bahan makanan, "dalam waktu yang lama masih akan selalu mengalami kesulitan?
semacam itu. Dalam hubungan dengan ini maka rencana transmigrasi yang diatur secara progresif mempunyai arti penting. Kaum transmigran sebagai tenaga kerja diperlukan untuk pembangunan pada umumnya.
Burjuasi Nasional
Kebanyakan kedudukannya sebagai burjuasi dagang yang masih sangat lemah modalnya, yang sebagian besar dari kalangan mereka hanya sebagai,,pembantu” saja dari kapitalis-kapitalis yang lebih besar dan menunggu-nunggu pemberian dari pemerintah, mereka tidak bisa sekedar membantu mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi didaerah.
Malahan banyak diantara mereka yang karena begitu bernafsu dalam memperbesar modalnya, mengadakan penimbunan-penimbunan barang dan menyalahgunakan kepercayaan yang diterimanya dari pemerintah.
Dalam hal ini rebutan rezeki diantara apa yang dinamakan asli”
dan,tidak asli” mempunyai akibat yang lebih jelek lagi tidak hanya dilapangan ekonomi tetapi juga dilapangan politik. Dilapangan ekonomi, misalnya dengan adanya diskriminasi dalam memberi jatah kopra untuk perusahaan-perusahaan minyak kelapa, sehingga perusahaan kepunyaan yang,,tidak asli” hanya cukup untuk menggiling 6 hari dalam sebulan dan dengan demikian terjadi pemecatan terhadap kaum buruh.
Kekuatan-kekuatan kepalabatu, tengah dan progresif
Dilihat dari hasil pemilihan umum untuk DPRD-dprd y.l. kekuatan kepalabatu sudah mulai berkurang, tetapi masih kuat. Kekuatan kepalabatu dibawah pimpinan Masyumi dan PSI, dijadikan satu sudah tiada merupakan kekuatan yang terbesar lagi. Dengan berhasilnya kerjasama kekuatan tengah, mereka mulai terisolasi dari kedudukan-kedudukan penting didalam DPRD Swatantra I Kalimantan Barat.
Kekuatan tengah bisa dibilang tetap, mereka kelihatan bimbang dan masih penuh purbasangka terhadap kita. Maka kita harus meneruskan pekerjaan yang tekun untuk dapat memperbaiki dan
memperkuat hasil-hasil yang sudah kita capai dalam kerjasama dengan mereka.
Dengan berkurangnya kekuatan kepalabatu dan kemajuan bersama kekuatan progresif dengan kekuatan tengah kekuatan demokratis bertambah kuat, sehingga sudah terjadi pergeseran kekiri dan kekuatan progresif bertambah besar.
II. PARTAI
Pada umumnya Comite-comite Partai baru dibentuk dengan kader?nya yang terbatas jumlahnya dan masih belum cukup mendapatkan pendidikan teori dan belum banyak memiliki pengalaman, dengan anggota dan calonanggota yang baru. Pekerjaan-pekerjaan yang harus kita selesaikan semakin bertambah luas dan banyak diantaranya yang bersifat rumit.
Untuk memperkuat Comite-comite Partai, yalah sesuai dengan garis Partai,,menyesuaikan badan-badan pimpinan Partai dengan perkembangan situasi yang cepat”, langkah kita yalah menambah tenaga-tenaga didalam badan-badan pimpinan Partai dengan mengadakan promosi kader yang memang pada waktunya. Untuk ini pegangan kita yalah a.l.
»jangan menuntut terlalu tinggi” dari kader-kader, tetapi juga jangan sampai terlalu rendah”, supaya kader-kader yang dipromosi menganggap, bahwa kedudukan didalam Partai merupakan hasil jerih payah dengan kesetiaan kepada Partai dan kesanggupan bekerjanya, kecakapan bekerjanya, kejujuran dan kesungguhan dalam menjalankan tugas? Partai. Kita memilih tenaga-tenaga yang baik untuk ditempatkan di Bagian-bagian dan Biro-biro, dll. badan Partai. Mereka harus mendapatkan pemeliharaan yang terus-menerus, sehingga dengan demikian kekurangan-kekurangan?nya bisa diatasi dan bersamaan dengan itu syarat-syarat yang diperlukan secara ber-angsur-angsur bisa dipenuhi.
Juga dalam hubungan dengan pelaksanaan memperkuat Comite-comite Partai ini yalah, bahwa badan-badan pimpinan Partai harus disusun secara integral untuk bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang juga bersifat kompleks itu. Badan-badan, Biro-biro dan badan? Partai lainnya supaya mempunyai kehidupan yang baik. Dengan badan? Partai ini yang mempunyai kehidupan yang baik bisa banyak membantu Comite-comite yang bersangkutan.
Didalam AN ani plan pendidikan Partai pengalaman didaerah yang bisa disimpulkan yalah a.l. mengatasi kurangnya persiapan daripada Comite-comite yang menyelenggarakan sekolah dan kursus dan perlunya senantiasa mendorong kader-kader mengikuti sekolah atau kursus supaya mempunyai semangat belajar. Semboyan kita didaerah yalah,,Siapa saja tidak belajar, tidak bisa menyesuaikan diri rkembangan keadaan”. » 5
Ta engan Kalitrantan Barat yang masih lebih banyak bersifat gerakan Komunis itu, tugas kita yalah menjadikannya organisasi Partai Komunis yang kuat, luas dan memperbaharuinya. Untuk berkasilnya tugas ini masalah pendidikan adalah sangat penting peranannya. Kenyataan menunjukkan, bahwa bagi Comite-comite Partai yang berhasil dalam melaksanakan plan pendidikan Partai mulai ada — perubahan kearah kemajuan didalam kehidupan Comite dan dikalangan kader2nya. Suasana baru timbul didalam Partai. Semangat bekerja kader-kader meningkat. Kemampuan bekerja menjadi lebih besar. Kawan-kawan dari pimpinan dan kader-kader lainnya sudah mempelajari strategi dan taktik Partai yang sangat membantu didalam mereka menjalankan tugasnya. Ideologi proletar berkembang. Kekurangan tenaga kader sebagian sudah bisa diatasi. Syarat-syarat terpenting untuk memperkuat lebih lanjut Partai sudah ada. Kami meyakini, bahwa berbicara tentang kekurangan kader adalah tidak tepat apabila bersamaan dengan itu tidak ada usaha yang sungguh' untuk mendidik dan menggunakan yang sudah ada sekarang. Kekurangan kader bisa diatasi dengan melaksanakan plan pendidikan Partai. -: K Kk 1G
Gerakan belajar, konferensi teori dan seminar yang dijalankan didaerah, seperti: mempelajari buku?,,Garis Massa”,,,Perjuangan Intern Partai”, mempelajari dan mengadakan konferensi daerah dengan beracara:,,Mengurus secara tepat kontradiksi-kontradiksi dikalangan Rakyat” yang ditujukan terutama kepada kader-kader tingkat
CDB, CS dan CSS mempunyai pengaruh yang baik dalam meng- «
atasi kecenderungan-kecenderungan yang ada pada diri kader-kader. Dengan menambahkan matapelajaran MDH di or 2 bagi kader-kader yang bersangkutan dalam mengikis pandangan-pandangan non- Marxis-Leninis. y Ea '
Dalam membesarkan semangat belajar sendiri yang bukunya ditentukan oleh CDB dan untuk mendorong kader? Partai, semboyan yang kita tetapkan yalah »Pergunakan setiap waktu terluang untuk belajar”.
Perluasan anggota, Pp seperti Kalimantan Barat adalah sangat diperlukan.
II. GERAKAN MASSA
Arah daripada kegiatan
Kalimantan Barat yalah: memperluas dan memp
466
SPP, KPS merupakan bantuan «
dan organisasi dan pendidikan bagi daerah.
Partai dilapangan gerakan massa di erkuat gerakan!
massa. Ini berlaku untuk gerakan massa pada umumnya, karena masih sangat banyaknya penduduk, terutama kaum tani, yang belum terorganisasi. Berhasilnya dengan baik pekerjaan kita ini sangat membantu dalam pekerjaan meluaskan Partai.
Koperasi
Didaerah Kalimantan Barat penggunaan garis,,menjadikan koperasi senjata ditangan Rakyat” adalah obyektif, khususnya bagi kaum tani dan kaum nelayan. Praktek Induk Koperasi Kopra Indonesia (IKKI) yang menjalankan praktek tengkulak dan NV Perdagangan sekaligus adalah merugikan Rakyat pekerja terutama kaum tani kelapa.
Kekuasaannya sudah begitu jauh, sehingga tidak hanya menjadi pembeli dan penjual tunggal, tetapi juga sampai menetapkan jatah pembagian kopra kepada pabrik-pabrik minyak kelapa, yang karena politik diskriminasinya terhadap pengusaha?,,asl?” dan tidak asli” menyebabkan pabrik-pabrik minyak kelapa bekerja dibawah kapasitet, dan sehingga daerah yang mengekspor kopra pernah terjadi kekeringan minyak kelapa. Koperasi-koperasi yang sudah ada perlu didorong supaya sungguh-sungguh dapat meringankan beban Rakyat. Disamping ini meluaskan: terbentuknya koperasi-koperasi sebagai lapangan aktivitet kita. Kita menentang penyalahgunaan nama Koperasi untuk menghisap Rakyat.
Memperluas dan memperkuat organisasi-organisasi massa revolusioner merupakan salahsatu tugas penting disamping tugas-tugas penting lainnya. Comite-comite Partai tidak boleh acuh-tak-acuh terhadap gerakan massa dilingkungannya, khususnya bagi Comite-comite diluar kota 'harus dengan sungguh-sungguh memimpin gerakan massa kaum tani revolusioner.
Dalam hubungan dengan ini pekerjaan memperluas keanggotaan Partai dari kalangan kaum tani adalah penting artinya dan melancarkan jalannya pimpinan Partai kepada kaum tani. Hasil-hasil yang sudah ada kita jadikan modal. Oleh karenanya harus mendapatkan emeliharaan supaya menjadi kuat. Kader?nya supaya dididik ingga meningkat pengertian teori dan kemampuan berorganisasiyas rapat-rapat anggota perlu diadakans administrasi supaya diatur engan rapi, walaupun sederhana bentuknyas tempatkerja dan at-at kerja supaya secara ber-angsur-angsur dilengkapi, untuk mengilangkan bekerja yang sambil lalu, maka supaya bekerja berasarkan plan. Selain ini masalah mempererat hubungan dari orgaasi tingkat atas dengan yang dibawahnya, dan timbal-balikn rlu diperlancar. Prinsip yang dijalankan dalam hal ini yalah tas membantu yang dibawah”.
467
y ini k ktifkan organisasi?
ckerjaan ini sudah termasuk menga) Banana
Haruan LA kehidupan yang baik, dan, memperbaiki cara:
kerja dikalangan badan-badan pimpinannya.
anus didaerah sebagai fakta
ilah beberapa masalah dan pengalaman di Lake
Tea sya menyetujui sepenuhnya Laporan Umum CC Partai.
Sekian, terima kasih. (tepuktangan).
468
PIDATO KAWAN RUSLAN KAMALUDDIN
(Sekretaris CDB PKI Jawa Timur)
Kawan? Presidium dan Kongres yang tercinta.
Terlebih dahulu perkenankanlah saya atasnama kawan-kawan delegasi, anggota, calonanggota serta pencinta Partai di Jawa Timur, menyampaikan salam hangat pada para pimpinan, utusan dan peserta Kongres Partai yang megah sekarang ini. (tepuktangan).
Dalam kesempatan ini saya per-tama-tama menyatakan persetujuan saya sepenuhnya terhadap Laporan Umum Kawan D.N. Aidit yang berjudul,, Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”. (tepuktangan). Begitu pula saya dapat menyetujui Rencana Perubahan Program dan Konstitusi Partai. Saya berpendapat bahwa Laporan Umum yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit ini, kecuali merupakan pertanggunganjawab pimpinan Partai pada masa antara Kongres Nasional ke-V dan Kongres Nasional ke-VI sekarang ini, juga merupakan pelaksanaan yang konsekwen dan kreatif dari putusan Kongres Nasional ke-V. Dengan analisa secara Marxis- Leninis Laporan Umum secara tepat memuat kesimpulan-kesimpulan yang obyektif dan sangat berharga mengenai masalah-masalah dalam dan luarnegeri serta keadaan Partai sendiri, dan sekaligus memberikan pedoman-pedoman baru untuk Yebih mengembangkan perjuangan Rakyat Indonesia dalam menyelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya. Oleh karena itu Laporan Umum Comite Central in sangat berguna dan penting bagi kader? Partai dalam memberikan pimpinan se-hari-hari secara tepat untuk masa yang akan datang. Dan bagi orang-orang yang berkemauan baik dan untuk menyelamatkan Revolusi Agustus 1945, Laporan Umum ini akan merupakan penunjuk jalan yang terang. (tepuktangan).
Dengan memberikan fakta-fakta yang sulit dibantah dan penilaian yang wajar dari hasil-hasil perjuangan Rakyat Indonesia dilapangan politik, ekonomi dan kebudayaan, secara tepat laporan umum menyimpulkan bahwa imperialisme Belanda masih tetap merupakan musuh nomor satu bagi Rakyat Indonesia dan mencanangkan bahwa musuh yang paling berbahaya adalah imperialisme Amerika Serikat. Kesimpulan ini tepat sekali karena akan merupakan daya
469
yang besar dari kebencian Rakyat Indonesia yang telah ya atadap kaum imperialis terutama imperialis Belanda, Dengan mengkonstatasi sekaligus masih berlakunya sisa' Toaalan di-desa-desa, ditarik kesimpulan bahwa Indonesia pada dewasa ini magti merupakan negeri yang belum merdeka penuh dan masih setengal Aa engeoai kupasan tentang kedudukan Indonesia dalam an ckonomi secara tepat sekali laporan umum menunjukkan Kena derungan-derungan selama ini, yang mempertahankan Hubungan c among pada'blok barat, telah mengikatkan Indonesia pada pembagian ker ja internasional secara kapitalis, yang tidak mungkin dapat Ha bawa maju Indonesia dalam bidang industrialisasi dan pemba ngunan negeri. Dengan demikian mendudukkan Indonesa tet 2?
sebagai suatu negeri yang hanya menjadi pasar bahan mena dan "pasar tenagakerja yang murah bagi modal besar asing. engan masih berlakunya hubungan feodal yang mengekang tenaga pro uk tif di-desa-desa dan pengaruh krisis negeri-negeri barat, akibatnya Jalan bahwa selama ini tingkat hidup Rakyat Indonesia terus merosot.
Selain daerah Jawa Timur yang oleh beberapa pejabat tertenai dikatakan sebagai daerah,,aman”, dibanyak daerah Pa terdapat gangguan gerombolan DI-TII, pemberontak,, RT - 3 mesta dan aktivitet subversif asing yang sangat menambah pei itaan Rakyat.. ai
Ba datangkan bahwa dengan pengalaman yang, pabit te lama ini, masih terdapat pikiran yang ragu-ragu dalam melancar! 2 hubungan ekonomi dengan negeri-negeri sosialis yang Inamp3 mem pre duksi sepertiga dari seluruh produksi dunia. Ke-ragu?an Tni Ea dibuktikan dengan kenyataan, bahwa hubungan ekanotai nga negeri-negeri Sosialis masih jauh belum berimbang jika dibani ing dengan hubungan ekonomi dengan negeri-negeri barat. Oleh Karena Yi untuk mengatasi dan mencegah kemerosotan ekonomi Aan i ber-larut-larut, saya sependapat dengan jalan keluar yang ary 2 dalam laporan umum ini, yang pada pokoknya yalah: memper! Sai produksi dalamnegeris membatalkan undang-undang penanaman modal asing diganti dengan pinjaman luarnegeri tanpa ikatan ipoi dan militer dan yang paling menguntungkan: memperluas ubungai ekonomi dan kebudayaan dengan negeri-negeri kubu Sosialis mempa baiki sistim expor-impor serta sistim distribusinya: memper “ii upah kaum buruh: membebaskan kaum tani dari penghisapan, sling tahdarat dan tuantanah: dan pembasmian DI-TII, SEBRI 1 ermesta serta aktivitet subversif asing sampai kedakar: Ka, e ang untuk meringankan beban Rakyat, penting artinya masa! sana! an tugas-tugas mempergiat dan memperluas berdirinya koperasi-koperasi. Dalam
hal ini yang perlu diperhatikan yalah bagaimana menjadikan koperasi-koperasi yang hanya mengejar keuntungan dan tidak demokratis menjadi koperasi-koperasi yang demokratis dan mengabdi kepada kepentingan anggota?nya. Dengan demikian koperasi-koperasi tersebut akan merupakan suatu alat untuk mempersatukan, memobilisasi dan mengorganisasi Rakyat guna mengurangi penghisapan-penghisapan tuantanah, lintahdarat dan kapitalis disatu fihak, dilain fihak guna meningkatkan hasil-hasil produksi.
Berbicara tentang pengalaman front persatuan, saya sependapat Yengan rumusan bahwa kekuatan kepalabatu yang a-nasional dan anti-demokrasi sudah makin terpencil kedudukan ya. Tetapi karena Indonesia masih merupakan negeri yang belum merdeka penuh dan setengah-feodal, maka kita harus mempertajam (kewaspadaan terhadap aktivitet mereka yang tidak terang?an. Oleh karena itu untuk lebih memperteguh front persatuan, tidak cukup hanya membatasi pekerjaan dibidang perjuangan parlementer dan hanya memperaiki kerjasama dengan partai-partai/golongan-golongan saja, sebagaimana masih terdapat dibeberapa daerah di Jawa Timur: tetapi yang penting sekali adanya aktivitet yang intensif untuk menghidupkan aksi-aksi dikalangan massa luas, terutama dikalangan massa kaum tani. Dengan baiknya pekerjaan ini kita akan lebih memenfyilkan lagi kekuatan kepalabatu. Tidak dapat disangkal bahwa pekerjaan dilapangan front persatuan, terdapat macam-macam? kontradiksi yang rumit sekali.
Dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi ini sikap kita yalah terhadap kontradiksi yang tidak antagonistis harus diselesaikan secara bijaksana seperti menyelesaikan kontradiksi dikalangan Rakyat, dan terhadap kontradiksi yang antagonistis kita harus bersikap tidak kenal ampun. Dengan demikian kita akan lebih mempertinggi kesedaran politik massa yang secara tidak sadar selama ini dipimpin oleh klas-klas Yang bertentangan dengan kepentingan mereka. Jika sikap ini dijalankan dengan se-baik2nya pasti akan membawa hasil makin majunya golongan tengah sehingga bisa menjadi satu dengan kckuatan progresif dan sebaliknya akan lebih memencilkan golongan kepalabatu.
Selanjutnya tentang sikap Partai terhadap terbentuknya Kabinet Kerja Sukarno-Juanda beserta tiga pasal programnya adalah tepat sekali, meskipun pada ketika itu dalam sementara waktu menimbulkan rasa kecewa bagi Rakyat, khususnya Rakyat di Jawa Timur. Kekecewaan Rakyat ini adalah wajar. Pertama karena mereka mengharapkan terlaksananya Konsepsi Presiden 10045 setelah kembali ke UUD 45 sekaligus dapat terbentuk Kabinet Gotongroyong dan itu belum menjadi kenyataan dan kedua karena sudah tidak dapat menyatakan pendapatnya pada saat pembentukan
“4 471
Buruh negeri-negeri sosialis dan,»Manifesto Perdamaian” hasil kesimpulan konferensi Moskow dibulan November 1957. Dengan demikian kita akan lebih membolsyewikkan Partai, mendorong maju gerakan kemerdekaan nasional dan lebih memperkuat gerakan perdamaian.
Bicara tentang Plan 3 Tahun Organisasi dan Pendidikan, pengalaman di Jawa Timur sangat menggembirakan dan telah membawa Partai maju melangkah dalam lapangan organisasi dan ideologi. Tambahan calonanggota-calonanggota baru dan badan-badan organisasi sudah meluas dan hampir merata di-desa?. (tepuktangan). Kemajuan dalam lapangan pendidikan makin memberi kemampuan kepada kader-kader Partai dalam memimpin gerakan revolusioner dan mengembangkan pekerjaan Partai dalam menggalang front persatuan nasional. Hubungan Partai dengan massa luas makin erat karena mak bertambahnya kader? Partai yang memiliki teori Marxisme-Leninisme serta makin menipisnya kelemahan-kelemahan subyektivisme dan sektarisme. Walaupun demikian harus diakui bahwa Partai di Jawa "Timur masih belum dapat memenuhi jatahnya dalam tugas peningkatan calon menjadi anggota dan pelaksanaan plan Sekoiah-sekoiah Politik. Dalam hal ini, kelemahannya bersumber pada masih kurang mampunya Comite? Resort memimpin secara selfstandig
terhadap kehidupan Grup-grup dan masih belum mempunyai sebagian '
besar kader-kader lulusan KPSS untuk mengajar di Sekolah-sekolah Politik.
Untuk ini penting sekali bagi Comite Subseksi mengambil perhatian yang serius dalam memelihara Comite-comite Resort agar kemudian dapat memimpin secara selfstandig terhadap kehidupan Grup-grup.
Berdasarkan satas kenyataan-kenyataan ini, saya sependapat untuk dilanjutkan Plan Organisasi dan Pendidikan dengan disertai penyempurnaannya atas dasar pengalaman selama pelaksanaan Plan 3 "Tahun yang pertama. Selanjutnya, mengingat bahwa dengan perkembangan Partai pada dewasa ini, banyak problim-problim organisasi yang belum dapat tertampung dalam Konstitusi saya dapat menyetujui adanya perubahan-perubahan dalam Konstitusi, agar Partai di-hari?
yang akan datang mampu memimpin semua bidang pekerjaan baik didalam maupun diluar Partai.
Berdasarkan atas uraian ini, sesuai dengan perkembangan situasi politik dalam dan luarnegeri serta keadaan tubuh Partai sendiri.
saya setuju dengan rumusan dalam laporan umum, bahwa di-hari-hari yang akan datang dua tugas Partai yang ditetapkan dalam Kongres Nasional ke-V masih tetap berlaku, yaitu: pertama, menggalang front persatuan nasional anti-imperialis yang berbasiskan persekutuan kaum buruh dan tani anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh. Dan kedua meneruskan pembangunan Partai yang tersebar
474
diseluruh negeri yang mempunyai karak y 3 g punyai karakter massa yang 1 y li ul kemp a n yang luas, yang sea nya terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organi-
Kawan-kawan presidium dan sidang y yi
1 | g yang tercinta.
Sekianlah sambutan sa: 1 y
Fa ya terhadap laporan umum disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit atasnama Comite Centaai Partai f can ni Indonesia dalam Sidang Kongres Nasional ke-VI sekarang Ha El ai akhirnya saya menyampaikan salam yang se-tinggi2nya atas cunggulan Comite Central Partai Komunis Indonesia dalam memimpin perjuangan Partai dan Rakyat Indonesia dibawah pir pinan Kawan D.N. Aidit. (tepuktangan). La
HIDUP TRONE PEKAN NASIONAL!
I I KOMUNIS INDONE: / (Hidup!?, tepuktangan). YAN Pa
475
PIDATO KAWAN ADENAN RACHMAN
(Sekretaris CDB PKI Jambi)
Kawan-kawan,
Jauh sebelum Kongres yang besar ini dimulai kepada kita telah disampaikan material dari Kongres kita yang sekarang sedang berlangsung ini, dan telah pula dibahas di-daerah-daerah.
Atas semua bahan-bahan ini kami dari CDB Jambi mengemukakan pendapat, bahwa Partai kita telah menunjukkan kesungguhannya yang besar dalam memimpin Revolusi Nasional Indonesia.
Ini dibuktikan dengan surat terbuka dari CC yang berupa seruan kepada Rakyat umum, baik yang berada didalam maupun diluar barisan PKI untuk memajukan pendapatE#nya yang berupa saran?
dan kritik-kritik atas Material Kongres.
Dengan ini sebagai Partai klas proletar ia menunjukkan kejujuran dan keberaniannya, sekaligus ia menjadikan Kongres ini bukan hanya Kongres dari kaum Komunis saja tetapi juga dari Rakyat Indonesia yang anti-imperialisme dan anti-feodalismc.
(repuktangan). Singkatnya, langgam ini membuat Partai kita satu dengan Rakyat Indonesia, dan bersatu dengan Rakyat Indonesia berarti membina suatu benteng yang tak terkalahkan oleh musuh-musuh Rakyat dan selanjutnya akan merupakan jaminan bagi kehancuran musuh? Rakyat. (tepuktangan).
Laporan Umum Kawan Aidit yang mengatakan imperialisme Belanda masih tetap musuh pertama Rakyat Indonesia, bahwa Indonesia masih tetap negeri setengah-feodal dan bahwa imperialisme AS sudah merupakan bahaya yang terus-menerus mengancam kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia, kami uji kebenarannya didaerah kami, ia ternyata benar. Tak mungkin kami uraikan seluruhnya tetapi beberapa contoh dapat kami tunjukkan sbb.:
Didaerah Jambi menurut kenyataannya seluruh perusahaan Belanda masih baru dalam tingkatan pengawasan Pemerintah, belum ada yang dinasionalisasi kecuali NV Yacobson v.d. Berg dan Borsumy yang sekarang namanya ber-turut-turut menjadi Yudha Bakti Corporation dan Indevitra, sedangkan perusahaan-perusahaan lainnya seperti Internatio, Perkebunan Pondokmeja (NV Mayanglanden) dan
476
perkebunan HVA Kayu Aro tidak tentu statusnya, juga tidak terpelihara dengan baik untuk maksud membantu keuangan Negara dan nasib kaum buruhnya.
Selain dari perusahaan-perusahaan tersebut diatas, modal Belanda yang masih juga utuh juga terdapat di Jambi, seperti modal BPM pada PT Permindo sebanyak 5096, disamping kekuasaan modalnya itu juga terdapat kekuasaan BPM melalui apa yang disebut »bantuan tekhnik” dari BPM, ini sangat mempengaruhi hidupnya perusahaan PT Permindo karena bantuan itu meliputi alat-alat materieel dan tenaga-tenaga ahli.
Sisa-sisa fikiran kolonial,,,Hollands denken” masih juga belum terhapus habis dari fikiran sementara pembesar? Pemerintah Daerah serta tenaga-tenaga pimpinan di-perusahaan-perusahaan penting tersebut diatas, seperti fikiran-fikiran bahwa Rakyat Indonesia tidak tahu apa-apa. Maka itu tidak perlu diajak berunding mengenai soal-soal Negara dsb., dan oleh karena itu cukuplah sesuatunya ditentukan dari atas saja:
fikiran yang memandang Belanda masih superieur dalam segala hal sehingga menganggap rendah kemampuan diri sendiri dan massa Rakyat. Golongan-golongan yang berfikiran semacam ini banyak terlibat dalam gerakan,,PRRI” karena pertautan fikiran mereka yang tidak demokratis dan,,Hollands denken” tersebut yang hendak memaksakan kemauannya atas pundak Rakyat. Jadi secara Nasional Belanda adalah musuh pertama Rakyat Indonesia, yang pengaruhnya sccara langsung dirasakan oleh Rakyat pekerja di Jambi.
Sisa-sisa feodalisme juga masih bercokol dan berkuasa dengan masih adanya didaerah Jambi sistim bunga kayu, bunga pasir, rodi, maro tanah dengan pembagian 1:2 (1/3 bahagian untuk yang mengerjakan, 2/3 bahagian untuk pemilik tanah). Keadaan seperti ini banyak terdapat, sehingga Laporan Umum Kawan Aidit yang mengatakan bahwa negeri kita adalah setengah-feodal sepenuhnya adalah benar.
Laporan Umum Kawan Aidit memberikan kewaspadaan yang besar kepada kita dengan dikemukakan dengan fakta-fakta yang lengkap bahwa imperialisme AS telah merupakan bahaya yang terus-menerus mengancam kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini mempunyai arti yang penting bagi Rakyat Indonesia untuk lebih ber-jaga-jaga dan dengan cepat serta tepat pada waktunya mengambil tindakan-tindakan seperlunya sesuai dengan perkembangan selanjutnya.
Pada puncak kekuasaan,,DB/PRRI” kita melihat dengan jelas usaha-usaha membarter, hubungan-hubungan langsung dengan luarnegeri dari tokoh-tokoh tertentu di Jambi, semuanya ini adalah usaha-usaha yang sesuai dengan kepentingan? AS yang me-mutus-mutus kekuasaan Pusat ke-Daerah-daerah, dan Daerah-daerah menjadi tunduk secara langsung kepadanya.
477
Tugas ini dilakukan oleh gembong? Masyumi-PSI yang sebahagian
besar dari mereka yang sekarang ini masih bercokol dalam Peimerintahan dan memegang fungsi-fungsi penting. Pantai Daerah Jambi yang dekat letaknya dari Singapore dan banyaknya sungaiZ yang menyusup kepedalaman yang tidak terjaga, merupakan,tempat-tempat baik sebagai saluran (doorloop-station) bagi kakitangan-kakitangan (Amerika untuk memasukkan senjata dan ber-bagai-bagai alat, halmana mempermudah dan mendorong AS memperbanyak kakitangannya didaerah
Karena pertautan AS dengan KMT yang begitu erat, maka politik AS tersebut diatas adalah terwujud dalam bentuk kegiatan KMT di Jambi. Dalam pelaksanaan berlakunya barter liar di Jambi, KMT melakukan peranan yang besar.
Infiltrasi kebudayaan AS juga semakin terasa di Jambi, tarian Hullahoop sudah mulai menjalar sampai dibeberapa kampung yang fanatik agama, lagu-lagu Amerika mengisi hati pelajar, begitu juga gaya-gaya cowboy dan sebagainya: jika dulu kami hanya mendengar di Jakarta, sekarang kami lihat di Jambi, ini adalah akibat buruk dari film-film AS yang menguasai pasaran. Dilihat dari kenyataan yang tersebut diatas, benarlah apa yang dikatakan dalam laporan Kawan Aidit bahwa imperialisme AS telah merupakan bahaya yang terus-menerus mengancam kedaulatan R.I.
Partai tidak saja mengkonstatir penghidupan yang “jelek dari sebahagian besar Rakyat Indonesia sebagai akibat dari krisis ekonomi tetapi ia juga menunjukkan jalan keluar dari krisis tersebut dengan jalan memperkuat ekonomi sektor Negara diantaranya melalui pengambilalihan perusahaan-perusahaan milik kolonial Belanda dan KMT, memperluas areal tanah garapan, melakukan perdagangan luarnegeri yang dititikberatkan pada memperluas hubungan dengan negeri-negeri sosialis, menguasai devisen yang dihasilkan oleh maskapai minyak asing, expor-impor dan distribusi bahan-bahan penting dikuasai oleh Pemerintah dll. Jalan keluar yang ditunjukkan oleh Partai ini benar-benar akan menciptakan syarat untuk melepaskan Indonesia dari cengkeraman krisis ekonomi yang terus-menerus yang hingga sekarang berlangsung dinegeri kita ini. Ia akan mengurangi
- pengangguran, ia akan menyetop kenaikan harga barang, ia akan memperbaiki tingkat hidup massa Rakyat banyak dsb.
Satu hal yang penting lagi ditekankan bahwa dalam memperbesar produksi di-perusahaan-perusahaan negara harus dijalankan semboian pimpinan patriotik, mempertinggi produksi, cegah sabotase, dan perbaiki nasib buruh”. Ini berarti kita menyokong usaha memperbesar produksi dan pembangunan dengan siarat diperbaikinya nasib kaum buruh, begitu juga mempertinggi tingkat hidup kaum tani.
478
Ini adalah sebaliknya dari fikiran kaum reaksi yang hendak melakukan pembangunan dan mempertinggi produktivitet kerja dengan semboyan,,untuk mempertinggi pendapatan nasional” atas keuntungan kaum kapitalis se-mata-mata dan atas kerugian kaum buruh dan kaum tani. Pembangunan yang semacam ini sudah tentu kita tolak.
Tuntutan-tuntutan diatas disamping ia merupakan jalan keluar dari krisis ekonomi di Indonesia, ia juga merupakan bantahan terhadap “ kaum reaksioner yang hendak mengatasi krisis ekonomi ini dengan jalan lebih banyak mengundang penanaman modal asing, dengan memperbanyak pajak-pajak atas Rakyat Indonesia.
Sebagai akibat daripada krisis ekonomi di Indonesia yang semakin mendalam kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota dan kaum inteligensia mengalami kesulitan-kesulitan besar.
Kaum buruh di Jambi menderita ketidak-adilan sosial yang mendalam, upah yang rendah, pengangguran dsb. Menurut DHP resort Jambi upah buruh pelabuhan sebelum BE adalah rata-rata Rp. 710,— sebulan sedangkan kebutuhan seorang buruh pada waktu itu adalah Rp. 1.144,50: sesudah BE (Juni '59) upah riil merosot menjadi Rp. 615,— sedangkan kebutuhan meningkat menjadi Rp. 2.019,45 sebulan.
Lebih celaka lagi bagi buruh harian Pemerintah,,Otonom”
dimana masih terdapat upah Rp. 234,12 sebulan sedangkan kebutuhan hidup sama dengan jumlah tersebut diatas yaitu Rp.
2.019,45 sebulan. Dalam hal ini belum termasuk kebutuhan anggota-anggota keluarga.
Disamping upah yang rendah, juga semakin banyak pengangguran. Dari catatan KPT Jambi pada bulan Desember 1957 terdapat 572 penganggur, Juni 1958 763 penganggur dan pada bulan Januari 1959 menjadi 753 orang. Jumlah ini baru meliputi orang-orang yang mendaftarkan diri, yang belum mendaftarkan - tentu masih lebih banyak lagi. Jika kita ambil saja jumlah ini lipat dua kali, maka ini akan berarti 1.506 orang atau 12.545 dari jumlah buruh seluruhnya (Jumlah buruh di Jambi 11.863 crang belum termasuk tentara dan polisi dan buruh-buruh di Kerinci).
Tentang Kantor Penempatan Tenaga kurang kaum buruh men- Gengarnya.
Pendapatan-pendapatan yang tidak mencukupi dari memburuh membikin mereka banyak beralih kepekerjaan berdagang kecil, atau memburuh sambil berdagang kecil, inipun tak dapat mencukupi keperluan se-hari-hari.
Kaum tani sekalipun menjual hasil tanamannya dengan harga yang lebih tinggi dari biasa, tetapi sctelah ia mempergunakan uang-
479
nya untuk membeli bahan-bahan kebutuhan se-hari-hari, mereka juga menghadapi kekurangan?.
Kaum intelektuil, seperti guru-guru merasakan sulitnya beban hidup yang memaksa mereka bekerja lembur terus-menerus sehirigga waktu dan spirit mereka habis, ini membikin kelesuan mereka untuk memperdalam ilmu pengetahuan, dan hasil pekerjaan mereka mengenai sesuatu pekerjaan yang dipegangnya menjadi tak sempurna. Sedang bahan-bahan pelajaran, seperti buku-buku dan lain?nya amat tinggi harganya: ini juga menjadi penghambat kemajuan.
Dari sehari kehari nampak tekanan-tekanan semakin berat dalam kehidupan Rakyat, barang-barang kebutuhan hidup se-hari-hari misalnya gula pasir dsb. acapkali hilang dari pasaran. Kesulitan-kesulitan ini bertambah lagi karena jeleknya dan kurangnya perhubungan lalulintas. Scbagai akibat yang menyolok dan jeleknya perhubungan ini, dapat dikemukakan bahwa kentang dan cabe misalnya di Kerinci berharga Rp. 2,— atau Rp. 2,50 per Kg, sedangkan di Jambi harganya meningkat 4 sampai 5 kali, malahan puluhan rupiah.
Fakta-fakta yang terdapat didaerah Jambi ini meyakinkan kami akan analisa yang tepat dari Partai mengenai krisis ekonomi di Indonesia,
Dalam masalah Front Persatuan laporan Kawan Aidit mengatakan bahwa tidaklah mudah bagi kekuatan progresif untuk mengembangkan dirinya, telah dibenarkan oleh pengalaman-pengalaman sejarah.
Laporan Umum Kawan Aidit juga menekankan untuk yang kesekian kalinya bahwa untuk mengubah imbangan kekuatan pekerjaan Partai yang utama dan terus-menerus yalah membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi massa Rakyat terutama buruh dan tani, suatu hal yang se-kali-kali tidak boleh diabaikan dalam penggaiangan front persatuan menuju ke-kemenangan Revolusi.
Kesimpulan ini sangat tepat. Kami mengalami juga hal-hal yang membenarkan kesimpulan ini. Kita bisa berhasil menggalang front persatuan, kalau program yang diajukan adalah tepat dan menguntungkan kedua belah pihak.
Tetapi bila kaum burjuis jauh lebih kuat dari kekuatan progresif maka kerjasama sukar dilaksanakan. Namun sikap demikian tidak bisa menghentikan usaha-usaha Partai untuk menggalang Yront Persatuan.
Jadi penggalangan front persatuan hanya bisa berhasil, kalau kita berhasil mengorganisasi dan memobilisasi Rakyat dibawah pimpinan Partai.
Kami berpendapat bahwa Laporan Umum Kawan Aidit telah mencakup segala persoalan fundamentil yang berkenaan dengan penyelesaian Revolusi Nasional Indonesia sekarang ini.
. Achirnya, sambutan umum ini kami tutup dengan keyakinan
yang se-penuh?nya akan kebenaran?nya. Dan berdasarkan itu kami
menyetujuinya dengan penuh kesedaran. Kami juga meyakini
akan kemampuan Partai untuk mensukseskan garis-garis yang telah dipatokkan dalam Laporan Umum tersebut, dan kami berjanji akan
berusaha se-keras?nya untuk perjuangan yang mulia dan luhur ini.
481
PIDATO KAWAN NYONO
(Sekretaris Jendral Dewan Nasional SOBSI)
Kawan?, a
Saya sepenuhnya menyetujui Laporan Umum Kawan D.N. Aidit yang disampaikan atas nama Comite Central Partai. 5
Laporan Umum yang berjudul.,Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”, cukup jelas membentangkan perspektif politik di-hari-hari yang akan datang, perspektif politik yang menjadi milik massa Rakyat. Perspektif politik ini dalam pokoknya adalah perspektif baik, meskipun harus direbut melalui jalan yang tidak sedikit duri dan ranjaunya, halangan dan rintangannya.
Laporan Umum telah bicara dengan bahasa yang terang, bahwa bahaya fasis yang berupa bahaya diktatur militer masih belum lenyap dari kehidupan politik negeri kita. Tepat sekali apa yang ditandaskan dalam Laporan Umum, bahwa dalam pertarungan antara demokrasi idan fasisme, dapat diperhitungkan dengan pasti bahwa kemenangan akan ada difihak demokrasi. Kemenangan demokrasi ini terutama ditentukan oleh tingginya kesadaran politik Rakyat yang sudah cukup mengalami dan mengerti apa artinya hidup tanpa demokrasi.
Perspektif politik lainnya yang ditunjukkan dalam Laporan Umum yalah, bahwa Rakyat Indonesia akan terus memperjuangkan pembentukan Kabinet Gotongroyong dibawah pimpinan Presiden Sukarno, baik lewat penggantian menteri-menteri yang tidak tepat maupun dengan mengadakan perombakan kabinet keseluruhannya.
'Tuntutan ini sangat adil dan oleh karena itu cepat atau lambat pasti akan terlaksana. Tentang masuknya PKI dalam kabinet sekarang ini dianggap oleh massa Rakyat sebagai satu hal yang adil dan wajar.
Kawan-kawan,
Menjelaskan perspektif politik yang baik kepada kaum buruh, sudah barang tentu juga kepada kaum tani dan massa pekerja lainnya, tanpa menutup-nutupi rintangan-rintangan dan halangan-halangan yang ada, mempunyai arti politik yang sangat penting, karena ini akan merupakan sinar terang yang menembus dada massa banyak yang hidup-
482
nya sekarang ini penuh dengan rasa cemas, apa yang akan dimakan esok hari dan bagaimana haridepan anak-isterinya, rasa cemas yang ditimbulkan oleh beban penghidupan mereka se-hari-hari yang makin berat, akibat Indonesia hingga sekarang masih tetap berada dalam cengkeraman krisis ekonomi. Sinar terang ini membangunkan harapan-harapan baru dan jika dipimpin baik akan meningkat menjadi tenaga raksasa Rakyat yang sanggup mengubah keadaan-keadaan yang
| tidak baik menjadi hal-hal yang baik.
Kaum buruh Indonesia sudah pasti menyambut dengan gembira, bahwa sesuai dengan harapan-harapan yang mereka ajukan, Kongres Partai kita sekarang ini membahas dengan seksama kehidupan mereka se-hari-hari yang bertambah berat, tingkat hidup mereka yang terusmenerus merosot, upah riil mereka yang terus melorot karena harga barang-barang kebutuhan se-hari-hari terus membubung tinggi, nasib mereka yang tidak ketentuan karena bertambah besarnya ancaman pemecatan dan meluasnya pengangguran. Apalagi dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit ditegaskan, bahwa menjadi- kewajiban Partai Komunis Indonesia dan serikatburuh-serikatburuh untuk dengan gigih melawan pemecatan, mencegah kenaikan harga, berjuang untuk kenaikan upah, kenaikan pangkat dan perbaikan jaminan sosial kaum buruh dan pegawai.
Sambutan gembira daripada kaum buruh terhadap Kongres kita yang mulia sangat besar artinya. Hal ini akan memberikan kemungkinan yang baik bagi Partai untuk menarik bagian yang terbesar daripada kaum buruh Indonesia kefihak Partai.
Berulang kali dikemukakan oleh Partai, bahwa bekerja dikalangan kaum buruh dan kaum tani tetap merupakan -bentuk kegiatan yang terpenting dan pokok daripada Partai. Selalu mengingatkan kembali kepada anggota-anggota dan kader-kader Partai kepada bentuk kegiatan yang terpenting dan pokok daripada Partai sangat diperlukan. Terbawa oleh banyaknya rangkapan-rangkapan kerja se-hari-hari dan terseret oleh banyaknya pekerjaan parlementer membikin kita kadang-kadang atau seringkali kurang tekun menghubungkan soal-soal se-hari-hari dengan soal-soal pokok daripada Revolusi dan Partai. Ibarat pohon yang sedang tumbuh, pekerjaan Partai sekarang ini memang makin banyak cabang dan rantingnya, dan makin rindang daunnya, tetapi semuanya ini tidak menghilangkan batang dan akarnya.
Kawan?,
Dalam Laporan Umum, bagian Pimpinan Partai pada Gerakan Massa, disimpulkan, bahwa sampai sekarang pekerjaan massa daripada Partai masih belum memuaskan. Betulkah kesimpulan Partai ini? Praktek kerja dikalangan kaum buruh selama ini membuktikan betulnya kesimpulan Partai. Sebagai salahsatu bukti, baik kiraya saya kemukakan disini, bahwa dalam Laporan Umum Sentral Biro Torsi kepada Sidang Ke-IV-Dewan Nasional SOBSI pernah dikemukakan adanya gejala birokrasi dalam cara memimpin.
Bentuk-bentuk umumnya diantaranya yalah kegiatan-kegiatan diatas kurang teguh dikombinasikan dengan aksi-aksi dibawah, dengan demikian kegiatan pimpinan kurang dihubungkan dengan usaha-usaha mengkonsolidasi persatuan massa kaum buruh. Dikalangan serikatburuh-serikatburuh pegawai negeri tampak adanya tanda-tanda terlalu menggantungkan penyelesaian persoalan kepada hasil-hasil kerjasama dipusat. Sering terjadi Parlemen dan Menteri-menteri sudah dihubungi, tetapi massa buruhnya tidak cukup diajak bicara dan berunding. ' Singkatnya pemaduan pimpinan dengan massa kurang dilaksanakan dengan konsekwen. Persoalannya sekarang, jika gejala birokrasi menghinggapi kalangan SOBSI dan serikatburuh-serikatburuh anggotanya, siapa yang per-tama-tama harus bertanggungjawab? Tidak bisa lain tentu kita kaum Komunis yang bekerja dikalangan kaum buruh, karena tulang-punggung gerakan massa yalah Partai kita keseluruhannya. Gejala birokrasi ini sekarang mulai diatasi dengan mengadakan,,gerakan turun kebawah” yang dilakukan dikalangan Partai dan organisasi-organisasi massa untuk mempelajari kenyataan-kenyataan obyektif di-organisasi-organisasi basis untuk mengenal situasi kongkrit daripada massa dan untuk menghindarkan bahaya terpisah dari massa, betapapun kecilnya bahaya ini. La g 1 Ada satu pengalaman tanya-jawab antara guru dan siswa, waktu ujian di Sekolah Sentral SOBSI. Guru bertanya:,,Mengapa kita harus berhubungan erat dengan massa?” Jawab siswa: »Supaya ' kita kuat”. Guru terus mengejar tanya:,,Apa sebabnya jadi kuat”.
Siswa pikir-pikir, dan jawaban2nya tidak lancar. Tanya-jawab ini menunjukkan betapa teguhnya hati siswa kita yang percaya, bahwa hanya bersama massa kita menjadi kuat. Tetapi jika ditelaah lebih lanjut, tanya-jawab ini menunjukkan satu kenyataan, bahwa kita kaum Komunis masih kurang memakukan dikalangan aktivis-aktivis serikatburuh?2, satu pandangan hidup menurut filsafat klas kita, bahwa massa Rakyat itu adalah,,pencipta sejarah dan kebudayaan”. (tepuktangan). n Ad Dalam memperbaiki pelaksanaan garis massa ini, dikalangan serikatburuh-serikatburuh pernah timbul persoalan diwaktu menyokong Kabinet Juanda. Persoalan ini yalah dapatkah kontradiksi-kontradiksi dalam rangka kenjasama nasional diselesaikan dengan melakukan aksi massa?.
Persoalan ini telah dibahas dalam sidang ke-IV Dewan Nasional SOBSI yang dilangsungkan di Jakarta pada bulan Desember 1958, dimana disimpulkan, bahwa sebaiknya kontradiksi-kontradiksi itu diselesaikan.
dengan jalan berunding. Tetapi jika keadaan memerlukan aksi'
484
massa dapat dilakukan. Sebagai garis aksi dirumuskan, supaya aksi?
yang dititikberatkan pada sifatnya yang massal dilakukan dengan menggunakan macam-macam cara dan bentuk yang berat-ringannya disegzaikan dengan keadaan dan keperluan dengan tidak meninggalkan 'jalan-jalan penyelesaian dengan berunding dan dengan tidak melupakan sasaran pokok perjuangan nasional sekarang ini, yaitu imperialisme asing dan komplotannya didalamnegeri,,
Garis aksi ini sekarang terkenal dengan nama,,1001 macam aksi”. Menciptakan seribusatu macam bentuk aksi bukan merupakan satu pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu satu hari satu malam, tetapi merupakan satu pekerjaan yang membutuhkan bany: ihan dan pengalaman, satu pekerjaan yang memerlukan banyak inisiatif, satu pekerjaan yang bersifat rumit dan sulit. Dikatakan satu pekerjaan rumit, karena dalam situasi politik seperti sekarang yang dalam pokoknya bersifat baik, tetapi keadaannya sangat pelik, setiap aksi kebentur kepada macam-macam kontradiksi yang kita hadapi dalam memperbaiki pekerjaan front persatuan nasional, terutama kontradiksi-kontradiksi yang timbul sebagai akibat intrik-intrik kaum imperialis asing, terutama imperialis AS dan komplotannya didalam negeri, kontradiksi-kontradiksi yang timbul sebagai akibat politik »pukul kanan dan pukul kiri” dari kaum nasionalis kanan, dan kontradiksi-kontradiksi yang timbul sebagai akibat perbuatan-perbuatan penyalahgunaan kekuasaan oleh sementara birokrat-birokrat dan koruptor-koruptor sivil dan militer. Dikatakan 'sulit, karena banyak aksi-aksi kaum buruh untuk memperbaiki nasibnya dan membela hak?nya yang sah sekarang ini kebentur kepada macam-macam peraturan-peraturan militer yang membatasi hak-hak kebebasan demokratis dan dibeberapa tempat peraturan-peraturan ini sering disalahgunakan. Keluhkesah dan tuntutan-tuntutan makin santer terdengar dari kalangan kaum buruh yang melalui serikatburuhnya masing-masing mendesak kepada pemerintah, jika kaum buruh ber-sama-sama seluruh Rakyat akan di »holopis-kuntul-bariskan” membantu pelaksanaan program Kabinet Sukarno-Juanda, Pemerintah harus segera bertindak mencabut semua peraturan yang membatasi hak-hak kebebasan-kebebasan demokratis.
(lepuktangan).
Setelah Dewan Nasional SOBSI mengeluarkan seruan, supaya
aksi-aksi massa dikembangkan dalam macam-macam bentuk, timbullah satu kompetisi untuk menimbulkan 1001 macam aksi, malahan ada yang sanggup membikinnya sampai 2001 macam. (tepuktangan).
Apa rol kaum Komunis dalam hal ini? Tidak bisa" lain tentu membantunya dengan segala fikiran dan tenaga, terutama dalam memberikan tuntunan-tuntunan politik, supaya garis aksi itu dilaksanakan sesuai dengan garis politik Partai dalam menyokong, membantu dan menagih Kabinet Sukarno-Juanda, terutama dalam mengatasi secara
485
tepat kontradiksi-kontradiksi yang timbul dalam rangka kerjasama nasional dan dalam menuntut, supaya hak-hak demokrasi bagi Rakyat dipulihkan.
Kawan-kawan,
Syarat-syarat umum untuk menarik kaum buruh se-banyak?nya kedalam satu barisan yang bergerak dibawah panji-panji Partai cukup baik. Yang per-tama-tama yalah gerakan buruh di Indonesia memiliki tradisi revolusioner yang tak mungkin terpatahkan. Singkatnya, jangan sampai ada Comite Partai yang menyatakan, urusan aksi cukup menjadi urusannya serikatburuh, toh sudah banyak Komunisnya.
5 Kaum buruh Indonesia tidak hanya memiliki tradisi revolusioner, juga telah memiliki satu vaksentral revolusioner yang besar dan vaksentral ini adalah SOBSI. (tepuktangan). Serikatburuh-serikatburuh anggota SOBSI sudah meliputi hampir semua lapangan-kerja, pemerintah dan partikelir, terutama lapangan-kerja-kerja yang vital.
SOBSI berhasil mendorong maju semangat persatuan dikalangan kaum buruh dan semangat persatuan ini terus berkembang: Lebih lima tahun lamanya 71 serikatburuh dari hampir semua jawatan dan kementerian telah melakukan kerjasama dalam RKS-Pusat- SB-sb dan SS-ss Pegawai Negeri yang mewakili lebih dari 90Yo jumlah pegawai negeri sebanyak kl. 800.000 tidak terhitung perna tetap dan lepas. Dikalangan kaum buruh di-perusahaan modal besar asing dipusat, di-tempatkerja-tempatkerja dan di-daerah-daerah juga berhasil digalang kerjasama antara serikatburuh-serikatburuh anggota dan bukananggota SOBSI.
Kemajuan-kemajuan besar dilapangan gerakan buruh di Indonesia pada tahun-tahun belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari jerih lelah kaum Komunis. Satu kenyataan yalah bahwa sejak lahirnya PKI, kaum Komunis banyak yang terjun dikalangan kaum buruh, membangunkan dan memimpin serikatburuh-serikatburuh dan hal ini merupakan faktor politik yang sangat penting yang membikin gerakan buruh di Indonesia tidak subur, bagi aliran reformis. (tepuktangan).
Soalnya sekarang bagaimana syarat-syarat umum yang menguntungkan perkembangan Partai dikalangan kaum buruh lebih cepat dikembangkan, kalau bisa melompat. (tepuktangan). Bagaimana jalannya, Laporan Umum sudah memberikan pedoman kerjanya, yaitu memperbaiki pekerjaan massa daripada Partai, berpedoman pada prinsip,,berjalan dengan dua kaki” yang berarti mengkom- 'binasikan pekerjaan ber-kobar-kobar dengan pekerjaan se-hari-hari, dengan pekerjaan tekun. Dalam hubungan ini saya sepakat dengan apa yang dikonstatasi oleh Laporan Umum, bahwa pekerjaan berkobar-berkobar dari Partai dikalangan kaum buruh sudah semakin baik,
486
yang masih harus diperbaiki yalah, pekerjaan yang tekun. Yang harus diperbaiki adalah terutama membangkitkan ketekunan, bekerja dalam mengurus pekerjaan se-hari-hari yang banyak ragamnya ydiorganisasi-ydiorganisasi basis, mengembangkan pers. dan. propaganda,, menye-,, lenggarakan pendidikan bagi massa dan menghidupkan, diskusi?,, dalam kelompok-kelompok serikatburuh-serikatburuh.
Belum semua organisasi basis serikatburuh-serikatburuh memasang papan-papan penerangan, dengan demikian penempelan Harian Rakyat, Bendera, Buruh dan harian-harian atau majalah-majalah progresif lainnya, masih, belum merata disemua tempatkerja. Segala bentuk pers, dan propaganda sekarang ini mulai dikembangkan, sungguhpun pengembangannya lebih lanjut secara aktif dan kreatif masih diperlukan. Mulai banyak semboyan-semboyan sekarang ditulis di-bekas-bekas koran dan kertas?,, juga, di-tampah-tampah berhubung mahalnya harga bahan? (kain. Jika tidak cukup mempunyai uang untuk membeli papan hitam, bambu, dan gedeg juga bisa dijadikan papan-papan penerangan yang, dalam praktek dikerjakan baik, tidak kalah indahnya dengan papan-papan penerangan, dari papan hitam. Tetapi masalah ini masih belum cukup merata, dipecahkan. Mengenai isinya papan-papan penerangan masih belum anekawarna, belum cukup mencerminkan kehidupan kaum buruh sehari-hari. Umumnya masih terbatas kepada penempelan koran-koran dan pengumuman-pengumuman organisasi yang panjang lebar. Suka-duka kaum buruh se-hari-hari, berita-berita keluarga, berita-berita film yang baik, berita-berita sepakbola, berita-berita mutasi pegawai, berita-berita pegawai yang dipensiun, karikatur-karikatur ciptaan kaum buruh sendiri dan seribu satu soal peng:
hidupan kaum buruh se-hari-hari masih belum menghias papan-papan penerangan yang ada.
Mengenai pendidikan bagi massa, hal ini meliputi 3 aktivitet yang penting, yaitu PBH, kursus kejuruan atau keahlian Wan pendidikan politik. Ketiga aktivitet ini perlu dikembangkan semua dengan titikberatnya tetap pada pendidikan politik yang berarti menjadikan serikatburuh-serikatburuh sebagai sekolah politik, sekolah untuk Komunisme, sebagaimana diperingatkan dalam Laporan Umum. (tepuktangan). Melalui pendidikan politik yang teratur, persatuan kaum buruh di-tempatkerja-tempatkerja dapat dibajakan menjadi benteng-benteng persatuan buruh yang tidak mudah dipatahkan.
Arah daripada pendidikan politik bagi kaum buruh setepatnya pada waktu sekarang ditujukan untuk mematahkan samasekali semua kampanye reaksioner untuk tidak mendapat pasaran dikalangan kaum buruh. Kampanye-kampanye reaksioner yang tidak boleh diremehkan adalah misalnya kampanye-kampanye yang hingga sekarang masih terus dilancarkan, yaitu mau menimpakan sebabnya keadaan Indonesia yang belum baik sekarang ini kepada adanya partai?2, bukan
487
kepada sisa-sisa kolonialisme yang masih bercokol dibumi Indonesia.
Kampanye reaksioner lain yalah dijadikannya imperialis Amerika Serikat sebagai momok, jika PKI masuk dalam Kabinet Gotongroyong, sedangkan kenyataannya yalah masuknya PKI dalam pemerintahan pusat akan lebih memperkuat persatuan Rakyat dan ini- Yah sesungguhnya yang ditakuti oleh kaum imperialis asing dan komplotannya. (tepuktangan). Sumber daripada kampanye-kampanye reaksioner ini perlu ditunjukkan dengan jelas kepada Rakyat, yaitu kaum imperialis asing dan kakitangannya, orang-orang yang takut kebongkar dosanya seperti sementara birokrat-birokrat dan koruptor-koruptor sivil dan militer dan golongan-golongan lainnya yang bimbang.
Dalam Laporan Umum disimpulkan, bahwa serikatburuh-serikatburuh di Indonesia seharusnya tidak ragu-ragu untuk memberikan pendidikan tentang Sosialisme kepada massa anggotanya, sebab tidak diragukan lagi bahwa massa kaum buruh Indonesia memandang Sosialisme sebagai satu2nya yang dapat mengakhiri keadaannya yang buruk untuk se-lama2nya. Saya sepenuhnya sesuai dengan kesimpulan Laporan Umum ini. Mengenai soal politik praktis, berdasarkan atas pengalaman-pengalaman kaum buruh sendiri dan untuk memperkuat persatuan nasional, serikatburuh-serikatburuh di Indonesia sekarang ini dapat menyatakan pendapat?nya terhadap tuntutan PKI untuk duduk ber-sama-sama dengan partai-partai dan golongan-golongan karya sivil dan militer yang mendukung UUD 1945 dalam Kabinet Gotongroyong sesuai dengan Konsepsi Presiden. Perkembangan politik dalamnegeri yang tidak dapat ditahan untuk terus bergeser kekiri, karena massa Rakyat makin kuat menuntut perbaikan dalam lapangan penghidupan dan pemerintahan akan membikin soal masuknya PKI dalam Kabinet makin banyak menjadi buah bibir orang banyak, baik orang-orang yang suka maupun orang-orang yang tidak suka pada PKI, (tepuktangan), semuanya ini akan mendorong kepada serikatburuh-serikatburuh dan organisasi-organisasi massa lainnya untuk menyatakan perasaan dan fikirannya.
Mengenai kelompok-kelompok serikatburuh-serikatburuh, dalam hal ini dapat dikemukakan, bahwa belum disemua organisasi-organisasi basis serikatburuh-serikatburuh sudah tersusun kelompok-kelompok. Pembentukan dan pemeliharaan kelompok-kelompok akan membawa hasil-hasil yang baik, jika dapat dicegah cara-cara kerja yang formil, yaitu menganggap pekerjaan sudah selesai jika sudah memegang daftar kelompok-kelompok dan sesudah diadakan rapat pembentukannya. Kehidupan kelompok-kelompok takterpisahkan dengan ketekunan dalam memberikan tata-sibuk dan dalam mendidik kepala-kepala kelompok serta sedikitpun takdapat dan takboleh terpisah dari kehidupan kaum buruh itu sendiri, terutama dalam
' menyoalkan dan memecahkan suka-duka kaum buruh se-hari-hari.
Hal lain yang masih perlu disemangatkan adalah perjuangan
488
untuk membela dan memperluas hak-hak demokrasi di-perusahaan-perusahaan yang tidak hanya menjamin hak-hak kebebasan serikatburuh untuk berapat, beraksi dan melakukan kegiatan-kegiatan propaganda, juga yang menjamin diberikannya fasilitet-fasilitet kepada serikatburuh-serikatburuh oleh pimpinan-pimpinan perusahaan-perusahaan dan majikan-majikan seperti pemberian kantor-kantor serikatburuh, dispensasi-dispensasi bagi pengurus-pengurus serikatburuh, dispensasi-dispensasi dalam memungut iuran-iuran serikatburuh, bantuan-bantuan untuk kegiatan? PBH dan kebora dil.
Kawan-kawan,
Kaum reaksioner dan golongan-golongan anti-buruh lainnya pernah mencoba dan masih akan terus mencoba memecahbelah persatuan kaum buruh dengan menamakan SOBSI sebagai SOBSI-PKI dengan tujuan menghasut kaum buruh jangan mau dijadikan,embel-embel PKI”. Hasutan ini ternyata tidak laku yang membuktikan kuatnya kedudukan politik daripada Partai dikalangan serikatburuh-serikatburuh, Kedudukan politik ini di-hari-hari datang akan bertambah baik, jika kita kaum Komunis berhasil memperbaiki pekerjaan massa daripada Partai dikalangan kaum buruh. Jerihlelah kita yang tak kenal payah selama ini telah berbuah dan salahsatu buahnya yalah adanya SOBSI yang besar. Kita boleh bangga tetapi sedikitpun jangan dilupakan, bahwa buah besar ini dihasilkan ber-sama-sama dengan semua tenaga non-Komunis yang setia kepada kepentingan kaum buruh. Kerjasama diantara semua kader serikatburuh, Komunis dian non-Komunis, perlu dipelihara se-baik2nya untuk terus maju ber-sama-sama membikin SOBSI lebih besar lagi daripada sekarang sehingga SOBSI bisa menghimpun mayoritet daripada kaum buruh “ Indonesia yang jumlah seluruhnya ditaksir lebih dari 6 juta orang.
SOBSI baru menghimpun lebih dari 2,7 juta kaum buruh. Disamping memperbaiki pekerjaan kita dikalangan buruh transport, yaitu buruh transport laut dan udara, dan dalam memperkuat persatuan dikalangan pegawai negeri, pekerjaan kaum Komunis secara tekun diperlukan untuk menarik lebih banyak kedalam serikatburuh-serikatburuh kaum buruh harian terutama kaum buruh blandong dikehutanan dan tukang-tukang becak yang semuanya ini merupakan massa besar.
Kawan?,
Berdasarkan atas hal-hal yang saya ajukan ini, maka saya berpendapat, bahwa semboyan-semboyan kerja kita untuk memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan kaum buruh sesudah Kongres Nasional kita yang Ke-VI ini terutama berputar sekitar 3 semboyan kerja:
1. Bantu Serikatburuh-serikatburuh dalam mengembangkan seribu satu
macam bentuk aksi massa. (tepuktangan).
2. Lebih ulet memperjuangkan pembatalan semua peraturan
489
yang "membatasi hak-hak kebebasan kaum buruh untuk membela kepentingan?nya yang sah, (tepuktangan) dan
3. Dijadikan setiap serikatburuh sekolah politik, sekolah untuk
Komunisme bagi massa buruh. (tepuktangan).
Kawan?,
Pekerjaan kaum Komunis yang makin baik dikalangan kaum buruh akan membikin kaum imperialis asing dan kaum reaksioner dalamnegeri makin naik buluromanya ketakutan setengah mati seperti melihat setan dihari siang terang. (tepuktangan). Karena itu mereka akan pasang macam-macam rintangan dan halangan. Tetapi analisa Marxis-Leninis telah mengajar kita, bahwa membabi butanya kaum imperialis dan komplotannya hanyalah menunjukkan kelemahan mereka. (tepuktangan). Karena itu dengan tidak mengendorkan kewaspadaan kita, dibawah pimpinan Comite Central baru, kita akan terus memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan kaum buruh untuk mempersatukan kaum buruh se-banyak?nya dalam satu barisan yang perkasa yang bergerak maju bersama seluruh Rakyat dibawah pimpinan Partai merebut demokrasi dan menggolkan, Kabinet Gotongroyong. (tepuktangan lama).
PIDATO KAWAN SIDARTOYO (Sekretaris CDB PKI Sumatera Utara)
Kawan?,
Atasnama delegasi Partai Sumatera Utara, saya menyatakan persetujuan sepenuhnya atas,,Laporan Umum Comite Central Partai kepada Kongres Nasional ke-VI” dengan kepala,,Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”s terhadap Rencana Perubahan Program dan Rencana Perubahan Konstitusi Partai, yang masing-masing disampaikan oleh Kawan? D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Nyoto.
(tepuktangan). Perpaduan bahan? Kongres Nasional ke-VI ini dengan pendapat-pendapat massa luas yang tepat dan penting terhadapnya dan luasnya kegiatan pendidikan dan perluasan anggota, kegiatan-kegiatan memperbesar amal kepada Rakyat dan mendorong maju kesenian-kesenian Rakyat, memang benar telah mengangkat taraf kehidupan intern Partai dan lebih mengeratkan hubungan Partai dengan massa luas. Hal ini dapat dibuktikan dengan bantuan moril dan materiil yang telah diberikan oleh para pembesar sivil dan militer, tokoh-tokoh partai dan organisasi massa, orang-orang terkemuka dan pekerja-pekerja kebudayaan serta massa luas di Sumatera Utara untuk mensukseskan Kongres Nasional ke-VI PKI. (tepuktangan).
Dalam hubungan ini, perkenankan saya menyampaikan salam, pernyataan simpati dan suvenir dari Saudara Adnan Nur Lubis, Ketua DPRDP dan Wakil Ketua Umum PNI Provinsi Sumatera Utara, (tepuktangan) dari Saudara Nuddin Lubis, Wakil Ketua Dewan Pemerintah Daerah dan Ketua Umum NU Provinsi di Sumatera Utara, (tepuktangan) dari Saudara Maja Purba Walikota Kota-besar Medan, dari Angkatan 26 dan ex Digulis dan beberapa orang terkemuka dari berbagai sukubangsa serta massa luas di Sumatera Utara kepada Kongres Nasional ke-VI PKI.
(tepuktangan).
Meneruskan perjuangan untuk Indonesia yang “merdeka penuh dan demokratis
Kawan-kawan,
Persetujuan sepenuhnya atas Laporan Umum Kawan D.N.
Aidit diberikan atas dasar fakta-fakta dan pengalaman perjuangan revolusioner Rakyat Sumatera Utara.
491
Daerah Sumatera Utara adalah daerah “penumpukan modal asing dimana sebagian besarnya adalah modal Belanda yang berjumlah 309c dari modalnya yang merupakan 7096 dari seluruh modal asing di Indonesia. Dengan meningkatnya perjuangan antiimperialisme Belanda dan dengan ditempuhnya jalan revolusioner ' oleh Pemerintah Juanda dan Rakyat Indonesia berkenaan sikap kepalabatu imperialisme Belanda dalam soal Irian Barat, juga di Sumatera Utara terjadi pengambilalihan perusahaan? Belanda.
Perusahaan? Belanda yang telah diambilalih adalah sebanyak 61 perusahaan dimana 157.993 orang kaum buruh bekerja didalamnya dan diantaranya terdapat 17 perusahaan-perusahaan perkebunan dengan 150.000 orang kaum buruh bekerja didalamnya. Perusahaan-perusahaan perkebunan ini meliputi 63 perkebunan karet termasuk 4 diantaranya.
didaerah Aceh, 16 perkebunan kelapa sawit, 4 perkebunan teh, 4 perkebunan sisal, 22 perkebunan tembakau dan 1 kebun kelapa.
Hasil-hasil dari 17 perusahaan Belanda selama enam bulan sesudah diambilalih, sejumlah 16.975.937 ton getah, 8.664.269 ton biji kelapa sawit, 7.825.841 ton sisal, 3.180.714 ton teh, 1.055.765 ton tembakau dan 1.500 ton coklat, telah diexpor kepasar Barat atau pasar kapitalis internasional. Adapun negeri-negeri tujuan dari pasar Barat tempat expor bahan-bahan tersebut yalah, Amerika Serikat, Inggris, Holland/Rotterdam, Jerman Barat, Jepang, Belgi, Itali, Perancis, Australia, Swedia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Denmark dan Filipina. Adapun penjualan lokal berjumlah 7.723.094 ton getah, 938.081 Kg minyak kelapa sawit, 299.465 Kg sisal dan 415.186 ton teh, dimana sebagian daripadanya ada yang diexpor kebeberapa.. Negeri Sosialis.
Inilah salahsatu bukti bagaimana benarnya apa yang dilaporkan Kawan D.N. Aidit tentang masih berat sebelahnya politik perdagangan Pemerintah yang masih terus berorientasi kepada Negara-negara kapitalis,
Sejumlah 61 perusahaan Belanda yang sudah diambilalih “ini belum seluruhnya dinasionalisasi dan usaha sabot terhadap tindakan untuk menjadikannya sektor ekonomi Negara masih ada. Selain itu, sebagai reaksi terhadap tindakan ambilalih ini, pasukan-pasukan kontra-revolusi masih terus beroperasi untuk kepentingan kaum kolonialis Belanda dengan melakukan teror dan intimidasi terutama terhadap pemimpin-pemimpin kaum buruh, bahkan sampai kepada menghancurkan beberapa perusahaan daripadanya. Hal ini dimungkinkan karena masih banyaknya kakitangan Belanda dalam alatalat Negara dan dilapangan ekonomi serta masih adanya pengaruh kolonialis Belanda dilapangan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Umum.
492
Tentang masalah hubungan agraria dan penghidupan kaum tani, hasil-hasil penyelidikan sementara kedesa menunjukkan bahwa dibeberapa desa di Sumatera Utara Yebih 5096 tanah dimiliki oleh beberapa orang tuantanah. Penanaman tanah,,marga” dan masih berlakunya adat-adat kolot, sekarang ini hanyalah selubung penghisapan feodal. Kenyataan membuktikan, bahwa kaum tani didesa sebagian besar tidak cukup atau tidak memiliki samasekali tanah. Berlakulah sistim sewatanah dalam bentuk pembagian lebih besar hasil panenan untuk tuantanah sedang bunga uang pinjam tidak jarang sampai 2009c. Tanah-tanah bekas onderneming yang sudah lama diduduki kaum tani belum lagi disyahkan menjadi milik perseorangan kaum t:ni dan masih banyak tanah perkebunan yang kosong dan terlantar. Dengan demikian mudah untuk dimengerti bahwa Sumaters Utara terpaksa mendatangkan beras sebanyak 150.000 ton pada tiap tahunnya. Dengan kenyataan-kenyataan tersebut diatas, walaupun sejak permulaan Revolusi Agustus 1945 kedudukan Sultan-sultan dan Raja-raja di Sumatera Timur dan Kepala-kepala Negeri/Kuria-kuria di Tapanuli sudah dihapuskan dari kekuasaan Pemerintahan, walaupun pendemokrasian sistim pemerintahan daerah pada pokoknya sudah dilaksanakan di Daswati I dan II, belum berarti tugas-tugas pembebasan demokratis sudah selesai.
Fakta-fakta diatas membenarkan kesimpulan Laporan Umum, bahwa Indonesia masih belum merdeka penuh, bahwa imperialisme Belanda masih tetap musuh pertama Rakyat Indonesia dan bahwa Indonesia masih tetap negeri setengah-feodal. Sekaligus ia juga memperkuat kesimpulan Laporan Umum, bahwa Indonesia masih tetap berada dalam cengkeraman krisis ekonomi. Sebagai akibatnya, maka di Sumatera Utara kaum buruh, pegawai Negeri dan Rakyat pekerja umumnya, kaum tani, nelayan dan kaum miskin kota juga mengalami kemerosotan terus-menerus tingkat hidupnya. Kesempatan bekerja bertambah scmpit sedang harga barang-barang kebutuhan hidup yang pokok membubung dengan cepat. Teror.
membayar iuran pajak perang dan perkosaan-perkosaan serta penghadangan?
telah dipaksakan oleh fihak,,PRRI” dan DI-TII terhadap Rakyat di Sumatera Utara.
Pengalaman Rakyat Sumatera Utara merasakan betapa benarnya tuntutan yang diajukan dalam Laporan Umum sebagai jalan keluar untuk melepaskan diri dari akibat buruk krisis dunia kapitalis, yaitu agar semua perusahaan bekas milik Belanda/KMT dijadikan sepenuhnya milik Negara. Sektor ekonomi Negara ii harus terus diperluas dan diperkuat hingga menduduki posisi Komando, sedang yang berstatus daerah dijadikan sumber penghasilan daerah. Barter liar dan penyelundupan-penyelundupan agar diberantas sampai
493
keakar-akarnya, sedang komunikasi dan transpor segera dipecahkan disamping penguasaan dengan penuh oleh Pemerintah atas expor dan impor dan perombakan terhadap orientasi perdagangan luarnegeri yang berat sebelah kenegara-negara imperialis. Untuk keperluan rehabilisasi seperti juga halnya dengan Tambang Minyak Sumatera Utara, untuk pembangunan industri yang juga terdapat di Sumatera Utara seperti misalnya pabrik semen di Tapanuli dan Proyek Asahan yang sudah lama dalam rencana dan untuk mengexploitasi pelikan-pelikan dan bahan-bahan yang masih banyak terdapat seperti batu-bara dan belerang di Sumatera Utara, maka semua fakta-fakta ini memperkuat tuntutan Laporan Umum agar keperluan akan barang-barang modal dan teknik dari luarnegeri haruslah diatasi oleh Pemerintah melalui pinjaman luarnegeri dengan bunga yang seren- Pen mendahnya tanpa ikatan politik dan militer baik terang maupun rahasia.
Memperbaiki Pekerjaan Front Nasional dan Pencilkan Lebih Lanjut Kekuatan Kepalabatu,
Kawan-kawan,
Dalam Laporan Umum dinyatakan, bahwa secara politik dalam tahun-tahun belakangan ini Indonesia bergeser kekiri. Terbentuknya DPR.
pilihan Rakyat dan adanya keharusan pelaksanaan UU No. 14 tahun 1956 tentang pembentukan DPRDP-dprdp? atas dasar perwakilan berimbang, disatu fihak menandakan pasangnya gelombang demokrasi baik secara Nasional dan Daerah. Tetapi dilain fihak kekuatan kepalabatu mulai menempuh jalan extra parlementer yang reaksioner. Atas seruan Partai di Sumatera Utara pada akir bulan November 1956 yang menuntut agar pembentukan DPRD-dprd dilaksanakan yang diikuti oleh gerakan massa luas di Sumatera Utara, akirnya pada awal bulan Desember 1956 dibentuk panitia-panitia persiapan pembentukan DPRDP tingkat Provinsi dan Kabupaten. Dengan makin pasangnya gelombang demokrasi maka kekuatan kepalabatu telah menjadi mata gelap dengan melakukan kudeta lokal dan membentuk Yunta Militer,,Dewan Gajah” M. Simbolon pada akir bulan Desember 1956. Begitu Yunta Militer ini terbentuk maka DPRDP atas dasar perwakilan berimbang yang sedang dalam persiapan pembentukannya telah dibekukan, rapat umum, demonstrasi dan hak mogok serta kegiatan kaum tani meluaskan tanah garapan telah dilarang. 4
Berkat pimpinan Comite Central Partai, berkat persatuan didalam Partai dan tepatnya garis politik Partai di Sumatera Utara,
494
dengan memusatkan pukulan pada Yunta Militer Simbolon, maka dalam waktu lima hari Yunta Militer M. Simbolon telah dapat digulingkan. (tepuktangan). Peristiwa ini telah melapangkan jalan untuk makin eratnya kerja sama Dwitunggal Rakyat dengan APRI, makin luas dan kuatnya Front Persatuan Nasional, memudahkan pelaksanaan tuntutan Partai tentang pendemokrasian Pemerintah Daerah untuk mengakhiri pemerintah perseorangan, dan dalam mempertahankan dan memperluas hak-hak demokrasi pada umumnya serta dalam mengembangkan kekuatan progresip.
Dengan kegagalan kaum reaksi seperti diuraikan diatas dan ber- ' bagai kegagalan lainnya sebagai pernyataan ketidakmampuannya ' berkuasa secara sentral dengan jalan parlementer timbullah kegiatan mereka yang baru secara besar?2an untuk mendirikan apa yang dinamakan,,Negara Sumatera”, pada pertengahan Januari 1958. Peristiwa ini didahului dengan kampanye anti Komunis terbukti adanya,,Konperensi Alim Ulama Sumatera Timur” dan kegiatan,,Gebak” di Tapanuli. Tetapi peristiwa-peristiwa ini mendapatkan tentangan keras dari golongan-golongan demokratis dan tokoh-tokoh militer yang tetap setia kepada sumpah Prajurit dan Sapta-Marga. Tentangan ini menjadi makin keras dengan adanya proklamasi,,PRRI” pada tgl. 15 Februari 1958 di Sumatera Barat terbukti dari pernyataan Penguasa Perang Provinsi Sumatera Utara (dua jam sesudah proklamasi,,PRRI”) yang mengecamnya sebagai Pemerintah Pemberontak yang harus dihancurkan. (tepuktangan). Pernyataan yang serupa juga dikeluarkan oleh PKI dan kemudian oleh DPRDP Daswati I Sumatera Utara. Fakta-fakta yang lain yalah, bahwa senyawa dengan politik Masyumi terbukti dari statemennya 15 Maret 1958 yang terang membela dan mendukung pemberontak »PRRI” dengan berkedok musyawarah, yang telah ditandatangani oleh seluruh pimpinan Masyumi wilayah Sumatera Utara,,,Komando Sabang Marauke” W.F. Nainggolan telah juga mengobarkan pemberontakan dengan melakukan serbuan terhadap pangkalan AURI dengan mengambil korban dikalangan penduduk dan alat-alat Negara.
Juga tindakan yang bersifat extra parlementer anti-demokratis ini, terror dan pemberontakan ini telah mengalami pukulan-pukulan politik dan militer yang keras. Sebagai akibatnya maka pemberontak W.F.
Nainggolan dalam waktu 24 jam dapat diusir dari Medan dan sekitarnya (tepuktangan) dan pemimpin-pemimpin Masyumi banyak ditangkapi oleh alat-alat Negara karena terlibat dalam pemberontakan.
Dengan demikian banyak pengikut-pengikut kepalabatu meninggalkan pimpinannya. Bersamaan dengan peristiwa ini usaha penyerbuan dari pasukan-pasukan kontra-revolusi dari Tapanuli dan Aceh yang hendak menduduki daerah Sumatera Timur pada pertengahan bulan Maret
495
itu juga dapat dipukul mundur dan akhirnya kekuatan pokoknya dapat dihancurkan. (tepuktangan). h
Pengalaman Rakyat Sumatera Utara membenarkan sepenuhnya kesimpulan Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, bahwa disebabkan Negeri kita masih merupakan Negeri setengah-jajahan dan setengah-feodal, walaupun kekuatan kepalabatu cukup mendapatkan pukulan keras, masih juga ada dasar bagi kekuatannya. Oleh karena itu kekuatan kepalabatu harus tidak henti2nya ditelanjangi dan dilawan dengan segenap kekuatan. Ini jugalah keterangannya, mengapa Udin Syamsudin cs. yang sudah terang terlibat dalam pemberontakan,,PRRI” W.F. Nainggolan telah mendapatkan kebebasannya kembali.
Dengan berhasilnya Rakyat Sumatera Utara bersama APRI menggagalkan dua kali kudeta lokal kaum kontra-revolusioner dan menggagalkan gerakan separatis,,Kombinasi MPRRI” maka ditandai semangat demokrasi, persatuan dan semangat revolusioner Rakyat menjadi semakin pasang, kerjasama salingbantu antara Dwitunggal Rakyat dengan APRI dan persatuan Rakyat dari berbagai sukubangsa menjadi makin erat dan luas. (tepuktangan).
Hal ini terbukti dari kegiatan pengisian otonomi Daerah, suksesnya aksi-aksi pembelaan sosek kecil-hasil, konsolidasi dan pengisian pengambilalihan perusahaan? Belanda, gelombang menyambut kembali ke UUD 45 dan protes pembebasan Schmidt, dimana Partai ambil peranan penting dalam memimpin perjuangan ini bersama golongan demokratis lainnya. Sukses-sukses yang telah dicapai oleh Partai kita selama ini disatu fihak telah menimbulkan kepercayaan Rakyat yang makin besar akan kebenaran garis politik dan akan kejujuran serta kemampuan memimpin daripada Partai kita. Sedang dilain fihak kekuatan kepalabatu sudah sangat terpencil baik secara Central maupun Daerah. (tepuktangan).
Kalau kita katakan, bahwa kekuatan pokok,,PRRI” sudah dihancurkan hal ini tidaklah berarti bahwa keamanan sudah dipulihkan kembali. Disamping yang sudah aman masih ada beberapa Daerah yang tidak aman dan yang selalu mengalami gangguan pemberontak,,PRRI”-DI-TII. Dalam perjuangan untuk menumpas sampai ke-akar2nya pemberontak,,PRRI” dan DI-TII di Sumatera Utara dalam mempertahankan hak-hak kebebasan demokratis dan kedaulatan Negara Kesatuan RI, sampai sekarang terdapat 113 orang kader dan anggota Partai yang telah menjadi korban disamping
TNI.
Dari 113 orang ini diantaranya terdapat 83 orang telah diculik dan dibunuh, 9 orang gugur dalam pertempuran bersama TNI, 19 orang telah menjadi cacad dan 2 orang pelajar wanita telah
496
diculik dan dijadikan,,rangsum” pemberontak,,PRRI”. Korban-korban terror,,PRRI” dan DI-TII ini juga banyak terdapat dikalangan Partai-partai demokratis seperti PNI, dan NU serta dikalangan organisasi massa progresip. Pembunuhan, pembakaran rumah dan perkosaan massal serta penggarongan-penggarongan sesekampung telah dilakukan oleh sisa-sisa kekuatan,,PRRI” dan DI-TII dan selain itu Rakyat dipaksa untuk membayar iuran pajak perang kepada,,PRRI”-DI-TII.
Mereka berusaha untuk melakukan konsolidasi politik dan militer didaerah Tapanuli dan berusaha untuk melakukan gerakan?
imbangan didaerah Sumatera Timur. Tetapi usaha mereka untuk mengkonsolidasi kekuatan politik dan militer telah dapat digagalkan dengan adanya operasi penghancuran didaerah Tapanuli. Tetapi operasi-operasi penghancuran ini bisa tenggelam dalam fikiran perang melulu untuk peperangan jika tidak ada tujuan yang jelas daripada pertempuran itu sendiri. Adapun penghancuran,,PRRI” dan DI-TII sampai ke-akar2nya adalah ditujukan untuk mempertahankan kebebasan hak-hak demokrasi dan agar Rakyat dapat mengorganisasi diri dibawah pimpinan TNI untuk aktip menghancurkan pemberontak,,PRRI” dan DI-TII maka kepada Rakyat haruslah diberikan hak-hak demokrasi. Fikiran kompromis yang menurunkan martabat RI haruslah dikalahkan karena ya bertentangan dengan Manifesto Politik RI.
PKI bersama golongan demokratis lainnya di Sumatera Utara selama ini telah berhasil dengan tepat mengurus kontradiksi terpokok yaitu kontradiksi Rakyat dengan kaum imperialis dengan jalan kekerasan dalam bentuknya yang kongkrit pendudukan atas tanah?
perkebunan asing oleh kaum tani sampai kepada klimaksnya dengan terjadinya peristiwa Tanjong Morawa dan Binjai yang mengakibatkan angkat kakinya Gubernur A. Hakim (Masyumi), (tepuktangan), penggulingan,,Dewan Gajah” dan ',Komando Sabang Merauke”, penumpasan,,PRRI”, pengambilalihan perusahaan?
Belanda dan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin partai kepalabatu Masyumi karena terlibat dalam pemberontakan »PRRI”. Tetapi mengurus secara tepat kontradiksi dikalangan Rakyat masih perlu ada tekanan, bahwa prinsip yang kita ambil yalah atas dasar persatuan kritik dan persatuan dengan jalan perundingan yang demokratis, saling meyakinkan dan saling menguntungkan.
Pasukan?,,PRRI” selain mendapatkan bantuan tuantanah juga bantuan dari imperialisme AS dalam bentuk dropping-dropping senjata dan instrukteur-instrukteur militer, perlengkapan dan obatZan. Dengan ditangkapnya seorang bernama Yakh oleh APRI dengan bantuan kaum buruh perkebunan karena terlibat dengan gerombolan,,PRRI” diperkebunan Amerika Wing Foot Labuan Batu, dimana kemudian
497
baru-baru ini tuan Jones (Duta Besar Amerika) langsung mengufusnya, merupakan saksi yang hidup tentang campur tangannya Amerika dengan pemberontak,,PRRI”. Oleh sebab itu demi keselamatan tanahair perlunya terhadap perusahaan Amerika diambil langkah-langkah yang seperlunya. Selain ini, gerakan subversip juga telah dilakukan dilapangan kebudayaan, hal ini dapatlah dibuktikan sebagai berikut.
Menurut prosentase, film yang diedarkan di Sumatera Utara setahunnya yalah, 6696 film AS dan negeri-negeri imperialis lainnya dimana sebagian besar dari AS, 1396 film India, 796 film Hongkong, 376 film Indonesia, 496 film Malaya, 2,59 film Filippina, 1,54 film RRT, 0,576 film Sovyet dan Negara? Timur dan 0,576 film-film lainnya. Dari film yang dimasukkan itu 8096 bertendens cowboy, perang imperialis, menonjolkan sexappeal dan tarian serta nyanyian-nyanyian yang merusak dan selebihnya drama yang bertendens dekadensi. Akibatnya didaerah Sumatera Utara terutama di kota Medan merupakan salah satu kota di Indonesia yang banyak crossboynya dengan perkumpulan yang ke-Amerika?an dan pengaruh film AS ini juga sangat memudahkan berkembangnya tari?2an cabul yang bermutu rendah seperti rock 'n rol, hullahoop dan kha-kha-kha, demikianpun nyanyian-nyanyian dan musik yang bermutu rendah yang merangsang romantisme burjuis yang” immoril. Selain lektur-lektur yang disebarkan. USIS yang bertendens politik anti-Komunis juga telah banyak diterbitkan, langsung atau tidak langsung oleh penerbit-penerbit Indonesia, majalah-majalah dan buku cabul dan setengahcabul. Dengan kenyataan-kenyataan ini kesimpulan Laporan Umum bahwa imperialis Amerika Serikat adalah musuh Rakyat Indonesia yang paling berbahaya sepenuhnya dibenarkan dalam praktek. (tepuktangan).
Pengalaman Rakyat Sumatera Utara membuktikan, bahwa kekuatan tengah disatu fihak bimbang tetapi dilain fihak revolusioner dalam menghadapi imperialis. Dengan garis politik yang tepat yang sudah dirumuskan dalam,,Resolusi 8 fasa?” dari Provcom PKI Sumatera Utara 7 April 1958 yang isi pokoknya menyatakan, memobilisasi seluruh kekuatan Nasional di daerah Sumatera Utara membasmi pemberontak, lebih mengeratkan kerjasama Rakyat dan Tentara, mempertahankan, mengkonsolidasi dan memperluas kemerdekaan politik bagi Rakyat, melakukan pemecatan terhadap pegawai-pegawai yang memihak pemberontak dan menyumpah kembali yang bimbang, mengambil tindakan terhadap propaganda pemberontak, mengikutsertakan kaum buruh dalam badan pengawas dan badan pimpinan perusahaan yang sudah diambilalih, memperbanyak bahan makanan dengan memperluas areal tanah garapan, penguasaan persediaan beras dan gula oleh Pemerintah dan mengatur distribusinya dan lebih mengeratkan persatuan Komunis, Nasionalis dan
498
golongan agama, kita berhasil mengkonsolidasi dan mengembangkan sifat-sifat revolusioner daripada kekuatan tengah untuk melawan kekuatan kepalabatu. Pengalaman membuktikan, bahwa taktik memenangkan golongan kiri dalam kekuatan tengah merupakan soal yang penting dalam mencegah perkembangan kekanan daripada kekuatan tengah. y
Mensukseskan pembangunan Partai
Dilihat dari jumlah pemilih Palu Arit dalam pemilihan Umum untuk DPR dulu di Sumatera Utara, Partai kita mendapatkan pemilih sebanyak lebih seperempat juta orang. Organisasi Partai telah meluas diseluruh daerah dan meliputi semua sukubangsa yang ada (tepuktangan), walaupun mesti diakui bahwa peluasan itu belum seperti yang kita kehendaki. Dalam hubungan pelaksanaan plan tiga tahun pertama Partai dilapangan Organisasi dan Pendidikan dengan gembira dapat dinyatakan bahwa tujuan daripada plan pada pokoknya tercapai. Pengalaman mengajarkan, bahwa apabila ada perincian yang kongkrit tentang start dan sasaran, apabila ditempuh garis massa, apabila selalu dihubungkan dengan aksi-aksi sosek dan politik, apabila semangat kompetisi sosialis dengan gerakan-gerakan jangka pendek tetap diselenggarakan tidaklah mungkin jatah-jatah yang telah ditetapkan tidak akan dipenuhi. Dilapangan pendidikan bagi Partai di Sumatera Utara yang memiliki daerah agraria yang luas dan ditinjau dari sejarah pembangunan Partai yang tidak henti?nya menghadapi tugas politik yang cukup berat, pekerjaan untuk mempertinggi tingkat ideologi kader dan anggota Partai terutama dengan pendidikan filsafat adalah sangat penting. Semboyan kita dalam pembangunan Partai yalah memperkuat, memperluas dan memperbaharui Partai telah diuji kebenarannya dalam praktek revolusioner.
Penutup
Kawan-kawan yang tercinta,
Kaum Komunis di Sumatera Utara yakin bahwa suksesnya Kongres ke-VI PKI dengan empat semboyan pokok untuk melaksanakan dua tugas pokok, meneruskan penggalangan Front Persatuan Nasional dan meneruskan Pembangunan Partai adalah sungguh sangat penting artinya dalam menyediakan syarat-syarat untuk mendekatkan Rakyat dan Nasion Indonesia kepada tujuan strategis revolusi Indonesia. (tepuktangan).
Hidup PKI! (seruan,,Hidup!”).
Hidup CC PKI! (seruan,,Hidup!”, tepuktangan).
499
PIDATO KAWAN FACHRUL BARAGBAH
(Sekretaris CDB PKI Kalimantan Timur)
Kawan?,
Yang per-tama-tama dan yang paling utama yang perlu kami sampaikan dalam Kongres Nasional ke-VI PKI ini yaitu bahwa kami membenarkan dan mencrima Laporan Umum yang disampaikan oleh Sekjen Partai kita Kawan D.N. Aidit. Kami berpendapat bahwa laporan itu dalam keseluruhannya sudah dengan tandas mencerminkan keadaan obyektif baik dibidang internasional, dalamnegeri dan semua segi aktivitet Partai dalam melakukan tugasnya untuk mempelopori nasion dan Rakyat Indonesia dalam mencapai kebebasannya. Singkatnya, Laporan Umum itu pada pokoknya adalah pengungkapan secara Marxis-Leninis situasi dalam dan luarncgeri dan yang terpenting digariskan dalam Laporan Umum itu bagaimana kita kaum Komunis Indonesia melaksanakan tugas sejarah mempelopori perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis, lebih memperkuat front internasional anti-kolonial untuk perdamaian dunia.
Kawan?,
. (Laporan Umum itu sudah secara tepat menyimpulkan bahwa imbangan kekuatan telah bergeser kekiri. Kekuatan kemerdekaan, demokrasi, dan perdamaian makin meluas. Kubu sosialis makin kokoh. Sebaliknya kekuatan imperialis yang ingin meneruskan sistim penjajahannya dan haus perang itu makin terpencil serta mengalami kehancurannya secara cepat tetapi masih belum mati. Dr dalam keadaan kaum imperialis menuju kearah kehancurannya itu mereka mengalami krisis yang makin mendalam dan berusaha menarik negara-negara yang masih lemah untuk diseret kedalam lembah krisis yang mereka alami dan memanglah Indonesia telah terseret dalam krisis ekonomi itu berhubung dengan kedudukan Indonesia pada hakekatnya masih setengah-jajahan dan setengah-feodal.
. Keadaan yang semacam ini dengan jelas dirasakan oleh Rakyat di Kalimantan Timur yang hingga sekarang masih hidup didalam suatu keadaan yang makin hari bertambah berat. Daerah Kalimantan Timur yang luasnya kurang lebih 181.370 Km-km mempunyai
500
penduduk yang sangat tipis jumlahnya dan terkebelakang. Jumlah - penduduknya kurang dari '/2 juta. Jadi dalam tiap-tiap Km-km hanya terdapat kurang lebih 2—3 orang penduduk. Kekayaan alamnya.
yang sangat besar belum dipergunakan secara maximal untuk kemakmuran Rakyatnya. Persetujuan KMB yang celaka itu sudah dibubarkan. Benar bahwa sebagian besar perusahaan asing kaum kolonial Belanda sudah diambilalih. Benar pula bahwa UU Otonomi Daerah dan UU Pemilihan Daerah sudah dilaksanakan, tetapi pelaksanaan dari semua UU yang cukup maju diatas masih belum bisa dikatakan memuaskan. Terlebih-lebih dengan diterimanya UU Penanaman Modal Asing oleh Parlemen, UU yang merintangi pembangunan nasional Indonesia. Belum diundangkannya oleh Pemerintah UU penghapusan daerah istimewa di Kalimantan 'Timur yang sudah disetujui Parlemen tgl. 11 Mei 1959 y.l., hal ini tidak mempunyai arti lain selain menghambat kemajuan-kemajuan? yang telah dicapai oleh perjuangan Rakyat di Kalimantan Timur yang.
karenanya masih memberikan kemungkinan bagi kaum feodal dan kaum anti-demokrasi lainnya untuk dapat memperpanjang kekuasaan feodal/swapraja yang sudah dibenci oleh Rakyat.
Sikap ragu? Pemerintah dalam mengambilalih perusahaan pelayaran KPM dan mengembalikan kapal-kapal KPM kepada pemiliknya Belanda, membawa akibat yang tidak ringan bagi penghidupan Rakyat Kalimantan Timur yang semua atau hampir semua kebutuhan pokok hidupnya tergantung dari luar daerah. Pengembalian kapal-kapal KPM sangat mengurangi alat-alat pengangkutan kapal. "
Disamping itu belum beraninya Pemerintah meng-utik-utik - modal Belanda yang ditanam dalam perusahaan minyak BPM yang dibeberapa kota di Kalimantan Timur merupakan salahsatu sumber dan landasan kekuatan daripada imperialisme Belanda dan golongan kepalabatu. Tidak jauh bedanya nasib daripada tambang-tambang batubara 'disekitar sungai Mahakam dan didaerah Berau. Karena ragu?nya Pemerintah mengambilalih perusahaan tersebut, menjadi.
rebutan dikalangan kaum spekulan, membawa akibat bahwa ribuan kaum buruh dengan keluarganya mengalami nasib yang terlantar yang dapat mempengaruhi penghidupan Rakyat lainnya. Jadi sekalipun sudah ada tindakan maju dari Pemerintah atas desakan kaum buruh dan golongan patriotik lainnya untuk bertindak ter- 'hadap kekuasaan kaum kolonial Belanda, tetapi kekuasaan dan pengaruh kolonial Belanda masih tetap dirasakan oleh Rakyat Kalimantan Timur.
Pengaruh dan kekuasaan kaum kolonial Belanda itu mendapatkan saluran yang baik di Kalimantan Timur didalam sisa-sisa sistin feodal yang masih nampak disana. Daswati I Kalimantan Timur
501
terdiri dari 3 daerah istimewa Tk. II. Kaum feodal masyi menduduki sebagian besar jabatan-jabatan yang penting didalam Pemerintahan daerah, terutama dikalangan pamongpraja, suatu instelling yang masih berbau kolonial dan feodal. Sistim pemerintahan desa/ kampung samasekali tidak demokratis, merupakan hal yang baik terhadap berlakunya sisa-sisa penindasan feodal. Sistim borongan, tengkulak dan ijon masih sangat menguasai penghidupan Rakyat terutama dikalangan kaum buruh, tani dan nelayan. Rakyat didaerah pedalaman Kalimantan Timur yang terdiri dari berbagai sukubangsa dalam keadaan serba terkebelakang dibawah tekanan tradisi feodul.
Keterbelakangan Rakyat itu memudahkan bagi kaum feodal dan kaum anti-demokrasi untuk dapat bercokol didaerah itu. Maka dari itu pembangunan yang menguntungkan Rakyat boleh dikatakan samasekali tidak ada. Hutannya yang menghasilkan berbagai macam bahan expor hingga kini exploitasinya masih dilakukan secara feodal. Tidak sedikit hasil kekayaan alam Kalimantan Timur yang mengalir secara gelap, secara selundupan kearah daerah penjadiahan Inggris melalui kota penyelundup Tawao yang terkenal.
Tidak adanya alat-alat perhubungan yang cukup luas dan mudah memang sengaja dibiarkan oleh kaum feodal untuk lebih memudahkan penindasan dan mengabui mata Rakyat, karena sukar untuk dikontrol. Keadaan yang demikian itu memungkinkan kaum petualang ' 4
menjalankan petualangannya.
Letak Kalimantan Timur yang berbatasan dengan daerah kekuasaan SEATO merupakan salahsatu jaminan bagi kaum kolonial Belanda dengan kakitangannya untuk berkeras kepala. Kapal?
udara dan.kapal selamnya masih sering melariggar daerah perbatasan RI yang sangat mengganggu keamanan. Dapat dengan mudahnya pembajakan kapal Kasimbar dilakukan oleh kapal perang Belanda Dronto adalah bukti yang kuat atas keadaan ini, 'Tidak mengherankan bahwa daerah Kalimantan Timur: menjadi inceran dari kaum intervensionis yang dipelopori dan dikepalai oleh imperialis Amerika Serikat, sehingga waktu timbulnya pemberontakan,,PRRI”-Permesta daerah Kalimantan Timur terutama kota Balikpapan yang mempunyai kedudukan yang strategis selalu mengalami serangan dari kaum intervensionis Amerika Serikat yang mendapat bantuan kakitangannya didaerah ini, yang menimbulkan korban bagi Rakyat dan negara misalnya dengan menembaki dan menenggelamkan kapal kita diteluk Balikpapan. Selain daripada itu daerah Kalimantan Timur juga dijadikan pintu depan oleh kaum pemberontak DI-TII dan kaum petualang lainnya untuk mengadakan hubungan dengan negara-negara SEATO dan jalan penyelundupan senjata gelap serta berbagai macam spionase dan pengacauan yang
502
pernah diberitakan oleh Pemerintah baru-baru ini secara resmi bahwa Inggris yang berarti SEATO telah empat kali melanggar perbatasan Indonesia. Adanya latihan perang2an oleh armada SEATO diperairan Indonesia khususnya diperairan Kalimantan Utara membuktikan bahwa Pakt agressif SEATO yang dikepalai oleh imperialisme Amerika Serikat yang kini semakin membahayakan kedudukan Indonesia. Gerombolan-gerombolan Kuomintang tidak kecil peranannya di Kalimantan Timur. Mereka umumnya menguasai perusahaan besar dan merupakan kakitangan dari kaum modal monopoli BPM. Mereka pada umumnya menguasai tempat yang penting dalam lapangan ekonomi seperti impor-expor bahan-bahan penting yang dapat menentukan nasib dari Rakyat banyak. Pemborong-pemborong besar terutama dari kaum modal asing dikuasai oleh mereka.
Keadaan gerombolan-gerombolan bersenjata dengan adanya tindakan tegas dari Pemerintah dalam keadaan terdesak nampak lebih mengganas antara lain dengan adanya penculikan-penculikan terhadap pegawai-pegawai kkhutanan, penyerbuan perusahaan penggergajian dalam teluk Penajan-Balikpapan.
Masih adanya pengaruh kaum kolonial Belanda dan modal besar asing lainnya, masih merajalelanya sistim feodal, masih leluasanya gerombolan Kuomintang, letak Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Pakt agressi SEATO dan masih terlibatnya Indonesia dalam krisis ekonomi imperialis, membawa akibat yang buruk yang luas dikalangan Rakyat Kalimantan Timur. Memang tepat sekali apa yang dikemukakan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit bahwa kemakfnuran Rakyat sepenuhnya hanya dapat dicapai jika kekuasaan imperialis dan sisa-sisa feodalisme sudah lenyap dari bumi Indonesia, (tepuktangan) yang berarti melaksanakan apa yang dicantumkan dalam Program Umum Partai membentuk Pemerintah Rakyat, dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat. (tepuktangan).
Karenanya pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 1009c untuk membentuk Kabinet Gotongroyong dimana PKI duduk didalamnya merupakan jaminan lebih mendorong maju lagi akan tercapainya tujuan strategis daripada revolusi Indonesia. (tepuktangan).
Kawan?,
Masalah lainnya yang perlu kami singgung adalah memperkuat dan memperluas demokrasi untuk mengalahkan ancaman bahaya fasisme yang masih ada.
Kebenaran garis politik Partai yang makin diakui secara terusterang oleh berbagai lapisan didalam masyarakat Kalimantan Timur sangat memungkinkan perkembangan demokrasi makin cepat didaerah ini kalau Partai dapat segera menyesuaikan diri dengan per-
503
na Na AI NA AE ATT
kembangan yang cepat ini. Karenanya walaupun perspektif daripada perkembangan demokrasi di Kalimantan Timur adalah baik, walaupun Rakyat Kalimantan Timur tidak mendukung usaha?
fasisme, namun demikian tidak berarti bahwa bahaya fasisme tidak “'ada. Bahaya yang mengancam pendemokrasian Pemerintah daerah di Kalimantan Timur masih kuat yaitu modal monopoli asing ditambah dengan golongan-golongan feodal penyokong daerah-daerah-istimewa serta golongan-golongan tertentu dari pamongpraja yang reaksioner serta pengikutnya yang tidak menyetujui pelaksanaan UU No. 111957.
Kewajiban Partai dewasa ini adalah memperjuangkan hak-hak demokrasi, dicabutnya keadaan bahaya didaerah yang aman dan ' melalui DPRD pilihan Rakyat mengusahakan secara maximal pelaksanaan perubahan-perubahan demokratis serta membela kepentingan Rakyat banyak terutama kaum buruh dan kaum tani. Pemerintah seharusnya tidak bimbang-bimbang dalam melaksanakan UU No. 1/1957, instelling pamongpraja dibubarkan, daerah-daerah istimewa direalisasi penghapusannya, mengadakan persiapan untuk pembentukan otonomi Tk. III, termasuk di Kalimantan Timur dimana masih berlaku pemerintahan kampung/desa yang samasekali tidak demokratis.
Kawan?,
Pada akhir uraian kami, kami menyimpulkan bahwa hanya dan hanya berpedoman pada Laporan Umum yang telah disampaikan Kawan Aidit dan melaksanakan jalan keluar yang sudah ditunjukkan olehnya maka Partai ber-sama-sama dengan Rakyat banyak mampu'membawa Tanahair Indonesia yang kita tfintai ini kekeadaan yang lebih baik dan lebih maju, lebih mampu membela dan mewujudkan tercapainya perdamaian dunia. (tepuktangan). Dengan PKI didepan melangkahkan perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis. (tepuktangan).
Sekian dan terima kasih.
PIDATO KAWAN ANWAR KADIR
(Anggota Sekretariat CC PKI)
Kawan,
Izinkanlah saya terlebih dahulu menyatakan persetujuan saya ' sepenuhnya atas Laporan Umum CG PKI yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit kepada Kongres Nasional kita yang ke-VI ini.
Saya berpendapat bahwa Laporan Umum telah menyimpulkan dengan tepat tentang perkembangan keadaan dalam dan luarnegeri, tentang hasil-hasil yang telah dicapai Rakyat kita dalam perjuangannya untuk kemerdekaan nasional yang penuh dan demokratis, tentang kemajuan Partai dilapangan organisasi, politik dan ideologi
. selama masa 5 tahun semenjak Kongres Nasional ke-V sampai
saat ini, serta telah berhasil pula menunjukkan jalan yang benar yang seharusnya ditempuh Rakyat Indonesia dalam melanjutkan perjuangannya untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong, dan untuk menyelesaikan tuntutan? Revolusi Agustus sampai keakarakarnya.
Kawan?,
Selanjutnya dalam kesempatan ini saya akan memusatkan sambutan saya pada persoalan koperasi. Semenjak Partai kita beberapa bulan yang lalu melancarkan semboyan,,Jadikan koperasi juga senjata ditangan Rakyat pekerja!”, dan semenjak Partai dengan jelas menyimpulkan perlunya kaum Komunis mengorgani-, sasi dan memimpin Rakyat pekerja dalam badan-badan koperasi, sebagai salahsatu pekerjaan praktis se-hari-hari untuk mempersatukan Rakyat pekerja, untuk mengurangi penghisapan tuantanah, lintahdarat dan kapitalis atas diri Rakyat pekerja dan untuk meningkatkan hasil produksi, maka aktivis? Partai yang sudah sejak lama mengorganisasi koperasi-koperasi merasa mendapat dorongan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh memperkuat dan memperluas gerakan koperasi dikalangan Rakyat pekerja, sedang aktivis-aktivis yang tadinya ragu-ragu tens tang manfaatnya koperasi, hilang ke-ragu?annya dan segera memulai pekerjaan mengorganisasi koperasi-koperasi sesuai dengan kebutuhan massa.
Meskipun koperasi-koperasi baru belum cukup banyak yang dibangun dan pekerjaan Partai dilapangan koperasi ini umumnya belum luas dan mendalam, serta oleh karenanya pengalaman-pengalaman praktis yang dapat dikumpulkan relatif masih sedikit, namun dari pengalaman?
505
yang ada itu sudah tergambar, bahwa koperasi-koperasi Rakyat pekerja sebagai yang digariskan Partai akan berkembang dengan pvsat.
(tepuktangan). Koperasi-koperasi baru memang sudah muncul dibebrrapa daerah, terutama koperasi-koperasi kredits badan-badan gotongroyong pertanian dan badan-badan salingbantu pun sebagai permulaan untuk menuju kearah pembentukan koperasi yang sebenarnya telah timbul dimanamana.
Karena makin jelasnya pengertian aktivis? Partai terhadap garis Partai mengenai sifat dan watak dari koperasi Rakyat pekerja serta perbedaannya dengan koperasi-koperasi model Hatta yang diorganisasi oleh kaum penghisap atau koperasi-koperasi palsu yang sebenarnya adalah perusahaan-perusahaan kapitalis, maka dikalangan aktivis-aktivis Partai yang sudah sejak lama mengorganisasi dan memimpin koperasi-koperasi sekarang timbul kesadaran untuk mengadakan gerakan pembetulan guna memperbaiki koperasi-koperasi yang telah ada supaya secara berangsur-angsur hisa dijadikan koperasi-koperasi yang benar-benar demokratis, berdasarkan kesukarelaan, bersifat salingbantu serta bersifat organisasi non-politik, sebagai yang dinyatakan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit. (tepuktangan).
Pekerjaan ini memang tidak mudah dan sangat membutuhkan keuletan aktivis-aktivis kita, berhubung kekecewaan dan ketidakpercayaan Rakyat kepada koperasi sudah agak mendalam dan meluas juga sebagai akibat ketidak-jujuran, kepalsuan atau ketidak-cakapan sebagian besar pemimpin-pemimpin koperasi “selama ini. Dibutuhkan waktu, pertama untuk mengembalikan kepercayaan Rakyat kepada koperasi dengan menjelaskan antara lain perbedaan koperasi model Hatta dengan koperasi Rakyat pekerja, dan kedua untuk mempersiapkan kader-kader koperasi yang baru dilapangan ideologi-politik dan pengetahuan teknis tentang organisasi, administrasi dan selukbeluk lainnya dari pekerjaan koperasi. Disamping itu juga ada kesulitan-kesulitan lain yang membutuhkan keuletan aktivis-aktivis kita untuk mengatasinya, yaitu kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan kaum reaksi yang sekarang sangat takut akan terbuka kedoknya karena menunggangi dan menyalahgunakan nama koperasi untuk keuntungan diri sendiri (tepuktangan), yang lalu dengan sekuat tenaga menghalangi masuknya tenaga-tenaga baru yang jujur dan cakap kedalam koperasi yang sudah ada serta merintangi setiap usaha untuk melaksanakan dasar-dasar demokrasi dalam koperasi. Pembentukan koperasi-koperasi barupun dipersukar oleh sementara pejabat dalam Jawatan Koperasi, dengan menyalahgunakan ketentuan-ketentuan dalim UU tentang perkumpulan koperasi, yaitu dengan cara menggunakan segi-segi yang negatif dan menghilangkan segi-segi yang positif dari UU tahun 1958 No. 79 itu.
506
Akan tetapi walaupun demikian saya yakin, bahwa semua kesulitan ini akan dapat kita atasi, berkat keuletan Komunis yang ada pada kita dan berkat hubungan kita yang erat dengan massa Rakyat. (tepuktangan).
Kawan?,
Marilah kita tinjau sekadarnya tentang beberapa segi dari pekerjaan instansi-instansi resmi yang mengurus koperasi dan tentang beberapa pikiran diluar kita mengenai koperasi. Menurut angka-angka dari Jawatan Koperasi riyumlah koperasi yang terdaftar sampai akhir Mei 1959, adalah:
1. Koperasi tingkat PENILIKAN.
2 s3 » PENGAMATAN
3 F3 » PENGAWASAN (yaitu koperasi yang sudah disahkan sebagai badan hukum) 1.926,,
10.738 buah
2.335,,
Jumlah smg 14.999 buah.
Dari angka-angka ini terlihat, jika kita ambil bulatnya, bahwa dari 15 ribu koperasi yang terdaftar, baru kira-kira 2 ribu yang sudah disahkan sebagai koperasi berbadan hukum. Selanjutnya catatan Jawatan Koperasi juga menerangkan, bahwa jumlah koperasi yang disahkan semenjak Januari 1959 sampai dengan Mei 1959, jadi selama 5 bulan adalah 108 buah, berarti bahwa tiap bulan rata-rata hanya 20 koperasi yang dapat menerima pensahan. Jikalau kelambatan kerja dari Jawatan Koperasi ini diteruskan juga, maka pensahan 13 ribu koperasi yang masih menyisa dalam daftar itu baru akan selesai sesudah 650 bulan, setengah abad lebih! (tepuktangan). Ini baru mengenai pensahan koperasi-koperasi yang sudah ada sekarang saja. Padahal koperasi-koperasi, terutama koperasi-koperasi Rakyat pekerja akan tumbuh dan meluas terus, baik dalam jumlah, maupun dalam intensitet kerja. (tepuktangan). Jika dikalangan kaum tani saja umpamanya kebutuhan berkoperasi sudah dirasakan — untuk itu akan kita dorong — dan disetiap desa muncul sebuah koperasi (diumlah desa di Indonesia ada 47.151), maka se-tidak2nya dari jumlah koperasi yang ada sekarang akan ditambahkan kira-kira 30 ribu koperasi lagi. Maka timbullah kesangsian, apakah Jawatan Koperasi dengan cara bekerja seperti sekarang mampu berbuat banyak dalam mendorong, memberi proteksi dan fasilitet-fasilitet yang masih diperlukan koperasi-koperasi itu?
Saya tidak akan mengatakan, bahwa nasib koperasi-koperasi Rakyat pekerja tergantung kepada pensahan sebagai badan hukum oleh Jawatan Koperasi, tetapi saya hanya hendak mengingatkan keten-
507
yang ada itu sudah tergambar, bahwa koperasi-koperasi Rakyat pekerja sebagai yang digariskan Partai akan berkembang dengan pesat.
(tepuktangan). Koperasi-koperasi baru memang sudah muncul dibeberapa daerah, terutama koperasi-koperasi kredit: badan-badan gotongroyong pertanian dan badan-badan salingbantu pun sebagai permulaan untuk menuju kearah pembentukan koperasi yang sebenarnya telah timbul dimanamana.
Karena makin jelasnya pengertian aktivis-aktivis Partai terhadap garis Partai mengenai sifat dan watak dari koperasi Rakyat pekerja serta perbedaannya dengan koperasi-koperasi model Hatta yang diorganisasi oleh kaum penghisap atau koperasi-koperasi palsu yang sebenarnya adalah perusahaan-perusahaan kapitalis, maka dikalangan aktivis? Partai yang sudah sejak lama mengorganisasi dan memimpin koperasi-koperasi sekarang timbul kesadaran untuk mengadakan gerakan pembetulan
guna memperbaiki koperasi-koperasi yang telah ada supaya secara ber-: -
angsur-angsur hisa dijadikan koperasi-koperasi yang benar-benar demokratis, berdasarkan kesukarelaan, bersifat salingbantu serta bersifat organisasi non-politik, sebagai yang dinyatakan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit. (tepuktangan).
Pekerjaan ini memang tidak mudah dan sangat membutuhkan keuletan aktivis-aktivis kita, berhubung kekecewaan dan ketidakpercayaan Rakyat kepada koperasi sudah agak mendalam dan meluas juga sebagai akibat ketidak-jujuran, kepalsuan atau ketidak-cakapan sebagian besar pemimpin-pemimpin koperasi “selama ini. Dibutuhkan waktu, pertama untuk mengembalikan kepercayaan Rakyat kepada koperasi dengan menjelaskan antara lain perbedaan koperasi model Hatta dengan koperasi Rakyat pekerja, dan kedua untuk mempersiapkan kader-kader koperasi yang baru dilapangan ideologi-politik dan pengetahuan teknis tentang organisasi, administrasi dan selukbeluk lainnya dari pekerjaan koperasi. Disamping itu juga ada kesulitan-kesulitan lain yang membutuhkan keuletan aktivis-aktivis kita untuk mengatasinya, yaitu kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan kaum reaksi yang sekarang sangat takut akan terbuka kedoknya karena menunggangi dan menyalahgunakan nama koperasi untuk keuntungan diri sendiri (tepuktangan), yang lalu dengan sekuat tenaga menghalangi masuknya tenaga-tenaga baru yang jujur dan cakap kedalam koperasi yang sudah ada serta merintangi setiap usaha untuk melaksanakan dasar-dasar demokrasi dalam koperasi. Pembentukan koperasi-koperasi barupun dipersukar oleh sementara pejabat dalam Jawatan Koperasi, dengan menyalahgunakan ketentuan-ketentuan dalim UU tentang perkumpulan koperasi, yaitu dengan cara menggunakan segi-segi yang negatif 'dan menghilangkan segi-segi yang positif dari UU tahun 1958 No. 79 itu.
506
Akan tetapi walaupun demikian saya yakin, bahwa semua kesulitan ini akan dapat kita atasi, berkat keuletan Komunis yang ada pada kita dan berkat hubungan kita yang erat dengan massa Rakyat. (tepuktangan).
Kawan?,
Marilah kita tinjau sekadarnya tentang beberapa segi dari pekerjaan instansi-instansi resmi yang mengurus koperasi dan tentang beberapa pikiran diluar kita mengenai koperasi. Menurut angka?
dari Jawatan Koperasi jumlah koperasi yang terdaftar sampai akhir Mei 1959, adalah:
10.738 buah
Koperasi tingkat PENILIKAN...
2339: “ah
, 2 ” PENGAWASAN (yaitu koperasi yang Sudah disahkan sebagai badan hukum) 1.926,,
Dijamin pink ins rasain 14.999 buah.
Dari angka-angka ini terlihat, jika kita ambil bulatnya, bahwa dari 15 ribu koperasi yang terdaftar, baru kira-kira 2 ribu yang sudah disahkan sebagai koperasi berbadan hukum. Selanjutnya catatan Jawatan Koperasi juga menerangkan, bahwa jumlah koperasi yang disahkan semenjak Januari 1959 sampai dengan Mei 1959, jadi selama 5 bulan adalah 108 buah, berarti bahwa tiap bulan rata-rata hanya 20 koperasi yang dapat menerima pensahan. Jikalau kelambatan kerja dari Jawatan Koperasi ini diteruskan juga, maka pensahan 13 ribu koperasi yang masih menyisa dalam daftar itu baru akan selesai sesudah 650 bulan, setengah abad lebih! (tepuktangan). Ini baru mengenai pensahan koperasi-koperasi yang sudah ada sekarang saja. Padahal koperasi-koperasi, terutama koperasi-koperasi Rakyat pekerja akan tumbuh dan meluas terus, baik dalam jumlah, maupun dalam intensitet kerja. (tepuktangan). Jika dikalangan kaum tani saja umpamanya kebutuhan berkoperasi sudah dirasakan — untuk itu akan kita dorong — dan disetiap desa muncul sebuah koperasi (diumlah desa di Indonesia ada 47.151), maka se-tidak2nya dari jumlah koperasi yang ada sekarang akan iditambahkan kira-kira 30 ribu koperasi lagi. Maka timbullah kesangsian, apakah Jawatan Koperasi dengan cara bekerja seperti sekarang mampu berbuat banyak dalam mendorong, memberi proteksi dan fasilitet-fasilitet? yang masih diperlukan koperasi-koperasi itu?
Saya tidak akan mengatakan, bahwa nasib koperasi-koperasi Rakyat pekerja tergantung kepada pensahan sebagai badan hukum oleh Jawatan Koperasi, tetapi saya hanya hendak mengingatkan 'keten-
507
tuan dalam UU Koperasi, bahwa yang berhak menggunakan nama koperasi, adalah hanya perkumpulan koperasi yang mendapat pensahan dari Pemerintah.
| Laporan Umum Kawan D.N. Aidit mengkonstatasi, bahwa,, UU Koperasi yang sudah ada sekarang dapat dipakai untuk memajukan gerakan koperasi.........”. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita bersama Rakyat untuk mendorong instansi-instansi yang bertanggungjawab melaksanakan UU ini, agar tidak menyalahgunakan 'ketentuan-ketentuan yang termuat didalamnya, tetapi justru memberikan bantuannya dan fasilitet tanpa diskriminasi bagi setiap inisiatif Rakyat yang hendak mengembangkan koperasi. (tepuktangan). Juga menjadi kewajiban kita untuk mendorong agar Anggaran Belan- 'ja Negara yang disediakan untuk membantu koperasi? Rakyat diperbesar. Kenyataan untuk tahun 1959 ini menunjukkan, bahwa Pemerintah hanya menyediakan Rp. 20.289.200 untuk Jawatan Koperasi, suatu jumlah yang sangat tidak berarti, hanya sekelumit kecil dari seluruh Anggaran Belanja Negara tahun 1959 yang berjumlah Rp. 28 milyard itu. Apalagi dari kredit yang disediakan sebanyak Rp. 20 juta itu, hampir Rp. 15 #juta diperuntukkan bagi belanja pegawai. 5 juta, untuk membantu koperasi.
Kawan?,
Sementara kita sibuk mempropagandakan dan mengorganisasi 'koperasi Rakyat pekerja ini, saya pikir-ada pentingnya kita memperhatikan dua kecenderungan yang agak menonjol dari kalangan-kalangan diluar kita yang bisa membahayakan kehidupan koperasi dinegeri kita. Kecenderungan pertama berasal dari pikiran yang subyektif dari sementara orang yang mengira, bahwa koperasi-koperasi bisa dijelmakan di-mana-mana sekaligus atas dasar perintah dari atas, tanpa memperhitungkan kehendak dan kesukarelaan Rakyat yang akan menjadi anggotanya dan tanpa memperhatikan komposisi keanggotaan yang seharusnya tidak dijadikan satu didalamnya kaum penghisap dengan Rakyat pekerja. (tepuktangan). Koperasi perintahisme”
semacam ini pasti akan mengalami nasib seperti,,KUMIAI”
(tawa), dizaman kekuasaan kaum militeris Jepang dimasa lampau, yaitu akan hancur-buyar dengan meninggalkan kesan-kesan yang sangat jelek dihati Rakyat. Dari anggota-anggota yang belum menyadari pentingnya koperasi bagi perbaikan hidup mereka, tidak mungkin diharapkan pembelaannya yang sungguh-sungguh terhadap badan organisasi tersebut. Koperasi-koperasi yang demikian hanya akan menjadi sarang koruptor dan spekulan atau alat pemeras "berkedok koperasi dari kaum penghisap yang berkuasa didalamnya.
Kita dapat menghargai keinginan orang-orang yang hendak memibangun koperasi se-banyak2nya dalam waktu yang se-singkat2nya dan
508
tersebar di-mana?2 itu, tetapi kita tidak dapat menghargai jika usaha itu dilakukan dengan jalan perintah dari atas atau dengan jalan paksaan. Kita tidak setuju jika dari gagasan Demokrasi Terpimpin, unsur demokrasinya dihilangkan. (tepuktangan). Kita mau ke-dua2nya, yaitu Demokrasi dan Terpimpin. (tepuktangan).
Kecenderungan lain, meskipun belum merupakan bahaya yang langsung, tetapi perlu diperhatikan juga, yalah pikiran yang bersumber pada liberalisme, yang tidak menyetujui campurtangan Pemerintah samasekali dalam koperasi. Orang-orang yang berpikiran demikian menyatakan, bahwa koperasi harus berdiri atas prinsip ”selfhelp”. Maksud mereka yang sebenarnya mudah diketahui, yaitu supaya koperasi-koperasi tanpa perlindungan Pemerintah dibiarkan bersaing bebas dengan kapitalis monopoli, dengan tuantanah, lintahdarat dan kapitalis-kapitalis lainnya, sehingga koperasi-koperasi akan ditempatkan hanya sebagai embel-embel dari kapital monopoli dan kaum pengisap iainnya itu. Kita berpendapat, bahwa bantuan Pemerintah kepada koperasi adalah perlu, terutama yang berupa proteksi dan fasilitet tanpa diskriminasi. d
Pendeknya kita menolak kedua pikiran yang keliru mengenai koperasi, baik pikiran yang hendak mendiktekan saja segalasesuatu dari atas terhadap koperasi, maupun pikiran yang hendak membiarkan koperasi-koperasi Rakyat pekerja jadi mangsa kaum penghisap.
Satu persoalan lagi yang hendak saya ketengahkan, yaitu tentang sifat non-politik dari koperasi, seperti yang saya singgung diatas tadi. Koperasi sebagai organisasi harus berdiri bebas, tidak menjadi alat politik atau embel-embel dari sesuatu partai. Tidak perlu ada umpamanya koperasi kepunyaan PNI, kepunyaan NU, kepunyaan PKI, dsb. Yang ada hanya koperasi-koperasi milik kaum tani, kaum nclayan, kaum buruh, parapegawai, kaum kerajinantangan, kaum pedagang kecil, kaum pelajar sekolah menengah, mahasiswa dll.
Kita harus menegaskan sifat non-politik ini, karena pada waktu belakangan kuat tanda-tanda kaum reaksioner mau memperpolitikkan koperasi dengan tujuan menghalang-halangi pertumbuhan koperasi Rakyat pekerja.
Orang seperti Hatta, karena takutnya kepada perkembangan koperasi Rakyat pekerja, juga dengan tidak malu-malu/ menyatakan tidak setuju koperasi dipolitikkan, sebagaimana diucapkannya beberapa hari yang lalu sekembalinya dari Yuarnegeri. Tetapi terhadap politik kaum penghisap, atau politik yang menguntungkan kaum modal monopoli dan tuantanah yang menguasai koperasi-koperasi, Hatta tidak pernah tidak menyetujui.
Dalam Seminar Ekonomi dan Konferensi Nasional Tani PKI yang diadakan ber-turut-turut beberapa bulan yang lalu telah kita satu-
509
kan pendapat didalam Partai mengenai koperasi dan telah diperinuyi pula soal-soal carakerja untuk mengorganisasi dan mengembang» kan koperasi-koperasi Rakyat pekerja. Pidato penutup Kawan D.N. Aidit dalam konfernas Tani tersebut menegaskan a.l.,,Pada tingkat sekarang koperasi-koperasi yang kita dirikan bukanlah koperasi sosialis, karena Syarat-syarat untuk itu belum ada. Tetapi kita harus menjaga supaya koperasi-koperasi yang kita dirikan tidak berkembang menjadi badan-badan kapitalis yang dapat digunakan oleh tanikaya atau tuantanah untuk menghisap kaum tani. Koperasi kita memang bukan koperasi sosialis, tetapi koperasi progresif, alat ditangan Rakyat pekerja untuk melawan penghisapan tuantanah, lintahdarat dan kapitalis”. Penegasan ini sungguh-sungguh telah menambah pengertian aktivis-aktivis kita tenz tang koperasi tingkat sekarang, sehingga dapat dihindarkan faham ke-kiri2an tentang koperasi disatu fihak dan difihak lain dapat pula' dicegah menjurusnya koperasi yang kita dirikan itu menjadi koperasi burjuis biasa. Koperasi-koperasi kita dinamakan progresif, karena mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan koperasi tipe burjuis lainnya. Pertama karena sifatnya sebagai salahsatu alat perjuangan yang penting ditangan Rakyat pekerja dalam mencapai perbaikan hidup untuk melawan kaum penghisap: kedua karena komposisi keanggotaannya yang terdiri dari Rakyat pekerja, dimana' tuantanah, lintahdarat dan kapitalis tidak diberi tempat, ketiga karena pimpinannya terdiri dari elemen-elemen yang stabil dan dibersihkan dari orang-orang yang tidak jujur dan dipilih secara demokratis, keempat karena usahanya selalu ditujukan untuk mempertinggi produksi dan kemakmuran: dan kelima karena dasar-dasar demokrasi, kesukarelaan dan salingbantu selalu dikembangkan didalamnya.
Koperasi-koperasi model Hatta sampai sekarang sebenarnya adalah badan-badan ekonomi yang diorganisasi oleh kaum pemeras yang menggunakan nama koperasi untuk mengabui mata Rakyat dan untuk membelokkan perjuangan anti-imperialis daripada Rakyat. Pengalaman membuktikan, bahwa koperasi-koperasi itu tak mungkin digunakan Rakyat pekerja untuk melawan kaum penghisap. Koperasi-koperasi burjuis yang demikian bukan senjata ditangan Rakyat, tetapi senjata ditangan kaum penghisap.
Dalam Konfernas Tani Partai ybl. telah ditetapkan, tugas untuk mengibarkan,,tiga bendera koperasi” yaitu untuk mengorganisasi tiga macam koperasi bagi kaum tani dan nelayan. yaitu koperasi kredit, koperasi produksi dan koperasi jual-beli. Koperasi kredit ternyata lebih cepat berkembangnya. Pada beberapa tempat telah kelihatan hasil-hasil usahanya, terutama dalam membebaskan kaum tani dari gadai dan ijon. Sawah atau ladang kaum tani yang tergadai ketangan tuantanah, atau pohon kelapa dan tanaman lainnya yang
510
i-,ijon”kan kepada lintahdarat dapat iditebus dengan. bantuan Hg Dikalanyan kaum tani yang baru saja dibebaskan dari penghisapan lintahdarat itu timbul kegairahan untuk mengorgang sasi badan-badan gotongroyong pertanian, yaitu untuk ber-sama-sama membikin rencana produksi dan mengerjakannya secara bergotongroyong. Dengan cara ini kaum tani yang tadinya terpecahbelah dalam pekerjaan produksi bisa bersatupadu dan salingbantu, se hingga pekerjaan menjadi ringan dan hasil pertanian meningkat serta dapat pula membela diri terhadap serangan-serangan lintahdarat.
Kawan?,: e
Pada kesempatan ini saya tidak akan menguraikan tentang prinsip-prinsip koperasi dan selukbeluk koperasi, serta carakerja mengorganisasi koperasi. Semua telah kita simpulkan dalam Seminar Ekonomi dan Konfernas Tani PKI yang lampau. Yang perlu ditekankan sekarang, yalah bahwa kita harus mulai membangun koperusi-koperasi Rakyat pekerja dan mengembangkan koperasi-koperasi yang telah kita asuh selama ini sesuai dengan garis yang telah ditetapkan Partai. Harus kita sedari, bahwa pekerjaan kita ini langsung berhubungan dengan tugas nasional yang penting, yaitu memperlengkapi sandang-pangan Rakyat, sesuai idengan fasal 1 Program Kabinet Sukarno-Juanda. (tepuktangan). Usaha mempersiapkan aktivis-aktivis yang ideologis dan politis dapat dipertanggungjawabkan, yang mampu bekerja dengan tekun dan yang mengerti selukbeluk pekerjaan koperasi perlu dipergiat. Sementara itu perlu diorganisasi ceramah-ceramah tentang koperasi untuk menjelaskan kepada Rakyat tentang sifat pekerjaan dan manfaat koperasi yang sebenarnya. Saya setuju elemen pemuda ditarik dalam kegiatan koperasi, sebagai dinyatakan dalam Laporan Umum. Pemuda dengan sifatenya yang khusus — cepat kaki ringan tangan, (tepuktangan) militant dan tak mementingkan diri — akan mendorong koperasi maju pesat Gan akan membentengi koperasi dari bahaya-bahaya korupsi dan dari perbuatan-perbuatan jahat kaum penghisap. ' y. g
Marilah kita buktikan, bahwa koperasi-koperasi progresif dari Rakyat pekerja lebih baik, serta ia dapat mempersatukan Rakyat pekerja untuk mengurangi penghisapan tuantanah. Iintahdarat dan kapitalis atas Rakyat pekerdia dan dapat meningkatkan produksi.
Sekianlah dan terimakasih.
Hidup koperasi Rakiat Pekerdia!
Hidup PKI yang jaya! (tepuktangan hebat).
PIDATO KAWAN KTUT KANDEL '
(Sekretaris CDB PKI Bali)
Kawan?,
Per-tama-tama kami sampaikan terimakasih kepada kawan-kawan peserta Kongres seluruhnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk memberikan pandangan terhadap material Kongres, terutama, - mengenai Tesis yang sekarang sudah dituangkan dalam Laporan Umum Kawan Aidit. 1
Berdasarkan petunjuk-petunjuk? dari CC dan dengan menggunakan semua kemampuan yang ada pada Partai di Bali, kami di Bali suda)
mendiskusikan bahan-bahan tersebut dari CDB sampai ke Resort? Part dan seterusnya kembali keatas dari rapat? Resort sampai ke Konz ferensi Daerah Besar Partai. 7 Berdasarkan pengalaman itu Partai di an yang teguh, bahwa Laporan Umum Comite Central akan me:
lahirkan antusiasme yang besar dikalangan kader-kader dan seluruh anggota Partai, karena mereka telah disinari oleh garis-garis yang terangy Oleh sebab itu kami menyatakan setuju sepenuhnya atas Laporai Umum CC PKI. $
Kawan-kawan, £
Disini kami hanya memberikan sorotan terhadap beberapa pe soalan berdasarkan pengalaman Partai didaerah Bali.
Laporan Kawan Aidit menjelaskan, bahwa Indonesia merupa:
kan negeri yang belum merdeka penuh dan masih setengah-feodal Fakta-fakta kongkrit didaerah Bali sepenuhnya membenarkan kesimpulat ini. Bentuk-bentuk monopoli tanah oleh tuantanah-tuantanah, sewatanah dan ben:
tuk-tuk hutang yang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budi terhadap tuantanah-tuantanah sangat menonjol. Itulah sebabnya mayoritt kaum tani di Bali adalah tanimiskin dan tani tidak bertan:
Tetapi kaum tani di Bali adalah massa yang mempunyai andil bes dalam perang gerilya melawan Belanda selama Revolusi 45. (tepu!
tangan). Hal ini merupakan pendidikan politik yang penting bay kaum tani di Bali. Kaum tani di Bali tidak hanya membeayai rev lusi dengan padi dan sapinya tetapi juga dengan darah dan tulany nya. (tepuktangan). Sedang tuan-tuan feodal waktu itu tidak hanyi
512
tidak membantu revolusi, tetapi kebanyakan mereka mengkhianati dan melawan revolusi. Itulah sebabnya kaum tani mudah dibangkitkan kebenciannya terhadap feodalisme di Bali. Disamping itu karena sampai sekarang kaum tani masih belum mengecap hasil Revolusi 45, seperti yang pernah dijanjikan kepada mereka selama mereka mendukung perang gerilya, menyebabkan kaum tani di Bali disatu fihak kritis terhadap semua demagogi,,membela kaum tani” tetapi yang membiarkan tuantanah terus mengisap kaum tani dengan kejamnya, difihak lain kaum tani di Bali dengan antusiasme yang besar menerima program tani PKI, baik program tuntutan maupun program,,Tanah untuk kaum tani”.
Dalam hubungan memperbaiki pekerjaan Front Persatuan Nasional dan memencilkan lebih lanjut kekuatan kepalabatu, Laporan Umum sangat membantu kader-kader Partai didaerah Bali untuk meyakini pentingnya kita menggalang Front Persatuan Nasional dengan golongan tengah yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani.
Sebelumnya lahir PKI di Bali, yang sudah ada di Bali adalah partai-partai kepalabatu dan golongan tengah yang diwakili oleh PSI dan PNI. PNI adalah partai yang terbesar. Berbeda dengan partai diluar PNI dan PSI lainnya PKI lahir terakhir di Bali dan tumbuh dengan cepatnya. Rencana tesis banyak membantu Partai di Bali untuk meluruskan pekerjaan front persatuan nasional. Berpijak kepada soal-soal situasi kongkrit didaerah, yang menjadi alas kerjasama dengan kekuatan tengah, terbukti sungguh benar apa yang dikemukakan dalam Laporan Umum bahwa kekuatan tengah disatu fihak bimbang tetapi dilain fihak masih, revolusioner dalam menghadapi imperialisme.
Laporan Kawan Aidit menjelaskan, bahwa walaupun Rakyat Indonesia sudah memilih demokrasi, tetapi bahaya fasisme masih tetap ada. Sinyalemen Kawan Aidit ini mendapat perhatian Partai di Bali secara serius. Di Bali elemen-elemen feodal dan tuantanah masih banyak bercokol di-aparat-aparat pemerintahan di-daerah-daerah. Hal ini menyebabkan mereka menyambut dengan penuh ketaatan dan dalam beberapa hal me-lebih2kan semua ketentuan-ketentuan yang mengekang kebebasan demokratis. Banyak aksi-aksi kaum tani yang terlambat dan banyak penahanan-penahanan se-wenang-wenang karena berlakunya ketentuan-ketentuan yang mengekang kebebasan demokratis. Pengekangan hak-hak demokratis yang umumnya dengan alasan?,,menenangkan situasi” Rakyat di Bali telah berpengalaman, bahwa dalam praktik tenang bagi situantanah dalam meng-injak-injak kaum tani dan neraka bagi tani. Itulah sebabnya garis melawan pengekangan hak-hak demokrasi dan memecat dari jabatan elemen-elemen pengkhianat anti Rakyat yang telah dican-
513
tumkan dalam program tuntutan mendapatkan sambutan dari Partai dan massa di Bali.
Kawan?,
Perang gerilya di Bali melawan Belanda yang berakhir dengan belum berubahnya penghidupan Rakyat, bahkan semakin menjalarnya kemiskinan, kemelaratan, khususnya dikalangan kaum tani, 8 menyebabkan Rakyat dan kaum tani di Bali mudah menerima kesimpulan Partai bahwa revolusi gagal karena pengkhianatan burjuasi komprador. Tetapi massa di Bali semula masih banyak belum mengerti, bahwa salahsatu Partai yang mewakili kaum burjuis komprador di Bali itu adalah PSI. Laporan Kawan Aidit yang menelanjangi politik luarnegeri Syahrir yang kapitulasi dan berz akibat kembalinya negeri kita menjadi negeri setengah-jajahan dan setengah-feodal merupakan hal yang penting untuk lebih memerosotkan pengaruh PSI dikalangan massa.
Kawan?,
Pada waktu ini Partai di Bali dilihat dari segi perkembangan organisasi sudah merupakan gerakan Komunis yang besar. Laporan Kawan Aidit mengenai meneruskan pembangunan Partai memberi:
kan petunjuk yang jelas kepada Partai di Bali bagaimana meng, ubah gerakan Komunis yang sudah besar ini menjadi organisasi Komunis yang besar. Bersumber kepada keadaan sosial di Bali pekerjaan ideologi yang terpenting bagi Partai di Bali pada waktu ini adalah perjuangan melawan subyektivisme. Dalam hal ini kami berterimakasih kepada Laporan Umum Kawan Aidit yang telah dengan jelas menunjukkan jalan bagaimana memerangi penyas kit subyektivisme didalam Partai. Serangan yang agak sistimatis terz hadap subyektivisme di Bali semenjak Rencana Tesis yalah: mem perhebat pendidikan Marxisme-Leninisme dan gerakan turun kes bawah. Pelajaran filsafat MDH ternyata merupakan senjata yangg ampuh dalam menaklukkan penyakit subyektivisme. Gerakan turun kebawah telah menunjukkan bahwa massa anggota dan massa pada umumnya menyambut dengan gembira pekerjaan dan politiks Partai. Ini menelanjangi kejahatan subyektivisme yang menghinal kemampuan massa.
Laporan Kawan Aidit menjelaskan arti bersejarah dan artif penting daripada Plan Tiga Tahun Partai untuk meneruskan pekers jaan pembangunan Partai. Karena selalu adanya perubahan stati Comite di Bali, pelaksanaan Plan di Bali agak terlambat dan t putus. Pelaksanaan Plan yang agak teratur baru semenjak,,D:
tah tahun terakhir daripada Plan Tiga Tahun”. Sekalipun demig kian kami sudah sangat merasakan perbedaan kehidupan intern Partai sebelum dan sesudah pelaksanaan Plan Tiga Tahun. Disam:
514
ping sangat terasa peranan pelaksanaan Plan dalam memperbesar jumlah keanggotaan dan jumlah badan-badan organisasi Partai pelaksanaan Plan juga telah meningkatkan metode kerja kawan?, (terutama telah mulai terkikisnya,,borongisme” didalam Partai).
Dengan demikian kami sepenuhnya menyetujui perlunya kita terus bekerja dengan Plan-plan tiga tahun dan Plan-plan seterusnya.
Selanjutnya mengenai perubahan Konstitusi Partai pada Preambul telah dicantumkan heroisme Rakyat Indonesia termasuk Rakyat Bali dalam mengadakan perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Kawan-kawan,
Demikianlah sambutan kami atas Laporan Umum Kawan Aidit.
Perkenankanlah kami menyatakan keyakinan kami, bahwa berhasilnya Kongres ke-VI PKI sekarang ini akan melaksanakan 4 semboyan pokok Kongres.
Hidup Partai Komunis Indonesia, pelopor perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang Merdeka penuh dan Demokratis. (tepuktangan).
515
PIDATO KAWAN PANAKA
(Wakil Sekretaris CDB PKI Maluku)
Kawan? Presidium dan Kawan-kawan yang kami cintai, RN.
Untuk pertama kalinya, Rakyat pekerja Maluku yang memili tradisi semangat kepahlawanan dalam mematahkan kekurangajars an kolonialisme Belanda, diwakili didalam Kongres yang besar inis Hal ini menguatkan tepatnya konstatasi Kawan D.N. Aidit yang menyatakan, bahwa PKI bukan hanya sudah menjadi Partai yang, nasional yang meliputi seluruh negeri dan seluruh sukubangsa, tetapi juga Partai yang terbesar di Indonesia. Kita bangga bahwa sekas rang disetiap pulau penting di Maluku telah lahir dan tumbuh Komunis-komunis yang aktif mematahkan setiap infiltrasi dan interven agresor Belanda dari Irian Barat. tt | Material Kongres yang dihidangkan sekarang ini pada kite sudah cukup waktu untuk mempelajarinya. Dan bukan saja di kalangan PKI beserta para pengikutnya, tetapi juga banyak tokoh?
penting diluar PKI telah ikut mengambil bagian dalam mengolal material Kongres. 4 3
Dengan berbagai alasan dan dari sorotan persoalan masing!
tokoh-tokoh penting dari golongan-golongan diluar PKI tersebut menyetujun pokok-pokok pikiran yang sekarang ini kita jadikan acara Kongres, Salahsatu alasan untuk menyetujuinya a.l. melihat tuntutan PKI yang menghendaki politik luarnegeri RI yang setia pada semangat Proklamasi '45. Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus pat lah merupakan puncak perjuangan anti-imperialisme, terutami Aa ak belanda, dari Rakyat Indonesia. Maka itu politi luarnegeri RI yang bebas dan aktif tidak bisa lain harus berwatal anti-kolonialisme dan bersamaan: dengan itu harus bersahabat d ngan semua Rakyat-rakyat dan bangsa-bangsa sedunia yang cinta kemerdekaan dan perdamaian. ' ' 5
Dari kenyataan tersebut maka kegiatan menyongsong Kongresii sendiri telah menumbuhkan salingmengerti antara PKI dan 20 longan-longan lain di Maluku. Dengan demikian material Kongres ki sekarang sudah cukup menampung perasaan dan fikiran sebahagi:
besar Rakyat Indonesia. Oleh sebab itu sebagaimana halnya Kawan peserta lainnya, kami menyetujui sepenuhnya isi Laporan Um
516
CC yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, demikian pula Rencana Perubahan Program dan Rencana Perubahan Konstitusi yang masing-masing disampaikan oleh Kawan M.H. Lukman dan Kawan Nyoto.
Laporan Umum yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit tersebut sudah menjawab semua problim pokck yang dihadapi oleh gerakan revolusioner ditanahair kita sekarang. Ia telah secara tepat menganalisa pengalaman-pengalaman masa yang lalu, membahas dengan jelas keadaan sekarang dan. menetapkan tugas-tugas pokok revolusioner dimasa dekat yang akan datang. Laporan Umum CC bersama dengan dokumen? Partai dan Kongres lainnya, mempersenjatai gerakan Rakyat dengan suatu keyakinan dan kebulatan tekad, sebagai syarat batin yang mutlak untuk maju Tebih dekat ketujuan strategis revolusi Indonesia. Ia telah melempangkan dan lebih mempersiapkan pikiran gerakan massa dan semua aktivis revolusioner untuk mampu menghancurkan semua rintangan yang meng-halang2i kemajuan.
Kawan? Presidium dan Kawan-kawan yang kami cintai,
Dalam Manifesto Politiknya, Presiden antara lain menyatakan Keamanan negara masih nyata menghadapi gerombolan?
emberontakan DI/PRRI/Permesta dan sisa-sisa daripada RMS dan KRYT dari dalam dengan aksi-aksi subversif asing dari dalam dan dari luar. Beleid keamanan Pemerintah tetap tegas. Pemerintah meneruskan dan memperhebat operasi-operasi keamanan dengan mengerahkan kekuatan alat-alat Negara dan Rakyat secara maksimal. Pemerintah tidak mau mengadakan perundingan atau kompromi dengan pihak pemberontak.” Hal ini sesuai dengan kenyataan yang kita lihat se-hari-hari.
Sebagaimana halnya dengan daerah-daerah lain, Maluku sebagai daerah perbatasan keamanannya bukan saja dikacaukan oleh sisa?
gerombolan,,RMS” dan,,PRRI”-Permesta, tetapi juga selalu dibahayakan oleh infiltrasi dan intervensi asing. Meskipun demikian, berkat kerjasama,,Dwi Tunggal” Rakyat dan APRI, kegiatan pemberontak kontra-revolusioner dan infiltrasi serta intervensi asing di Maluku berhasil kita patahkan. Tertangkap dan terbongkarnya kegiatan subversif Samorsky — mahasiswa Amerika —, tertangkapnya:
banyak motorboot dan perahu lengkap dengan peralatan mata-mata yang
diselundupkan Belanda dari Irian Barat, tertangkapnya kapal-kapal pe-!
nyelundup Kuomintang, terbongkarnya sender gelap NIGO, semuanya tersebut membuktikan tingginya semangat Rakyat Maluku dalam menjalankan tugas membentengi keselamatan RI.
Ha aSkan Bahwa imperialisme Amerika Serikat adalah musuh Rakyat Indonesia yang paling berbahaya.........? sebagaimana yang dikemukakan oleh Kawan D.N. Aidit sepenuhnya dirasakan oleh
517
Rakyat Maluku. Tertangkapnya penerbang AS A.L. Pope yang telah membunuh banyak Rakyat Maluku dalam bombardemen pada pertengahan th. 1958, acap kalinya Scato mengintimidasi Indonesia dalam bentuk latihan perang?an didekat perairan kita, kapal-kapal silam asing bermunculan diperairan Maluku, adalah bukti hidup intervensi kasar AS terhadap Indonesia.
Tugas patriotik Maluku dalam membentengi keselamatan RI dan menjadi basis untuk menyatukan Irian Barat kewilayah RI, antara lain akan diperlancar oleh pelaksanaan Program Tuntutan Partai pasal 15,,Pecat dari jabatan? Pemerintah pengkhianat-pengkhianat bangsa, orang-orang reaksioner, penggelap-penggelap dan koruptor-koruptor dan supaya Orang-orang ini dihukum, tidak peduli mereka itu orang-orang sipil atau militer, anggota partai pemerintah atau bukan” dan pasal 16,,Tempat kan pada jabatan-jabatan pemerintah orang-orang yang bersedia mengabdikan dirinya kepada kepentingan Republik dan Rakyat Indonesia”. Sebab pelaksanaan Program Tuntutan tersebut akan lebih membantu untuk maju dan memperkuat gerakan Rakyat anti-imperialis.
Kawan? Presidium dan Kawan-kawan yang tercinta,
Adalah sepenuhnya mewakili perasaan dan tuntutan semua go:
longan di Maluku bila Kawan D.N. Aidit mengemukakan «Dalam hubungan dengan memperbaiki ekonomi dalamnegeri adalah saz ngat penting masalah komunikasi dan transpor. Yang sangat serius dan perlu segera dan per-tama?2 mendapat pemecahan, yalah soal transpor laut”. '
Maluku sebagai daerah kepulauan, yang terdiri dari kurang lebih 950 pulau-pulau, besar kecil, dengan alat-alat perhubungan laut se macam sekarang menyebabkan banyak soal menjadi terbengkalain Liberalisme dilapangan politik dan ekonomi serta birokrasi dilag pangan pemerintahan daerah menjadi distimulir oleh kesukari perhubungan. Ketidakpuasan daerah mudah ditiup berkembai menjadi gerakan separatis. Keterbelakangan daerah sebagai wari an kolonialisme Belanda yang membawa beban berat bagi peny hidupan dan kehidupan Rakyat, menjadi lebih bertambah beraf Misalnya, pegawai negeri dan buruh dipulau yang terpencil tet paksa mencari ikan untuk hidup karena gaji terlambat.
Dengan sistim pengolahan extensif, tiap tahun hasil-hasil bumi dari hasil-hasil laut yang terpenting dari produksi Rakyat Maluku unti expor, al.: kopra — 84.000 ton, cengkeh — 8.000 ton, pala 1.000 ton, “kulit siput, lola dan tripang — 1.500 ton (angka Pe Daerah). Daya beli Rakyat Maluku dalam mendapatkan barang kebutuhan hidup se-hari-hari seperti: beras, minyak, gula dan pakai:
dsb. banyak ditentukan oleh laku tidaknya hasil-hasil bumi dana tersebut. Tetapi dengan kesulitan perhubungan seperti sekat
518
harga hasil-hasil bumi dan laut tersebut tertekan rendah. Sebaliknya, Rakyat harus membeli barang-barang kebutuhan hidup se-hari-hari dengan harga yang sangat tinggi. Situasi tersebut merupakan tanah subur bagi kegiatan “kaum spekulan, lintahdarat dan tengkulak-tengkulak, yang lebih memberatkan beban hidup Rakyat.
Politik memperbesar produksi hasil bumi dan hasil laut bagi Maluku berarti meningkatkan dari pengolahan extensif menjadi secara intensif. Sedang dengan hasil pengolahan secara extensif macam sekarang, akibat sulitnya perhubungan, banyak hasil-hasil bumi dan hasil-hasil laut yang tidak terangkut kepasar penjualan. Maka itu sclama tidak disertai dengan pemecahan problim perhubungan, usaha mendorong Rakyat Maluku agar maju beralih dari pengolahan hasil-hasil bumi dan laut secara extensif menjadi intensif, tidak mungkin cepat berhasil. 4
Demikianlah, bagi Maluku pemecahan masalah perhubungan akan sekaligus berarti memecahkan banyak soal. Maka dari itu kami menggarisbawahi Laporan Umum CG yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit yang penyatakan:
»Karena Indonesia adalah negeri yang luas dengan ribuan pulau, maka penilaian terhadap sesuatu pemerintah akan diukur dari seriusnya dan berhasilnya pemerintah itu memecahkan masalah komunikasi dan transpor. Masalah kesatuan Indonesia juga banyak tergantung dari pemecahan masalah ini?
Bersamaan dengan dipecahkannya soal perhubungan, masalah tuntutan kebebasan-kebebasan hgk demokrasi bagi Rakyat merupakan soal yang mendesak. Bukti cukup banyak, bahwa tidaklah pada tempatnya bila kecurigaan ditujukan kepada Rakyat, tetapi seharusnya ditujukan kepada musuh-musuh Rakyat. (tepuktangan). Sebagaimana halnya Rakyat didaerah lain, Rakyat Maluku akan bisa dimobilisasi se-penuh2nya untuk memenuhi tugas-tugas patriotiknya, bila ada cukup banyak kebebasan hak-hak demokrasi. (tepuktangan). Dengan lain kata, adanya cukup banyak kebebasan hak-hak demokrasi bagi Rakyat, adalah berarti mendorong maju gerakan Rakyat Maluku dalam membentengi keselamatan R.I. dan memperkuat perjuangan merebut kembali Irian Barat. (tepuktangan).
Dari mimbar sini kami sampaikan keyakinan kami, bahwa dengan setia pada apa yang sudah digariskan oleh Kongres ini, dengan dipimpin oleh Pimpinan Central Partai yang Leninis, tugas pera dan bear Yang, mempan ens dihadapan kita, akan bisa kita selesaikan satu demi satu 2 y i mena lengan sukses-sukses yang gemilang. (tepuk-
Sekian dan terima kasih.
Hidup PKI yang jaya!
519
PIDATO KAWAN SUDISMAN
(Anggota Politbiro CC PKI)
Kongres yang mulia!
Kawan-kawan yang tercinta!. an.:
Dalam Kongres Nasional Ke-VI Partai sekarang ini yang dihadiri oleh para kader terpilih dari Partai Komunis Indonesia yang telah mempertaruhkan segalasesuatunya tanpa mengenal mengaso untuk melahirkan kehidupan lebih indah daripada lagu serta musimsemi, saya ingin menyambut Laporan Umum Kawan D.N. Aidit yang menekankan bahwa dilapangan politik luarnegeri kita harus lebih sungguh-sungguh lagi melanjutkan polit ik anti-kolonial dan cintadamai. (tepuktangan). Tugas utama ini mendorong kepada setiap orang Komunis, supaya berjuang untuk memperkokoh perdamaiar.
dan persahabatan antara Rakyat-rakyat sedunia, dan bersamaan dengan itu memperjuangkan supaya politik Yuarnegeri Indonesia diab kan untuk memenangkan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya. (tepuktangan). Dwitugas ini tidak dapat dipisahkan satusamalain.
Rakyat Indonesia sudah bertahun-tahun mengalami sendiri bahwa politik luarnegeri dari Sutan Syahrir dan Dr. Hatta yang menyerah mentah-mentah kepada imperialisme Belanda dan Amerika telah berhasil menghambat, membendung dan akhirnya menggagalkan Revolusi Agustus 1945. Revolusi Rakyat Indonesia yang
sedang menggelora telah dikhianati dan “dibendung oleh politik luar:
negeri reaksioner dari suatu golongan yang kebetulan berkuasa di:
dalam Republik Indonesia pada tahun-tahun pertama Revolusi. Kenyataan-kenyataan tersebut harus kita jadikan pelajaran, supaya kita bertambah waspada dalam mencegah jangan sampai fihak yangg berkuasa terlepas dari kontrole Rakyat, sehingga kaum soska dapat)
menyelundupkan lagi politik khianat untuk »berdamai” dan beri kapitulasi kepada kaum imperialis. Tepat sekali peringatan Kawan D.N. Aidit yang menyatakan, bahwa,,politik bebas” mereka ada lah politik bebas memilih imperialisme. Padahal zaman sekarang, bukannya lagi zaman mekarnya imperialisme, tetapi zaman melayu-
520
nya imperialisme, zaman melebarnya kuburan imperialisme. (tepuktangan). Ini disatu fihak, sedangkan difihak lain, zaman sekarang dikenal sebagai zaman mengembangbiaknya cita-cita Komunisme yang tanpa mengenal tapalbatas berduri dan rintangan berhasil merebut hati Rakyat dengan kekuatannya yang vital dan kebenarannya. (tepuktangan lama). Karena melihat keunggulan sistim Sosialis terhadap sistim kapitalis, Rakyat pekerja di-negeri-negeri kapitalis, negeri-negeri jacyahan dan setengah-jajahan makin bertambah banyak yang revolusioner. Kaum teoritikus burjuis dan kaum soska sungguh cemas akan nasib majikannya. (tawa). Mereka berusaha keras untuk menutupi kebobrokan kapitalisme dan berusaha membelanya dengan dalil-dalil baru. Pada waktu-waktu belakangan ini banyaklah disebarkan teori-teori dan rencana-rencana baru untuk »memperbaiki” kapitalisme dengan pupur tebal (tawa) yang dipropagandakan sebagai suatu sistim yang mendatangkan kemakmuran. Dalam usaha sakaratul-maut mereka (tawa) untuk menipu Rakyat pekerja, para teoritikus burjuis dan kaum soska tanpa mengenal malu sedikitpun mengemukakan fikiran-fikiran tentang evolusi kapitalisme ke Sosialisme.
Akan tetapi sungguh kasian (tawa), dalil-dalil itu tidak akan membantu seujung rambutpun, sebab walaupun kaum kapitalis dengan kakitangannya mencoba menghentikan berputarnya roda sejarah, cita-cita Komunisme tetap hidup dan bangun (tepuktangan lama)
untuk berjuang dan bersorak menang. (tepuktangan lama). Dalam berjuang tidak sedikit kaum Komunis yang mati, Kawan Lenin telah mati, tetapi Lenin hidup pada jutaan-manusia-manusia lain. (tepuktangan lama).
Kongres yang mulia!
Lima tahun yang lampau Kongres Nasional Ke-V Partai sudah menganalisa tentang imbangan kekuatan internasional, yang pada pokoknya menjelaskan bahwa kubu Sosialis makin bersatu dan kompak, sedangkan kubu imperialis mengandung penuh kontradiksi didalamnya sehingga hubungan mereka satusamalain menjadi makin meretak. Dalam Laporan Umum Kawan.D.N. Aidit sekarang persoalan tersebut lebih mendalam lagi dikupas dengan perumusan sebagai berikut:.,Tidak ada seorangpun dapat membantah buhwa sekarang Sosialisme sedang mengungguli kapitalisme dalam semua hal yang berarti maju, berguna dan baik bagi Rakyat pekerdia dar umatmanusia. Sekarang tidak lain dari Amerika Serikat sendiri, negara pimpinan daripada kapitalisme, yang sudah memikirkan bagaimana mengejar Uni Soviet dalam sejumlah tiabang penting daripada ilmu teknologi”. Pengaruh internasional dari Uni Sovyet akan bertambah besar sebagai akibat kemajuan ekonomi yang dicapai oleh Rakyat Uni Sovyet Yengan memenuhi Plan Tu-
521
juh Tahun dan tindakan-tindakan sosial yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu itu. Semua ini akan makin memperbesar dayatarik Uni Sovyet yang sedang membangun Komunisme. (tepuktangan).
Perbaikan taraf hidup dan perbaikan syarat-syarat kehidupan Rakyat Uni Sovyet secara tidak langsung akan menyebabkan perbaikan keadaan Rakyat pekerja di-negeri-negeri kapitalis, karena perbaikan-perbaikan diatas akan imenjiwai mereka untuk lebih mensukseskan perjuangannya melawan kaum penghisap (tepuktangan) “ian akan mempermudah perjuangan mereka, sebab kaum kapi' terpaksa membe kan konscsi-konsesi kepada proletariat dan kaum tani, untuk sedikit banyak memperbaiki keadaan mereka. Mengenai negeri? Sosialis lainnya yang sedang giat membangun Sosialisme dan berbaris bahu-mem, bahu dengan Uni Sovyet menuju kekejayaan Komunisme, Plan Tujuh Tahun mencantumkan ketentuan-ketentuan untuk mengadakan kerz jasama ekonomi' timbal-balik secara sekawan yang lebih erat lagi dalam segala lapangan untuk memperluas lebih lanjut dan me3 gala bentuk hubungan ekonomi antar-negara? Sog ma itu disusun atas dasar yang kokoh yaitu ideologr
saling membantu
' Partai Komunis Tiongkok dan Partai Komunis U:
akan mentiurahkan kegiatannya untuk mempertahankan persat!
yang suci itu, membela kemurnian Marxisme-Leninisme, mem tahankan prinsip-prinsip dalam Deklarasi Moskow yang ditandatan, oleh Partai? Komunis dan Partai? Buruh berbagai negeri, dan diuang dengan tak. mengenal damai terhadap revisionisme,, bah utama dalam gerakan Komunis, yang ternyata dengan se-jel dalam Program Liga Komunis Yugoslavia”. (tepuktangan).
522
»Kedua belah fihak menyatakan kepercayaan yang penuh, bahwa kekuatan perdamaian dan kekuatan Sosialis yang semakin besar itu pasti dapat mengalahkan segala rintangan dalam kemajuannya dan mencapai kemenangan yang jaya”. (tepuktangan). Inilah persahabatan yang suci-murni, yang kekal dan takterpatahkan antara Partai-partai Komunis dan Partai-partai Buruh sedunia dan antara negeri?
Sosialis. (tepuktangan). Tidak demikian halnya dengan negeri?
imperialis yang paling suka mendemonstrasikan,,persatuannya” dengan menyombongkan pakta-pakta militer dan persekutuan-persekutuan yang mereka bikin. Timbullah pertanyaan, bagaimanakah kenyataan sesungguhnya?
Kawan?!
Kaum imperialis terus-menerus membangga-banggakan NATOya sebagai benteng pertahanan,,dunia bebas” yang dalam kenyataannya merupakan benteng kertas yang rapuh, karena penuh dengan
pertentangan yang tak ada habis?nya. (tepuktangan). Inggris misal- '
uya sangat berkepentingan untuk mempertahankan kedudukannya sebagai negeri klas satu dan sebagai,,pemimpin” Eropa. Untuk mencapai maksud itu Inggris masih membutuhkan bantuan dolar
Amerika Serikat, skhingga Inggris harus bersaing dan berusaha
keras menggeser Jerman Barat yang sekarang menempati kedudukan anakmas kesayangan Amerika Serikat. (tawa). Inggris sebagai
“yunior partner” kedudukannya 'agak sulit karena Amerika Serikat menyokong sepenuhnya proyek Pasaran Bersama Eropa, dimana Jcrman Barat menempati posisi yang kuat dan makin berkuasa diantara enam negeri anggotanya. Hal ini tidak mengherankan karena besarnya penanaman modal Amerika di Jerman Barat. Inggris sendiri tentu saja tidak ingin membuka dan melepaskan kedudukannya yang sangat berpengaruh dipasaran Commonwealth bagi pemasukan barang-barang dan modal Jerman Barat melalui Pasaran Bersama Eropa.
Di Eropa dan bahkan dipasaran dalamnegeri Inggr: diri, industri sudah mengalami cukup banyak kesulitan dari saingan barang?
Jerman Barat. Di Amerika barang? Inggris terbentur kepada tembok granit bea cukai yang tinggi. Dari keterangan-keterangan tersebut dapatlah dimengerti mengapa Inggris menolak untuk masuk kedalam tim Pasaran Bersama Eropa, dan sebaliknya membikin sistim sendiri, yaitu' sistim Dacrah Bebas Dagang. Dengan menempuh jalan ini Inggris berusaha keras untuk menjamin keselamatan pasaran yang sekarang sudah dikuasainya. Kecuali itu Inggris, karena kemungkinan ingat akan pengalamannya pada tahun-tahun krisis besar 1930-an, telah mencari jalan sendiri untuk memasuki pasaran kubu Sosialis yang kuat dan stabil. Sudah logis jika tindakan Inggris ini menjadi alasan dari pertentangan baru dengan sekutu?nya. Bersamaan
523
dengan itu burjuasi dagang Inggris menuntut, supaya Inggris meninggalkan politik mengekor kepada Amerika Serikat dan menunut politik luarnegeri yang lebih berani dalam menghadapi Amerika
ikat, terutama dalam soal NATO dan meredakan ketegangan internasional. Apalagi Partai Komunis Inggris yang dengan tidak mengenal payah terus-menerus mengajukan politik damainya (tepuktangan) dengan tuntutan, supaya pembikinan basis-basis roket Amerika di Inggris distop dan diciptakan kemerdekaan sejati Inggris dilapangan militer, ekonomi dan politik dengan jalan pengusiran semua pasukan Amerika dan penghapusan bangunan-bangunan militer Amerika dari tanah Inggris (tepuktangan lama). Usul-usul Partai Komunis Inggris itu akan sekaligus menetapkan Inggris sebagai bangsa yang tidak tergantung dan yang mampu mempengaruhi bangsa-bangsa lain untuk mengadakan perjanjian internasional menghancurkan 2 i samasekali senjata-senjata nuklir. Persoalan harigat bagi Inggris sekarang erbesar jumlah bayi takberdosa menjadi casebetulnya bukannya bagaimana dapat melipatgandakan pembikin y hui bahwa percabaan-percabaan bom-bom atom yang sudah dibom A dan H, tetapi bagaimana Inggris dapat mengambil a arang didunia, mungkin mempunyai akibat gonoyang aktif dalam mencegah perang, membebaskan diri dari tim- nanya dan mungkin menyebabkan cacad-cacad pada
kutuan NATO. Pada saat pendapat umum sedunia menuntut para wakil Tiga Besar di Konferensi Jenewa yang lalu mencapai persetujuan untuk menghentikan percobaan senjata nuklir, pemerintah Perancis secara membutatuli mengaktifkan persiapan-persiapan untuk mencoba bom-bom nuklir mereka digurun pasir Sahara yang memakan biaya 100.000 juta Franc (suara,,waah”), dan pembiayaan seluruh program persenjataan nuklir Perancis sekurang-kurangnya menelan biaya 600.000 juta Franc atau 1096 'dari seluruh anggaran " belanja Perancis. Avontur percobaan bom nuklir Perancis ini terang-terangan merupakan tantangan yang sangat kurangajar tes hadap Rakyat? Afrika yang heroik melawan "mission sacre de civilian sampai « ber-abad-abad
bunan bom A dan H dan mematahkan ancaman perang untuk, 1.260.000 anak? (suara aduh”). Selanjutnya peme hadiah selama-lamanya. Politik damai Partai Komunis /Inggris benar-benar se- nobel untuk fisika, Dr. Linus Pauling SEA hahwa perccgaris dengan hasrat setiap orang yang merindukan perdamaian/ (tepuktangan lama).
Kawan-kawan yang tercinta!
Kembali kepada masalah Pasaran Bersama Eropa dan Daerah!
Bebas Dagang, Saya sepenuhnya menyetujui perumusan Kawai D.N. Aidit yang menegaskan, bahwa:,,Pasaran Bersama Eropa! gan cacad besar baik jasmani maupun letaknya. dan kalau maupun Daerah Bebas Dagang, walaupun ada pertentangan? “di k2 tadi sampai menjadi besar m a akan enderita seumur antaranya, kedua-duanya memusuhi gerakan kemerdekaan nasional hidup. Kalau yang dibidik oleh imperialis Perancis penduduk-penduduk berdan merintangi usaha peredaan ketegangan internasional, karen ilit hitam Afrika, maka bidikan itu tidak kena sasarannya, sebab kedua-duanya tetap bertujuan memonopoli pembelian bahan-bahan merg angin yang akan meniup keutara tidak dapat dicegah oleh tangan lah dengan harga yang semurah-murahnya dan mempertahankar kejam de Gaulle, dan angin itu juga pasti mengotori atmosfi adanya blok-blok militer”. Sekarang menjadi makin jelas bahwa kg diatas benua Eropa dengan debu radicaktif, terutama daerah-daerah dua sistim Pasaran Bersama Eropa dan Daerah Bebas Dagang sama lstan Itali, Spanyol dan Perantiis sendiri. Dengan peledakan-peledakan nu buruknya, karena mempunyai maksud yang sama jeleknya untuk i Sahara itu kaum kolonialis Peranci mengharapkan supaya Raktetap menguasai dan mengurus pasaran dan kekayaan negeri-negeri lain, v h kekuasaan Perantiis di Afrika mengagumi ke- (tepuktangan). besaran dan wibawa Perancis yang dalam bahasa Rakyat biasa ber- Sesudah mengetahui kedudukan Inggris dewasa ini, ada ba arti Rakyat Afrika dipaksa tunduk kepada intimidasi kaum kolor nya meninjau kedudukan Perancis yang diperintah oleh sovinis Is Peran (tawa). Dalam hal ini imperialisme Perancis salah Gaulle. Perancis sedang memimpikan hendak mengembalikan #hitung. Afrika sekarang adalah Afrika baru yang dilukiskan oleh besaran” Peran sebagai salahsatu negara imperialis yang terl Kawan D.N. Aidit sebagai berikut:.,Afrika sekarang bukan hanya muka, sebagai negara klas satu sejajar dengan Amerika Se tempat berdansa kaum imperialis saju. tetapi sudah merupakan cadan Inggris. Untuk mencapai maksud itu, Perancis mengikuti dangan bagi revolusi dunia melawan kapitalisme dan imperialisme jak Inggris dengan melaksanakan diplomasi atom didalam 'perg (tepuktangan). Suara Rakyat Afrika untuk membela hak-hak mereka
524
n-percobaan senjata atom sekarang sudah menyebabkan s uta peristiwa kanker dan 140.000 peristiwa loukomia. De Gaulle harus menyedari bahwa perintahnya untuk meledakkan sebuah bom atom percobaan akan berarti mengutuk 15.000 bayi (suara,,yaah
ng masih harus dilahirkan, 15.000 bayi tadi akan dilahirkan
525
semakin santer terdengar, memekakkan kuping kaum imperialis”.
(lepuktangan lama).
Kawan?! 1
Perbuatan takberhati Perancis tidak berhenti pada percobaan ledakan nuklir di Sahara saja, tetapi juga meluas sampai kepada penganiayaan-penganiayaan biadab selama dipenjara sampai meninggaldunia, terhadap Sekretaris Jenderal Gabungan Umum Serikatburuh-serikatburuh Aljazair, Kawan Aisat Idir. Tepat sekali tuntutan SOBSI kepadi Direktur Jenderal ILO yang mendesak, supaya ILO segera memy bentuk Komisi Angket Internasional yang terdiri dari Gabungan-gabungan Internasional Serikatburuh-serikatburuh, untuk menyelidiki keadaan para aktivis SB-sb Aljazair yang berada dalam tahanan. Kenyataan ini menun jukkan bahwa midasi kaum imperi bukannya menghasilka bungkamnya Rakyat-rakyat sedunia, tetapi malahan sebaliknya mengge, lorakan kemarahan Rakyat-rakyat sedunia dan memperkokoh solidaritet internasional antara Rakyat-rakyat sedunia (tepuktangan). Salahsatu bul t kemarahan itu tecermin dalam pesan Presiden Sukarno kepada Konferensi Setiakawan Asia-Afrika yang menegaskan, bahwa »jika jumlah negara-negara nuklir dewasa ini akan diperluas, makg akan menjadi lebih sulit untuk mendapatkan suatu penyelesatan bagi jalan buntu, yang dewasa ini dihadapi umatmanusia”, (dan bahwa,,akan bertentangan dengan keadilan yang layak, jika pet duduk Afrika akan harus menderita akibat peledakan-peledakan nuklir it (tepuktangan). Sesuai dengan perasaan Rakyat-rakyat sedunia PKI cara tepat merumuskan tuntutannya dalam Program Tuntutan tai yang antara lain mengemukakan, supaya percobaan-percobaan, peni bunan dan pembuatan senjata-senjata A dan H dihentikan samaseka Sesuai dengan Program Tuntutan PKI dan Preambul Koi tusi PKI yang menyatakan, bahw KI berjuang untuk p damaian dunia dan kerjasama secara damai diantara semua neg atas dasar kemerdekaan dan persamaan penuh semua Rakyat di nasion. PKI menyokong perjuangan anti-imperialis dari Rakyal negeri-negeri jajahan dan tergantung”, maka sudah pada tempai ny:
a Kongres yang bersejarah ini mengambil sikap terhadgy jahatan kriminil imperialis Perancis yang akan mengadakan pe tiobaan ledakan bom nuklir digurun pasir Sahara, dan mempi 'penganiayaan-penganiayaan keji kaum kolonialis Perantiis terhadap pemimpi kaum buruh Aljazair. (suara.,setuju”). Sikap ini sepenuhnya!
laras dengan Deklarasi Partai? Komunis Perancis dan Ital/tg tanggal 23 Desember 1958 yang antara lain menetapkan, bah perjuangan untuk perdamaian, perjuangan menentang ancamg pemusnaan massal oleh senjata-senjata atom dan nuklir dan melawi perang-perang kolonial, aksi-aksi untuk mengurangi persenjataan dan kg
526
''dunia dengan tipumuslihat,,persekutuan su
existensi secara damai, adalah tetap merupakan tujuan perjuangan obyektif dari Partai-partai Komunis, yang sekarang akan dapat berkembang secara effektif jika dihubungkan se-erat2nya dengan perjuangan untuk menciptakan pembaharuan sosial yang demokratis dan melawan rencana-rencana reaksioner. Dalam Deklarasi itu disimpulkan, bahwa Partai-partai Komunis Perancis dan Itali menyokong sepenuhnya gerakan kemerdekaan dari Rakyat-rakyat jajahan terutama di Timur Tengah dan Afrika, memperjuangkan kedaulatan bagi negeri-negeri yang dicengkeram oleh penguasa politik Atlantik, dan mendesak hapusnya diskriminasi. (tepuktangan). Perancis dan Itali mempunyai kepentingan langsung untuk merealisasi tatatertib internasional baru bagi negeri-negeri disekitar Lautan Tengah.
Keterangan yang tertib itu sangar tidak disukai oleh Amerika Serikat, sebab imperialis bukan lagi imperialis kalau tidak menggantungkan diri kepada logika imperialis yang reaksioner, yaitu:
mengacau, gagal, mengacau lagi, gagal lagi, mengacau lagi (tawa), gagal lagi dan terus berulang sampai musnah. Ini adalah hukum Marxisme. Kita selalu mengatakan, bahwa imperialisme itu sangat ganas, yang berarti bahwa sifat pokok keganasannya tentu gidak dapat berubah. Kaum imperialis sudah pasti tidak mau meletakkan golokbunuhnya sebelum mati terbunuh. Berlawanan dengan
! logika imperialis, Rakyatpun memiliki Yogikanya sendiri yaitu: berjuang, gagal, berjuang lagi, gagal lagi, demikian seterusnya sampai menang. (tepuktangan). Ini juga hukum Marxisme. Revolusi Rakyat Rusia pernah berjalan menurut hukum ini, revolusi Ra.
Tiongkok juga berjalan menurut hukum ini, dan revolusi Ra!
Indonesiapun sedang dan pasti berjalan menurut hukum ini.
(tepuktangan lama). Oleh karena itu saya menggarisbawahi konstatasi bagian penutup Program PKI yang menandaskan, bahwa
tidak meragukan lagi bahwa tujuan PKI akan terlaksana dsb.
Memang setiap Komunis tiada ragu lagi hari ini akan kemenangannya dalam perjuangan yang cukup pedih. (tepuktangan).
Kawan?!
Logika kaum imperialis, terutama imperialis Amerika, untuk.
imengacau kita jumpai dimana-mana. Bentuk pengafyauan yang khas dari Amerika Serikat yalah membikin ketegangan situasi dimana-mana didunia ini dengan maksud untuk mengadakan agresi dan memperbudak Rakyat berbagai negeri. Amerika mengira bahwa dengan dolarnya bisa membeli dan memaksa menundukkan seluruh du-du imperialis. Pedoman ini tecermin dalam setiap masalah internasional yang timbul, juga dalam masalah Jerman dan masalah Berlin. Sungguh sangat abnormal, bahwa sekarang sesudah Perang Dunia II hampir 15 tahun
527
berakhir belum dapat ditandatangani suatu perjanjian perdamaian dengan Jerman, dan Berlin Barat masih tetap dibawah keikuasaan tentara pendudukan asing Amerika, Inggris dan Perancis.
Adalah masukakal jika Uni Sovyet mengambil inisiatif untuk mengakhiri peristiwa pincang di Eropa ini. Pada tanggal 13 November 1958 Uni Sovyet telah mengajukan usul yang terkenal kepada fihak, Barat, supaya suka menandatangani suatu perjanjian dengan Jerman dan mengakhiri pendudukan tentara asing di Berlin Barai serta menjadikannya sebagai Kota Bebas. Uni Sovyet membe waktu 6 bulan dan kalau fihak Barat menolak, maka Uni Sovyet bebas untuk menandatangani sendiri perjanjian perdamaian ter:
sebut dengan Republik Demokrasi Jerman. Setelah fihak Barag ternyata belum dapat menentukan sikapnya, Uni Sovyet memper panjang batas waktu 6 bulan menjadi 18 bulan. Dan ketika fih:
dengan kampanye internasional yang ncarkan dalam Bulan Pera damaian memperingati genap 10 tahur Gerakan Perdamaian Dunia yang menuntut diadakannya KTT untuk menamatkan,,perang ngin”.
: Setiap anggota Partai yakin tentang mungkinnya,,perang ngin” dihentikan dan diselenggarakan ko-existensi secara damy antara negara-negara yang sistim sosialnya berlainan. Setiap anggota P:
tai harus melakukan segala-galanya untuk memajukan kerjasa antara negara-negara dan untuk membebaskan umatmanusia dari bahaya meletusnya perang dunia yang baru. Dalam hal ini penting seka pernyataan Kawan Chrusyov pada tanggal 3 September yang lah didepan para perwira lulusan akademi-akademi militer URSS, bahwa Suatu pencairan tertentu telah tambak dalam hubungan-hubungan inter nasional. Batu es 'perang dingin” mulai mencair. Pertukaran kuti jungan antara kepala-kepala pemerintah Uni Sovyet dan Amerika Segk kat yang tidak lama lagi akan dilakukan pasti memberikan kemung kinan-kemungkinan besar untuk redanya lebih lanjut ketegangan
negara kita, pada usaha memperkok 1 jasama internasional”. (tepuktangan). Setiap orang yang bero sehat mengharapkan 'supaya kunjungan tersebut merupakan peh dahuluan KTT yang berkewajiban mencari dayaupaya menyin kirkan untuk selama-lamanya akibat-akibat Perang Dunia II, mengad kan perjanjian perdamaian dengan Jerman, normalisasi keada di Berlin serta diseluruh dunia, dan dengan demikian merupa
528
permulaan yang baik dalam usaha mengakhiri,,perang dingin”.
Kawan-kawan yang tercinta!
Masalah Jerman memang penting, karena Jerman Barat dan Berlin Barat telah dijadikan sumber-sumber provokasi,,perang dingin”
oleh Amerika Serikat sehingga terus-menerus membahayakan perdamaian di Eropa. Tidak saja negeri-negeri di Eropa, tetapi juga negeri-negeri di Asia-Afrika dan seluruh dunia berkepentingan langsung untuk mencegah jangan sampai perdamaian di Eropa terganggu lagi. Komplotan yang terdiri dari golongan burjuasi besar reaksioner di Jerman Barat bersama-sama dengan kalangan-kalangan yang memerintah di Amerika Serikat dan negara-negara besar Barat lainnya telah memecah kesatuan nasional Rakyat Jerman. Republik Federal Jerman telah didirikan untuk mencegah terbentuknya suatu ncgara Jerman yang bersatu, cinta-damai dan demokratis, untuk memperkokoh kedudukan utama Jerman Barat sebagai negeri industri di Eropa Barat dan untuk mempergunakan kekuatan-kekuatan militernya yang kini telah dihidupkan kemba!i didalam petualangan-petualangan agresif terhadap negeri-negeri di Eropa Timur, bahkan juga terhadap negara-negara muda di Timur Tengah dan Afrika. Sebagai bukti Menteri Pertahanan Jerman Barat, Strauss, telah mempersiapkan langkah?
yang memungkinkan untuk memobilisasi tentara yang berkekuatan satu juta didalam beberapa hari saja disamping Divisiz NATO yang sudah ada. (suara,,waah”). Organisasi ini dipimpin oleh Jenderal Hans Yoakhim von: Horn, bekas Kepala Staf Umum dari suatu Corps Tentara yang pernah dianugrahi tanda jasa militer tertinggi Nazi oleh Hitler karena jasa?nya dalam persiapan penyerbuan kenegara-negara tetangga Jerman.
Perkembangan dewasa ini di Jerman Barat dengan jelas menunjukkan adanya pemusatan tenaga ekonomi yang senantiasa meningkat didalam tangan sekelompok kecil orang-orang yang memegang monopoli. Pada tahun 1938, ”joint-stock companies” besar dengan modal lebih dari 50 juta markmerupakan 37,196 dari seluruh modal saham, pada tahun 1958 jumlah itu telah menjadi 62,576.
Bagian modal saham yang dipegang oleh perseroan-perseroan raksasa dengan modal lebih dari 100 juta mark didalam masa yang sama itu telah meningkat dari 25,896 menjadi 4696. Pada waktu ini 17 kelompok dari orang-orang yang memegang monopoli mengendalikan 8076 dari seluruh modal saham di Jerman Barat. Pada kelompok-kelompok ini kedudukan-kedudukan utama dikuasai oleh tokoh-tokoh keuangan dan perindustrian lama yang telah membantu Hitler merebut kekuasaan, seperti: Otto Ambros (penanggungjiawab kamp konsentrasi IG Farben), Karl Kraukh, Friedrich Yaehne, Hans Kugler, Fritz Ter Meer (Direktur? Ekonomi Hitler) dsb., dsb. Bekas tangan-tangan kanan
529
Hitler telah memegang kembali kedudukan-kedudukan pimpinan didal:
bidang ekonomi. Organisasi-organisasi terpenting kaum monopoli, terutama Gabungan Perserikatan Industri Jerman (Barat) dan Gabung:
Perserikatan Himpunan Pengusaha, mempunyai wewenang men, ambil putusan-putusan tentang semua undang-undang serta tindakan-tindakan dilapangan, perekonomian dan sosial jauh sebelum persoalan-persoalan tersebut diajukan kepada Parlemen Federal. Pemfasisan kembali Republik Federal Jerman erat sekali hubungannya dengan kaum monopolis yang sudah berhasil mempekerjakan 18 2 bekas pejabat-pejabat pemerintahan Hitler dalam aparatur negara Jerman Barat, terutama dalam 339 jawatan-jawatan rahasia imperialis yang dibentuk oleh Amerika Serikat dan yang bertugas melaksanakan kegiatan-kegiatan jahat untuk meruntuhkan Republik Demokrasi Jerman dan negeri? Sosialis lainnya. Kecuali Jawatan Intelijen Federal yang dipimpin oleh bekas jenderal Hitler, Gehlen, masih terdapat beberapa organisasi spionase Amerika Serikat yang terpenting seperti: Central Intelligence Agency, Military Intelligence Service, Military Intelligence Department, Air Intelligence Service, Office Of Naval Intelligencey, Counter Intelligence Corps, Office Of Special Investigation dsb.
Jawatan-jawatan kasak-kusuk kotor ini yang pas-pus (tawa) membanggakan diri sebagai penyebar ulung peperangan urat syaraf, bertujuan untuk: memperluas propaganda perang dan balasdendam,/ melawan gerakan anti-persenjataan atom, mengisolasi Republik Demokrasi Jerman dalam melakukan hubungan-hubungan ekonomi serta luarnegeri, menyabot usaha meredakan ketegangan internasional dan menghantam gerakan pembebasan nasional bangsa-bangsa.
Kenyataan-kenyataan tersebut diatas menunjukkan, bahwa ciri politik, Jerman Barat yalah selalu berdiri difihak kaum kolonialis apabila terjadi pertikaian antara negara-negara penjajah dengan Rakyat? Asia- Afrika yang sedang memperjuangkan atau mempertahankan kemerdekaan mereka. Hal-hal ini dibuktikan oleh fakta-fakta sbb.:
1. Didalam peperangan kolonial Perancis melawan Rakyat Aljazair terdapat lebih banyak serdadu? Jerman Barat daripada, serdadu-serdadu yang dikirim Hitler ke Spanyol pada tahun 1936 untuk:
menolong Jenderal Franco. (suara,,yaah”).
Kassim, seorang anggota Gerakan Pembebasan Nasional Aljagair, dalam suatu pertemuan di Karlsruhe baru-baru ini menyatakan, bahwa 829p dari seluruh pasukan Legiun Asing Perancis yang bertempur di Aljazair berasal dari Dierman Barat. Pemerintah Jerman Barat memang sudah ber-kali-kali menyatakan. bahwa Republik Federal Dierman berkepentingan untuk membiarkan puluhan ribu pemuda? Jerman Barat mati berlumuran darah untuk memper- "
tahankan kepentingan-kepentingan kolonial. Didalam Parlemen Jerman Barat,
530
Partai Kristen Demokrat, partainya Kanselir Adenauer, dengan terang-terang?an menyetujui penggunaan warganegara Jerman Barat
" dalam perjuangan melawan gerakan pembebasan. Dan sejak bertahun-tahun lamanya rekrutering yang sistimatis untuk Legiun Asing Perancis berlangsung di Jerman Barat. Pemuda? Jerman Barat itu setiap minggu meninggalkan kamp-kamp pangkalan di Strassburg dan Metz untuk diangkut ke Afrika Utara. Selain itu pada permulaan tahun 1958 Perancis telah menerima pinjaman baru yang besar dari Uni Pembayaran Eropa, dalam mana Republik Federal Jerman ikut mengambil bagian dengan modalnya sebesar 100 juta dolar. Inilah sikap sesungguhnya dari kaum neo-imperialis Jerman Barat yang tanpa tedeng aling-aling membeberkan tampang busuknya, tampang Togog kolonial lama. 8
2. Menyokong kaum kolonialis Portugis mengenai masalah Goa, dan pers Jerman Barat membenarkan anggapan pemerintah Portugal yang menetapkan "Goa sebagai miliknya yang sah”.
3. Ketika terjadi agresi Inggris-Perancis terhadap Rakyat Mesir, Pemerintah Jerman Barat memihak kaum agresor imperialis dan menyatakan, bahwa mendapatkan kembali terusan Suez dengan kekerasan merupakan,,sasaran-sasaran politik yang sah”. (tawa).
4. Pemerintah Jerman Barat telah memberikan sumbangan yang menentukan untuk memperkuat Israel dengan perlengkapan?
industri yang berguna bagi peperangan seharga lebih dari 1.557.
000.000 mark, sehingga Israel mampu menyerang Mesir.
5. Watak kolonialis dari politik luarnegeri Jerman Barat sekali lagi dibuktikan oleh bantuan yang langsung diberikan kepada agresi Amerika-Inggris terhadap Libanon dan Yordania dengan jaian menyerahkan kepada penguasa-penguasa militer Amerika pengawasan sepenuhnya terhadap lapangan-terbang-terbang Jerman Barat dari mana pasukan? Amerika bertolak untuk melakukan gerakan?nya di Timur Dekat dan pesawat-pesawat Jerman Barat disediakan untuk mengawal pesawat-pesawat transport Amerika. $
6. Jerman Barat menganggap tindakan Indonesia untuk mengambilalih perusahaan? Belanda sebagai ancaman terhadap sistim imperialis pada umumnya, dan dalam hal ini Pemerintah Jerman Barat membantu negeri Belanda, sekutunya dalam NATO.
Tuan von Eckard, jurubicara Parlemen Jerman Barat, mengatakan bahwa pemerintah Federal sangat menyesalkan sekali kejadian?
yang berlangsung di Indonesia. Ditegaskan bahwa Belanda adalah negara yang erat bersekutu dengan Republik Federal ("Der Kurier”.
Berlin Barat, 2 Desember 1957) dan pada waktu menanda tangani perjanjian Masyarakat Ekonomi Eropa, Pemerintah Federal telah mengakui claim Belanda atas Irian Barat.
7. Untuk memperkuat claimnya atas daerah-daerah jajahannya yang lama, pemerintah Federal giat menggali kembali semboyan-semboyan fasis yang lama seperti,,Rakyat tanpa ruang”,,,keunggulan kebudayaan Jerman”,,,semangat pelopor Jerman” dsb., dsb. Malahan pada tanggal 1 Januari 1957, pemerintah Federal telah membuka kembali “Deutskhe Kolonialskhule” di Witzenhausen yang lama dengan alasan:,,untuk mengikuti aliran zaman”. (tawe). Lembaga ini telah didirikan untuk pertama kalinya dalam tahun 1896 bagi usaha-usaha penjajahan kerajaan Jerman. Cara latihan dalam lembaga ini antara lain telah mengakibatkan pembunuhan atas 150.000 penduduk bekas-bekas koloni Jerman di Afrika. Direktur sekolah ini, Dr. Fiskher, ahli urusan jajahan Hitler, menandaskan bahwa tujuan-tujuan latihan disekolahnya adalah sama seperti waktu yang sudah-sudah dan pemuda-pemuda yang dilatih dalam semangat ini akan tampil didunia dan mewakili tipe Jerman disana.
Kawan?!
Fakta-fakta yang diuraikan diatas membuktikan, bahwa Jerman Barat sibuk menyiapkan peperangan baru dengan melalui segala jalan dan menempuh segala jalan untuk mencegah tercapainya keredaan didalam ketegangan situasi internasional. Tepat sekali Laporan Umum Kawan Aidit yang memperingatkan, bahwa:,,/mperialis Jerman yang dihidupkan kembali dengan bantuan kaum monopolis Amerika Serikat merupakan bahaya yang sangat mengganggu keamanan dan perdamaian di Eropa”. Langkah-langkah yang kongkrit perlu kita tempuh untuk menentang bahaya yang mengancam ini, dan Partai berkewajiban membangkitkan perhatian pemerintah dan Rakyat terhadap situasi genting di Eropa yang pasti mempengaruhi Indonesia dan mempersatukan segenap kekuatan didalam perjuangan melawan bahaya yang akut ini. (tepuktangan).
Kawan?!
Sesudah kita dengan seksama mencurahkan perhatian terhadap | masalah-masalah pokok di Eropa, baiklah kita sekarang meninjau situasi negeri-negeri tetangga sekeliling kita. Kemenangan baru dari revolusi nasional Arab di Irak membikin kalangkabut imperialis Amerika dan mendorong kaum agresor Amerika dan Inggris untuk secara ter-buru-buru melakukan intervensi bersenjata yang se-wenang-wenang dan langsung di Libanon dan Yordania atas nama melawan,,agresi yang tidak langsung”. (tawa). Agresi imperialis Amerika Serikat dan « Inggris di Timur Tengah mendapat kecaman dan perlawanan dari semua negeri dan Rakyat yang cinta damai diseluruh dunia dan » akhirnya agresi imperialis dapat dikalahkan. Ini menggembirakan dan menunjukkan, bahwa pengibaran pandii agresif imperialis tidak mungkin menahan reaksi berantai dari gerakan kemerdekaan nasio-
532
nal, malahan sebaliknya mempercepat perkembangan gerakan kemerdekaan nasional yang meluas di Timur Tengah dan Timur Dekat khususnya dan diseluruh dunia pada umumnya. (tepuktangan). Keganasan imperialisme itu niatnya akan lebih membangkitkan kesedaran Rakyat dan sekaligus menyingkap kelemahan-kelemahan imperialisme, sehingga membangkitkan keberanian yang lebih besar kepada Rakyat. Hal ini dibuktikan oleh perjuangan gagah berani dari Rakyat Siprus dibawah pimpinan Partai AKEL, Partai Rakyat Pekerja Siprus, untuk membebaskan negeri mereka dari dominasi asing.
(tepuktangan). Contoh lain yalah gerakan solidaritet internasional yang besar memprotes ketidakadilan pengadilan Athena dan menuntut pembebasan pahlawan Acropolis, Manolis Glezos. (tepuktangan lama). Dari jepang sampai Venezuela, di Asia, Eropa dan Arierika, jutaan Rakyat melimpahkan kernarahannya terhadap hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan militer Athena. Pemerintah Karamanlis telah mengutuk kaum demokrat Yunani karena ide?
mereka dan telah melancarkan suatu ofensif terbuka terhadap kaum demokrat. Kaum reaksioner Yunani menjadi tidak berani melaksanakan rencananya semula untuk membunuh Manolis Glezos beserta kawan?nya, karena suksesnya kampanye internasional yang meluas untuk pembebasan Manolis Glezos. (tepuktangan). Sukses ini mendorong kaum demokrat diseluruh dunia untuk melanjutkan perjuangan guna pembebasan terakhir Glezos dengan patriot-patriot Yunani lainnya, sebagai pelaksanaan surat terbuka Glezos kepada semua orang yang berkemauan baik, yang antara lain menyatakan, bahwa:,,Pemeriksaan terhadap kami sudah selesai. Akan tetapi dinegara dimana dilahirkan demokrasi, demokrasi kini berada dalam belenggu undang-undang fasis (tepuktangan) fasal 375 dan semua undang?
perbudakan dari masa peperangan sivil (rezim pembuangan administratif, undang? 509), 'referensi-referensi atas pandangan sosial dll.......
Jadi sahabat-sahabat tercinta, bukan saja pemeriksaan pengadilan yang merupakan tantangan terhadap kepentingan-kepentingan demokratis sedunia, melainkan seluruh sistim tirani dinegeri kami yang menyembunyikan diri dibelakang wajah demokrasi yang menyedihkan. (tepuktangan).
Kaum demokrat diseluruh dunia, bangkitkan Hellas!”. (tepuktangan).
Kawan?!
Tindakan tak mengenal perikemanusiaan itu tidak hanya menimpa patriot Manolis Glezos di Yunani, tetapi juga sedang diderita oleh Kawan Faryallah Helou, Sekretaris Comite Central Partai Komunis Libanon. Menurut orang-orang yang melihat sendiri, pembesar-pembesar RAP bagian Siria telah memompakan udara kedalam perut Kawan Helou sehingga gembung, dan seorang polisi melompat keatas perut-
533
nya (suara,,aduh”) yang sudah digembungkan itu, sehingga merusak perut Kawan Helou. Gelombang amarah dunia demokratis mening:
Si lagi yang menyerukan supaya Faryallah Helou dibebaskan. (tepuk-.
tangan lama). Atas tuntutan massa Rakyat banyak, pemerintah Libanon telah mengajukan beberapa pertanyaan resmi kepada pembesar-pembesar RAP daerah Siria mengenai sebab-sebab penahanan dan nasib Kawan Helou. Disamping itu Partai Komunis Libanon pada | tanggal 4 Juli 1959 telah menyerukan kepada semua Partai-partai Komunis dan Partai-partai Buruh seluruh dunia, supaya melantangkan suaranya masing-masing untuk menuntut agar penganiayaan yang mem- 'bahayakan jiwa Kawan Faryallah Helou segera dihentikan. (tepuktangan). Surat yang mengharukan itu ditutup dengan seruan:,,Aksi bersama yang perkasa dari segenap kekuatan perdamaian, demokrasi |.dan kemajuan akan menyelamatkan jiwa Kawan Faryallah Helou
dan menolong pembebasannya!” (tepuktangan). Belum lagi Kawan | 'Helou bebas, dunia demokratis dikejutkan lagi oleh penahanan
dan penuntutan di Alexandria terhadap sejumlah besar anggota
Dewan Perdamaian Dunia, Dewan Perdamaian Nasional Mesir ' dari Republik Arab Persatuan dan para peserta Kongres Internasional Untuk Perlucutan Senjata Dan Kerjasama Internasional:di Stockholm. Kekhawatiran dengan sendirinya timbul berhubung dengan lamanya penahanan tanpa pengadilan terhadap sejumlah anggota Dewan Perdamaian Dunia dan partisan-partisan perdamaian di RAP bagian Siria. Tindakan ini merupakan serangan terhadap ps satuan kekuatan perdamaian diseluruh dunia, sehingga wajar sek seruan Dewan Perdamaian Dunia yang mendesak supaya pengejaran terhadap partisan-partisan perdamaian dihentikan dan yang ditahan segera dibebaskan. (tepuktangan). Politik mengekang dan menindas hak-hak demokratis dari Rakyat-rakyat Mesir dan Siria samasekali tidak se- 'suai dengan pernyataan sumpah Presiden Nasser kepada Jenderal:
dtif el Bisri dari Siria yang menyatakan, bahwa demi kehormatan-.
nya ia tidak akan menyingkirkan setiap patriot yang bekerja me- "nentang imperialisme serta akan mengajaknya dalam perjuangan dimasadatang. Tetapi omongan Presiden Nasser lain sekali dengan 'kenyataannya (tawa), pengekangan hak-hak demokrasi makin dip luas dan politik ini merupakan jalan tersesat Nasser yang menji trus kejabatan tangan dengan kaum imperialts. Tepat sekali c:
mang Kawan Aidit dalam laporannya yang menekankan, bahwa:
»Pengalaman Mesir ini memberi pelajaran bahwa tidak mungkin politik luarnegeri yang maju dipertahankan, selama politik dalam-' negerinya anti-demokrasi dan anti-Komuni: 5 Baik untuk Manolis Glezos, Faryallah Helou dan para partisan'
534
peran aa
perdamaian Mesir, maupun untuk seluruh umatmanusia cinta-damai adalah suatu kebahagiaan jika Kongres Partai kita yang bersejarah ini mengambil putusan untuk mengadakan gerakan menuntut tembebasan para demokrat itu. (tepuktangan).
Tindakan anti-demokratis pemerintah RAP sejalan dengan politik imperialis Amerika yang mengarsiteki (tawa) perjanjian militer dengan Turki, Iran dan Pakistan. Perjanjian militer tidak akan mungkin dapat menyelesaikan suatu ketegangan di Timur Tengah, sebaliknya akan makin menstabilisasi ketegangan yang sudah ada. Ketegangan yang menggelisahkan Rakyat Iran misalnya, adalah penembakan mati tanpa proses terhadap Kawan Ir. Ali Olowi, anggota Executif Partai Tudeh, pada tanggal 16 Juni 19595 penewasan terhadap 50 kaum buruh batubata yang sedang mogok di Teheran, pembrondongan mati belasan kaum buruh tekstil Watan yang sedang mogok di Isfahan: dan yang mengkhawatirkan yalah nasib dari 500 anggota Partai Tudeh serta tahanan-tahanan lainnya dari SB-sb, gerakan pemuda demokratis dan partisan-partisan perdamaian yang meringkuk diberbagai penjara Iran. (suara,,yaah”). Kita berkewajiban mengutuk kese-wenang2an pemerintah Iran yang melanggar hak-hak azasi manusia. (tepuktangan). Inilah salahsatu hasil jahat dari perjanjian-perjanjian militer AS, Turki, Iran dan Pakistan.
Padahal negeri-negeri Timur Tengah bukannya membutuhkan perjanjian-perjanjian militer yang mengakibatkan bertambah besarnya anggaran belanja untuk keperluan tentara dan militer, melainkan membutuhkan kemajuan ekonomi, hubungan tetangga baik dengan negara-negara yang berbatasan, konsolidasi kemerdekaan nasionalnya masing-masing, dan penghapusan sisa-sisa serta pengaruh kolonialisme.
Ketegangan-ketegangan situasi yang ditimbulkan oleh kaum imperialis dalam rangka pelaksanaan politik,,tepi perang” pasti dapat diatasi dengan perlawanan yang teguh dan ulet yang telah dibuktikan oleh Rakyat Tiongkok dalam mengatasi masalah Selat Taiwan dan pengacauan reaksioner di Tibet. (tepuktangan). Pemberontakan kontra-revolusioner dari tuantanah, tuanbudak dan kakitangan imperialis di Tibet sudah dapat ditumpas, sehingga jalan bagi pembangunan Tibet yang demokratis dan Sosialis telah dibersihkan dari rintangan. Haridepan gemilang membentang indah didepan Rakyat Tibet. (tepuktangan).
Sungguh disayangkan bahwa pemberontakan kontra-revolusioner Tibet mendapat pengestu (tawa) dan pembelaan dari Perdana Menteri Nehru, yang baru-baru ini berteriak tentang pelanggaran tapalbatas India oleh pasukan? RRT. Kemudian masalah yang dihebohkan oleh pers imperialis itu terpaksa dibantah oleh Nehru sendiri dengan mengatakan, bahwa berita-berita pers tentang pembuatan pang-
585
kalan-kalan dan pemusatan pasukan? RRT di Ladakh (Kasymir) dan dekat tapalbatas Sikkim, tidak mengandung kebenaran. (tawa).
Sangkalan Nehru itu dikeluarkan sesudah Menteri Luarnegeri RRT, Jenderal Besar Cen Yi menyangkal tuduhan-tuduhan bahwa RRT telah, melanggar batas-batas negara-negara lain, dan diperingatkannya bahwa RRT tidak memperbolehkan fihak-fihak lain melanggar batas?nya..(tepukta-, ngan). Memang yang benar, yalah India tidak mengakui keadaan belum ditetapkannya garis perbatasan Tiongkok-India dan memperhebat usahanya untuk memberi tekanan terhadap Tiongkok secara militer, diplomasi dan melalui pendapat umum. Hal ini dengan sen- 5 dirinya menimbulkan kecurigaan, bahwa India mencoba untuk memaksakan kepada Uonekak tuntutan-tuntutan sefihaknya mengenai masaerbatasan dengan jalan:
2g Pasukan? Tadia Telah menyerbu dan menduduki Shatze, Khinzemane dan Tamanden, kesemuanya wilayah sah RRT. h 2. Melindungi bandit-bandit pemberontak Tibet didaerah itu. g Sengketa tapalbatas sepanjang lebih dari 2000 km itu pasti dapat dipulihkan secara damai antara India-Tiongkok, berdasarkan, hubungan-hubungan persahabatan antara Tiongkok dan India yang masing-masing, menyandarkan diri kepada 5 prinsip hidup berdampingan secara damai. (tepuktangan).
Kawan?! 3 1 3
Sesudah gagal di Tibet, kaum imperialis menyetuskan intervensi SEATO-nya yang baru di Laos yang sangat membahayakan perdamaian di Asia Tenggara. Sejak lama Amerika Serikat menghasut kekuatan-kekuatan reaksioner pro-Amerika yang diwakili oleh Sana-:
nikone untuk meng-injak-injak Persetujuan Jenewa. Amerika secara tidak sah mengirimkan pesawat-pesawat transport C-47 dari Bangkok, memasukkan sejumlah besar senjata ke Laos dari Filipina, dan dengan terang-terangan mengirimkan 82 orang tentara ber-, warganegara Filipina dari Pangkalan Udara Clark, presis seperti bantuan AS kepada kaum pemberontak »PRRI”-Permesta. Atas petunjuk Amerika, KSAD Laos Rattikul menerangkan, bahwa Laos tergolong dalam lingkungan,,pertahanan” blok agresif SEA, TO, dan menuntut supaya blok agresif tersebut mencampuri peris:
tiwa perbatasan Viet Nam-Laos. Juga kongsi "Civil Air Tran:
sport” dari Taiwan telah mengangkut bantuan logist ke-daerah?
garis belakang tentara kerajaan Laos, sedangkan Misi Militer Laos yang berada di Taiwan telah mengadakan pembicaraan-pembicaraan rahasia tentang kerjasama militer dengan orang-orang Ciang Kai-sek dibawah pengawasan Amerika Serikat. Ini adalah kelanjutan dari pembicaraan-pembicaraan dengan blok agresif SEATO, terutama dengan Muangthai. Komplotan ini lebih menggentingkan suasana, dan ber-
536
tambah gentingnya keadaan di Laos akan menimbulkan kecemasan disemua fihak yang benar-benar berkepentingan dalam terpelihara dan kokohnya perdamaian di Indocina dan Asia Tenggara.
Ketegangan di Laos minta perhatian kita sepenuhnya, dan pemerintah Indonesia supaya melakukan usaha-usaha keras untuk menghentikan intervensi itu, sesuai dengan prinsip-prinsip Bandung dan harapan yang terkandung dalam surat PM Pham van Dong kepada Presiden Sukarno. Komisi Pengawasan di Indocina semestinya harus dipulihkan dan intervensi SEATO harus kita nyatakan stop. Kita harus mendesak supaya Persetujuan? Jenewa dilakukan sepenuhnya dan semua peserta Konferensi Jenewa supaya tidak menangguh-nangguhkan lagi melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan-tindakan yang positif untuk memperbaiki situasi di Laos.
Tindakan-tindakan demikian tidak bisa tidak akan sesuai dengan tuntutan?
yang adil dari pendapat umum progresif seluruh dunia, dan menguntungkan masalah memelihara serta mengkonsolidasi perdamaian di Asia Tenggara dan diseluruh dunia.
Kawan?!
Asia baru-baru ini telah digoncangkan oleh kese-wenang?an pemerintah pusat India yang membubarkan pemerintah pilihan Rakyat dinegara bagian Kerala yang dipimpin oleh Partai Komunis India.
Pelajaran yang dapat kita ambil, dari peristiwa itu, yalah bahwa oposisi dilantunkan oleh Partai Kongres, Partai Sosialis Praja (soska), Partai Katolik dan Liga Muslimin di Kerala yang senada dengan oposisi Nasuhi-Saadon yang mencoba membunuh Presiden Sukarno dalam,.Peristiwa Cikini” yang terkenal dan menggranat kantor-kantor CC PKI, SOBSI dsb. Kaum oposisi tersebut membikin gerombolan-gerombolan teror yang dipersenjatai seperti gerombolan anak-anak muda Kristen dengan diberi nama ” Christopher”.
Anak-anak ini diperintahkan untuk menyerang dan menteror pemimpin?
Komunis, kantor-kantor dan rapat-rapat kaum Komunis dan membikin kekacauan dan kegaduhan dalam masyarakat. Dengan adanya oposisi secara kekerasan itu yang membahayakan,,ketertiban umum”, maka pemerintah Kerala harus dibubarkan, padahal golongan yang memerintahkan pembubaran itu sendiri yang mengorganisasi kekacauan dan keributan. Pengalaman Kerala membuktikan bahwa burjuasi tidak mampu mengalahkan pemerintah yang dipimpin oleh Partai Komunis India dengan dialan demokratis parlementer dan konstitusionil. (tebuktangan). Kejadian di Kerala menunjukkan bahwa kaum Komunis senantiasa menjunjung tinggi dan menghormat konstitusi negara, dan untuk sekian kalinya membuktikan bahwa justru kaum burjuis dan bukannya kaum Komunis yang memaksakan dan menggunakan kekerasan. Kaum
Komunis dianggap oleh pemerintah Nehru berdosa karena telah mengadakan pembatalan hak milik tanah dengan maximum 25 acre, berdosa karena telah dapat mencukupi kebutuhan Rakyat Ke:
rala akan beras (tawa), dan berdosa karena telah membikin UU Pengajaran (tawa) yang menjamin pendidikan demokratis di Kerala. Tuduhan berdosa sudah barang tentu tak beralasan samasekali, dan rupanya bagi pemerintah Nehru alasan itu baru sah kalau benar-benar berdosa, seperti ucapan pemimpin Partai Kongres C.M. Stephen, bahwa "Today there is only one slogan. The Government must go”. (,,Sekarang hanya'/ ada satu semboyan. Pemerintah harus turun panggung”). Tetapi Rakyat Kerala cukup me-' ngenal Partainya, dan jika benar akan diadakan pemilihan umum:
lagi yang demokratis, Rakyat Kerala tentu akan memaksa PM Nehru merealisasi omongannya dalam Konferensi persnya tanggal 7 Agustus 1959, yang berisi bahwa: ”Yf the Communist Party wing the election they will be entitled to fruit thereof in the sense.of, forming the government”. (,,Jika Partai Komunis memenangkan pemilihan umum mereka berhak untuk ikut dalam pembentukan pemerintahan”), asalkan tidak ditertibkan kembali model Kerala lama. Kawan Aidit menyimpulkan tentang pengalaman Kerala sbb.:
Dengan pembubaran pemerintah Kerala kaum Komunis diseluruh dunia dipermudah dalam memberi contoh dari suatu kebenaran klasik, yaitu bahwa kaum burjuis akan melemparkan jauh-jauh demokrasi, melemparkan jauh: UUD, jika demokrasi dan UUD merugikan kepentingan mereka. Satu bantuan yang ada juga gunanya dari kaum burjuis reaksioner India untuk pendidikan kader-kader revolusioner!”
Kawan-kawan yang tercinta,
Masalah yang tidak kalah pentingnya daripada Kerala yang:
perlu kita mendalaminya, yalah masalah perkembangan Jepang yang oleh Kawan Aidit dalam laporannya ditandaskan, sbb.,,Ra yat Indonesia sudah seharusnya dengan teliti memperhatikan Jepang yang berada dibawah kekuasaan AS dan kaum monopolis Jepang sendiri”. Pada saat dunia sedang bergeser setingkat demi setingkat dari,,politik kekuatan” dan,,politik tepi perang” ke politik berunding, kepolitik ko-existensi secara damai, pemerintah Kishi telah mengambil langkah-langkah untuk memperbarui,,Perjanjian Keamanan” Jepang-Amerika yang pasti akan menyeret Jepang kedalam persiapan perang nuklir. Diteruskannya kontak-kontak militer antara Jepang dan Amerika bermaksud untuk mencegah dipulihkannya hubungan diplomatik dan ekonomi Jepang dengan RRT, uni memperkokoh persatuan anti-Komunis serta menindas kekuatan' demokratis. didalam negeri, untuk menjadikan Jepang sebagi
538
pangkalan nuklir Amerika dan untuk memperlengkapi Jepang dengan senjata nuklir. Sesungguhnya Rakyat? Asia khususnya Indonesia, yang sudah banyak menderita agresi dan penindasan militerisme Jepang semasa Perang Dunia II, mengharap supaya setelah Perang Dunia II berakhir, Jepang memperoleh kemerdekaan nasional yang penuh, mendirikan sistim demokrasinya sendiri dan mengembangkan ekonomi dan kebudayaan nasionalnya sendiri.
Tetapi harapan itu sampai sekarang ternyata sia-sia, karena pemerintah Nobusuke Kishi telah membenamkan diri dalam pelukan tentara pendudukan AS. (tawa). Kepatuhan diluarbatas dari Kishi kepada AS dilapangan ekonomi diperburuk oleh pinjaman-pinjaman dari AS yang berjumlah 2.100 juta dolar, sedangkan penanaman kapital perseorangan AS di Jepang berjumlah 80.000 juta yen.
Ini membuktikan, bahwa walaupun Jepang merupakan negeri monopoli yang berkembang, ia masih berada dalam setengah-pendudukan dan terikat kepada imperialisme Amerika, yang secara tidak sah menduduki Okinawa dan Bonin dan menjalankan kekuasaan kolonialnya. Ekonomi Jepang yang bersandar kepada AS ini tidak mendatangkan sesuatu kebaikan terbukti bahwa jumlah penganggur menjadi sangat banyak dan upah jam?an buruh Jepang hanyalah sepersepuluh upah buruh AS, seperenam upah buruh Inggris, separoh upah buruh Jerman Barat dan Perancis serta duapertiga upah buruh Itali. Keadaan yang buruk ini disebabkan karena anggaran belanja pemerintah Kishi lebih mengutamakan kepentingan pertahanan, yaitu untuk tahun fiskal 1959. berjumlah 136.040 juta yen yang berarti kenaikan 15.980 juta yen kalau dibandingkan dengan tahun fiskal 1958. (suara,,waah”). (“The Japan Times”, 24 Juni 1959).
Dengan bersandar kepada AS, pemerintah Kishi menempuh jalan buntu, jalan militerisme. Hal ini dapat dibuktikan oleh makin besarnya Angkatan Perang Jepang. Dalam bulan Mei 1952 kekuatan Angkatan Darat Jepang baru 75.000 orang dan Angkatan Lautnya 7.500 orang, tetapi sekarang sudah meningkat sangat tinggi, dengan perincian sbb.: Angkatan Darat kekuatannya 170.000 orang dengan 770 tank (suara,.yaah”): Angkatan Laut memiliki 405 kapal dengan tonase 100.000 ton dan 200 pesawat terbang:
dan Angkatan Udaranya mempunyai personil 37.600 orang dengan 1.060 pesawatterbang. Kekuatan Angkatan Perang Jepang tersebut masih dikatakan belum cukup kuat oleh Kishi dan akan diperbesar lagi dalam rangka Plan Lima Tahun Pembangunan Pertahanan Jepang dari tahun 1960-1965. (“The Japan Times, 11 Jul 1959”). Sebagai taraf permulaan dari plan bakaronya (tawa), maskapai-maskapai besar seperti Mitsubishi, Fuji dan Kawasaki
539
telah memproduksi beberapa jenis peluru kendali. Kegiatan-kegiatan haus darah dari kalangan-kalangan industri perang Jepang ini mencerminkan politik pemerintah Kishi, politik militerisasi yang mendapat bantuan AS untuk membentuk kembali,,Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” yang berarti,,romusha”, makan,,bekicot” dan pakaian,,goni”. Kishi rupanya sedang melamun dengan menompang perahu AS yang sedang tenggelam (tawa) karena hantaman prahara kemarahan Rakyat sedunia termasuk Rakyat Je- "pang sendiri terhadap agresi AS. (tepuktangan). Seluruh masyara- 'kat demokratis Jepang dibawah pimpinan Partai Komunis Jepang sedang melancarkan gerakan protes yang luas menentang peim-. 'baharuan,,Perjanjian Keamanan” Jepang-Amerika dan dengan sengit melawan diperkokohnya persekutuan militer dengan AS.
Walaupun dalam perjalanan maju ini Rakyat Jepang masih akan menjumpai banyak kesukaran, tetapi Rakyat Jepang yang patriotik pasti dapat mengalahkan segala serangan kaum reaksionci AS dan kaum neo-militeris Jepang. (tepuktangan). Perhebat aksi?
"untuk merealisasi Program "Tuntutan Partai yang berbunyi:,,Lawan remiliterisasi Jepang yang membahayakan keamanan Indonesia serta perdamaian di Asia dan Pasifik”. (tepuktangan lama).
Kongres yang mulya!
Dari seluruh uraian diatas jelaslah, bahwa kekuatan-kekuatan reak- 'sioner di-negeri-negeri seluruh dunia sesudah Perang Dunia II berakhir, 'bersandar kepada imperialisme Amerika Serikat yang tidak panjang lagi umurnya sebab selalu berbuat jahat, memupuk kekuatan reaksioner anti-Rakyat diberbagai negeri, dan mengancam perlamaian dengan perang nuklir. Makaitu penting sekali bagi setiap Komunis untuk menunaikan tugas berjuang memperkokoh perdamaian dan persahabatan antara Rakyat-rakyat sedunia dalam melaksanakan pesan Kawan Aidit yang dinyatakan dalam Laporan Umumnya, yaitu sbb.:,,Partai harus merumuskan politik luarnegerinya yang mampu menghadapi musuh internasional Rakyat Indonesia yang
paling berbahaya, yaitu imperialisme AS” dan,,Karena sudah ada
front internasional anti-kolonial dan cinta-damai yang kuat, penguasaan imperialis secara lama sudah tidak dimungkinkan lagi”. (tepuktangan lama).
Kawan-kawan yang tercinta!
Untuk dapat melaksanakan tugas itu secara baik penting sekali kawan-kawan mengikuti dengan tertib tinjauan luarnegeri,,Harian Rakyat”, dan memberikan saran-saran serta kritik-kritik kepada redaksinya yang $
bersangkutan. Mengerti situasi luarnegeri akan membantu kita
dalam menjalankan kewajiban Partai' sehari-hari, karena tugas?
rasional Partai tidak dapat dipisahkan dari tugas-tugas internasional Par-
540
tai, dan memelihara semangat serta jiwa patriotisme adalah satu dengan memelihara semangat serta jiwa internasionalisme proletar.
(tepuktangan). Kewajiban Ruangan Tinjauan Luarnegeri,,Harian Rakyat” tidak hanya memberikan informasi soal situasi internasional saja, tetapi sekaligus berusaha supaya dapat menggerakkan inassa untuk aksi-aksi solidaritet internasional terhadap salahsatu peristiwa penting didunia. Memang berat melaksanakan tugas untuk rajin membaca, belajar dan menyusun aksi-aksi, tetapi asalkan kita hekerja dengan tekun pasti sukses. (tepuktangan). Kebenaran ini terukir dalam sajak Kawan Karl Marx yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
Kita pertaruhkan segala
Kita pertaruhkan segala,
“jangan mengaso, jangan mengaso,
jangan membungkam, jangan bermasabodoh, tak berhasrat tak berbuat sedikit jua.
Asalkan tak bermuramdurja,
gemetar menghindari tindasan hina,
karena rindu serta damba
dan perbuatan, tetap pada kita! (tepuktangan).
Kongres yang mulya!
Untuk demokrasi dan Kabinet Gotongroyong marilah kita pertaruhkan segala tanpa kenal mengaso! (tepuktangan lama).
Untuk kepentingan Partai jangan bermasabodoh! (tepuktangan lama).
Hidup Partai Komunis Indonesia, sinar harapan baru Rakyat Pekerja Indonesia! '(.Hidup PKI!”,tepuktangan lama).
Hidup Marxisme-Leninisme, teori revolusioner yang tak terkakan! (..Hidup PKI!”, tepuktangan lama).
Hidup perdamaian dunia yang kekal abadi! (hadirin berdiri, depuktangan lama).
541
PIDATO KAWAN TH. P. RISSI
(Sekretaris CDB PKI Nusatenggara Timur)
Kawan-kawan yang tercinta,
Bagi saya hari ini adalah hari yang selama kehidupan saya sangat
. Gan sungguh bersejarah dan karenanya saya merasakannya sebagai suatu kebanggaan Komunis, mendapatkan kepercayaan dari Partai setempat untuk mewakilinya didalam Kongres yang jaya ini. |,. Selain dari itu pula saya dititipkan oleh kaum Komung se-Nusa Tenggara Timur dan juga oleh seluruh Rakyat yang jujur yang masih berada diluar Partai kita di-daerah-daerah kami guna meneruskan salam yang hangat selain daripada rasa terimakasihnya yang tak terhingga sebagai souvenir-abdi yang setia kepada Partai Komunis:
Indonesia melalui Kongres Ke-VI PKI yang mulia, karena Rakyat di Nusa Tenggara Timur yang tertindas, se-kurang2nya sudah merasa diberikan jalan keluar dari dunia kegelapan, berkat pimpinan PKI yang dijiwai oleh keunggulan teori Marxisme-Leninisme yang sudah dipraktekkan kebenarannya, 1
Dalam. Laporan Umum Kawan D.N. Aidit telah dijelaskan bahwa hasrat Rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan nasional yang penuh, untuk kebebasan-kebebasan demokratis dan untuk memperbaiki penghidupannya, masih belum terpenuhi. Hal ini masih sangat terasa didaerah kami.
Perkenankan saya memberikan fakta-fakta yang membenarkan peru- k.
musan-musan Kawan Aidit didalam Laporan Umumnya.
Kawan-kawan,
Nusa Tenggara Timur dengan luas daerahnya -- 48.169 km-km Gan berpenduduk -- 2 juta orang, meliputi pulau? Timor, Sumba dan Flores. Pada umumnya sistim perbudakan disamping feodalisme masih bertakhta dan berkuasa penuh didaerah kami, terutama dalam bentuk monopoli tanah?, artinya setiap jengkal tanah adalah milik raja. Demikian, be-ratus-ratus ribu kaum tani hidup diatas tanah, tetapi tidak bertanah. Praktek-praktek sewatanah yang berujud barang dan berujud kerja yang lazim disebut,,kerja abeat”
menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak atau abeat.
Secara bergilir kaum tani harus bekerja tanpa upah dan tanpa
542
diberi makan selama 14 hari atau lebih diistana raja. Mereka membawa makanannya sendiri-sendiri dan malamnya tidur diatas tanah, bagaikan hewan-hewan dipadang rumput, berbantalkan batu dan berselimutkan ketidakadilan sosial.
Selama ia berada diistana ia dipanggil "abeat”. Pekerjaan abeat ini terutama mencari kayu api, mengerjakan dan menyiram kebun-kebun bunga, kebun sayur dil. pekerjaan se-hari-hari dilingkungan istana raja. Bila ikatan dinas sudah selesai boleh mereka pulang kekampungnya masing-masing dengan berjalan kaki.
Waktu musim ladang selain kaum tani bekerja diladangnya sendiri, mereka diharuskan pula mengerjakan sebuah ladang untuk tuan raja dan menanamnya dengan bibit kepunyaan kaum tani sendiri. Pokoknya tuan raja sesudah panen menerima 10096 hasilnya dengan tidak mengeluarkan sepeserpun upah. Kebun untuk raja itu dinamakan,,ctu”. Hal ini terpaksa dikerjakan oleh kaum tani agar bisa mendapatkan izin mengerjakan ladang guna hidup beserta sekeluarganya. Kaum tani benci kerja,,etu” maupun ”abeat”, yang dilegalisasi dengan peraturan raja, karena pekerjaan abeat dan etu harus dilakukan juga untuk fetor-fetor dan kepala?
kampung. Partai kita tampil kedepan dengan program-program yang tepat terutama sekali dalam hal membantu kaum tani, terutama buruh tani dan tani miskin, yaitu mengorganisasinya, meningkatkan keberaniannya untuk berlawan dan memupuk kepercayaan pada di nya sendiri. Tidak usah diherankan kalau PKI sudah mulai dici
" tai oleh Rakyat Nusa Tenggara Timur yang memang mempunyai
tradisi yang revolusioner, kecuali oleh raja-raja dan tuantanah scbagai lawannya. Kaum tani menyambut dengan antusias putusan Konferensi Tani PKI tentang pembagian hasil minimum 6096 bagi kaum tani penggarap, karena ia akan dijadikan senjata yang ampuh bagi kaum tani di Nusa Tenggara Timur.
Kawan-kawan,
Jadi praktek-praktek perbudakan didaerah kami bukanlah praktek yang bisa dinamakan sandang-pangan untuk Rakyat, tetapi sandangpangan untuk raja dan tuantanah. Soal lain, kalau ada salah scorang keluarga kaum tani meninggal dunia, sebelum dikuburkan keluarga itu diharuskan.membayar 25 ringgit perak Belanda kepada raja. Bila kaum tani tidak beruang Belanda, maka sebagai pengganti 25 ringgit perak Belanda, harus diserahkan seorang anak kepada tuan feodal untuk dijadikan budaknya. Anak ini harus bckerja seumur hidup dibawah siksaan dan selama itu menunggununggu sampai 25 ringgit perak ditebus. Begitulah perikemanusiaan raja, sampai-sampai mayatpun menjadi obyek penghisapan dan penindasan. Kejadian-kejadian ini masih berlaku hingga ini hari. Dan bagai-
543
mana sikap Partai kita? Perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai lagi dengan zaman kita ini harus dilawan, ditelanjangi melalui aksi massa.
Bukan itu saja usaha Partai tetapi melalui rupa-rupa jalan terutama sekali melalui pendidikan-pendidikan dan mengorganisasi aksi-aksi kaum tani uutuk melawan praktek-praktek penghisapan mayat itu.
Pada umumnya kaum tani mendapatkan tempat untuk berladang di-tanah-tanah yang tidak subur dan penuh batu-batu karang. Ini berarti bahwa kaum tani di Nusa Tenggara Timur dipaksakan menggali batu daripada bekerja produktif menambah hasil panen.
Cara-cara bercocoktanam yang ber-pindah-pindah dan belum menetap disuatu tempat, mengakibatkan rumah?2, kampung-kampung merekapun ikut ber-pindah-pindah. Kampung-kampung mereka itu hanya terdiri dari 2 sampai 3 rurnah saja dan letaknya satu kampung dengan kampung lainnya adalah sangat berjauhan tidak kurang dari 10 km jaraknya. Jadi untuk mendatangi kampung-kampung itu tidak mungkin kita bersepeda apalagi bermobil. Jalan kaki, naik kuda itu transpornya, jadi berbeda dengan Kalimantan Tengah.
Kaum tani pada umumnya didaerah kami masih terbelakang.
Hidupnya masih sangat sederhana. Perkakas-perkakas produksi yang dipergunakan untuk mengolah tanah dan membuat ladang-ladang mereka hanya parang saja yang biasanya parang itu merupakan warisan dari mbahnya, parang itu selain untuk memotong ladang digunakan juga untuk membersihkan rumput?an yang menyerang tanaman mereka yang lazim disebut,,Tofa”, jadi parang itu mempunyai 2 fungsi selain memotong/menebas semak/belukar juga dijadikan "
»Totofa”. Untuk mengolah tanah atau membalik tanah mereka menggunakan batang-batang kayu yang diruncing ujungnya dan sewaktu menanam jagung atau padi2an digunakan juga alat yang semacam itu atau bambu runcing yang disebut,,sokot”. Karena mereka itu pada umumnya mesti bekerja dan membuat 2 kebun, yang satu untuk dia sekeluarga, yang lainnya,,etu” kebun raja, membikin mereka harus kerja dalam jumlah yang banyak, bergotongroyong dan karenanya pekerjaan-pekerjaan harus di-bagi-bagi.
Kawan-kawan,
Berpindah pada struktur pemerintah feodal yang sepenuhnya masih berkuasa, susunan kepemerintahannya ada 5 tingkat, yaitu raja, fetor, temukung besar, kepala kampung dan barnemeng-barnemeng.
Mereka masing-masing mempunyai kekuasaannya sendiri-sendiri dalam lingkungannya masing-masing. Setiap putusan-putusan?nya adalah syah dan didasarkan kepada,,Hukum Adat”. Bila raja perlu memanggil seseorang yang dianggapnya bersalah maka pesuruhnya itu dipukulnya lebih dahulu sebanyak 25 kali dengan rotan dan setibanya ditempat dimana orang itu berada, maka pesuruh raja ini memukul lagi orang yang di-
544
panggilnya itu, dengan menunjukkan tanda bukti sesuatu yang kepunyaannya raja, biasanya topi raja yang dibawa sipesuruh itu.
Dan orang yang tadi itu sesudah dipukul 25 kali, ke-dua?nya pergi menghadap raja. Inilah salahsatu bentuk adat tua yang masih berlaku.
Kerjasama yang erat antara raja-raja dengan golongan agama katolik merupakan ciri khusus di-desa-desa didaerah kami, dan karenanya Partai telah menyimpulkan pula, bahwa hakekat daripada pengaruh kekuatan-kekuatan partai-partai agama terutama katolik yang terdapat diseluruh NTT, justru karena feodal-feodal itu berlindung didalamnya.
Hubungan timbal-balik yang saling butuh-membutuhkan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan masing-masing membikin hingga hari ini kekuasaan feodal masih utuh, malah mendapat perlindungan hukum dari pemerintah berdasarkan PP No. 68 tahun 1958 (yang kepala daerahnya berkuasa secara turun-temurun jadi tidak dipilih oleh Rakyat) dan pastor-pastor bangsa Belanda yang tidak mustahil anti-Republik Proklamasi dan merupakan mata-mata musuh yang sangat berbahaya, dengan aman dilindunginya.
Partai Katolik di 7 Swatantra tingkat II merupakan partai mutlak dan barangkali belum pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia bahwa dalam sesuatu Daswati II bila hanya ada 15 kursi maka seluruhnya itu dimonopoli oleh Partai Katolik. Dari 12 daswati II, 7 tempat mutlak dan di 5 tempat lainnya merupakan salahsatu partai besar. Sedangkan di Daswati I, katolik lebih dari separo.
Kawan-kawan,
Situasi imbangan kekuatan didaerah kami ini yang demikian itu, membikin pastor-pastor bangsa Belanda yang tidak sedikit jumlahnya yang tersebar meluas di-daerah-daerah kami terutama tempat-tempat mereka ini dipedalaman, memainkan peranan yang tidak boleh diremehkan terutama rolnya dalam,,mata-mata musuh”. Salahsatu kejadian yang sangat membenarkan ini, pastor Belanda v. Wissing secara terang?an ikut aktif dalam, peristiwa,,Dropping senjata” di Daswati II Timor Tengah Utara dan segera Rakyat- mengetahuinya bahwa biang keladi dari permainan mata-mata musuh ini adalah pastor Belanda pengkhianat itu. Rakyat segera mendatangkan angkatan bersenjata dan mencebloskannya didalam tahanan militer. Tetapi pada waktu itu Grootmayor Permesta Kodeowa seorang katolik berkuasa diatas se-gala2nya dan menjalankan diktator militer perseorangannya, dan karena pastor Belanda ini adalah sama-sama katoliknya dan merupakan majikannya pula mendadak sontak dibebaskan dari tahanan dan oleh tokoh-tokoh partai katolik pastor Belanda ini diarak keliling kota sambil diikuti dengan teriakan-teriakan bahwa pastor Belanda ini adalah orang suci dia datang dari negerinya untuk
1545
membantu kita naik kesorga............ Apa lacur............ Beberapa hari kemudian terdengar desas-desus bahwa pasukan Brawijaya akan mendarat di Kupang maka pastor khianat ini mulai terbongkar akan kedoknya sebagai,,mata-mata musuh” karena mendadak menghilang dari tempatnya dan dengan menunggang kuda, Belanda khianat ini melarikan diri keluarnegeri dengan diam-diam me-.lalui Portugis, kemudian diselamatkan melalui Australia dan kini kemungkinan besar sudah berada dinegerinya yaitu Holland dan bisa juga ia berada di Irian Barat.
Selain dari itu praktek-praktek celaka dari Grootmayor Permesta bekas serdadunya Ratu Yuliana yang biasa disebut bekas Knil ini menge- Yuarkan surat perintah untuk segera menangkap semua aktivis? Partai kita dan membeslag semua stempel Partai. Berdasarkan instruksi tersebut maka serdadunya bekas Knil juga yang aktif bergerak untuk menegakkan kekuasaan Permesta yang menerima gajih dari Rakyat Indonesia, menangkap para kader Partai dan dianiayanya dengan membanting keatas tanah sambil di-injak-injak, mengakibatkan aktivis dan kader Partai kita digotong kerumahsakit. Bukan saja disatu tempat tetapi 35 para kader lainnya termasuk Sekretaris-sekretaris Comite Seksi dan wakil?nya serta ditangkapinya yang berjumlah 35 orang dan dijebloskan kedalam penjara Permesta.
Di Flores Yan Jon anggota Dewan Pemerintah Swapraja Sementara mengorganisir Rakyat Katolik untuk membunuh kader-kader Komunis di Maumere. Kader Partai dilempar batu dan batu mana kena sasarannya. Kawan ini bisa segera tertolong karena tepat pada waktunya oleh tiga barisan keamanan. Kantor Partai saja masih sempat dibakar tetapi kantor tersebut telah dibangunkan kembali oleh Partai.
Jadi berbicara tentang Indonesia masih setengah-feodal saya rasa tidak perlu diragukan lagi akan kebenaran perumusan Kawan Aidit untuk Dacrah Nusa Tenggara Timur.
Kawan-kawan yang tercinta,.
Berbicara tefitang pelaksanaan plan 3 tahun Partai seperti apa"
yang diputuskan oleh Sidang Pleno ke-IV CC untuk memimpin perkembangan Partai terutama didalam bagian Organisasi dan Pendidikan, betul-betul merupakan putusan yang bersejarah, sebab di daerah kami terasa sekali rol dan peranan Plan 3 Tahun Partai. | Plan ini telah menimbulkan suasana baru, telah membawa kesegaran dan kegembiraan bekerja dalam barisan Partai. Plan ini daya memobilisasi daripada Partai. Didalam /
asakan carakerja yang rasionil dan efektif. k Bekerja dengan plan berarti berusaha meluaskan dan meng- ' konsolidasi Partai. Perlu kami tekankan disini bahwa memang
546 "
masih belum berhasil seluruhnya pekerjaan kita disebabkan karena didaerah kami itu praktis baru dikerjakan dalam bulan November 1958, pada akhir tahun penutupan plan Partai, sehingga dengan demikian masih perlu mendapat penekanan-penekanan lagi dalam plan 3 tahun kedua.
Kawan,:
Justru karena mendalamnya penindasan kepada Rakyat ini, maka perkembangan Partai juga sangat dirasakan. Jumlah keanggotaan telah meningkat dengan lebih dari 40096 apabila dibandingkan dengan 1955. Kemajuan ini dicerminkan dalam kemenangan? Partai dalam pemilihan umum untuk DPR dan Konstituante yang lalu, dan setiap Komunis yakin, bahwa kesimpulan?
Kongres Nasional ke-VI Partai sekarang ini menimbulkan daya penarik yang lebih kuat kepada Rakyat untuk berdiri dengan teguh disekitar Partai.
Achirnya kami sepenuhnya merasakan pentingnya tekanan Kawan D.N. Aidit,,Teruskan bekerja dengan plan 3 tahun” dan semboyan pokok yang berbunyi a.l.,,Lanjutkan pembangunan Partai diseluruh negeri yang bersatu erat dengan massa, yang terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi” menjiwai penuangan isi pidato pendek kami ini dan ia merupakan penyuluh yang menyuruh.
Kawan-kawan yang tercinta,
Sebagai penutup, atasnama CDB NTT saya perlu tekankan sckali lagi bahwa Laporan Umum yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit dari Comite Central PKI kepada Kongres Nasional ke-VI ini, dengan penuh kesedaran dan tanggungjawab diwujudkan didalam satu nada, kami se-NTT setuju dan mengesyahkan kebenaran isinya atas seluruh Laporan Umum maupun Konstitusi baru dan Program dari Partai Komunis Indonesia yang jaya dan yang kami cintai.
Sekian dan terima kasih.
547
PIDATO KAWAN S.A. SOFYAN
(Wakil Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan)
Kawan-kawan,
Saya sepenuhnya setuju dengan Laporan Umum Comite Central.
yang diajukan oleh Sekretaris Jendral Partai Kawan D.N. Aidit.
Laporan Umum CC ini secara ilmu menyimpulkan hasil-hasil yang gemilang dan pengalaman yang diperoleh Partai dalam memimpin perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis sejak Kongres ke-V Partai. Ini adalah kemenangan:
dalam memadukan prinsip pokok Marxisme-Leninisme dengan prak-s tek revolusi Indonesia.
Selama masa Kongres ke-V dan Kongres ke-VI, Partai telah!
menjalankan. aktivitetnya dalam banyak lapangan. Dengan PKI didepan Rakyat Indonesia telah banyak mencatat kemenangan-kemenangan dan kemajuan-kemajuan dalam melawan dan mengalahkan aktivitet kaum impe-/ rialis Belanda dan Amerika Serikat yang dibantu secara aktif oleh:
pelaksana-pelaksana politiknya didalamnegeri. Rakyat Indonesia berhasil mem:
pertahankan hak-hak demokrasi yang terus-menerus mau dirongrong' oleh golongan kepalabatu yang didalangi oleh kaum imperialis' diluarnegeri. Partai akan terus berjuang didepan meneruskan pers juangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demo kratis.
Laporan Umum CC menggambarkan dengan jelas dan tepat perkembangan situasi serta imbangan kekuatan secara nasional dan internasional. Mengemukakan jalan keluar untuk mengatasi kes sulitan yang dihadapi oleh Rakyat Indonesia dalam perjuangannya untuk kebebasan dan demokrasi serta tugas-tugas pekerjaan kita dalam melanjutkan pembangunan Partai.
Karena tugas pembebasan nasional dan tugas perubahan-perubahan demos kratis diseluruh negeri atau secara nasional belum selesai seperti apa yang dinyatakan dalam Laporan Umum, maka dengan sendiri:
nya hasrat Rakyat di Kalimantan Selatan yang sama halnya de Rakyat di-kepulauan? Yainnya di Indonesia, yaitu hasrat untuk kes merdekaan yang penuh, untuk kebebasan demokrasi dan untuk memperbaiki kehidupannya belum terpenuhi.
548
Kenyataan sekarang ini membuktikan bahwa dilapangan ekonomi masih berkuasa modal-modal monopoli asing, masih berlangsungnya sistim ekonomi kolonial sebagaimana juga terjadi di Kalimantan Selatan dimana perusahaan? Belanda yang sudah diambilalih dan penyelenggaraannya serta penguasaannya dilakukan oleh Pemerintah sendiri tetapi politik perdagangan masih tetap kolonial. Perdagangan di Kalimantan Selatan masih dikuasai oleh modal-modal monopoli asing seperti T.H.S.H. dilapangan impor-expor disekitar hasil hutan, karet Rakyat, textil, bahan-bahan bangunan dil. Dilapangan perminyakan masih dikuasai oleh modal campuran Belanda-Inggris dan dilapangan perkebunan masih berkuasa modal Inggris. Dilapangan perekonomian Kalimantan Selatan adalah tergantung dan tetap berada dalam cengkeraman krisis ekonomi sebagai akibat daripada sifat ekonomi kolonial yang terbelakang. Produksi bahan?
keperluan hidup yang pokok daripada Rakyat didaerah umumnya tidak mencukupi sekalipun diperuntukkan untuk daerah sendiri sehingga perlu didatangkan dari luar daerah. Disamping harus mendatangkan beras 1950 ton tiap bulannya juga harus mendatangkan bahan-bahan makanan lainnya yang: diperlukan se-hari-hari oleh Rakyat seperti kacang, sayur-mayur dsb. Penghasilan daerah sendiri yang berupa beras pada tahun 1958 hanya 176.326 ton setahunnya dan sayur-sayuran termasuk ubi-ubian hanya 477.299,5 guintal setahun.
Masalah perhubungan juga mengalami kesulitan baik perhubungan pelayaran antar-pulau, pelayaran-pelayaran sungai maupun perhubungan darat. Kapal-kapal yang menghubungkan Banjarmasin dengan daerah luar belum bisa memenuhi kebutuhan minimum, sedangkan tonasenya yang ada sekarang baru merupakan 6096 dari
" tonase ketika kapal-kapal K.P.M. sepenuhnya masih berjalan. Selain
dari itu juga kapal-kapal dari beberapa perusahaan pelayaran Indonesia tidak bersedia mengangkut beras karena katanya tarifnya terlalu rendah kalau dibanding dengan ongkos mengangkut bahan-bahan lainnya.
Pelabuhan Banjarmasin yang merupakan tempat untuk mengimpor dan mengexpor bahan-bahan yang bukan saja dari dan untuk Kalimantan Selatan tapi juga Kalimantan Tengah, adalah sangat kecil, terletak didalam sungai yang juga kecil dan muara sungainya karena tidak dikeruk menjadi dangkal sehingga kapal-kapal yan masuk bukan saja jumlahnya terbatas tapi juga tonasenya. Pengangkutan sungai selain dari jumlahnya sangat kurang, kapal2nya sudah tua, dok-dok untuk perbaikan kurang, juga kalau terjadi musim kemarau dimana sungainya menjadi kering membikin kapal-kapal sungai itu tidak dapat berjalan. Sehingga tidak mengherankan kalau ada daerah yang dilihat dipeta lebih dekat dari Banjarmasin daripada
549
Jakarta, tetapi kenyataannya lebih cepat sampai ke Jakarta daripada kedaerah tersebut. Umpamanya dari Banjarmasin ke Muara ' 'Tewe, ibukota Kabupaten Barito di Kalimantan Tengah. Ada juga.
daerah seperti Kota Baru umpamanya kalau akan kesana lebih mudah dari Surabaya daripada dari Banjarmasin dan sebaliknya.
Perhubungan darat juga mengalami kesulitan-kesulitan disamping belum « semua daerah sudah dihubungkan oleh jalan-jalan raya yang bisa dihubungkan oleh jalan-jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor, juga 4 jalan-jalan yang sudah ada mengalami kerusakan-kerusakan lebih dari 8076.
Jumlah industri yang sekalipun merupakan industri kecillan yangat sedikit dan tidak memproduksi bahan-bahan keperluan Rakyat yang urgen, hanya di Nagara (Hulu Sei Selatan) terdapat industri ke-:
rajinan tangan yang memproduksi perkakas-perkakas pertanian seperti cangkul, bajak, parang, kapak dsb. secara sederhana. Tetapi karena sangat kurang mendapat perhatian dari Pemerintah maka industri, itu tidak bisa berkembang sebagaimana yang diharapkan.
Pemerintah sendiri juga mempunyai obyek-obyek industri, seperti »Perusahaan Pelopor Penggergajian Kayu” di Banjarmasin,,,Perusaha Induk Logam” di Nagara dan,,Perusahaan Pengalengan Ikan”
di Kota Baru. Obyek-obyek industri Pemerintah ini selain dari belum ber-:
jalan sepenuhnya juga sudah direncanakan untuk dipartikelirkan./ Meskipun sudah ada tindakan-tindakan mengambilalih perusahaan-perusahaan Belanda, akan tetapi Pemerintah belum sepenuhnya menggunaka:
perusahaan-perusahaan tersebut sebagai modal untuk memperbaiki dan mem:
perkuat perekonomian daerah. Malahan dibentuknya Panitia Peng:
awas dan Penguasaan Perusahaan untuk perusahaan-perusahaan yang telah:
diambilalih itu bukannya dipergunakan sebagai alat untuk melanjutkan perjuangan pembebasan dari ekonomi kolonial tetapi di jadikan tempat perebutan kedudukan dan korupsi. Baiknya bahwa Panitia tersebut segera dibubarkan sesudah perusahaan-perusahaan itu | sung dikuasai oleh Pemerintah. Sekalipun demikian sangat disesals kan bahwa petugas-petugas Pemerintah sebagai pimpinan dan penyeleng:
gara Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian bukan orang-orang ahli dan patriot Disamping itu Kalimantan Selatan mempunyai produksi yi 'baik untuk bahan-bahan expor, misalnya bisa kita lihat hasil karet Rakya di Kalimantan Selatan pada tahun 1951: menghasilkan 60.487 ton dengan harga Rp. 415,4 jutas pada tahun 1955 menghasilkan 64.960 ton dengan harga Rp. 402,4 jutas dan pada tahun 1959 menghasilkan 51.202 ton dengan harga Rp. 302 juta. Men nya produksi pada tahun 1956 disebabkan pohon-pohon yang ru:
:karena kurangnya pemeliharaan. Selain dari itu kita juga bi melihat produksi ikan yang diexpor pada tahun 1958 berju:
550
3.646.315 kg. dengan harga Rp. 9.044.078,00, tahun 1957 berjumlah 3.078.659 kg. dengan harga Rp. 9.325.294,00, sedang produksi ikan basah di Kalimantan Selatan tahun 1958 berjumlah 8.916.031 kg. dengan harga Rp. 30.148.279,00: tahun 1957 berjumlah 5.772.792 kg. dengan harga Rp. 14.858.531,00, ikan olahan 3.876 kg. dengan harga Rp. 197.508,00, dan expor ikan kering berjumlah 8.132.933 kg. dengan harga Rp. 24.222.559,00.
Apa yang saya sebutkan diatas baru hasil dari karet dan ikan, belum lagi hasil hutan seperti berbagai macam kayu, rotan, ber- | macam-macam damar, getah joltung, dsb. Serta dari hasil tanaman lainnya seperti kelapa, lada, cengkeh, purun dll, Produksi tersebut akan lebih besar lagi manakala mendapat bantuan dan perlindungan dari pemerintah. Mengingat dari hasil-hasil tersebut diatas sebenarnya di Kalimantan Selatan bisa didirikan beberapa industri yang diperlukan untuk pengolahan bahan-bahan tersebut. Tetapi oleh karena sifat ckonomi negeri kita yang masih kolonial maka tidak mengherankan kalau daerah kami hanya sebagai sumber bahan mentah bagi kaum imperialis, dan karena perdagangan di Kalimantan Selatan masih dikuasai modal asing maka hasil-hasil tersebut tidak akan membawa perbaikan bagi kepentingan. daerah dan nasib Rakyat malahan sebaliknya hanya menguntungkan modal asing saja.
Gambaran keadaan ekonomi di Kalimantan Selatan menunjukkan ketergantungannya dan keadaannya yang tetap dalam cengkeraman krisis ckonomi sebagai akibat daripada sifat ckonomi dewasa ini yang masih tetap bersifat kolonial. Disamping itu sekaligus kita melihat bahwa Kalimantan Selatan adalah daerah yang kaya dan banyak hasil hutannya, hasil buminya dan hasil-hasil alam lainnya yang bisa digunakan untuk memakmurkan Rakyat. Keadaan yang seperti sekarang ini bisa diperbaiki, bisa diatasi hanya dengan merombak struktur ekonomi dewasa ini dengan jalan a.l. mengutamakan ekonomi sektor negara yang memimpin, secara konsekwen menentang ekonomi imperialis dan feodal dan memberikan proteksi dan fasi- Yitet kepada kapitalis-kapitalis nasional, terutama industrialis-industrialis nasional serta membantu ekonomi individuil Rakyat pekerja.
Kawan-kawan, 4
Sebagai akibat krisis ekonomi diseluruh negeri Laporan Umum Kawan Aidit menegaskan bahwa Rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang semakin berat. Ini bisa kita buktikan dengan keadaan - hidup Rakyat di Kalimantan Selatan seperti:
Akibat adanya peraturan B.E. yang sekarang ini sudah dihapuskan, penghidupan kaum buruh, pegawai negeri dan Rakyat banyak semakin suram. Harga barang-barang keperluan hidup pada tahun 1958 mengalami kenaikan 270 s/d 34076 dibanding dengan harga ba-
551
rang-rang pada bulan Juni 1953. Dalam bulan Februari 1959 menaik.
lagi dari 42 s/d 20096 dibanding “dengan bulan Desember 1958.
'Sedang kenaikan upah kaum buruh negeri dan partikelir hanya.
10 s/d 2096 dan upah pekerja harian Pemerintah serta buruh lepas hanya Rp. 9— s/d Rp. 10,— sehari. Dengan demikian kita bisa
ikut merasakan bagaimana pedihnya kehidupan kaum buruh negeri.
dan partikelir serta pekerja di Pemerintah dan buruh lepas. Se- “
menjak tahun 1955 sampai 1958 terdapat 956 persoalan dan 267 » perselisihan yang diantaranya 5096 mengenai upah, 257c mengenai pemecatan dan 2596 lagi lain-lain dengan perincian sbb.: tahun 1955 terdapat 213 persoalan/perselisihan, tahun 1956 terdapat 299, tahun
1957 terdapat 315 dan tahun 1958 terdapat 350 persoalan dan
perselisihan, dengan ini terbuktilah bahwa persoalan/perselisihan -
perburuhan makin tahun bukan makin berkurang tapi makin bertambah. Pemecatan kaum buruh semenjak tahun 1955 s/d 1958 menurut catatan Jawatan Hubungan Perburuhan ada 518 kaum
buruh. Jumlah ini adalah yang terdaftar belum lagi yang. tidak terdaftar. Pengangguran di Kalimantan Selatan terdapat lebih dari »
20.000 laki-laki dan wanita, sedang jumlah kaum buruh dan pegawai negeri hanya ada k.l. 35.000 orang. 3 P, Keadaan kaum tani yang merupakan 8046 dari 1.500.739 jiwa
penduduk yang mendiami daerah yang luasnya 48.112 km?, masih »
tetap menderita dan miskin karena masih kuatnya kedudukan klas pengisap didesa seperti tuantanahy.tuantanah yang memiliki kebun karet, tuantanah yang memilik kerbau, tengkulak intan, dukun?, lintahdarat dan tengkulak-tengkulak lainnya. Adapun pengisapan tuantanah yalah sewatanah dalam bentuk hasilbumi dan kerja, perampasan tanah kaum tani dengan secara sanda (gadai), membungakan uang dalam bentuk padi, merebut hasilbumi dengan cara mengongkosi penanaman, bentuk pengisapan tuantanah yang memiliki kebun karet hakekatnya sama dengan tuantanah hanya bedanya terletak pada bentuk karet sadapan, pengisapan tengkulak intan yalah menggunakan buruhtani yang diberi voorskhot uang untuk biaya mencari intan dan hasilnya oleh tengkulak-tengkulak intan tersebut dengan paksa dibeli dengan harga yang-mereka tentukan sendiri dan dari harga itu ia masih meminta bagian lagi. Cara pengisapan dukun-dukun dengan jalan menipu lewat saluran kepercayaan takhayul guna mendapat barang-barang atau uang, cara pengisapan kaum tengkulak yalah memberikan kredit barang untuk menguasai tenagakerja dan memperoleh keuntungan dari hasil-hasil pengembalian kredit tersebut, lintahdarat cara pengisapannya yalah membungakan uang dan barang -
sampai ratusan persen dan lintahdarat ini pada umumnya sekaligus merangkap tukang gadai gelap. Beban-beban feodal lainnya yang dilin-
552
dungi IGOB yalah wajib jaga yang sekarang diganti dengan uang Rp. 1,75, setor barang kepada kepala kampung pada waktu-waktu tertentu dsb. Masih adanya sisa-sisa gerombolan KRYT yang ada hubungannya dengan DI-TII, tidak baiknya alat-alat perhubungan dan masih terbelakangnya teknik pertanian juga menambah kesulitan-kesulitan dan penderitaan kaum tani di Kalimantan Selatan.
Kaum miskin kota seperti bakul yang menjajakan barang-
« dagangan yang diterimanya dari juragan, tukang loak, tukang
becak yang memiliki sebuah becak yang ditarik sendiri, tukang warung kecil, tukang patri, tukang potong rambut dan sebagainya sebagian besar tidak mempunyai cukup modal untuk bisa berusaha sendiri walaupun diantara kaum miskin kota ini ada yang memiliki alat produksi yang sederhana tetapi penghidupannya umumnya sengsara. Jumlah kaum miskin kota dalam tahun-tahun belakangan ini makin besar karena perpindahan sebagian dari kaum tani miskiv dan buruhtani dari desa kekota sebagai akibat gerombolan KRYT, pemecatan kaum buruh dan akibat banjir. Setiap tahunnya rata?
109o dari arcal sawah rusak akibat banjir dan hama. Dalam tahun 1957 tidak kurang dari 42.230 HA sawah dan ladang yang rusak dari 176.621 HA tanah yang ditanami, sedang pada tahun 1958 tidak kurang dari 16.850 HA dari 208.894 HA tanah yang ditanami sehingga kaum tani tidak dapat memetik buah dari hasil kerjanya. Untuk mempertahankan hidupnya mereka datang kekota untuk mencari sumber penghidupan baru.
Kaum nelayan di Kalimantan Selatan yang banyak terdapat dipantai yang sebagian ada juga di-daerah-daerah pedalaman disekitar danau dan rawa-rawa. Jumlah kaum nelayan pada tahun 1958 tercatat 3.664 orang kalau dengan keluarganya berjumlah 13.327 orang ditambah lagi dengan 1252 orang nelayan pendatang, ini baru merupakan jumlah nelayan yang dipantai belum lagi jumlah nelayan yang tinggal di-tepi-tepi danau dan rawa-rawa. Jumlah kaum nelayan diseluruh Kalimantan Selatan kl. 596 dari seluruh penduduk.
Sama halnya dengan kaum tani umumnya mereka hidup sengsara, ini disebabkan adanya pengisapan secara feodal oleh para punggawa (juragan besar, juragan empang dan juragan-juragan lainnya), nelayan kaya, lintahdarat, para tengkulak dan tukang ijon atas nelayan miskin, buruh nelayan dan dalam batas-batas tertentu nelayan sedang.
Juga kaum inteligensia dan pekerja kebudayaan di Kalimantan Selatan mengalami kesukaran-kesukaran. Tidak sedikit tamatan sekolah menengah maupun vak yang masih menganggur.
Gambaran keadaan penghidupan kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota, kaum nelayan dll. seperti yang saya kemukakan tadi
1553
(tepuktangan). Organisasi wanita revolusioner juga sudah mulai tumbuh dan berkembang. Sedangkan Perkembangan Dgasiaai 3 lusioner dikalangan pemuda dan pelajar juga mencapai kemajuan-kemajuan yang menggembirakan. (tepuktangan). Dewasa ini Pemuda Rakyat sudah mempunyai organisasi disemua Kabupaten dengan keanggotaannya lebih dari 3000 orang. (tepuktangan). Gerakan mewajibkan kita untuk lebih memperbesar dan memperkuat Par- Perdamaian pun menunjukkan aktivitetnya dalam menyelenggaratai, untuk lebih banyak berbuat amal kepada Rakyat, lebih banyak kan Pekan Perdamaian selama 8 hari pada tahun 1957 dan dalam dan sungguh-sungguh mendengarkan suara Rakyat, untuk membantu mereka ' memperingati dasawarsa gerakan perdamaian disamping mempermengorganisasi diri dalam melakukan aksi-aksi perbaikan nasib, mem- ingati partisan perdamaian yang terkenal almarhum Yuliot-Curie perluas hak-hak demokrasi dan dalam melawan penindasan-penindasan kapital yang mendapat sukses. (tepuktangan). Kerjasama Partai dengan dan feodal. partai-partai demokratis diluar maupun didalam DPRD berjalan dengan Kawan?, baik, terutama antara PKI dengan PNI dan NU. Ini bisa dibukti- Kuranglah lengkap rasanya kalau dalam kesempatan ini tidak kan dalam pemilihan-pemilihan Ketua, wakil Ketua DPRD dan DPD-dpd saya kemukakan secara singkat perkembangan dan kemajuan-kemajuan dalam menyelenggarakan rapat-rapat umum, menentukan sikap bersama gerakan-gerakan demokratis di Kalimantan Selatan. Secara politik dalam dalam menghadapi kegoncangan atau menentukan kabinet dll. lagi.
tahun-tahun belakangan ini Kalimantan Selatan juga bergeser kekiri. Kedudukan golongan kepalabatu yang diwakili oleh Masyosp Dalam pemilihan umum Parlemen pada tahun 1955 Partai mem- PSI di Kalimantan Selatan tidak boleh diremehkan, Masyumi masih peroleh suara 9.574 (tepuktangan): pada pemilihan untuk Kon- menduduki tempat kedua sesudah NU, masih mempunyai posisi?
stituante memperoleh 10.169 suara. (tepuktangan). Sedangkan penting didalam pamongpraja dan pemerintah daerah..Kaum dalam pemilihan DPRD pada tahun y.l. PKI mendapat 22.618 » intelektuil yang beragama Islam umumnya tergabung dalam Masuara. (tepuktangan). Ini berarti bahwa PKI mencapai kenaikan » syumi. Sikap kepalabatunya tidak tanggung?, dan ini terbukti dalam suara 13796 dari hasil pemilihan Parlemen. (tepuktangan). Ke- usahanya yang terus-menerus untuk menghancurkan PKI dan geanggotaan dalam DPRD-dprd pun dengan sendirinya mendapat kema- rakan-rakan demokratis, mengobarkan pertentangan-pertentangan sukubangsa, menyajuan-kemajuan, yaitu pada DPRDS tidak seorangpun wakil PKI | Yahgunakan agama dll. praktek dan kebiasaan se-hari-hari dari ain yang duduk didalamnya, kemudian dengan adanya DPRDP wakil kepalabatu. Sedangkan PSI kekuatannya sudah kecil, tapi tidak PKI yang duduk didalamnya baik di ingkat Provinsi maupun di boleh diabaikan dan ia masih menduduki satu kursi di DPRD ting- Kabupaten-kabupaten semua berjumlah 3 orang. Sekarang dalam DPRD-dprd, kat I Kalimantan Selatan. Dibeberapa daerah masih mempunyai PKI ditingkat I dan II seluruhnya mendapat 8 kursi diantaranya pengaruh yang agak lumayan. Juga masih mempunyai beberapa seorang yang duduk di Badan Penasehat Persiapan Kabupaten Hulu orang pamongpraja dan pegawai-pegawai daerah yang mempunyai ke- Sei Tengah. (tepuktangan). Comite Partai sudah berada disemua dudukan yang penting dan masih mempunyai pengaruh dilapisan Kabupaten dan disebagian besar Kecamatan. (tepuktangan). Dari tengah. e:
849 desa sudah separuh daripadanya terdapat Comite-comite Partai. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa kekuatan kepala- (tepuktangan). Kemajuan-kemajuan ini termasuk cepat kalau diingat bahwa batu yang dulunya cukup besar sudah mulai merosot dan bersama- Partai di Kalimantan Selatan baru pada tahun 1950 ditabur benih- an dengan itu kekuatan progresif sudah makin besar, sedangkan nya dan pada tahun 1954 disempurnakan. Dewasa ini PKI di Kali- kekuatan tengah pada pokoknya tetap., mantan Selatan merupakan Partai yang ketiga sesudah NU dar Demikianlah kawan-kawan sekedar perimbangan kekuatan di Kali Masyumi. Organisasi-organisasi revolusionerpun mengalami kemajuan-kemajuan yang mantan Selatan yang sepenuhnya sesuai dengan apa yang dikonpesat, dari kurang lebih 25.000 kaum buruh yang terorganisasi, sudah statasi oleh Laporan Umum Comite Central.
ada 14.146 yang terorganisasi dalam organisasi buruh revolusioner (lepuktangan). Organisasi tani revolusioner meskipun kemajuan:
nya belum sebagaimana yang kita harapkan, tapi organisasinya sudah terdapat disemua Kabupaten dan menghimpun ribuan anggota,
554
menunjukkan bahwa penderitaan sebagian besar Rakyat di Kali mantan Selatan memang bertambah berat. Pengangguran, kemis-, kinan, ketidakadilan ekonomi dan sosial mal merajalela. Mereka adalah korban dari sisa-sisa feodalisme dan krisis ekonomi sekarang.
korban daripada politik pemerintah-pemerintah yang kurang mencerminkan kepentingan nasional dan kepentingan Rakyat banyak. Keadaan ini
Sekian.
PIDATO KAWAN Y. TOREY
(Irian Barat)
Kawan-kawan dan para utusan yang tercinta, 1 Pertama-tama atas nama Rakyat Irian, saya sampaikan salam.
perjuangan kepada semua delegasi Kongres Nasional ke-VI Partai Komunis Indonesia yang mulia. Melalui kawan-kawan saya sampaikan salam yang se-hangat?nya kepada klas buruh, kaum tani dan semua kaum Komunis serta pemimpin2nya dan segenap Rakyat Indonesia yang sedang berjuang melawan pendudukan kolonialis Belanda di Irian Barat. Kera Pa BNN 7 Pada 'saat yang bersejarah ini, saya tidak hanya diliputi oleh perasaan terharu dan terima kasih, tetapi juga oleh perasaan gembira dan bangga, karena kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan sepatah dua kata kepada Kongres yang jaya ini.
Dalam kata penutup Kongres ke-V, 5 tahun yang lalu Kawan D.N, Aidit mengharapkan agar Kongres ke-VI dilangsungkan dalam keadaan yang lebih baik, dalam keadaan dimana persatuan Rakyat dan Partai jauh lebih kuat dan jauh lebih besar dan diikuti oleh kawan-kawan dari sukubangsa-sukubangsa yang dalam Kongres ke-V belum ikut.
Harapan Kawan Aidit dan segenap kaum Komunis Indonesia sudah, menjadi kenyataan.
Kawan?, sia menyetujui sepenuhnya Laporan Umum CC PKI kepada Kongres Nasional ke-VI ini, Laporan tentang Perubah:
Konstitusi dan Laporan tentang Perubahan Program yang berturut:
turut disampaikan oleh Kawan Aidit, Kawan Lukman dan Kaw:
Nyoto. Pertama karena isinya tidak hanya menyimpulkan pengalam:
an-pengalaman yang berharga dan yang penting, tetapi telah mene:
tapkan tugas dan kewajiban yang urgen diwaktu yang akan datang.
Kedua, karena disamping ia membikin sempurna pekerjaan Partai dilapangan ideologi, politik dan kebudayaan, juga telah lebih meny hidupkan hubungan-hubungan dan lebih menggiatkan pekerjaan?2 Parta dilapangan organisasi. d 5, Imperialisme adalah musuh terpokok Rakyat Indonesia dan di lam hal ini, imperialisme Belanda masih tetap merupakan musul pertama Rakyat Indonesia. Kenyataannya yalah bahwa tidak hanyi kapital Belanda masih menempati kedudukan-kedudukan yang penting dila pangan ekonomi dan keuangan di Indonesia, tetapi yang terpentin
556
karena wilayah Irian Barat adalah bagian yang sah dan tidak terpisahkan dari Republik Indonesia masih diduduki oleh kaum kolonialis Belanda. Irian Barat yang terkenal kaya dengan pelikan-pelikan yang banyak ragamnya itu dengan luasnya kira-kira 388.000 km-km atau sama Gengan 3 kali pulau Jawa, dengan penduduknya kurang lebih 2 juta mempunyai arti yang strategis. Sebab selama Irian Barat masih dikuasai oleh kaum kolonialis Belanda, selama itupun keamanan Republik Indonesia akan terus-menerus terancam oleh pesawat-pesawat udara dan kapal selam Belanda, dan oleh gerakan-gerakan subversi dan agresi kaum imperialis AS. Kaum kolonialis Belanda terus-menerus memperkuat kedudukan militernya di Irian Barat. 'Tugas-tugas pembebasan nasional mau tidak mau harus diselesaikan dengan perjuangan yang sengit dan tidak kenal ampun untuk mengakhiri kekuasaan mereka atas Irian Barat.
Kawan?, saya sepenuhnya menyetujui garis yang ditetapkan oleh Partai bahwa untuk membebaskan Irian Barat, semua jalan harus ditempuh. Baik dalamnegeri maupun diluarnegeri, baik lewat PBB maupun diluar PBB. Didalamnegeri agar Republik Indonesia terusmenerus memperbesar kekuatan pertahanannya dan terus-menerus mempersatukan serta memobilisasi Rakyat yang penuh semangat antikolonialisme. Diluarnegeri dan di PBB untuk memaksa dunia mengakui kebenaran dan hak kita atas Irian Barat dan untuk mengkonfrontasikan negara-negara imperialis dan Belanda dengan opini dunia internasional.
Pendirian ini adalah sepenuhnya sesuai dengan pendirian suku Irian, dan sesuai pula dengan kehendak bagian terbesar dari bangsa Indonesia. Setiap patriot tidak akan menerima dalih suratkabar kaum soska,,Pedoman” yang mengatakan, jika masalah Irian Barat diajukan ke PBB,,,ia hanya membuka jalan lagi bagi kaum Komunis untuk beragitasi didalam negeri”.
Bung Karno sebagai seorang nasionalis yang revolusioner, dalam Manifestonya,,Penemuan Kembali Revolusi Kita” mengatakan a.l.
»Dunia luaran harus tahu bahwa mengenai pembebasan Irian Barat itu kita tidak main-main dan tidak mengenal kompromis”. Benar bahwa dunia luar harus tahu, karena kolonialisme dan imperialisme adalah persoalan internasional dan merebut kembali Irian Barat adalah perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Demikian persoalan Irian Barat tidak hanya merupakan persoalan antara Indonesia dan Belanda, tetapi sudah menjadi persoalan yang mengkonfrontasikan dua kekuatan dunia, yaitu kekuatan anti-imperialis disatu pihak dengan kekuatan imperialis dipihak lain.
Kawan?, kecuali kakitangan kolonialis Belanda dan imperialis Amerika Serikat didalamnegeri, kami dari Irian Barat tidak pernah
557
meragukan kekuatan dan kesanggupan Rakyat dan Bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Kekuatan dan kesang:
dalam acara PBB. Bung Karno sendiri mengatakan bahwa,,mem-
(muka 21,,Penemuan Kembali Revolusi Kita”).
Kawan-kawan, menjelang pembicaraan di PBB, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1957, kita mengalami kehangatan aksi pembebasan Irian Barat yang menjulang tinggi dan klimaksnya sejak tanggal 3 Desember 1957 dengan diambilalihnya perusahaan Belanda oleh kaum buruh. Sekali lagi dengan tidak mementingkan diri sendiri proletariat menunjukkan rol pelopornya yang gagahberani dalam perjuangan nasional untuk kemerdekaan tanah air dan kepentingan seluruh nasion. Sekarangpun
sudah tiba saatnya untuk memasukkan Irian Barat dalam acara' PBB, bukan untuk,,membuka pintu untuk berunding” seperti yang
dikehendaki oleh Menlu Subandrio 2 tahun yang lalu, tetapi berunding untuk membicarakan kedaulatan atas Irian Barat.
Tuntutan ini harus disertai dengan tindakan radikal yang mekian akan mendapatkan sokongan massa dan merupakan kekuatan yang besar. Sebaliknya sesuatu tuntutan yang tidak disertai dengan tindakan dilapangan ekonomi, akan merupakan tuntutan yang hanya
yang demikian itu dianggap sepi oleh Belanda. Contohnya yalah kegagalan politik kompromi PSI-Sutan Syahrir yang hanya mementingkan perjuangan diplomasi dan sekaligus merintangi penyusunan kekuatan nasional. Contoh yang kedua yalah kegagalan politik Masyumi dan Anak Agung Gde Agung yang juga berkompromi dan berunding dengan Belanda dan sekaligus menyampingkan kekuatan nasional.
: Kawan?, Pemerintahpun mengakui,,bahwa perjuangan Irian Barat harus dilakukan disegala lapangan, ya didalamnegeri ya diluarnegeri”. Sekalipun dikemukakan oleh Presiden bahwa Pemerintah tidak akan memasukkan soal Irian Barat ke PBB tahun ini,
dalam, tahun ini sudah harus dilaksanakan tindakan perlawanaa
“dilapangan ekonomi terhadap Belanda.
Kami melihat kenyataan bahwa Belanda tetap akan membandel
dalam persoalan Irian Barat, karena kami tidak pernah melihat kemungkinan Belanda tidak berkepalabatu terhadap tuntutan nasio-
-558
gupan nasional kita, terutama persatuan dan keutuhan jiwa nasion Indonesia akan lebih terkonsolidasi, jika Irian Barat dimasukkan
bebaskan Irian Barat berarti mempersatukan kembali Bangsa Indo- ' nesia”, malahan,,akan mengutuhkan kembali jiwa Indonesia”.
lumpuhkan Belanda dilapangan ekonomi. Politik dan tindakan demi-
"mengharapkan belas kasihan. Tidak mengherankan, jika tuntutan “
tetapi berpegang pada pernyataan Presiden dapat diartikan bahwa 8
gagap
nal kita. Buktinya baru-baru ini Belanda memasukkan Irian Barat ke Kementerian Dalamnegerinya. Makaitu dalam tahun ini juga, seharusnya Pemerintah sudah melaksanakan tindakan yang menghabistamatkan samasekali riwayat semua modal Belanda di Indonesia, termasuk yang berada dalam perusahaan-perusahaan campuran seperti BPM- SHELL dsb.
Saya berpendapat bahwa Pemerintah seharusnya memasukkan Irian Barat dalam acara PBB — sekarang juga. Sekalipun terdapat perbedaan dalam taktik perjuangan, namun pada pokoknya pernyataan Presiden dapat dijadikan pegangan, baik dalam membantu dan menyokong pelaksanaan program Kabinet Kerja Sukarno- Juanda, maupun dalam menagih pelaksanaannya yang tepat kepada Menteri-menteri pembantu? Presiden. Politik Menlu Subandrio terhadap perjuangan pembebasan Irian Barat masih mendapatkan kesempatan untuk berorientasi kepada kehendak dan kekuatan Rakyat Indonesia.
Melihat perimbangan kekuatan di PBB belum dapat dipastikan bahwa 2/3 suara akan tercapai untuk keuntungan Indonesia. Sekalipun demikian ia mendapatkan dukungan 2 milyard dari 2.737 milyard jumlah penduduk dunia yang anti-kolonialisme dan antiimperialisme. Dinegeri Belanda sendiri terdapat suara-suara yang menyokong tuntutan nasional kita. Misalnya Dr. Verkuyl, Van der Straten, Partai Komunis Nederland (CPN), Organisasi Pemuda Belanda A.N.Y.V. (Algemene Nederlandse Yeugd Vereniging), demonstrasi para pemuda Friesland di Leeuwarden, dan akhir-akhir ini sebuah organisasi Mahasiswa Progresif Belanda "Pericles” dalam suratnya kepada,,Pemuda Rakyat” juga menyatakan tuntutan mereka kepada Pemerintah Belanda supaya menyerahkan Irian Barat segera dan tonpa syarat kepada Pemerintah Indonesia. Bukankah ini bukti, dari antara bukti-bukti yang lain yang telah diberikan oleh negeri-negeri kubu Sosialis, dan juga oleh kaum buruh Amerika Serikat dan Australia, bahwa kekuatan nasional kita bisa ditambah dan dipersatukan dengan kekuatan internasional? Karena itu sudah sewajarnyalah persoalan Irian Barat diusahakan oleh Pemerintah untuk dibawa ke Sidang Umum Majelis Umum PBB, dalam tempo 6 bulan yang akan datang.
Kawan?, bagaimanakah situasi didaerah Irian Barat sendiri?
Berita-berita menyatakan bahwa bekas pekerja. dari NNGPM di Sorong dikeluarkan dan dikirim kembali ke Ambon oleh fihak Belanda.
Alasan yang dikemukakan yalah, bahwa keadaan perusahaan telah menjadi mundur dan karena itu diperkecilkan. Disini kami lihat bagaimana fihak lawan menemukan dalih untuk mengeluarkan orang Indonesia yang bukan asli sukubangsa Irian.
559
al 19 Agustus 1959 yang lalu telah tiba di Makasar Pa Lt dari NNGPM (Nederlandse Nieuw Guinea Petroleum Maatskhappy) sebagai cabang dari BPM di Sorong yang dengan sengaja dipulangkan dari sana atas desakan dari Pemerintah kolonial Belanda. Pemulangan buruh Indonesia dari Sorong adalah untuk yang ketiga kalinya. Dalam wawancara dengan sk:
Marhaen, salah seorang dari rombongan menerangkan bahwa m reka dipulangkan kembali, setelah perusahaan minyak berkali-kali menerima desakan dan instruksi dari Pemerintah Belanda denga a alasan-alasan kekuatiran terhadap usaha mata-mata yang bisa menumbangkan kekuasaan kolonial. Belanda di Sorong. Hal ini disebabkan karen:
serdadu-serdadu Belanda menjadi ketakutan dan ribut oleh meluasnya desas-desus, bahwa ada organisasi dibawah tanah yang dipimpin dengan baik untuk mengacau ketenteraman kekuasaan Pemer Kolonial Belanda. Mereka mengharapkan bahwa tindakan itu b memperkecil pengaruh nasionalisme atas sukubangsa Irian sendi Memang nasionalisme selalu bertentangan dan tidak bisa berkorns promi dengan kepentingan imperialisme yang berusaha keras untu melanjutkan penjajahannya atas Irian Barat. 2 Kawan?, modal Amerika Serikat telah berhasil menggeser 6074 modal Belanda di NNGPM di Sorong dengan komposisi 4076 St:
yac dan 2096 California Standard. Dari daerah yang luasnyi 338.000 km-km mereka mendapatkan Konsesi. seluas 150.000 Produksinya setahun adalah sama dengan produksi Sungai Geruny Plaju dan Tarakan bersama. Disamping itu kaum imperialis s dang berusaha membuka tambang tembaga dengan bantuan mo Amerika. Aa,
Kawan?, membiarkan perusahaan minyak modal besar asing mengeduk kekayaamnya di Republik Indonesia berarti bahwa ki secara tidak langsung membantu melanjutkan penjajahan reka atas Irian Barat. $ $ Kami dari Irian Barat tidak melihat manfaatnya sesuatu polit apalagi politik melawan imperialisme, yang disandarkan pada,, mauan baik” dari Amerika Serikat. Politik yang demikian ini b arti bencana nasional. Tidak ada satu bangsa yang tertindas yan dapat mencapai kemerdekaan dan kebebasan dengan,,sokongan/ imperialis. Kalau ada orang yang mengharapkan hadiah sokon, dari imperialis Amerika Serikat untuk mendapatkan kemerdek dan kebebasan di Irian Barat, maka hal itu akan menimbulk:
kerugian yang besar dan sangat berbahaya. Apalagi kalau kita b usaha mendapatkan bantuan dari mereka melalui Penanaman dal Asing. 23 F
Kawan?2, bukan saja kaum buruh Indonesia di Sorong dan
560
kota-kota dan pelabuhan-pelabuhan lainnya di Irian Barat yang menimbulkan ketakutan Pemerintah kolonial Belanda, tetapi juga pengaruh Bahasa
Indonesia. Hal ini dapat dipelajari dalam Laporan Misi Parlementer Belanda dalam masa Sidang tahun 1953-1954 lampiran ke
9 tentang Bahasa dan Pengajaran. Hal ini dikemukakan oleh V.E.
Blumhard bekas Direktur Sekolah Mulo di Hollandia, bahwa menggunakan bahasa Indonesia membawa akibat yang sangat jelek bagi »orang Papua”. Mereka masih tetap menggunakan istilah Papua karena Irian itu katanya, berarti: i (ikut), r (republik), i (indonesia), a (anti), n (nederland). Karena itu bahasa Indonesia tidak boleh digunakan dalam pergaulan dan pengajaran, dengan alasan bahwa Bahasa Indonesia bukan bahasa yang mendukung kebudayaan Barat dan bahasa ini hanya digunakan oleh orang yang anti- Christ. Sekalipun demikian meluasnya Bahasa Indonesia di Irian tidak dapat dielakkan. Laporan itu sendiri mengemukakan bahwa seorang pendeta bernama Wattimena dalam khotbahnya yang diucapkan dalam bahasa Indonesia mengutuk penjajahan Belanda.
Sebagai akibat ia dikeluarkan dari Irian Barat dan sebagai balasan pendeta itu mengirimkan 8 bendera merah putih ke Gereja. Selanjutnya diakui oleh Laporan itu bahwa bahasa Indonesia menimbulkan hubungan yang erat antara orang Indonesia dan orang Indonesia sukubangsa Irian. Demikian Bahasa Indonesia merupakan senjata untuk melawan pembentukan »Negara Irian” sebagai saluran untuk melanjutkan pemerasan lebih lanjut terhadap Rakyat Indonesia di Irian Barat.
Kawan-kawan, pada pokoknya pihak Belanda dengan sekuat tenaga melalui kakitangan mereka, mencoba menanamkan pengertian bahwa sukubangsa Irian Barat secara politik, kulturil, ethnografis, ethnologis, geografis, bukan termasuk bangsa Indonesia, bahwa mereka orang Belanda,,melenyapkan penjajahan dan penindasan” orang Indonesia (Tidore dan Ternate) dan pemerintahan Belanda adalah lebih baik daripada pemerintahan-trusteeship PBB. Karena katanya Pemerintah Belanda mengeluarkan 90 juta gulden untuk Irian Barat, sedangkan PBB-hanya 16 juta gulden untuk daerah-daerah yang diawasinya. Pada hal pengeluaran yang 90 juta gulden itu hanya dipergunakan untuk kepentingan militer dan eksploitasi Belanda, bukan untuk kepentingan Rakyat.
/ Berapa lama lagi kita harus mendengarkan obrolan Belanda semacam ini yang menjual obatnya tidak hanya di Irian Barat, tetapi juga diluarnegeri. Disamping penindasan yang dilakukan oleh imperialis Belanda, dalam bentuk penculikan, penangkapan, pemasukan dalam penjara dan pembunuhan terhadap pemuda? 'sukubangsa Irian, mereka tidak diperbolehkan menggunakan aliran listrik, salur-
56!
jara. Begitu pula kawan Y.A. Dimara yang sampai sekarang mi
isi ini dengan hadap polisi Belanda. Hal ini sangat bertentangan deng, Pediabat-pediabat Bertentu di Jakarta yang mengeluarkan Van Kare FE Sehunidt dari penjara dan dengan secara istimewa dikeluarkan dar
Ditempatkan ya: 21 2. i kan kami kembali kepada perlakuar im fc Irian dimasa yang lampau. Disamping itu, ana peedota minngambil tindakan untak pembe diantaranya dengan mendidik dan melatih puter: ya Pakan an Irian Barat menjadi kader disegala tingkatan b ipi in militer. 1
Aa aa ekian sambutan kami atas nama Rakyat Irian d harapan agar Kongres Nasional ke-VI Partai Komunis
meringkuk dalam penjara di Digul sebagai akibat perlawana: 5 &
dibawah pimpinan kawan-kawan dapat merumuskan garis-garis yang kongkrit untuk membebaskan Irian Barat, Sekian terima kasih.
Lampiran:
RESOLUSI TAHANAN-tahanan POLITIK DI
IRIAN BARAT
Para bekas tahanan politik di Hollandia telah membuat resolusi yang dikirimkan a.l. kepada Sekjen PBB, Sekjen Konperensi A-A dan Pemerintah Republik Indonesia bunyinya a.l. sebagai berikut:
Tetap menolak se-keras?nya pelanjutan penjajahan Belanda atas daerah Irian Barat, menuntut kemerdekaan bagi seluruh daerah Irian Barat, serta hak-hak untuk menetapkan nasib diri sendiri, sebagaimana halnya dengan lain-lain bangsa yang merdeka diatas bumi ini:
Menyerukan dan mendesak pada Perserikatan Bangsa? (UNO)
agar:
a. Mengakui daerah Irian Barat sebagai bagian dari bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, sebagai daerah yang seharusnya juga dimerdekakan kembali, sebagaimana halnya dengan lain-lain bagian yang sekarang telah bebas dari penjajahan dan merupakan suatu negara yang berdaulat: '
b. Ikut campur secara aktif dalam masalah Irian Barat, dan mendesak kepada Nederland dan Republik Indonesia untuk menyelesaikan persengketaan mereka mengenai Irian Barat secara damai dengan jalan berunding yang harus selekas mungkin dimulai.
€. Mendesak baik kepada Nederland maupun kepada Republik Indonesia untuk menghentikan segala usaha dan -persiapan yang dapat menjadikan daerah Irian Barat sebagai tempat pertempuran senjata antara kedua pihak tersebut, dalam mana Rakyat jelatalah yang akan menjadi korban keganasan:
d. Mengirim peninjau-peninjau yang bersikap anti-kolonial untuk melihat keadaan Irian Barat.
Resolusi tersebut dibuat atas pertimbangan?, bahwa hingga kini daerah Irian Barat tersebut masih saja menjadi daerah penjajahan asing, ialah: karena ketika daerah benjajahan Hindia- Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 memperoleh kembali kemerdekaannya Irian Barat dikecualikan, meskipun terang bahwa daerah ini adalah bagian dari wilayah bekas Hindia-Belanda dahulu, sedang penduduknya merasa senasib dan sebangsa dengan lain-lain
563
ian yi mendapat kembali kedaulatannya tadi. Bahwa karena DA Irian bat hingga kini merupakan daerah AA antara Republik Indonesia (ialah yang terdiri dari Ska 'yajahan Hindia-Belanda dahulu diatas) dan Nederland persel Es an mana | dapat meletus dan mengganggu perdamaian Dunia. Bahwa bengea cualian daerah Irian Barat dari pengembalian kedaulatan tadi #al terjadi tanpa didengar penduduknya lebih dahulu apa yang di inginkan oleh mereka. N
Demikian a.l. isi resolusi tersebut.
(Antara, 9 September 1955.
PIDATO KAWAN B.O. HUTAPEA
(Ketua Akademi Ilmu Sosial »Aliarkham”)
Kawan-kawan yang tercinta,
Kongres yang mulia,
Kongres kita telah mensahkan Laporan Umum Comite Central, telah mensahkan Perubahan Konstitusi dan telah mensahkan Perubahan Program Partai dengan suara bulat. Ini adalah suatu kemenangan yang gemilang yang dicatat oleh Kongres Nasional ke-VI dan merupakan suatu kemenangan bagi perjuangan seluruh Rakyat Indonesia untuk memenangkan demokrasi dan Kabinet Gotongroyong. (tepuktangan). Bersamaan dengan seluruh utusan Kongres, seluruh Partai dan seluruh Rakyat Indonesia saya menyambut kemenangan ini dengan hangat.
Kegembiraan kita mencapai puncaknya pada sidang kemarin tanggal 10 September 1959 dengan terpilihnya Comite Central Partai yang baru. (tepuktangan). Terpilihnya kembali kawan-kawan kita yang paling dekat pada lubukhati kaum Komunis Indonesia yaitu Kawan?
D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Nyoto (tepuktangan), selanjutnya kawan-kawan kita yang tercinta Kawan? Sudisman, Ir. Sakirman dan Yusuf Ajitorop (tepuktangan), yaitu anggota-anggota dan calonanggota Politbiro yang lama adalah bukti tentang kecintaan seluruh Partai kepada pemimpin?nya yang telah teruji. (tepuktangan). Terpilihnya kembali semua anggota Comite Central yang lama suatu bukti yang kuat tentang kebulatan Partai, tentang teguhnya Partai berdiri disekeliling Comite Centralnya yang Leninis. (tepuktangan).
Hal ini merupakan demonstrasi persatuan yang taktergoncangkan dari Partai Komunis Indonesia. (tepuktangan). Terpilihnya anggota-anggota Comite Central yang baru membikin hati kita penuh dengan rasa gembira dan rasa terharu. CC yang baru sungguh-sungguh merupakan pencerminan dari kesatuan Partai yang merupakan barisan depan proletariat Indonesia yang meliputi seluruh daerah dan sukubangsa yang ada ditanahair kita. (tepuktangan). Ini merupakan jaminan bahwa Partai kita akan lebih mampu lagi mengatasi segala kesulitan dan merupakan jaminan untuk mencapai sukses-sukses baru. Oleh sebab itu bersama Kongres kita ini seluruh anggota dan calonanggota Partai diliputi rasa kegembiraan dan kemenangan. CC kita yang baru adalah bagaikan piala kemenangan
y ilang-gemilang dari Partai dalam melaksanakan tugas?nya seaa Yang kaond oleh Kongres Nasional ke-V (didalam lapangan politik, organisasi dan lapangan ideologi. (tepuktangan). Pa, Dengan diterimanya dan disahk: 2nnya tiga Sokamen. Pantas, yang i telah terpilihnya dengan bulat Com n aa Nasional” ke-VI sudah mencapai sukses-sukses yang - & Ia tanah seperti yang diharapkan oleh seluruh Partai dan seluruh Rakyat yang kita pati ' yang tercinta!
an ini terutama ditujukan untuk membahas pendidikan didalam Partai.
merintangi pembangunan Partai i h i dan yang berkarakter massa.
aa Tiga "Tahun HAN Pendidikan yang diterima oleh Ple ke-IV CG pertengahan tahun 1956 hisa Sibagi Ha dun mera ya tu bagian meliputi Sekolah-sekolah dan Kursus? Partai ( basa Tania. TERI pengorganisasian bentuk-bentuk pendidikan k.
dan latihan-latihan ideologi seperti konferensi-konferensi teori, seminar, ger:
pembetulan fikiran, penyelenggaraan pendidikan bagi orang-orang progresif diluar Partai, mengembangkan pembacaan roman Sosialisme realis, sampai dengan pengorganisasian PBH. Tetapi kedua bagian itu dan semua macam bentuk pendidikan itu mempunyai hanya satu sasaran, yaitu memenangkan Revolusi Indonesia. (tepuktangan).
Semenjak itu, pendidikan didalam Partai boleh dikatakan maju meloncat sejak itu kita mengakhiri pendidikan yang tidak terang tujuannya, yang bersifat sepotong-sepotong dan yang terpisah dari tugas-tugas kongkrit dari Partai kita. Sejak itu kita berusaha mempelajari Marxisme-Leninisme secara Marxis-Leninis.
Melihat hasil-hasil yang diperoleh dalam melaksanakan Plan itu, kita boleh bergembira. Sebab walaupun tidak semua jatah yang ditetapkan dalam Plan tercapai, tiap hasil yang diperoleh Comite, direbutnya tidak dengan mudah tetapi dengan melalui berbagai kesulitan, sehingga setiap hasil merupakan suatu kemenangan, terutama merupakan kemenangan ideologis.
Sekolah Partai sampai tingkat Comite Daerah Besar boleh dibilang terpenuhi kecuali didaerah yang bergolak, bahkan di Pusat dan dibeberapa Daerah melebihi jatah Plan. Kursus-kursus tingkat Seksi telah merata, tetapi Kursus tingkat Subseksi serta Sekolah Politik masih belum dapat dikatakan merata sepenuhnya.
Pendidikan diluar bentuk Sekolah atau kursus Partai juga sudah membawa hasil-hasil. Comite Central telah menyelenggarakan satukali konferensi teori, yang ditujukan untuk memperbaiki pekerjaan Partai dalam membangun front persatuan nasional dengan menggunakan brosur Kawan Mau Ce-tung,,Tentang Mengurus Secara Tepat Kontradiksi-kontradiksi Dikalangan Rakyat”, telah menyelenggarakan seminar-seminar mengenai Ekonomi, mengenai Otonomi Daerah, mengenai Pekerjaan Partai dikalangan Mahasiswa. Selain itu Comite Central telah memimpin beberapa kali gerakan pembetulan fikiran, antara lain untuk mempertebal semangat internasionalisme anggota?
dan untuk mempersenjatai diri terhadap bahaya revisionisme yang diorganisasi bersamaan dengan menyambut 40 tahun Revolusi Oktober Sosialis pada akhir tahun 1957, yang lain berupa gerakan,,turun kebawah” yang mewajibkan kader-kader tinggi Partai bekerja badan untuk kepentingan massa, dan mengikuti kehidupan intern Partai dari Comite Resort atau Subseksi dimana mereka berada dan dengan menugaskan kader-kader tingkat CC.dan Gomite Daerah Besar turun ke-desa-desa untuk menyelami perasaan, fikiran dan hasrat kaum tani. Di-daerah-daerah dimana Partai memperoleh kemenangan mutlak dalam Pemilihan Umum untuk DPRD dan diberbagai Daerah lainnia, Comitd Partai, telah menyelenggarakan gerakan pembetulan fikiran yang bertujuan untuk mencegah rasa sombong atau mabok
567
kemenangan dan untuk melawan gejala-gejala,,mengkonsolidasi diri”
atau gejala yang buruk yang menurunkan derajad Komunis dari
pahlawan klas proletar menjadi,,pahlawan keluarga”. (tepukta-" ' ngan). Walaupun gerakan-gerakan pembetulan fikiran ini belum dapat -
dikatakan mendalam dan belum terorganisasi rapih, ia sudah berhasil memperkuat ideologi Partai dan telah mempertinggi prestise
Partai dimata Rakyat.
Berkat pelaksanaan Plan pendidikan itu, telah ber-puluh-puluh ribu 'anggota yang mempelajari secara teratur 4 matapelajaran pokok yang memperpadukan teori Marxisme-Leninisme dengan Revolusi Indonesia, yaitu Sejarah Perkembangan Masyarakat, Soal-soal Pokok Revolusi, Front Persatuan Nasional dan Pembangunan Partai.
Sekarang Kongres Nasional kita yang bersejarah ini dengan penuh keyakinan sudah dapat mengatakan bahwa Partai kita telah menempa kader-kader revolusi dari penyatuan teori Marxisme-Leninisme
dengan praktek Revolusi dari Rakyat kita. Partai telah dan akan
terus membajakan kader-kader yang seperti dikatakan kawan dan guru kita Kawan Aidit:,,menjadi anggota? Partai yang dalam keadaan bagaimanapun tetap yakin, bahwa jalan revolusioner yang sudak dipilihnya adalah jalan yang se-tepat?nya, jalan hidup baru dan untuk masyarakat baru”. (tepuktangan).
Inilah hasil yang terpokok dan yang meyakinkan dari Plan Pendidikan Partai kita.
Kawan-kawan yang tercinta,
Kesatuan teori dengan praktek atau belajar dengan bersasaran, inilah prinsip-prinsip yang kita pegang dalam penyelenggaraan pendidikan didalam Partai.,,Achli-achli” teori tipe lama (tawa) yang memperlakukan daliI-daliI Marxisme-Leninisme sebagai jimat (tawa), atau menggunakannya sebagai do'a bagi seorang biarawan didalam kescpian-hidupnya sebab jauh dan terpisah dari hidup itu sendiri — dan dengan mengucapkan dalil-dalil itu mengira dan mengharap segala kesulitan dengan sendirinya akan teratasi —,,akhli-akhli” teoritikus macam ini, jika masih ada, jumlahnya sudah semakin merosot.
(tawa, tepuktangan). Sebab, perubahan-perubahan situasi politik yang begitu cepatnya dinegeri kita tidak mungkin dapat difahami hanya dengan menghafalkan ber-macam-macam dalil Marxisme-Leninisme saja. Jika
kita hendak menguasai dan memimpin situasi politik kita harus -
lebih banyak dan terusmenerus mempelajari teori-teori revolusioner serta menguji kebenarannya dalam pergolakan yang cepat itu.
Tanpa teori, pengalaman? Rakyat kita yang banyak itu tak dapat tergunakan bahkan bisa menjadi tumpukan beban yang membe- -ratkan, tanpa teori jika kita membikin suatu kesalahan tidak bisa segera diketahui dan segera diatasi melainkan bisa jadi sebab dari
568
kesalahan-kesalahan baru. Tetapi dengan teori Marxisme-Leninisme pengalaman yang kaya menjadi sumber yang tak kering?nya dari pengetahuan-pengetahuan baru, yang membikin setiap pengorbanan tidak akan sia-sia dan membikin kekalahan ibu dari kemenangan?.:
Pendidikan didalam Partai telah baryak membantu kita untuk mengenal dan mengubah subyektivisme, mengembangkan 'daya kreasi anggota-anggota, memperdalam rasa cinta kita pada tanahair dan Rakyat kita serta mempertinggi moral Komunis kita. Pendidikan didalam Partai itu juga telah banyak membantu kita untuk mengenal dan mengubah keadaan lingkungan kita, daerah kita, dan tanahair kita.
Dalam menyimpulkan pengalaman?nya kader-kader kita sudah berusaha meningkatkannya ketaraf teori.
Semboyan,,Kesatuan teori dan "praktek, atau belajar dengan bersasaran” dengan per-lahan-lahan tetapi dengan pasti membikin segar kehidupan intern Partai bagaikan darah segar yang membawa pemhaharuan keseluruh tubuh Partai. Selanjutnya ia sudah melahirkan suatu langgam kerja dan langgam belajar yang baru didalam Partai kita, yaitu,,Tahu Marxisme-Leninisme dan kenal keadaan”.
Langgam ini bukanlah suatu ciptaan seorang zeni — tetapi ia merupakan penyimpulan dari pengalaman kolektif seluruh Partai yang hanya bisa lahir dan hidup dengan terdapatnya gerakan pendidikan yang sistimatis, terpimpin, bersamaan dan menyimpulkan pengalaman?. Lahirnya dan makin berkuasanya langgam kerja dan semboyan belajar,,Tahu Marxisme-Leninisme dan kenal keadaan”
adalah merupakan piala-hasil gemilang dari pekerjaan pendidikan didalam Partai kita, sebagai hasil yang kongkrit dari kemenangan prinsip kesatuan teori dan praktek.
Ketika kita sudah bertetaphati untuk mengerjakan pendidikan didalam Partai secara besar?2an, ketika itu sudah terbayang pada kita seribu satu kesulitan. Pertama masalah guru. Kita belum mempunyai guru-guru atau pekerja-pekerja teori yang bisa ditugaskan untuk melaksanakan pendidikan itu. Sebab itu anggota-anggota Comite harus merangkap sebagai guru, wlaupun mereka mungkin belum pernah mendapat pelajaran Marxisme-Leninisme secara teratur. Kedua, kesulitan buku-buku pelajaran atau diktat. Buku-buku teori yang sudah ada belum mencukupi dan masih harus diolah supaya sesuai dengan kebutuhan Plan Pendidikan. Sungguh suatu pekerjaan yang luarbiasa beratnya, ter-lebih-lebih oleh karena kader-kader kita pada umumnya masih belum biasa menuliskan secara teratur pengalaman?nya dan fikirannya. Kemudian masalah tempat, masalah biaya, kesulitan tentang waktu, kesulitan tentang siswa-siswa, siapas yang harus didahulukan dll. kesulitan, sedang pekerjaan organisasi dan pekerjaan politik lainnya harus tetap terpimpin. Kita tidak hanya miskin materiil
569
' tetapi kekurangan pengetahuan amat terasa. Dan tiada orang lain yang akan bermurah hati untuk mengulurkan tangannya guna mem- | bantu kita. (tepuktangan). Ea Ta.
Tetapi Guru-guru Besar Komunis tidak pernah mendidik kita supaya berkecil hati dan mundur menghadapi kesukaran. (tepuktangan).
Kawan Aidit dan CC Partai dengan tidak henti?2nya menyerukan bahwa usaha pendidikan didalam Partai tidaklah persoalan segolongan anggota melainkan ia adalah usaha kolektif dari seluruh Partai, ia adalah kehormatan bagi Partai kita. Tidak seorang anggotapun yang dapat membebaskan diri dari tugas mensukseskan Plan pendidikan itu. ' Pe,
Arus yang deras dan berbahaya dari Sungai Barito di Kalimantan Tengah harus dilawan, terkadang sehari, terkadang lebih lama lagi petugas-petugas pendidikan Partai harus bergulat dengan air, bergulat dengan angin dan kelaparan untuk mencapai Comite-comite yang sudah lama me-nunggu-nunggu penyelenggaraan Kursus Partai atau Sekolah Politik. Hutan-hutan yang lebat disekitar Danau Tondano di Sulawesi Utara harus diterobos sambil mencurigai kesunyian sekeliling dan mengamat-amati setiap gerak kalau-kalau ada gerombolan Permesta mengintai. Kuda Bima yang terkenal kuat lagi lincah itu sering menyerah dalam mendaki pegunungan-pegunungan dikepulauan Nusa Tenggara Timur, dan sipenunggang kuda harus turun dan menghela kudanya yang sudah letih itu. Rawa yang se-olah-olah tak ada ujungnya, jurang yang berbahaya seperti yang terdapat disepanjang pantai Aceh Barat dan masih banyak lagi rintangan-rintangan harus dilawan dan ditundukkan untuk menyampaikan ilmu teori Marxisme-Leninisme itu keseluruh tanahair. 3
Atas pengaruh gerakan itu, juga didalam organisasi-organisasi massa revolusioner lainnya terdapat antusiasme belajar yang semakin besar. Organisasi-organisasi buruh, tani, pemuda, wanita dan organisasi?
Rakyat lainnya menyelenggarakan Sekolah-sekolah atau Kursus-kursus yang mempertemukan teori-teori revolusioner dengan praktek sosial dari Rakyat pekerja dilapangan mereka masing-masing. Gerakan belajar itu juga telah memperkuat persatuan mereka, memperkuat organisasinya dan memperluas front persatuan dari golongannya masing-masing, disamping mempertinggi daya juang organisasinya untuk perbaikan nasib anggota-anggotanya dan dalam perjuangan untuk demokrasi.
Pelaksanaan prinsip memadukan teori dan praktek telah mendorong kader-kader tani revolusioner untuk melakukan penyelidikan lebih seksama tentang hubungan-hubungan agraria didesa untuk mempelajari sifat-sifat daripada tiap-tiap klas dan hubungan klas?, dan dengan begitu lebih memahami ciri-ciri daripada sisa-sisa feodalisme didesa Indonesia.
Juga dilapangan produksi terdapat kemajuan-kemajuan tertentu. Mereka
570
melakukan penyelidikan-penyelidikan dan percobaan-percobaan yang sampai batas-batas kemampuannya sudah mulai menemukan metode-metode baru dalam teknik mengerjakan tanah, sudah mulai menemukan metode mempertinggi produksi padi2an dan ternak. Gerakan tani revolusioner Indonesia sekarang dapat membanggakan diri, bahwa usaha kolektif dari massa kader-kader mereka ber-sama-sama dengan para ahli dan sarjana pertanian yang patriotik telah berhasil menemukan jenis padi yang baru, yaitu, Sri Makmur, yang mempunyai sifat-sifat yang lebih menguntungkan, seperti pemeliharaan mudah dan hampir boleh dikatakan,,hamaproof” (tawa), yang jika ditanam menurut cara-cara baru bisa meningkatkan produksi padi antara 200 sampai 40096 tiap
Adalah sangat menggembirakan usaha Dr. Cokronegoro dkk.
di Klaten (tepuktangan) dalam menemukan bibit-bibit tanaman Rakyat jenis baru yang bisa ditanam idengan cara-cara yang kaum tani memang mampu menjalankan dengan hasil-hasil yang lebih besar. Nama kaum tani dan organisasi tani revolusioner Indonesia menjadi harum dan sangat populer dengan barisan pahlawan produksinya:
seperti Pak Mukibat dari Kediri, Pak Suwignyo dari Magetan, Pak Martosuwondo dari Sleman, Pak Sarbini dari Singaparna, dll.
(tepuktangan). 5
Jadi setelah Partai menemukan langgam belajar yang tepat, yang ditujukan untuk memperbesar kemampuan Partai memimpin gerakan revolusioner didalam segala seginya, ternyata bahwa bersamaan dengan itu persatuan Rakyat menjadi lebih kuat, kecerdasannya lebih tinggi dan demikian juga kesedaran politik serta kesedaran organisasinya tambah berkembang.
Selain itu, sesuai dengan Plan, di Jakarta telah berdiri Universitas Rakyat dan sudah membuka cabang?nya di-kota-kota Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan, sedang dibeberapa tempat lainnya sedang dipersiapkan pembentukan cabang-cabang baru.
Unra ini berusaha membikin dirinya sebagai jembatan yang mempertemukan tokoh-tokoh pekerja ilmu yang patriotik dengan aktivis?
gerakan revolusioner buruh dan tani. Ia sangat membantu para.
aktivis untuk ber-angsur-angsur mensistimatiskan pengalamannya yang banyak dan memperluas pandangannya. Unra merupakan langkah yang penting dalam mempertebal sifat kerakyatan dalam perkembangan ilmu sosial dinegeri kita, sebab ilmu itu sampai sekarang sangat terbelakang. Bukankah memalukan sekali bahwa bersamaan dengan perjuangan yang mati?2an dari Rakyat kita untuk memhebaskan dirinya dari segala akibat kolonialisme, bersamaan dengan kesungguhan belajar dari pemuda-pemuda kita untuk mengediar keterbelakangan Rakyat dan negerinya dalam ekonomi dan kebudayaan,
571
bersamaan dengan itu masih terdapat profesor-profesor diberbagai universitas dinegeri kita yang menutup mata dan telinganya akan semuanya ini? Berbagai cabang ilmu pengetahuan sosial dikuliahkan oleh mahaguru-mahaguru itu masih seperti yang ditanamkan 2 abad yang lalu pada mereka oleh profesor-profesor Belanda yang menjadi abdi yang setia dari rezim kolonialisme Belanda. Orang-orang semacam itu menghambat dan membekukan pekerjaan ilmu sosial dinegeri kita, sehingga
Soal-soal Pokok Revolusi Indonesia yang begitu penting dan mendesak bagi kehidupan Bangsa dan Negara kita tidak diajarkan di-universitas-universitas kita. Dengan mendirikan Unra dimana Revolusi
Indonesia ditetapkan sebagai sasaran studi, dimana dibuka kesempatan belajar kepada pemuda-pemuda dan pemudi? Indonesia yang bukan karena kesalahannya tidak dapat memasuki perguruan yang agak tinggi, Partai kita berusaha memberikan sumbangan untuk melawan ilmu sosial yang kolot dan Partai ingin mendorong perkembangan ilmu sosial yang progresif dinegeri kita yang diabdikan kepada pembebasan Rakyat. Melalui Unra Partai mendorong maju tumbuhnya barisan intelektuil-intelektuil proletar yang lahir dari pangkuan kaum buruh dan kaum tani Indonesia sendiri dan dibawah pimpinan yang cemerlang dari Partai kita mereka akan mengibarkan bendera revolusi dalam dunia ilmu dinegeri kita! (tepuktangan).
Kawan-kawan yang tercinta!
Sekarang ada apa lagi dengan langgam pendidikan kita didalam Partai?
Saya kira masih ada lagi, ya, masih ada lagi persoalan yang se- '
rius didalam langgam belajar kita.
Laporan Umum Kawan Aidit menekankan dengan kuat sekali untuk terus memerangi subyektivisme. Subyektivisme dalam langgam belajar adalah berlawanan dengan Marxisme-Leninisme dan karemanya tidak boleh ada didalam Partai Komunis.. Mengapa dalam Partai kita masih terdapat gejala-gejala buruk demikian itu? Partai kita tumbuh dari masyarakat Indonesia sendiri. Sumber sosial daripada subyektivisme dalam Partai yalah karena pengaruh negeri kita
- sekarang yang merupakan negeri yang bersifat burjuis kecil dan penuh dengan segala macam ideologi non-proletar. Keadaan itu untuk waktu yang panjang masih akan berlaku, juga masih akan meninggalkan bekas-bekas ideologi yang cukup kuat walaupun seandainya struktur ekonomi dan politik sudah berubah samasekali. Selain ya bersumber dari ideologi klas non-proletar, ia bisa juga lahir dari kekeliruan cara berfikir. Oleh sebab itu tidak akan ada habis2nya dari perlawanan kita terhadap subyektivisme ini. Ia ternyata merupakan musuh pertama kita dalam ideologi pada waktu yang sudah-sudah, la memang menjadi musuh ideologi kita yang pertama harikini
dan ia pulalah yang akan terus mengancam kesatuan ideologi kita dihariesok. Kesalahan subyektivisme yang sudah kita atasi sekarang bisa juga muncul kembali dikemudian hari dalam keadaan situasi yang berlainan jika tidak terus kita lawan. Sesuatu bentuk subyektivisme bisa diatasi, tetapi bentuk subycktivisme yang lain mungkin lebih jahat sudah ber-siap-siap untuk menerkam kita. Ancaman ideologi subyektivisme baru lenyap samasekali dengan hapusnya penghisapan dan klas-klas didunia ini. Ia adalah bahaya ideologi yang laten,, yang menetap, yang seperti penyakit kanker yang bisa menyerang ditempat dan pada waktu yang samasekali tidak terduga semula.
Sebab itu seluruh pendidikan didalam Partai sejak Kongres ini harus dijiwai oleh semangat yang ber-api-api melawan musuh ideologi nomor satu itu! (tepuktangan).
Sebab itu saya sepenuhnya menyetujui perumusan Kawan Aidit tentang tugas pembangunan Partai sesudah Kongres yang menegaskan bahwa,,pembangunan organisasi adalah tetap penting tetapi lebih penting lagi pembangunan ideologi”.
Kita akan meneruskan pembangunan Partai yang berkarakter massa dan beranggota jutaan manusia. Itu sudah pasti. Tetapi bersamaan dengan itu sama juga pastinya bahwa tiap peluasan itu pada permulaan selalu disertai oleh ideologi burjuis kecil kedalam Partai kita..Partai kita pasti akan lebih banyak memperoleh kemenangan-kemenangan dalam melawan imperialisme dan melenyapkan sisa-sisa fcodalisme. Tetapi bersamaan dengan itu sama juga pastinya bahwa tiap kemenangan itu membawa persoalan baru, membawa kesulitan-kesulitan baru dan membawa kemungkinan-kemungkinan untuk menimbulkan subyektivisme. Dapat juga kita pastikan bahwa bersamaan dengan pastinya akan makin terpukul dan terisolasi kaum reaksioner dan semakin satunya politik Partai dengan kepentingan-kepentingan ekonomi dan politik langsung dari massa Rakyat dan dengan kepentingan Indonesia, kaum reaksioner pasti akan lebih banyak mencurahkan kegiatannya didalam gelanggang ideologi untuk menimbulkan kekacauan ideologi didalam barisan kita.
Oleh sebab itu ciri pokok dari pendidikan didalam Partai sesudah Kongres ini yalah lebih mengutamakan prinsip-prinsip fundamentil Marxisme-Leninisme dan pendidikan mempertahankan pendirian, pandangan dan metode klas buruh. Pendiriannya yalah pendirian klas buruh, yaitu tidak mementingkan diri sendiri dan hanya mementingkan kepentingan umum, terlatih dalam aksi-aksi dengan pimpinan yang memusat, dalam bekerja secara kolektif, hidup berorganysasi dan berdisiplin. Pendiriannya yalah bahwa perjuangan klas adalah penggerak satu?nya yang menentukan perkembangan masyarakat, dan bahwa klas proletar mempunyai tugas sejarah
573
MENTAL UTARA FN -
untuk membawa Rakyat pekerja kepada masyarakat yang tidak mengenal penghisapan atas manusia oleh manusia. Pandangannya, yalah pandangan materialis yang paling konsekwen, meyakini sifat”
materiil dari dunia dan dengan demikian jelaslah berlawanan dengan pandangan idealis. Metodenya yalah metode dialektik yang berlawanan dengan metode metafisika. Pandangan dan metode ini mencerminkan hukum umum perkembangan alam, masyarakat dan juga fikiran manusia. Mengenai mutlaknya materialisme dialektik "
dan histori ini Deklarasi Moskow menjelaskan sbb.:,,Seandainya
Partai politik Marxis dalam meninjau soal-soal mendasarkan diri tidak pada dialektika dan materialisme maka hasilnya yalah keberatan sebelah dan subyektivisme, stagnasi fikiran manusia, pengasingan dari kehidupan dan kehilangan kemampuan membikin analisa yang diperlukan mengenai hal-hal serta gejala?, kesalahan-kesalahan revisionis serta dogmatis dan kesalahan-kesalahan dalam politik”. (Deklarasi Moskow, hal.
25, Yayasan,,Pembaruan”).:
Ringkasnya, seperti yang ditekankan oleh Laporan Umum,,,untuk memperbaiki pekerjaan Partai dalam lapangan ideologi dimasa-dimasa datang kita harus lebih mengutamakan pelajaran filsafat Marxisme-Leninisme”. Dengan pelajaran filsafat Materialisme Dia- | lektik dan Histori diseluruh Sekolah dan Kursus Partai, kita akan memperkuat benteng ideologi klas buruh dan akan lebih sungguh-sungguh mempertahankan pendirian, pandangan dan metode klas buruh terhadap segala serangan ideologi yang bermusuhan.
Jika kita berhasil mengutamakan pelajaran filsafat ini, maka Partai kita akan mampu melawan bahaya subyektivisme yang terkutuk itu.
'Ciri penting dari pendidikan Komunis adalah perpaduan patriotisme dengan internasionalisme proletar. Kaum Komunis adalah patriot yang se-sungguh2nya, karena mereka berpangkal pada kepentingan Rakyatnya masing-masing untuk menentang semua penindasan nasional. Dalam pada itu kaum Komunis memperjuangkan suatu masyarakat yang samasekali bebas dari segala penghisapan manusia atas manusia. Karena itu kaum Komunis adalah internasionalis, ia menyokong dan merasa dirinya satu dengan Rakyat diseluruh dunia yang berjuang untuk menghapuskan penindasan dan penghisapan.
(tepuktangan). Oleh sebab itu sangat tepatlah apa yang dinyatakan dalam Laporan Umum, bahwa matapelajaran GBI harus dijadikan matapelajaran disemua Sekolah dan Kursus Partai.
Laporan Umum Kawan Aidit juga menekankan tentang perlunya Sekolah Partai Central dan Sekolah Partai Daerah Besar mendidik kader-kader pekerja teori, disamping meneruskan pendidikan terhadap pekerja politik idan organisasi. Dengan melaksanakan itu,
574
Partai kita melangkahkan kakinya maju untuk mendewasakan dirinia sebagai Partai Marxis-Leninis dan tindakan ini adalah sesuai dengan tugas? Partai kita yang pasti akan lebih berat, karena,,makin peliknya keadaan dan makin tajamnya pertentangan-pertentangan diantara klas?
didalam masyarakat kita, maka kitapun pasti akan menemui lagi kesukaran-kesukaran dan kemungkinan-kemungkinan membikin kesalahan-kesalahan”. Akademi Ilmu Sosial,,Aliarkham” akan mempunyai peranan penting untuk memenuhi tugas-tugas tersebut. Marxisme-Leninisme adalah ilmu yang pentrapannya dalam praktek sudah memberikan kesejahteraan kepada ber-juta-juta Rakyat dan yang menjadi panji-panji revolusi semua Rakyat yang melawan penindasan kolonial untuk mencapai kemerdekaan nasionalnya. Akademi Ilmu Sosial,,Aliarkham” akan memajukan studi Marxisme-Leninisme sebagai ilmu dinegeri kita. Ia akan melahirkan pekerja-pekerja ilmu revolusioner yang sanggup membawa ilmu revolusi kepada Rakyat yang ber-revolusi. Dengan terdapatnya barisan pekerja teori yang kuat ini, akan tersedialah syarat-syarat untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan atau membuat kesalahan-kesalahan se-kecil-kecil mungkin 'dan bisa dengan cepat melokalisasinya atau memperpendek umurnya jika kesalahan-kesalahan itu sudah timbul.
Jika kita berhasil menjalankan tugas pendidikan ini, maka hasil-hasil yang sudah banyak dan sudah baik sebagai akibat. dari mempersatukan teori dan praktek akan lebih banyak lagi dan lebih baik.
Demikian juga kesatuan pendidikan dengan penyelidikan (research)
akan berkembang disemua lapangan, sehingga pendidikan itu tidak menunggu sampai tahunan untuk menghasilkan buah tetapi menyelenggarakan pendidikan itu sendiri sudah akan membawa hasil-hasil praktis dalam mengubah keadaan. Maka persatuan fikiran, persatuan ideologi, yaitu fikiran atau ideologi Marxisme-Leninisme akan lebih berkuasa didalam Partai kita, persatuan yang diperlukan untuk membikin Partai lebih mampu membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, membikin Partai lebih mampu memusatkan kecerdasan Rakyat Indonesia diseluruh negeri dan mengubah kecerdasan itu menjadi tekad yang bulat dan aksi yang berdisiplin, (tepuktangan).
Kawan-kawan yang tercinta!
Kita akan mencruskan pembangunan Partai dengan semangat yang tidak kurang dari yang sudah-sudah.
Kita akan memperbaiki langgam belajar didalam Partai dan memegang teguh semboyan,,Tahu Marxisme-Leninisme, dan kenal keadaan”. Kita akan lebih mengeratkan pendidikan teori dengan praktek, mengembangkan kesatuan pendidikan dengan penyelidikan.
Kita akan mengutamakan pelajaran filsafat Marxisme-Leninisme disemua tingkat.
575
Kita yakin se-yakin?nya bahwa dengan demikian terlaksanalah apa yang diharapkan oleh Laporan Umum CC kita dan oleh Kongres kita yang bersejarah ini, yaitu,,lebih mengkonsolidasi dans' memperiuas hubungan-hubungan seluruh anggota Partai dengan ber-juta-juta Rakyat pekerja Indonesia, dan memperbesar kemampuan serta kesanggupan Partai melakukan perjuangan yang lebih gigih dalam.
memperjuangkan kepentingan-kepentingan pokok Rakyat pekerja dan seluruh.
Rakyat Indonesia”. (tepuktangan). 1 Dengan disinari Marxisme-Leninisme yang jaya kaum Komunis Indonesia akan melaksanakan dengan penuh kehormatan tugas-tugas yang dihadapinya dalam zaman kini. (tepuktangan). 1 Hidup Kongres Nasional Ke-VI PKI! (seruan,,Hidup!”, tepuktangan).
Hidup dan semakin jayalah Marxisme-Leninisme!
»Hidup!”, tepuktangan lama).
Terimakasih! 4
(seruan
PIDATO KAWAN RAHMAD (Wakil Sekretaris CDB PKI Sumatera Barat)
Kawan?!
Per-tama-tama saya menyatakan persetujuan sepenuhnya terhadap Laporan Umum Comite Central yang. disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, yang sepanjang hemat saya adalah satu penguraian yang sangat jernih tentang situasi dalam dan luarnegeri serta pengalaman? Partai kita selama masa yang ditinjau. Saya juga menyetujui segala kebijaksanaan dan daya-upaya yang telah ditempuh oleh Comite Central, baik dibidang politik maupun bidang organisasi dalam melaksanakan dua tugas urgen yang diputuskan oleh Kongres Nasional ke-V Partai, yaitu tugas penggalangan Front Persatuan Nasional dan tugas Pembangunan Partai.
Dirasakan sekali, bahwa berkat kebijaksanaan dan daya-upaya serta ketangkasan Comite Central yang diketuai Kawan D.N. Aidit dalam menetapkan garis-garis dan taktik-taktik politik serta organisasi selama lebih 5 tahun ini, bukan hanya imbangan kekuatan didalamnegeri yang sudah jauh berubah kefihak yang menguntungkan perjuangan Rakyat, dan revolusi Indonesia telah mengalami lagi gelombang pasang dengan lompatan-lompatan majunya kearah tujuan strategis daripada Revolusi Agustus 1945, akan tetapi juga bersamaan dengan itu posisi Partai dalam kehidupan politik negeri kita sudah semakin baik dengan menempati barisan terdepan dalam perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis, yaitu tempat yang telah disediakan oleh sejarah.
Sebab itu kiranya pada tempatnyalah jika pada kesempatan ini saya menyatakan salut yang se-tinggi?nya kepada seluruh anggota Comite Central, Politbiro, Sekretariat dan Departemen-departemen daripada Comite Central dan ter-lebih-lebih lagi kepada Kawan? Sekretaris Jenderal dan wakil?nya, Kawan? D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Nyoto yang kita cintai, yang telah berhasil menunaikan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Kongres Nasional ke-V Partai dengan sukses-sukses besar.
Selanjutnya, perkenankanlah saya memakai waktu yang pendek ini untuk mengemukakan sekelumit pengalaman Partai kita didaerah Sumatera Barat, mengenai masalah Front Persatuan dalam perjuangan melawan kaum kontra-revolusioner, Dewan Banteng dan nPRRI".
MEN NATA
Kawan?!
Kawan Nursuhud, pembicara pertama dari Sumatera Barat dalam pidato sambutannya telah menguraikan betapa berat dan peliknya situasi yang dihadapi oleh Rakyat dan Partai kita selama hampir satu setengah tahun dibawah telapak kaki kaum militerisfasis, kekuasaan diktatur militer lokal. Kesulitan-kesulitan tersebut pada, pokoknya yalah karena ketika terjadinya perampasan kekuasaan Pemerintahan Daerah Sumatera Tengah oleh Dewan Banteng tang- ' gal 20 Desember 1956, Partai kita berada dalam situasi dimana imbangan kekuatan sangat menguntungkan kaum kepalabatu, yaitu » — jika berpedoman kepada hasil pemilihan umum DPR dan Konstituante y.. — kekuatan kepalabatu lebih besar daripada kom-:
. binasi antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah, dimana lebih '
90Yo daripada posisi-posisi penting disegenap instansi Pemerintah dan
jawatan-jawatan, mulai dari Gubernur sampai kepada Wali-Negeri-negeri ber-.
ada dalam tangan PSI-Masyumi, dimana Masyumi memonopoli kedudukan-kedudukan dalam bagian terbesar daripada lembaga-lembaga yang bersifat sosial dan keagamaan dan dimana juga tidak sedikit daripada perwira-perwira dan komandan? Angkatan Bersenjata, baik tentara KDMST maupun polisi yang bersimpati kepada kedua partai tersebut.
Sudah barang tentu dalam situasi yang demikian, perspektif daripada perjuangan terhadap kaum kontra-revolusioner tergantung - sepenuhnya kepada keuletan Partai kita mengubah imbangan kekuatan yang jauh tidak seimbang itu, yaitu melaksanakan taktik mengembangkan kekuatan progresif, menggalang front persatuan anti-fasis dengan kekuatan tengah serta menarik kedalamnya semua yang dapat ditarik dan dipersatukan, dan dengan sekuat tenaga memencilkan dan memperkecil kekuatan kepalabatu. 1
Untuk memasuki persoalannya, maka saya mencoba merumuskan proses perkembangan front persatuan anti-fasis dalam lima periode yang telah dilaluinya sbb:
Dalam periode pertama: Kekuatan kepalabatu dengan menggu-:
nakan bayonet kaum militeris-fasis berhasil merampas kekuasaan Pemerintahan Daerah dan dengan beringasnya melancarkan pukulan-pukulan yang ber-tubi-tubi terhadap kekuatan progresif dan terhadap kekuatan tengah yang memegang tampuk Pemerintah Pusat. Kekuatan progresif dibawah pimpinan Partai kita terisolasi sendirian, akan tetapi dengan tidak ragu-ragu menyatakan sikap yang tegas. Golongan:
kiri dari kekuatan tengah bersikap pasif dan tidak berani berhubungan dengan kekuatan progresif, sedangkan golongan kanannyi berkapitulasi dan ber-sama-sama dengan sebagian orang-orang trotskis di ' sambil merangkul golongan sentris, mereka turut menyerang kekuatan progresif melalui organisasi-organisasi yang dinamakan,,Badan Aksi
578
Rakyat Sumatera Tengah” (BARST),,,Badan Aksi Keutuhan Republik Indonesia” (BAKRI),,,Badan Pendukung Idee Dewan Banteng” dsb.
Dalam periode kedua: Kekuatan progresif sudah tergembleng dan berpengalaman karena berbagai aksi revolusioner terutama »aksi Agustus” yang heroik. Sayap kiri dari kekuatan tengah mulai ambil bagian dalam front persatuan dan berhasil menarik kembali golongan sentris dan orang-orang non-Partai yang karena naifnya tertarik oleh propaganda-propaganda Dewan Banteng. Orang-orang trotskis yang tadinya tidak mau ketinggalan ambil bagian dalam memukul kekuatan progresif dan PKI, juga mulai menjauhkan diri daripada Dewan Banteng setelah terjadinya perubahan-perubahan politik di Pusat dengan diumumkannya konsepsi Presiden dan disusul oleh terbentuknya kabinet Karya yang disokong oleh partai mereka. Adapun kekuatan kepalabatu mulai merosot dan diancam oleh berbagai kontradiksi dalam kalangan mereka, misalnya, kontradiksi antara Masyumi dengan PSI, berhubung karena PSI hendak memonopoli segala kedudukan-kedudukan penting dan segala fasilitet dari Dewan Banteng: kontradiksi intern Masyumi sendiri antara tokoh-tokoh Riau dengan tokoh? Sumatera Barat, karena Masyumi Wilayah Sumatera Tengah kurang mengindahkan keinginan Masyumi Riau untuk segera direalisasinya Otonomi tingkat I untuk Riau: kontradiksi intern PSI sendiri karena pembagian rezeki yang tidak adil, yaitu hasil barter liar, yang semuanya ini berakibat timbulnya beberapa blok-blok yang bertentangan satu sama lain didalam Dewan Banteng sendiri, misalnya blok Ahmad Husein yang berorientasi kepada Masyumi dengan blok Sofyan Ibrahim yang berorientasi kepada PSI dsb. Dan perpecahan ini juga melantun kedalam kalangan pegawai-pegawai negeri, polisi dan tentara.
. Dalam periode ketiga: Kekuatan progresif terjun kedalam perjuangan bersenjata melawan kontra-revolusi bersenjata, setelah ternyata aksi penggagalan proklamasi,,PRRI” tidak berhasil. Kekuatan kepalabatu sepenuhnya melacurkan diri kepada imperialis dan dengan segala kebengisannya melancarkan teror kebinatangan yang tidak ada taranya terhadap kekuatan progresif dan demokratis.
Adapun kekuatan tengah, karena tidak berani menghadapi gemerincing senjata, tidak mau ambil bagian dalam perjuangan SP kaftan TPI sudah ada komando yang tegas dari Pemerintah Pusat. Mereka dihinggapi penyakit,,menunggu”, menunggu kedatangan APRI. Pee sak ai
Dalam periode keempat: Kekuatan progresif keluar dari perjuangan yang sengit ini dengan martabat politik yang tinggi dimata Rakyat. Kekuatan kepalabatu jatuh tersungkur dan kehi-
579
Lauren AAN
langan martabatnya dikalangan Rakyat, tetapi kekuatan bersenjata - serta sisa-sisa pengaruh politik mereka masih belum lenyap dikalangan massa yang terbelakang. Adapun kekuatan tengah mulai merasa » irihati melihat perkembangan kekuatan progresif dan meluasnya pengaruh PKI. Mereka lalu meloncat kedepan dengan tidak kenal malu memperebutkan hasil perjuangan Rakyat dan mencoba me- » laksanakan politik,,dua-anti” sekaligus, anti-,,PRRI” dan anti- Komunis, sikut kanan dan sikut kiri, tanpa memperdulikan akibatnya terhadap front persatuan yang masih sangat diperlukan dalam melanjutkan penghancuran sisa-sisa kekuatan pemberontak sampai ke-akar2nya. -
Dalam periode kelima: Kekuatan progresif dan kekuatan tengah menandatangani pernyataan bersama yang dinamakan,,Manifes Persatuan” tanggal 17 November 1958, dimana 32 Partai-partai dan organisasi-organisasi serta perseorangan turut membubuhkan tandatangan.
Manifes Persatuan memuat 11 fasal prinsip dan tuntutan kepada Pemerintah Pusat antara lain yalah: bahwa tugas pokok bersama.
masih tetap yaitu melanjutkan perjuangan menumpas sisa-sisa kekuatan pemberontak sampai ke-akar?nyas bahwa untuk kepentingan perjuangan ini perlu menggalang front persatuan dikalangan semua kekuatan anti-,,PRRI” sebagai syarat mutlak dengan menyampingkan hal-hal yang mungkin merusak front ini mendesak Pemerintah Pusat untuk melanjutkan tindakan tegasnya dan menolak kompromi dengan pemberontak dalam bentuk apapun juga:
menuntut diikutsertakannya Rakyat disegala bidang yang berhubungan dengan pemulihan keamanan dan menormalisasikan keadaan, menyokong dan menuntut dilaksanakannya demokrasi terpimpin dan konsepsi Presiden 10096: dan bersepakat untuk menyelenggarakan Musyawarah Besar Rakyat Sumatera Barat untuk menuangkan dan - mengembangkan ide daripada Manifes Persatuan tersebut dikalangan Rakyat Sumatera Barat. Kekuatan kepalabatu sudah semakin terpencil dan diskredit dikalangan Rakyat, kecuali karena dinyatakannya partai-partai mereka sebagai partai terlarang didaerah bergolak, lebih-lebih lagi karena mereka tidak diberi tempat didalam Musyawarah Besar, malahan MBRSB mengambil resolusi khusus, yang menuntut kepada Pemerintah supaya segala mantel-organisasi dari partai-partai terlarang tersebut juga dinyatakan dilarang didaerah Sumatera Barat. Ditandatanganinya Manifes Persatuan dan berlangsungnya MBRSB dengan sukses adalah pernyataan kegagalan daripada politik,,dua-anti”, politik sikut kanan dan sikut kiri, karena ia bertentangan dengan kebutuhan obyektif daripada Rakyat.
Chusus mengenai MBRSB yang dilangsungkan tanggal 9 s/d 15 Februari 1959, Partai kita memberi penilaian sebagai suatu sukses
580
penting dalam. pekerjaan dibidi y MTB fedetak Sala Sha na Dean Aan (1) Bahwa ia digalang atas dasar kesadaran bersama untuk bersatu diantara klas-klas revolusioner, guna memecahkan persoalan yang paling urgen bagi Rakyat Sumatera. Barat, yaitu.
pemulihan keamanan dan menormalisasi keadaan. Oleh:
karenanya ia benar-benar mendapat dukungan daripada massa yang uas.
(2) Bahwa ia adalah satu lembaga yang demokratis, sejauh yang mungkin dicapai pada waktunya, karena ia didahului dengan kampanye yang luas tentang betapa perlunya menggalang front persatuan yang dimaksud menurut jiwa dari:
Manifes Persatuan, yang kemudian disusul dengan Musya-- warah Rakyat pendukung Manifes Persatuan ditiap kabupaten dan kotapraja se Sumatera Barat sebagai persiapan:
untuk Musyawarah Besar, dan pengambilan keputusan-keputusan didalam Musyawarah ini dilakukan secara aklamasi.
Bahwa MBRSB telah berhasil mempersatukan, semua kekuatan anti-kaum-pemberontak kontra-revolusioner kedalam satu front persatuan atas dasar kesatuan program, yakni keputusan-keputusan MBRSB yang meliputi bidang-bidang Pal pa aa:
an, €konomi, sosial dan kebudayaan. Ia telah berhasil mengakhiri se-tidak2nya sangat mengurangi main sikut2an yang
pernah terjadi sebelumnya dan dijelmakannya suasana persatuan: ia telah membentuk mentalitet massa sebagai landasan untuk operasi anti-gerilya selanjutnyas dan ia telah meletakkan dasar untuk saling bantu antara Rakyat dan tentara serta antara Rakyat dan Pemerintah Daerah.
Kawan?!
Dari mempelajari perkembangan front rsatuan - hadapi kaum kontra-revolusioner Semendal dasi Hen aa sampai kepada,,PRRI” dan bagaimana sikap dari kekuatan tengah pada tiap-tiap periode seperti diuraikan tadi dapatlah ditarik 5 kesimpulan yang pada umumnya memperkuat rumusan-rumusan Partai kita, baik Yang tercantum dalam Laporan Umum Comite Central ini maupun Yang tercantum dalam dokumen? Partai pada masa-masa yang lalu.
Lima kesimpulan tsb saya coba merumuskannya sbb:
Mes) Kekuatan tengah pada meletusnya pemberontakan,,PR- RI”-Permesta pada pokoknya belum sampai mengkhianati front persatuan. Usaha kaum kepalabatu menarik golongan kanan kekuatan tengah kefihaknya hanya berhasil dalam beberapa. waktu yang tidak lama dengan cara menunggangi rasa tidak puas yang terdapat pada sementara orang-orang dari golongan itu terhadap tokoh-tokoh
581
pusat mereka dan dengan memberi janji-janji, disamping juga dengan mengadakan intimidasi-intimidasi. Akan tetapi kenyataannya tidak mudah bagi kaum kepalabatu menggunakan orang-orang ini untuk menarik semua kekuatan tengah kefihaknya. Kesulitan tersebut disebabkan karena, secara obyektif kekuatan tengah tidak punya kepentingan -dengan memukul kekuatan progresif, oleh karena, memukul kekuatan progresif diwaktu itu yang nyata-nyata menjadi pendukung yang teguh dari Kabinet Ali-II yakni Pemerintahan yang dipimpin oleh tokoh sentral daripada kekuatan tengah adalah sama dengan membunuh diri, kecuali itu, memang kekuatan tengah di Sumatera Barat secara relatif, jika dibanding dengan didaerah lain tidak mempunyai kedudukan yang kuat..
(2) Pukulan-pukulan yang jitu yang dilancarkan oleh Partai terhadap Dewan Banteng dan dalang?@nya yang diikuti oleh aksi-aksi dari kekuatan-kekuatan progresif telah memainkan peranan penting dalam mendorong terjadinya perobahan-perobahan sikap dikalangan kekuatan tengah.
Ini dimungkinkan karena Partai benar-benar berusaha menguasai situasi, situasi lawan dan situasi sekutu, dan Partai kita dapat menarik keuntungan dari setiap kejadian-kejadian politik, baik nasional maupun dacerah untuk keperluan memperkuat Front Persatuan. Kongres Adat dan Alim. Ulama se-Sumatera misalnya, karena diekspos secara tepat, sudah dapat diubah menjadi gelanggang pertarungan antara blok yang pro Konsepsi Presiden, anti federalisme dan anti Hatta disatu fihak dengan blok yang anti konsepsi Presiden, pro federalisme dan pro Hatta dilain fihak. Ng, 9
(3) Front anti-fasis yang digalang oleh Partai kita tidak berhasil menggagalkan proklamasi kontra-revolusioner,,PRRI” adalah disebabkan karena front persatuan tersebut belum mempunyai fundamen yang kuat, yakni persekutuan buruh dan tani, berhubung masih sangat tercecernya pekerjaan Partai dikalangan kaum tani. Kcsimpulan ini tidak membantah kesimpulan lainnya, bahkan memperkuatnya, yaitu bahwa justru kaum tanilah yang mempunyai andil terbanyak dalam perjuangan menghadapi kaum kontra-revolusioner Dewan Banteng dan,,PRRI”, seperti dalam aksi-aksi demonstrasi, me- Tawan gotong paksa, melindungi dan membantu perbekalan anggota tentara dan polisi yang memisahkan diri dari,,PRRI” dan dalam barisan-barisan gerilya. Pengalaman ini benar-benar memakukan kesedaran bagi Partai kita di Sumatera Barat, bahwa perspektif daripada gerakan revolusioner kita dimasa depan adalah pada perbaikan pekerjaan Partai didesa dikalangan kaum tani. Ia juga sekaligus menjadi 'kunci dari suksesnya penghancuran sisa-sisa kekuatan kaum kontrarevolusioner,,PRRI”. g
(4) Dalam menghadapi sikap ragu?, tidak teguh dan takut
memikul resiko daripada kekuatan tengah, Partai kita telah senantiasa waspada dan telah terhindar daripada kekeliruan-kekeliruan subyektivisme, kesalahan-kesalahan kanan dan,,kiri”. Ketika sementara golongan tengah terpikat oleh propaganda? Dewan Banteng dan ketika golongan kiri dari kekuatan tengah bersikap pasif, Partai telah menunjukkan kesabaran dalam menunggu kebangkitan golongan kanan yang terbelakang dengan tidak sekali-kali memukul mereka sambil dengan penuh harapan mendorong golongan kirinya sehingga dari bersikap pasif menjadi aktif, akan tetapi diketika yang lain, misalnya setelah ternyata aksi penggagalan proklamasi,,PRRI” tidak berhasil dan keadaan mengharuskan untuk mengorganisasi perlawanan-perlawanan yang lebih kongkrit untuk menggerowoti kekuasaan,,PRRI” dari dalam, maka dengan tidak me-nunggu-nunggu kesediaan kekuatan tengah, Partai memutuskan membentuk barisan gerilia, pada saat mana orang-orang dari kekuatan tengah asyik me-nunggu-nunggu sambil ber-doa-doa segera datangnya APRI dari Pusat.
(3) Dengan berpegang teguh kepada prinsip,,perpaduan antara konsesi dan kebebasan dalam front persatuan”, Partai telah bersikap sangat ber-hati-hati terhadap kemungkinan timbulnya kecurigaan?
dari fihak sekutu dalam front persatuan dan telah berhasil mengambil langkah-langkah yang tepat guna menciptakan suasana persahabatan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah. Sebagai contoh misalnya, Partai memutuskan membubarkan barisan-barisan gerilya Rakyat setelah APRI berhasil menguasai kota-kota penting dan menguasai keadaan dan menganjurkan kepada bekas anggota barisan gerilya tersebut untuk tetap membantu APRI dengan memasuki OKR yang dipimpin oleh tentara, Partai menyetujui penertiban Pemerintahan?
Sementara (koordinator-koordinator Pemerintahan sipil yang diangkat oleh Komandan? Team Pertempuran atas usul daripada Rakyat dan yang diangkat oleh Rakyat sendiri di-daerah-daerah yang sudah membebaskan diri sebelum datangnya APRI, penertiban kebawah kekuasaan Gubernur setelah diangkatnya Gubernur/Kepala daerah oleh Missi Hardi tgl. 17 Mei 1958, Partai dan kekuatan progresif tidak memjadi terprovokasi oleh tindakan sikut kanan sikut kiri, politik,,duaanti” dari kekuatan tengah, melainkan dengan tak jemu?nya memperingatkan kepada kekuatan tengah betapa berbahayanya politik »dua-anti” tersebut terhadap front persatuan menghadapi pemberontak,,PRRI”, kemudian setelah kekuatan tengah memang sudah menginsyafi kekeliruan itu, maka ber-sama-sama dengan kekuatan tengah ambil hagian yang aktif menyelenggarakan MBRSB.
Kawan?! Dari pengalaman selama menghadapi Dewan Banteng dan..PRRT”, suatu masa yang belum dapat dikatakan panjang, sesungguhnya telah semakin mengingatkan dan meresapkan kepada
583
seluruh kader-kader kita betapa besar jasanya Kongres Nasional ke-V Partai yang lalu. Ia telah melengkapi kita dengan pengertian, bukan saja mengenai pemecahan masalah pokok dari Revolusi Indonesia akan tetapi juga tentang keharusan menggalang front persatuan dengan burjuasi nasional atau kekuatan tengah meskipun persekutuan itu bersifat labil berhubung dengan watak bimbang dan dualisme dari kekuatan tengah. Adalah tepat sekali perkataan dalam laporan umum yang memperingatkan bahwa tidak begitu mudah buat kekuatan progresif dalam mengembangkan dirinya. Kssulitan-kssulitan yang kita hadapi bukan hanya dari kaum kepalabatu yang sudah terang selalu mengimpikan kehancuran kekuatan progresif, akan tetapi juga kesulitan tersebut ter-kadang?2 datang dari sekutu dalam front persatuan, sekutu yang mudah irihati, yang mau makan nangka tanpa kena getahnya, watak yang menurut pepatah Minangkabau disebut,,Takilek lamang nak duduk, takilek padang nak lari”, ingin keuntungan tanpa berani memikul resiko.
Namun demikian, tidaklah berarti, bahwa kita mengundurkan aktivitet dalam menggalang front persatuan. Berbicara tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, sudah sejak sebelum seorang masuk Partai ditanamkan pengertian oleh Konstitusi Partai, bahwa Revolusi Indonesia akan memakan waktu panjang dan bersifat pelik, penuh unak dan duri ber-liku-liku. Dalam hubungan ini saya rasa Comite Central Partai telah berbuat yang benar, menyokong Kabinet Sukarno/Juanda dewasa ini dengan perumusan, menyokong tanpa reserve tindakan2nya yang maju yang menguntungkan Rakyat, mengkritik tindakan?nya yang ragu-ragu sehingga menjadi maju dan menentang tindakan menteri-menteri yang merugikan Rakyat.
Memang benar dikalangan Rakyat kita banyak timbul perasaan | kurang puas terhadap susunan kabinet sekarang yang belum mencerminkan prinsip kegotongroyongan sesuai dengan hasrat Presiden Sukarno sendiri. Dan jika ada perasaan tidak puas itu maka termasuk didalamnya bagian terbesar daripada Rakyat kita didaerah Sumatera Barat, yang barusan saja keluar dari norakanya tuan ' Natsir, Syafruddin dan kawan-kawan. Jika perasaan kurang puas itu timbul dikalangan Rakyat Sumatera Barat, yalah karena jauh sebelum didekritkannya UUD 45 seluruh Partai dan organisasi yang tergabung dalam MBRSB telah menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap UUD 45, meskipun sementara pimpinan pusat mereka ada yang masih ragu-ragu, prinsip kegotongroyongan benar-benar telah di- ' anggap satu keharusan sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi oleh Rakyat Indonesia, sebagai ganti daripada politik,,sipembelah bambu”, politik diskriminasi?an.:
Meskipun demikian saya menguatkan sepenuhnya peringatan '
584
Kawan D.N. Aidit supaya kita tidak membiarkan berkembangnya perasaan tidak puas itu dikalangan massa Rakyat kita, mendongkol kesana mendongkol kesini. Memang kawan-kawan, apakah yang bisa kita perdapat dengan hanya mendongkol? Sikap kita yang benar yalah seperti yang dikatakan Kawan D.N. Aidit, kita harus bekerja keras dan lebih keras lagi untuk merubah keadaan, merubah kedongkolan itu menjadi kelegaan, ini berarti membikin kegagalan sebagai ibu daripada kemenangan. Dan saya percaya benar-benar, bahwa tak seorangpun diantara kita yang menyangsikan lagi, bahwa hari esok adalah milik Rakyat dan proletariat Indonesia.
Hidup dan jayalah Partai Komunis Indonesia!
585
PIDATO KAWAN SISWOYO (Anggota Sekretariat CC PKI)
Kawan-kawan, meskipun Laporan Umum CC PKI yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit telah kita terima dengan bulat, maka perkenankanlah saya terlebih dulu menyatakan pendapat saya terhadap Laporan Umum CC PKI yang diucapkan oleh Kawan D.N. Aidit, yang pada pokoknya saya menyatakan persetujuan sepenuhnya kepada Laporan tersebut. Saya yakin dengan garis Partai seperti yang disimpulkan dalam Laporan tersebut maka Partai kita akan mampu memimpin perkembangan situasi tanahair kita dalam mendekatkan tercapainya penyelesaian Revolusi Agustus sampai ke-akar?nya.
Jika Kawan Oloan Hutapea tadi secara panjang lebar telah mengupas terutama soal-soal pendidikan didalam Partai, maka dalam kesempatan sambutan saya ini saya akan memusatkan pidato saya mengenai soal pendidikan diluar Partai. Suatu masalah yang makin kita akui pentingnya didalam meningkatkan taraf kebudayaan Rakyat, dalam menciptakan manusia-manusia baru untuk membina Indonesia baru, tetapi juga suatu masalah yang sampai sekarang belum cukup mendapat perhatian dari kita. Dengan makin meluasnya organisasi Partai diseluruh tanahair, dengan makin besarnya pengaruh politik Partai dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, maka segeralah tampil kedepan dengan mendesak masalah pekerjaan pendidikan nasional. Adalah tepat sekali salahsatu tekanan yang diberikan oleh Kawan Aidit dalam laporannya kepada Sidang Pleno ke-VI CC yang menyatakan, bahwa sekarang sudah tiba waktunya bagi Partai untuk bekerja dan memecahkan segala masalah dari gerakan buruh sampai soal-soal rekreasi, dari gerakan tani sampai soal-soal gerakan kanak-kanak.
Apakah tugas pendidikan nasional kita? Dalam hal ini Kawan Kalinin, pedagog proletariat yang besar, mengatakan,,Tugas yang terpenting dan fundamentil dari #endidikan Komunis yalah memberikan bantuan yang sebesar mungkin kepada perjuangan klas kita”. Oleh karenanya kata Kawan Kalinin selanjutnya,,Tidak ada dan tidak akan ada pendidikan didalam masyarakat yang berklas yang berdiri diluar atau diatas klas?” (pidato didalam rapat fungsionaris-fungsionaris Partai Moskow pada 2 November 1940). Kita, khususnya kawan-kawan pendidik Komunis, harus merenungkan dan menggunakan kalimat-kalimat yang singkat dan padat dari Kawan Kalinin ini
586
sebagai pedoman kegiatan-pendidikannya. Sebagaimana kawan-kawan ketahui, tugas nasional proletariat Indonesia yang terdekat yalah menghimpun kekuatan Rakyat dengan seluas dan sekuat mungkin untuk menyelesaikan Revolusi Agustus sampai keakar-akarnya. Dan inilah juga tugas pendidikan nasional kita. Didalam melaksanakan tugas ini, pendidikan nasional kita juga sekaligus bertugas menyiapkan syarat-syarat, baik dalam bidang ilmu maupun dalam bidang moral dan etik, bagi manusia-manusia muda yang kelak akan membangun Indonesia baru yang bahagia bagi kaum pekerja.
Dasar-dasar apa yang mesti kita berikan kepada manusia-manusia muda pembangun Indonesia baru itu?
Pertama, kita mesti mendidik mereka untuk mencintai dan menghormati kerja dan manusia yang bekerja. Moral dan kesopanan burjuasi yang mengagung-agungkan,,raja-raja uang” dan menganggap rendah,,mereka yang bekerja” harus kita ganti dengan moral mencintai dan menjunjung tinggi kerja dan manusia pekerja. Suatu kehormatan untuk menjadi manusia kerja dan sesuatu yang hina untuk tidak bekerja dan hidup dari hasil keringat inanusia lain.
Kedua, anak-didik-didik kita sejak kecil mesti kita didik untuk mengenal dan mencintai tanahair Indonesia. Patriotisme adalah satu prinsip pendidikan kita yang sangat penting. Mesti kita berantas pikiran-pikiran untuk mengejar,,ilmu untuk ilmu” dan menggantinya,ilmu untuk tanahair dan Rakyat”.
Ketiga, suatu hal yang prinsipiil dan sangat mendesak bagi tiap manusia biasa diseluruh dunia yalah masalah perdamaian dunia.
Adalah suatu yang sangat luhur untuk mencintai dan berjuang untuk perdamaian, untuk mencintai sesama manusia dari negeri manapun. Adalah suatu kejahatan untuk merusak cinta kasih aritara sesama manusia.
“Keempat, penyelesaian Revolusi Agustus sampai keakar-akarnya akan lebih cepat tercapai kalau Rakyat makin tinggi taraf ilmu dan kebudayaannya. Juga Indonesia baru yang bahagia bagi manusia pekerja tidak mungkin diwujudkan hanya oleh otak dan tangan manusia yang menyala-nyala semangat revolusionernya saja, tetapi oleh mereka yang menyala-nyala semangat revolusionernya dan juga yang cakap dalam berbagai cabang ilmu-pengetahuan.
Oleh karena itu kita harus mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda kita untuk mencintai ilmu, dimanapun ber-lomba-lomba untuk mengejar dan mengembangkan ilmu, dalam keadaan bagaimanapun juga berpijak kepada pemikiran secara ilmu. Dari mana sumbernya ilmu dan untuk apa ilmu ditemukan? Alam semesta kita penuh mengandung hukum-hukum ilmu-pengetahuan yang tak terbatas. Sebelum manu-
587
EA Dalam pidato ulangtahun Partai ke-39 Kawan D.N. Aidit mene-
“sia ada hukum-hukum alamiah telah ada, tetapi hukum alam ini belum merupakan ilmu karena manusialah yarig mengenalnya, merenung- 'kannya, menyimpulkannya dan akhirnya merumuskannya. Mula-mula di- "temukan berbagai ilmu dalam tingkat yang rendah dan ber-angsur-angsur manusia menemukan, merumuskan lebih sempurna dan menyimpulkan hukum-hukum ilmu tersebut, sampai yang serumit-rumitnya dan yang sepelik-peliknya. Perkembangan ilmu ditemukan oleh manusia ber- "dasarkan praktek kerja mereka dalam mengadakan kontak langsung atau tak langsung dengan fakta-fakta dan realitet alam serta per- 'kembangannya, terutama dalam hubungannya dengan proses produksi. Perkembangan ilmu makin lama makin rumit, makin pelik makin kompleks dan akan berkembang terus, karena perkembangan ilmu mempunyai sifat tak terbatas. Dan perkembangan ilmu ini.makin cepat setelah manusia mulai menggunakan Marxisme seba-:gai senjatanya. Ilmu ditemukan dan dikembangkan oleh manusia “karena manusia membutuhkannya untuk memperbaiki taraf hidupnya, untuk menjaga keselamatannya. Jadi karena perkembangan ilmu sangat tergantung dari manusia maka memisahkan ilmu dari kepentingan manusia apalagi menggunakannya untuk menghancur- 'kan kepentingan manusia, adalah perbuatan jahat, perbuatan tak berilmu dan merusak perkembangan ilmu. Jadi mencintai ilmu 'tak mungkin dipisahkan dengan mencintai manusia karena manu- -sialah pencipta ilmu.
Kelima, kita juga harus mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda kita untuk mencintai ayah dan ibu, sebabnya sangat sederhana, karena ayah dan ibulah yang melahirkan kita dan karena ayah dan ibu mencintai kita. Tiap manusia membutuhkan “keselarasan hidup "dalam keseluruhan kehidupannya, juga dalam hubungan dengan ayah dan ibu dan sebaliknya dari orangtua terhadap anak?nya.
Jadi keselarasan hidup antara ayah-ibu dengan anak?nya adalah sebagian dari kebutuhan mutlak manusia. Oleh karenanya kita tak boleh berbuat yang dapat merusak kebutuhan mutlak tadi dan kita harus mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda kita untuk memelihara dan “memupuk keselarasan hidup tadi. 1 Kawan?, dengan begitu jelaslah bahwa tugas pendidikan ' (kita tidak hanya harus mendidik manusia-manusia berilmu tetapi juga manusia-manusia dengan moral dan etik tipe baru, tipe kaum pekerj
'kankan tentang pentingnya pekerjaan ideologi dari Partai. Ini pen- 'ting dalam hal pembangunan Partai dan dalam melawan musuk-musuk "revolusi kita. Musuh-musuh revolusi kita sekarang ini makin lama makin sulit kedudukannya dalam menghadapi perjuangan Rakyat Indoinesia. Mereka berusaha keras untuk melumpuhkan Partai, untuk
memisahkan Partai kita dari sekutu-sekutu kita, untuk memisahkan Partai dari massa, tetapi hasil dari usaha keras mereka ini justru sebaliknya, yalah justru mereka sendiri yang makin terisolasi dan makin dibenci oleh Rakyat. Hal ini berkat makin meningkatnya kesedaran Rakyat dan berkat makin kuat dan makin tepatnya garis Partai. Tetapi adalah keliru jika kita mengira bahwa dengan begitu musuh lalu mundur dan tidak berusaha keras untuk menebus kekalahannya. Mereka itu kini makin sulit didalam menyerang proletariat Indonesia dan Partainya dalam lapangan politik dan oleh karenanya mereka kini makin keras dan intensif menyerang benteng kita yang sangat penting, yalah benteng ideologi. Mereka memperhitungkan bahwa dengan serangan mereka ini mereka akan dapat mengacaukan jalan pikiran dan akan memperlemah pendirian barisan revolusioner. Segala macam jalan, yang kasar maupun yang halus, mereka tempuh untuk melemahkan benteng ideologi kita.
Dengan melalui penyebaran film, majalah-majalah, piringan hitam, buku-buku ilmu sosial dan politik mereka, dengan melalui,,missi-missi suci”
dan khotbah-khotbah, mereka mengadakan serangan terhadap ideologi kira.
Kita harus membela ideologi Rakyat pekerja, dan tidak hanya itu, kita harus mengadakan serangan kembali. Kita harus membuka kedok mereka dengan kegiatan ilmu, kebudayaan dan kegiatan?
dilapangan ideologi lainnya, hingga terbukalah maksud jahat mereka yang sering mereka tutup-tutupi dengan merek,,ilmu dari dunia bebas”,,,ilmu untuk ilmu”,,,seni untuk seni”,,,kebudayaan tak berpolitik”,..pendidikan yang suci” dsb. Jadi serangan kembali kita harus kita wujudkan dengan meningkatkan dan mengintensifkan pekerjaan ideologi didalam. dan diluar Partai dalam segala lapangan. Pasif dalam hal ini berarti membiarkan benteng kita digerowoti lewat jalan belakang dan berarti membiarkan massa kita diperlemah kesedarannya.
Dalam hubungan dengan perjuangan ideologi diluar Partai ini saya sangat setuju terhadap isi pidato Presiden Sukarno yang beliau ucapkan sebagai bagian manifes politiknya dalam peringatan ulangtahun RI yang ke-14 baru-baru ini, yang mengenai perjuangan terhadap imperialisme dalam lapangan kebudayaan yang berbunyi,,........., bahwa dus tidak benar, kalau dikira bahwa kita kanya mengikhtiarkan 'sandang pangan" saja. Demikian pula tidak benar, kalau orang mengira bahwa, karena fasal 3 program berbunyi 'melanjutkan perjuangan menentang imperialisme ekonomi dan imperialisme politik', maka kita tidak akan mengambil pusing hal imperialisme-imperialisme lain, misalnya imperialisme kebudayaan”. Selanjutnya beliau mengatakan:,,Dan engkau, hai pemuda-pemuda dan
589
pemudi-pemudi, engkau yang tentunya anti-imperialisme ekonomi dan menentang imperialisme ekonomi, engkau yang menentang imperialisme politik — kenapa dikalangan engkau banyak yang tidak menentang imperialisme kebudayaan-? Kenapa dikalangan engkau banyak yang main rock-n-roll-rock-n-rollan, dansi2an ala kha-khakha, musik2an ala ngakngikngek gila?2an dll. sebagainya? Kenapa dikalangan engkau banyak yang gemar membaca tulisan-tulisan dari luaran, yang nyata itu adalah imperialisme kebudayaan? Pemerintah akan melindungi kebudayaan nasional, dan akan membantu berkembangnya kebudayaan nasional, tetapi engkau pemuda-pemudipun harus aktif ikut menentang imperialisme kebudayaan dan melindungi serta memperkembangkan kebudayaan nasional”. Kita tidak hanya setuju sepenuhnya terhadap ucapan Presiden Sukarno dalam perjuangan anti-imperialisme dalam bidang ideologi ini, tetapi kita harus memperinci garis2nya dan membantu pelaksanaannya. Pekerjaan ideologi diluar Partai juga mempunyai pengaruh terhadap pekerjaan pembangunan ideologi Partai. Pekerjaan dalam bidang pendidikan dan pengajaran adalah salahsatu pekerjaan yang penting dalam perjuangan dalam front ideologi kita, didalam meningkatkan kesadaran dan ketangkasan politik massa, didalam membangun manusia baru.
Situasi pendidikan dan pengajaran di Indonesia sekarang ditandai oleh meningkatnya kehausan belajar dari Rakyat dan pemu-.
da-pemuda pada umumnya, oleh meluasnya inisiatif dan kegiatan Rakyat didalam memecahkan soal ini. Dilain fihak pemerintah sekarang belum mampu memecahkan masalah nasional ini secara ' integral dan belum mampu mengimbanginya dengan tindakan dalam garis politik, dalam penyusunan tenaga dan organik, dalam melengkapi syarat-syarat finansiil dan materiil. Contoh-contoh yang menyolok dari kejadian yang tragis ini misalnya: di-tengah-tengah anak-anak kita pada berebut untuk mendapatkan tempat di SR maka lebih dari 40.000 guru lulusan SGB yang menganggur, dari 29.466 sekolah Rakyat Negeri untuk tahun pelajaran 1957-1958 diseluruh Indonesia hanya ada —- 2.000 buah yang mempunyai gedung dan syarat-syarat yang mendingan.
(belum lengkap): di-tengah-tengah orang menjerit karena sulitnya pengangkutan-laut dan sungai maka di Indonesia negeri kepulauan ini hanya ada satu STM perkapalan, di-tengah-tengah orang sibuk mempersoalkan buku cabul dan yang merusak lainnya untuk digantinya.
dengan buku bacaan yang bermanfaat dan patriotik maka Kementerian Keuangan meneruskan pajak yang berat terhadap penga-s rang-pengarang kita. Juga anggaran-belanja pemerintah untuk.
pendidikan ini ternyata bukannya naik malahan turun persentasenya dari anggaran-belanja negara seluruhnya pada akhir-akhir tahun-tahun ini
590
yalah misalnya dari Rp. 1.641.982.500,— dari Rp. 25.412.010.
300,— atau 6,496 untuk tahun anggaran 1958 menjadi Rp.
1.692.000.000,—.dari Rp. 28.569.000.000,— atau 5,9294 untuk tahun anggaran 1959. (Angka-angka ini diambil dari penerbitan KPPK).
Sudah tentu ini semua tidak se-mata-mata karena kesalahan pemerintah tetapi sebagai warisan dari negara jajahan, dan karena kegiatan kaum kontra-revolusi seperti pemberontak DI-TII,,,PRRI”- Permesta. Dilain fihak situasi pendidikan ini kini juga ditandai dari adanya semangat yang kuat untuk mempertegas tujuan pendidikan dengan memasukkan patriotisme sebagai unsur pokok dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Juga' pikiran untuk memasukkan jiwa perdamaian sebagai salahsatu unsur dalam pendidikan makin berkembang. Kekurangan yang menyolok yalah belum adanya perincian dalam isi dan cara memberikan. Juga kini ada kegiatan yang agak meluas dalam dunia pendidikan untuk menemukan sistim pendidikan yang baru. Adalah kewajiban kita untuk ikut berusaha mengambil bagian dalam kegiatan patriotik ini. Seterusnya perlu menjadi perhatian kita bahwa kini klas-klas dan golongan lain juga menunjukkan kegiatan dalam lapangan ini, tetapi bagaimanapun juga adanya perbedaan?, malahan kadang-kadang adanya pertentangan-pertentangan, antara kegiatan dan pendirian kita dengan mereka, tetapi yang terang bahwa front patriotisme dalam dunia pendidikan dan pengajaran merupakan kekuatan yang besar dan makin besar. Satu seal lagi yang kini menjadi persoalan yang hangat dan prinsipiil dalam lapangan ini yalah perjuangan antara yang ingin memasukkan pelajaran agama sebagai pelajaran yang pokok dalam sekolah-sekolah umum dan sekolah-sekolah negeri dan mereka, termasuk kita, yang menolak keharusan itu. Kita berpendapat agama harus dipisahkan dari soal-soal kenegaraan, agama adalah soal pribadi masing-masing.
Membicarakan pekerjaan dalam bidang pendidikan adalah tak lengkap dan praktis tak ada artinya tanpa membicarakan masalah guru. Tiap-tiap hari seperempat waktu dari anak-anak dan pemuda-pemuda kita ada dalam tangan guru. Oleh karena itu apa yang diajarkan dan dididikkan oleh guru mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada para anak-didik, baik dalam cara berfikirnya maupun dalam jiwanya. Guru mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk sang anak. Lihatlah apa yang dikatakan Kawan Kalinin dalam hal ini.,,Pekerjaan mengajar adalah sangat sulit dan besar tanggungjawabnya. Memberikan pelajaran mengenai mata-pelajaran sudah tentu adalah pekerjaan yang pokok, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa para murid mengikuti para pengajar. Inilah sebabnya mengapa pandangan-dunia para pengajar, budi-pekertinya, kehidupannya, cara yang dia gunakan untuk mempersoalkan
591
KALA PETA A LA TPP PAN NN
Hala dh dan lain" dal hi terdiri dari mereka yang sadar dan mengabdikan dirinya untuk ter- SN Ba aa Bana Sa At map ah PA Ran capainya cita-cita klas buruh. Apakah guru revolusioner itu?
Sa Ng been dika “dikatakan bahwa seorang Eta ata Guru revolusioner adalah guru yang tidak boleh menempatkan
5 £ € 2 Hay £ pekerjaan pendidikan diluar atau diatas perjuangan klas, adalah pengajar, jika dia mempunyai kewibawaan Yang besar, akan me- f guru yang membantu perjuangan proletariat dan kaum pekerja
» ninggalkan jejak pengaruhnya terhadap anak-didiknya dalam ke- 3 Indonesi MANA AAA: 1 hidupannya untuk seterusnya. Oleh karenanya adalah sangat pen- TI Oncsa -mencapat Uita'nya, adalah guru yang menggembleng ting, bahwa para guru sangat hati-hati terhadap dirinya, bahwa dirinya anak-didiknya supaya kelak menjadi pembangun Indonesia baru
$ 5: 5 £ 1 yang bahagia bagi Rakyat pekerdia. rolusi, y - sadar dalam keadaan dikontrol, dimana budi-pekerti dan tindakan-tindakan- da Dal ag pi Hina Ti EL Ba Na Me H3 2 nya selalu terbuka, dan dikontrol dengan keras se-akan-akan orang lain nya dan berusaha terus dengan tekun dan teliti untuk lebih menguadidunia tidak ada Yang menyamainya. Ber-lusin-lusin mata anak-anak melihat: sainya. Guru revolusioner adalah guru yang memiliki dan dapat dia dan mata anak-anak sangat apa bakan, sangat Mapan dan menggunakan cara-cara mendidik dan cara mengajar anak-didikuya, menangkap......... (kutipan dari pi atonya dimuka konferensi yang mengajar dan mendidik dengan bahasa yang sederhana, yang Pan dan pengajar yang terbaik dari kota Tan de pa 7 wajar dan menjiwai dan dengan semangat yang me-nyala-nyala.
ai nasa er 1938). Olel Reg Bana nan He “ Guru revolusioner ini baru bisa tersenyum, baru bisa merasa pem an Yang sangat penting bagi manusia-manusia pembangun Indo- lega kalau dia mempunyai keyakinan yang me-nyala-nyala bahwa anak- Pa atu, 1: NN / didiknya kelak akan menjadi pembangun? Indonesia yang bahagia Juga guru dapat diibaratkan sebagai kunci dari mana orang 3 bagi kaum pekerja, bahwa anak-didiknya sekarang adalah anak-anak dapat Penak ana sanak Tanam dan Member prak Pos dan pemuda-pemuda yang mencintai tanahair dan Rakyat Indonesia, yang an nasional. Oleh karenanya pekerjaan kita Untuk menghirs, mencintai orangtua dan keindahan alam, tetapi juga sekaligus pun para pelajar, untuk mengorganisasi kaum pionir, untuk me- anak-didik-didik yang mencintai ilmu dan kemajuan, nyiapkan tenaga-tenaga muda yang patriotik dan ahli dalam berbagai Perkenankanlah saya menambah sedikit uraian saya tentang pelapangan akan kurang berarti, akan tidak scimbang dengan jerih- | ranan guru ini dengan rol guru teknik, baik teknik yang meliputi payah kita, jika kita tidak bekerja dengan lebih baik lagi dika- ilmu-alam dan ilmu-pasti, maupun ilmu-ilmu-pengetahuan biologi. Guru-guru langan guru, Tegasnya kita kaum Komunis harus bekerja lebih teknik ini selain mempunyai peranan seperti guru pada umumnya, baik dan lebih giat lagi dikalangan guru, baru kita bisa berbicara: maka kekhususannya yalah mereka mempunyai peranan. yang pen- Me ad haridepan Indonesia yang patriotik dan ahli pasti akan ting untuk mempertinggi ketangkasan dan kecekatan pemuda-pemuda dan apai.: 5 2 ng 5 Rear
| Untuk dapat bekerja yang baik dikalangan guru perlu kita” Sakyak Pen Mona mengembangkan cara berfikir yang memperhatikan berbagai hal. Guru tertarik kepada suatu gerakan: La He Andi i BAN karena kepentingan perishidupanaya. Guru yang se IN Oleh karena itu seorang Komunis Yang menjadi guru teknik
diati, guru yang patriotik, yang mencintai Ilmu dan anak-didiknya Darus berusaha dengan se-baikenya untuk sekaligus menjadi seorang juga akan tertarik dala tata, gerakari, karena soal ilmu) State bolitikus, seorang organisator, seorang teknikus dan seorang pennan singa Bat didik.
karena soal-soal pendidikan. Jadi dalam bekerja dikalangan guru Sampai dimana luasnya pekerjaan kita dalam lapangan pen- Yata Pempanyai dua Neni polak ang Sma peratnya aa Yang 4 didikan nasional ini? Disatu fihak kita merasa bahwa pekerdraan SAYA ag ta an Rugi Pad ka HA Ona ag aa Fire f dalam lapangan ini makin meluas, makin meliputi berbagai cabang meryrkan soal nasibnya, soal gaji, hak pensiun, ds «dan sekali. 9 pekerjaannya. Dikalangan pelajar, dalam sekolah-sekolah partikelir, digus kita harus memikirkan untuk mencari sistim pendidikan yang kalangan guru dan dikalangan anak-anak, kita sudah mulai bekerja sempurna, untuk memecahkan buku bacaan anak?,.memecahkan dan makin luas pekerjaan kita. Malahan suatu hal yang mengcara ber-main-main anak, cara berdarma-wisata yang bersifat mendidik, € gembirakan bahwa akhir-akhir ini dan meskipun dalam keadaan yang TN disamping 'kita harus bekerja dikalangan guru ank masih sangat terbatas, kita juga sudah mulai bekerja dalam masavas dengan batas-batas patriotisme dan ilmiah, maka Lita harus nene " lah isi pelajaran, macamnya buku pelajaran dan alat: peraga.
'bangun barisan guru yang revolusioner, guru tipe baru, yang intinya Itu disatu fihak. Difihak lain kita masih mempunyai kekurangan
592 593
yang menonjol yalah kita belum cukup banyak berbicara dan memecahkan mengenai isi dan sistim pendidikan, hingga dapat seimbang engan makin besarnya kegiatan dan pentingnya masalah itu. Hal ini lebih-lebih lagi menonjol kepentingannya mengingat dunia pendidikan sekarang sedang mencari isi dan sistim pendidikan yang se-baik2nya untuk Indonesia.
Berbicara mengenai pekerjaan Partai di-sekolah-sekolah partikelir, maka dapat kita katakan bahwa sebetulnya sudah agak lama kita bekerja. Diberbagai daerah ada kawan-kawan guru yang mendirikan atati yang bekerja disekolah partikelir dan menjalankan kegiatannya dengan se-baik2nya. Tetapi umumnya kegiatan ini sangat kurang terpimpin dan tanpa garis yang jelas dan seragam. Keadaan ini mesti kita akhiri. Kita harus mengadakan langkah-langkah untuk memusatkan kegiatan ini, untuk meluaskannya keseluruh tanahair, untuk menyeragamkan garis organisasi, garis isi dan sistim pendidikan.
Kita harus berusaha menjadikan sekolah partikelir ini meluas mengenai murid, guru dan sekolahnya, patriotik isinya dan tinggi mutu pelajarannya. Kegiatan kita ini juga sekaligus akan merupakan bantuan bagi pemerintah yang belum mampu menampung seluruhnya kegiatan belajar dari Rakyat.
Kawan-kawan.
Tidak lengkap kiranya kalau saya tidak berbicara mengenai bidang pendidikan diluar sekolah-sekolah biasa, meskipun barang sekedarnya. Mengenai pendidikan anak-anak diluar sekolah mestinya ada dua lapangan yang perlu dikupas, yalah pendidikan dirumah dan pendidikan didalam masyarakat. Tetapi didalam kesempatan sambutan ini saya hanya mengupas pendidikan didalam sekolah karena ini yang terpenting.:
Mengenai Universitas Rakyat. Mengenai tugas-tugasnya kiranya kawan-kawan sudah cukup mengetahuinya yang pada pokoknya untuk terutama mendidik orang progresif diluar Partai, dan sudah tentu juga untuk anggota? Partai, tentang teori revolusi dan tentang ilmu-pengetahuan lainnya. Sasaran siswanya terutama adalah aktivis-aktivis organisasi Rakyat. Dengan begitu diharapkan bahwa Universitas Rakyat akan ikut menyumbangkan jasanya dalam kegiatan pendidikan revolusioner, didalam mempertinggi tingkat pengetahuan teori aktivis-aktivis Rakyat, didalam mempertinggi kecintaan mereka akan ilmu dan Rakyat. Perkembangan selama hampir setahun ini ialah disamping perkembangannya di 10 kota dan beratus-ratus langganan diktatnya, juga masih banyak kesulitan-kesulitan teknis yang belum dapat diatasi dengan baik. Sepanjang pengalaman selama ini, ketekunan, ketelitian dan kecintaan akan ilmu adalah syarat yang sangat menonjol bagi guru, pengurus dan siswa untuk ber-
594 «
kembangnya Universitas Rakyat. Kita mesti menjadikan Universitas Rakyat, sebagai salahsatu pembantu yang penting untuk pekerjaan kita dalam front ideologi.
Kursus-kursus pengetahuan umum yang kini juga terdapat semakin luas perlu menjadi perhatian kita. Disitu pemuda dan massa pada umumnya mendapatkan pengetahuan umum secara populer dan praktis dalam berbagai cabang pengetahuan untuk tujuan-tujuan yang segera dapat dipraktekkan dalam masyarakat. Pada kursus-kursus itu massa menggunakan waktunya untuk tujuan-tujuan? ilmiah dalam bentuk-bentuk yang praktis. Titik-berat pelajaran yang diberikan hendaknya diusahakan pelajaran-pelajaran praktis dari berbagai cabang ilmualam-pasti dan ilmu-hayat. Apa sebabnya, bukan ilmu-ilmu yang tergabung dalam cabang ilmu-sosial-politik? Sebabnya yalah karena cabang-cabang ilmu-sosial-politik supaya terutama diajarkan oleh Sekolah-sekolah Politik Partai, oleh kursus-kursus kader dan anggota dari Pemuda Rakyat dan organisasi massa revolusioner lainnya. Dan dengan menitikberatkan pelajaran cabang-cabang ilmu-pengetahuan yang cxact, maka selain hal ini akan mempunyai arti praktis dalam kehidupan masyarakat se-hari-hari, juga akan mempertinggi cara berfikir yang rasionil dari Rakyat.
Mengenai pemberantasan butahuruf sudah lama kita mengenalnya sebagai langkah pertama yang sangat penting untuk melaksanakan revolusi kebudayaan terutama di-desa-desa, Tetapi sampai dimanakah luasnya kegiatan kita dalam lapangan ini hingga cukup seimbang dengan pentingnya persoalan, masih merupakan pertanyaan.
Masih merupakan persoalan sampai dimana ketentuan dan petunjuk kerja CC sudah digunakan dengan se-baik2nya, sampai dimana pekerja-pekerja pemberantas butahuruf kita sudah kita organisasi dengan baik. Usaha PBH dari fihak manapun harus kita sokong, disamping kita sendiri dan organisasi-organisasi revolusioner, baik secara sendiri-sendiri maupun ber-sama-sama harus giat dan menjadi pendorong, baik dengan bantuan maupun tanpa bantuan pemerintah. Pelaksanaan PBH kita tidak boleh berhenti pada huruf, anak-kata maupun kata saja, tetapi mesti kita hubungkan dengan penghidupan, kehidupan dan perjuangan massa itu sendiri. Dengan begitu kita meningkatkan kebudayaan dan sekaligus kesedaran politik Rakyat.
Demikianlah kawan-kawan kata-sambutan saya, yang pada pokoknya selain saia menyetujui sepenuhnya laporan Kawan D.N. Aidit, juga saya menengahkan dan menekankan tentang pentingnya bidang pendidikan nasional sebagai salahsatu lapangan yang sangat penting dalam pekerjaan front ideologi kita. Dengan begitu maka kegiatan revolusioner Zalam front ideologi akan seimbang dengan meningkatnya kesedaran politik Rakyat. Dengan makin kuatnya front
595
ideologi kita ini maka musuh-musuh revolusi akan lebih mendapatkan pukulan-pukulan yang menentukan. f £ Sambutan saya ini saya akhiri dengan menyerukan:
Hidup Partai kita, Partai Komunis Indonesia!
Hidup Marxisme-Leninisme yang jaya dan tak terkalahkan '
PIDATO KAWAN SUHARTI
(Wakil Ketua DPP Gerwani)
KAWAN-kawan,
Dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit dinyatakan, bahwa:
»Mayoritet yang sangat besar dari massa wanita adalah yang paling tertindas hidupnya sebagai akibat daripada krisis ekonomi yang terus-menerus mencengkeram negeri kita. Mereka adalah korban pertama daripada merajalelanya pengangguran, kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan ekonomi dan sosial dinegeri kita”. Semuanya ini adalah sepenuhnya benar. Sebagai akibat dari kedudukan Indonesia yang belum merdeka penuh dan masih setengah-feodal, maka kaum wanita disamping menjadi korban dari krisis ekonomi, juga mengalami segala macam diskriminasi yang melewati batas.
Adalah satu kenyataan, bahwa sebagian besar dari mereka adalah wanita tani. Karena masih bercokolnya sisa-sisa feodalisme didesa dalam bentuk monopoli atas tanah oleh tuantanah, dalam bentuk sewatanah yang berwujud barang dan berwujud kerja, dalam bentuk hutang-hutang yang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak terhadap tuantanah?, dan dalam bentuk tradisi-tradisi serta hukum?
adat yang kolot dan reaksioner, maka kaum wanita jugalah yang memikul beban penindasan sisa-sisa feodalisme ini. Kecuali penghasilannya tidak cukup untuk meringankan beban hidup sekeluarga, kaum wanita tani mengalami perbedaan-perbedaan upah kerja seperti yang kita lihat di-desa-desa, yaitu misalnya upah untuk bekerja disawah buat wanita adalah Rp. 7,50 dengan tidak makan siang, sedangkan bagi laki-laki adalah Rp. 15,— dengan makan siang. Disamping itu sekedar jaminan sosialnya tidak ada samasekali. Didesa tidak ada poliklinik atau balai bidan, sehingga tidak ada pertolongan bagi kaum wanita yang hamil dan melahirkan anak, kecuali dari dukun.
Dan sambil menggendong anak mereka itu mengerjakan pekerjaan diladang atau pekerjaan lainnya seperti membereskan rumahtangga, mengerjakan pekerjaan-tangan, misalnya menganyam kajang, menganyam tikar, membikin periuk dsb. Kaum wanita tani adalah wanita yang tidak mengenal masa-mudanya, karena mereka itu sebagian besar menjadi korban dari perkawinan anak-anak dan perkawinan paksa. Perceraian se-wenang-wenang adalah kebiasaan yang banyak dialami didesa sehingga membikin terlantarnya anak-anak dan
597
keluarga. Hak mereka untuk memiliki tanah, hak waris yang adil 'dan sama, hak memangku jabatan sebagai pamong desa dsb.
masih belum ada walaupun sudah ditandatangani konvensi hak-hak wanita. Keterbelakangannya terlihat dari banyaknya wanita tani yang butahuruf. Oleh karena kaum wanita tani merupakan tenaga produktif yang penting didesa, yaitu mengerjakan berbagai pekerjaan diladang, menyebar bibit, menanam, menyiang, memotong
padi dst., maka pekerjaan Partai dikalangan wanita tani merupakan pekerjaan yang penting pula. Dengan memperhatikan waktu "
terluang yang ada pada kaum wanita tani penggarap dan dengan memperhatikan kepentingannya, maka Partai berkewajiban untuk dengan penuh kesabaran mengorganisasi wanita tani bersatu dalam gerakan tani revolusioner untuk menuntut pengurangan sewatanah bagi penggarap, yaitu untuk penggarap minimum 6 bagian sedangkan untuk tuantanah maksimum 4 bagian.
Demikian tentang wanita tani. Sedangkan mengenai kaum buruh wanita seperti halnya dengan kaum buruh Indonesia pada umumnya mereka mengalami kehidupan yang bertambah berat, akibat krisis ekonomi. Jumlah kaum buruh wanita adalah besar, yaitu menurut sumber dari Dewan Nasional SOBSI berjumlah kl. 3070 dari seluruh kaum buruh. Lapangan kerja mereka yalah di: perusahaan rokok 6096, perusahaan tekstil dan pakaian 3096, perkebunan 4576, percetakan 2096, perusahaan obat2an 3096. Selain itu mereka banyak yang bekerja dijawatan kesehatan, pos dan tilpun. Untuk mengetahui keadaan buruh wanita ini penting sekali ta mengenal persoalan upah, jaminan sosial dan kesempatan keryanya.
Mengenai upah, sesuai dengan diratifikasinya konvensi ILO No. 100 semestinya harus sama untuk pekerjaan yang sama nilainya, sebab menurut ketentuan resmi tidak ada perbedaan upah antara buruh wanita dan.laki-laki. Tetapi dalam prakteknya masih terjadi diskriminasi seperti contoh-contoh- sebagai berikut: Diperusahaan beras, upah buruh laki? Rp. 7,— tetapi buruh wanita Rp. 5,65 sehari, diperkebunan Sumatera Utara upah buruh laki-laki Rp. 4,80, buruh muda (termasuk buruh wanita muda) 8094 dari Rp. 4,80 yaitu Rp. 3,84, sedangkan buruh wanita yang suaminya kerja mendapat upah sama dengan buruh muda, serta diperusahaan gas dan listrik upah buruh laki-laki Rp. 13,25 tetapi buruh wanita upahnya hanya Rp. 8,25.
Kecuali masalah diskriminasi, juga jaminan sosialnya memang masih sangat kurang. Jaminan sosial yang khusus bagi buruh wanita menurut Undang-undang, seperti hak cuti haid dan hamil, banyak belum dilaksanakan atau dilaksanakan dengan pembatasan-pembatasan. Peng-
598 "
gunaan jaminan cuti selama haid dan hamil dibanyak -tempat malahan dijadikan alasan untuk memecat buruh wanita. Jaminan sosial lainnya yang menjadi kebutuhan urgen yalah tempat ' penitipan bayi, tempat berobat dan biro konsultasi bagi kaum ibu yang samasekali belum diusahakan oleh perusahaan tersebut.
Mengenai kesempatan kerja, pada umumnya buruh “wanita 4 mendapat kesempatan kerja dalam pekerjaan yang tidak memer- Yukan latihan atau pendidikan kejuruan tertentu, pekerjaan seperti menjadi mandor, pengawas, kepala dan lain?nya pada umumnya tidak boleh dilakukan oleh buruh wanita. Para pegawai wanita mengalami diskriminasi dalam hal kenaikan pangkat dan pengangkatan pegawai, walaupun mereka tidak mengalami perbedaan upah seperti buruh wanita yang disebut diatas.
Mengingat hal tersebut diatas, maka pekerjaan Partai dikalangan buruh wanita yalah untuk menanamkan kesedaran mereka yang lebih tinggi untuk mengambil bagian dalam memperkuat perjuangan Serikatburuh dalam melawan diskriminasi, pemecatan, mencegah kenaikan harga, dan berjuang untuk kenaikan upah, kenaikan pangkat serta jaminan sosial lainnya.
Wanita rumahtangga yang juga berjumlah besar, yalah kaum wanita yang hanya mengurus rumahtangga dan menerima serta memutarkan upah dari suami atau keluarganya. Kehidupan mereka sangat tergantung dari penghasilan suaminya, yang sangat tidak mencukupi, lebih-lebih dengan adanya kenaikan harga yang senantiasa melonjak tinggi. Dengan jalan mengembangkan koperasi-koperasi Rakyat pekerja seperti yang disebutkan dalam Laporan Umum itu, maka kebutuhan wanita rumahtangga tersebut dapat diringankan.
Tidak kurang pentingnya pula peranan wanita intelektuil, yang disamping mengalami kesulitan seperti yang dihadapi oleh kaum intelektuil pada umumnya, masih berkewajiban ikutserta bertanggungjawab mensukseskan perjuangan emansipasi wanita.
Tidak jarang terjadi bahwa wanita intelektuil yang mendapat pendidikan cukup tinggi, setelah berumahtangga menjadi wanita rumahtangga biasa, dan mengalami kerepotan sehingga pengetahuannya tidak bisa disumbangkan untuk kemajuan masyarakat.
Dengan memperhatikan kepentingan mereka sebagai isteri, ibu dan pekerja, maka Partai berkewajiban memperbaiki pekerjaan dikalangan wanita intelektuil, terutama dalam hal mengatasi kesulitan-kesulitannya dan mengembangkan bakatnya, sehingga mereka ber-sama? Rakyat ikutserta dalam perjuangan emansipasi wanita.
KAWAN?,
Oleh Kawan D.N. Aidit dalam Laporan Umumnya telah dinyatakan, bahwa kita berkewajiban mengkombinasikan dua peker-
599
— jaan, yaitu bekerja secara ber-kobar-kobar dan bekerja secara tekun
dikalangan massa, sehingga kita selalu,.berjalan dengan dua kaki”.
! Ketentuan itu berlaku juga bagi pekerjaan kita dikalangan massa wanita. Selama ini Partai memang sudah lebih banyak memberikan perhatian terhadap masalah wanita. Misalnya, dalam hal gerakan Maisuri, gerakan anti-Attamimi, gerakan memperjuangkan Undang? Perkawinan, gerakan membela hak-hak wanita di Konstituante, gerakan menentang berlakunya berbagai diskriminasi seperti pencalonan dan pengangkatan lurah wanita, dll. Aksi-aksi politik yang ber-kobar-kobar sudah banyak dijalankan, tetapi hal ini kurang seimbang dengan aksi-aksi sosial-ekonomi dikalangan wanita yang harus diorganisasi secara tekun. “Ini perlu segera diatasi, yaitu dengan mengadakan pekerjaan-pekerjaan praktis yang tekun mengenai kepentingan wanita dari berbagai golongan tersebut diatas untuk memenuhi kebutuhan mereka dan membantu mereka dalam memecahkan kesulitannya se-hari-hari.
Pembelaan hak wanita sebagai ibu, isteri, pekerja, warganegara bisa sukses, jikalau diusahakan kerjasama yang luas dengan 4 bagai golongan wanita, Dalam hal ini perlu diperhatikan kewajiban kita untuk disatu fihak membuang sikap-sikap yang sektaris yang terdapat dikalangan sementara kader wanita Partai, tetapi difihak lain untuk menanamkan kesedaran agar tidak tenggelam dalam kerjasama tersebut, sehingga kehilangan kebebasan dan inisiatif Partai.
Mengenai perbaikan pekerjaan Partai dikalangan wanita, terutama didalam Partai sendiri, Konferensi Wanita Komunis merupakan peristiwa yang penting. Sebagai hasil Konferensi tersebut yang diselenggarakan secara regional maupun nasional dalam rangka mensukseskan plan 3 tahun, maka Partai sekarang ini sudah lebih baik dalam pekerjaannya untuk meluaskan anggota wanita Partai, membentuk serta memelihara Grup-grup wanita, serta menentukan petugas? Comite dalam Departemen Wanita CC dan Bagian Wanita di CDB/Secom. Disamping itu juga Partai lebih baik menjalankan pendidikan 'dikalangan anggota wanita Partai misalnya dengan memperbanyak KPS, KPSS, SP khusus untuk anggota wanita. Persentase keanggotaan wanita meningkat dari 1000 orang diwaktu sebelum Kongres ke-V atau hanya 196, menjadi 150.000 atau 1096 (tepuktangan) dan kini menjadi 250.000 atau 1796. (tepuktangan). Sekalipun anggota wanita Partai kini telah meningkat menjadi 250.000 orang atau 1796 dari seluruh keanggotaan Partai, tetapi dibandingkan dengan jumlah pemilih wanita Partai yang kuranglebih berjumlah 4 juta maka jumlah tersebut belum seimbang. Oleh karena itu tugas kita sekarang yalah terutama mendidik anggota wanita Partai, memelihara dan meningkatkan ke-
600
annya dalam mengerjakan tugas? Partai supaya memudah- Ta Sa PA Teanggotasn Partai selanjutnya dikalangan wan Saya sependapat dengan apa yang dinyatakan Oleh kanan o.N.
Aidit, bahwa:,,Kewajiban Partai kita yalah mendidik wanita yang berkepribadian tipe baru, yaitu yang inteleknya, Ikemauganya st perasaannya berkembang se-luas?nya dan se-dalam?nya, agar mera a tidak hanya dapat membeberkan kekurangan-kekurangan masyarakat sei ayang tetapi juga tahu menyinari semua broblim perjuangan wanita untuk emansipasi dan untuk Indonesia baru dari semua segi, agar semua problim dapat dipecahkan”. (tepuktangan).
KAWAN?,
Mengenai masalah mendidik dan memelihara anggota-anggota wanita Partai, saya mengajukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Memelihara dan meningkatkan kemampuan Grup-grup wanita
enurut catatan, kini telah dibentuk ribuan Grup wanita.
Tami Nala memAlihara dan meningkatkan kemampuan Geng wanita tersebut masih banyak dijumpai kekurangan. Hal in isa dilihat dari kenyataan, bahwa belum semua Grup hidup sel aga mana mestinya, bahkan dibeberapa tempat persentase ANPATA" up wanita yang hidup dan yang macet sangat tidak seimbang. Banyal Comite Partai yang dalam membentuk Grup itu masih kurang mem-
. perhatikan komposisi anggota Grup, atau sesudah Grup itu dibenk ipelihara dan dikontrol, dan tuntunan-tuntunan yang sistimatis medan Grup masih kurang diberikan. Padahal ktajuan membentuk Grup-grup wanita sebagai usaha untuk membantu Ha ancarkan pekerjaan Resort Comite yalah supaya anggota'c lo anggota wanita dapat lebih cepat mengembangkan kesedaran da kemampuannya untuk berorganisasi dan untuk lebih cepat mening:
katkan kader dari kalangan anggota wanita. 1
Oleh karena itu Comite Resort perlu mengadakan. pertemuan periodik diantara para Kepala Grup wanita untuk saling bertul ar fikiran. Dalam pertemuan tersebut bisa diambil pelajaran ari hasil pekerjaan Grup-grup wanita yang hidup, misalnya dalam men jalankan berbagai tatasibuk seperti: memberantas butal UU kalangan anggota Grup, rajin mengumpulkan iuran dan tan Kongres, ikutserta dalam kerjabakti untuk beramal kepada 5.
yat, “menghidupkan usaha-usaha saling membantu kerepotan an EROAA mengadakan usaha-usaha pendidikan untuk anak-anak dan sel again Kehidupan Grup tersebut terletak kepada peranan Gomite Resor dalam memimpin Kepala-kepala Grup wanita.
601
2. Menanamkan pengertian tentang aktivitet organisasi massa 4
Dibeberapa tempat masih ada gejala kurang mengerti peranan sebagai anggota Partai dan organisasi massa, sehingga di-tempat-tempat tersebut hanya dihidupkan Grup-grup wanita Partai, tetapi tidak dihidupkan organisasi wanita revolusioner. Mengenai hal ini saya ingin mengemukakan apa yang dikatakan oleh Kawan D.N. Aidit, yaitu:,,Bahwa barisan pelopor berhenti menjadi pelopor, jika ia lepas dari suatu pasukan, jika ia tidak berhubungan dengan bagian-bagian lain daripada pasukan. Pelopor harus senantiasa berhubungan dengan pasukan. Jadi wanita yang termasuk dalam barisan pelopor daripada klas buruh dan semua pekerja, jika ia mau dianggap sebagai pelopor, haruslah berhubungan erat dengan massa luas daripada massa wanita, buruh, tani, burjuis kecil, dan juga dengan kaum wanita lainnya dalam pembaharuan masyarakat”.
Fikiran sementara anggota wanita Partai, yang menganggap cukup menjadi anggota Partai, tetapi memandang remeh untuk ikut aktif dalam organisasi massa wanita adalah fikiran keliru yang harus dikikis habis.:
3. Memupuk dan mengangkat kader wanit lebi 1 dan lebih banyak SANA Len al
Memupuk dan mengangkat kader wanita dibutuhkan untuk pengerahan sepenuhnya kegiatan dan dayacipta mereka dalam usaha menyelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nya. Jika ditilik dari sudut pimpinan, maka ada beberapa Comite Partai yang masih kurang menilai secara tepat peranan positif dari kader wanita, disamping kurang mengerti tentang kesulitan-kesulitan khusus kader wanita.
Mereka tidak memupuk dan mengangkat kader wanita dengan sadar dan berencana menurut kecakapan mereka. Mereka juga tidak sungguh-sungguh menggunakan segala kemungkinan yang ada untuk membantu memecahkan kesulitan khusus yang dihadapi oleh kader wanita. Disamping itu, diantara kader wanita itu sendiri juga masih ada fikiran seperti rasa rendahdiri, kurang berani, ragu-ragu bila mendapat tugas baru dsb. Ini juga merupakan sebab penting,mengapa mereka itu tidak cepat maju. Hal tersebut dapat kita lihat, yaitu dari kenyataan bahwa meskipun jumlah anggota wanita
Partai meningkat, tetapi persentasenya dalam jumlah kader se- '
Turuhnya masih sangat kecil. Oleh karena itu Partai berkewajiban untuk secara sistimatis mendidik kader wanita, membantu mereka"
belajar Marxisme-Leninisme secara sistimatis dan memperdalam.
pengetahuan dan pekerjaan mereka masing-masing, Partai harus berani
602
menjalankan promosi dan mutasi yang tepat bagi kader wanita.
Disamping itu Partai harus menyelesaikan kontradiksi yang terdapat dikalangan kader-kader wanita, yaitu kontradiksi diantara bekerja dan belajar dengan memelihara anak dan mengurus rumahtangga dan kontradiksi antara tugas dan adat kolot yang merintanginya. Kader wanita sendiri juga harus pandai mengorganisasi anggota rumahtangganya, mem-bagi-bagi kepada mereka pekerjaan rumahtangga dan pekerjaan mendidik dan memelihara anak.
Fikiran yang menganggap bahwa kader wanita yang kawin dan.
melahirkan anak itu sebagai,,suatu beban” haruslah dihilangkan, sebaliknya Partai berkewajiban untuk melindungi wanita dan anak?
serta membantu kader-kader wanita memecahkan kesukaran2nya, agar supaya mereka dapat terus maju dengan tidak henti?nya.
KAWAN?,
Dengan memperbanyak kader wanita dan meningkatkan kescdarannya maka Partai akan berhasil memperkuat dan memperbesar organisasi massa wanita revolusioner yang besar, yang anggotanya ber-juta-juta hingga bisa merupakan barisan untuk memperkuat seluruh gerakan wanita Indonesia. Kita kaum Komunis berkeyakinan, bahwa pekerjaan dikalangan wanita adalah satu diantara pekerjaan terpenting Partai kita. Oleh karena itu, kewajiban kita yalah mengembangkan organisasi-organisasi wanita yang berjuang untuk emansipasi dan pembaharuan masyarakat, sehingga tercapailah emansipasi yang sungguh?, yaitu disatu fihak berjuang untuk hak-hak wanita, artinya untuk mendapatkan persamaan hak dan untuk pelaksanaan yang nyata daripada hak-hak tersebut dan difihak lain berjuang untuk melawan kemelaratan dan kesengsaraan. Dua aspek perjuangan yang merupakan kesatuan yang demikian itu membikin jelas bagi kita mengapa perjuangan gerakan wanita untuk emansipasi itu tidak bisa dipisahkan dari perjuangan untuk kemerdekaan nasional yang penuh, untuk perdamaian dan untuk melawan penindasan kapital. Gerakan wanita untuk emansipasi tersebut merupakan bagian terpenting dari seluruh perjuangan Rakyat untuk menyelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nya dan untuk pembaharuan masyarakat Indonesia.
Hanya dan hanya dalam masyarakat yang baru, yang bebas dari penindasan kapital, yang adil dan makmur, yaitu masyarakat sosialis, kaum wanita akan menikmati hak-haknya yang sepenuhnya.
(tepuktangan).
Hidup Partai Komunis Indonesia (Seruan:,,Hidup!”), pembebas belenggu penindasan massa wanita! (tepuktangan lama).
603
PIDATO KAWAN P. PARDEDE
(Anggota Sekretariat CC PKI)
Kongres yang mulia, kawan-kawan yang tercinta!
Saya sepenuhnya menyetujui Laporan Umum Comite Central Partai kita yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit. (tepuktangan).
Laporan Umum itu a.l. menyerukan, untuk mengalahkan bahaya anti-demokrasi yang menuju pada sistim pemerintah diktatur perseorangan ataupun diktatur militer supaya seluruh Rakyat Indonesia dengan gigih memperjuangkan agar Pemerintah:
menghormati kedudukan dan hak-hak daripada Dewan? Perwakilan Rakyat Pusat (Parlemen) dan daerah dan mempertahankan sistim Kepala Daerah yang dipilih oleh Rakyat (tepuktangan), meluaskan wewenang daripada pemerintahan? Daerah Swatantra I dan II dan melaksanakan pembentukan pemerintah Daerah Swatantra tingkat III.” (tepuktangan). | 'Chusus terhadap persoalan ini sajalah saya tujukan sambutan saya ini.
. Bagaimana Partai kita memberikan arti yang penting pada perjuangan parlementer dapat dilihat dari Programnya, dimana diajukan pertanyaan: "
» »Dapatkah dicapai Demokrasi Rakyat di Indonesia melalui jalan damai?” yang dijawab, sbi
»Ini adalah satu kemungkinan dan kemungkinan yang dengan sekuat tenaga harus kita jadikan kenyataan. Memang kalau tergantung kepada kaum Komunis, bentuk yang se-baik2nya, bentuk yang ideal dari peralihan kesistim kekuasaan Rakyat yang demokratis, yaitu tingkat persiapan kesistim sosialis, yalah bentuk yang damai, bentuk yang parlementer. (tepuktangan).
Jika tergantung kepada kaum Komunis jalan damailah yang
dipilih.” (tepuktangan).
Selanjutnya dalam penjelasan Program Tuntutan PKI dikatakan sbb.:
»PKI telah ambil bagian dan akan terus ambil bagian yang
paling aktif dalam pemilihan-pemilihan dan perjuangan parlementer.
PKI sedar sepenuhnya akan tanggungjawab politiknya, men-
604
jalankan pekerjaan parlementer dengan penuh kesungguhsungguhan.”
Dituntun oleh pendirian tersebut maka PKI selama ini sudah berusaha bekerja se-baik2nya dalam dewan-dewan perwakilan dipusat maupun didaerah. Melalui perjuangan parlementer ini diusahakan untuk:
(a) ikutserta dalam Pemerintahan, baik dipusat maupun didaerah.
(b) melaksanakan Program Partai dan memadukan perjuangan itu dengan perjuangan dikalangan massa.
(c) mendorong politik Pemerintah yang maju, mengkritik politiknya yang ragu-ragu supaya menjadi maju dan menentang politiknya yang reaksioner dan mengusulkan peraturan?, per-undang?- an dan fikiran-fikiran yang maju dan menguntungkan Rakyat kepada Pemerintah.
menjelaskan tentang benar dan tepatnya politik Partai dengan sekaligus menunjukkan politik reaksioner kaum kepalabatu dan praktek-praktek jahat daripada modal besar asing yang kesemuanya itu berarti mempertinggi kecerdasan dan kesedaran politik Rakyat.
Berhasil-tidaknya usaha tersebut diatas disamping bergantung kepada penguasaan garis politik Partai oleh kawan-kawan yang langsung bekerja dan bertanggungjawab dalam dewar-dewar-perwakilan dipusat maupun didaerah, juga bergantung kepada kecakapan dan kesungguh-sungguhan usaha serta ketepatan dalam memadukan perjuangan itu dengan perjuangan dikalangan massa untuk melawan dan mengatasi segala kejahatan politik klas-klas dan golongan reaksioner sebagai musuh-musuh Rakyat. Y
Berkat komposisinya, dimana golongan demokratis merupakan mayoritet didalamnya, dan berkat carakerja yang semakin baik daripada fraksi Partai kita sendiri, Parlemen sekarang diika dibanding dengan Parlemen sementara, adalah lebih produktif. (tepuktangan). Walaupun tidak semua U.U. yang dihasilkannya menguntungkan Rakyat, tetapi sebagian besar dari undang-undang itu adalah berguna untuk mengkonsolidasi Republik Indonesia dan untuk memperkuat perjuangan anti-imperialisme. Perjuangan klas dalam Parlemen dinegeri kita belum begitu sengit sehingga usul-usul dari fihak kita masih besar kemungkinan diterima oleh golongan lain, lebih?
diika usul-usul kita itu benar-benar obyektif dan realistis dan dikemukakan serta diselesaikan dalam rapat-rapat tertutup (rapat-rapat kerja, pertemuan?
informil, hubungan-hubungan langsung) dsb.
Walaupun sebagian besar dari Undang-undang yang dihasilkan oleh Parlemen sekarang boleh dikatakan baik dalim artikata berguna untuk mengkonsolidasi R.I. dan untuk memperkuat perjuangan
605
MERE TAN, TPP EP PA
anti-imperialisme, tetapi karena isi undang-undang itu bersifat ketentuan-ketentuan yang umum, kebaikan dan kegunaan itu tidak segera dan tidak begitu langsung dirasakan oleh Rakyat banyak. Malahan ada kalanya undang?nya baik, tetapi pelaksanaannya yang diatur dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri, jelek.
Lebih-lebih dengan adanya hasil per-undang?an yang sangat jelek dari Parlemen, seperti U.U. Penanaman Modal Asing, kebaikan dan kegunaan dari undang-undang lainnya menjadi lebih tertutup. Jadi, kita harus berjuang untuk Undang-undang yang baik dan aktif serta waspada mengawasi pelaksanaannya. Lain halnya dengan pekerjaan di DPRD/DPD. Dalam DPRD/DPD persoalan?nya adalah lebih langsung mengenai kehidupan se-hari-hari dari Rakyat. Karena itu, jika ada hasil-hasil dari perjuangan kita, bagaimanapun juga kecilnya, akan lebih langsung bisa dirasakan atau dilihat oleh massa Rakyat.
Mengingat bahaya anti-demokrasi yang kita hadapi, yang mengancam kedudukan Dewan? Perwakilan Rakyat, maka Dewan ini pada masa yang akan datang harus lebih mempopulerkan diri. Untuk itu, disamping membuat undang-undang yang isinya lebih baik dan demokratis, harus lebih menunjukkan perhatian terhadap persoalan?
yang lebih langsung dirasakan oleh Rakyat-banyak dalam mengikuti dan mengawasi tindakan? Pemerintah dengan menggunakan hak2nya seperti bertanya kepada Pemerintah, mengajukan interpelasi dsb. Juga D.P.R. harus menunjukkan ke-sungguh2annya lebih daripada waktu yang sudah-sudah, sampai kepada menjaga jangan sampai terjadi sidang D.P.R. tidak bisa dilangsungkan hanya karena tidak mencapai guorum.
Anggota-anggota fraksi kita harus terusmenerus berusaha untuk mempertinggi kemampuan masing-masing sampai bisa lebih berhasil dalam menggunakan serta mengembangkan hak-hak keanggotaan D.P.R. untuk membela dan memperjuangkan kepentingan Rakyat. Hanya dengan cara inilah Rakyat bisa dibangkitkan untuk melawan tiap?
usaha jahat yang akan melumpuhkan atau meniadakan samasekali Parlemen pilihan Rakyat.
Semua kekuatan demokratis harus dihimpun untuk menghadapi bahaya anti-demokrasi ini, yang diantaranya, dengan bersemboyan »demokrasi terpimpin”, katanya, tetapi sebenarnya hendak mengebiri demokrasi. (tepuktangan). Kalau Parlemen Sementara pada tahun 1953 oleh kaum 17 Oktobris sudah mau dibubarkan dengan jalan mengobrak-abrik ruangan sidang D.P.R. dan mengepungnya dengan mulut meriam, apalagi terhadap Parlemen pilihan Rakyat Pelarang dimana mayoritet anggotanya terdiri dari kekuatan demoatis.
606
Juga dengan berlakunya kembali UUD 1945, dengan adanya MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) sebagai satu lembaga yang mempunyai kekuasaan lebih tinggi, Parlemen tetap merupakan satu Dewan yang tidak kalah pentingnya, yang berkewajiban membuat undang?, yang oleh Pasal-pasal 20, 21 dan 22 UUD 45 ditetapkan bahwa tiap-tiap Undang-undang dan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang harus mendapat persetujuan D.P.R. (tepuktangan)
dan bahwa anggota? D.P.R. berhak memajukan rancangan undang-undang, bagi Rakyat tetap merupakan salahsatu alat penting untuk membela dan memperjuangkan kepentingannya.
Pekerjaan Partai dalam Dewan Perwakilan dan Pemerintahan Daerah
Kawan?,
Sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam Laporan Umum, salahsatu masalah yang kita hadapi sekarang yalah supaya Pemerintah meluaskan wewenang dari Pemerintah Daerah tingkat I dan Il,
Wewenang daripada Daswati I, lebih-lebih Daswati II, masih sangat sedikit sekali. Betapa sedikitnya wewenang itu dapat dilihat dari suatu kenyataan bahwa sampai sekarang masih ada Daswati II yang hanya mempunyai satu wewenang yang kongkrit, yaitu urusari Pasar.
(suara dalam ruangan).
Sedikitnya wewenang ini sangat menghambat perkembangan pendemokrasian pemerintahan Daerah. Kepercayaan Rakyat kepada sistim otonomi bisa goyang karena Pemerintah Daerah yang dipilihnya ternyata tidak atau kurang sekali mempunyai kekuatan untuk melakukan usaha-usaha perbaikan bagi penghidupan Rakyat dan tuduhan segelintir orang-orang pamongpraja yang reaksioner se-olah-olah dibenarkan bahwa Kepala Daerah dan DPD-dpd yang dipilih Rakyat tidak punya kemampuan dan keahlian. Padahal dengan tidak usah memperdebatkan soal ukuran yang disebut,,ahli” dan,,mampu” tetapi yang terang yalah bahwa pemerintah yang kolegial dan dipilih akan lebih mampu, lebih dicintai Rakyat, lebih berwibawa daripada suatu pemerintahan perseorangan dan ditunjuk. (tepuktangan).
Tetapi bagaimana dapat menunjukkan kemampuannya secara baik, jika wewenangnya sangat dibatasi, apalagi kalau hanya diberi wewenang untuk mengurus pasar, kuburan, gedung pertemuan dsb. (tawa).: 5.
Karena itu, atas inisiatif Partai, dengan melalui perjuangan perwakilan dipusat maupun didaerah, dengan melalui Konferensi?
antar-Swatantra tingkat I dan II, dengan melalui aksi-aksi massa secara langsung, dituntutlah penyerahan secara riil berbagai wewe-
607
mang dari Pemerintah Pusat kepada Daerah yang dianggap menjadi hak atau wewenangnya. - Berkat perjuangan itu, akhirnya diserahkanlah oleh Menteri Dalam Negeri kepada Parlemen satu R.U.U. Penyerahan Pemerintahan Umum yang kemudian oleh Parlemen disahkan menjadi Undang-undang (U.U. No.: 6/1959).
Sekalipun isi U.U. No. 6/1959 ini tidak memuaskan kita, karena tiga wewenang pemerintahan umum tidak turut diserahkan kedacrah, yaitu tugas mengurus ketertiban dan keamanan umum, tugas pengawasan dan tugas koordinasi jawatan-jawatan, namun U.U. No.
6/1959 itu jika dilaksanakan ada juga artinya. Dalam usaha kita, sesuai dengan Undang? No. 1 tahun 1957 untuk melikwidasi eenhoofdigbestuur (Pamongpraja), lahirnya U.U. No. 6/1959 itu bisa membantu sebab dengan begitu semua wewenang Pamongpraja, kecuali yang 3 tersebut diatas, diserahkanlah kepada Pemerintah Daerah.
Dengan adanya U.U. No. 6/1959 itu timbul pertanyaan-pertanyaan:
Kepada siapakah wewenang-wewenang yang dikecualikan itu, termasuk wewenang pengawasan atas jalannya Pemerintah Daerah, akan diserahkan? Dijawab Pemerintah: Kepada penguasa lain. Ini jawaban Menteri Dalam Negeri Sanusi dari Kabinet Karya, bukan oleh Menteri Ipik Gandamana.
2, Dimanakah,,penguasa lain” itu akan berkedudukan? Dijawab Pemerintah: ditingkat I.
3. Apakah,,penguasa lain” itu tidak penjelmaan baru dari semacam,,Komisaris Pemerintah Pusat di Daerah”, suatu hal yang ketika membahas U.U. No. 1/1957 secara prinsipiil telah ditolak dengan suara-bulat dalam DPR? Dijawab Pemerintah:
»tidak”, karena sekalipun nanti di Daerah ada wakil Pemerintah Pusat, ia tidak lagi mempunyai dan menjalankan wewenang umum (bestuur) sebagai lazim melekat pada 'dan dijalankan oleh pejabat Pamongpraja sekarang.
Demikianlah, mengenai U.U. No. 6/1959 yang membuktikan bahwa Rakyat dalam usahanya untuk meluaskan wewenang Swatantra tingkat I dan II sudah sedikit berhasil dalam lapangan perundang-undangan. Saya katakan dalam per-undang?an, sebab undang-undang penyerahan Pemerintahan umum No. 6/1959 itu sampai sekarang belum dilaksanakan samasekali.
Begitu juga halnya mengenai wewenang lainnya yang sampai sekarang masih dipegang oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian-kementerian atau sekarang sesuai dengan UUD 45 disebut Departemen, dengan Jawatan2nya, pada umumnya baru sedikit sekali yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Karena itu se-
608
erangpun tidak mungkin menjatuhkan vonnis pada DPD yang kolegial, berhubung dengan masih barunya badan-badan ini dibentuk sebagai hasil pemilihan dan berhubung dengan belum pernahnya wewenang diberikan seluruhnya kepada Pemerintah Daerah.
Sekalipun begitu Pemerintah Daerah dimana Komunis turut duduk, lebih-lebih yang di DPRD-nya Komunis merupakan mayoritet mutlak, tidak tinggal bertopang-dagu menanti-nanti diserahkannya wewenang-wewenang itu. Dalam batas-batas wewenang yang ada fraksi kita telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk lewat Pemerintah Daerah melaksanakan program yang dikemukakan Partai ketika kampanye pemilihan DPRD, dengan se-baik2nya.
Oleh Pemerintah Daerah, dimana wakil-wakil Partai kita turut duduk, lebih-lebih dimana kita merupakan mayoritet mutlak, dengan mengkombinasikan kekuasaan Pemerintah dengan kemampuan massa telah diusahakan untuk mempertinggi produksi bahan makanan dengan cara mengorganisasi gerakan membikin rabuk kompos, mewajibkan menanami tanah kosong, mensahkan garapan tanah bekas perkebunan asing, mengorganisasi gerakan-gerakan perbaikan saluran air, meluaskan penjualan rabuk-rabuk dan bibit, bergotongroyong mencegah bahaya banjir dengan memperbaiki tanggul-tanggul, memberikan bantuan pada usaha pemberantasan hama, dan lain sebagainya. Juga untuk kepentingan Rakyat penduduk kota sudah diusahakan untuk memperbaiki jalan-jalan dan got-got di-kampung?2, membuat atau memperbaiki sumur-sumur bor dan kakus-kakus umum, mengubah peraturan daerah yang tidak demokratis, dsb.
Sekalipun begitu, kawan-kawan yang duduk dalam Pemerintahan Daerah lebih-lebih dimana pemilih paluarit merupakan mayoritet mutlak, di-hari-hari yang akan datang harus lebih giat, lebih tekun dan dengan berpedoman pada garis massa melaksanakan program Partai sehingga Rakyat banyak dapat merasakan perbedaan antara suatu pemerintahan yang dipimpin oleh kaum Komunis dengan yang bukan. Pada akhir-akhir ini kita melihat adanya perbaikan carakerja kawan-kawan yang memimpin Pemerintahan Daerah.
Program yang mereka susun tentang cara. mempertinggi produksi bahan makanan, tentang perbaikan jalan-jalan, kampung, kakus umum, air minum, penerangan dsb. di-kota-kota, sudah lebih kongkrit, artinya, program itu sudah didasarkan atas hasil pemeriksaan, hasil perundingan dengan Rakyat yang bersangkutan tentang syarat-syarat dan kemungkinan pelaksanaannya. Dalam menyusun anggaran keuangan sudah ada titikberat. Kalau dulu semua-semua dianggap serba penting, sekarang sudah ada titikberat pada pekerjaan routine dan pada persoalan-persoalan yang urgen sekali bagi Rakyat. Juga sekarang sudah semakin tambah pengalaman kebijaksanaan dan keuletan
609
dalam mengatasi rintangan-rintangan, baik yang berupa ketentuan-ketentuan atau pembatasan-pembatasan yang tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang, maupun dalam hal meyakinkan fihak militer tentang tepat dan urgennya program kita itu. Lebih-lebih jika kita sudah lebih mampu menghimpun semua kekuatan termasuk pengusaha-pengusaha didaerah itu untuk melaksanakan program Pemerintah Daerah maka menjadi lebih sempurnalah carakerja kita itu.
Tentang Kepala Daerah
Kawan?,
Masalah pokok lainnya yang kita hadapi dalam lapangan otonomi dan Pemerintahan Daerah yalah persoalan digantinya U.U.
No. 1 tahun 1957 dengan Penetapan Presiden oleh Menteri Ipik Gandamana yang a.l. menetapkan supaya Kepala Daerah tidak di- Pilih oleh Rakyat melainkan diangkat oleh Pusat. Suara-suara ini mula-mula datangnya dari orang-orang Pamongpraja, yang yakin tidak akan dipilih oleh Rakyat (tawa, tepuktangan) lalu mengusulkan pengangkatan supaya dengan begitu ia bisa berkuasa kembali seperti sediakala tanpa dukungan Rakyat. Mereka kemudian mendapat dukungan dari beberapa perwira dan dengan dalih tetap utuhnya negara kesatuan mereka berusaha supaya U.U. No. 1/1957 ditinjau kembali dan Kepala Daerah supaya tidak dipilih melainkan diangkat saja oleh Pusat. Tetapi berkat kegigihan kekuatan demokratis fikiran-fikiran yang tidak demokratis itu dapat dikalahkan. (tepuk tangan).
Tetapi sesudah dicetuskan gagasan Demokrasi Terpimpin dan kembali ke UUD 45, fikiran-fikiran yang tidak demokratis itu mendapat angin kembali. Mereka tampil kedepan untuk,,meretool”
corps pamongpraja yang lama dan dengan berlindung dibalik semboyan,,konsekwen pada UUD 45” mau mengubur U.U. No.
1/1957 tentang Otonomi Daerah dan mencoba mengembalikan sis-, tim Pemerintahan Daerah yang pada hakekatnya mengebiri demo-
- krasi dan otonomi. Konsep mereka adalah menghapuskan Kepala Daerah dan DPD pilihan, dan menggantinya dengan sistim Kepala Daerah tunjukan dari Pusat dan pada gilirannya Kepala Daerah tunjukan itu harus menunjuk anggota-anggota DPD sebagai pembantunya. Pendeknya mereka mau kembalikan zaman keemasan para kanjeng dan ndoro dari pemerintahan tunggal, yang anti-demokratis dan anti-kolegial.
, Kalau fikiran-fikiran ini dilaksanakan maka tamatlah riwayat otonomi di Indonesia, maka,,di-retooled-lah” corps pamongpraja lama dengan baju,,UUD 45”, baju Demokrasi Terpimpin, dengan
alasan berpengalaman dalam pemerintahan. (tepuktangan). Sebab seperti yang diterangkan diatas, otonomi Daerah ditingkat I dan Il baru mempunyai sedikit wewenang dan hak-hak, malahan ditingkat bawah belum lagi berotonomi. Jadi kalau yang sedikit itu juga ditiadakan, mana lagi ada sisa daripada otonomi itu, mana lagi ada sisa hak-hak daerah?
Mereka menepuk dada sebagai pahlawan UUD 45, padahal UUD 45 samasekali tidak memuat ketentuan seperti itu. Mereka mengatakan, Pemerintah Daerah harus disesuaikan dengan Pemerintah Pusat. Tetapi sengaja menyembunyikan, bahwa menurut UUD 45 Presiden. itu hasil pilihan Rakyat (tepuktangan), sedang Kepala Daerah kok mau ditunjuk dari atas! (tawa). UUD 45 sudah menetapkan ketentuan-ketentuan tentang bentuk pemerintahan di Pusat secara tersendiri dan tentang pemerintahan Daerah secara tersendiri pula (Bab VI UUD 45). Kalau betul-betul mau melaksanakan UUD 45 akan lebih masukakal jika mereka menuntut berlakunya kembali UU Pokok No. 22 tahun 1948, sebab UU inilah yang mengatur ketentuan-ketentuan mengenai pemerintahan Daerah atau otonomi yang sepenuhnya didasarkan kepada UUD 45. Mereka tidak berbuat begitu sebab dengan menyetujui UU No. 22 tahun 1948 tidak lagi ada alasan untuk tidak menyetujui UU No. 1/1957 (tawa) sebab UU ini hanya merupakan lanjutan dan penyempurnaan daripada UU No. 22/1948. Alasan yang mereka kemukakan untuk tidak kembali kepada UU No. 22 tahun 1948, adalah karena UU No. 22 tahun 1948, katanya, sudah,,me-liberal-kan” UUD 45, sudah tidak sesuai dengan demokrasi terpimpin. Kalau benar begitu, kita bertanya:,.Dibidang pemerintahan, apakah sifat kolegial itu yang dianggap liberal dan sifat tunggal (eenhoofdig) itu demokrasi terpimpin?” (tepuktangan). Kalau,,ya”, kami menolaknya!
PKI menerima demokrasi terpimpin dengan pengertian bahwa yang diterimanya adalah demokrasi dan bukan diktatur perseorangan.
(tepuktangan).
Adalah tepat sekali canang Laporan Umum 'dan tajukrencana Harian Rakyat tertanggal 28 Agustus y.l., supaya seluruh Rakyat Indonesia dengan gigih mempertahankan UU No. 1/1957 (tepuktangan lama), mempertahankan Kepala Daerah dan DPD pilihan.
(tepuktangan). Lebih-lebih sekarang, sesudah keluar Penetapan Presiden No. 6 tahun 1959 oleh Menteri Inti Dalam Negeri Ipik Gandamana yang dengan terang-terangan mau merealisasi fikiran orang-orang pamongpraja anti-demokrasi, anti-otonomi, tersebut diatas dan dengan begitu saja mau meniadakan UU No. 1 tahun 1957. Jawaban kita terhadap beliau-beliau itu adalah seperti yang dinyatakan oleh Kawan D.N. Aidit, bahwa di Indonesia hanya ada
satu Sukarno (tepuktangan), dan bahwa Rakyat Indonesia tidak akan mau mengenal,,Sukarno-sukarno kecil” (tepuktangan) di-daerah-daerah yang mau mencoba main angkat ini angkat itu. Bung Karno mendapat kepercayaan besar dari Rakyat Indonesia karena beliau adalah pejuang kemerdekaan yang sudah teruji, sedangkan orang?
pamongpraja yang mau,,me-retoo?” diri sekarang yalah umumnya orang-orang yang bekerja dengan Belanda pada waktu Bung Karno melawan Belanda.
Tentang Otonomi Tingkat III
Kawan?,
Salahsatu kepincangan yang terpokok dalam Pemerintahan Dacrah ini sehingga juga ikut mengurangi kemampuannya adalah belum dilaksanakannya ketentuan dalam UU No. 1/1957 untuk membentuk otonomi tingkat III. Belum adanya otonomi tingkat III ini, otonomi tingkat II tidak mempunyai kaki kebawah dan kepada Rakyat didesa yang merupakan bahagian terbesar dari seluruh penduduk belum diberi kesempatan untuk turut mengatur sendiri rumahtangganya sesuai dengan dasar-dasar demokrasi yang ada pada tingkat f dan IT.
Sedar akan hal ini maka Partai kita dengan melalui berbagai kesempatan yang ada menuntut dilaksanakannya otonomi tingkat III ini. (tepuktangan). Pada mulanya boleh dikata baru Partai kita saja dan massa yang kita pimpin yang lebih banyak menuntut otonomi tingkat III ini. Tetapi berkat usaha kita yang ber-sungguh-sungguh menuntut terlaksananya otonomi tingkat III maka Menteri Dalamnegeri Kabinet Karya terpaksa sedikit mendekati fikiran kita itu, yaitu dengan berjanji untuk segera mendemokrasikan Desa dengan jalan mengubah IGO (Inlands Gemeente Ordonantie).
Fraksi kita dalam DPR dipusat berpendapat bahwa tidak se mestinya IGO dan IGOB itu hanya sekedar dirubah saja, melai kan harus dicabut samasekali. (tepuktangan). Berdasarkan pendirian ini Dep..Front Persatuan CC PKI telah menyiapkan satu usul inisiatif RUU, untuk mencabut dan mengganti samasekali IGO dan IGOB yang kolonial itu dan sekaligus,,mendirikan rangka perumahan” untuk otonomi tingkat III. (tepuktangan).
Apakah artinya kalau hanya mengubah satu-dua ketentuan dalam IGO tanpa menyinggung sistim pemerintahannya? Berkat desakan dan tuntutan kita, kini kekuatan yang menghendaki segera terbentuknya otonomi tingkat III sudah semakin besar. Dalam konferensi dinas seluruh Kepala Daerah dan Ketua DPRD tingkat I dengan seluruh Gubernur pada bulan April 1959 y.l. telah diambil
612
satu keputusan, yaitu supaya diadakan persiapan-persiapan untuk segera mewujudkan pembentukan Daerah-daerah tingkat III. (tepuktangan).
Para peserta konferensi itu juga mengakui bahwa banyak diantara kesulitan-kesulitan yang dialami oleh Pemerintah sampai sekarang ini adalah juga akibat diabaikannya kedudukan kampung-kampung dan persekutuan-persekutuan yang lebih kecil yang melingkungi kampung?, yang masih hidup didalam masyarakat seperti: Desa, Negeri, Kuria, Marga dan sebagainya, yang sebenarnya menjadi suatu landasan yang kokoh, diatas mana berdiri swatantra, yang sekarang sedang kita perjuangkan untuk disempurnakan kedudukamnya.
Juga Presiden didalam Manifesto Politiknya 17 Agustus 1959 yi, sudah mengutuk sistim pemerintahan warisan kolonial itu dan karena itu harus diganti, harus diretool.
Memang, terwujudnya program sandang-pangan dan masyarakat yang adil dan makmur akan hanya ada dalam impian jika pemerintahan Desa yang eenhoofdig sekarang tidak diretool dari diganti dengan suatu sistim pemerintahan yang kolegial dan berotonomi luas. Menghalangi pembentukan otonomi tingkat III pada waktu sekarang berarti mempertahankan warisan kolonial dan sabotase dalam usaha mengikutsertakan" Rakyat dalam pembangunan negara. (tepuktangan). Rakyat yang diperintah secara kolonial dan feodal tidak bisa cepat menemukan kesedaran nasionalnya. Kita juga harus turut mencegah supaya seruan ”retooling” itu tidak hanya tinggal semboyan saja, lebih-lebih supaya ia jangan disalahgunakan. Jangan otonomi ditingkat I dan II,,diretool” sehingga, hak-hak otonominya dilucuti dan demokrasinya dikebiri, sebaliknya pemerintah Desa yang seharusnya directool menjadi otonomi tingkat III dibiarkan tetap begitu saja. (tepuktangan).
Demi melawan bahaya anti-demokrasi, demi demokrasi yang luas didalam sistim pemerintahan dipusat dan di-daerah-daerah, saya yakin bahwa dibawah pimpinan Partai kita yang jaya, apa yang diserukan oleh Kawan D.N. Aidit dalam Laporan Umum itu akan dapat terlaksana. (tepuktangan).
Hidup demokrasi! (,,Hidup!”, tepuktangan).
PIDATO KAWAN ALIHAMY
(Sekretaris GDB PKI Riau)
Kawan? Presidium yang mulia,
Kawan-kawan pengunjung Kongres yang tercinta!
Melalui delegasi dengan ini saya menyampaikan salam sehangat?nya dari seluruh anggota, calonanggota dan simpatisan PKI di Riau kepada Comite Central dan pengunjung Kongres yang mulia ini dan Partai kita yang besar! (tepuktangan).
Berhubung dengan suara bulat telah dipilih pimpinan Partai, yaitu anggota dan calonanggota Comite Central yang “baru, atas nama seluruh anggota Partai di Riau kami menyampaikan salam se-hangat?nya dengan di-iringi penuh keyakinan bahwa Partai dibawah pimpinan Comite Central yang baru ini akan menca kemajuan-kemajuan yang sangat besar dan jaya dalam tugas menyelesaikan tuntutan-tuntutan Revolusi Agustus 1945 sampai keakar-akarnya. (tepuktangan).
Kawan-kawan,
Juga melalui Kongres ini kami dari seluruh anggota dan calon-anggota Partai di Riau menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kami kepada Comite Provinsi Sumatera Tengah yang lama dibawah pimpinan Kawan? Nursuhud dan Rahmad, selama dibawah pengawasannya telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk-petunjuk yang berguna bagi Comite-comite Partai di Riau, terutama dalam hal melawan kaum pemberontak kontra-revolusioner,,PRRI”.
(tepuktangan). Jasa kawan-kawan sebagai putra-putra Komunis Minang tidak kami lupakan se-lama?nya.
Kawan-kawan,
Kami menyokong sepenuhnya Laporan Umum yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit. Dan juga kami menyokong sepenuhnya Rencana Perubahan Konstitusi dan Rencana Perubahan Program yang disampaikan oleh Kawan? M.H. Lukman dan Nyoto. Pada anggapan kami, garis politik dan garis organisasi Partai yang -dipimpin oleh Kawan D.N. Aidit sejak Kongres Nasional ke-V Partai, adalah tepat sekali. Laporan Umum tersebut telah secara sistimatis dan jitu menyimpulkan pengalaman-pengalaman dan pelajaran yang diperoleh Partai sejak Kongres Nasional ke-V Partai, dan stelah
614
N Hn
dengan tepat mengemukakan pedoman, tugas dan pegangan untuk pembangunan Partai dan menggalang front persatuan nasional diharidepan guna menyelesaikan tuntutan? Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya.
Sejak Kongres Nasional kc-V Partai, hingga Kongres kc-VI Partai, kita ber-sama-sama Rakyat telah melaksanakan garis yang telah diajukan oleh Kongres Nasional ke-V Partai. Dengan pantang mundur dan yakin 'kita telah menggerakkan dan mempersatukan massa Rakyat, memperbesar dayajuang mereka, untuk mengalahkan kaum kontra-revolusioner dan mempertahankan demokrasi serta terbentuknya Kabinet Gotongroyong. (tepuktangan).
Kemajuan-kemajuan yang pesat itu tercapai karena Partai kita mempraktekkan teori Marxis-Leninis sccara kreatif, memobilisasi massa Rakyat dan ber-tahun-tahun lamanya berjuang dengan gigih dan dengan tak kenal susah-payah berjuang terus untuk kemerdekaan nasional penuh dan demokrasi.
Kawan?,
Dalam laporan umum Comite Central antara lain dikemukakan sebagai berikut:,,Imperialisme AS adalah musuh Rakyat Indonesia yang paling-berbahaya berhubung imperialisme ini adalah yang paling agresif, paling mampu melaksanakan maksud-maksud jahat, berhubung dengan penanaman modalnya yang makin besar di Indonesia, berhubung masih agak banyak orang? Indonesia yang berkedudukan penting tetapi naif mengira imperialis AS tidak begitu jahat”.
Dihubungkan dengan Laporan Umum tersebut diatas tadi, dibawah ini saya akan mengemukakan pengalaman dan kesan saya dalam menjalankan pekerjaan praktis Partai didaerah Riau tentang praktek modal monopoli minyak asing, yaitu Caltex dan SVPM. Banyak orang? Indonesia yang berkedudukan.penting memberikan pengertian politik bahwa penanaman modal asirig di Indonesia akan berarti membantu perkembangan ekonomi nasional dan perbaikan tingkat hidup Rakyat Indonesia. Tapi kenyataan yang sesungguhnya didaerah Riau membuktikan bahwa yang terjadi adalah sebaliknya dari apa yang mereka bayangkan.
Kawan?,
Sebelum saya uraikan tentang kejahatan kaum modal monopoli asing baiklah saya uraikan tentang keadaan umum daerah Riau.
Daerah Riau ibukotanya Pakanbaru, terletak ditepi pantai timur Sumatera, dekat sekali dengan Singapura pintu gerbang pertahanan imperialis — SEATO. Daerahnya luas mempunyai lebih kurang 3000 buah pulau-pulau besar dan kecil, tetapi penduduknya sedikit sekali, kira-kira sejuta. Sungguhpun penduduknya sedikit, tapi Rakyatnya juga bergeser kekiri. (tepuktangan).,
615
Kekayaan alam dan buminya yang terpokok yalah bauxiet, timah, emas, minyak, karet, kopra, ikan, perkayuan dan hasil hutan lainnya. Daerah Riau seperti halnya daerah lain terdapat banyak perusahaan milik modal asing. Untuk menunjukkan kejahatan modal asing, disini akan saya ambil sebagai contoh modal asing " yang ditanamkan dalam perusahaan minyak, yaitu Caltex dan SVPM. Ber-juta-juta ton minyak dari daerah kami diangkut keluar negeri untuk kepentingan imperialis — tetapi sebaliknya didalam negeri Indonesia Rakyat harus antri untuk mendapat sebotol minyak-tanah dan ber-ribu-ribu auto harus berbaris membeli minyak bensin. Negeri imperialis kaya dengan minyak perampasannya — tetapi Indonesia miskin dengan minyak pusaka nenek moyangnya sendiri. Caltex dan SVPM mengeduk keuntungan se-besar2nya dari hasil minyak Indonesia — sedang Indonesia ekonominya merosot sebagai akibatnya. Didaerah ini imperialis Amerika mudah melakukan intervensinya untuk memupuk komprador?nya dikalangan bangsa Indonesia sendiri seperti halnya Ahmad Husein dan kawan?- nya. Jadi tidak heranlah Ahmad Husein dan kawan?nya melakuan pemberontakan melawan pemerintah sentral yang sah, yaitu Pemerintah Republik Indonesia. Didaerah ini juga dimasukkan senjata-senjata made in Amerika yang didrop dari udara dengan menggunakan petualang-petualang Kuomintang: dari Taiwan untuk membantu persenjataan pemberontak,,PRRI” guna menghancurkan Negara Proklamasi Agustus 1945. Juga daerah ini termashur tempat mereka melakukan korupsi, penyelundupan-penyelundupan dan barter liar. Menurut siaran Kempen, hasil korupsi dan penyelundupannya selama tahun 1957 adalah Rp.898.833.600.—. Bagaimana praktek modal monopoli minyak asing, yaitu Caltex dan SVPM? Semuanya tidak ada yang menguntungkan daerah dan Rakyat, terutama kaum buruh dan kaum tani. Rakyat didaerah Riau tidak pernah merasakan bahwa adanya penanaman modal moriopoli asing menguntungkan pembangunan Indonesia.
Praktek penghisapan mereka terhadap kaum buruh minyak, al. adalah berupa pembayaran upah yang tidak mencukupi karena nilainya setiap tahun merosot berhubung harga barang-barang kebutuhan pokok se-hari-hari terus naik, perumahan yang kurang, jaminan sosial yang kurang memuaskan dan kurang dipenuhi syarat2nya menurut peraturan dan undang?, serta pemecatan-pemecatan yang membikin banyak pengangguran. Yang paling hangat dewasa ini yalah pemecatan kaum buruh secara massal — terutama kaum buruh kontraktor.
Soal pemecatan massal ini oleh Perbum dibawah panji-panji SOBSI dilawan dengan gigihnya. (tepuktangan). Sistim kontraktor yang sangat merugikan kaum buruh, yaitu pemerasan seperti budak —
616
adalah politik modal monopoli asing — sampai kepada pekerjaam babu dan tukang sapu rumah tangga/kebun dikontraktorkan. Tugas kontraktor ini, yalah mencari tenaga buruh untuk Caltex dan SVPM — tapi resminya menjadi buruh kontraktor. Kontraktor mendapat prosentase yang tinggi dari pembayaran upah buruh yang dikuasainya.
: Disamping itu buruh-buruh kontraktor ini tidak mendapat jaminan sosial, walaupun mati dalam pekerjaan, tetapi sebaliknya sikontraktor dapat menerima uang ratusan ribu rupiah dari Caltex dengan tidak usah bekerja apa-apa. Pekerjaan administrasi dari buruh:
sudah dikerjakan oleh Caltex dan SVPM. Boleh dikatakan sikontraktor mendapat gaji buta. Jika kontraktor memakan upah buruh-buruh, tanpa pikir menyerahkan buruh-buruh tersebut kepada kontraktor baru tanpa memberi jaminan apa-apa.
Sistim kontraktor ini adalah politik penindasan daripada modal monopoli asing terhadap kaum buruh. Dari sistim kontraktor ini, Caltex dan SVPM mendapat keuntungan: 1. lepas tanggungjawab sebagai majikan terhadap buruh menurut undang-undang dan memperkecil beaya produksinyas 2. dapat mengelakkan tuntutan langsung: lewat kontraktor dari kaum buruh, 3. se-waktu-waktu dapat memecat kaum buruh secara massal terutama anggota Perbum yang tidak disenanginyas 4. dengan "mudah memecahbelah persatuan kaum buruh.
Bagaimana prakteknya terhadap kaum tani?
Konsesi Caltex dan SVPM 'sangat luas sekali, yang membikin banyak kaum tani dirugikan. Tanah-tanah konsesi yang kosong yang sudah lama dikerjakan oleh kaum tani, secara paksa dirampas kembali. Ganti kerugian tanah dan tanaman-tanaman untuk keperluan pembikinan jalan-jalan auto dan. pipa minyak, diberikan dengan sangat murah sekali. Adakalanya ganti kerugian tersebut tidak sampai kepada kaum tani yang berhak menerimanya atau jika sampai sudah sedikit sekali dikarenakan adanya ber-macam-macam potongan untuk keperluan perseorangan dan pajak. Tanah yang dibor dan tembakan minyak didalam tanah mengakibatkan tanaman kaum tani banyak yang rusak dan ini tidak diganti kerugian. Akibat kerugian ini, kaum tani melakukan aksi-aksi perlawanan dibawah bendera BTI. (tepuktangan). Kaum tani yang tidak terorganisasi secara spontan mempertahankan hak miliknya. Caltex dan SVPM lalu mempergunakan sementara Pamongpraja dan Pamongdesa yang reaksioner dan yang mau disuap untuk menindasnya. Kaum tani yang melakukan protes terhadap tindakan-tindakan mereka tersebut ditangkapi dan dipaksa mengakui kesalahannya.
Usaha kaum tani untuk memperluas tanah-garapan guna me- '
617
Meya angan
nambah produksi bahan-bahan makanan, tidak diacuhkan, malahan dr tentang dengan ejekan-ejekan yang menyakitkan hati.
Berdasarkan pengalaman kaum tani, adanya modal monopoli asing minyak didaerahnya, bukan memberi keuntungan bagi daerah dan Rakyat, tetapi sebaliknya malahan merugikannya.
Kawan?,
Praktek modal monopoli minyak Caltex dan SVPM dengan tindakan reaksioner yang mendapat bantuan dari pemimpin? Masyumi dan PSI, membikin meningkatnya kesedaran politik daripada Rakyat. Pemimpin-pemimpin Masyumi dan PSI beserta orang?nya dikalangan Pamongpraja dan. Pamongdesa, berdasar pengalaman nyata-nyata bersatu dengan kepentingan modal monopoli minyak dan untuk menghancurkan organisasi-organisasi revolusioner mereka mendirikan SBII, KBSI, STII, GTI dsb.nya. Organisasi-organisasi revolusioner tidak tinggal diam.
Dengan menggalang persatuan dengan semua kaum buruh dan kaum tani sikap dan politik mereka yang merugikan dielanjangi.
" (lepuktangan).
Dizaman berkuasanya fasis Dewan Banteng dan,,PRRI”, Caltex dan SVPM banyak memberikan bantuan moril dan materiil kepada Dewan Banteng dan,,PRRI”. Sebaliknya fasis Dewan Banteng dan,,PRRI” membantu Caltex dan SVPM dengan jalan melarang kenaikan upah, melarang melakukan aksi-aksi pemogokan, mengejar dan menangkapi pemimpin-pemimpin organisasi revolusioner dan akhirnya banyak, diantara mereka yang dibunuh secara biadab.
Kawan-kawan,
Gerakan massa Rakyat anti-kolonialisme — anti-subversif asing memuncak. Perkembangan yini tidak menguntungkan bagi negeri-negeri imperialis, terutama Amerika. Imperialis ber-sama-sama dengan kakitangannya bangsa Indonesia mempertahankan modal minyak untuk ' mendapat keuntungan ber-limpah-limpah. Soal ini mudah dimengerti, jus- Iru itu kaum imperialis beserta kakitangannya didalamnegeri mempergiat aksi subversifnya. Pada mulanya gerakan subversif berbentuk.- gerakan separatis dari golongan-golongan yang sudah tidak mendapat kepercayaan dari Rakyat dan orang-orang yang akalnya pendek dan ambisi kedudukan. Ketidakpuasan Rakyat didaerah yang disebabkan keadaan ekonomi yang belum dapat diperbaiki mereka pergunakan dan tunggangi untuk mendirikan kekuasaan politik seperti Dewan?
partikelir dan,,PRRI”-Permesta untuk menentang pemerintah sentral yang h. Usaha mereka ini adalah karena telah gagal melakukan kudeta dipusat dan akhirnya lari ke-daerah-daerah mutlak Masyumi- PSI. Didaerah ini mereka melakukan korupsi, barter liar dan penye- Yundupan serta mengadakan hubungan ekonomi sendiri dengan luarnegeri. Disamping itu mereka juga melakukan sabotase-sabotase dilapangs8
an keuangan dan ekonomi. Semuanya ini menguntungkan ncgeri-ncgeri imperialis.
Sebagaimana diketahui tujuan mengadakan pergolakan didaerah ini adalah untuk memecah kesatuan Republik Indonesia yang akhirnya untuk dijatuhkan samasekali. Justru itu diproklamasikan »PRRI” di Padang yang dipimpin oleh gembong-gembong Masyumi dan PSI, yaitu Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. Burhanuddin Harahap, Moh. Natsir, Mr. Asaat, Dr. Sumitro, Dahlan Jambek, M.
Simbolon, Ahmad Husein dll.nya yang hal ini oleh Rakyat diterima dengan penuh kebencian dan kemarahan. (tepuktangan). Orang?
yang tadinya tertipu dan mengira gerakan Ahmad Husein sungguh-sungguh membela dan berjuang untuk kepentingan daerah, sesudah diproklamasikan,,PRRI” berbalik menentang gerakan Ahmad Husein dkk.nya untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia.
(tepuktangan).
Pemimpin?,,PRRI” sudah berjanji bahwa apabila" mereka menang, mereka akan menjadi anggota pakt SEATO buatan Amerika, dengan demikian akan terdapat pangkalan-pangkalan perang atom Amerika di Indonesia.
Untuk mengkonsolidasi perjuangan,,PRRI”, dimobilisasi segala adat, agama, sentimen kesukuan dan mereka melakukan tindakan fasis yang lebih fasis dari Jepang dengan melakukan penganiayaan, pembakaran, pembunuhan secara biadab, menyiksa wanita dsb.nya.
Dan imperialis diluarnegeri melalui persnya — mem-besar?kan kekuatan,,PRRI” dan menjelekkan Pemerintah Republik Indonesia. Intervensi oleh Amerika selama pemberontakan dilakukan terang?an dan kasar sekali untuk menghancurkan Republik Indonesia, yaitu dropping senjata dari udara, yaitu senjata-senjata yang serba baru dan modern di Pakanbaru, Senjata-senjata ini dapat dirampas oleh APRI dan dipamerkan di Jakarta. (tepuktangan). Dengan dalih untuk melindungi modal minyaknya dan warganegara Amerika, imperialis Amerika telah berusaha mendaratkan Armada ke-VII ke Pakanbaru, tetapi oleh Pemerintah Juanda ditolak dengan tcgas. Sikap Pemerintah memang sepenuhnya sesuai dengan perasaan kaum buruh dan Rakyat Riau yang tidak akan membiarkan imperialis AS menancapkan kakinya di Indonesia.
Kawan?,
Maka jelaslah bahwa modal monopoli minyak asing, yaitu perusahaan Caltex dan SVPM kepunyaan imperialis Amerika hanya menguntungkan negeri-negeri imperialis dan memudahkan bagi kaum imperialis Amerika melakukan intervensinya seperti yang saya gambarkan diatas tadi.:
619
MN GA Ng TPST NS
Penanaman modal asing tidaklah akan membawa perbaikan tingkat kehidupan Rakyat dan tidak membantu perkembangan '€konomi 'nasional, tetapi sebaliknya memperkuat kedudukan imperialis dinegeri kita.
Jadi, benarlah apa yang dirumuskan dalam Laporan Umum CC yang menyatakan bahwa imperialisme AS waktu sekarang adalah musuh Rakyat Indonesia yang lebih berbahaya daripada impe- '“ rialis mana saja, karena jika ia sudah, masuk sukarlah untuk menendangnya keluar. Karena itu kami menyokong sepenuhnya untuk menentang U.U. Penanaman Modal Asing. (tepuktangan).
Kewajiban pembebasan nasional kita sekarang yalah melawan kegiatan subversif Amerika dengan SEAT'O-nya, mencegah bertam- 'bahnya penanaman modal AS dan negeri-negeri imperialis lainnya dan menumpas kaum pemberontak,,PRRI'-Permesta dan DI-TII sampai ke-akar2nya.
01 Kawan?,
Selanjutnya saya akan mengemukakan soal nelayan. Seperti halnya dikepulauan Riau yang wilayahnya meliputi sebagian daratan pulau Sumatera dan pulau-pulau yang ribuan jumlahnya, maka pencaharian pokok penduduk yang tinggal dipantai umumnya dari hasil penangkapan ikan, Daerah yang sejak dahulu terkenal dengan hasil ikannya adalah Bagansi-api-api, Kabupaten Bengkalis, yang terletak dipantai timur Riau Daratan.
Untuk melakukan penangkapan ikan dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai yang diusahakan secara kecil2an dengan menggunakan alat-alat yang sederhana, sampai yang menggunakan alat-alat: penangkap ikan secara besar2an dengan menggunakan jermal-jermal yatau jaringan-jaringan yang ribuan meter panjangnya. Nelayan daerah Riau umumnya terdiri kecuali dari penduduk suku daerah tersebut, yaitu suku Melayu, banyak pula yang terdiri dari golongan Tionghoa yang mendatang didaerah itu. Seperti kita ketahui masyarakat nelayan adalah terdiri dari golongan juragan besar sero atau tauke-tauke jermal, nelayan kaya, nelayan sedang, nelayan miskin dan buruh nelayan. Dari golongan-golongan tersebut, disini yang akan saya bicarakan adalah tentang buruh nelayan, nelayan miskin dan nelayan sedang, karena golongan-golongan ini adalah golongan tertindas yang termasuk tenaga penggerak revolusi, yang oleh karena itu mereka harus dibangkitkan, « diorganisasi dan dimobilisasi dalam aksi-aksi untuk perbaikan nasibnya, untuk mencapai kemerdekaan nasional yang penuh dan untuk kebebasan demokrasi.
Di Bagansi-api-api atau di-tempat-tempat lain kaum buruh nelayan yang 'bekerja pada tauke-tauke jermal, diharuskan melakukan kontrak paling sedikit 6 bulan lamanya. Selama melakukan kerja kontrak ini kaum
620
buruh nelayan bersama keluarganya hidup dalam jermal di-tengah-tengah lautan. Upah mereka ada yang diatur secara mempertiga yaitu 1/3 untuk tauke dan 2/3 dibagi untuk seluruh buruh atau dibayar dengan upah harian Rp. 20,— sehari. Upah sejumlah ini adalah sangat rendah, karena didaerah Riau berarti kurang dari $ 1 (kurs gelap)
dan ini belum dapat digunakan untuk makan seorang seharinya.
Kerja mereka mulai jam 4 sore sampai jam 6 pagi esok hari-
: nya, dengan tiada mendapat upah lembur dan jaminan sosial apa-apa.
Buruh nelayan umumnya terlibat dalam hutang-hutang yang sangat tinggi, dari pembelian bahan-bahan keperluan hidup yang dimonopoli oleh tauke?.
Karena buruh nelayan umumnya butahuruf, mereka selalu ditipu, hingga selamanya mereka tidak dapat bebas dari hutang-hutang. Maka tidak mengherankan jika kaum buruh nelayan setiap kali harus memperbaharui kontraknya dan tidak jarang terjadi bahwa kaum buruh nelayan ada yang sampai ber-tahun-tahun harus hidup ditengah lautan. Jika kaum buruh meninggal kewajiban anak dan keluarganyalah untuk mewarisi hutang?nya. Demikianlah keadaan buruh nelayan didaerah Riau!
Kaum nelayan miskin, memiliki alat-alat penangkap ikan yang sederhana. Diantaranya ada yang hanya menggunakan sekeping papan yang dipijak dengan sebelah kakinya sebagai alat pelincur dipantai untuk memungut kerang dan ketam. Ada pula diantaranya yang memiliki perahu-perahu kecil dan jaring-jaring ikan sederhana. Hidup nelayan miskin ini sangat menderita. Mereka hidupnya terlibat dalam hutang-hutang kepada lintah darat dari pembelian bahan-bahan pengawet ikan atau bahan-bahan keperluan hidup. Disamping itu mereka terikat menjual hasilnya kepada tengkulak-tengkulak dengan harga yang rendah.
Kaum nelayan sedang meskipun memiliki alat-alat penangkap ikan yang agak baik, seperti perahu, jaring, belat, lukah, kelong dil.nya.
tetapi mereka ini masih dirugikan oleh lintahdarat atau tengkulak-tengkulak ikan. Untuk memperoleh alat-alat penangkap ikan atau alat pengawet ikan seperti es'atau garam, mereka terpaksa harus hutang kepada Iintahdarat dengan harga yang tinggi, karena penjual barang-barang ini kebanyakan telah dimonopoli oleh mereka. "
Juga dalam penjualan hasilnya nelayan-nelayan sedang terikat pada
"tengkulak-tengkulak, karena tengkulak-tengkulak ini sudah bersatu dan secara praktis
telah dapat monopoli pembelian ikan.
Untuk mengatasi kesukaran golongan nelayan ini, tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus dilakukan secara bersama-bersama, yaitu. diorganisasinya buruh nelayan dalam serikatburuh nelayan dan dihimpunnya nelayan miskin dan nelayan sedang dalam koperasi-koperasi nelayan. 9
Maka atas dasar itu tepat sekali apa yang telah dirumuskan
621
dalam program tuntutan Partai, yang berbunyi:,,Bantu para nelayan dengan modal dan alat penangkap ikan, bantu mereka mengadakan pengawetan, meluaskan pasar, dan ringankan pajak lelang, bebaskan buruh nelayan dari rodi, perbaiki upah mereka dan turunkan setorannya” dan,,Jaminan hak mendirikan dan mengembangkan koperasi-koperasi dikalangan kaum buruh nelayan, kaum tani, nelayan dan pekerja-pekerja kerajinan tangan dan bantu koperasi-koperasi Rakyat pekerja dengan modal dan fasilitet tanpa diskriminasi”. Program ini kami sokong sepenuhnya.
Kawan?,
Achirnya sebagai penutup sambutan saya ini, saya ingin menckankan bahwa dihadapan kita masih terbentang tugas yang lebih banyak dan lebih pelik lagi. Kami yakin, bahwa tugas-tugas ini pasti dapat dilaksanakan. Kami yakin bahwa sesudah Kongres Nasional ke-VI Partai kita akan mencapai sukses-sukses yang lebih besar lagi.
Hidup PKI yang besar dan jaya! (,,Hidup!”, tepuktangan).
Sekian!
PIDATO KAWAN MURAD AIDIT
(Sekretaris CP PKI Belitung)
Kawan-kawan se-cita-cita,
Kongres kita ini adalah Kongres ke-VI Partai, tetapi buat kami ini merupakan Kongres yang pertama dimana kami berhak dan dapat langsung memberikan suara kami. Pada Kongres ke-V Partai, kami tidak mengirimkan utusan, karena jengkauan Partai belum sampai pada daerah Belitung. Hadirnya kami dalam Kongres ke-VI yang jaya ini, berarti bahwa kini Partai memang benar-benar telah meluas keseluruh tanahair. (tepuktangan)
Kawan?, berdasarkan hak bersuara kami inilah, kami akan mencoba untuk memberikan sumbangan berupa pendapat-pendapat pada pejuang-pejuang yang terbaik dari seluruh bangsa yang berkumpul dalam Kongres kita yang jaya ini.
Kawan?, setelah mendengarkan Laporan Umum, Rencana Perubahan Konstitusi dan Rencana Perubahan Program Partai dari Sekretaris Jenderal dan wakil-wakil Sekjen Partai, maka kami nyatakan kami menyetujui keseluruhannya.
Sangatlah menarik perhatian kami tentang sikap Partai terhadap Undang? Penanaman Modal Asing. Kita ketahui bagaimana. gigihinya Partai berjuang supaya undang-undang tersebut ditolak oleh Parlemen. Sikap ini adalah satu sikap yang tepat. Sekalipun sikap politik yang tepat dari Partai tidak diterima oleh sebagian terbesar anggota dalam Parlemen, kita akan tetap berusaha untuk membatalkan undang-undang tersebut karena terang merugikan Rakyat Indonesia.
(tepuktangan).
Kawan?, kalau kami katakan bahwa kami dengan hangat menyambut sikap Partai dalam hal ini, ini adalah berkat pengalaman Partai yang secara terus-menerus mengadakan perlawanan terhadap modal besar asing dan berkat pengalaman Rakyat pekerja didaerah kami sendiri.
Seluruh Belitung merupakan “satu kesatuan yang dikuasai oleh modal asing Belanda, yang telah bercokol lebih dari seabad lamanya. Lebih dari separoh dari Rakyat penduduk pulau itu, langsung ataupun tidak langsung, ada sangkutpautnya dengan modal ini.
Saking enaknya dan berterimakasihnya Belanda kepada pulau Beli-
623
tung (Billiton menurut istilah mereka), maka maatskhappiy yang
dokhtermaatskhappiyennya terdapat di Bangka, dengan nama B.T.W.
(Bangka Tin Winning), di Belitung sendiri, dengan nama G.M.B.
" (Gemeenskhappeliyke Miynbouwmaatskhappiy Billiton), di Riau, Nibem dan Sitem, dan beberapa lagi di Afrika dan Amerika.
' Kawan-kawan, kami tidak merasa bangga bahwa nama pulau kami mereka gunakan untuk menghisap Rakyat di-mana-mana itu. (tepuktangan). Dengan hal-hal ini, kami rasa kami mempunyai cukup alasan untuk mengerti cara kerja dan tindak-tanduk modal asing situ, untuk mengenalnya dan membencinya. Kalau ada pepatah,,tak kenal maka tak sayang”, maka disini berlaku pepatah sebaliknya, saking kenalnya maka membencinya.
Berat penderitaan Rakyat pada zaman penjajahan. Ini kita maklum, karena penjajahan, tetapi kalau masih tetap berat penderitaan Rakyat setelah Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya, maka tahulah Rakyat dan terbuka matanya, bahwa sebenarnya bukan saja kolonialisme Belanda dalam lapangan politik yang berbahaya, tetapi yang terpokok yalah penguasaan modal Belanda dalam lapangan ekonomi yang sangat menekan kehidupan Rakyat. Sebelum pengambilanalih N.V.G.M.B. oleh kaum buruh yang patriotik, dalam rangka perjuangan Irian Barat, dan berbarengan dengan habisnya konsesi N.V.G.M.B., pada tanggal 28 Februari 1958, perasaan buruh sangat tertekan. Sebenarnya 5/8 andil N.V.G.M.B., dipegang oleh Pemerintah R.I. dan 3/8 oleh Belanda. Tetapi ternyata dalam prakteknya yang memegang andil 3/8 inilah yang menguasai keadaan diperusahaan itu. Rakyat berasa berada didaerah yang menumpang saja diwilayah R.I. yang merdeka ini. Sebabnya semua tanah ada-
| lah konsesi G.M.B., listrik, airleiding, telepon, rumah-rumah bagus-bagus, mobil-mobil “ dan banyak jalan-jalan juga kepunyaan G.M.B. sehingga administrateur dari perusahaan itulah yang dianggap“dan dinamakan oleh Rakyat,/Tuan kuasa”, jadi bukan kepala daerah atau bupati dulu, tetapi administrateur G.M.B. ini. Disini rolnya menjadi terbalik 180 derajat, bukan modal Belanda itu yang menumpang untuk mengembangkan dirinya, tetapi Rakyatlah yang se-olah-olah menum- P, pang dimana modal itu berada. Jadi waktu modal itu masih K: lemah, modal itu yang menumpang, untuk berusaha, tetapi setelah menjadi kuat, ialah yang menguasai segala sesuatunya dan dialah yang menjadi tuan rumah dipulau Belitung, bagian dari negara kita yang merdeka ini. Dengan andilnya yang 3/8 itu saja mereka 4 sudah dapat berbuat begini, apalagi kalau seluruh perusahaan itu 75 kepunyaan mereka. Sekarang dengan nasionalisasi dari perusahaan ini saja Rakyat belum merasa puas, dan inilah sebabnya, maka
P 524
' mereka dirikan, mereka namakan,,Billiton Maatskhappiy” dengan.
Rakyat mendesak supaya 3/8 andil yang dulunya dipegang Belanda ada ketentuan yang pasti, yalah dengan tidak pandang sikap Belanda terhadap Irian Barat, bagian inipun harus dikuasai oleh negara, dan memang ada tuntutan yang kuat dari daerah agar yang 3/8 ini diberikan kepada daerah, tampa perhitungan kerugian kepada Belanda. Karena Belandalah sebenarnya yang merugikan dengan mengangkut segala kekayaan Belitung seabad lebih.
Melihat kelicikan-kelicikan yang langsung kami rasakan dari modal Belanda ini, dan 'tentu tak akan banyak bedanya dengan modal-modal asing lainnya maka kami menyokong sepenuhnya politik Partai terhadap penolakan modal asing ini.
Satu hal lagi kawan-kawan, Kita kenal perusahaan-perusahaan 10096 milik Belanda dan perusahaan campuran Belanda. Kalau kita menasionalisasi modal asing Belanda yang 10096 dan yang terjalin antara Belanda dan Negara RI, kenapa kita melihat adanya keraguan dari Pemerintah untuk menasionalisasi modal Belanda, yang terjalin antara Belanda dan modal-modal asing lain2nya, misalnya B.P.M. Ini kita anggap sebagai satu keanehan, dan sikap yang kita anggap tepat yalah juga menasionalisasi modal Belanda yang terjalin dengan modal-modal asing lainnya itu. (tepuktangan). Sebab tidak mungkin modal "Belanda yang terjalin dengan modal asing lain2nya itu akan lebih baik dibanding dengan modal Belanda yang terjalin dengan modal Negara R.I. Modal yang menjadi kawan modal Belanda yang sudah"ada harus tunduk kepada peraturan-peraturan, hukum-hukum serta kepentingan Negara dan Rakyat Indonesia. Ini adalah satu tindakan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan. Semboyan jangan dibiarkan modal asing menancapkan kakinya ditanahair kita, hendaknya menjadi semboyan kita setanahair Indonesia, karena makin banyak modal asing yang menancapkan kakinya disini, maka semakin banyak pula daerah dimana Rakyatnya akan merasa menumpang didaerahnya sendiri. Inilah pengalaman kami dengan modal asing, dan kami yakin pengalaman kawan-kawan didaerah lainpun tak akan sangat bedanya. Dalam pegertian modal asing ini tak terkecuali modal Kuomintang yang terang-terang memusuhi Republik.
Setelah mengenai modal asing ini, sedikit hendak kami kemukakan dan menyambut laporan umum Comite Central kita tentang soal pengangkutan dan khususnya pengangkutan laut.
Daerah kami, kawan-kawan mungkin kurang percaya, kenyataannya lebih dekat letaknya daripada kota Jokya dilihat dari tempat kita berkongres ini. Tetapi kami rasa banyak kader-kader Partai yang masih sangat sedikit mengetahui keadaan pulau itu apalagi yang pernah mengunjunginya. Mereka merasa bahwa pulau itu terpencil jauh ditengah. Hal ini, kawan?, adalah karena tak lancarnya hubungan
625
“laut antara pulau Jawa ini dengan Belitung, dan pula dengan pulau-pulau lainnya. Tempatnya tidak jauh tetapi sukar dikunjungi.
“ Disinilah letaknya peranan dari hubungan laut maupun udara, (11/2 jam via udara, 20 jam via kapal laut). Untuk menerobos 'kesulitan ini, maka tak ada jalan lain daripada memperluas | jaringan hubungan laut ini dengan alat yang ada.dan yang mungkin kita adakan. Sehingga perasaan terpencil dari daerah kepulauan akan dapat kita atasi. Dengan dapat mengatasi perasaan terpencil ini, berarti pula bahwa kita setapak lebih maju dalam menyemen | perasaan kesatuan bangsa dan tanahair Indonesia kita ini. Negeri kita adalah negeri kepulauan dan tak ada jalan lain yang dapat merupakan semen pengerat hubungan ini selain daripada luasnya jaringan armada kita. Selanjutnya menurut pendapat kami, dengan luasnya armada dagang ini ditambah diperkuat dan diintensifkannya patroli-patroli maka sedikit banyaknya akan mengurangi nafsu para penye- -lundup devisen. Kami rasa dengan dua hal ini saja sudah cukup kuat alasan, bahw al hubungan laut ini harus mendapat pemikiran yang serius. Kalau sekarang kita belum mampu membuat kapal-kapal api, apakah tidak lebih baik kalau kita pada waktu sekarang ini mengalihkan perhatian kita lebih dulu kepada perahu-perahu layar, yang berukuran antara 50-100 ton itu. Kalau ini diusahakan perbaikan-perbaikannya tentu ini akan menolong kita untuk sementara.
Kami rasa kalau Kongres kita ini dapat mendorong Pemerintah untuk mengalihkan. perhatian kearah ini disamping terus berusalia mendapatkan kapal-kapal maka kesulitan perhubungan ini akan lebih mudah diatasi. Dengan demikian program,,sandang-pangan” Pemerintah untuk seluruh negara dapat diujudkan dengan segera dalam hubungan distribusinya.
Soal Front Persatuan Nasional. Dalam soal ini Comite Belitung mempunyai pula pengalaman?nya yang mudah2an “dapat pula memperkaya pengalaman Partai seluruhnya. Didaerah kami front persatuan ini mengambil bentuk yang nyata dalam kerjasama dalam badan-badan perwakilan. Seperti halnya juga dengan burjuasi dipusat burjuasi di-daerah2pun mempunyai persamaan dan perbedaan?
kepentingan diantara mereka sendiri. Dalam menghadapi mereka ini dua pegangan yang harus kita pegang teguh dan kita miliki yalah: bahwa kerjasama ini tidak merugikan perjuangan Rakyat, dan juga dapat meyakinkan mereka bahwa kerjasama ini menguntungkan mereka. Mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan?
mereka, dan mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan kita sendiri adalah syarat untuk berhasilnya penggalangan front persatuan didacrah-dacrah. Membuka topeng kejelekan-kejelekan fihak kepalabatu akan sangat membantu kita, dan pengalaman menunjukkan bahwa
626
didaerah kita harus bekerja dengan cara yang lebih terperinci lagi. Misalnya, tentang penggolongan kepalabatu ini kita harus mengenal orangnya satu persatu, dan serangan kita tidak saja ditujukan kepada golongan itu, tetapi kepada orangnya. Begitu pula tentang golongan-golongan lain?nya. Dengan cara ini kita akan lebih mudah mendekati orang-orang yang agak baik, dan menyatakan sikap kita bahwa kita tidak setuju dengan carakerja yang dilakukan oleh orang yang nyata-nyata tidak baik. Sebab menyerang golongannya, akan mudah menimbulkan sentimen golongan mereka dan ini malahan memperkuat kesatuan diantara mereka untuk menghadapi musuh bersama menurut istilah mereka. Kerja secara terperinci ini memang akan lebih sulit, ia menghendaki analisa-analisa yang tajam pula. Memang dizaman atom ini kita diharuskan bekerja secara lebih terperinci, hingga ke-atem?nya, tidak cukup sampai dimolekulnya saja. Hal ini dapat kita capai dengan ketajaman Marxis, ' keuletan, dipadu dengan pengetahuan yang lengkap mengenai daerah itu. Pengalaman yang kami dapat didaerah kami merupakan pengalaman yang berharga dalam meninggikan martabat Partai dikalangan Rakyat dan dalam cara membangun Partai.
Kami pernah mengalami masa dimana Partai dihinggapi sikap yang terlalu sektaris, hingga pernah terjadi bahwa seorang Sekres taris Comite Subseksi melarang anggota Partai untuk main badminton dengan anggota? Partai lain. Pengalaman yang pahit sebagai akibatnya, setelah mendapat pembahasan dalam Comite Partai dan diketahui kesalahannya, menjadi pengalaman dan guru yang sangat baik buat Comite dalam penggalangan front persatuan didaerah kami. Disamping adanya perkembangan Partai, hasil yang dapat kami capai setelah memahami arti front persatun, ialah dengan satu kursi di DPRD, kita dapat menduduki kursi DPD, dengan sokongan Partai-partai lain. (tepuktangan). Hal ini sangat menaikkan arti Partai didaerah itu. Inilah beberapa soal secara singkat dalam front persatuan ini.,
Soal UU Keadaan Bahaya. Kalau secara nasional kita dapat memahami hal ini dengan maksud untuk dipukulkan kepada musuh?
R.I. tetapi hendaknya dari fihak Pemerintah juga dapat menyadari bahwa di-daerah-daerah yang tidak merupakan daerah operasi terhadap anasir-anasir,,PRRI”-Permesta, keadaan dalam bahaya didaerah aman dan tenteram sungguh tak dapat dimengerti oleh Rakyat yang luas. (tepuktangan). Didaerah yang aman seperti Belitung Rakyat seharusnya dapat digerakkan untuk menghantam musuh-musuh R.I. Untuk ini perlu tetap dijamin kebebasan-kebebasan demokratis dari Rakyat. Bahwa Belitung merupakan daerah yang aman dan tenteram dapat dilihat kenyataan bahwa tak pernah -ada letusan-letusan bedil yang disebabkan
627
oleh pengacauan, tetapi kalau ada letusan bedil adalah karena pemburu-pemburu yang mencari rusa dihutan. Kami rasa didaerah yang seperti ini sangat wajar kalau keadaan dalam bahaya dihapuskan dan dipulihkan kembali kebebasan dan keleluasaan demokratis kepada Rakyat. (tepuktangan).
Kawan?, tingkat kemajuan Comite kita diseluruh Indonesia ini
tidak sama, begitupula tentang kader2nya. Hal ini tak dapat kita sangkal, dan usaha kita yalah agar kemajuan Partai dapat diratakan sesuai dengan kebutuhan setiap daerah. Dengan diterimanya Laporan Umum, kami yakin perataan ini dapat kita laksanakan yang kita harapkan.
Kawan?, berkat pimpinan CC secara langsung, kita lihat kemajuan-kemajuan yang didapat di Belitung, dan ini menandakan tepatnya tindakan CC untuk mengolah Belitung secara lebih intensif lagi.
“Dan dengan tidak masuknya lagi Jambi, Bangka, dan Belitung dalam CDB Sumsel, tentu kemajuan didaratan Sumatera Selatan akan meningkat pula. Tetapi dengan di-C.P.-kannya Belitung ini, maka kadang-kadang Comite Belitung, kurang dapat mengikuti situasi daerah ditingkat provinsi, Pemecahan soal inipun harus kita pikir kan agar CDB yang serupa ini juga dapat memberikan situasi daerah kepada C.P. yang ada dibawah lingkungan administrasi pemerintahan daerah tingkat provinsi.
Sekianlah beberapa sambutan kami mengenai laporan umum Comite Central dan mudah?2an sesuai dengan tujuan pokok Kongres Nasional kita yang ke-VI ini yalah untuk menetapkan tugas-tugas dilapangan ideologi, politik dan organisasi yang berdasarkan dua tugas urgen: a. Menggalang Front Persatuan Nasional anti-impea yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani dan b. Meneruskan pembangunan Partai yang tersebar diseluruh negeri, dan terkonsolidasi, dapat kita penuhi.
Hidup keempat semboyan Partai yang telah kita dengungkan dan akan kita jadikan pegangan! (,,Hidup!”, tepuktangan).
Hidup Partai Komunis Indonesia yang jaya! (,,Hidup!”, tepuktangan). Ed
PIDATO KAWAN ASMU
(Sekretaris Umum DPP BTI)
Presidium dan Kongres yang mulia!
Kawan-kawan delegasi yang -terc Izinkanlah saya menyampaikan terimakasih se-besar?nya kepada Presidium dan Kongres yang besar ini, berhubung dengan kehormatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan laporan tentang beberapa soal mengenai pekerjaan Partai dikalangan kaum tani.
Kawan-kawan,
Kita telah ber-sama-sama dan secara bulat mensahkan Laporan Umum CC, Perubahan Konstitusi dan Perubahan Program yang masing-masing diajukan oleh Kawan D.N. Aidit, Kawan M.H. Lukman dan Kawan Nyoto. Laporan-laporan dan Gdangan-gdangan umum kawan-kawan yang mendahului saya, semuanya memperkuat pensahan kita, dan lebih meneguhkan persetujuan saya terhadap Laporan Umum, Perubahan Konstitusi.dan Perubahan Program tersebut.
Dalam Laporan Umum itu Kawan D.N. Aidit dengan jelas dan tepat telah menganalisa perkembangan politik dalam dan luar ncgeri yang sekaligus menjelaskan kedudukan musuh-musuh dan kekuaten-kekuatan revolusi Indonesia serta menetapkan tugas? Partai dilapangan idcologi, politik dan organisasi pada waktu sekarang dan diwaktn dekat yang akan datang, yang kemudian dirumuskan juga dalam Perubahan Konstitusi dan Perubahan Program untuk membikin Partai kita lebih mampu mengubah imbangan kekuatan politik didalam negeri.
Kawan?,
Seperti kita ketahui, karena belajar dari pengalaman yang pahit dan berdarah berhubung dengan gagalnya Revolusi Agustus 1945, seperti dinyatakan dalam Resolusi,,Jalan Baru”, kita, kaum Komunis Indonesia mulai sedar, bahwa untuk memenangkan revolusi Indonesia terutama harus diusahakan penyelesaian soal agraria selekas-lekasnya. Sejak itu, meskipun belum mempunyai program agraria yang benar-benar tepat, Partai mulai memperbaiki pekerjaannya dikalangan kaum tani. Perhatian kita terhadap masalah tani kian hari makin bertambah besar, dan pada bulan Juli 1953 terbitlah tulisan Kawan D.N. Aidit Haridepan Gerakan Tani Indo-
629
nesia yang menandaskan pentingnya pekerjaan Partai: dikalangan kaum tani, sebab-sebab keterbelakangan gerakan kaum tani di Indonesia dan cara-cara mengatasinya. Kecuali memberikan petunjuk pada kader-kader Partai untuk bisa bekerja lebih baik dikalangan kaum tani, tulisan ini juga telah memegang peranan penting dalam menyiapkan pikiran kita menghadapi Kongres Nasional ke-V Partai kita yang merupakan puncak pertama dari perhatian kita terhadap masalah kaum tani. Berdasarkan Laporan Umum Kawan D.N.
Aidit Kongres itu telah menyimpulkan bahwa,,kita tidak mungkin berbicara tentang front persatuan nasional yang benar?, yang luas dan yang kuat, sebelum kaum tani dapat ditarik kedalam front ini”.
Dan sejak itulah kita memahami bahwa, dengan tidak mengabaikan bentuk-bentuk kerjasama dengan partai-partai, golongan-golongan dan organisasi?
lain, satu?nya front persatuan nasional yang hakiki adalah front persatuan nasional yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan proletariat (tepuktangan), dan bahwa revolusi agraria adalah hakekat daripada Revolusi Demokrasi Rakyat di Indonesia. Dengan keteguhan hati Kongres menyetujui tugas yang diajukan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit pada waktu itu, yaitu tugas menarik kaum tani kedalam front persatuan nasional, sebagai kewajiban yang per-tama-tama bagi kaum Komunis Indonesia, Untuk itu, tugas,,melenyapkan sisa-sisa feodalisme, mengembangkan revolusi agraria anti-feodal, mensita tanah tuantanah dan memberikan dengan cuma-cuma tanah tuantanah kepada kaum tani, terutama kepada kaum tani tak-bertanah dan tanimiskin, sebagai milik perseorangan mereka”, diterima oleh Kongres sebagai kewadiiban yang terdekat daripada kaum Komunis Indonesia. Sejak itu Partai mengibarkan panji-panji pembebasan kaum tani, yang dipahat dengan semboyan pokok,,tanah untuk kaum tani”. (tepuktangan).
Semboyan ini mendapat sambutan hangat dari kaum tani Indonesia. Ya! Kaum tani manakah yang tidak mencucurkan airmata bahagia mendapatkan sebidang tanah dengan cuma-cuma sebagai milik perseorangan mereka. Dan tanah itu bukanlah tanah rimbaraya seperti yang biasa dijanjikan oleh burjuasi, melainkan tanah matang yang pernah ber-tahun-tahun dikucuri keringat oleh nenekmoyangnya, tetapi kemudian dirampas oleh tuantanah dan dijadikannya senjata untuk menindas kaum tani sendiri. Adalah wajar jika kaum tani memandang Kongres Nasional ke-V Partai sebagai suatu Kongres yang paling bersejarah bagi kaum tani, karena Kongres itulah yang pertama kali dalam sejarah Indonesia yang secara terus-terang, tepat dan berani, menunjukkan jalan pembebasan bagi kaum tani. (tepuktangan). Selanjutnya, berkat kegiatan yang tidak mengenal lelah dan tak berpamrih untuk diri sendiri dari
630
kader-kader dan anggota? Partai yang dituntun oleh kesimpulan-kesimpulan Kongres Nasional ke-V dan dibawah pimpinan CC Partai kita, pengaruh Partai dikalangan kaum tani makin meluas. (tepuktangan).
Keyakinan bahwa proletariat dan Partainya adalah satu?nya sandaran dan pimpinan yang tepercaya untuk mencapai kebebasan, makin menguasai hatisanubari kaum tani. Hal ini dibuktikan oleh makin luasnya organisasi tani revolusioner, oleh meningkatnya terusmenerus hasil-suara yang didapat oleh Partai dalam 3 kali pemilihan umum, oleh makin banyaknya keanggotaan Partai dari kalangan kaum tani dan oleh sangat meningkatnya martabat Partai di-daerah-daerah yang dikacau oleh kontra-revolusi bersenjata,,PRRI”- Permesta dan gerombolan bandit DI-TII, seperti yang dinyatakan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit kepada Kongres ini.
Tentang kekeramatan panji-panji,,Tanah Untuk Kaum Tani” ini telah dibuktikan oleh berakarnya pengaruh Partai di-dacrah-dacrah dimana kaum tani dibawah pimpinan kader-kader Partai secara heroik telah berhasil mempertahankan tanah-tanah garapan bekas tanah-tanah perkebunan asing yang secara sah telah dikerjakannya sejak jaman pendudukan Jepang dan selama revolusi, tetapi yang kemudian mau direbut kembali oleh tentara agresor Belanda, dan kemudian oleh pengusaha-pengusaha perkebunan baik asing maupun bumiputera pembonceng-pembonceng revolusi. Panji?,/Tanah untuk kaum tani” ini juga telah banyak membantu kaum tani dalam menetapkan pilihannya yang tepat dalam pemilihan-pemilihan umum yang lalu. Dengan panji-panji ini kaum tani yang masih sangat terbelakangpun dengan mudah dapat menetapkan pilihannya: apakah dia memilih tandagambar,,bulan-bintang” yang menjanjikan surga sesudah kaum tani meninggal dunia (tawa) tetapi' membela penghisap-penghisap tuantanah dan bandit-bandit DI-TII, ataukah memilih tandagambar,,Palu-Arit”
yang membela kaim tani dan menghancurkan gerombolan-gerombolan bandit DI-TII dan gerombolan-gerombolan teroris lainnya, serta bertujuan melikwidasi monopoli tuantanah-tuantanah atas tanah dan membagikan tanah-tanah itu kepada kaum tani sebagai milik perseorangan mereka. (tepuktangan).
Disamping melihat bukti-bukti ketulus-ikhlasan kaum Komunis dalam membela hak-hak demokrasi dan kebutuhan se-hari-hari kaum tani, dengan panji-panji,,tanah untuk kaum tani”, secara mudah kaum tani bisa membedakan tujuan sebenarnya dari program PKI dan perbedaannya dengan program partai-partai lain, lebih-lebih perbedaan yang laksana siang dan malam dengan partai pembela tuantanah seperti Masyumi. (tepuktangan). Inilah alasannya mengapa panji-panji ini dalam kampanye-kampanye pemilihan umum dan pada saat-saat tertentu lainnya paling
- hebat diserang dengan dihujani peluru fitnahan, terutama oleh
Yoop Morrian 631
Amsterdam
kaum kepalabatu Masyumi. Tetapi panji-panji ini makin diserang, makin cemerlang, (tepuktangan), dan di-tempat-tempat dimana demokrasi diteror oleh kontra-revolusi, panji-panji ini tepat disimpan primpen dan tetap menyala-nyala dalam lubukhati kaum tani. (tepuktangan). Tepat sekali pesan Kawan D.N. Aidit kepada kita. untuk tetap menjunjungtinggi panji-panji,,Tanah untuk kaum tani”, disamping kita harus memiliki kesedaran bahwa kemenangan datangnya satu-persatu, dan karenanya kita harus terus-menerus melipatgandakan kegiatan kita se-hari-hari untuk membela kepentingan-kepentingan yang paling mendesak dari kaum tani.
Hasil lain yang menggembirakan yalah bahwa pelaksanaan bagian-bagian dari Program Tuntutan dan propaganda Program Umum Partai dilapangan agraria, telah merubah sikap dan pandangan hidup bagian terbesar kaum tani. Sikap dan pandangan hidup lama yang disebarkan oleh kaum penghisap dengan maksud untuk menutup-nutupi penghisapan mereka, yang menyatakan bahwa kemiskinan dan keterbelakangan kaum tani adalah takdir. oleh bagian terbesar kaum tani telah diketahui kepalsuanr Mereka mulai menempuh sikap dan pandangan hidup baru yang benar dan adil, yang menyatakan bahwa kemiskinan dan keterbelakangan bukanlah takdir yang tidak bisa dirubah, melainkan akibat penghisapan yang bisa dilawan dan dilikwidasi. (tepuktangan). ap dan pandanganhidup baru ini, pertama, telah membangkitkan dayajuang kaum tanis dan kedua merupakan permulaan yang penting bagi massa kaum tani, yang tingkat kebudayaannya pada umumnia masih terbelakang, untuk secara ber-angsur-angsur mengubah pandangan dunia idealisme dan menggantikannya dengan pandangan dunia materialisme dialektik, seperti diterangkan oleh Kawan M.H. Lukman, dengan jalan membimbing mereka terus-menerys mencari setiap kebenaran didalam kenyataan.
Kawan?, y
Dengan ini semua, samasekali bukanlah berarti bahwa pekerjaan kita dikalangan kaum tani sudah memuaskan. Saya sepenuhnya menyetujui kesimpulan Laporan Umum Kawan D.N. Aidit yang secara tepat menegaskan bahwa..sampai sekarang pekerjaan Partai dikalangan kaum tani masih tetap belum: memuaskan”.
Dengan ini saya hanya akan menyatakan bahwa dengan belajar dari pengalaman yang pahit dan berdarah akibat kegagalan Revolusi Agustus 1945, kita, kaum Komunis Indonesia dengan Kongres Nasional ke-V telah mengubah kegagalan itu menjadi sumber kcmenangan. (tepuktangan). Apakah yang lebih indah dari keadaan ini?
632
Kawan?,
Meskipun sediak Kongres Nasional ke-V Partai kita Rakyat Indonesia dan Partai kita telah mencapai hasil-hasil dalam perjuangan untuk kemerdekaan nasional dan demokrasi seperti dinyatakan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, saya memperkuat kesimpulan Laporan tersebut yang menyatakan bahwa,,tugas pembebasan nasional samasekali belum rampung”, bahwa,,Indonesia belum merdeka penuh atau pada hakekatnya masih berkedudukan setengah-jajahan” dan,Indonesia masih tetap negeri setengahfeodal”.
Tentang masih bercokolnya sisa-sisa feodalisme didesa, dalam Laporan Umum dibuktikan dengan masih adanya bentuk monopoli tanah oleh tuantanah, bentuk sewatanah yang berwujud barang dan berwujud kerja, dan bentuk hutang-hutang yang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak terhadap tuantanah-tuantanah.
Ini semua dibenarkan dan diperkuat oleh hasil-hasil penyelidikan tentang hubungan-hubungan agraria dan penghidupan kaum tani yang dijalankan oleh kader-kader tinggi dan menengah Partai beberapa bulan menjelang Konferensi Nasional Tani Partai pada pertengahan bulan April 1959.
Sementara hasil penyelidikan itu menunjukkan hal-hal sbb.:
1. Dibeberapa desa yang diselidiki menunjukkan bahwa keluarga tuantanah yang merupakan bagian yang sangat kecil dari penduduk desa memonopoli sebagian besar, dan bahkan kadang-kadang lebih dari separoh, tanah desa. Difihak lain, kaum buruhtani dan tanimiskin yang jumlahnya lebih dari separoh, dan ada kalanya sampai 9096 penduduk desa, memiliki kurang dari separoh, dan bahkan kadang-kadang hanya 1096 dari tanah didesa.
Sementara angka-angka hasil penyelidikan dibeberapa desa adalah sebagai berikut:
Tuantanah Tanimiskin dan buruhtani Pyumlah ke-|Milik-tanah. | Jumlah ke-|Milik-tanah.
yuarga. Per-| Persentase |luarga. Per-| Persentase Desa sentase dari'dari tanah-|sentase darildari tanahpenduduk | desa penduduk | desa Caruy (Cilacap) 0,21 43 87 27 Jimus (Klaten) 7 44,25 55,5 10 Gempolsewu (Kendal) 1,25 215 — —
'Tegogan (Blitar) 1 4 67 40 Tj. Wedoro (Surabaya) 83 60 2 -
Gelung (Ngawi) 22 27 82 35 Wanga (Sumba) 04 54 75 16
633
'2. Sewatanah yang harus dibayar oleh kaum tani penggarap kepada tuantanah pada umumnya lebih dari 5045 hasil panenan, dan bahkan ada yang sampai 75 atau 8096 dari hasil panenan.
Kecuali itu kaum tani penggarap pada umumnya masih harus 'membayar sewa tambahan, di Jawa Tengah dan Timur disebut,,srono” dan di Bali disebwe,,penegul” atau,,uang pelais”, yaitu semacam,,uang kunci” bagi penyewa-penyewa rumah, dalam bentuk hasilbumi, uang dan berbagai macam upeti. Dibeberapa daerah masih terdapat sewatanah dalam bentuk kerja pada tuantanah?, secara terang2an ataupun secara tertutup dengan apa yang dinamakan,,pembalasan budi” tuantanah.
Masih berlakunya sistim tumpangsari di-kehutanan-kehutanan dan disementara perkebunan juga membuktikan masih berlakunya sistim sewatanah dalam bentuk kerja. Di Sumba masih berlaku sistim budak, yaitu sejumlah buruhtani yang diperlakukan sebagai,,inventaris” raja-raja, yang hidup sepenuhnya untuk kepentingan raja-raja, tanpa upah bekerja untuk raja-raja dengan diberi kesempatan mengerjakan sebidang tanah sebagai catu.
Kebanyakan raja-raja di Sumba dan pulau-pulau lain di Nusatenggara Timur menguasai semua tanah didaerahnya dan kaum tani bisa mengerjakan tanah hanya berdasar kesempatan dan syarat-syarat berat yang diberikan oleh raja-raja.
3. Bagian terbesar kaum tani hidup dalam perbudakan hutahg.
'Tuantanah dan lintahdarat memberi pinjaman kepada kaum tani dengan bunga antara 50 sampai 10076, bahkan dibeberapa daerah sampai 15096 sebulan, dan pada umumnya harus dibayar kembali dengan hasil bumi dengan harga lebih rendah daripada harga umum. Tuantanah-tuantanah berusaha agar kaum tani bisa dipaksa membayar kembali pinjamannya dengan menyerahkan tanahnya.
4. Sejak gagalnya Revolusi Rakyat (1945-1948), kecuali dibeberapa desa dimana Rakyat dalam batas-batas tertentu bisa memenangkan demokrasi, pada umumnya pemerintahan desa masih retap pemerintahan otokrasi seperti dijaman kolonial, dimana lurah
(kepala desa atau setingkat desa) menguasai segenap pemerintahan, dan Rakyat didesa hanya diberi hak menerima perintah-perintah
saja dan tidak diberi hak untuk menyatakan perasaan dan fikirannya. Bahkan dibeberapa tempat di Sumatera Selatan kepaladesa-kepaladesa memegang kekuasaan pengadilan dan melalui,,rapat-rapat adat” berhak menjatuhkan hukuman, sampai hukuman mati.
Lurah-lurah berhak memungut pologoro, yaitu beban pajak luarbiasa, upeti dan rodi dari Rakyat didesa. Pemerintahan desa
otokrasi seperti bentuknya sekarang ini bukan saja memberat-
634
kan beban penghidupan kaum tani, tetapi juga merupakan penghalang yang penting bagi kelancaran jalan pemerintahan-pemerintahan daerah swatantra tingkat I dan II. Dengan pemerintahan desa yang tidak demokratis seperti sekarang, maka pemerintahan-pemerintahan daerah swatantra tingkat I dan II, bagaimanapun demokratisnya pemerintahan daerah ini, akan mengalami nasib seperti okulasi tunas pohon demokrasi yang ditempelkan pada pokok pohon otokrasi yang akarnya tuba meracuni masyarakat desa.
Adalah tepat sekali diajukannya tuntutan,,penghapusan semua Uindang-uindang dan peraturan-peraturan kolonial seperti 'IGO”, 'IGOB” dil.
untuk mendemokrasikan pemerintah desa dengan jalan mengadakan pemilihan kepaladesa secara periodik dan membentuk otonomi daerah swatantra tingkat IIP”. Tuntutan ini bukan saja sesuai dengan hasrat kaum tani, tetapi dengan tercapainya tuntutan ini juga akan memperlancar jalannya pemerintahan-pemerintahan daerah swatantra tingkat I dan II.
Kawan-kawan,
Hasil penyelidikan yang saya laporkan diatas, meskipun belum dapat dikatakan sempurna, tetapi cukup meyakinkan kita terhadap kebenaran kesimpulan Laporan Umum Kawan D.N. Aidit yang menyatakan bahwa,,Indonesia masih tetap negeri setengah-feoda?”.
Oleh karena itu, adalah tepat kesimpulan Laporan Umum yang menyatakan bahwa tuantanah masih tetap merupakan musuh pokok revolusi Indonesia ber-sama-sama dengan imperialisme dan burjuasi komprador. Adalah juga tepat bahwa program agraria Partai pada pokoknya masih tetap seperti Program Kongres ke-V,
Seperti dinyatakan dalam Laporan Umum, masih merajalelanya sisa-sisa feodalisme ini tidak memungkinkan dibebaskannya tenaga?
produktif di-desa-desa dan tidak memungkinkan adanya kenaikan produksi bahan-bahan makanan dan hasil-hasil pertanian lainnya. Kecuali itu juga telah tidak memungkinkan diperluasnya pasaran dalamnegeri yang sangat diperlukan bagi perkembangan industri nasional.
Kenyataan ini mulai dirasakan juga oleh kaum burjuasi terutama oleh sayap kiri dari kekuatan tengah dan kaum industrialis nasional. Oleh karena itu adalah tepat sekali perumusan Program Tuntutan yang pada pokoknya membatasi exploitasi tuantanah, misalnya,dengan mengajukan semboyan,,6:4” serta membatasi milik tanah tuantanah dan membeli tanah-tanah kelebihan dari tuantanah dengan cara dan harga yang ditentukan oleh pemerintah untuk dibagikan kepada kaum tani tak-bertanah dan tanimiskin dsb. Melalui penjelasan-penjelasan yang meyakinkan, dan bersamaan dengan itu diperluas dan diperkuat aksi-aksi kaum tani dibawah pimpinan kaum Komunis, saya percaya bahwa sayap kiri dari kekuatan tengah
635:
terutama kaum industrialis nasional akan bisa ditarik untuk menyokong tuntutan ini, karena tercapainya tuntutan ini adalah sepenuhnya sesuai dengan kepentingan mereka akan meningkatnya dayabeli massa Rakyat dan meningkatnya pasar dalamncgeri. Sebelum kekuasaan feodal samasekali dihapuskan dan program perubahan tanah bisa dilaksanakan, pelaksanaan program tuntutan yang pada pokoknya membatasi penghisapan tuantanah dan lintahdarat dan mneringankan beban penghidupan kaum tani merupakan salahsatu jalan yang tepat untuk dalam batas-batas tertentu mengatasi kemacetan produksi pertanian dan untuk memungkinkan diperluasnya pasar dalamnegeri. Jalan ini adalah jauh lebih baik daripada jalan PMD, yaitu suatu,,pembangunan desa” tambalsulam guna menu- 'tup-nutupi penghisapan feodal dan yang tidak menjamin perbaikan tingkat penghidupan bagian terbesar kaum tani.
Kawan?,
Kongres Nasional Partai kita kali ini dilangsungkan pada saat dimana Partai kita sudah mengadakan Konfernas Tani Partai yang pertama pada pertengahan April 1959. Suatu Konferras yang dipersiapkan antara lain dengan mengirimkan kader-kader tinggi dan menengah Partai keber-bagai-bagai daerah untuk dalam waktu yang cukup lama melaksanakan gerakan,,turun kebawah” dengan menjalankan,,tiga sama”, yaitu sama-sama tinggal, sama-sama makan dan sama?
bekerja dengan kaum tani dan kaum nelayan, guna mempelajari hubungan-hubungan agraria serta penghidupan kaum tani dan nelayan. Dapatlah dikatakan bahwa Konfernas Tani Partai yang pertama itu telah menyimpulkan pengalaman-pengalaman pekerjaan kita dikalangan kaum tani selama ini, telah menyimpulkan garis taktik dan langgam kerja yang penting, mengkongkritkan semboyan turun sewa dengan mengajukan semboyan,,6: 4” dan merumuskan 5 prinsip mengerjakan tanah untuk meningkatkan hasil padi. Kesimpulan-kesimpulan ini secara jelas dan lengkap telah diajukan oleh Kawan D.N. Aidit dalam Laporan Umum bab TII yang berkepala,,Meneruskan Pembangunan Partai”.
Kawan?,
Mengadakan penyelidikan tentang hubungan-hubungan agraria dan penzhidupan kaum tani dengan jalan,derun kebawah” dan melaksanakan,,tiga sama” adalah cara yang tepat. Dengan cara ini kit:
bisa merasakan, melihat dan mendengar langsung tentang penderitaan, perasaan dan fikiran kaum tani dari kaum tani sendiri tanpa takut-takut dan dengan berterus-terang. Dengan cara ini kita mendapatkan gambaran yang jelas tentang hubungan-hubungan agraria dan penghidupan kaum tani. Kita adalah,,dokter” masyarakat desa yang pertama kali menetapkan diagnose berdasarkan" keterangan lanz-
636
sung dan dengan menyatukan diri dengan si-sakit untuk menyembuhkannya. (tepuktangan). Berbeda dengan kaum burjuis yang suka menetapkan diagnose tanpa mendengarkan keterangan si-sakit Gan bahkan tidak jarang menuruti nasehat si-penyakit. Oleh karena itu penyelidikan tentang hubungan-hubungan agraria dan penghicupan kaum tani dengan jalan,,turun kebawah” dan melaksanakan liga sama” itu harus terus-menerus kita jalankan, terutama pada saat-saat menghadapi konferensiZ organisasi tani dan pada waktu?
menyiapkan aksi kaum tani.
Dalam Laporan Umum secara tepat Kawan D.N. Aidit menyimpulkan bahwa,,pekerjaan mengkonsolidasi organisasi tam revolusioner tidak boleh dianggap sama seperti mengkonsolidasi serikatburuh?”. Diterangkan bahwa,,menurut sifatnya organisasi serikatburuh selalu menghendaki pemusatan, sampai pada pemusatan secara nasional dan pemusatan secara internasional. Sebaliknya sasaran dari organisasi tani revolusioner terdapat ditiap desa yang masing-masing mempunyai kekhususannya”. Dikemukakannya masalah ini dalam Laporan Umum adalah penting sekali, mengingat bahwa kelemahan kita dalam mengembangkan organisasi dan aksi-aksi kaum tani selama ini sebagian besar disebabkan oleh kurang pengertian kader-kader kita terhadap perbedaan ini, dan karenanya kurang mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai keadaan setempat dan kurang belajar mengenal kekhususan?nya untuk bisa melaksanakan garis umum daripada Partai sesuai dengan keadaan setempat. Misalnya saja untuk melaksanakan semboyan nasional »6:4” kita tidak cukup hanya mengetahui sifat-sifat umum atau watak-watak tuantanah dan cara-cara penghisapannya. Secara kongkrit kita harus mengenal sifat-sifat khusus tuantanah seorang demi seorang disesuatu desa, untuk tidak menyamaratakan semua tuantanah dan tidak menjadikannya semua dan sekaligus sebagai musuh, untuk isa mernperhitungkan imbangan kekuatan dan merumuskan tunara tepat. Untuk menyiapkan aksi-aksi lain yang menyangkut kepentingan umum didesa, diperlukan penyelidikan antara lain tentang jalan yang harus ditempuh, apakah langsung diajukan dalam rapat kaum tani didesa, ataukah harus didahului oleh rapat t batas dari kaum tani yang langsung berkepentingan. Untuk mengorganisasi badan-badan koperasi disesuatu desa kadang-kadang kita terpaksa menggunakan penamaan lain untuk sesuatu badan koperasi, misalnya,,badan gotongroyong” atau,,kerukunan”.
Perbedaan cara mengkonsolidasi organisasi tani revolusionct dengan serikatburuh yang “ditunjukkan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit memperingatkan kepada kita, bahwa untuk bisa bekerja baik dikalangan kaum tani kita harus terus-menerus
637
mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai hubungan-hubungan agraria dan penghidupan kaum tani ditempat kita masing-masing, kita harus mengenal dengan baik keadaan-keadaan khusus setempat, keadaan sekutu-sekutu dan musuh-musuh kita, kadang-kadang bahkan seorang demi seorang, supaya bisa menyesuaikan garis umum daripada Partai dengan keadaan setempat yang menjadi kunci rahasia daripada berhasilnya pekerjaan kita dikalangan kaum tani. Untuk mengembangkan organisasi dan aksi-aksi kaum tani adalah penting sekali peranan konferensi-konferensi resional berdasarkan kesatuan obyek untuk mendiskusikan soal-soal khusus dan meluaskan experimen carakerja -yang berhasil, misalnya konferensi-konferensi didaerah areal pabrik gula, didaerah perkebunan atau kehutanan, didaerah dimana banyak tuantanah bumiputera, didaerah yang dikacau oleh gerombolan-gerombolan bandit,,PRRI”- Permesta dan DI-TII, dsb.
Seperti diterangkan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, Konferensi Nasional Tani Partai kita yang pertama antara lain juga telah menyimpulkan bahwa,,tugas terpenting Revolusi Indonesia pada tingkat sckarang yalah menggulingkan kekuasaan musuh dari luar, yaitu imperialisme, dan menggulingkan kekuasaan tuantanah feodal dalamnegeri lanjutnya ditegaskan bahwa, dilihat dari sudut strategi atau dilihat dari tugas menyelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya, dua tugas tersebut diatas sangat crat hubungannya dan tak terpisahkan satu dengan lainnya”. Tetapi »Gilihat dari sudut taktik, dua tugas tersebut diatas, yaitu tugas menggulingkan kekuasaan imperialisme dan kekuasaan feodalisms tidak bisa dilakukan sekaligus. Dilihat dari sudut taktik pada waktu dan keadaan tertentu seperti sekarang ini ujung tombak daripada revolusi per-tama?2 harus ditujukan kepada musuh-musuh asing (imperialisme) dan tuantanah-tuantanah serta burjuasi yang menjadi agen-agen musuh-musuh asing itu”.
Berdasarkan kesimpulan itu saya memperkuat perumusan Program Tuntutan yang membatasi diri kepada mensita tanah dan milik lain dari kaum tuantanah yang memihak gerombolan pengacau kontra-revolusi (tepuktangan) dan gerombolan-gerombolan teroris lainnya dan membagikan tanah-tanah itu kepada kaum tani tak-bertanah dan tanimiskin. (tepuktangan). Sedangkan kepada tuantanah lain pada umumnya kita hanya menuntut pengurangan sewatanah dengan mengajukan semboyan,,6: 4”. Dengan jalan ini bisa dimobilisasi sc-besar2nya kekuatan nasional yang anti-imperialis dan kekuatan-kekuatan patriotik untuk menghancurkan gercmbolan-gerombolan -kontrarevolusi,,PRRI”-Permesta dan bandit DI-TII, termasuk tuantanah yang patriotik, sedangkan difihak lain kita bisa tetap berdiri
638
barisan paling depan dalam membela kepentingan kaum tani.
(tepuktangan). 1 P
Dalam Laporan Umumnya, Kawan D.N. Aidit memperingatkan kepada kita untuk selalu,,berjalan dengan dua kaki”, yaitu selalu mengkombinasi pekerjaan ber-kobar-kobar yang datangnya musiman dengan pekerjaan tekun, yaitu pekerjaan se-hari-hari yang meliputi pekerjaan organisasi, pendidikan, politik dan ideologi. Bagi akti- Vis-aktivis tani peringatan ini adalah sangat penting. Pengalaman yang diperoleh dari gerakan,,turun kebawah” antara lain menunjukkan bahwa,,untuk bisa memobilisasi se-banyakenya kaum tani diperlukan tidak hanya sebuah organisasi tani revolusioner dan sebuah koperasi, tetapi ber-puluh-puluh bentuk organisasi lain yang sesuai dengan keadaan penghidupan didesa dan dengan tingkat kebuduyaan penduduk yang pada umumnya masih rendah”.
Dengan memegang teguh prinsip,,berjalan dengan dua kaki”
maka selama bekerja se-hari-hari didalam ber-puluh-puluh bentuk organisasi, kita akan selalu ingat bahwa pekerjaan itu disamping untuk meringankan penderitaan kaum tani, juga harus ditujukan untuk membangkitkan aksi-aksi revolusioner kaum tani pada tingkat sekarang, terutama dalam gerakan? 6:4 yang merupakan poros dari seluruh kegiatan kita dikalangan kaum tani dan poros dari semua gerakan kita didesa, baik yang diorganisasi oleh aktivis-aktivis tani maupun oleh aktivis-aktivis wanita dan pemuda didesa. Organisasi wanita revolusioner dan Pemuda Rakyat didesa mempunyai peranan penting dalam membantu memobilisasi aksi-aksi kaum tani, karena wanita?
dan pemuda-pemuda pekerja tani berhubung dengan keadaan penghidupan dan pekerjaan pertanian mempunyai peranan yang sama dengan suami dan ayah mereka dalam pekerjaan pertanian. Dengan jalan demikian kita selalu,,berjalan dengan dua kaki” dan semua jalan bisa menuju ke,,6:4”. (tepuktangan).
Laporan Umum juga telah menunjukkan kepada kita bahwa »dengan keadaan yang bagaimanapun juga kita harus selalu bersandar pada buruhtani dan tanimiskin”, dan,,hanya dengan pimpinan kaum Komunis gerakan kaum tani bisa menjadi sekutu yang akrab dari klas buruh dalam melawan semua musuh Rakyat pekerja”. Petunjuk ini secara ringkas dan jelas menerangkan masalah sandaran dan pimpinan gerakan tani serta masalah perlunya sifat sandar-menyandar antara kaum tani dengan kaum Komunis sebagai syarat mutlak kemenangan revolusi dan untuk pembebasan sejati kaum tani.
Pengalaman mengajarkan kepada kita bahwa sifat sandarmenyandar antara kaum Komunis dengan kaum tani, terutama buruhtani dan tanimiskin mempunyai daya-kekuatan yang tak ter-
639:
batas. Terutama kawan-kawan dari daerah-daerah yang dikacau oleh kontrarevolusi bersenjata, berdasarkan pengalaman mereka yang heroik, saya kira bisa meyakinkan kepada kita, bahwa sesudah Partai sandar-menyandar dengan kaum tani dan kekuatan-kekuatan patriotik lainnya, maka situasi menjadi berubah. Dari keadaan diawasi dan diburu, berbalik menjadi mengawasi dan memburu kontra-revolusi. (tepuktangan). Bagi kaum tani, sandar-menyandar dengan proletariat dan Partainya, berarti datangnya jaman,,sungsang buana balik”, (tepuktangan), yaitu jaman dimana dewa-dewa dari kahayangan diturunkan dan digantikan oleh Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, sebagai lambang kejayaan Rakyat. (tepuktangan). Oleh karena itu.
»selalu bersandar pada buruhtani dan tanimiskin dalam keadaan bagaimanapun juga” harus menjadi sumpah setia kita, kaum Komunis yang bekerja didesa, terhadap revolusi.
Kawan-kawan,
Seperti diterangkan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, aujuran 5 prinsip mengerjakan tanah untuk meningkatkan produksi padi disambut dengan gairah oleh kaum tani. Juga dari kalangan pejabat-pejabat pemerintah dan ahl!i2 pertanian yang jujur mulai timbul perhatian dan datang sambutan berhubung dengan percobaan-percobaan yang berhasil yang dijalankan oleh aktivis? Partai dari kalangan kaum tani yang dengan kemampuannya yang masih terbatas bisa menghasilkan 60 sampai 120 kwintal padi tiap ha (tepuktangan) yang berarti kenaikan 100 sampai 30096 dari hasil sebelum dilaksanakannya 5 prinsip mengerjakan tanah yang dianjurkan oleh Partai. Partai kita yang dulunya hanya discbut,,kampiun memperjuangkan tanah garapan”, dengan dilaksanakannya 5 prinsip mengerjakan tanah dan kegiatan-kegiatan lain dilapangan peningkatan produksi pertanian dan perikanan, mulai diakui oleh kaum tani dan sebagian dari golongan lain diluar kaum tani sebagai juga »kampiun produl Ini merupakan dasar baru bagi Rakyat Indoncsia untuk meletakkan harapannya kepada Partai guna memenuhi tuntutan mereka n bahan makanan. Partai tis an menyianyiakan harapan ini. Seperti dibuktikan oleh kader? Partai didaerah dimana Partai ikut dan mempunyai peranan penting dalam pcmerintahan daerah, maka Partai telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mempertinggi produksi bahan makanan, sehingga di Gunungkidul dimana PKI mendapat suara terbanyak mutlak, hongerudim bisa dikurangi dari — 9.000 penderita setiap tahun, dalam tahun ini tinggal — 400. (tepuktangan). Inilah salahsatu amal PKI kepada Rakyat didaerah yang mutlak. Sedang dibeberapa daerah lain, musim paceklik telah diperpendek waktunya. Keadaan ini akan lebih meyakinkan massa Rakyat tentang obyektifnya tuntutan untuk
640
membentuk Pemerintah Gotongroyong dimana orang-orang Komunis menempati kedudukannya yang sah dan adil, baik dalam pemerintahan dacrah maupun dalam pemerintahan pusat. (tepuktangan).
Kawan?,
Saya memperkuat kesimpulan Laporan Umum Kawan D.
Aidit untuk,,membentuk se-banyak?nya Regu? Kerjabakti sebagai bukti bahwa Partai kita memang ingin sungguh-sungguh bersatupadu dengan kaum tani dan sebagai alat pendorong perkembangan koperasi-koperasi produksi di-desa-desa”. Karena dengan kerjabakti itu kita memang bisa membuktikan keinginan kita yang sungguh-sungguh untuk bersatupadu dengan kaum tani. Kecuali itu, dengan kerjabakti untuk kaum tani, kita akan membuktikan perbedaan sifat kita kaum Komunis dengan kaum burjuis. Sudah ber-abad-abad kaum tani mengenal kerjabakti yang harus dijalankan oleh kaum tani untuk klas-klas penindas dan untuk golongan-golongan yang berkuasa. Tetapi kaum Komunis sekarang mengorganisasi diri untuk bekerjabakti bagi kepentingan kaum tanimiskin. (tepuktangan). Saya yakin bahwa dengan ini, kaum tani akan membalasbudi se-kurang2nya dengan memberikan kepercayaan yang lebih "besar terhadap kita, kaum Komunis. Disamping itu, merasa diri dihormati dan dihargai, bagi massa kaum tani yang biasanya oleh kaum reaksioner dipandang serbasalah” dan,,serbakalah”, merupakan pendidikan politik yang penting.
Kawan?,
Kongres Nasional ke-V Partai kita adalah Kongres yang menunjukkan jalan pembebasan kaum tani dan betapa pentingnya pekerjaan kita dikalangan kaum tani. Kongres Nasional ke-VI Partai kita sekarang ini, disamping memperingatkan dan menckankan kembali tentang pentingnya pekerjaan Partai dikalangan kaum tani sebagai syarat mutlak guna menggalang front persatuan nasional yang benar-benar luas dan kuat, juga telah memperlengkapi kita dengan taktik perjuangan dan ber-bagai-bagai bentuk carakerja dikalangan kaum tani serta memberikan garis umum untuk bekerja dikalangan kaum nelayan, yang karena negeri kita suatu negeri kepulauan, merupakan massa Rakyat yang cukup besar jumlahnya dan masih menderita penghisapan setengah-feodal senasib dengan kaum tani. Memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan kaum tani tiap-tiap sukubangsa dalam Kongres ini disimpulkan sebagai jalan terutama untuk memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan sukubangsa. Dengan Kongres ini, seperti yang diterangkan dalam Laporan Umum Kawan D.N. Aidit, kita sudah cukup diperlengkapi dengan persiapan-persiapan politik dan ideologi untuk dengan langkah-langkah yang tegap pergi kedesa dan kepantai membangkitkan, mengorganisasi
641
dan memimpin kaum tani dan nelayan. Dengan melaksanakan dengan sungguh-sungguh tugas Kongres kita yang besar ini, saya yakin bahwa judul Laporan Umum Kawan D.N. Aidit,,Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong” akan terlaksana dan dengan pelaksanaan judul itu tercapailah syarat-syarat untuk memobilisasi lebih baik bagian terbesar kaum tani dan nelayan untuk ber-sama-sama memasuki pintugerbang kemenangan revolusi yang mendatangkan zaman baru bagi Rakyat Indonesia, (tepuktangan), zaman dimana Rakyat Indonesia bisa menikmati masyarakat adil dan makmur ditanahairnya sendiri.
Hidup Partai Komunis Indonesia yang kita cintai! (seruan:
Hidup persekutuan buruh dan tani basis daripada persatuan nasional yang perkasa! (seruan:,,Hidup!”: tepuktangan)."
642
PIDATO KAWAN Y. AJITOROP (Calonanggota Politbiro CC PKI)
Kongres yang mulia!
KAWAN-kawan yang tercinta!
Laporan Umum yang disampaikan Kawan Aidit, Rencana Perubahan Konstitusi Partai yang pengantarnya disampaikan Kawan Lukman dan Rencana Perubahan Program Partai yang pengantarnya disampaikan oleh Kawan Nyoto, telah kita setujui sepenuhnya dan dengan suara-bulat.
Walaupun demikian, saya merasa perlu untuk meminta perhatian kita semua pada soal yang ditekankan Kawan Aidit dalam Laporan Umum, yaitu perlunya lebih mendalam meninjau persoalan kaum intelektuil di Indonesia untuk lebih memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan mereka.
Kawan Aidit dalam Laporan Umum itu juga meminta pcrhatian kita terhadap kenyataan bahwa kemajuan Partai dikalangan kaum intelektuil masih terlampau lambat dan tidak scimbang dengan kemajuan yang diperoleh dilapangan lain, dan karena itu menjadi keharusan bagi kader Partai dilingkungan kaum intelektuil untuk bekerja lebih giat dan lebih baik dan harus bekerja supaya menjadi contoh dalam memperkaya dan mengembangkan ilmu untuk kepentingan Rakyat.
Keadaan Kaum Intelektuil Dan Tugas Utama Pekerja Ilmu Dan Kebudayaan Dalam Tingkat Revolusi Sekarang
Sebelum menjawab pertanyaan, apakah yang menjadi tugas pokok pekerjaan Partai dikalangan kaum intelektuil dan bagaimana memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan mereka, perlu kita tinjau secara singkat keadaan. intelektuil dinegeri kita sekarang ini dan apakah tugas utama pekerja ilmu dan kebudayaan progresif dinegeri kita dalam tingkat revolusi sekarang ini.
Kegagalan revolusi Rakyat 1945 menyebabkan penderitaan bagian terbesar dari Rakyat Indonesia tetap berat. Penderitaan ini se-
643
Jain menimpa kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota, nelayan dll, juga menimpa pekerja ilmu dan kebudayaan dalam wujud kurangnya alat-alat, kurangnya biaya, sukarnya syarat kerja dan tingginya pajak.
Kurangnya biaya dan sukarnya syarat-syarat kerja sering menggagalkah cita-cita pekerja ilmu yang berbakat untuk memperkuat barisan pengajar di-perguruan-perguruan tinggi, sekolah-sekolah menengah serta dilapangan penyelidikan ilmiah, karena sebagian dari mereka terpaksa pindah kelapangan lain yang sesungguhnya tidak begitu memerlukan tenaga mereka. Semuanya ini mempersulit perkembangan ilmu dan kebudayaan dinegeri kita.
Bagaimana gambaran pengaruh-pengaruh kekuatan-kekuatan politik dikalangan kaum intelektuil di Indonesia sekar: ini?
Berhubung dengan kedudukan sosi nya, yang berkuasa dikalangan kaum intelektuil dinegeri kita terutama yang menjadi pekerja merdeka karena mempunyai keahlian tertentu, demikian juga halnya dengan kaum intelektuil yang bekerja dilapangan lain, pada umumnya adalah ideologi klas tengah. Ini disebabkan bukan hanya karena negeri kita merupakan lautan burjuis kecil dimana pikiran burjuasi yang berdominasi dan karena pada umumnya kaum intelektuil kita berasal dari klas burjuis seperti lazimnya di-negeri-negeri kapitalis, akan tetapi juga karena bagian terbesar kaum intelektuil dinegeri kita masih melihat pada burjuasi sebagai klas yang sampai batas-batas tertentu mampu memt sri nama dan kedudukan kepada mere Seperti yang lazim terdapat dimasyarakat kapitalis, asal klas kaum intelektuil yalah klas tengah dan atas. Pendidikan dalam sekolah adalah berdasarkan ideologi burjuis, karena itu ideologi kaum intelektuil pada umumnya adalah ideologi burjuis.
eperti kita ketahui kaum intelektuil bukan merupakan satu klas tersendiri disamping lain-lain klas, akan tetapi bagian dari atau mengabdi klas-klas mayoritets didalam masyarakat sosialis bagian dan mengabdi kepada proletariat dan dimasyarakat kapitalis mengabdi kepada klas kapitalis.
Kaum intelektuil di-negeri-negeri kapitalis banyak yang kecewa bukan saja karena syarat-syarat penghidupan dan syarat-syarat kerja yang jelek dan bertambah buruk, sebab ada juga diantara mereka yang menjadi kaya, akan tetapi mereka terutama menjadi kecewa karena dekadensi, degradasi dan haridepan yang gelap dari ilmu dan kebudayaan. Karena pimpinan Partai yang tepat dan pekerjaan intelektuil Komunis dikalangan mereka, tidak sedikit diantara mereka menjadi pejuang yang ulet dan teguh untuk kepentingan Sosialisme, untuk kepentingan proletariat, dan dengan tidak mengenal susah-payah berjuang untuk menghapuskan penghisapan oleh manu-
644
sia atas manusia, seperti contoh yang ditunjukkan oleh i $ Tua $ £ y urubesar-urubesar kita, Marx dan Engels, walaupun mereka menurut 2g ss TA nya Lagalah intelektuil burjuis.
arx dan Engels sepenuhny: ik iri ' a sepei ya mengabdikan diri merek t Kepentingan proletariat internasional, mempersenjatai An pa antenasipial dengan teori revolusioner yang ilmiah yang dapat” gunakan proletariat sebagai pedoman untuk membebaskan dirinya ari sistim perbudakan upah untuk membangun dunia baru Betapa jayanya ilmu y: iabdi y 4 anya yang diabdikan tanpa syarat kepada Rak- Pa SAE mansa, ta dibuktikan oleh uban Kia Nai tuil terbesar dalam abad ke-XX, Wladimir Ilyitsy Lenin, yan - ati jejak gurubesar-gurubesar proletariat, intelektuil-intelektuil 1 ena delenaag RI, Karl Marx dan Friedrich Engels.
enyataan ini mematahkan dongengan yang masih seri i Haaan Depag Yateka dinegeri kita, Tatto bata Tata Ka teknik boleh belajar dari negeri-negeri sosialis tetapi 12 y e menjadi lapangan pengetak Osial biar tetap belajar Had Bat S3 ipa any ag sosial biar tetap belajar dari cunggulan Marxisme-Leninisme terletak selain dal puannya mengungkap (ulams gerak berkenikaaka. an Mn L a karena dia adalah senjata yang tajam dit:
tariat untuk merombak dan memperbaharui sistim AAS erat Tg Bobok, lapuk dan usang. 4 “5 edudukan klas tengah Indonesia ya i 1 1 sia yang sangat lemah di - an €konomi, membuat kemampuannya untuk Dua Tanpa aa An ora ngan are intelektuil sangat terbatas. Ketidak- 1 an untuk memberi bimbingan dilapan ih d b dayaan pada pekerja ilmu dan k Ba ebeg T ya ebudayaan, menyebabk: aruh dan prestise kekuatan tengah semakin Beri Fa Ea Bear yang jujur dan patriotik. Na Tentang kekuatan kepalabatu, kaum sosialis k:
Masyumi dan kaum reaksioner lainnya dikalangan intelektuil dea ingkat dapat disimpulkan sbb.: La ergeseran kekiri dari- seluruh kehidu itik di iki 1 pan politik di kita
Ph Dempengarahi golongan ini dan telah Pee bnal Paa - wa kaum kepalabatu bukanlah sahabat Raky:
bukan pengabdi kepentin: ia, Na Pedan Pan, £ gan Indonesia, teruta
5 N ma setelah Prof. Dr.
Mega Das Tan Gwan Po, Mr. Burhanuddin Hadiah Tai Hg in 5 5 Kania 1:
Pena an Pryuangara memimpin komplotan pengkhianat
Bagaimana t TER nba lektuil-lektuil na tentang pengaruh Partai kita dikalangan kaum inte-
645
Partai kita adalah Partai dari suatu negeri yang masih terbelakang. Dinegeri kita yang masih setengah-fcodal, proletariatnya tidak saja kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah kaum tani dan klas burjuis kecil umumnya, tetapi juga masih muda umurnya jika dibandingkan dengan.proletariat Eropa dan kebudayaannya masih ketinggalan jika dibandingkan dengan kebudayaan klas burjuis. Tetapi, proletariat Indonesia dibawah pimpinan ideologi dan politik PKI yang Marxis-Leninis telah berdiri dibarisan depan dalam perjuangan politik untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis. S2 2 k
Perjuangan politik yang dilakukan oleh Partai kita, yang tidak terbatas se-mata-mata pada soal-soal yang hanya mengenai kepentingan kaum buruh tetapi terhadap segala kelaliman, penindasan, kekerasan, penghinaan dan penganiayaan yang dialami semua klas yang dirugikan imperialisme dan feodalisme, singkatnya politik nasional Partai kita membikin prestise Partai kita meningkat juga dimata kaum intelektuil Indonesia. Ini tercermin dalam pengaruh yang semakin bertambah dari Partai kita dikalangan kaum intelektuil, yang sejak zaman penjajahan Belanda bersama Rakyat sudah 'bangkit untuk melawan penindasan dan penghinaan. & 5
Tetapi walaupun dalam tahun-tahun belakangan ini Indonesia secara politik telah bergeser kekiri, kemajuan yang terlampau lambat dan tidak seimbang yang dicapai Partai kita dilapangan kaum intelektuil dibandingkan dengan dilapangan lain, membikin kekuatan politik kepalabatu masih mempunyai arti yang tak boleh diremehkan dikalangan kaum intelektuil. Gerakan? Rakyat yang makin maju mematahkan,,kebenaran-kebenaran” dan »kejayaan ilmu burjuis, tetapi kaum intelektuil progresif dinegeri kita yang selain jumlahnya masih terlalu sedikit, belum cukup mampu mentrapkan Marxisme-Leninisme dalam berbagai cabang ilmu terutama dicabang ilmu sosial yang menjadi saluran utama dari pengaruh ideologi burjuasi dikalangan intelektuil. Disamping itu, kaum intelektuil progresif dinegeri kita pada umumnya belum cukup menyedari tugas sejarahnya untuk memberi pimpinan dan belum menggunakan secara maksimal kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk memperbesar barisannya dan untuk mengembangkan dirinya. $ R
Situasi yang demikian itu membuka kemungkinan bagi penetrasi imperialis dilapangan ilmu dan kebudayaan dan mendiadi bibit yang subur untuk mengembangkan "American way of life” dika- Tangan kaum terpelajar dan dunia keilmuan dinegeri kita. Selama negeri kita masih merupakan negeri setengah-jajahan dan setengah-feodal, kekuatan kepalabatu yang mewakili kepentingan kaum imperialis di Indonesia masih tetap mempunyai pendukung?nya di-
646
kalangan kaum intelektuil. Karena itu, bekerja dikalangan intelektuil tidak bisa dipisahkan dari perjuangan melawan penjajahan dan melawan sisa-sisa feodalisme dinegeri kita.:
Dalam tingkat revolusi sekarang ini, tugas menelanjangi kekuatan kepalabatu dan pengaruh imperialis dilapangan kehidupan sosial, kebudayaan dan ilmu dinegeri kita secara ilmiah serta mempersatukan kaum intelektuil yang patriotik mengamalkan ilmu dan kebudayaan untuk menyelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar?- nya, itulah tugas utama dari pekerja ilmu dan kebudayaan progresif dinegeri kita, terutama pekerja ilmu dan kebudayaan anggota Partai.
Dalam,,Bersatu untuk Menyelesaikan Tuntutan? Revolusi Agustus 1945”, Laporan Kawan Aidit kepada Sidang Pleno ke-IV CG PKI, telah disampaikan permintaan PKI kepada pekerja ilmu dan kebudayaan revolusioner supaya mereka dengan setia mencintai tanahair dan Rakyat dan bahwa untuk menciptakan kebudayaan Rakyat Indonesia baru, kita membutuhkan banyak pendidik dan guru-guru yang bersemangat kerakyatan. Kita membutuhkan banyak sarjana diberbagai lapangan, teknikus, insinyur, dokter, ahli-ahli, wartawan, sastrawan, penulis, dalang dan seniman? Rakyat serta pekerja kebudayaan Rakyat lainnya.
Kepada Rakyat dan Pemerintah dalam Laporan itu oleh PKI diminta supaya menghargai pekerja-pekerja ilmu dan kebudayaan dan menghargai jasa-jasa mereka. Mereka adalah kekayaan Rakyat yang berharga. Indonesia baru yang merdeka, bersatu, demokratis, maju dan makmur tidak mungkin dicapai dengan tiada pekerja-pekerja kebudayaan yang bersemangat kerakyatan. Sebaliknya, pekerja-pekerja kebudayaan tidak mungkin berkembang dan mekar jika tidak ada Indonesia baru dimana Rakyat adalah satu?nya sumber kekuatan.
Disamping patriotisme yang kuat dikalangan intelektuil Indonesia yang dapat dilihat dari peranan kaum intelektuil dalam lahirnya Budi Utomo pada tahun 1908, lahirnya Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dan pada waktu meletusnya Revolusi Agustus 1945, sejarah perjuangan Rakyat Indonesia membuktikan bahwa semangat kerakyatan terdapat cukup besar dikalangan kaum intelektuil dan para seniman Indonesia. Dizaman penjajahan Belanda ini misalnya dibuktikan oleh sejarah perguruan nasional Taman Siswa dan Perguruan Rakyat, dimana pamong-pamong dari perguruan-perguruan ini, yang disamping kaum intelektuil juga terdiri dari seniman?, tidak hanya menunjukkan bahwa mereka mempunyai semangat kerakyatan yang kuat, tetapi juga berani hidup menderita untuk mendidik anak-anak Rakyat dan untuk memperjuangkan cita-cita Rakyat.
Kaum intelektuil dan seniman progresif meneruskan tradisi kerak-
647
yatan yang baik ini dalam Universitas Rakyat (UNRA) diberbagai-bagai tempat ditanahair kita.
Jadi semenjak zaman penjajahan Belanda kaum intelektuil telah merasakan dan mengetahui saling-hubungan antara nasib seluruh bangsa dan nasib mereka sendiri. Ini adalah faktor yang penting yang memudahkan peningkatan kesedaran politik kaum intelektuil ketaraf yang lebih tinggi. Prestise Partai kita yang scmakin meningkat, disebabkan politiknya yang tepat mencerminkan kepentingan tanahair dan Rakyat kita, mendorong lebih banyak pekerja-pekerja ilmu dan kebudayaan serta mahasiswa menceburkan diri kedalam gerakan yang bersimpati kepada Partai atau masuk Partai.
Sebaliknya, prestise yang semakin merosot dari kaum kepalabatu yang bukan sahabat Rakyat dan bukan pengabdi kepentingan Indonesia membikin banyak kaum intelektuil meninggalkan barisan mereka. Kekuatan tengah yang bersikap ragu dan bimbang untuk mengabdi kepentingan Rakyat dan tanahair dan tidak mampu memberikan pimpinan dan jalan keluar dari kesulitan yang dialami Rakyat dan tanahair kita, sudah semakin berkurang pengaruhnya dikalangan intelektuil.
Politik menghargai kaum intelektuil, adalah politik PKI sejak semula. Sebelum Sidang Pleno ke-IV CC, dalam Jalan Baru Untuk Republik Indonesia, koreksi besar Kawan Musso, juga telah tercantum program yang berkenaan dengan kepentingan kaum intelektuil yaitu:,,Penghargaan yang layak oleh Pemerintah, sebab banyak pekerja intelektuil yang merasa diri dan pekerjaannya samasekali tidak dihargai oleh Pemerintah”.
Dalam Program Tuntutan yang dirumuskan oleh Sidang Pleno ke-IV CC, dituntut penambahan anggaran-belanja untuk Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, supaya gedung?
sekolah ditambah, dan yang dipakai untuk keperluan lain supaya dikembalikan, fasilitet-fasilitet dilapangan pendidikan bagi murid-murid dan mahasiswa dijamin, supaya nasib guru diperbaiki dan dipergiat pemberantasan butahuruf. Melalui Parlemen, Partai memajukan rencana Undang? Perguruan Tinggi. Dimasa datang Partai harus bekerja lebih keras lagi untuk kemajuan kebudayaan, membantu dan membangkitkan perjuangan untuk syarat-syarat bekerja yang lebih baik lagi bagi para pekerja ilmu dan kebudayaan dan untuk syarat-syarat belajar yang lebih menguntungkan bagi mahasiswa dan pelajar sesuai dengan Program Partai yang telah disahkan Kongres ini.
Adalah satu kenyataan bahwa burjuasi nasional Indonesia dan sebagian besar kader-kader pimpinan dari kekuatan tengah adalah intelektuil. Karena itu dalam rangka penggalangan persatuan antara
kekuatan progresif dengan kekuatan tengah, pekerjaan Partai dikalangan intelektuil dan para mahasiswa mempunyai peranan yang penting, baik untuk sekarang maupun untuk masa datang. k
Sudah menjadi keyakinan Partai kita, bahwa disamping kaum buruh, kaum tani, kaum miskin kota, nelayan dll., pekerja ilmu dan kebudayaan adalah bagian yang penting dari kekuatan nasional untuk menyelesaikan revolusi Agustus sampai ke-akar2nya. Terwujudnya Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis, banyak tergantung dari suksesnya pekerjaan Partai dikalangan intelektuil, disamping kegiatan pokok dikalangan kaum buruh dan kaum tani.
Tugas-tugas Pokok Partai Dikalangan Intelektu'l
Kawan-kawan,
(Untuk dapat menjadikan kaum intelektuil sebagai bagian yang aktif dari kekuatan nasional dalam perjuangan menyelesaikan revalusi Agustus sampai ke-akar2nya, Laporan Umum telah menggari kan tugas-tugas pokok Partai dikalangan kaum intelektuil. Jika diperinci tugas-tugas itu yalah: mempersatukan kaum intelektuil serta menarik kaum intelektuil kedalam perjuangan, mengkonsolidasi dan mengembangkan azas kerakyatan daripada ilmu, memperbesar jumlah anggota Partai dikalangan kaum intelektuil, dan memperbaiki "
cara kerja Comite dikalangan kaum 'intelektuil. Keempat tugas pokok tersebut saling-berhubungan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
.Sejak zaman penjajahan dikalangan kaum intelektuil, Indonesia telah tertanam jiwa patriotisme dan anti-kolonialisme yang kuat, sebagai akibat sistim,,pendidikan” yang diberikan oleh kaum penjajah kepada kaum intelektuil yang ditujukan untuk kepentingan exploitasi kaum imperialis dan karena pekerjaan dalam lapangan mengembangkan ilmu oleh putera-putera Indonesia selalu dihalang-halangi. Dalam keadaan seperti sekarang ini, dimana penderitaan bagian terbesar dari Rakyat Indonesia termasuk kaum intelektuil bertambah berat, tanggungjawab Partai untuk memperkuat persatuan dikalangan intelektuil sebagai bagian dari kekuatan nasional anti-imperialisme selain bertambah besar, juga lebih dimungkinkan. "
Berhubung dengan sifat khusus kaum intelektuil yang dibawa oleh kedudukan sosialnya, perlu kita sedari bahwa pekerjaan menarik intelektuil kedalam perjuangan bukanlah pekerjaan yang gampang yang bisa diselenggarakan dalam satu dua hari. Sikap sabar, tepat dan sesuai dengan tingkat-tingkat kesedaran politik mereka diperlukan dalam usaha menarik kaum intelektuil kedalam perjuangan.
649
Kawan Cou En-lai dalam Laporan Tentang Masalah Kaum Intelektuil yang disampaikan dalam sidang tentang masalah intelektuil yang diselenggarakan oleh CC Partai Komunis Tiongkok dibulan Januari 1956, mengatakan bahwa pengubahan kaum intelektuil itu umumnya melalui tiga jalan: Yang pertama melalui peninjauan dan praktek atas kehidupan sosial, yang kedua melalui praktek dalam pekerjaan mereka sendiri: dan yang ketiga melalui pelajaran teori yang umum, dan bahwa ketiga segi itu saling-berhubungan. Oleh Kawan Cou En-lai dikatakan bahwa pada umumnya kehidupan sosial mereka memainkan peranan yang paling luas dan langsung. Pengalaman kita di Indonesia juga membenarkan kesimpulan ini.
Dalam Menempuh Jalan Rakyat, pidato untuk memperingati ulangtahun ke-32 Partai pada tanggal 23 Mci 1952, Kawan Aidit menyimpulkan, bahwa dalam berorientasi ke Barat, dalam mengambil orang-orang Barat, terutama Belanda, sebagai guru dan teladan dalam usaha mencapai persamaan derajat dengan bangsa-bangsa lain didunia, orang-orang Barat tidak memberikan pelajaran dan contoh-contoh yang baik. Mereka mengajarkan demokrasi kepada kaum terpelajar Indonesia, tetapi kepada Rakyat Indonesia mereka memaksakan otokrasi kolonialisme. Mereka mengajar kaum terpelajar Indonesia tentang revolusi-revolusi dan tentang keperwiraan bangsa-bangsa Barat dalam perjuangan untuk kemerdekaan tanahairnya. Sebaliknya, orang-orang Indonesia tidak hanya tidak dibantu dalam mewujudkan apa yang mereka pelajari dari Barat, tetapi mereka dilarang mempraktekkannya. Ya, malahan mengucapkan dan menulis perkataan »revolusi” dan,,merdeka” mereka tidak dibolehkan.
Kawan Aidit menilai secara tepat perlawanan kaum intelektuil dizaman penjajahan Belanda, peranan massa Rakyat dan teori revolusioner dalam perjuangan, seperti disimpulkan dalam bagian lain dari pidato itu yang berbunyi sbb.:,,Tetapi perlawanan diatas belum dipimpin oleh suatu teori yang tepat dan belum diikuti oleh massa Rakyat yang banyak dan terorganisasi. Perlawanan-perlawanan ini tentu mempunyai arti yang besar dalam menggugah semangat perlawanan Rakyat terhadap kolonialisme Belanda dan terhadap imperialisme pada umumnya, tetapi ia akan mudah dipatahkan karena tidak dipimpin oleh teori revolusioner”.
Yang paling luas pengaruhnya adalah revolusi Agustus 1945.
Tentang kemajuan Indonesia dilapangan pendidikan sebelum dan sesudah revolusi Agustus 1945 dalam pidato peresmian,,Universitas Rakyat” tanggal 25 September 1958 di Jakarta, Prof Dr. Priyono mengemukakan angka-angka sebagai perbandingan sbb.:
650
| tahun 1940 | tahun 1957
jumlah murid Sekolah Rakyat 2.021.990 | 7.336.536 jumlah murid Sekolah lanjutan
Pertama dan Atas 26.617 736.221 jumlah mahasiswa 1.700 32.221 jumlah Sekolah Rakyat 18.091 34.830 “)
jumlah Sekolah lanjutan
Pertama dan Atas 14 4.655 4)
jumlah fakultas 5 65
Jumlah-jumlah? tersebut diatas adalah mengenai sekolah-sekolah Pemerintah dan sekolah-sekolah Partikelir (sampai Sekolah Lanjutan dan Atas) yang mendapat bantuan dari Pemerintah saja. Disamping itu masih banyak sekolah yang belum terdaftar. Walaupun jumlah tersebut diatas masih belum memenuhi kebutuhan, dibandingkan dengan dizaman penjajahan Belanda telah didapat banyak kemajuan.
Kemungkinan bagi anak-anak Rakyat pekerja untuk memasuki perguruan tinggi sudah lebih besar dibandingkan dengan dimasa penjajahan, yang mengakibatkan bertambahnya elemen-elemen progresif dikalangan mahasiswa. sebagai calon-calon intelektuil.
Revolusi Agustus 1945 menempa patriotisme dan harga-diri dan kepercayaan pada diri sendiri dikalangan kaum intelektuil Indonesia, tetapi setelah revolusi mengalami kegagalan, dikalangan sebagian kaum intelektuil selain timbul pesimisme juga timbul rasa kehilangan harga-diri.
Mereka kembali menyesuaikan diri kepada konsepsi-konsepsi Barat dilapangan ilmu, terutama ilmu sosial yang di Barat sendiri sudah dianggap usang dan sudah tidak dapat dipertahankan lagi, atau se-tidak?nya sudah sangat diragukan para sarjana sifat ilmiahnya, tetapi pengaruh yang bertambah besar dari kekuatan progresif didalam masyarakat, dikalangan mahasiswa dan kaum intelektuil, memaksa untuk ber-hati-hati dan dengan cara yang ditutup-tutupi serta samar-samar dan ragu melaksanakan penyesuaian tersebut yang membikin mereka seperti perahu yang kehilangan dayung ditengah lautan.
Peranan praktek dalam pekerjaan, yang juga memainkan peranan penting bagi pengubahan ideologi kaum intelektuil, sangat erat hubungannya dengan usaha mengkonsolidasi dan mengembangkan azas kerakyatan daripada ilmu atau mengabdikan ilmu kepada
“) Kadang-kadang dipakai dua kali, bahkan tigakali sehari,
651
tuntutan-tuntutan mendesak dari Rakyat pekerja. Walaupun masih dalam tingkat permulaan, praktek dalam pekerjaan telah berhasil menggugah kesadaran kaum intelektuil betapa jayanya ilmu jika diamalkan kepada Rakyat. Sebagai contoh dapat kita kemukakan usaha-usaha beberapa orang intelektuil progresif, seperti Lembaga Pertanian Dr. A. Cokronegoro di Klaten yang telah berhasil memperbaiki berbagai jenis tanaman yang merupakan kebutuhan pokok bagi Rakyat, seperti padi, kedele, kacang-tanah, kapas, semangka dsb., dengan mempergunakan hasil penyelidikan yang berhasil di-negeri-negeri sosialis dan demokrasi Rakyat di Tiongkok dll. Usaha Yayasan Budaya di Solo yang mengadakan percobaan-percobaan botani untuk memperbesar produksi bahan makanan. Usaha mahasiswa progresif di Surabaya yang mendorong berdirinya sebuah Badan Konsultasi yang dapat memberikan nasehat dan pembelaan dalam perkara kaum buruh dan tani dan dilingkungan fakultas Sosial Politik Universitas Gajah Mada yang menseminarkan masalah Demokrasi Terpimpin dan masalah pendemokrasian pemerintahan daerah,
khususnya otonomi tingkat III. Pengalaman ini perlu didorong dan
dikembangkan. Berkat usaha-usaha serta prestasi pekerja ilmu dan kebudayaan yang jujur dan progresif untuk mengabdikan ilmu dan seni untuk Rakyat, dinegeri kita pada pokoknya telah diturunkan bendera usang,,ilmu untuk ilmu” dan,,seni untuk seni”. Walaupun demikian, dalam kenyataannya di-perguruan-perguruan tinggi masih banyak mahaguru-mahaguru yang masih memberikan kuliah dalam langgam dan isi yang sama seperti yang mereka terima dari professor-professor, mahaguru-mahaguru dan dosen? Belanda sebelum perang dunia kedua, yang menurunkan derajat ilmu menjadi alat untuk mengabdi kolonialisme. Usaha mahaguru-mahaguru yang progresif, jujur dan patriotik dengan bantuan intelektuil dan mahasiswa progresif yang sedang mempersiapkan diri untuk dalam waktu yang: tidak terlalu lama mengganti kedudukan mereka ini, senantiasa mendapat sambutan dan bantuan Partai kita. Yang berdominasi dikalangan kaum intelektuil Indonesia sekarang ini adalah semboyan,,ilmu untuk kedudukan dan diri sendiri” karena tidak atau kurang yakin bahwa masadepan Indonesia adalah untuk Rakyat pekerja, dimana juga termasuk kaum intelektuil yang jujur asal saja mereka bersedia mengabdikan ilmu untuk revolusi dan Rakyat tanpa mengecualikan ilmu apapun juga yang benar-benar ilmiah dan kerakyatan yang mereka miliki. Sikap Partai kita terhadap mereka ini adalah dengan sabar dan sesuai dengan tingkat kesadaran mereka masing-masing, menunjukkan perspektif revolusi Indonesia kepada mereka dan meyakinkan mereka bahwa dalam Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis intelektuil jenis apapun juga diperlukan
1 652
:. Prau gaga kas |
dalam jumlah yang ber-puluh-puluh kali, yang ratusan kali lebih banyakdaripada yang diperlukan sekarang ini, tanpa kekhawatiran diancam pengangguran atau tanpa keharusan memerosotkan dirinya menjadi pelarian dari lapangan ilmu kelapangan lain sekedar untuk mempertahankan hidup, asalkan mereka bersedia melemparkan dalil usang,,ilmu untuk ilmu”,,,ilmu untuk diri sendiri”, dan mempraktekkan semboyan,,ilmu untuk Rakyat”..
Kenyataan yang ada di U.R.S.S., negara pertama yang didirikan kaum Komunis adalah, bahwa dari 8.250.000 anggota P.K.U.S.
tidak kurang dari 2.300.000 bekerja sebagai pekerja ilmu, dalam kegiatan kesenian dan kebudayaan, teknologi dan dalam melancarkan ekonomi nasional.
Karena itu adalah omongkosong kalau dikatakan bahwa kaum Komunis merendahkan dan tidak mengindahkan kaum intelektuil.
Memberikan pendidikan Marxisme-Leninisme, yang mempunyai arti yang menentukan bagi kaum intelektuil dalam menegakkan pandangan-hidup yang revolusioner dan pandangan-dunia yang ilmiah, itulah tugas utama dari Comite-comite Partai dikalangan kaum intelektuil anggota Partai. Tingkat teori Marxisme-Leninisme yang tinggi dari kader-kader intelektuil, selain akan memperkuat barisan pengajar teori dari Partai, juga akan memperbesar kemampuan kader intelektuil menarik lebih banyak intelektuil kedalam Partai dan dengan demikian memperbesar peranan memimpin dari Partai dikalangan intelektuil.
Partai kita telah tepat pada waktunya memperbaiki penyelenggaraan pendidikan teori dikalangan intelektuil, baik didalam menentukan Comite yang menyelenggarakan pendidikan dikalangan intelektuil anggota Partai dan didalam memilih tenaga pengajar yang se-tepat2nya, maupun didalam menentukan urut?2an matapelajaran yang diberikan.
Untuk menarik lebih banyak kaum intelektuil kedalam Partai, Partai kita per-tama-tama harus mempunyai garis pandangan yang jelas mengenai semua soal yang timbul dilapangan politik, kebudayaan dan ilmu, terutama yang menyangkut kepentingan Rakyat dan negeri kita. Kedua, kita harus membuktikan kekuatan dari ideologi dan metode kerja kita, memperkaya dan memperbaikinya dan bersamaan dengan itu mengkonsolidasi hasil-hasil yang dicapai secara maksimal.
Tentang soal-soal yang timbul dilapangan politik Partai kita telah mempunyai garis yang terang, dan dilapangan kebudayaan Sidang Pleno ke-IV CG telah memberi pedoman yang tepat. Kebudayaan harus kita kupas dengan pisau yang bermata dua. Disatu fihak sasaran kita yalah fikiran yang menolak semua yang datang dari
633
fuar dan difihak lain sasaran kita fikiran yang tidak menghargai kebudayaan-kebudayaan kuno kita sendiri. Kebudayaan reaksioner yang datang dari luarnegeri, karena tidak ilmiah dan meracuni fikiran Rakyat harus kita tolak. Tetapi kebudayaan dari luarnegeri yang progresif, yang ilmiah dan kerakyatan harus kita terima se-banyak2nya untuk memadukan kebudayaan kita sendiri dengan menjauhkan sikap menjiplak, tetapi mengolahnya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Rakyat Indonesia. Sikap kita terhadap kebudayaan kuno kita yang progresif yang ilmiah dan yang kerakyatan harus kita kembangkan, tetapi yang reaksioner, yang tidak ilmiah dan tidak kerakyatan tidak seharusnya kita pupuk dan kembangkan.
Laporan yang telah disampaikan Kawan Aidit kepada Kongres ini telah menekankan sebagai kewajiban para sarjana dan pekerja-pekerja kebudayaan anggota Partai untuk memperluas dan memperdalam keahlian dan pengetahuannya disamping mempertinggi mutu pengertian Marxisme-Leninisme dengan tujuan untuk dapat membantu Partai dalam memberi jawaban yang se-baik?nya mengenai soal-soal yang timbul dilapangan ilmu dan kebudayaan atau mempersiapkan diri se-baik?nya agar dapat menjawab soal-soal apa saja yang dihadapi oleh negeri dan Rakyat.
Pengalaman kita menunjukkan bahwa masih terlalu banyak intelektuil progresif yang bersikap berat-sebelah, yaitu terlalu mengutamakan segi politik, tetapi melalaikan kewajiban memperluas dan memperdalam keahlian maupun pengetahuan dalam cabang ilmu yang menjadi lapangannya, atau sikap sementara kader yang mengira dengan mengetahui dasar-dasar umum Marxisme-Leninisme saja, tanpa mempelajari sesuatu cabang ilmu secara khusus telah dengan sendirinya tahu segala-galanya atau yang berkenaan dengan intelektuil anggota Partai, merasa dirinya tetap ahli tanpa mempelajari perkembangan terakhir dari cabang ilmu yang menjadi lapangannya baik di-negeri-negeri sosialis maupun di-negeri-negeri kapitalis.
Dalam pada itu perlu kita sinyalir sikap yang memalukan dan yang tidak ilmiah dari sebagian,,pekerja ilmu” dinegeri kita, yang mengira bahwa dengan memperoleh gelar kesarjanaan karena sudah menyelesaikan studi disalahsatu perguruan tinggi dengan sendirinya tahu Marxisme-Leninisme tanpa mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.
Mereka yang dengan sengaja belajar,,Marxisme-Leninisme”
dari kaum imperialis dengan maksud menipu Rakyat, tepat pada waktunya harus dibuka kedoknya sebagai penipu dan pemalsu ilmu.
Orang-orang tukang bikin onar seperti itu tidak selayaknya ada dilapangan ilmu, dan sebaiknya untuk kepentingan ilmu lebih baik menjadi ahli nujum atau tukang jual obat dipinggir jalan.
654
Dalam Laporan Tentang Masalah Intelektuil Kawan Cou En-lai dengan tepat mengkritik cara yang kaku dan mekanis dalam hal belajar dari negeri-negeri sosialis dan sikap sementara kader-kader yang dengan mentah-mentah menyangkal hasil-hasil ilmiah dan teknik negeri-negeri kapitali. Dengan sikap yang tidak ilmiah terhadap ilmu yang digambarkan diatas, atau yang bersikap ke-kiri?Zan itu, kader-kader intelektuil anggota Partai tidak mungkin mendapat otoritet dilapangannya masing-masing dan hanya akan mengisolasi mereka dari massa intelektuil yang akibatnya tidak bisa lain daripada mengisolasi Partai dari massa intelektuil. 2
Dalam rangka perbaikan carakerja Comite-comite Partai dikalangan intelektuil ingin saya meminta perhatian kawan-kawan terhadap dua kccenderungan yang disinyalir kawan Nyoto dalam sambutannya terhadap Laporan Umum pada Sidang Pleno ke-V CC. Kecenderungan yang pertama yalah yang meremehkan tenaga-tenaga intelektuil, kecenderungan kedua adalah yang menganakemaskan kader-kader intelektuil. Sikap yang meremehkan kawan-kawan intelektuil, karena kebanyakan kawan-kawan intelektuil itu bukan,,proletariat tulen”, membawa akibat bahwa kecakapan-kecakapan dan pengetahuan yang ada pada kawan intelektuil tidak digunakan secara se-baik?nya dan se-maksimal?nya untuk membantu pekerjaan Partai diberbagai lapangan. Kaca hubungannya yang kurang dengan massa Rakyat, kebanyakan kawan intelektuil, dibandingkan dengan kawan-kawan yang bekerja dikalangan kaum buruh dan kaum tani, tidak langsung berhubungan dengan gerakan massa, dan tidak begitu berbahagia untuk dapat membajakan ideologinya dari sumbernya yang langsung, yaitu api perjuangan klas. Tetapi karena pendidikannya mereka dapat lebih mudah mengerti teori Marxisme-Leninisme dan karena itu dapat memberikan bantuan-bantuan yang penting untuk mengajarkan Marxisme-Leninisme kepada kader-kader yang bukan intelektuil.: f 9
Sikap yang tidak tepat terhadap kawan-kawan intelektuil selain bersumber karena penilaian yang berat-sebelah terhadap kedudukan klas atau asal-usul klas dari kawan-kawan intelektuil, juga bisa terjadi karena kurang tepat memilih kawan yang ditugaskan menghubungi atau memimpin pekerjaan kader-kader intelektuil anggota Partai. Tingkat pengetahuan yang terlalu jauh berbeda antara kawan yang ditugaskan memimpin atau menghubungi untuk mendiskusikan tugas-tugas kawan-kawan intelektuil dapat menimbulkan sikap yang tidak korek dari kedua belah pihak. Kawan Comite dalam hal yang demikian itu sering membawa diskusi ke-soal-soal lain yang tidak berhu- “bungan langsung dengan soal yang dikemukakan.
Akibatnya adalah, kawan intelektuil yang bersangkutan segan mengemukakan soal-soal yang dihadapinya, dan kawan yang bertugas
655
memimpin atau menghubungi enggan bertemu, atau kalaupun bertemu membawa pembicaraan ke-soal-soal lain yang jauh dari lapangan kawan intelektuil yang bersangkutan. Gejala lain, yalah semacam pensalahgunaan diktatur proletariat dari kawan yang bertugas memimpin, yang mau mempertahankan kewibawaannya dengan meng-intip-intip kelemahan-kelemahan kecil dari kawan intelektuil yang bersangkutan sebagai bahan untuk mempertanggungjawabkan tugasnya kepada badan kolektif atau Comite yang bertugas memimpin, dalam diskusi-diskusi yang melaporkan pekerjaan.
Sikap menganakemaskan kawan-kawan intelektuil juga berpangkal kepada penilaian yang berat-sebelah terhadap kawan-kawan intelektuil.
Karena hanya melihat segi-segi positifnya bagi Partai, membiarkan kawan-kawan intelektuil menempati semacam kedudukan yang berbeda dengan kawan-kawan yang bukan intelektuil dalam kewajiban dan haknya terhadap Konstitusi Partai, dalam bentuk terlalu menggantungkan kepada kawan-kawan intelektuil perlu-tidaknya membayar iuran, perlu-tidaknya tergabung dalam organisasi-organisasi Partai, atau perlutidaknya mengikuti kursus-kursus atau sekolah-sekolah Partai. Semua anggota sama mempunyai hak dan sama mempunyai kewajiban seperti ditentukan dalam Konstitusi Partai.
Keadaan seperti disinyalir diatas yang dengan variasi yang berbeda-beda masih terdapat disana-sini harus kita akhiri untuk memperbaiki kedudukan memimpin dari Partai terhadap kaum intelektuil dengan memilih kawan-kawan yang setepat-tepatnya memimpin atau mengurusi pekerjaan dikalangan kaum intelektuil.
Sudah selayaknya apabila kita mengharap dari kawan-kawan intelektuil untuk bersedia membantu mendidik kawan-kawan lain yang bukan intelektuil, tetapi, bersamaan dengan itu hendaknya juga bersedia untuk menerima pendidikan dari massa, dari kawan-kawan lain, dari artai.
Yang berkenaan dengan kaum intelektuil diluar Partai, masih kita tandai adanya sikap sektaris dikalangan sebagian kader? Partai termasuk kader-kader intelektuil anggota Partai. Mungkin tidak semua tingkah-laku dan sikap intelektuil, sekalipun sudah dekat dengan Partai, masuk akal kita dan menyenangkan kita, dan perlu mengkritik mereka dengan bijaksana, akan tetapi kita tidak boleh mengasingkan diri dari mereka atau bersikap kesusu untuk meminta dari mereka segera berbuat sesuatu yang menurut anggapan kita sudah tepat dan perlu. Yang ahli dikalangan mereka jika mereka betulbetul ahli dan patriotik harus kita berusaha menghargainya sebagai ahli dan harus dicegah interpretasi-nterpretasi yang tidak perlu tentang ilmu yang menjadi lapangan mereka, jika kita sendiri belum mempelajarinya secara sungguh-sungguh. Bantuan kita
656
kepada mereka adalah dalam mempelajari teori Marxisme-Leninisme. Dari kesadaran mereka sebagai hasil studi mereka sendiri tentang Marxisme-Leninisme, melalui praktek mereka sendiri atas kehidupan sosial dan dalam pekerjaan mereka, mereka sendirilah yang mengembangkan atau melakukan pembaharuan dalam cabang ilmu yang menjadi lapangannya untuk mengabdikannya kepada Rakyat dan tanahair. Kita harus lebih mengutamakan kerjasama dengan mereka dengan tujuan yang pasti membawa mereka kedalam perjuangan. Bersama-sama dengan pekerja ilmu dan kebudayaan dari Partai, ber-angsur-angsur meyakinkan mereka tentang nilai kerja mereka untuk masyarakat dan menanamkan semangat cinta kerja pada mereka. Kaum intelektuil, karena mengetahui bahwa tanpa kebebasan mengutarakan pendapat dan pikiran tidak mungkin kesusasteraan, seni dan ilmu berkembang, adalah bagian dari kekuatan nasional yang demokratis yang mempunyai kepentingan melawan setiap pelanggaran hak-hak demokrasi.,
Dengan mengkombinasi aktivitet kaum intelektuil Komunis dengan pekerjaan propaganda, penerbitan, pendidikan dan penyelidikan dan dengan mengorganisasi elemen-elemen intelektuil progresif diluar Partai melakukan ber-macam-macam kegiatan dikalangan massa intelektuil dan dikalangan Rakyat, Partai kita akan semakin mampu membantu kaum intelektuil mencapai kemajuan dalam mengembangkan azas kerakyatan daripada ilmu.
Untuk mencapai ini se-baik2nya, di-kota-kota besar dimana sudah tersedia syarat-syarat untuk itu perlu dibentuk dibawah pimpinan Comite grup-grup yang terdiri dari kalangan intelektuil diberbagai cabang ilmu dibantu oleh aktivis: Partai dari lapangan yang sejenis untuk meletakkan dasar penyelidikan teori diberbagai lapangan ilmu.
Penyelidikan teori dilapangan ilmu, sebagaimana pekerjaan teori pada umumnya, tidak mungkin semua hasilnya dapat dirasakan dengan segera, tetapi tanpa dasar penyelidikan yang sistimatis secara ilmiah tidak mungkin ada kemajuan dan pembaharuan dilapangan ilmu. 4
Partai kita sekarang memiliki syarat-syarat yang lebih baik untuk menarik lebih banyak tenaga intelektuil kedalam Partai, dalam jumlah yang lebih besar daripada dimasa Yampau. Untuk dapat lebih baik melakukan pekerjaan dikalangan intelektuil dan lebih baik lagi membantu kaum intelektuil kita mencapai kemajuan, pimpinan Partai diberbagai tempat harus mengadakan kontak yang langsung dengan mereka, lebih banyak dan lebih teratur daripada diwaktu yang sudah-sudah supaya secara tepat dapat membantu mereka memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan dan kepentingan mereka.
657
Intelektuil Komunis bukan hanya sekedar dekorasi bagi Partai kita, ber-sama-sama dengan anggota? Partai lainnya dia adalah pejuang yang militan dan bagian yang penting dari Partai.
Hidup Kongres Nasional Ke-VI PKI yang jaya!
Hidup PKI dengan Comite Central yang baru dibawah pimpinan Kawan-kawan: AIDIT, LUKMAN dan NYOTO, putera-putera teladan Rakyat Indonesia yang perwira!
Hidup ilmu untuk Rakyat dan Revolusi!
Hidup Marxisme-Leninisme!
658
PIDATO "KAWAN UMAR SETIADI (Sekretaris CP PKI Bangka)
Kawan? Presidium dan kawan-kawan kongresisten yth.
Setelah mendengar Laporan Umum CC PKI yang disampaikan cleh Kawan Sekjen Kawan D.N. Aidit, mengingat begitu banyak segi-segi persoalan yang dicakup Laporan Umum itu, CP Bangka didalam sambutannya sudah tentu tidak mungkin mengutarakan pendapat secara luas dan menyeluruh. Dengan bersifat lebih memperkuat isi Laporan Comite Central Partai, saya membatasi pembicaraan hanya pada soal-soal menonjol yang dirasakan dalam praktek daerah sebagai berikut:
Kawan?,
Didalam Laporannya Kawan Sekjen kita secara jitu merumuskan, bahwa menghadapi kebangkrutan sistim demokrasi liberal, ditangan Rakyat Indonesia sudah ada senjata, yaitu Konsepsi Presiden dan Sistim Demokrasi Terpimpin, dan krisis demokrasi liberal ini supaya berakhir dengan kemenangan Rakyat. Kesimpulan diatas sepenuhnya sesuai dan cocok dengan pendirian Rakyat pekerja Indonesia, kaum demokrat yang cinta-demokrasi dan persatuan, sebab demokrasi bagi Rakyat mutlak tidak bisa lagi di-pisah2kan dalam kehidupan serta perjuangan se-hari-hari. Menurut anggapan saya, demokrasi bagi Rakyat sekarang tengah dibahayakan. Kekuat-
'an-an yang sebetulnya menjadi sandaran dalam menghancurkan
perintang-perintang revolusi yaitu partai-partai dan organisasi? Rakyat yang mati2an membela Republik Proklamasi, kebebasan bergeraknya dibatasi.
Lebih-lebih lagi dengan adanya larangan kegiatan-kegiatan politik, Bangka sebagai pulau yang boleh dikata cukup aman, sudah sejak Februari 1959 y.l. dikenakan peraturan Larangan Kegiatan Politik. Di Mentok ada patroli-patroli gabungan bersenjata tiap dua jam sekali. Rakyat tidak mengerti apa maksudnya tindakan demikian diadakan. Kaum rcaksi dan bunglon-bunglon yang wataknya memang anti-demokrasi, antipersatuan dan anti-Rakyat, tetapi ramai-ramai ikut-ikut Kembali ke UUD '45 menggunakan kesempatan ini untuk melumpuhkan kader-kader dan ara aktivis organisasi-organisasi Rakyat dan untuk merintangi kerja-bakti yang diselenggarakan oleh Partai guna kepentingan Rakyat. DPRD-dprd sebagai lembaga demokrasi tidak boleh bicara soal-soal politik. Ini
659
juga tidak dimengerti oleh Rakyat. Kenyataan-kenyataan tersebut lebih-lebih memperkuat isi Laporan Umum: bahwa. walaupun Rakyat Indonesia sudah memilih demokrasi, fasisme masih tetap merupakan bahaya. Karena adanya larangan itu, maka Rakyat kurang ada kesempatan cukup untuk memberikan sumbangannya dalam melaksanakan politik Kembali ke UUD “45.
Kawan-kawan,
Berbicara tentang penggalangan Front Persatuan, garis yang ditetapkan oleh Partai: yaitu mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan memencilkan kekuatan kepalabatu pada pokoknya betul-betul telah berhasil membuat kaum kepalabatu terpojok. Garis itu masih perlu dilanjutkan terus sampai seluruh kekuatan mereka terbasmi sampai ke-akar2nya. Mereka itu di-daerah-daerah dengan bantuan Kuomintang cukup lincah mengacaukan ekonomi, baik dalam bentuk penyelundupan-penyelundupan maupun penimbunan-penimbunan barang-barang kebutuhan Rakyat. Soal penggalangan Front Persatuan Nasional praktek didaerah menunjukkan seperti dalam DPRD, goalnya konsep Partai dalam hal menentukan Personalia DPD, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, perbaikan upah bagi pekerja harian Daerah dari upah Rp. 7,— minimum dinaikkan menjadi Rp. 12,50 berikut tunjangan-tunjangan keluarga, kenaikan? 10004 tarif gantirugi bagi tanaman-tanaman kaum tani yang tanahnya dipaksi buat Pertambangan Negara, bantuan bibit, rabuk dan irigasi, Partai ber-sama-sama PNI-Baperki berhasil memencilkan pimpinan reaksioner dari Masyumi. (tepuktangan). Jadi, ketepatan garis Partai dalam menggalang Front Persatuan Nasional seperti yang dirumuskan itu baik secara nasional, maupun secara daerah telah cukup diuji kebenarannya dan cocok dengan analisa bersandarkan imbangan-imbangan kekuatan politik dinegeri kita. Semboyan: Perbaikan pekerjaan Front Persatuan Nasional, pencilkan lebih lanjut kekuatan kepala-batu, merupakan senjata yang harus selalu dipegang dalam menghadapi ber-bagai-bagai konflik dan liku-liku menuju pelaksanaan tuntutan Revolusi Agustus '45 sampai ke-akar?nya.
Kawan-kawan,
Dengan sistim ekonomi sekarang ini sulit diharapkan akan bisa dicapai masyarakat makmur dan berhasilnya usaha-usaha perbaikan Ekonomi. Mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi tanpa dibarengi dengan tindakan-tindakan mempertinggi produksi, mengutamakan ekonomi sektor negara dan dibantunya usaha-usaha nasional partikelir pasti tidak akan berhasil. Mestinya terhadap modal-modal kecil asing yang tidak mentransfer keuntungan-keuntungan keluarnegeri dan hanya berputar dalamnegeri saja, seharusnya bisa dipakai membantu lancarnya pendistribusian sandang-pangan Rakyat. Dilarangnya kegiatan-kegiatan pedagang kecil
660
asing Tionghoa, bagi daerah Bangka sedikit-banyak ada risikonya yaitu terjadi kemacetan-kemacetan sementara dalam hal peredaran barang-barang kebutuhan Rakyat se-hari-hari, mengingat besarnya jumlah pedagang kecil Tionghoa didaerah ini.
Bangkrutnya usaha-usaha nasional akibat tidak mampu bersaing dengan modal monopoli asing langsung dirasakan oleh Rakyat.
Karet Rakyat pada bulan Juli berharga Rp. 14.60, bulan Agustus 59 merosot menjadi Rp. 5 per kg. Lada telah mencapai harga Rp. 24,— merosot menjadi Rp. 9,— per kg. Tetapi, sebaliknya bertentangan dengan prinsip sandang-pangan murah, harga beras dari Rp. 9x— rata-rata naik menjadi Rp. 14,50, lebih-lebih waktu belakangan ini beras sudah sulit dicari sedang harganya membubung sampai Rp. 17,— per kg. Belum lagi setahun berdirinya Partai ber-sama-sama kaum buruh tambang pada tahun 1953 telah berhasil mempelopori perjuangan Rakyat untuk mengakhiri samasekali kekuasaan Belanda atas perusahaan vital tambang timah di Bangka. Ini membuktikan dengan jelas, bahwa PKI berjuang tidak mementingkan diri sendiri, peranan pelopor dan watak nasionalnya Partai dalam sikap dan perbuatannya sudah terlalu banyak buat Rakyat. Itulah pula sebabnya PKI dimana saja berada disekelilingnya berkerumun massa. Perjuangan Rakyat disana yang belum selesai dan ini pada pokoknya telah termasuk dalam program PKI, yaitu soal pentingnya kita mendirikan bengkel-bengkel keperluan pembikinan onderdeel dan soal pengecoran timah jangan lagi dilakukan diluarnegeri. Kaum buruh kita punya cukup kemampuan untuk mengolah sendiri hasil-hasil tambang kita dan apabila dilaksanakan tidak sedikit devisen bisa dihemat. Oleh sebab itu Program PKI dibidang ekonomi merupakan jalan keluar yang paling tepat untuk mengatasi bencana yang sedang mencengkeram ekonomi kita sekarang.
Kawan?, £
Dibawah bimbingan Comite Central yang diketuai Kawan D.N.
Aidit, Partai kita dengan dipersenjatai garis-garis tepat Kongres Nasional ke-V ternyata disamping berhasil mengubah Partai dari kecil menjadi besar, dari kedudukannya yang merangkak sekarang sudah tampil didepan meneruskan perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis. Kesemuanya itu hanya mungkin terjadi karena pimpinan Comite Central Partai yang sekarang bulat dilapangan ideologi, politik dan organisasi. (tepuktangan)
Dengan membersihkan diri dari semua penyakit-penyakit berkat pimpinan yang Leninis dari kawan? Comite Central Partai kita betul-betul sudah menjadi Partai bolsyewik yang meluas diseluruh negeri. (tepuktangan) Partai kian menjadi tambah berakar didalam hati Rakyat
661
karena amalnya yang cukup kongkrit telah dirasakan oleh mereka.
Keadaan ini membuat Rakyat tidak mau dipisahkan dari PKI.
Kawan-kawan,
Mengenai soal meneruskan pembangunan Partai, yaitu melaksanakan kesimpulan: menjadikan Partai yang kuat dan meluas
| diseluruh negeri, saya berpendapat Comite Central sudah bertindak
tepat pada waktunya dengan membentuk Comite-comite Pulau yang langsung berhubungan dengan Comite Central. Perubahan penting i akan sangat membantu CP cepat mengatasi kesulitannya, sekalipun kedudukannya terpencil.
Pada pokoknya karena Laporan Umum CC Partai secara luas
. sudah berisikan analisa-analisa kongkrit terhadap semua soal yang dihadapi
Rakyat, saya memberi dukungan penuh terhadap isi laporan. Mari kita jadikan garis-garis baru Kongres ini sebagai tinju terhadap imperialis, tuan feodal, yang mengantarkan Rakyat memenangkan Demokrasi Terpimpin dan Kabinet Gotongroyong. (tepuktangan).
Kepada Kongres dari mimbar ini saya sampaikan salam massa Komunis didaerah Bangka yang sudah tentu me-nanti?kan hasil-hasil Kongres kita.
Sekian dan terima kasih. (tepuktangan)
662
PIDATO KAWAN SUKATNO
(Sekretaris Umum DPP Pemuda Rakyat)
KAWAN-kawan yang tercinta,
Sungguhlah tepat apa yang dikemukakan dalam Laporan Umum CC mengenai pekerjaan massa daripada Partai kita, bahwa bekerja dikalangan massa pemuda pada waktu sekarang adalah salahsatu pekerjaan terpenting dari Partai. Partai kita masih menghadapi banyak masalah yang harus dipecahkan dan pekerjaan-pekerjaan yang harus diperbaiki. Tetapi kami percaya bahwa setelah Kongres kita yang bersejarah sekarang ini berhasil menjawab semua persoalan Rakyat dan tanahair kita dalam tingkat revolusi sekarang, maka tidak ada lagi ke-ragu2Zan bahwa pekerjaan Partai dikalangan massa pemuda Indonesia akan menjadi lebih baik dan berhasil.
(tepuktangan). Antusiasnya massa pemuda pekerja Indonesia, anggota-anggota Pemuda Rakyat dan badan pimpinan Pemuda Rakyat dari berbagai tingkatan dalam menyambut dan mengikuti Kongres Nasional ke-VI Partai Komunis Indonesia sejak persiapannya adalah bukti tentang semakin tingginya harapan pemuda Indonesia terhadap Partai kita dan memandang PKI sebagai pembela haridepannya yang paling tepercaya.
Pendukung militan politik anti-imperialis dan jembatan pelaksanaan politik front persatuan nasional
Sejarah gerakan revolusioner Rakyat kita membuktikan, bahwa pemuda Indonesia adalah kekuatan anti-kolonialisme yang besar dan militan. Meletusnya Revolusi Agustus 1945 ditandai oleh tampilnya kedepan pemuda bersama seluruh Rakyat secara heroik dalam perjuangan bersenjata Rakyat Indonesia. Dan segera pula gerakan pemuda tertarik menjadi kekuatan yang militan dalam perjuangan Rakyat melaksanakan semboyan Partai untuk membatalkan KMB dan merebut Irian Barat, setelah Hatta berhasil menyelewengkan jalannya revolusi dan ia bertekuk lutut dihadapan kaum imperialis.
Juga didalam menghadapi intrik-intrik baru kaum imperialis yang mendalangi gerakan fasis kontra-revolusioner yang berupa kudeta-kudeta dewan-dewan partikelir, diktatur militer,,PRRI”-Permesta atau diktatur perseorangan Achmad Husein-Simbolon-Sumial, pemuda Indo-
663
ncsia dengan tegas memihak demokrasi dan Republik. (tepuktangan). Meskipun pada mulanya ada sebagian pemuda yang terpikat oleh semboyan-semboyan palsu yang muluk-muluk dari,,PRRI”-Permesta, tetapi pemuda-pemuda progresif di Sumatera dan Sulawesi Utara dibawah pimpinan Partai Komunis Indonesia telah memberikan teladan yang sangat mengilhami gerakan pemuda diseluruh tanahair, bagaimana seharusnya pemuda Indonesia bersikap menghadapi kaum fasis yang meng-injak-injak demokrasi dan kepentingan? Republik.
Aksi-aksi pemuda yang antusias dan patriotik mempunyai pengaruh yang baik sebab ia bersifat menyatukan secara luas kekuatan-kekuatan nasional. Dengan tidak menghiraukan agitasi-agitasi anti-Komunis dari pemimpin-pemimpin Masyumi dan PSI, pemuda-pemuda yang memang menurut pembawaannya bersifat maju, ber-sama-sama Pemuda Rakyat telah melancarkan ber-macam-macam aksi anti-imperialisme selama tahun-tahun belakangan sini, seperti aksi-aksi ambilalih perusahaan? Belanda, perjuangan merebut kembali Irian Barat, dan ketika kaum imperialis Amerika Serikat hendak melakukan intervensi terhadap Republik pada saat memuncaknya pemberontakan kontra-revolusioner,,PR- RI”-Permesta, massa pemuda dari berbagai aliran dan kepercayaan telah mendemonstrasikan kebulatan persatuan yang sangat mengilhami. (tepuktangan).
Kaum reaksi pernah menggunakan peristiwa Hongaria tahun 1956 sebagai senjata untuk memecahbelah persatuan nasional.
'Tetapi semangat anti-imperialisme yang kuat dan rasa simpati yang sedang tumbuh terhadap Sosialisme telah menggagalkan maksud?
kotor kaum reaksi. Kaum reaksi mencoba menyelenggarakan suatu demonstrasi anti-Uni Sovyet di Bandung dengan mem-bawa-bawa soal Hongaria, tetapi pemuda dan Rakyat Bandung, kota Asia-Afrika yang anti-imperialis itu, tidak hanya menggagalkannya tetapi merubahnya menjadi demonstrasi memukul DI-TII. (tepuktangan).
Dihadapan pemuda Indonesia, anti-Komunisme adalah senjata yang tumpul ditangan reaksi. (tepuktangan). Dengan pengalaman ini semua membuktikan bahwa politik front persatuan nasional antiimperialisme menemukan kekuatan yang besar dalam gerakan pemuda Indonesia, menemukan kedudukan yang mempersatukan massa pemuda secara luas dan mempertinggi kesedaran politiknya.
Disamping mempunyai semangat anti-imperialisme, pemuda?
Indonesia juga mempunyai semangat cinta-damai dan solidaritet internasional yang tinggi. Semangat Bandung, semangat solidaritet anti-kolonialisme Asia-Afrika menguasai hati pemuda-pemuda kita, dan merupakan faktor pendorong penting bagi berhasilnya Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika dinegeri kita. Faktor ini pulalah yang telah melumpuhkan usaha kaum imperialis Amerika dengan mengguna-
664
kan kaum reaksi dinegeri kita untuk menggagalkan Konferensi Pemuda Asia-Afrika yang sukses di Kairo yang lalu. Pemuda? Indonesia selalu ambil bagian dalam Festival-festival pemuda sedunia, yang telah memperkuat persahabatan pemuda sedunia dan memperkuat front internasional melawan bahaya perang. Semuanya ini tak dapat dipisahkan dari adanya gerakan Rakyat yang demokratis yang kuat dibawah pimpinan Partai kita. Dan sekarang dengan suksesnya Kongres kita ini, perspektif perjuangan pemuda Indonesia menjadi makin terang. (tepuktangan).
Menarik pemuda dalam gerakan 6:4
Agak berbeda dengan luasnya gerakan pemuda Indonesia mendukung politik anti-imperialisme, maka politik anti-feodal dari Partai masih belum cukup kita tanamkan didalam gerakan pemuda Indonesia. Pekerjaan Partai untuk menarik massa pemuda tani kedalam gerakan revolusioner masih banyak yang harus diperbaiki, dan demikian juga halnya dengan pekerjaan memimpin Pemuda Rakyat di-desa-desa, Sisa-sisa feodalisme masih merupakan gunung penindasan yang menindih nasib dan aspirasi yang adil dari bagian terbesar pemuda Indonesia, dan membikinnya dalam keadaan terbelakang dalam lapangan ekonomi dan kebudayaan. Dan oleh karena itu pemuda-pemuda tani Indonesia juga kekuatan yang militan seperti yang dibuktikan dalam perjuangan menumpas banditisme gerombolan DI-TII. Jadi jelaslah bahwa politik agraria Partai yang revolusioner dan politiknya yang tegas untuk membasmi DI-TII sepenuhnya menjawab hasrat pemuda-pemuda tani. |.
Dibawah pimpinan Partai, Pemuda Rakyat membangkitkan pemuda secara luas menyokong perjuangan kaum tani di Wates yang dengan gigih mempertahankan tanahgarapan dan melawan traktor-traktor HVA. Begitu juga pada waktu menghadapi traktor maut 'Tanjungmorawa. Rapat-rapat umum dan pertemuan-pertemuan pemuda yang melahirkan petisi-petisi atau resolusi-resolusi menyokong perjuangan kaum tani dan memprotes politik menteri-menteri reaksioner pembela modal imperialis, telah merupakan sumbangan yang tidak kecil dalam ikut serta menarik kekuatan-kekuatan demokratis dinegeri kita terhadap perjuangan yang demokratis dari kaum tani. Dikabupaten Bandung umpamanya, dalam aksi-aksi kaum tani untuk mempertahankan tanahgarapan dan untuk pembagian hasil panen yang layak antara penggarap dan tuantanah, anggota? Pemuda Rakyat berdiri dibarisan depan menghadapi tukangpukul-tukangpukul yang dikerahkan oleh tuantanah. (tepuktangan).
5 Pengalaman-pengalaman itu semua merupakan alasan yang kuat mengapa
665
Partai kita menaruh kepercayaan kepad i
t, $ pada pemuda Indo:
daripadanya akan lahir kekuatan-kekuatan yang Pada dan Alma mengibarkan panji? 6: 4, panji-panji perjuangan kaum tani menuntut pembagian hasil panen minimum 6 bagian untuk penggarap dan maximum 4 bagian untuk tuantanah.
Mengembangkan penerimaan ide Sosialisme dikalangan pemuda
Pekerjaan Partai dikalangan pemuda adalah pentin, Keadaan sekarang, tetapi juga sangat penting untuk Pan Fama a panjang dari Partai, untuk Sosialisme. Betapa banyaknya oran Yaa ormas sekarang membicarakan — ya malahan AA kan — Sosialisme sebagai jalan keluar dari jalan mati kapitalisme di Indonesia. Naluri pemuda yang ingin mengetahui segala yang baru, juga merupakan sasaran yang penting bagi Nora Sosialisme itu. Bersamaan dengan itu sudah semakin banyak pemuda-pemuda kita dalam tahun-tahun belakangan ini melihat dengan matakepala sendiri Sosialisme didalam praktek di-negeri-negeri sosialis, pemuanya ini membikin lebih luas penerimaan ide Sosialisme dalam bi ran manusia-manusia muda Indonesia. Memang harus diakui bahwa ati masih belum cukup banyak mendorong dan mengorganisasi pempatan supaya praktek Sosialisme yang ditangkap oleh mata pemuda-pemuda itu dipublikasi, diceramahkan dan diteruskan kepada massa pemuda baik dikota maupun di-desa-desa. Bukankah kenyataan-kenyataan itu merupakan besi berani yang dayatariknya menggetarkan kalbu pemuda, yaitu bahwa dibawah Sosialisme di URSS 3.300.000 siswaZ pendidikan kejuruan menerima segala kebutuhannya sebagai peai A eepenuhnya dari negara, tiap tahun sejumlah 5.600.000 anak: menikmati istana-istana musim panas dan perkampungan-perkampungan darmawisata yang diselenggarakan oleh negara, dan Sosialisme telah merangsang otak yang cerdas dan kemauan yang ulet pemuda menciptakan kota-kota baru dipadang Siberia. ( tepuktangan). Di Tiongkok Postal 120 juta pemuda telah ikut menanam pohon menciptakan utan di-daerah-daerah tandus, 70 juta pemuda desa menciptakan 400 juta ton lebih rabuk dalam kampanye menimbun rabuk, dan di- Samping itu sampai tahun 1956 sejumlah 2.500.000 buruh muda pnerima gelar-gelar ahli dalam pendidikan keahlian yang secara intensi: diselenggarakan oleh negara. (tepuktangan). Demikianlah pula prana yang hidup di-negeri-negeri sosialis lainnya. P ebaliknya pengaruh kaum nihilis yang umumnya diwakili sikap politik dan pandangan hidup Kun yesala Han PAPaeyar telah merosot martabatnya. Kaum nihilis yalah mereka yang sudah
666
kehilangan hargadiri, meremehkan kemampuan Rakyat dan sepenuhnya menjual diri kepada kaum imperialis. Pandangan hidup
yang vulger dan ke-Amerika?an dari kaum sosialis kanan mencoba.
mengkorup dayafikir dan moral pemuda. »Filsafat puas?kanlah hidup hari ini — soal besok adalah besok” yang tidak ada sangkut pautnya dengan Sosialisme dan yang semula mendapat,,pasaran crossboys” disementara lingkungan kecil pemuda-pemuda kita, kian hari kian tidak laku.
Tetapi menjelaskan tentang Sosialisme dengan tidak menjelaskan peranan klas proletar Indonesia dan dengan tidak mengirubungkannya dengan perjuangan praktis pemuda sekarang, bisa menimbulkan ilusi-ilusi yang tidak obyektif. Pekerjaan dilapangan pendidikan pemuda untuk mempertinggi tingkat politiknya dan kebudayaannya adalah sangat penting. Tidaklah cukup secara sederhana saja menjelaskan Sosialisme hanya didalam hal hapusnya hakmilik perseorangan atas alat-alat produksi dan menggantinya dengan hakmilik sosialis, tanpa mendidik pemuda untuk mengetahui tentang peranan perjuangan klas disamping mendidik mereka mencintai ilmu dan memiliki ilmu yang bisa membangkitkan semua sumber kekayaan alam Indonesia.
Didepan Presiden Sukarno pada Hari Ulangtahun ke-XIV Republik Indonesia, para pelajar atasnama pelajar sekolah lanjutan seluruh Indonesia minta dididik tentang Sosialisme a Ya Indonesia. Partai harus menjawab ini dengan memperbaiki pekerjaannya dikalangan pelajar-pelajar Indonesia, yaitu mendidik mereka supaya jangan mengasingkan diri dari perjuangan politik untuk kemerdekaan nasional yang penuh, dan bersamaan dengan itu berusaha untuk menjadikan mereka pemuda Indonesia yang berilmu, berbadan sehat dan berjiwa gembira. Dengan semboyan menari dan menyanyi, semangat belajar yang baik dan persatuan harus ditanamkan didalam dada pemuda-pemuda pelajar kita, untuk menjadi milik yang paling berharga dari masadepan tanahair dan Rakyat Indonesia yang maju dan makmur.
Disamping itu kami ikut menggarisbawahi betapa perlunya sccara aktif menarik pemuda kedalam gerakan untuk membangun Regu? Kerjabakti dan meluaskan organisasi serta kegiatan Koperasi-koperasi Rakyat pekerja. Gerakan ini akan merupakan pendidikan ideologi dan politik yang sangat penting bagi pemuda. Pengalaman yang memang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lebih luas lagi selama ini dapatlah disimpulkan, bahwa kegiatan kerjabakti dikalangan pemuda dan pelajar Indonesia mempunyai perspektif yang sangat positif. Ia mempunyai perspektif mempersatukan pemuda dalam semangat gotongroyong, menanamkan patriotisme,
667
MABA
Dal Maman Plan AR
GimLoman
menanamkan rasa cinta kerja produktif, membikin badan sehat dan menghubungkan pemuda-pemuda pelajar dengan Rakyat pekerja.
Sedangkan mengenai kegiatan koperasi, kecuali menjadi elemen yang tak mementingkan diri sendiri didalam Koperasi? Rakyat pekerja, pemuda dan pelajar harus didorong untuk mengorganisasi dirinya dalam Koperasi-koperasi dikalangannya sendiri, untuk sekedar memenuhi kebutuhan kesejahteraan dan meningkatkan kebudayaannya,
Memperbaiki pekerjaan Pemuda Rakyat, meneruskan pelaksanaan 4 syarat pokok
Dalam melaksanakan tugas politiknya Partai mendapatkan pembantu yang setia dan tepercaya yaitu Pemuda Rakyat. (tepuktangan). Sejak dilaksanakannya Koreksi Jalan Baru Kawan Musso, tanpa reserve Pemuda Rakyat menerima dan menjalankan politik PKI. Pemuda Rakyat telah merupakan barisan cadangan yang militan dari Partai, merupakan tempat persemaian yang subur bagi tenaga-tenaga yang aktif ikut memberi sumbangan dalam pekerjaan pembangunan dan perluasan organisasi Partai. Dan dimasukkannya masalah hubungan Pemuda Rakyat dengan Partai kedalam Konstitusi baru seperti yang telah disahkan oleh Kongres ini, pasti akan membikin Pemuda Rakyat sebagai pembantu yang setia dan terpercaya dari Partai menjadi barisan cadangan yang lebih kreatif.
Untuk menjadikan Pemuda Rakyat pembantu yang setia dan tepercaya dari PKI, Pemuda Rakyat harus meneruskan pelaksanaan 4 syarat pokok, yang ringkasnya yalah untuk tetap setia pada cita-cita Revolusi Agustus 1945, meluaskan organisasi dan menjadi-
' kan anggotanya ber-juta-juta, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dan mempelajari prinsip-prinsip fundamentil Marxisme-Leninisme, dan mengembangkan aktivitet olahraga dan kesenian untuk hidup sehat dan gembira. Dengan diilhami oleh ke-4 petunjuk itu Pemuda Rakyat telah merupakan elemen yang aktif menyambut Konsepsi Presiden Sukarno, aktif dalam gerakan massa menyambut kembali ke Undang-undang Dasar 45, aktif dalam gerakan merebut Irian Barat, melawan kegiatan-kegiatan subversif kaum imperialis dan Kuomintang dan lain2nya.
Didalam pendidikan Pemuda Rakyat telah berhasil melaksanakan 2 angkatan Sekolah Pusat dan kursus-kursus singkat di Sekolah-sekolah Provinsi. Dari sini telah berhasil dimobilisasi kader-kader untuk membantu perlawanan pemuda revolusioner di-daerah-daerah pemberontakan kontrarevolusioner,,PRRI”-Permesta di Sumatera dan Sulawesi Utara.
Dilapangan olahraga dan kesenian berbagai aktivitet dan inisiatif
663
ilanc: i: y # isasian Pekan Olahdilancarkan, diantaranya pengorganisasian a
Se Cimahi pada tahun 1958, yang mendorong dipopuler-
Pa ia kegiatan olahraga dikalangan massa pemuda. Akan tetapi
ea rasa tanggungjawab yang besar kami mengakui, bahwa se-
' mua aktivitet itu masih belum bisa dikonsolidasi dengan baik oleh
y sil yak y ik menon-
Rakyat, karena masih adanya kelemahan yang agal o Aa asa organisasi. Pekerjaan tekun yang berupa pekerlaan se-hari-hari dalam lapangan pendidikan, organisasi dan ideologi,
— dan selanjutnya kegiatan untuk memenuhi kegemaran pemuda dan
menjawab permintaan-permintaan pemuda yang mendesak masihlah banyak Pa Sa itu bimbingan Partai terhadap Pemuda Rakyat Ea untuk membantu mengatasi kelemahan?nya itu, yang Udah bai mengurangi sifat berdiri sendiri dari organisasi ta a Aka, haruslah diberikan titikberat pada pekerjaan pendidi an, Pa pendidikan teori Marxisme-Leninisme. Selanjutnya aral ai boleh henti?nya menekankan bahwa memiliki teori Mera nee isme bagi kader-kader Pemuda Rakyat adalah berarti membikin diri: 1 menjadi »ahli-ahli” tentang sukaduka massa pemda, mampu Ta lami perasaan2nya, kegemaran dan kebiasaan! mudanya, met sena!
lebih baik tentang dirinya sendiri, deamping: bannya kaan Mu ka 2 politiknya. ngan biml arta
Kian inii ba mendorong Pemuda Rakyat melakaan kan bekerja tekun yang baik, hingga dengan demikian setiap aktivitet Pemuda Rakyat bisa dikonsolidasi dan hasil?nya bisa dikem- '
. Dengan bimbingan Partai, Pemuda Rakyat harus menre par rai Kan Sngpah-sngpah dalam gerakan memerangi mane isme yang nampak menonjol dalam kehidupan pimpinan Semuca Rakyat disegala tingkatan. Hanya dengan itu penaian suda Rakyat bisa berpandangan luas terhadap kemungkinan: Oa Ke nya, lebih erat hubungannya dengan. Cena angangad Her Hi tag
tutan situasi. Kejurusa: » U 4 Dnekang ale Rakyat harus lebih diintensifkan, Hmela harus memperbaiki dan memperluas pekerjaan ara La aga lapangan kepemudaan, seperti pendidikan kanak-kanak progresif, pang duan, keolahragaan, kesenian, sinoman, rekreasi, perkampung.
Bean pat dengan penuh keyakinan, bahwa dengan pendia dikan ideologi klas buruh yang diberikan oleh Partai secara ni 2 sif, dengan pengawasan yang mesra berdasarkan kasihsayang pas tariat Indonesia terhadap generasi yang sedang menatap Maa 3 3 pemuda Indonesia pasti memiliki hariesok yang Enak 'epu pe ngan). Dengan hasil-hasil Kongres sekarang marilah kita dukung pi
669
eh me se Kah
3 pinan Partai kita membikin Pemuda Rak menjadikannya jembatan yang lebih ku:
jaan Partai dikalangan massa pemuda, lebih militan dalam perjuangan untuk krasi dan Kabinet Gotongroyong, tangan). i
yat beranggota ber-juta-juta, at dan lebar dalam pekermenarik pemuda Indonesia kemerdekaan, untuk Demountuk perdamaian dunia. (tepuk-
PIDATO KAWAN ANWAR SANUSI (Anggota Sekretariat CC PKI)
Kawan-kawan yang tercinta!
Pada hari Rabu, tanggal 9 September 1959, Kongres Nasional ke-VI Partai ini telah membuat 3 keputusan bersejarah (mensahkan Laporan Umum, Konstitusi Partai yang telah diubah, dan Program Partai yang telah diubah), dan esok harinya telah membuat dua keputusan bersejarah lagi (memilih anggota-anggota CC baru dan memilih anggota-anggota Komisi Verifikasi).
Dengan lima keputusan bersejarah yang disetujui oleh Kongres dengan suara bulat itu, saya yakin, Kawan-kawan, bahwa apapun yang difikirkan dan direncanakan oleh kaum reaksioner sekarang dan dimasa datang, Partai Komunis Indonesia akan mampu mengatasi segala kesukaran dan rintangan, dan semboyan
UNTUK DEMOKRASI DAN KABINET GOTONGROYONG”
pasti akan menjadi kenyataan!
Pengalaman-pengalaman kita sejak Kongres Nasional ke-V Partai dan masalah: yang meminta perhatian kita adalah begitu banyak, sehingga walaupun sudah sekian banyak Kawan-kawan dari pusat maupun daerah-daerah yang berbicara, masih ada saja hal-hal yang perlu ditambahkan tanpa melakukan pengulangan-pengulangan semata-mata. Dari sini nampak pula, disatu pihak kebesaran Partai kita, dan difihak lain makin beratnya tugas dan tanggungjawab kita sesudah Kongres yang besar ini.
Kawan?,
Dalam Kongres Nasional ke-V Partai dipakukan keyakinan dan ditanam pengertian bahwa adanya Partai Komunis yang kuat dan adanya front nasional yang kuat adalah syarat-syarat mutlak bagi kemenangan revolusi Indonesia yang pada tingkat sekarang berwatak nasional anti-imperialis dan demokratis anti-feodal. Menentang dijelmakannya syarat-syarat mutlak yini pada hakekatnya adalah menentang revolusi Indonesia sendiri, sekalipun yang menentang itu adalah tokoh-tokoh yang dipandang pernah berjasa kepada perjuangan kemerdekaan negeri kita ini!
Sebagaimana ditandaskan lagi dalam laporan umum yang disampaikan oleh Kawan Aidit, front nasional yang sesungguhnya
671
670
(bukan front-nasional-front-nasionalan seperti y: ikec:
n has perti yang diket:
pedas dalang Manifesto Politik Presiden Ban sn aa Yang. Se yati adalah front nasional anti-imperialis yang berbasiskan perakitan kaum buruh dan kaum tani, dan yang dipimpin oleh Has La (dan bukan dipimpin oleh klas lain manapun). Tu: yas g AMA aka yang sejati itu oleh Kongres ini sudah 'pxan lagi sebagai salahsatu tugas urgen dari dwit:
Aa npng Tugas melanjutkan bambang PKI L 'at. Adapun yang dimaksudkan dengan PKI i tidak lain yalah Partai Komunis: La an kana ti n yal s Indone: ibolsyewi!
yang tanpa seluruh negeri dan. yang bea. Begin diperkokoh, dalam ideologi, bolitik dan organisasi. Dan hanta apa.
Bea Yang kuat bisa diharapkan adanya front nasional Setelah mencapai sukses-sukses besar dal Se suks am meluaskan k
Ine dengan Plan 6 Bulan sebelum Kongres Nasional Ken Daan 5 Tanya Nana 1 Dah benta Kongres itu, keanggotaan at anya tercatat 7.910 $ melompat menjadi Lk. 1.000.000 orang pada bertahan an! ha
Terut: y yait getaan aa Sr Te do ad ac kea “Pang Se uruh ear dan jaga. Kah mena Para Pa maka dapat pula dikatakan bahwa Pe PangTUng, impinannya, pai da na Ghe Megi dalam Pap Penting yang an aa atasi. ena Marga tan lonanggota-calonanggota ana inna edan ala Pa
672
mana mestinya, juga banyak sekali organisasi baru (Resort, Subseksi dst., Fraksi dsb.) yang baru dan terdiri dari anggota?
baru, yang masih belum dapat dikatakan bersifat massa luas, dan masih belum diperkokoh dalam ideologi, politik dan organisasi.
Dalam pada itu Partai dihadapkan kepada tugas merebut kemenangan lebih besar dalam pemilihan DPRD dan dalam pemilihan DPR kedua (yang terakhir ini kemudian ternyata diundurkan).
Mengetahui sukses-sukses yang telah kita capai dan mengetahui pula kelemahan-kelemahan yang harus diatasi, CC pilihan Kongres Nasional ke-V PKI secara berani pada pertengahan tahun 1956 menetapkan plan yang bersegi banyak dan dengan jangka waktu yang agak panjang, untuk- pertama kalinya dalam sejarah Partai, yang dinyatakan berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1956 sampai dengan 17 Agustus 1959 (3 tahun). Mereka yang mengenal keadaan Indonesia tentu mengerti mengapa saya telah menggunakan perkataan,,berani”! Akan tetapi hasilnya kemudian akan membuktikan bahwa keberanian yang kita miliki adalah keberanian yang berdasar.
Memang Marxisme-Leninisme menciptakan gayakerja yang istimewa, yang luarbiasa, yaitu gayakerja yang menurut tulisan tentang,,Dasar-dasar Leninisme” memadukan atau mensintesekan dua sifat istimewa. Dua sifat istimewa ini yalah elan revolusioner Rusia dan zakeliykheid Amerika. Hanya memiliki sifat yang satu dan tidak memiliki sifat yang lain akan menjadikan kita: atau pengelamun-pengelamun (tukang ngelamun) yang,,revolusioner”, atau rcalis-rcalis yang tidak tahu kemana kerajinannya akan ditujukan.
Dalam kata-kata yang belakangan ini semakin populer dalam Partai kita, gayakerja yang mensintesekan dua sifat istimewa itu, singkatnya gayakerja Komunis, adalah gayakerja yang memadukan semangat dan pekerjaan berkobar-kobar dengan semangat dan pekerjaan tekun. Memiliki yang satu dan tidak memiliki yang lain akan menjadikan kita tidak bisa,,berjalan diatas dua kaki”, sebagaimana ditegaskan oleh Kawan Aidit dalam laporan umumnya.
Plan 3 tahun Pertama dilapangan organisasi dan pendidikan, pengalaman-pengalaman dalam melaksanakannya dan hasil-hasilnya yang telah tercapai, mengharuskan saya membuat kesimpulan bahwa pada umumnya dan dalam batas-batas tertentu Partai kita sudah memiliki gayakerja yang mensintesekan dua sifat istimewa itu, gayakerja Komunis dalam ujud yang cocok dengan situasi yang sedang dihadapi dan dengan keadaan-keadaan khusus negeri kita.
Dalam menyusun Plan 3 Tahun yang baru, yang akan kita buat sesudah Kongres ini, dan dalam cara-cara melaksanakannya di-
673
waktu yang akan datang adalah penting untuk selalu ingat kepada keharusan memiliki gayakerja Komunis itu. Ini akan lebih dimudahkan karena pelaksanaan Plan 3 Tahun Pertama telah mericiptakan sejumlah agak besar fungsionaris-fungsionaris, kader-kader dan akt Partai yang terdidik dan terlatih secara sistimatis atau agak matis.
Arti, pengaruh dan pokok-pokok materi daripada Plan 3 Tahun Partai sudah diterangkan dan disimpulkan dalam Laporan Umum.
Yang perlu saya tambahkan lagi adalah sedikit perincian tentang hasil-hasil yang telah dicapai.
Seperti diketahui, batas waktu diakhirinya Plan adalah sampai tanggal 17 Agustus yang baru lalu. Berhubung. dilangsungkannya Kongres ini, hampir semua daerah baru bisa memberikan laporan tentang keadaan atau hasil-hasil sampai sebelum bulan Agustus.
Meskipun demikian dari angka-angka yang sudah masuk, dan lepas dari jatah-jatah yang telah ditetapkan, dapat diketahui sudah bahwa Partai kita sedang menjalar sungguh pesat kesemua peloksok diseluruh negeri dan sudah selangkah lebih maju lagi dalam memiliki watak massa luass serta selangkah lebih maju pula dalam makin memperkuat bersatuannya dilapangan ideologi, politik dan organisasi.
Beberapa faktanya adalah sebagai berikut.
Hasil-hasil pelaksanaan Plan mengenai organisasi dalam kenyataannya telah membikin Partai lebih merata sampai kepulau-pulau terpencil diperbatasan Irian Barat yang masih diduduki oleh Belanda (didaerah pendudukan Belanda sendiri terdapat Komunis-komunis Indonesia yang berjuang melawan kaum penjajah, a.l. Kawan Dimara yang telah tertangkap dan dihukum). Bersamaan dengan itu di Jawa dan disatu-dua tempat di Sumatera telah semakin terkonsolidasi.
Jumlah Seksi dan Subseksi telah menjadi lebih dari dua kali lipat, dan dipulau Jawa jumlah Kecamatan yang belum terisi dengan organisasi Partai hanya 1,396 lagi. Jumlah Resort meningkat menjadi hampir 2,5 kali, dan dipulau Jawa jumlah desa,,kosong” hanya tinggal 15,876 lagi. Jumlah anggota dan calonanggota, seperti sudah beberapa kali diumumkan dari 1 juta menjadi 1,5 juta, dengan Kawan-kawan wanita dari Lk.
134.000 menjadi lebih dari 258.000. 'Calonanggota-calonanggota yang sudah ditingkatkan menjadi anggota adalah lebih dari 3 kali lipat.
Fungsionaris-fungsionaris fulltimers tingkat Comite Daerah Besar dan Comite Pulau telah menjadi hampir dua kali lipat, tingkat Comite Seksi menjadi sebanyak & kali lipat, sedang tingkat Comite Subseksi menjadi lebih dari 3 kali lipat. Anggota Comite dari semua ting-
674
kat menjadi lebih dari 7 ena Ma Ga ai hasil-hasil yang dicapai bole! ikatal 5 h ala MESnek-mesnek kepuniynan On sampai ke CSS-css telah meningyadi ih dari 6 kali lipat.
Si Tanpa gatamh yang Pa smpullkan bahwa kaum reaksioner dimana saja selalu gagal untuk smembasmi Komunsa Disamping fakta-fakta diatas saya dapat memberikan fakta-fakta lain, yang berbicara lebih keras. Di Sumatera Barat, dimana NA ang”
gota-anggota dan kader? Partai telah dibunuh secara biadab o ae PRRI”, ternyata keanggotaan PKI bukannya menurun, tapi Dah dengan tidak kurang dari 9896. Di Sulawesi Utara, dimana juga ratusan anggota-anggota dan kader-kader Partai telah dibunuh secara keji oleh kaum Permesta, ternyata sebagai jawabannya keanggotaan Partai naik dengan tidak kurang dari 4096. Agar arti prosentase
“ kenai ini dapat dinilai dengan tepat, bandingkanlah misalnya Tayang di Jawa Timur, daerah yang boleh dikatakan
ii yaitu yang hanya naik dengan 3196. “ aa “kobot yang dat Taha menipu dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa PKI tidak mungkin berkembang diluar Jawa, dan bahwa hanya Jawalah yang subur bagi naa tumbuhan PKI. Untuk mereka saya akan memberikan ag tentang perkembangan PKI dipulau Kalimantan: Jumlah subseksi disana telah naik dengan lebih dari 54 Io, sedangkan dipulau Jawa kenaikannya adalah 4296. Jumlah anggota di Kalimantan naik dengan lebih dari 63,596, sedangkan dipulau Jawa kenaikannya adalah hanya 3696. Padahal kita tahu bahwa perhubungan di Kalimantan adalah jauh, jauh lebih sulit Haa pada dipulau Jawa (bandingkan pula: luas Kalimantan adala 539.460 km persegi, sedang Jawa dan Madura hanya 132. 7 km persegi). Gambaran mengenai Kalimantan ini merupakan gambaran perkembangan PKI yang pesat diluar Jawa, bahkan dalam hal-hal tertentu dewasa ini lebih cepat daripada dipulau
Daan sedikit fakta dan ilustrasi tentang hasil-hasil pelaksanaan
Tahun mengenai organisasi. ae:
ta pelaksanaan Pan mengenai pendidikan, dapat saya terangkan bahwa sekarang Partai telah mempunyai sejumlah besar kader dan aktivis yang sudah menamatkan sekolah-sekolah atau kursus-kursus Partai, yaitu bukan hanya puluhan ribu, tetapi lebih dari 270.000 orang. Dan ini berarti 27 kali lipat dari seluruh jumlah anggota dan calonanggota Partai pada tahun 1951. Pendidikan yang mereka terima itu adalah mulai dari yang materialnya sangat sederhana dan yang diajarkan hanya beberapa malam berturut-
675
turut sampai kepada yang materialnya agak luas dan pendidikannya dilakukan berasrama. Mereka itu merupakan modal yang tak ternilai dalam menghilangkan /rintangan-rintangan ideologis untuk melaksanakan Program Partai dan untuk membolsyewikkan Partai. Bersatu disekitar Comite Central, mereka itu adalah pekerja-pekerja politik “dan organisasi yang merupakan tulangpunggung Partai yang tidak mungkin bisa dipatahkan oleh siapapun. Sesuai dengan tujuan pokok daripada pendidikan yang kita rencanakan, maka sebagaimana yang dikatakan dalam Laporan Umum Kawan Aidit, mereka itu adalah anggota-anggota Partai yang,,dalam keadaan bagaimanapun tetap yakin, bahwa jalan revolusioner yang telah dibilihnya adalah jalan yang setepat-tepatnya, jalan hidup baru dan untuk masyarakat baru”. Dalam pada itu berkat praktek revolusionernya, mereka pada umumnya mempunyai hubungan yang erat dengan massa Rakyat.
Dalam rangka plan pendidikan telah pula diadakan seminar?
tentang beberapa masalah politik dan organisasi, dan konferensi-konferensi teori yang umumnya berjalan sampai tingkat Seksi. Yang paling merata adalah konferensi teori yang membahas tulisan »Tentang Mengurus Secara Tepat Kontradiksi-kontradiksi Dikalangan Rakyat?” (Mau Ce-tung). Belajar sendiri buku-buku klasik tertentu, umpamanya »Manifes Partai Komunis” (Marx dan Engels),,,Komunisme 'Sayap-Kiri', Suatu Penyakit Kanak-kanak” (Lenin),,,Dua Taktik Sosial-Demokrasi Didalam Revolusi Demokratis” (Lenin) telah dilakukan oleh beratus-ratus kader tingkat CDB dan CS. Gerakan pembetulan fikiran, a.l. untuk meningkatkan kesedaran internasionalisme proletar yang dipadukan dengan patriotisme Indonesia, dalam hubungan dengan memperingati 40 tahun Revolusi Oktober, telah berjalan agak merata. Pembacaan buku-buku roman realisme-sosialis, yang penting juga bagi penguatan ideologi, dikalangan kader-kader yang biasanya kurang perhatian karena kesibukan, ternyata menjalar, juga, yaitu buku-buku,,/bunda” (Marim Gorki), »Laporan dari Tiang Gantungan” (Julius Fucik) dan,,Kisah Seorang Prajurit Sovyet” (Mikhail Solokhov). Peserta-peserta pendidikan untuk orang-orang progresif, yaitu siswa-siswa Unra atau semacam itu yang diselenggarakan oleh beberapa CDB berjumlah ribuan orang.
Majalah-majalah daerah yang diterbitkan Partai berjumlah lebih dari 10 macam. Tetapi mengenai distribusi,,Harian Rakyat” Comite-comite daerah kebanyakan tak bisa memberikan laporan yang kongkrit dan benar sekali kritik dalam Laporan Umum Kawan Aidit, disamping dirasakan pula perlunya diadakan perbaikan-perbaikan lebih lanjut dalam isi harian kita itu.
676
SA UAP:
Kawan-kawan,
Apabila kita hanya melihat bagaimana pekerjaan Partai berkembang sebagaimana adanya, baik yang mengenai organisasi maupun yang mengenai pendidikan, dari fakta-fakta tadi jelas sekalilah kebenaran tentang perkembangan Partai yang saya simpulkan dimuka. Pendeknya proses pembangunan PKI yang kuat sedang maju dengan cepat. Akan tetapi, kalau hasil-hasil itu kita periksa menurut jatah-jatah yang sudah ditetapkan dalam Plan kita akan mengetahui banyak hal-hal yang perkembangannya tidak secepat seperti yang telah direncanakan semula. Tepat sekali bila laporan Kawan Aidit mengajak kita untuk meninggalkan subyektivisme dalam menyusun Plan yang akan datang.
Dalam pada itu harus diakui bahwa ketika kita menyusun Plan 3 Tahun Pertama banyak syarat penting yang belum kita miliki untuk bisa menetapkan jatah-jatah yang tepat. Lagipula bayangkanlah: membuat Plan yang bersegi banyak dan yang berjangka waktu 3 tahun dinegeri yang terdiri dari ribuan pulau, yang mem- ' punyai jarak dari Barat ke Timur lebih dari 5.000 km dan dari Utara ke Selatan 2000 km, dimana alat-alat pengangkutan dan perhubungan diluar Jawa"sangat sukar, dimana berserakan 47.305 desa, mempunyai penduduk Lk. 90 juta orang, dimana situasi politik didaerah-daerah kadang-kadang sangat berlainan satu sama lain,, dimana secara nasional sewaktu-waktu bisa terjadi perubahan?
politik yang penting (seperti misalnya adanya larangan kegiatan politik).
Dalam pada itu kemajuan kesedaran Rakyat selalu melin- Gungi kita dari pessimisme, dan membikin kita terus-menerus memiliki optimisme. Betapa 'kan tidak. Di Kalimantan Tengah misalnya, ada desa dimana belum ada seorangpun anggota PKI, juga belum ada organisasi massa revolusioner, tetapi dalam pemilihan umum ternyata didesa itu PKI tidak hanya ikut dipilih, tapi mendapat suara ferbanyak mutlak! Di Maluku ada sebuah pulau terpencil yang tak jauh dari perbatasan Irian Barat yang masih diduduki Belanda, dimana belum ada seorangpun anggota PKI.
Pada suatu hari di Ambon tiba delegasi dari pulau itu yang membawa daftar yang terdiri dari beberapa ratus nama, yang semuanya serempak minta diterima menjadi anggota PKI.. Ya, betapa kita tak 'kan selalu optimis, Kawan?!
Apa alasan mereka memilih PKI atau bahkan minta menjadi anggota PKI? Alasannya: karena sudah tidak -percaya lagi kepada partai-partai lain, satu-satunya harapan mereka sekarang hanyalah PKI. Darimana timbulnya kepercayaan ini? Mereka hanya membaca dan mendengar tentang politik-politik PKI, tentang amal PKI
677
kepada Rakyat, tentang sifat-sifat dari orang-orang Komunis, dan juga tentang kemajuan-kemajuan dinegeri Sosialis. Alasan ini sekali lagi meyakinkan kita tentang menentukannya peranan politik-politik yang tepat dan peranan teladan dalam perjuangan maupun dalam kehidupan sehari-hari bagi terus suksesnya perkembangan Partai. Marilah kita selalu ingat akan hal itu.
Menghadapi tugas-tugas selanjutnya adalah tepat petunjuk dalam Laporan Umum, bahwa supaya Plan 3 Tahun Kedua dapat disusun dengan lebih obyektif dan realis, maka laporan-laporan detail yang obyektif dari CDB-cdb dan GP-gp kepada Biro Plan CC merupakan syarat yang tidak boleh tidak harus dipenuhi. Berdasarkan pengalaman sudah dapat disimpulkan bahwa untuk dengan tepat atau sekurang-kurangnya tidak terlalu meleset dalam menetapkan jatah-jatah Plan baru, disamping semangat yang berkobar-kobar diperlukan syarat-syarat yang meminta ketekunan, yaitu: pertama, adanya statistik tentang hal-hal tertentu mengenai keadaan didalam maupun diluar Partai kedua, adanya kejernihan tentang bagaimana caranya tiap bagian Plan harus dilaksanakan dan kapan pada umumnya tiap tingkat organisasi Partai sampai ketingkat organisasi basis akan mulai melaksanakan Plans ketiga, adanya badan khusus (Biro Plan) yang bertugas terus-menerus mengontrol pelaksanaan Plan, menyusun petunjuk-petunjuk kongkrit, membuat statistik dan melakukan pekerjaan perencanaan.
Sekarang kita sudah mempunyai lebih banyak pengalaman tentang cara melaksanakan Plan, seperti tentang perlunya awalan yang tepat dan juga akhiran yang tepat, tentang perlunya mengkombinasikan pekerjaan melaksanakan Plan dengan tugas-tugas lain baik yang bersifat permanen maupun yang insidentil, tentang melaksanakan garis massa dalam metode memimpin, tentang bagaimana sebaiknya melakukan persiapan, perincian, kontrol dan penyimpulan. Adalah perlu sekali pengalaman-pengalaman itu selekas mungkin kita simpulkan, sehingga pelaksanaan Plan yang baru dapat berjalan lebih baik.
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan sepatah dua patah kata tentang Pameran Partai yang dalam rangka penyelenggaraan Kongres ini telah dibuka kemarin. Dari pidato Kawan Aidit waktu membuka pameran itu Kawan-kawan sudah cukup mengetahui arti pentingnya. Lewat sidang Kongres ini saya mengajak, setelah ada pengalaman mengadakan Pameran Partai yang dalam ukuran seperti itu adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Partai, agar kita selanjutnya menyempurnakan usaha itu. Ada misalnya Kawan-kawan yang setelah melihat Pameran itu merasa bahwa ia dapat mengumpulkan bahan-bahan yang sangat ber-
678
harga, yang bertalian dengan sejarah Partai. Kepada Kawan-kawan itu dianjurkan untuk ber-sama-sama dengan CC mencari dan mengumpulkan bahan-bahan itu. Dan dari Kawan Aidit sudah ada saran untuk mengadakan pameran Partai yang permanen. Ini akan merupakan persiapan yang penting bagi usaha mengadakan museum Partai, yang fungsinya sangat penting baik bagi usaha membangun PKI yang kuat maupun bagi usaha menggalang front nasional yang kuat. Pada kesempatan ini saya ingin juga menyampaikan penghargaan kepada mereka yang telah bertekun menyiapkan dan menyelenggarakan Pameran itu.
Kawan?,
Asal saja kita tetap memiliki dan lebih lanjut mengembangkan gayakerja Komunis, gayakerja yang memadukan semangat dari pekerjaan berkobar-kobar dengan semangat dan pekerjaan tekun, kita yakin bahwa sepulangnya dari Kongres yang besar ini kita akan merebut kemenangan-kemenangan baru dalam melaksanakan dwitugas urgen Partai yang telah ditetapkan kembali dalam Kongres ini: membangun front nasional yang kuat dan membangun PKI yang kuat.
Hiduplah PKI yang kuat!
Hiduplah front nasional yang kuat!
679
PIDATO KAWAN SUWARDININGSIH (Anggota CDB PKI Jawa Timur)
Kawan-kawan sekalian dan Kongres yang Mulia,
Per-tama-tama kami terlebih dahulu akan menyampaikan persetujuan kami sepenuhnya atas Laporan Umum, Comite Central yang diucapkan oleh Kawan Aidit. Persetujuan kami ini kami dasarkan
"atas kebenaran dari Laporan itu karena kenyataan-kenyataan yang telah dan sedang berlaku baik secara nasional maupun internasional dan di Jawa Timur khususnya.
Sepanjang sejarah Partai dalam Kongres Nasional ke-VI Partai ini adalah untuk kedua kalinya masalah pekerjaan Partai dikalangan kaum wanita mendapatkan perhatian yang khusus, yaitu yang pertama kali adalah ketika Partai melaksanakan Kongresnya di Semarang pada tahun 1924 dan. yang kedua pada Kongres Nasional sekarang.
Perhatian Partai ini dibuktikan dengan adanya rumusan-rumusan yang kongkrit mengenai kepentingan-kepentingan khusus massa wanita. Rumusan-rumusan tersebut telah banyak diuji kebenarannya dengan adanya aksi-aksi yang selama ini berjalan dibawah pimpinan Partai.
Dengan demikian adalah menjadi soal yang wajar pada masa kebesaran Partai sekarang, untuk mulai memperhatikan aktivitet Partai dikalangan kaum wanita dan gerakan wanita revolusioner secara khusus. Pengalaman Partai telah menunjukkan tentang peranan wanita Komunis didalam mengambil bagian yang aktif dalam pembangunan Partai dan penggalangan Front Persatuan Nasional yang luas dikalangan gerakan wanita Indonesia guna bersama-bersama golongan lain menyelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nya. Juga solidaritet internasional mulai dikembangkan dan diperluas, sehingga tidak hanya terbatas pada hari-hari peringatan saja, tetapi sudah lebih meningkat didalam tindakan yang tegas menentang percobaan-percobaan senjata nuklir dan pernyataan solidaritet serta ucapan selamat kepada Rakyat Hongaria yang telah berhasil menindas gerakan kontra-revolusi.
Sesudah seluruh Comite Partai-sampai di-basis-basis menarik perhatian terhadap masalah keanggotaan wanita dan gerakan wanita di Indonesia, dengan adanya Konferensi-konferensi Wanita Komunis sampai
680
di-daerah-daerah, adanya rencana khusus didalam Plan Tiga Tahun Pertama Partai, dan terselenggaranya Seminar-seminar Grup Wanita dibeberapa tempat, menjadikan perkembangan semakin pesat, baik di tinjau dari peranan wanita Komunis didalam organisasi wanita revolusioner, maupun didalam tugas-tugas Partai pada umumnya.
Apakah yang menarik wanita Indonesia pada PKI?
Didalam Rencana Program Umum Partai disebutkan jaminan persamaan hak bagi kaum wanita didalam masalah hak memilih dan dipilih, perkawinan, perceraian dan hak waris, upah, didalam menuntut ilmu, keringanan kerja selama hamil dan hak perlop selama melahirkan dan sesudahnya. Perumusan-perumusan ini memberikan harapan-harapan yang besar kepada kaum wanita dan oleh karena itu memberikan kepercayaan yang mutlak kepada pimpinan Partai.
Hak-hak ini semua tidak mungkin dapat tercapai didalam praktek, selama tradisi-tradisi feodal dan penindasan feodal masih berlaku, tidak hanya di-desa-desa tetapi juga di-kantor-kantor maupun perusahaan. Tidak sedikit N.V.2 nasional maupun asing dan sementara Jawatan Pemerintahan didalam mencari pegawai-pegawai wanita memilih yang belum kawin, atau kalau sudah kawin harus keluar, berdasarkan kontrak yang sudah ditandatangani. Mengapa kami nyatakan didalam praktek? Sekalipun pada hakekatnya didalam Undang?
Dasar 45 semua warganegara mempunyai hak yang sama, termasuk kaum wanitanya, tetapi bukti-bukti telah banyak bahwa Undang? Dasar dikalahkan dengan peraturan-peraturan kolonial. Terpilihnya seorang wanita untuk menjadi lurah, sekalipun untuk kedua kalinya, terpaksa tidak dapat disahkan, karena masih berlakunya undang-undang kolonial yang memasukkan kaum wanita didalam kategori............ orang-orang »yang tak patut menjadi kepala desa”! Maka apa yang dirumuskan didalam rencana Program Umum Partai yang menuntut penghapusan peraturan-peraturan kolonial seperti IGO dan IGOB pasti mendapatkan dukungan yang kuat dari kaum wanita, karena dengan hapusnya kedua peraturan ini dan banyak peraturan-peraturan kolonial lainnya yang masih berlaku berarti prinsip-prinsip Undang? Dasar 45 yang menjamin persamaan hak bagi kaum wanita dan laki-laki akan terlaksana.
Penderitaan wanita Indonesia dibawah sisa-sisa feodalisme yang hingga kini masih berlaku, analisa Partai yang tepat mengenai kedudukan wanita Indonesia dan pendirian Partai mengenai perjuangan emansipasi serta perkembangannya, menjadi alasan pokok mengapa wanita-wanita pekerja tertarik dalam barisan proletariat. Pikiran-pikiran kolot yang mengira bahwa keadaan yang buruk sekarang ini adalah takdir dan tidak dapat diubah lagi, makin hari makin disangsikan kebenarannya. Pengalaman yang pahit dari wanita? Indo-
681
nesia baik pada waktu-waktu yang lampau maupun pada waktu akhir-akhir ini memberanikan mereka untuk mengadakan aksi-aksi perbaikan nasib dibawah pimpinan Partai, dimana kader-kader wanita memegang peranan.
Perumusan-perumusan dalam Laporan Umum dan Rencana Program Umum menjadi pegangan untuk menarik lebih banyak massa wanita disekitar Partai. Kalau pada permulaan Plan Tiga Tahun pertama Partai jumlah keanggotaan wanita baru ada 8,574 dari jumlah seluruh keanggotaan di Jawa Timur, maka angka yang terakhir telah menjadi 17,6696. Kini disebagian besar Comite Resort terdapat Grup-grup Wanita atau se-tidak2nya seorang wanita Komunis. Aktivitet ini akan lebih berhasil lagi, jika disertai pengertian yang tepat tentang pentingnya peluasan keanggotaan pada umumnya dan memperbanyak wanita Komunis khususnya. Bila dua tahun yang lalu masih ada laporan, bahwa dengan adanya peluasan anggota dikalangan wanita mengakibatkan pasifnya Ranting-ranting organisasi wanita revolusioner, dan bahwa calonanggota-calonanggota yang baru masuk masih belum bisa membedakan mana Partai dan mana organisasi massa, maka dimana telah ada sekolah? Politik untuk anggota-anggota warita, kekurangan-kekurangan tersebut telah dapat diatasi. Bahwa dengan meluasnya pendidikan dikalangan anggota wanita menjadikan mereka elemen yang penting untuk menghidupkan dan meluaskan ranting-ranting organisasi wanita revolusioner. Tetapi pendidikan ur anggota-anggota wanita masih belum memadai dengan pesatnya peluasan keanggotaan dikalangan wanita. Demikian halnya peningkatan men-
“ jadi anggota. '
Sekarang letak persoalannya adalah bagaimana Partai dapat menggunakan kekayaan keanggotaan ini dengan se-baik2nya, sehingga merupakan sumbangan yang berharga bagi penyelesaian tugas?
revolusi. Sesuai dengan watak khusus dan kepribadian wanita Indonesia, maka pengorganisasiannya sedapat mungkin diselaraskan.
Dengan demikian tetap adanya Grup-grup Wanita masih dibutuhkan, juga perlu adanya perumusan seperti yang tercantum dalam rencana Konstitusi Partai. Dengan adanya Grup-grup Wanita ini, para anggota dan calonanggota dapat mengutarakan pendapatnya dengan ebas,
Pada waktu ini masih banyak anggota-anggota wanita yang belum terorganisasi dalam Grup-grup atau badan-badan kolektif lainnya. Disamping itu dapat dikatakan bahwa Grup? Wanita belum memenuhi tugasnya sebagaimana mestinya. Kewajiban kita sekarang adalah bagai mana kita dapat memimpin Grup-grup ini sampai menjadi elemen yang aktif di-tengah-tengah gerakan wanita yang sedang berjuang untuk persamaan hak. Karena dengan aktivitet wanita Komunis didalam-
682
nya kita akan lebih berhasil dalam menciptakan sebuah organisasi massa wanita yang besar, yang mempunyai anggota ber-juta-juta. Ini akan mempermudah usaha kerjasama diantara gerakan wanita Indonesia. Bilamana aktivitet kerjasama- ini dapat lebih diluaskan, tentu akan dapat menerobos sisa-sisa sistim feodal yang membatasi gerak wanita Indonesia pada umumnya. Kecuali itu akan lebih memperkuat gerakan keseluruhannya daripada massa pekerja Indonesia yaitu kekuatan yang akan mengadakan perubahan?
yang mendalam daripada pandangan politik Rakyat negeri kita.
Oleh karena itu tugas Grup Wanita tidak boleh hanya terbatas sampai pada kegiatan dikalangan wanita saja. Grup-grup Wanita harus ambil bagian dalam semua aktivitet Partai, sebab ini adalah salahsatu syarat untuk memperbesar kemampuan anggota?
wanita, untuk mempertinggi tingkat kesedarannya dan untuk memperbaiki aksi-aksi yang mereka pimpin. Kewajiban ini juga berlaku bugi anggota wanita lainnya dalam badan-badan pimpinan organisasi a dan badan-badan pimpinan organisasi Partai. '
Salahsatu usaha untuk lebih meninggikan tingkat kesedaran bagi para anggota dan calonanggota adalah dalam masalah pemberantasan butahuruf. Hingga kini belum dapat diketahui -secara pasti berapa jumlah keanggotaan kita yang masih butahuruf, termasuk wanitanya, dan berapa hasil Plan Tiga Tahun Partai didalam memberantasnya. Tetapi yang terang jumlah ini tidak kecil. Pengalaman menunjukkan betapa beratnya pelaksanaan tugas-tugas Partai karena terbentur pada persoalan butahuruf. Tugas?
ini akan makin diperlancar, bilamana disertai pula ketekunan usaha pemberantasan butahuruf dikalangan anggota dan calon yang dapat diusahakan oleh Partai sendiri atau ber-sama-sama dengan Badan? Pemerintahan. Dengan demikian akan mempermudah pula usaha menghidupkan Grup.
Usaha untuk mendorong lebih maju kader-kader wanita telah mendapatkan hasil yang menggembirakan. Pada waktu ini dalam badan-badan pimpinan Partai dan Perwakilan-perwakilan duduk anggota wanita bahkan telah menjadi kenyataan, bahwa ata anggota-anggota wanita terpilih sebagai Sekretaris" Recoim atau Subsecom. Pengalaman selama ini menunjukkan, bahwa setelah perumusan dalam Konferensi Wanita Komunis untuk mengembangkan segi-segi positif kaum wanita, mendapatkan perhatian yang baik, maka hasil-hasil kerja para anggota| calon wanita dapat banyak membantu Partai dalam melaksanakan tugas2nya. Kesulitan-kesulitan yang masih dialami didalam meningkatkan kader wanita adalah yang berhubungan dengan kewajiban-kewajiban dirumah dan tradisi-tradisi kolot yang belum dapat diatasi.
Ini semuanya menunjukkan, bahwa makin tepatnya garis poli-
683
tik Partai tentang masalah wanita Indonesia sebagai bagian dari Rakyat Indonesia, Partai akan mampu menarik letih benyak ha wanita-wanita Indonesia didalam barisannya. Oleh karenanya adalah penting sekali untuk lebih mengintensifkan-pendidikan dikalangan anggota wanita dan menghidupkan Grup? Wanita. Partai harus lebih mendalami bagaimana dapat segera mendewasakan kader-kader wanita serta menambah kegairahan kerja dikalangan mereka. Tugas-tugas ini akan berhasil dengan baik, bila Bagian-bagian dan Biro-biro Wanita telah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan dapat menghimpun pengalaman-pengalaman yang berharga serta menyimpulkannya untuk kemudian dijadikan petunjuk-petunjuk bagi aktivitet dikalangan wanita.
. Demikianlah dengan berhasilnya Kongres Nasional Ke-VI Partai ini dimana persoalan-persoalan masyarakat Indonesia, termasuk masalah wanitanya mendapatkan pembahasan secara khusus dan mendalam akan lebih membajakan tubuh Partai.
Hidup Partai Komunis Indonesia!
Hidup Wanita Komunis, pejuang untuk masyarakat Baru!
Terima kasih. |
PIDATO KAWAN JOKOSUJONO (Anggota Sekretariat CC PKI)
Kongres yang mulia, dan kawan-kawan yang tercinta,
Saya menyetujui sepenuhnya laporan Kawan Aidit atasnama Comite Central Partai, demikian juga laporan Kawan Lukman tentang Perubahan Konstitusi dan laporan Kawan Nyoto tentang Perubahan Program Partai.
Selama 30 tahun lebih sejak berdirinya Partai kita, masalah front persatuan nasional yang merupakan ketentuan daripada syarat sejarah dan syarat sosial negeri kita hanya dimengerti dan dijalankan oleh Partai secara,,me-raba-raba didalam gelap”, dan barulah sesudah tahun 1951, dengan disinari oleh koreksi besar mendiang Kawan Musso, Partai dibawah pimpinan Kawan Aidit berfikir dan bekerja dilapangan front persatuan ini atas dasar pengertian teori.
Pada zaman-zaman penjajahan Belanda dan militerisme Jepang setiap Komunis sudah bisa merasakan betapa pentingnya ada front persatuan dari segenap lapisan Rakyat Indonesia untuk menentang penjajahan Belanda dan militerisme Jepang, karena:
1. setiap Komunis mengerti, baik kaum kolonialis Belanda maupun militeris Jepang adalah musuh dari segenap Rakyat Indonesia, bahwa tidak semua Rakyat Indonesia adalah Komunis, dan bahwa hanya dengan kekuatan kaum Komunis saja tidak mungkin kaum kolonialis Belanda dan kaum militeris Jepang bisa dienyahkan dari Indonesia.
taktik besar proletariat sedunia tentang,,Front Persatuan Rakyat Anti-Fasis” sedikitnya sudah difahami oleh orang-orang Komunis pada waktu itu betapa obyektifnya taktik tersebut untuk perjuangan Rakyat Indonesia.
Tetapi karena Partai belum memiliki pengertian tentang hakekat dan cara menggalang front persatuan nasional, ditambah lagi dengan sempitnya keleluasaan bergerak bagi Partai berhubung Partai harus bekerja sangat illegal, maka Partai pada waktu itu belum mampu menggalang front persatuan nasional.
Dalam zaman revolusi ada organisasi,,Front Nasional” dimana PKI juga duduk didalamnya, tetapi karena orang-orang Komunis pada
685
front: persatuan nasional ini burjuasi nasional merupakan suatu golongan yang mempunyai kedudukan penting dalam waktu yang.
panjang, karena itu masalah menggalang front persatuan dengan golongan ini merupakan suatu masalah yang meminta bagian pen- Ung dalam garis politik Partai dalam waktu yang panjang pula.
waktu itu kurang faham apa yang harus diperbuat untuk memperkuat front persatuan tersebut sebagai senjata revolusi, akhirnya berhenti sampai kepada menerima bentuk formil dari front persatuan itu saja..
Dengan mempelajari pengalaman-pengalaman revolusi, terutama revolusi-revolusi
di-negeri-negeri jajahan dan setengah-jajahan, serta menyedari, bah-.wa front persatuan revolusioner bukan saja merupakan syarat kemenangan revolusi Indonesia, tetapi juga tidak bisa dipisahkan dengan masalah pembangunan Partai, maka Comite Central Partai pada tahun 1951 merumuskan masalah front persatuan nasional ini dalam Program Umum Konstitusi Partai sbb.:,,Pekerjaan Partai sekarang adalah berat dan pelik. Masalah yang langsung dan segera kita hadapi yalah masalah penggalangan front persatuan yang berbasiskan persekutuan kaum buruh dan kaum tani dan masalah pembangunan Partai, sebab itu bekerja dikalangan kaum buruh dan kaum tani adalah bentuk kegiatan yang terpenting dan pokok daripada Partai. Anggota Partai harus memimpin aksi-aksi yang mengenai kepentingan langsung dari massa serta memberikan penjelasan yang terus-menerus, dengan tidak jemu-jemu, dengan sistimatik kepada massa Rakyat banyak (kaum buruh, kaum tani, prajurit, kaum intelektuil, perigusaha nasional dan golongan-golongan Rakyat yang demokratis lainnya)”.
Kawan-kawan,
Bagi orang Komunis, berbicara tentang front persatuan nasional adalah tidak mungkin dengan tidak per-tama-tama memperkeras usahanya untuk memperluas dan mengkonsolidasi persekutuan buruh dan tani. Ini adalah bagian utama dalam pekerjaan front persatuan nasional disamping bagian-bagian penting lainnya yaitu menarik semua lapisan Rakyat bukan pekerja yang bisa bekerjasama dengan klas buruh, baik dalam jangka waktu panjang maupun dalam jangka waktu pendek sesuai dengan syarat sejarah yang berlainan, dan mengisolasi golongan kontra-revolusioner. Dengan tidak adanya persekutuan buruh dan tani yang meluas dan terkonsolidasi tidak mungkin klas buruh melakukan peranan memimpin dalam front persatuan nasional, dengan tidak adanya rol memimpin Partai klas buruh dalam front persatuan nasional tidak mungkin ada front persatuan nasional yang kuat, dan dengan tidak adanya front persatuan nasional yang kuat tidak mungkin revolusi bisa mencapai tujuannya. Serangkaian tiga pokok soal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya ini merupakan hukum kemenangan revolusi di-negeri-negeri jajahan dan setengah-jajahan, juga revolusi Indonesia.
Diantara Rakyat bukan pekerja yang harus kita tarik dalam
686
Sejarah front persatuan dengan burjuasi nasional selama 14 tahun ini bisa dibagi menjadi dua tingkat dalam dua keadaan.
Tingkat pertama yalah periode sejak meletusnya Revolusi Agustus 1945 sampai kepada tercapainya persetujuan KMB, dan tingkat kedua yalah periode sesudah KMB ditandatangani sampai kepada U.U. Dasar 45 didekritkan kembali.
Sejarah front persatuan dengan burjuasi nasional pada tingkat pertama adalah sejarah front persatuan nasional dimana Partai berada dalam kedudukan lemah sehingga burjuasi nasional berkapitulasi terhadap kaum imperialis dan burjuasi komprador, dan beralihnya revolusi bersenjata keperjuangan,,damai”.
Sejak meletusnya revolusi bersenjata melawan militerisine Jepang dan kolonialisme Belanda hingga persetujuan KMB ditandatangani, Partai berada dalam keadaan yang sangat lemah karena kesalahan?nya yang serius dalam lapangan politik dan organisasi, dan dengan sendirinya juga dalam lapangan front pcrsatuan. Ini semua disebabkan karena lemahnya ideologi Partai.
Pada waktu itu Partai telah kehilangan kebebasannya dan tidak mungkin mempertahankan kebebasannya dalam menggalang front persatuan dengan burjuasi nasional, karena:
1. secara sukarela Partai telah memperkecil kedudukannya sebagai Partai klas buruh dan pelopor revolusi dengan cara mengillegalkan diri dan memecah kekuatannya diberbagai Partai klas buruh (PKI legal, PBI dan Partai Sosialis). Dengan begitu burjuasi nasional tidak bisa melihat kekuatan klas buruh yang bisa diandalkan dalam perlawanan menghadapi imperialisme dan kontra-revolusi dalamnegeri.
- Partai tidak menarik kaum tani dalam revolusi sebagai sekutu yang sdtia daripada klas buruh. Dengan begitu tidak ada basis front persatuan nasional.
Partai menyokong politik kaum reformis St. Syahrir karena terpengaruh dengan propaganda mem-besar?kan kekuatan imperialis Amerika dan memperkecil kekuatan revolusi Indonesia dan barisan revolusioner anti-imperialis sedunia. Partai tidak mengerti bahwa pada waktu itu Uni Sovyet mempunyai ke-
687.
dudukan yang sangat kuat dibenua Asia setelah membebaskan Mansyuria dari pendudukan Jepang dan dapat mengikat banyak tenaga militer Amerika, Inggris dan Australia, sehingga memberi kesempatan kepada Rakyat Indonesia untuk memulai revolusinya. Partai kurang memahami apa artinya bahwa justru pada saat revolusi berkobar komando tentara Amerika dan Inggris di Asia masih menolak permintaan imperialis Belanda supaya kapal?nya dikembalikan untuk mengangkut tentara Belanda guna menindas revolusi Rakyat Indonesia. Partai kurang memahami aksi-aksi yang berhasil dari kaum buruh Australia, Inggris, Belanda dan negeri-negeri lainnya terutama negeri-negeri Asia yang secara gagah berani menahan tentara Belanda di-tempat?2 itu yang hendak diberangkatkan ke Indonesia. Karena ini semualah maka secara tidak langsung Partai telah menambah besarnya kebimbangan burjuasi nasional yang memang wataknya sudah bimbang.
Pada saat burjuasi nasional dalam keadaan yang sangat bimbang inilah kaum komprador yang dikepalai oleh Hatta dan Sukiman dengan dibantu oleh kekuatan imperialis Belanda pada clash ke-II berhasil menarik burjuasi nasional untuk menghentikan revolusi bersenjata dan mengadakan kompromi yang merugikan revolusi dengan imperialis Belanda (KMB) setelah lebih dahulu menghancurkan kekuatan klas buruh dengan provokasi Madiun.
Sejarah front persatuan dengan burjuasi nasional pada tingkat kedua, yaitu sesudah KMB ditandatangani sampai didekritkannya UUD 45 kembali, adalah sejarah pembangunan Partai yang berhasil dalam pembangunan,,damai”, sehingga dapat membangkitkan perlawanan burjuasi nasional terhadap imperialis dan kaum komprador, dan ber-angsur-angsur memencilkan kaum komprador.
Sejak Partai menyedari kesalahan2nya di-waktu-waktu yang lampau, barulah 3 tahun kemudian, yaitu pada tahun '51, dibawah pimpinan Kawan Aidit Partai dapat bekerja memperbaiki kelemahan2nya dilapangan politik, organisasi dan ideologi, dan mengambil bentuk perjuangan kombinasi antara perjuangan parlementer Gan gerakan massa diluar parlemen. Dalam rangka pekerjaan front persatuan, setelah menganalisa tentang adanya 3 macam kekuatan politik di Indonesia, yaitu kekuatan kepalabatu, kekuatan progresif dan kekuatan tengah Comite Central Partai menetapkan garis, bahwa kewajiban PKI sekarang yalah bekerja keras untuk mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan memencilkan kekuatan kepalabatu.
Dengan garis front persatuan yang tepat ini, Partai dapat dengan
: tepat pula menetapkan garis politik dalam menghadapi tiap-tiap situasi,
dapat menyusun program tuntutan yang bisa diyakini kebenarannya
oleh kaum buruh, kaum tani dan burjuasi kecil kota, dapat memperhatikan dan membela kepentingan-kepentingan yang wajar daripada burjuasi nasional, dan dapat mendorong kekuatan progresif guna memukul secara tepat kekuatan kepalabatu.. $ Pengaruh Partai dikalangan massa buruh dan tani ber-angsur' bertambah besar, politik Partai mulai diakui kebenarannya bukan saja oleh burjuasi kecil kota dan umumnya Intelektual revo sioner, tetapi juga dapat menarik perhatian golongan kiri burjuasi nasional, sedang golongan kanan burjuasi nasional yang sering-sering suka menyerang Partai serangannya tidak lagi secara TN buka dan ditujukan kepada politik Partai, tetapi lebih banya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bersifat,,sentimen dan purbasangka karena tiap serangan terhadap politik Partai berarti membuka politik reaksioner mereka sendiri dimata Rakyat. $ Pada mulanya burjuasi nasional mengira, bahwa dengan bel Fs jasama dengan kaum kepalabatu mengadakan per) maya Ni dengan imperialis Belanda akan mendapatkan keuntungan-keuntungan politi dan ekonomi. Tetapi kemudian dirasakan, bahwa bekerjasama dengan golongan kepalabatu itu lebih banyak rugi daripada Jua nya. Pengaruhnya Okalangan massa Rakyat dan dimassanya sendiri jadi makin merosot, karena:: 1 aa aadahan politiknya ala KMB tidak bisa digunakan untuk kepentingan ekonominya berhubung kekuasaan politik yang diberikan oleh imperialis Belanda kepada Indonesia dalam rangka KMB sangat terbatas, yaitu hanya untuk melindungi kepentingan ekonomi Belanda di Indonesia. KMB hanya memberi kesempatan berkembangnya burjuasi dagang expor dan impor yang dalam banyak hal malahan memperkuat kedudukan ekonomi imperialis di Indonesia. k 2. dalam kekuasaan KMB politik kaum komprador sangat rcaksioner, dan sikap,,netra?” dari burjuasi nasional terhadap politik reaksioner kaum komprador ini membawa akibat burs dimasi nasional tidak bisa menghindarkan diri dari pukulan!
Rakyat yang dialamatkan kepada kaum komprador. Akibat selanjutnya yalah bahwa makin berkurangnya pengaruhnya atas massa Rakyat makin dirasakan tekanan-tekanan kaum komprador ter- 2 a. Pe
Bilah mulai burjuasi nasional merasa bahwa dirinya tidak lebih daripada,,antek” saja dari kaum komprador Te permainan KMB, dan mulailah membutuhkan bantuan dari klas buruh untuk merebut kekuasaan atas pemerintahan dari sangan kaum komprador. Politik,,anti-KMB” yang dijalankan oleh P!
689
sejak KMB mau diadakan mulai diakui kebenarannya oleh burjuasi nasional dan akhirnya dengan bantuan klas buruh dan golongan progresif lainnya berhasillah burjuasi nasional memegang kekuasaan atas pemerintahan dan membatalkan KMB setelah kabi.
net-kabinet komprador Hatta, Natsir, Sukiman dan Burhanudin
Harahap ditumbangkan.
Hasil-hasil penting lainnya dari perjuangan front persatuan antara klas buruh dengan burjuasi nasional selama ini bisa dicatat misalnya dalam hal menggagalkan provokasi Sukiman tahun 1951, mempertahankan demokrasi dari serangan kaum,,17 Oktobrist”, menggagalkan usaha kup Z. Lubis, dan mengalahkan pemberontakan,,PRRI”-Permesta.
Dengan jatuhnya kabinet-kabinet komprador Hatta, Sukiman, Natsir dan Burhanudin Harahap, dan batalnya KMB serta berkuasanya burjuasi nasional atas sokongan klas buruh, kaum komprador mulai matagelap meninggalkan perjuangan parlementer dan menempuh jalan,,extra parlementer” dengan mengadakan pemberontakan,,PRRI”-Permesta. Tetapi tindakan kaum komprador ini membawa akibat lain daripada yang diharapkannya, karena:
kedoknya bersekongkol dengan kaum imperialis untuk menghancurkan RI makin terbuka lebar, dan pengaruhnya atas massanya sendiri menjadi makin merosot dan »Prestise” politiknya hancur.
2. front persatuan revolusioner menjadi bertambah meluas dan kuat.
Tetapi pada saat-saat burjuasi nasional berkuasa ternyata tidak dapat menggunakan sokongan klas buruh dan golongan progresif pada umumnya untuk lebih mengembangkan dan meneguhkan front nasional, misalnya dengan jalan:
1, lebih mengeratkan hubungannya dengan golongan progresif untuk memecahkan semua persoalan Rakyat, terutama dilapangan penghidupan.
2. lebih mengeratkan hubungan dagang dengan negeri-negeri anti-imperialis.
3. lebih berani menghadapi golongan komprador dan imperialis.
Bukan jalan revolusioner inilah yang ditempuh oleh burjuasi
nasional pada saat-saat mereka berkuasa, tetapi malahan sering bcrtindak yang bertentangan dengan kepentingan Rakyat, misalnya mengurangi hak-hak demokrasi bagi Rakyat, menolak tuntutan-tuntutan yang wajar dari Rakyat, berkorupsi dan tindakan-tindakan lainnya yang merugikan perjuangan revolusioner, sehingga kaum imperialis mempunyai kesempatan yang baik meng-hasut-hasut golongan petualang dikalangan tentara untuk mengadakan yunta militer.
690
Guna mengatasi ber-larut?nya keadaan inilah maka Presiden '
Sukarno mengambil jalan lain yaitu mendekritkan UUD 45 kembali. A
Hubungan kita dengan burjuasi Indonesia selama 14 tahun ini memberi pelajaran-pelajaran sbb.:
1. penindasan yang paling berat oleh imperialisme Belanda dan militeris Jepang terhadap Indonesia adalah penindasan nasional dimana burjuasi Indonesia juga turut merasakan beratnya tindasan itu. Ini sebabnya maka dalam Revolusi Agustus 1945 menentang imperialisme dan fcodalisme burjuasi Indonesia pada umumnya menunjukkan sifat-sifat revolusionernya melawan imperialisme. Keinginan subyektif burjuasi Indonesia dalam revolusi yalah pembangunan kapitalisme Indonesi karena itu pengertian tentang penyelesaian Revolusi Agustus bagi burjuasi Indonesia tidak lain daripada kejayaan haridepan kapitalisme Indonesia. Perbedaan antara golongan komprador dan burjuasi nasional tentang pembangunan kapitalisme Indonesia yalah, burjuasi komprador ingin pembangunan kapitalisme Indonesia atas bantuan dan dibawah kekuasaan imperialisme, tetapi burjuasi nasional ingin kapitalisme Indonesia dimana perlu dengan menerima bantuan imperialisme tetapi tidak mau dikuasai imperialisme.
2. Keinginan subyektif burjuasi nasional dan komprador menentukan wataknya masing-masing dalam revolusi, Burjuasi komprador karena langsung mengabdi kepada kepentingan imperialisme ia bersatu dengan feodalisme dan menjadi tenaga kontra-revolusi, dan oleh karenanya menjadi musuh dari kekuatan antiimperialis. Tetapi satu kenyataan bahwa kaum komprador Indonesia pada pokoknya pecah menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang mengabdi imperialis Belanda, bagian yang mengabdi imperialis Inggris dan bagian yang mengabdi imperialis Amerika yang masing-masing ingin berkuasa atas Indonesia dan bertentangan satu sama lain. Karena itu sikap kaum komprador terhadap sesuatu imperialis tidak sama. Ini memungkinkan pada satu saat sesuatu klik komprador menunjukkan sifat anti-imperialisnya, tetapi terbatas kepada imperialis tertentu yang menjadi saingan majikannya. Karena itu dalam menghadapi imperialis tertentu dan dalam batas-batas tertentu pula kaum komprador yang menjadi antek daripada imperialis lain bisa merupakan tambahan kekuatan bagi front persatuan nasional anti-imperialis.
691
692
PRATAMA PAN AF RINA
Tetapi watak reaksionernya tidak berubah, yaitu selalu menjalankan politik memecahbelah kekuatan revolusi dan memukul
dan golongan progresif lainnya, kalau kekuatan klas buruh dan kekuatan progresif pada umumnya besar dan dapat mengadakan pukulan-pukulan yang kuat pada imperialis, burjuasi nasional ikut melawan imperialis sambil sibuk memperkuat kedudukannya dengan mengumpulkan kekayaan: kalau kekuatan antara klas buruh dan imperialis seimbang ia netral sambil ber-siap-siap diri untuk pada waktunya yang tepat mendekati yang menang, tetapi kalau kekuatan imperialis mendapat angin burjuasi nasional,
dengan tuntutan Revolusi Agustus 45, membatasi perkembangan kapitalisme Indonesia jangan menjadi monopoli dan lebih mengutamakan ekonomi sektor negara. Tetapi burjuasi nasional membutuhkan kekuatan klas buruh untuk mengimbangi
APP AAA TS UST UITA
Karena itu kontradiksi'antara burjuasi nasional dan klas buruh ini belum merupakan kontradiksi yang antagonistis. Dalam kalangan burjuasi nasional ada golongan kiri dan tengah (sentris)
disamping golongan kanan.?
Golongan kiri dari burjuasi nasional lebih dekat dan mewakili kepentingan burjuasi kecil karena itu lebih teguh melawan imperialisme dan ia merupakan,,rem” bagi golongan kanan untuk tidak terlalu menganan, sedang golongan tengah hanya memihak mana yang menang. Kritik-kritik yang bijaksana dan meyakinkan dari Partai kepada golongan kanan sangat membantu golongan kiri dalam usahanya membawa golongan kanan untuk tidak gampang berkapitulasi kepada kaum imperialis.
Tani adalah sekutu yang setia daripada klas buruh.
1 Burjuasi kecil kota merupakan sekutu daripada klas buruh
yang dapat dipercaya.
Masalah agama merupakan masalah penting dalam perkerjaan
2 menggalang front persatuan. Kaum Komunis tidak menentang
agama, malahan menghormati dan menghargainya. Yang ditentang oleh kaum Komunis yalah penggunaan agama oleh orang-orang yang berpengaruh atau sedang mencari pengaruh dalam kalangan agama untuk memecahbelah persatuan dikalangan massa Rakyat, baik antara Rakyat yang beragama dengan yang tidak beragama, maupun diantara Rakyat yang berbeda kepercayaan agamanya untuk kepentingan politiknya yang reaksioner.
Diantara banyak-macam agama di Indonesia, agama Islamlah yang lebih besar pengaruhnya dikalangan massa Rakyat, dan mempunyai perwakilan politik agak kuat. Karena itu bukan sesuatu yang mengherankan apabila kaum imperialis berusaha sungguh-sungguh mencari pengaruh dikalangan tokoh-tokoh agama Islam untuk memperkuat kedudukannya di Indonesia. Adanya DI-TII, dan,,PRRI”-Permesta yang selalu mem-bawa-bawa agama untuk menyelimuti tujuan2nya yang jahat bukan sesuatu yang kebetulan, tetapi adalah hasil rencana kaum imperialis untuk mertperkuda kepercayaan agama dikalangan massa Rakyat. Karena itu usaha menarik massa Islam yang anti-imperialis dari pengaruh kaum komprador yang bersembunyi- dikalangan agama Islam dan memperkuat kerjasama antara massa Islam, Nasionalis dan Komunis adalah pekerjaan front persatuan yang penting.
693
Dengan didekritkannya U.U. Dasar 45 kembali tugas sejarah Rakyat Indonesia, dimana PKI memikul tanggungjawab yang besar pada pokoknya masih tetap seperti yang telah dirumuskan oleh Kongres ke-V Partai, yaitu menyelesaikan tuntutan Revolusi Agustus 45 sampai ke-akar?nya. Musuh terpokok Rakyat Indonesia masih tetap imperialis Belanda dan kekuatan kepalabatu yang diwakili oleh Masyumi dan PSI, dengan tidak mengabaikan sedikitpun juga rol imperialisme A.S. sebagai musuh Rakyat Indonesia yang paling berbahaya, berhubung sikapnya yang sangat agresif, berhubung dengan penanaman modalnya yang makin besar di Indonesia, berhubung masih agak banyak orang-orang Indonesia yang berkedudukan penting tetapi naif, mengira bahwa imperialisme A.S.
tidak begitu jahat.
Bentuk perjuangan kitapun tidak berubah, yaitu dengan penuh tanggungjawab melakukan perjuangan parlementer dengan titikberat pekerjaan dikalangan massa Rakyat dan memperbaiki pekerjaan front nasional untuk lebih memencilkan kekuatan kepalabatu.
Tetapi dengan didekritkannya U.U. Dasar 45 kembali yang diikuti dengan pembentukan Kabinet Kerja yang terdiri dari orang-orang non-partai dan golongan militer, dan disamping itu ada kekuasaan militer dan ada pula pembatasan-pembatasan aktivitet politik atas dasar kekuasaan militer, menimbulkan acara baru yang perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dalam rangka pekerjaan front persatuan. Acara baru itu yalah adanya kekuatiran yang meluas dan beralasan dikalangan masyarakat tentang kemungkinan timbulnya bahaya militerisme di Indonesia dengan gaya yang berlainan daripada yang pernah diusahakan oleh Z. Lubis, M. Simbolon dan Achmad Husein. Sekalipun sudah “berulang kali Presiden Sukarno menyatakan pendiriannya tidak suka sama segala macam diktatur, baik militer maupun perseorangan, dan Presiden Sukarno sendiri telah menunjukkan keteguhannya dalam menolak adanya diktatur militer gaya,,17 Oktoberis” dan Z. Lubis, dan juga berbagai tokoh-tokoh penting dikalangan militer pernah menyatakan tidak setujunya ada diktatur militer, namun ini semua belum dapat menghilangkan kekuatiran dikalangan masyarakat tentang kemungkinan timbulnya bahaya militerisme itu selama kekuasaan militer atas dasar berlakunya U.U. Keadaan Bahaya masih dipertahankan dan hak-hak demokrasi bagi Rakyat belum dipulihkan kembali.
Berlakunya U.U. Keadaan Bahaya hanya cocok pada waktu bahaya,,PRRT”-Permesta sedang mengancam seluruh negeri, tetapi pada saat,,PRRI”-Permesta sudah tidak merupakan bahaya bagi seluruh negeri maka berlakunya U.U. Keadaan Bahaya itu sudah
694
| tidak perlu lagi, atau paling-paling hanya bisa berlaku di-daerah-daerah dimana sisa-sisa,,/PRRI”-Permesta itu masih ada.
Tentang demokrasi yang merupakan sendi dari kehidupan negara dan Rakyat adalah suatu hak azasi yang tidak bisa diganggu-gugat lagi. Demokrasi terpimpin artinya harus tidak boleh lain daripada pencegahan penggunaan demokrasi ini secara salah, yaitu untuk merongrong Republik Indonesia, tetapi bukan untuk mengebiri golongan-golongan yang justru memperkuat R.I.
Tidak ada satu Partai atau golonganpun yang sungguh: mencintai demokrasi sekarang ini yang menyetujui tetap berlakunya U.U. Keadaan Bahaya untuk seluruh negeri dan pengekangan hak-hak demokrasi bagi Rakyat. Karena itu adalah kewajiban kaum Komunis sesudah Kongres Nasional ke-VI Partai ini bekerja lebih baik lagi untuk memperkuat kerjasama antara partai-partai dan semua golongan pencinta demokrasi untuk menormalkan kembali sendi-sendi demokrasi di Indonesia.
PIDATO KAWAN DAHONO
I. PENDAPAT TERHADAP LAPORAN UMUM
Kawan-kawan yang tercinta dan Sidang Kongres yang mulia.
Pertamaftama izinkanlah saya menyatakan persetujuan saya terhadap apa yang sudah disahkan dalam Kongres dengan bulat yaitu Laporan Umum Comite Central, Konstitusi dan Program Partai.
Kepada kawan-kawan anggota CC dan calonanggota CC baru saya sampaikan salut yang tulus ikhlas dan saya ucapkan selamat bekerja.
Setelah saya mengikuti Laporan Umum CC yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit kepada Kongres yang mulia ini dengan teliti saya berpendapat bahwa apa yang telah disimpulkan itu sungguh-sungguh sudah mewakili seluruh perkembangan Partai selama memimpin situasi ditanahair kita sejak Kongres ke-V sampai Kongres ke-VI ini. Lebih dari itu, Laporan Umum telah memberikan
syarat-syarat dan arah bagaimana dan kemana kita harus menuju untuk '
meratakan jalan pelaksanaan tugas taktik dan strategi Partai. Dengan mempergunakan rumusan-rumusan dalam Laporan Umum sebagai sendiata saya yakin bahwa kita akan bisa mengalahkan perintang-perintang satn demi satu dan hanya kemenangan Plan Partai yang akan datanslah yang akan susul-menyusul mendatang.
Dalam pada itu saya akan memusatkan pandangan saya kepada usaha? Partai dilapangan penerbitan.
II. YAYASAN,,PEMBARUAN”
Berbicara tentang penerbitan Partai mau tidak mau kita harus memberikan tempat yang sepantasnya kepada peranan Badan Penerbit Progresif Yayasan,,Pembaruan”. Sejak berdirinya pada pertengahan tahun 1951 sampai tahun 1959 ini, lebih kurang 8 tahun, Yayasan,,Pembaruan” bertumbuh kokoh sejalan dengan makin tegapnya perkembangan kekuatan progresif di Indonesia. Sebagai
/ badan penerbit yang progresif Yayasan,,Pembaruan” sudah menu-
696
'naikan tugasnya dengan se-bisa2nya dan dengan hasil yang jauh “Tebih daripada orang menyangka semula. Di-tengah?2 persaingan yang “menentukan mati-hidupnya sebagai perusahaan, Yayasan,,Pembaruan” berhasil men, kekosongan kota-kota.dari peredaran buku-buku re- -
volusioner. 80 agen Yayasan,,Pembaruan” dan 3 toko besar telah berdiri: ini belum terhitung para penjual buku eceran yang diorganisasi langsung oleh para agen tersebut.
Kesukaran memperoleh literatur progresif pada waktu hari?
' bergeloranya Revolusi 1945 dari tahun 1945 sampai dengan tahun “ 1948-an masih segar dalam ingatan kita. Ketika itu kita masih amat “ sedikit mempunyai buku revolusioner yang bisa memberikan -petunjuk untuk memimpin revolusi, kita belum sempat menterjemahkan buku-buku klasik yang di Indonesia jumlahnyapun masih sangat teori yang terang. Tetapi dengan berdirinya Yayasan,,Pembaruan”
terbatas itu. Boleh dikatakan waktu itu kita belum mempunyai obor berserta kegiatannya kekurangan itu hari demi hari diatasi dan hanya kejernihan hari kemudian yang membentang.
Melalui Yayasan,,Pembaruan” buku-buku klasik yang telah diterjemahkan sudah berjumlah tidak kurang dari 20 buku. Yang keluaran terakhir a.l.,,Dua Taktik Sosial-Demokrasi Dalam Revolusi Demokratis”,,,Sosialisme dan Perang”,,,Tentang Kontradiksi”,..Upah, Harga Dan Laba”,,,Imperialisme, Tingkat Tertinggi Kapitalisme”. Terbitnya buku-buku klasik ini memungkinkan kaum Komunis dan progresif Indonesia lebih dapat mendalami teori-teori klasik revolusi, bagaimana kita harus mengatur maju dan mundurnya taktik, bagaimana harus menyusun kekuatan revolusi dan bagaimana kita harus menghajar habis-habisan musuh revolusi.
Tidak kalah pentingnya pula yalah persiapan untuk segera menereitkan edisi baru,,Manifes Partai Komunis” sebagai hasil perbaikan dari terjemahan yang sudah-sudah. Selain daripada itu untuk saling tukar-menukar pengalaman dengan Partai sekawan, saya kemukakan disini bahwa sekarang sudah ada beberapa buku dari Yayasan,,Pembaruan” yang disalin dalam bahasa asing diluarnegeri misalnya buku-buku Kawan D.N. Aidit,,Lahirnya PKI dan Perke bangannya” dan,,Masyarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia:
disalin dalam bahasa Inggris, Jerman, Rusia, Tiongkok dan Jepang.
Perlu juga saya laporkan bahwa untuk memberikan sumbangan kepada perjuangan Tani dan Wanita di Indonesia Yayasan..Pembaruan” telah berinisiatif membantu menerbitkan majalah.Suara Tani” dan membantu mengedarkan berbagai majalah progresif a.l.,,Api Kartini” yang mendapat sambutan baik dari kaiangan kaum tani dan wanita.
697
IV. HARIAN RAKYAT”
Chusus mengenai,,Harian Rakyat” dengan bangga dapat saya beritahukan bahwa berkat aktivitetnya melawan,,PRRI”-Permesta, DI-TII HR telah menerima surat penghargaan dari KASAD, KSAL dan KSAU. Selain itu HR berdiri dibarisan paling depan dalam membela hak-hak demokrasi, terutama hak kebebasan pers.
Selanjutnya perlu dilaporkan disini bahwa oleh Dewan Redaksi senantiasa diusahakan perbaikannya baik tentang isi maupun cara pengolahannya agar pimpinan politik Partai kepada aksi massa
: Dibidang penerbitan ini ternyata apa yang disebutkan oleh kaum reaksioner tentang tidak mungkinnya kita menandingi kemampuan mereka sungguh sudah ambyar ketika Yayasan,,Pembaruan” dengan hasil yang gemilang ikut dalam Gelanggang Buku Nasional. Yang pertama terjadi pada permulaan tahun 1958 dan yang kedua berlangsung belum lama berselang akhir Juli tahun 1959 ini. Semuanya menunjukkan bagaimana uletnya Yayasan »Pembaruan” dalam menandingi penerbitan-penerbitan dari banyak jurusan dan ragam.
UII. PENERBITAN SENTRAL PERIODIK segaran dalam perjuangan pembebasan dan perbaikan nasib sehari? 1 N Untuk lebih mempopulerkan daerah yang pemerintahnya oleh Kakyat dipercayakan kepada PKI dan dacrah dimana PKI menjadi Partai pertama,,,Harian Rakyat” pun menjalankan garis turun kebawah”, mengirimkan wartawan?nya untuk membikin reportase tentang apa yang sudah diamalkan Partai kepada pemilihnya dan Rakyat umumnya. Cara ini sekaligus memberikan pendidikan ideologis kepada kader-kader wartawan kita supaya belajar mengenal kenyataan kongkrit didaerah dan dapat senjata untuk melawan bahaya terhanyut dalam lumpur birokrasi. Belum semua daerah mutlak dan leading sempat dapat diperkenalkan, tetapi Dewan Redaksi menjanjikan bahwa semuanya akan mendapat gilirannya. Hal ini tidak berarti bahwa daerah yang belum menjadi daerah leading dan mutlak tidak dipopulerkan. Tidak demikian. Semua daerah tanahair tetap mempunyai haknya untuk ditulis dan diukir dalam,,Harian Rakyat”. Justru untuk memenuhi kcpentingan ini,,Harian Rakyat” sudah mulai berusaha dalam tahun mi juga supaya di 17 tempat yang penting yaitu Bandung, Jokya, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Ambon, Menado, Makassar,
Mengenai penerbitan-penerbitan periodik Partai sekarang ini kita sudah melangkah lebih jauh. Jikalau pada waktu Kongres ke-V Partai baru mempunyai 3 penerbitan sentral yaitu »Bintang Merah”, »Harian Rakyat” dan,,PKI Buletin”, maka tahun 1959 menjelang Kongres"Nasional ke-VI Partai kita sudah mempunyai 8 penerbitan sentral periodik atau hampir lipat 3 kali, Yaitu,,Harian Rakyat”,,,Bintang Merah”, »Kehidupan Partai”,,,PKI dan Perwakilan”,,,Mimbar Komunis”,,,Ilmu Marxis”,,,Review of Indonesia”
dan,,Ekonomi dan Masyarakat”. Dengan begitu jelaslah bahwa kepada hampir setiap kegiatan Partai, sudah tersedia alat untuk menyampaikan pimpinan politik Partai. Perjuangan se-hari-hari memperoleh pimpinan dari,,Harian Rakyat”, mengenai keorganisasian intern Partai dipergunakan »Kehidupan Partai” sebagai senjata, meninggikan mutu pekerjaan dikalangan pemerintahan dan perwakilan dipusat dan didaerah berlangsung melalui,,PKI dan Perwakilan”, untuk belajar dari Partai sekawan dan memperkokoh internasionalisme proletar dipakai,,Mimbar Komunis”, yang telah merupakan edisi Indonesia dari »Masalah Perdamaian dan Sosialisme”. Untuk melempangkan dan mensukseskan pekerjaan dikalangan kaum intelektuil dan meningkatkan taraf kebudayaan kader Komunis sendiri sungguh sangat berharga sumbangan yang disajikan oleh,,Ilmu Marxis”, dan dalam membantu membongkar kepalsuan teori ekonomi burjuis dan memberikan pegangan kepada kader-kader Partai dalam perjuangan mengalahkan ekonomi imperialis serta feodal dan memenangkan ekonomi nasional sudah tersedia »Ekonomi dan Masyarakat”, Sedangkan untuk memberikan gambaran yang senyatanya kepada dunia luar tentang perkembangan situasi di Indonesia peranan »Review of Indonesia” cukup memperoleh sambutan.
dan, Padang dan Palembang sudah ada pembantu tetapnya. Sebagian dari 17 tempat itu kini sudah terisi dan sebagian belum.
Untuk ini diminta kepada CDB-cdb yang bersangkutan supaya tidak terlalu lama mengisinya.
Tentang oplah yang dua tahun yang lalu terganggu oleh ada- 1 nya pemberontakan,,PRRI”-Permesta, sekarang seiring dengan kemenangan operasi Rakyat dan APRI dalam menindas pemberontak, ber-angsur-angsur pulih kembali, meskipun masih harus ditingkatkan lebih lanjut. P
Kemaan lain yang masih menghambat perkembangan Dat | 'Rakyat” yalah tentang pengangkutan atau pengiriman ke-daerah'
698 699
pekerja se-hari2nya bisa lebih kena dan selalu membawakan ke- '
Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Kutaraja, Medan tipografi. Mengenai pengiriman ke-daerah-daerah ini banyak ditentukan oleh tidak lancarnya perhubungan Kereta Api, GIA dan PTT yang sangat mengganggu kontinuitet bagi pembaca. Meskipun ini faktor diluar kemampuan,,Harian Rakyat”, kita terus berusaha untuk memperkecil hambatan ini. $
Mengenai tipografi kesukarannya masih tetap berlangsung karena »Harian Rakyat” hingga kini masih belum mempunyai percetakan sendiri. Pencetakan,,Harian Rakyat” masih tergantung pada percetakan lain, yang karena tuanya kerapkali mengganggu tepat serta koreknya pencetakan, walaupun kita sudah berusaha dengan alat yang serba kurang baik itu untuk memperbaiki. Untuk bisa mengatasi kekurangan ini sejak ulangtahun ke-VYII,,Harian Rakyat” tahun ini kita telah mengeluarkan obligasi kepada para pencinta,,Harian Rakyat” guna membeli mesin baru. Dengan ini kita harapkan untuk dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi wajah »Harian Rakyat” dapat memenuhi harapan para pencintanya.
Oleh karena,,Harian Rakyat” sandaran utamanya tidak lain adalah massa pekerja, maka seperti yang dilaporkan oleh Kawan D.N. Aidit dalam Laporan Umum tetap menjadi tugas yang urgen bagaimana kita harus segera menemukan jalan untuk lebih memperluas peredaran,,Harian Rakyat” dan bersamaan dengan itu bagaimana kita lebih intensif memasukkan uang langganan. Hanya"
dengan mengintensifkan peredaran dan pemasukan uang langganan »Harian Rakyat”-lah kita akan betul-betul menjadikan,,Harian Rakyat” penuntun perjuangan massa pekerja.
V. MAJALAH DAERAH
Tentang penerbitan majalah daerah kita telah memperoleh kemajuan yang penting. Beberapa Daerah Besar sudah berhasil mengeluarkan majalahnya. Sesudah »Suara Ibukota” oleh Comite Jakarta Raya dengan oplah 5.000 lembar, menyusullah,,Suara Persatuan” oleh CDB Jawa Tengah dicetak sebanyak 9.000 lernbar,,,Lombok Bangun” dengan wajah stensilan beredar sebanyak kurang lebih 1.000 cxemplar tiap terbit,,,Jalan Baru” dengan oplah kl. 5.000 exemplar oleh CDB Sumatera Utara,,,PKT Buletin” yang diterbitkan oleh CDB Sumatera. Barat,,,Bersatu” oleh CDB Sulawesi Selatan dan Tenggara yang menjadi pendorong front depan dalam menumpas gerombolan Permesta, DI-TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Tidak mau ketinggalan juga munculnya,,Fajar” oleh Comite Pulau Bali,,,Pelopor” oleh Comite
700
' Pulau Bangka,,,Persatuan” oleh CDB Kalimantan Selatan d “PKI Buletin” oleh CDB Jawa Timur,
Meskipun terbitnya majalah-majalah daerah itu sudah merupakan ke-
| majuan yang besar artinya, bagi CDB-cdb yang belum sempat me- - mmenuhi plan penerbitan masih menjadi tugas utamanya untuk
segera mengejar ketinggalannya. Dalam hal ini bisa dikemukakan pengalaman,,Lombok Bangun”, »Fajar” dan »Bersatu yang terbit dengan distensil. Dalam hal ini yang terpenting yalah Segera terbitnya majalah Partai. Tentang penyempurnaannya sambil berjalan bisa dilakukan, daripada me-nunggu-nunggu syarat yang lebih baik tetapi tidak kunjung muncul yang berarti kita membiarkan Rakyat didaerah terus-menerus dijejali propaganda yang memusuhi kepentingannya. Oleh karena itu bebaskan Rakyat didaerah dari peracunan propaganda anti Rakyat dengan menerbitkan harian atau majalah daerah. »
Bagi CDB-cdb yang sudah maju melangkah perlu memelihara ketahanannya dan mempercepat langkahnya agar tercapai lompatan yang lebih jauh. Membicarakan persoalan majalah daerah perlu diperhatikan tentang fungsi majalah daerah yaitu,,majalah daerah adalah majalah daerah” yang masih perlu diusahakan jangan sampai menjadi terlalu umum. Juga sebaiknya diperhatikan tentang harmonisnya imbangan antara jumlah pemuatan tulisan-tulisan dari kawan-kawan fungsionaris dengan berita?/reportase daerah-daerah yang lebih bawah atau basis. Dengan menyusun imbangan yang baik akan berarti bahwa kegiatan massa dibawah bagaimanapun kecilnya tidak akan luput dari pemberitaan dan sekaligus akan memperkaya pemberitaan majalah daerah yang merupakan pemeliharaan hubungan dengan massa dibawah.
VI. BROSUR DAN MAJALAH
Mengenai penerbitan brosur dapat dilaporkan bahwa jumlah yang telah kita terbitkan setiap tahunnya menaik. Dari tahun 1954 sampai dengan tahun 1958 kita sudah berhasil menerbitkan 116 macam brosur dengan perincian sbb.: 20 buku.klasik, 5 bunga rampai, 6 kesusasteraan, 21 pustaka kecil Marxis, 14 dokumen/ diktat Partai dan 15 serbaneka. Dari jumlah sekian ini ada beberapa brosur yang dicetak 2 sampai 3 kali dan seluruhnya berjumlah 1.575.000 cxemplar. Dan jikalau dalam tahun 1954, 1955, 1956 dan 1957 dijumlah semua kita rata-rata baru bisa menerbitkan saban 17 hari 1 brosur, dalam tahun 1958 dan tengahtahun
pertama 1959 ini meningkat menjadi saban minggu satu brosur.
) 701
PER AN PERAN
Untuk sumbangan memperdalam kesedaran mengenai penting- VIII. DISTRIBUSI
nya memupuk tumbuhnya internasionalisme proletar sebagai syarat mutlak untuk mengembangkan semangat patriotisme kita yang semurni?nya, antaranya kita telah menerbitkan brosur tentang Vietnam, Irak, Jepang, Australia, Italia, Perancis, Hongaria, Polandia, Tiongkok, Uni Sovyet, dll.
Untuk memperdalam pengertian kita dalam menggalang Front Persatuan Nasional kita terbitkan pula,,Front Tanahair Vietnam”
dan tak lama lagi tentang,,Front Persatuan Nasional di Irak”.
Jikalau dijumlahkan seluruh penerbitan kita, termasuk majalah yang sudah mencapai 871.500 exemplar, sampai akhir tahun 1958 oplahnya sudah mencapai 2.446.500 cxemplar (1.575.000 brosur -- 871.500 majalah).
i sekarang sudah menetapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk Pa didalaan Partai. Syarat-syarat teori dan tambahan pengetahuan Atuk ini sudah banyak disediakan dengan menterjemahkan buku-buku klasik Marxisme-Leninisme yang dianggap paling mendesak untuk dipelajari. Disamping itu, meskipun Partai belum merasa puas tentang jumlah buku yang kita datangkan dari luarnegeri, tetapi kiranya apa yang dibutuhkan, baik dalam bahasa Indonesia maupun asing sudah cukup tersedia. 5 5 Mengingat jumlah keanggotaan Partai dan Menpan yang sangat besar untuk meningkatkan taraf kebudayaan anggota-anggota pada taraf yang lebih tinggi lagi, juga mengingat makin meluasnya pengaruh Partai dikalangan massa, maka seperti halnya penckanan Kawan D.N. Aidit tentang penyebaran »Harian Rakyat”, juga distribusi brosur dan majalah harus pula menjadi kegiatan dan persoalan yang utama bagi Comite-comite Partai di-daerah-daerah, Hendaklah - Kongres ini menjadi permulaan untuk pemecahan salahsatu segi yang penting dari penerbitan kita ini, yaitu distribusi, agar Peng jaan kita selanjutnya dapat maju dengan langkah yang lebil besar. |
Kawan-kawan, Sidang Kongres yang mulia. AK Air, koma Beban sungguh sudah banyak yang RR pai tetapi yang belum kita capai masih jauh ea aah lagi.
Dengan pimpinan Comite Central yang baru kita yakin bahwa jengkauan yang lebih jauh pasti akan kita rebut. AN Kita yakin se-yakin?nya bahwa, seperti halnya ide Sosialisme sudah merebut hati nurani manusia, brosur-brosur teori Marxisme-Leninisme pun mau tidak mau, diterima atau ditolak, dibenci atau dicintai, akhirnya toh akan beranjangsana ditiap rumahtangga.
Ya, memang tidak bisa lain. Bendera kita adalah Naa Peni barang Bendera, Bendera kita adalah bendera ke-merah an, ang kah kita adalah bukan sembarang langkah, Langkah kita adalal langkah kemenangan. Sekianlah sambutan saya dan terimakasih.
“Hidup Partai Komunis Indonesia!
VII. MENJELANG KONGRES
Untuk menghormat Kongres Nasional ke-VI Partai oleh Departemen Agitasi Propaganda segera akan diterbitkan beberapa buku kenang?an Kongres, Yaitu,,PKI melalui Enam Kongres”, sebuah album yang memuat gambar-gambar penting selama sejarah kehidupan Partai sejak didirikannya sampai selesainya Kongres Partai sekarang ini dan,,PKI dan Gerakan Revolusioner” y masi-masi pokok tentang berbagai segi Partai.
Satu hal yang patut diketengahkan dalam laporan disini yaitu bahwa dalam rangka menyongsong Kongres Partai sekarang ini oleh Gomite Central dibentuk suatu Komisi,,Komisi Pilihan Tulisan D.N. Aidit” yang bertugas memilih tulisan? Kawan D.N. Aidit dalam periode dari tahun 1951 sampai dengan tahun 1958, Berhubung dengan banyaknya tulisan dan pidato yang harus dipilih dan terbatasnya syarat-syarat teknis buku »Pilihan Tulisan D.N. Aidit”
menjelang Kongres ini baru dapat diselesaikan 1 jilid. Jilid ke-2 direncanakan bisa terbit akhir tahun ini,
»Pilihan Tulisan D.N. Aidit” ini para anggota akan lebih terbantu dalam mendapatkan tulisan-tulisan atau petunjuk-petunjuk yang sangat berharga untuk memimpin pekerjaan Partay Se-hari-hari.
Dan lebih dari itu buku ini tidak hanya indah
702
PIDATO KAWAN K. SUPIT
(Sekretaris CDB PKI Sulawesi Utara-Tengah)
Kawan? Presidium yang tercinta,
Kongres yang mulia.
Adalah suatu kenyataan yang bersejarah bahwa Kongres Nasional ke-VI PKI sekarang ini menunjukkan persatuan Partai yang tidak hanya meluas diseluruh negeri, tetapi juga sudah mulai mendalam dan berakar diseluruh sukubangsa. Kongres kita sekarang
. Sungguh-sungguh merupakan Kongres dari putera-putera yang terpilih atau tulangpunggung-tulangpunggung sukubangsa, Kongres Nasional dan Kongres persatuan dari semua sukubangsa, Kongres dari tulangpunggung?nya pendukung semboyan Bhinneka Tunggal Ika!
Sebagaimana dikemukakan oleh Kawan D.N. Aidit dalam pidato pembukaan Kongres kita yang besar ini, Partai kita sekarang berbeda daripada diwaktu Kongres Nasional ke-V, sudah meliputi seluruh sukubangsa, sehingga pada pokoknya harapan Kongres Nasional ke-V supaya Kongres Nasional ke-VI Parta: mencerminkan persatuan seperti yang kita lihat sekarang sudah dipenuhi.
Laporan Umum CC PKI yang diucapkan oleh Kawan D.N.
Aidit menyimpulkan bahwa,,PKI bukan hanya sudah menjadi Partai yang nasional yaitu meliputi seluruh negeri dan seluruh sukubangsa, boleh dikatakan dari semua sukubangsa, tetapi juga Partai yang terbesar dinegeri kita”. Penyimpulan ini adalah sepenuhnya benar dan sungguh-sungguh menggambarkan kenyataan yang obyektif.
Kawan-kawan,
Mengapa Partai kita mencapai hasil-hasil yang penting dalam mesnyatukan seluruh sukubangsa dan mengembangkan kesadaran politik imasing-imasing sukubangsa untuk emansipasi?
Hasil-hasil ini tidak lain adalah berkat pelaksanaan politik Partai yang tepat mengenai sukubangsa. Politik Partai mengenai sukubangsa telah diperinci oleh Partai sejak Sidang Pleno Ke-IV CC PKI pada pertengahan tahun 1956. Indonesia terdiri dari banyak sukubangsa, ada sukubangsa yang besar dan banyak yang kecil, mulai dari puluhan juta sampai yang hanya beberapa ribu orang dan yang.tidak sama tingkat kemajuannya. Partai mengemukakan,
704
Ahn
ahw. emecahan masalah ini hanya mungkin jika memak:
Ka Pr bagi semua sukubangsa, tidak perduli besar at:
kecil”. Sedangkan pelaksanaannya yalah,,politik hak otonomi yang aa:
se-luas?nya bagi sukubangsa-sukubangsa dibawah Pen aa pusat yang ea sifat kesatuan”, yang berarti,,hak mengurus soal-soal sendiri bagi sukubangsa”. Politik Partai terhadap sukubangsa adalah pentrapan kreatif dari politik Lenin tentang maslah nasion, yaitu hak untuk
kan nasib sendiri bagi semua bangsa.
Pe sla terpenting dari politik Partai mengenai sukubangsa dari sejak Kongres ke-V, dapat kita gambarkan dalam beberapa segi sbb.:
1. Mempertahankan kesatuan nasion Indonesia terhadap usaha memecahbelah kaum separatis
13
3 apa PAN
litik Partai mengenai sukubangsa telah mengalami ujian 2 3EN bara sejak Kap Nasional ke-V dalam membela kesatuan Plan Tanaka Umum sudah diterangkan oleh Kawan Aidit bagaimana kaum kontra-revolusioner separatis yang diwakili Mar syumi-PSI mengadakan kampanye hasutan kebencian yang sangai kuat di-daerah-daerah terhadap pusat. Maka timbullah satu Ea satu dewan-dewan partikelir yang menjagokan diri sebagai pembda cpentingan daerah dengan semboyan-semboyan,,untuk pembangunan daera » persetan dengan orang-orang pusat”,,,orang-orang pusat hanya me menang kan Jawa”. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak aka Sa bagai sukubangsa yang mewakili kekuatan tengah di-daer. 13 sanggup: menahan arus kuat separatisme ini dan hanyut x alam arus anti-pusat yang bernada anti-Jawa. Dalam Kendaana 4 yang gawat dan genting itu, yang langsung membahayakan Le i upaA kita sebagai bangsa, sebagai nasion, Partai kita adalah satu: ny an tai yang bulat dari pusat sampai kesemua daerah yang ego 1 melakukan perjuangan yang sengit dan gigih untuk mayan Gan G membendung arus separatisme: itu, yang telah dibangkitkan - dikendalikan oleh kaum imperialis untuk memecah bangsa kita, sebagai Pepes nasion.
Mann proses sejarahnya, gerakan kemerdekaan nasional Kr
lah gerakan yang timbul bersamaan dengan perkembangan Kap - isme ketika burjuasi melawan feodalisme untuk "menunA an negara-negara nasional. Dalam gerakan kemerdekaan nasional egeri kita, burjuasi Indonesia juga telah memberikan sambangann menuju persatuan nasion kita. Tetapi peristiwa-peristiwa Dewan-dewan partikel
705
yang diikuti dengan pemberontakan sPRRI”- ti:
kan dengan jelas bahwa bila menghadapi Na ng sebagian dari burjuasi tidak segan-segan untuk melemparkan da 3 panji-panji kesatuan nasion kita demi keuntungan kantongnya Sai i Yang. diselimuti dengan kepentingan kedaerahan yang sem it P: mtai-mtai Aas Sunapecah menurut kesukuannya. $ Pa ea ebaliknya, Partai kita sebagai Partai si
bulat sebagai kesatuan dari Si sn, Tana Dane GA mempersatukan massa Rakyat, dalam melawan segala Dara Pe tikelir, sejak permulaan sampai kepada pemberontakan me yang mengkhianati kesatuan Republik Proklamasi kita. Ketika ti 5 u pemberontakan »PRRT”-Permesta PK I-lah dengan teguh s3 paimpin Rakyat menggulingkan diktatur militer fasis dan H3 bata esatuan nasion, menyelamatkan persatuan sukubangsa. Ai
2. Pekerjaan Fi i it
Pengaa n Front Nasional dan politik haksama bagi suku-
Meskipun tugas penggal i
“nga nga pengga angan Front Persatuan Nasional antianti-fcodal dibawah pimpi klas-klas, namun aan bana Gan ana YA dia
lari sudut memper-
'Yuasi nasional serta
Partai Yang memperjuangkan haksama dan sali
memajukan segi-segi yang baik dan menguntungi
perjuangan untuk
bangsa-besarisme dan menentani i
e g sukub:
Peuatnya bersumber kepada Ag ena engan pandangan burjuis yang hanya melihat kebaikan suku-
706
' sukubangsa lain, bahkan sampai soal yang se-kecillnyapun, PKI
bangsanya sendiri saja dan menonjolkan yang jelek-jelek saja dari
dengan tegas mengutamakan persatuan, salingbantu dan salingmenghormati dikalangan sukubangsa. Ini berarti pula pengokohan dari bagian-bagian yang tak terpisahkan dari nasion Indonesia dan dengan demikian pengokohan nasion Indonesia sendiri. Oleh karena itu PKI tidak hanya telah merebut gelar sebagai pelopor persatuan nasional, tetapi juga pelopor persatuan sukubangsa. Karena itu ula, jika hendak menyebutkan partai yang nasional di Indonesia, maka PKI-lah Partai nasional yang sejati.
3. Pembangunan Partai dan politik haksama bagi sukubangsa
Pelaksanaan tugas pembangunan Partai yang tersebar diseluruh ncgeri dan mempunyai karakter massa yang luas, yang sepenuhnya terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi seperti yang ditetapkan oleh Kongres Nasional ke-V telah mencapai sukses yang besar. Ini dibuktikan oleh jumlah dan komposisi utusan dalam Kongres Nasional ke-VI Partai yang jaya sekarang ini.
Sukses-sukses ini tidak mungkin kita saksikan sekarang apabila Partai tidak juga menjalankan politik yang tepat mengenai sukubangsa.
Soal yang penting dan menentukan dalam soal pembangunan Partai yalah maasalah kader dikalangan sukubangsa. Tersebarnya Partai diseluruh negeri berarti pula semakin berpengaruhnya dan makin berakarnya Partai disemua sukubangsa. Peranan politik Partai dalam mendorong kerjasama dan salingbantu dari klas buruh berbagai sukubangsa, disertai dengan peranan bahasa persatuan nasion Indonesia, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Yiberator, telah membuktikan bahwa meskipun berbagai sukubangsa berada dalam tingkat kemajuan yang tidak sama, namun usaha meratakan pembangunan Partai dapat mencapai sukses. Berkat pengabdian dan salingbantu yang tulus diantara kader-kader proletar dan Rakyat pekerja dari masing-masing sukubangsa, maka dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sejak Kongres Nasional ke-V Partai, Partai kita tidak hanya bisa berkembang disemua sukubangsa, tetapi juga telah mulai bisa dipimpin oleh putera-putera yang terbaik dari masing-masing sukubangsa.
Dalam Kongres Nasional ke-VI ini Comite-comite Partai di-daerah-daerah tidak hanya telah diwakili oleh putera2nya sendiri yang terbaik.
Juga dalam Kongres kita yang jaya ini kita telah menyaksikan betapa Partai dengan konsekwen menjalankan politik haksama bagi segenap sukubangsa, sebagaimana yang terbukti dalam pemi-
707
nomi daerah yang demokratis, dan mengembangkannya menuju otonomi sukubangsa yang se-luas2nya, berarti juga politik melindungi kepentingan semua sukubangsa -negeri kita, dan politik menjamin persatuan semua sukubangsa itu didalam nasion Indonesia,
lihan CC Partai yang baru, yang sepenuhnya mencerminkan persatuan tulangpunggung sukubangsa dan nasion Indonesia.
4. Perjuangan untuk otonomi sukubangsa yang seluas-luasnya
Pemecahan masalah sukubangsa dinegeri kita tidak bisa dilepaskan dari keharusan memberi hak-hak demokrasi kepada semua sukubangsa, tidak perduli besar atau kecilnya sukubangsa. Bentuk penuangannya yang terbaik yalah dengan pemberian otonomi sukubangsa yang se-luas2nya yang berarti memberi hak mengurus soal-soal politik dan ekonomi dalam lingkungan sukubangsa masing-masing, berhak memakai bahasanya masing-masing disamping bahasa Indonesia dan berhak mengembangkan kebudayaannya masing-masing.
Politik otonomi sukubangsa ini akan memperkuat nasion Indonesia karena persatuan seluruh sukubangsa bisa dicapai dalam suasana kebebasan, saling menghormati dan saling membantu diantara sukubangsa-sukubangsa. Untuk urusan soal-soal politik, ekonomi dan kebudayaan masing-masing dan kemajuan serta perkembangan seluruh sukubangsa itu hanya bisa dijamin didalam negara kesatuan Republik Indonesia yang kokoh.
Justru karena diwaktu yl. pemerintah sangat lambat memberikan otonomi kepada daerah-daerah, maka timbul ketidakpuasan terhadap sentralisme dari pusat. Ketidakpuasan inilah ditunggangi oleh kaum kontra-revolusioner sehingga sangat merugikan kesatuan nasion kita.
Dengan berlakunya UU No. 1/1957 mulai dilaksanakan pemberian otonomi kepada daerah-daerah, berdasarkan pemilihan DPRD-dprd, secara demokratis. Otonomi daerah ini belum otonomi sukubangsa, yaitu belum otonomi yang berdasarkan sukubangsa, melainkan otonomi berdasarkan pembagian administratif daerah, Walaupun demikian otonomi daerah ini sudah merupakan langkah yang maju.
Jika dilaksanakan secara konsekwen, ia berarti pemberian hak-hak demokrasi yang lebih luas kepada Rakyat di-daerah-daerah yang meliputi berbagai sukubangsa.
Tetapi belumlah kita sampai kepada pelaksanaan UU No.
1/1957 secara konsekwen, maka dengan Penetapan Presiden No.
6 tahun 1959, Menteri Ipik Gandamana telah mengebiri otonomi daerah itu. Ini betul-betul berarti »maju satu langkah mundur belasan langkah”. Ini berarti membuka lagi sumber-sumber bagi timbulnya ketidak- Puasan yang luas di-daerah-daerah yang dapat lagi ditunggangi oleh kaum separatis.
Oleh sebab itu, politik PKI untuk tetap mempertahankan oto-
708
5. Gerakan kaum tani dan politik haksama bagi semua sukubangsa
Kalau dikatakan bahwa politik Partai untuk.haksama bagi semua sukubangsa baru bisa mencapai sukses, apabila sudah tambah kader-kader Komunis dikalangan sukubangsa itu, maka tepat pula halnya jika dikatakan bahwa politik Partai untuk haksama bagi semua sukubangsa baru bisa berhasil dengan baik apabila Partai sungguh-sungguh menjadi tulangpunggung gerakan massa dikalangan sukubangsa, dan terutama gerakan massa tani, karena massa tani merupakan jumlah yang terbanyak dari penduduk tiap sukubangsa.
Maka itu untuk mensukseskan politik Partai dikalangan sukuangsa perjuangan kaum tani mempunyai peranan yang penting.
Le mila Rakyat Sulawesi Utara/ Tengah dan Sumatera Barat untuk menumpas pemberontak,,PRRI ”-Permesta dan membela kesatuan nasion Indonesia, serta persatuan tani sukubangsa, telah membuktikan bahwa perjuangan kaum tani yang tergabung dalam gerilya Rakyat dan dipimpin oleh Partai dan kekuatan demokratis lainnya,. merupakan kekuatan yang kokoh dan sumbangan yang berharga bagi pelaksanaan politik Partai terhadap sukubangsa. Makin banyak kaum tani terhimpun dalam gerakan revolusioner untuk melawan kekuatan feodal sebagai basis kekuatan imperialis makin terhimpunlah syarat-syarat untuk menjalankan politik Partai tersebut.
Oleh karena itu suksesnya gerakan kaum tani yang makin meluas yang dipimpin oleh Partai, memberikan syarat-syarat baru untuk pelaksanaan politik Partai mengenai sukubangsa secara tepat.
Hakekat untuk perjuangan emansipasi dari sukubangsa adalah | gerakan tani dibawah pimpinan klas buruh.
6. Masalah minoritet keturunan asing
Masalah ini hampir sama persoalannya dengan masalah sukubangsa. Masalah ini meliputi minoritet-minoritet keturunan asing seperti keturunan Arab, Eropa, dan Tionghoa. Perbedaannya dengan sukuangsa, yalah bahwa golongan ini tidak mempunyai daerah tempat tinggal yang tertentu, walaupun mempunyai bahasa dan kebudayaan
709
ARE
sendiri. Tetapi politik Partai memecahkan masalah ini pokoknya sama dengan politik dalam masalah sukubangsa, yaitu dengan pelaksanaan haksama bagi semua warganegara.
Menurut kenyataan sejarah putera-putera terbaik dari golongan ke-
'turunan asing sudah aktif turut serta dan berkorban dalam per- Gyuangan untuk kemerdekaan nasional Indonesia dan bahwa merekalah yang mewakili kepentingan sesungguhnya dari golongan minoritet asing.
Sebagai akibat kekuasaan kolonial Belanda masih terdapat purbasangka-purbasangka pada warganegara-warganegara keturunan asing terhadap warga-
» negara-negara bukan keturunan asing dan sebaliknya. Apalagi ada usaha-usaha rcaksi yang sistimatis mengadu-domba warganegara,,asli” dan »tidak asli” dengan tujuan membelokkan perjuangan kita melawan imperialisme. Misalnya dengan,,gerakan Assaat” dan sentimen-sentimen anti-Tionghoa yang dibangkitkan oleh larangan Menteri Rakhmad Mulyomiseno (Kabinet Juanda y.L) terhadap warung-warung asing.
Politik Partai yang tepat terhadap masaian minoritet keturunan asing sudah menjadi pedoman penting bagi kader-kader kita untuk melawan kampanye yang berbau rasialisme dan sovinisme itu. Berkat politik ini, kita berhasil mengalahkan usaha-usaha reaksi, dan mengakibatkan jumlah yang makin banyak dari golongan minoritet keturunan asing ini memihak PKI sebagai satu2nya Partai yang sungguh-sungguh membela kepentingan mereka. Dengan demikian perjuangan Rakyat kita tetap diarahkan pada sasaran yang pokok, yaitu imperialisme dan feodalisme, dan memelihara kesatuan nasion.
Kawan-kawan,
Demikianlah sambutan saya mengenai beberapa segi dari masalah sukubangsa dan nasion dinegeri kita, yang menunjukkan betapa pentingnya kita senantiasa memegang teguh politik Partai tentang masalah sukubangsa dan nasion.
Hidup persatuan dari semua sukubangsa dan kesatuan nasion Indonesia!
Hidup PKI,
nasion Indonesia!
710
penjamin haridepan semua sukubangsa dan
PIDATO KAWAN MOHAMAD SLAMET
(Anggota CDB PKI Jawa Timur)
Kawan? Presid'um dan Kongres yang mulia, Melalui delegasinya segenap anggota dan calon dan seluruh pemilih paluarit di Jatim menyampaikan salam hangat dan dukungan yang sebesar-besarnya pada Kongres sekarang ini. Kawan?, dalam pandangan ini akan kami kemukakan masalah front pertuan, yalah penyorotan khusus dari pandangan umum Partai di jawa Timur dilapangan front persatuan, yang dengan berpedoman pada Laporan Umum CG, kami tinjau berdasarkan pengalaman praktek Partai di Jawa Timur.
'- Hasil Sidang Pleno ke-IV CG yang telah menganalisa dan menyimpulkan adanya tiga macam kekuatan politik yang hampir imbang dan tiga macam konsep tentang penyelesaian Revolusi stus 45 adalah tepat sekali, sesuai dengan keadaan obyektif diah-daerah dan merupakan sumber inspirasi yang segar untuk enentukan sikap yang kongkrit dalam bekerja “dilapangan front ersatuan, yang menambah keyakinan dan membangkitkan kegaian kader-kader untuk melaksanakan garis politik Partai dilapangan tont persatuan yang serba rumit dan pelik, yang menghendaki Ctekunan, kesabaran dan kesupelan secara maximal.
Kawan?, penyimpulan CC dalam laporannya tentang kekuatan 'palabatu yang sudah sangat merosot dan sudah kehilangan perif, karena politiknya yang sangat reaksioner anti-nasional dan Rakyat, adalah tepat dan obyektif sebagaimana keadaan seya di-daerah-daerah. Begitu pula jalan extra parlementer yang a tempuh untuk melaksanakan konsepnya setelah tidak memharapan lagi untuk kembali memimpin dan menguasai tahan sentral lewat jalan parlementer, adalah sepenuhnya
ini dapat dibuktikan dengan pengalaman? Partai di Jawa bahwa setelah pemilihan DPR/Konstituante dan DPRD?, i dan PSI yang semula dalam jaman DPRDS memegang an dan menikmati jaman keemasannya, sekaligus kehiyA
langan kursi yang banyak sekali, yang dalam pemungutan suara
hampir diseluruh Jawa Timur selalu menduduki tempat ya nomor satu dari bawah (tepuktangan) diantara empat besar, hingg
dalam DPRD Swatantra I Jawa Timur Masyumi memperoleh tidak lebih dari delapan kursi, sedangkan PSI partnernya yang setia mengekor dengan satu kursi dan di 37 daerah tingkat II Masyumi!
a partai-partai demokratis mendapatkan 997 kursi, yaitu PKI 384 kursi, PNI 237 kursi, dan NU:
376 kursi. (tepuktangan). Secara berturut-turut hasil suara yang didapat oleh partai-partai demokratis dibanding dengan Masyumi adalah
dapat 129 dan PSI 7 kursi. Sebalik
sebagai berikut:
D.P.R. 3.370.55
Konst. 3.260.392
DPRD I 2.999.785
DPRD II 2.918.709 3.148.003
Pemilihan umum betul-betul merupakan tragedi bagi kekuatan ke- » Satu vonnis dari Rakyat yang membikin kedudukan kepalabatu merosot dan diskredit tanpa ampun dan belas kasihan seujung-rambutpun, sekalipun pemilihan umum yang pertama pada waktu itu berlangsung dibawah kekuasaan Kabinct B.H. yang memasang ranjau-ranjau pengekangan hak-hak demokrasi terpalabatu (Masyumi, PSI)
hadap golongan progresif dan demokratis.
Kawan?, dosa tak berampun dari Rakyat terhadap kekuatan kepalabatu tidak hanya terbatas dalam pemilihan Dewan? Perwakilan Rakyat saja, tetapi juga dalam pemilihan Kepala? Desa.
Kepala-kepala Desa dibeberapa tempat di Jawa Timur yang semula seakan-akan menjadi monopoli orang-orang Masyumi, mulai diakhiri dengan terpilihnya calon-calon orang-orang progresif, anggota-anggota BTI dan Pemuda Rakyat dengan kemenangan suara yang meyakinkan, yalah kemenangan suara mutlak.
Lebih dari itu kemerosotan kepalabatu dapat dibuktikan makin tidak dipercayainya oleh massa mereka sendiri, sebagaimana terjadi dikalangan organisasi FAK dan OPI yang semula dalam menghadapi pemilihan, seolah-olah merupakan,,barisan pengawal Masyumi yang tak tergoncangkan”, tetapi pada akhirnya hilang tiada berbekas, bahkan ada diantara mereka yang sesudah merasakan pembelaan Partai dalam perbaikan nasib mereka kemudian masuk menjadi calonanggota Partai. (tepuktangan).
Begitu takutnya akan bayangan mereka sendiri, sampai-sampai dibebe-
712
nya sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Umum CC tentang Betarian mereka kejalan-jalan extra parlementer, terbukti pula
“oleh alat-alat Negara terhadap pemimpin Masyumi dibeberapa tempat,
$ i Jawa Timur yang kebetulan penjabat2nya orang-orang aa diana untuk mengikuti kerjabakti BP menyongsong Kongres Nasional ke-VI sekarang ini, 2 Bakat kegigihan kawan-kawan fungsionaris dan anggota/calon- EP Pempan 'pengekangan hak-hak demokrasi yang tak masuk Tai at diterobos dan sctelah ada kerjabakti, anggota Masyumi berbalik dan tidak sedikit yang menyatakan dirinya sebagai 2 KI. (tlepuktangan). 2 an an daan ola oleh PSI, sesudah pemilihan fa boleh dikatakan tidak mendapatkan popularitet dikalangan baik GTI maupun Perbupri-nya sudah tidak mendapatkan - yaan lagi dari massanya sendiri, sehingga membubarkan diri - Pan bala "masih ada disana-sini tinggal papan-nama saja dan 2 kin beberapa orang pengurus yang masih bertahan diri, tetapi 34 PA sudah meninggalkan mereka dan tidak sedikit fiz memasuki organisasi massa revolusioner. A.
“Kalaupun ada kegiatan si ya adalah suatu pengacauan He 3 nya menghasut mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Air! angga tak mengadakan pemogokan” melalui Gerakan Mahasiswa So-
: irnya. diji kan k $ i Tionghoa.
alis, ya akhirnya. dijuruskan kepada gerakan anti Tionghoa, Maa aah serasa di Surabaya beberapa bulan yang lalu.
Kawan-kawan, demikianlah beberapa fakta pengalaman Partai Ya jawa Timur tentang kemerosotan kekuatan kepalabatu dan akhirkebenarannya di Jawa Timur dengan terjadinya penangkapan
karena terlibat dalam penyimpanan senjata gelap untuk memtu gerombolan-gerombolan dsb. $ "
Pa intah suatu kebenaran analisa CC bahwa setelah pemilihan
$ i i la umumnya politis bergeser kekiri, umum keadaan di Indonesia pada k "tetapi sebaliknya sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Umum
5 ini iri tidaklah berarti untuk meremehkan kekuatan ke- Ba 5 kenyataan Indonesia pada maka mna mesh rupakan negeri setengah-jajahan dan ena tenaa Yang eri pula, bahwa kekuatan imperialis masih ada dinegeri kata na) al ini merupakan dasar untuk hidup bagi kekuatan KamionenA agi kaum komprador. Oleh karena itu melawan imperialisme adala!
gan melawan feodalisme.
ak Te mengecilkan kekuatan kepalabatu MEMANG pernah 33 dapat pada sementara kader di Jawa Timur, yang hanya met
- jau dari adanya jumlah massa Masyumi yang dapat dihitung,
sehingga memandang sudah tidak perlu lagi untuk memencilkan
712
kepalabatu.
Dalam hal ini adalah
beber Jawa Ti apat diatasi terutama setelah Gian Te
perjuangan an
Dalam hal ini
a ngan duduknya wakil-wakil i ate Lara Ha berhasi ya ea
An nengga! ang front persatuan. Berkat hubungan ra petugas? Partai dengan wakil-wakil kekuatan kesabaran revolusioner, kesupcltengah dengan disertai ketekunan, an Yang maximal, dalam banyak hal kita berhasil menggalang front h untuk melaksanakan program
persatuan dengan kekuatan tengal em) a i p Peel nidan LN Sar beberapa kesulitan kehidupan Rakyat Maan H pen Jangka pelaksanaan sepenuhnya UU No, namakan igalang front persatuan yang luas, yalah den fa kada seiranya, muyawarah antar daerah tingkat II Diana Aa Pang lalu, yang dengan aklamasi menghasilkan Te Ba Tahan wewenang dalam bidang pemerintahan um - Aa t | pelaksana yang peri elan Am BA Kantin Senpi aga asha Tk siatif Kotapra surabaya, Malang, Sol Keaa pula diadakannya musyawarah inti Ketan aa
2, 0, Semarang, Jokya, Bandung, Palembang, Maka
714
Banjarmasin, sada keputusan.
Erulaan bulan Ay
'Kotapraja-kotapraja seluru
'tusan-keputusan pok:
rahan wewenang pemerin bangan keuangan yang sesuai mempertahankan UU No.
didesas-desusk:
krasi terpimpin kan keterangan a sekarang telah menu yang Yuas, yalah al daerah tingkat II se-Jawa membela UU No. 1/57. Karena itu dengan diromba'
sedang Medan yang tidak hadir menyatakan tunduk Musyawarah inti ini diadakan di Tretes pada pergustus yl. Dan sebagai pelaksanaan dari konferensi h Indonesia di Solo, yang mefghasilkan kepuok: Dilaksanakan UU No. 6/58 tentang penyetahan umum, dilaksanakannya perimdengan kebutuhan daerah dan tetap 1/57 yang pada waktu itu sudah an bahwa UU No. 1/57 bertentangan dengan demodsb. Segera sesudah secara agak kongkrit didapatdanya perubahan terhadap UU No. 1/57 dan yang jadi kebenaran dapat diwujutkan adanya front kan diselenggarakannya kembali musyawarah antar Timur untuk mempertahankan dan knya UU No.
(57 pasti akan membangkitkan aksi-aksi yang luas yang justru melahirkan front persatuan yang luas yang bisa meliputi semua golongan dan aliran di-daerah-daerah. Demi demokrasi kami usulkan supaya Kongres ini mengeluarkan resolusi mengenai hal ini.
Di-dacrah-dacrah mutlak Partai pada umumnya selalu menempuh jalan persatuan untuk memperoleh kebulatan suara dalam memutuskan'suatu sikap. Hal ini mendidik kader-kader Partai untuk dapat bersikap memberi dan menerima atas dasar saling-menguntungkan.
Pengalaman ini sangat berharga, yaitu bahwa langgam kerja yang baik, telaten dan sabar, setapak demi setapak mendorong fikiran-fikiran yang maju betapapun kecilnya. Partai dapat berhasil mengalahkan usaha-usaha yang reaksioner dari golongan kanan dalarn kekuatan tengah, yang memecah persatuan, menimbulkan beberapa ketegangan dan mau mengadu-dombakan alat-alat negara dengan Rakyat.
Tetapi pengalaman yang baik itu belum merata disemua daerah, terhadap kekuatan tengah tidak sedikit kader-kader Partai yang masih bersikap kaku, subyektif, kurang dapat membedakan antara kontradiksi yang pokok dan non-pokok, kalaupun sudah ada hubungan
tidak bersifat kontinyu atau masih sering menilai seseorang atas dasar fakta-fakta yang klebatan (sepintas Jalu) dan di-lebih?kan sehingga keliru penilaiannya dan dengan gampang memberikan,,cap”.
Kawan?, begitu juga sekalipun sudah banyak kemajuan tetapi sikap minderwaardig masih juga mencengkam beberapa kader, skhingga sedikit banyak menghambat lancarnya pekerjaan Partai untuk bersatu dengan kekuatan tengah, meskipun syarat?nya sudah
tersedia.
'Umumnya persatuan dengan kekuatan tengah sudah mulai terasa
715
di-dewan-dewan perwakilan, tetapi kurang meluas dikalangan organisasi massa, terutama wanita, dan pemuda. Disamping itu masih juga terdapat kekurangan dalam menggunakan secara tepat situasi yang
baik untuk kerjasama dengan kekuatan tengah. Untuk ini sudah |
barang tentu perlu ada perhatian yang serius, teristimewa dalam menghidupkan bagian front persatuan yang merata disemua tingkat Comite sehingga sangat membantu kelancaran Partai bekerja dalam lapangan front persatuan.
Adalah tepat sekali apa yang disinyalir dalam Laporan Umum CC bahwa berhubung dengan jatuhnya prestise kekuatan kepalabatu sandaran politik imperialis AS untuk sementara tidak lewat saluran kepalabatu yang dikepalai oleh Masyumi-PSI, tetapi membutuhkan komprador-komprador baru dari kalangan kaum tengah. Sinyalemen ini sangat penting tidak hanya bagi kaum Komunis, tetapi juga bagi orang-orang non-Komunis yang berkemauan baik, betapa berbahayanya imperialis AS dalam ahanya memecah-belah front persatuan. Olkh sebab itu menjadi kewajiban kita untuk lebih meluaskan front persatuan guna melawan imperialis AS yang merupakan musuh Rakyat yang paling berbahaya.
Kawan?, kita sedari adanya kekurangan-kekurangan tertentu yang sudah dan akan dihadapi Partai dalam menggalang front persatuan nasional, tetapi sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Umum CC dalam Kongres ini, bahwa didalam kekuatan tengah terdapat golongan kanan, tengah dan ki Dengan jalan terus-menerus mengembangkan kekuatan progresif dan memenangkan golongan kiri dari kekuatan tengah dan berdasarkan garis politik Partai mengenai seluruh kekuatan tengah: Mendorong yang sudah maju, "menarik yang bimbang dan membangkitkan yang masih terbelakang — memberikan keyakinan dan antusiasme kepada kader-kader Partai tentang terbukanya kemungkinan syarat-syarat untuk tercapainya penggalangan front persatuan nasional yang lebih: baik, front persatuan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah. Untuk itu adalah penting sekali menggiatkan aksi-aksi massa dan mengkombinasikan aksi-aksi massa dengan pekerjaan di-dewan-dewan perwakilan.
Kawan-kawan, juga dilapangan kebudayaan mulai tumbuh front persatuan yang luas dibeberapa daerah misalnya di Surabaya sejak setahun yl. telah dibentuk front seniman Surabaya dimana tergabung segenap potensi seniman dan organisasi-organisasi kebudayaan/kesenian Sura.
baya, baik dalam bidang senilukis, senitari, musik, kerawitan dan lain2nya, dari seluruh aliran masyarakat seniman dengan nama Majelis Musyawarah Kebudayaan Surabaya.
Front seniman ini dalam usaha2nya bekerjasama dengan pemerintah daerah dan jawatan-jawatan lainnya, baik sivil maupun militer.
716
Usaha?nya selama ini adalah: mengadakan lomba delan aan elajar, festival senidrama antara pelajar, mengadakan aksi P ntang hulla hoop secara berhasil, mengadakan simposion tenaa pergaulan nasional dengan menarik golongan intcligensia, abah wal lyah Balai Pemuda Surabaya dengan mengganti lukisas san kolonial dengan lukisan-lukisan kreasi pelukis? Surabaya, ' mengadakan kegiatan tahunan untuk melaksanakan program perasa A ih daerah dilapangan kebudayaan dan kesenian, mengadakan ab nbaan poster 17 Agustus 1958 se-Jawa Timur untuk memau Sani kembali penuangan semangat 17 Agustus dalam bentuk
bangkit
eni pos: Dea aa Ag 2
E Kaya berdasarkan uraian kami ini, kami nyatakan persetu:
juan kami terhadap Laporan Umum CG termasuk bagian?nya yang Aa kami tinjau diatas yaitu yang ber judul mmemperbaiki pel er jaan front nasional dan memencilkan lebih lanjut kekuatan kepalabatu”.
Hidup PKI!: £
Hidup Front Persatuan Nasional! (tepuktan,
717
endalam, dan lebih merata Kerjabakti, kerja sepi ing pamril me ing gawe itu, Kerjabakti dengan huruf-huruf besar ini, lebih menguntungkan bagi Masyarakat, Rakyat, Partai dan oknumnya diri.
Kawan-kawan. P
Dalam pengantar yang saya sebut tadi, Kawan Aidit mengajak kita mengheningkan cipta bagi putera-putera terbaik dari tanahair dan pahlawan-pahlawan yang tercinta, ajakan sebagai salahsatu segi penyimpulan pada uraian yang singkat-padat tentang perjuangan dan kepahlawanan putera-putera umatmanusia yang terbaik itu.
Andaikata saya menguasai palet dan.kanvas, atau menguasai piano dan biola, betapa menjiwainya perjuangan dan kepahlawanan itu, untuk karya-karya yang besar. Akan tetapi saya sedih, karena saya tak mampu melukis atau menyusun lagu. Tetapi saya girang | juga, karena dalam barisan kita terdapat seniman?, yang selain dapat menyumbangkan tenaganya pada Kongres kita ini, juga "akan dapat memperkaya khazanah seni Indonesia dan seni Komunis dengan lagu-lagu dan lukisan-lukisan yang dijiwai kepahlawanan putera-putera umatmanusia, yang Kawan Aidit ajak kita semua untuk menghormatinya. (tepuktangan).
Saya kemukakan hal ini karena, pertama, saya yakin akan kemampuan kawan-kawan seniman kita, kedua, karena menurut hemat saya, khazanah yang demikian akan menambah kesatuan jiwa kita, dengan pahlawan-pahlawan itu, dan last but not least, khazanah itu, khazanah demikian pasti dapat membantu memelihara jiwa kepahlawanan itu. Menurut hemat saya semuanya itu akan tetap dibutuh-
£ kan dalam perjuangan kita selanjutnya.
sebagai orang Komunis, sebagai manusia. (tepu Kawan-kawan,
Masih tetap dalam bidang pengantar ke Laporan, mengenai tugas-tugas kita selanjutnya saya sepenuhnya mendukung penjelasan yang berbunyi:
»Sekarang kita menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang lebih berat. Makin bertambah besar kepercayaan yang diberikan oleh Rakyat kepada Partai, makin berat kewajiban dan tanggungjawab yang dipikul oleh tiap-tiap anggota Partai. Persoalan-persoalan yang dihadapi Partai makin
elik.
3 »Dilapangan politik luarnegeri kita harus lebih sungguh-sungguh lagi melanjutkan politik anti-kolonial dan cinta-damai, sedangkan dilapangan politik dalamnegeri kita harus terus memperjuangkan supaya lebih banyak hak-hak politik berpindah ketangan Rakyat pekcrja.” Demikian Kawan Aidit dalam pengantar Laporan.
Menurut pendapat saya peringatan dan canang ini amat penting sekali kita goreskan se-kuat?nya dalam hati, otak dan peker-
PIDATO KAWAN WIKANA
' (Yogyakarta)
Kawan-kawan pimpinan dan
ya mempelajari
Laporan ini akan
Dalam pengantar ke Laporan CC Kawan Aidi y p t y C Aidit menyatakan, banya Ke ai sangat penting untuk dikembangkan se- Saya sepenuhnya menyokong penda, at i Kerji i 1 akan mengeratkan hubungan panca Paha nabi ln ' ab ar amal kepada Rakyat, selain mendorong maju kesenian Kakyat, selain meluaskan anggota dan organisasi Partai serta menggiatkan pendidikan dalam Partai, selain dan selebihnya dari Bm itu, khusus dalam pendidikan dalam Partai, Kerjabakti itu akan melatih setiap anggota Partai, setiap oknum dalam Partai, bekerda untuk masyarakat, untuk Rakyat dan untuk Partai, dibawah slogan yang dalam bahasa Jawa berbunyi: Sepi ing pamrih rame ing gawe. Inilah Kerjabakti. (tepuktangan). Lebih meluas dan
718
jaan kita.
2 Kita goreskan anti-kolonialisme internasional proletar, kita goreskan
, cinta-damai dan setiakawan p 1 patriotisme, kita k -
KO pertalankan Yang ada dan perjuangkan Sapa ebi ar 2 ak-hak politi ah ketanga Raky Crdi 5
Tg Pp ah ketangan Rakyat pekerja. (tepuk-
Selanjutnya saya sepenuhnya menyokong dan menyetujui dua
tugas pokok Partai, 4 s y kok da y King Da Key noah Pokok dan tujuan pokok dari awar
Pe ian Pen nan yang saya kemukakan pada permulaan 2 Ini, saya ing engaci inji istil Ba g g rinya dengan meminjam istilah-istilah
Mari kita berjalan dengan du
a kaki. (tepuktangan).
720
PIDATO KAWAN MUSAYID (Wakil Sekretaris CDB PKI Jawa Tengah)
Kongres yang tercinta,
Kawan? Presidium,
Memperkuat persetujuan Delegasi Jawa Tengah terhadap 3 dokumen penting: pertama, Laporan Umum Kawan Aidit, kedua, Laporan Tentang Perubahan Konstitusi oleh Kawan Lukman, ketiga, Laporan Tentang Perubahan Program oleh Kawan Nyoto, yang sudah dikemukakan oleh Kawan Rewang, perkenankanlah saya menyampaikan sambutan, khususnya mengenai Konstitusi Partai sekarang yang pengantarnya disampaikan oleh Kawan Lukman.
Ada yang mengira, bahwa dalam naskah Perubahan Konstitusi Partai yang sekarang ini tidak terdapat perubahan-perubahan penting jika dibandingkan dengan Konstitusi Partai hasil keputusan Kongres Nasional ke-V. Pendapat ini benar dan sekaligus tidak! Dalam Laporan Umumnya Kawan Aidit menegaskan, bahwa pembaharuan Partai tidak berarti membikin,,Partai baru” bahwa Partai kita adalah tetap Partai tipe Lenin. Jadi, prinsip-prinsip Leninisme dilapangan organisasi yang sudah diletakkan dalam Kongres Nasional ke-V memang tidak akan berubah dan persetujuan aklamasi Kongres terhadap Konstitusi kita sekarang ini menunjukkan, bahwa tak seorangpun diantara kita yang berniat merevisi Partai tipe Lenin, Partai yang oleh sejarah perkembangan masyarakat ditakdirkan membebaskan kemanusiaan. Tetapi, justru Partai yang begini inilah yang, sebagaimana dinyatakan Kawan Aidit, harus senantiasa memperbaharui diri, agar selamanya dapat memimpin keadaan.
Pembaharuan ini dan penyempurnaan-penyempurnaan yang penting banyak kita jumpai, baik dalam preambul maupun dalam fasal-fasal Rencana Konstitusi baru, yang menurut pendapat kami sudah mencerminkan pengalaman-pengalaman baru yang kaya sejak Kongres Nasional ke-V.
Kawan-kawan,
Saya ingin memberikan tekanan pada dua aspek pokok saja dari Rencana Perubahan Konstitusi ini, yang berhubungan dengan pelaksanaan garis massa dan pelaksanaan prinsip-prinsip sentralisme-demokratis. 2)
721
Kawan Aidit dalam Laporan Umumnya mengemukakan, bahwa selama masa antara Kongres Nasional ke-V dan ke-VI, bersamaan
dengan makin majunya gerakan untuk kemerdekaan nasional yang penuh dan demokrasi dinegeri kit ubahan-ubahan yang besar, telah berkembang meluas keseluruh negeri sedang dibeberapa pulau juga sudah mulai mendalam dan berakar.
Dilihat dari jumlah pengikutnya, Partai sekarang dengan pemilihnya yang lebih dari 8 juta sudah merupakan Partai terbesar dinegeri kita. Ini semua terjadi, berkat adanya perpaduan antara kebenaran pimpinan garis dan pimpinan pelaksanaan, disamping faktor-faktor lain, seperti dijelaskan Kawan Lukman.
Sukses-sukses yang kita peroleh selama ini kawan-kawan, baik dalam pekerjaan massa dan dalam pembangunan Partai, dalam batas-batas tertentu memang dapat menimbulkan kecenderungan-kecenderungan? puasdiri, kekendoran disiplin, birokrasi dalam langgamkerja dan sejumlah pernyataan subyektivisme lainnya. Timbulnya kecenderungan birckrasi dalam langgamkerja dimungkinkan antara lain, karena pelak- Sanaan garis massa dalam pekerjaan Partai masih belum secara konsekwen dijalankan.
Kawan-kawan,
Hampir 3 tahun yang lalu, Kawan Teng Siau-ping, Sekjen PKT dalam Kongres ke-8 PKT, mengatakan, bahwa garis massa bukanlah masalah baru dalam pekerjaan Partai Komunis Tiongkok. Walaupun begitu, kata Kawan Teng Siau-ping, masalah itu masih perlu dijelaskan dengan tekanan. Rasanya Kawan Teng Siau-ping tidak hanya berbicara untuk Tiongkok saja. Juga bagi Partai kita garis massa bukanlah soal yang baru tetapi yang senantiasa baru. Garis massa Partai harus senantiasa dipelajari, tidak hanya secara teori dalam Sekolah-sekolah dan Kursus-kursus Partai, tetapi juga' dipelajari, disimpulkan dan dikembangkan terus-menerus dalam gelanggang praktek yang makin kompleks. Kebutuhan ini dicerminkan secara kongkrit dalam fasal-fasal Konstitusi yang baru.
Demikianlah, didalam fasal-fasal yang mengatur kewajiban anggota misalnya, kita menyaksikan adanya penekanan terhadap keharusan anggota untuk menjalankan pengabdian dengan sepenuh jiwa dan raga kepada massa Rakyat, belajar dari massa Rakyat, menjelaskan putusan-putusan Partai pada massa Rakyat, dsb., dsi
Sehubungan dengan ini, juga dalam Konstitusi ditambahkan suatu ketentuan, bahwa anggota? Fraksi Partai dalam Dewan-dewan Perwakilan harus dengan teguh membela kepentingan Rakyat. Pekerjaan mereka dalam Dewan-dewan Perwakilan harus membawa suara dari gerakan massa Rakyat dan membela serta mempopulerkan politik Partai. Anggota-anggota fraksi Partai dalam Dewan-dewan Perwakilan
722
a, Partai telah mengalami per-
33! 2 ilih, sei hubungan-hubungan yang erat dengan massa pemilih, Aan ban laporan kepada massa pemilih tentang SA pekerjaannya dalam Dewan Perwakilan dan LEAN L3 saha mendapatkan saran-saran dan nasehat dari massa pemil z Baeman membenarkan, bahwa kesetiaan memberikan lapor- 1 Bante meminta saran-saran dan nasehat-nasehat dari massa pemilih dalam - ah-ah dan konsultasi-konsultasi politik yang diadakan sampai ke- ea Bap embangkitkan sambutan yang tulus serta Ykepercayaan mas:
AN terhadap Partai kita dan membikin kegiatan peuga 3 25 senantiasa berorientasi kepada kepenan NA Ia aa, laksanakan garis ini bisa mengendorkai SA langgamkerja peigan Fatl Serpernok dat impur bi i iyuis yi k jika sudah demi, timbirokrasi burjuis yang beku. Jika s.
ah ketakutan memberikan tanggungjawab pada masa, KAEUA erasa masih belum banyak yang dikerjakan. Adanya ray 3 KR Bastitusi yang baru ini akan memberikan pelogat Pa EN itik, gari isasi dan garis moral yang akan memimi ker- Bia Haa badan pemerintahan. Tidak diragukan Ta)
ah ketentuan ini akan lebih mengeratkan hubungan Partai PP kentukan juga dalam Konstitusi, bahwa badan-badan pimpinan Partai harus senantiasa Pnemip an aEkan pen gap! Ga aman Beng s i lajari pengalama
'an dan massa anggota Partai, mempelaj ng alaman ya An ik: cahkan persoalannya tepat p:
memberikan bantuan dalam meme i Fegnlann pada y: $ rong berkembangnya waktunya. Ketentuan ini akan mendo: ang merkempanggya | anna i int Partai, akan mencegah timbulnya birokrasi dan 1 Ba Pekenbannya garis massa dalam pererjaan, pimpunAt Agan begitu menjamin adanya pimpinan yang obyektif.
Ta y i 2 yesuaian organisasi Di n sungguh-sungguh menyelesaikan tugas-tugas penyesuaia, 2 man aini Partai, dengan senantiasa mengembangkan: plak sanaan garis massa dalam cara-cara memimpin, pende Ta engan.
melaksanakan langgamkerja yang dirumuskan Kawan ii A daa Laporan Umumnya, yang antara lain dicerminkan jug lam Perubahari Konstitusi, kita pasti berhasil memperbesar daya me - | bilisasi dan daya memimpin dari Partai menghadapi tugas apap' y y akan datang. te:
Hand fasal yang mengatur Kabungan eneet Dana Ta i organisasi Partai bawahan, ditambahkan: 9 Le ag aa Gagariisas bawahan Darus 2 Ke Pep ik: n, mengenai pekerjaannya kepada organis Et Pa na instruksi tepat pada waktunya stang seal yang Aa putusan organisasi yang lebih tinggi. Ini merup:
723
ketentuan baru yang akan memperkuat pelaksanaan sentralisme-/ mengemukakan kekurangan dan kesalahan dalam pekerjaan dan demokratis didalam kehidupan Partai. "berusaha sungguh-sungguh untuk mengatasi serta membetulkannya, menen- Malas memberikan laporan pada organisasi atasannya menjadi tang rasa puasdiri yang berlebih-lebihan dan sikap sombong karena kebiasaan yang jelek, melemahkan sentralisme, memupuk keken- mendapat hasi!2 dalam pekerjaan. Dengan mengemukakan ketendoran disiplin dan akhirnya bisa berkembang kekecenderungan tuan ini dalam rangka kewajiban anggota pasti akan sangat mendodesentralisme. Ini mengancam- keutuhan Partai dan militansi Par- rong dikembangkannya solidaritet dan persatuan didalam Partai tai, makaitu dengan penyempurnaan Konstitusi sekarang kekurang- | "sebagai syarat yang tidak boleh tidak untuk memperbaiki pekerjaan an tersebut harus diakhiri.: Front Persatuan. Pemberian wajib pada setiap anggota untuk men- Selanjutnya, dalam bab yang berhubungan dengan pemenuhan jalankan kritik dan selfkritik sudah pasti akan mengembangkan syarat-syarat sentralisme-demokratis yang pokok, kita melihat ketentuan ' dayajuang Partai dan membatasi sedikit mungkin kesalahan-kesalahan yang baru yang menyatakan, bahwa semua organisasi Partai bekerja atas bisa terjadi. Dengan ini Comite-comite basis Partai harus dibimbing agar Pp memadukan pimpinan kolektif dengan tanggungjawab per- dapat membantu anggota-anggota menunaikan kewajiban Komunis yang seorangan bahwa semua soal yang penting diputuskan sec N bertambah luas itu.
tif, dan bersama dengan itu masing-masing orang diberik: gki Kawan?, untuk melakukan peranannya yang penuh dalam batas yang semesti- Diaturnya hubungan Partai dengan Pemuda Rakyat sebagai nya. Disementara badan kolektif masih juga dijumpai kecon masalah baru dalam Konstitusi Partai merupakan kemenangan yang dongan kolektivitet formil, yakni kerukunan tak berprinsip yang besar bagi Partai sebagai dinyatakan Kawan Aidit dalam Laporan »damai”, Padahal yang dibutuhkan adalah kolektivitet yang mem- Umum. Kesediaan Pemuda Rakyat menjadi pembantu yang setia punyai dayajuang, yang disertai kritik dan selfkritik dan yang men- dan terpercaya dari Partai kita dalam melaksanakan tugas-tugas politik jalankan garis massa, seperti dikemukakan dalam Laporan Umum. membawa konsekwensi dipikulnya secara langsung oleh semua ting- Pelaksanaan ketentuan ini secara konsekwen dalam kehidupan pim- kat Comite Partai tanggungjawab dalam pendidikan Marxismepinan Comite Partai, memperkuat sentralisme-demokratis Partai. Leninisme dikalangan mereka. Untuk menjaga sifat massa dari Kawan?, Pemuda Rakyat, Partai sepantasnya memberikan perhatian antara- Dalam pasal yang mengatur hak-hak anggota ditambahkan ketentuan lain terhadap persoalan kader-kader pimpinan dalam Pemuda Rakyat.
baru, bahwa anggota? Partai dan anggota-anggota yang bertanggungjawab Demikianlah pendapat kami mengenai satudua soal dalam Rendari organisasi Partai yang tidak menghargai hak-hak tersebut (dalam / cana Perubahan Konstitusi Partai.
hal ini hak-hak anggota) dikritik dan di Setiap pelanggaran hak? Kawan?, - anggota merupakan pelanggaran terhadap disiplin Partai dan di- Delegasi Jawa Tengah menyatakan keyakinannya, bahwa pemkenakan tindakan disiplin. Juga ketentuan, bahwa kedudukan dan baharuan Konstitusi ini memberikan kepada kaum Komunis senhak-senhak fraksi Partai dalam Kongres Nasional dan Konferensi Partai jata yang kuat untuk mempertinggi solidaritet, membajakan perdijamin dalam Konstitusi, semuanya itu akan mendorong perkem- satuan dan daya-juang Partai, untuk menjadikan seluruh Partai bangan demokrasi intern Partai. Dan, sebagaimana dinyatakan da- tulangpunggung gerakan massa.
lam Laporan Umum Kawan Aidit, bahwa berkembangnya demo- Kawan?,
krasi didalam Partai akan memperkuat sentralisme Partai. | Terhadap Kongres kita ini, saya ingin menyatakan perasaan Selain hal-hal yang sudah saya utarakan dimuka, dalam Rencana: ' delegasi Jawa Tengah terhadap dua kenyataan yang mempunyai
Perubahan Kon: ini tanggungjawab anggota diperbesar dengan arti historis.
Pertama: Kenyataan betapa representatifnya komposisi Kongres kita ini, Kongres yang mencerminkan perkembangan merata dan mendalam dari Partai kita secara nasional. Kongres kita adalah Kongres dari putera-putera terpilih dari proletariat berbagai sukubangsa dinegeri kita, penjamin haridepan persatuan nasion dan Rakyat “Indonesia. Inilah juga Kongres dari tulangpunggung semboyan “Bhinneka Tunggal Ika yang kita junjung tinggi.
memperluas kewajiban-kewajiban anggota. Juga pengawasan terhadap laksanakannya disiplin Partai diperkeras. Ini cocok dengan permintaan situasi sekarang dan sesuai dengan motto Kawan Aidit, bahwa makin besar kepercayaan Rakyat kepada Partai makin beratlah kewajiban dan tanggungjawab Partai. i
Salahsatu kewajiban anggota Partai adalah memperteguh solidaritet dan persatuan Partai, melaksanakan kritik dan selfkritik,.
724
£ 725
Kedua: Kenyataan yang mengagumkan, betapa monolitnya Kongres kita ini, persatuan yang begitu padu dan meyakinkan, sehingga 3 dokumen terpenting sudah disahkan dengan aklamasi, demikian juga CC kita yang baru telah kita pilih dengan kebulatan yang meyakinkan. £
Kenyataan-kenyataan yang merupakan sukses besar dari Kongres kita ini membuktikan akan kemampuan CC yang diketuai oleh Kawan D.N. Aidit dalam melaksanakan tugas? Kongres Nasional ke-V dan dalam membuka jalan bagi pelaksanaan tugas-tugas Partai diwaktu yang sesudah Kongres Nasional ke-VI Partai.
. Tidak sangsi lagi, bahwa tugas-tugas yang diberikan oleh Kongres kita yang bersejarah ini akan terpenuhi, Kemenangan Rakyat Indonesia hanyalah soal waktu dan waktu ada dipihak kita.
Hidup Partai kita yang besar!
Hidup Comite Central kita yan inis, y iketuai AA Hap yang Leninis, yang diketuai oleh
PIDATO KAWAN Y. TOMBO
(Anggota CDB PKI Nusatenggara Timur)
Kawan-kawan yang budiman!
Ijinkanlah saya atas nama CDB NTT untuk menyambut Konstitusi baru yang sudah disyahkan oleh Kongres.
Dengan adanya Konstitusi baru berarti Partai mendapatkan cara-cara kerja yang baru didalam lapangan organisasi, politik dan ideologi. Selanjutnya kami akan sampaikan beberapa pengalaman?
dalam menjalankan tugas untuk meluaskan dan mengembangkan Partai.
Sejak terbentuknya Partai, kami telah mengalami usaha-usaha dan percobaan-percobaan dari golongan-golongan tertentu yang mau membendung perkembangan Partai kita. Masyumi antara lain melancarkan propagandanya yang buruk, dimana ia mengatakan, bahwa PKI,,bagi isteri, harta atau kekayaan, dll.”. Hal ini paling ditakuti oleh Rakyat atau massa luas, sehingga mendapat sambutan se-hangat2nya.
Para raja-raja memiliki tanah beratus-ratus atau beribu-ribu ha, ternak beribu-ribu ekor (kuda, kerbau, sapi), emas ber-peti-peti, disamping itu mereka mempunyai juga isteri dan gundik ber-puluh-puluh orang.
Memperhatikan keadaan masyarakat didaerah Nusatenggara Timur, dan dilihat pula dari komposisi klasnya, dapat dikatakan bahwa sisa-sisa feodalisme masih sangat berat, disana raja?nya berkuasa penuh sampai turun-temurun. Hal ini berlaku hingga sekarang.
Selanjutnya ditempat kami masih terdapat tindakan-tindakan sebagai berikut:
1. Tindakan pemecatan dari Gereja-gereja terhadap anggota?nya yang masuk PKI.:
Tindakan ini memang sudah kita protes disamping memberikan keterangan-keterangan kepada massa, bagaimana sikap kita terhadap
agama. Partai dan agama masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Partai menjamin kebebasan beragama.
727
begitu laku lagi dikalangan massa.
Rakyat.
luas untuk menentang dan mei Ikanny Buktinya benar Sesal anang
tersebut. Berkat usaha-usaha kita politik Front Persatuan Nasional kita dalam menyelamatkan
Nusatenggara Timur dapat digagalkan El itu dapat berlaku Hi y ingga makin nyata kepada Rakyat teristimewa kepad IA pad: 1 pada Pemementah, bahwa PKI bekerja dan berjuang untuk kepentingan Peraturan Peperpu dikeluarkan y y 'erat Pep yang melarang adanya organisasi-organisasi Dewan Banteng, Di dah Kran De 3, Dewan Garuda, Dewan Gani adalah kemenangan yang besar bagi Rakiat h ya di Nusatenggara Timur dan Indonesia bada Ben 33 Dulu Permesta dapat memperlakukan kita se-wenang-wenang, meng- Ur, mengikat dan menyiksa kita, tetapi sekarang kita mengikat. Selain dari itu ada lagi satu peristiwa, iai isti a g1 satu peristiwa, yaitu peristiwa Dr. Y.P.
Kuiper warganegara Belanda yang bekerja pada ia
2. Fitnahan dan tuduhan-tuduhan yang keji terhadap PKI masih terus: menerus dilakukan atau dilancarkan sekalipun sudah tidak
Orang-orang yang melancarkan fitnahan dan tuduhan?
sudah tidak ada harga lagi dimata Rakyat, Seperti Or yang pada pemilihan umum yang lalu terpilih menjadi wakil Rakyat dipusat maupun didaerah tidak pernah menunjukkan bukti perjuangannya sebagai wakil Rakyat dan berguna bagi
Proses pembentukan Permesta di NTT i i i:
H mulai dari persiapan '
Papa kepada pembentukannya mendapat Pelan Haa protes-protes dari Partai, yang memperingatkan Pemerintah dan massa
4. Pemuda-pemuda yang dikendalikan oleh elemen-elemen reaksi
untuk menghilangkan wakil Pemuda Rakyat Pa dalam BKSPM (Badan Kerja Sama Pemuda Militer) dengan alasan »Pemuda Rakyat berbau Komunis” dapat digagalkan maksudnya oleh Partai. Propaganda?nyapun tidak mendapat sambutan dari masyarakat atau massa Rakyat. Hal ini berlaku karena aktifnya Partai kita dalam mempertinggi kewaspadaan nasional dan menggalang Front Persatuan Nasional, dimana ' kita ajak beberapa Partai demokratis serta berunding untuk mendesak Pemerintah agar menolak maksud persatuan Pemuda-pemuda 2 bersama dengan golongan-golongan - kratis dan kewaspadaan nasional yang makin dipertuangi Ea
Republik Proklamasi 17 Agustus 45, kekuatan Permesta di
» karena gigihnya perlawanan-perlawanan kita, serumahsakit di Nusatenggara Timur yaitu di Sumba. » Dia sangat mengejutkan Sumba, karena perbuatannya yang menghina perjuangan Rakyat Indonesia dalam kampanye Pembebasan Irian Barat. Ia merobek-robek poster Kampanye Pembebasan Irian Barat, dengan mengucapkan kata-kata yang kasar, dimana ia tidak mengakui adanya,,penjajahan atau penindasan” Belanda di Irian Barat.
Perbuatan-perbuatan inipun kita tentang dengan membuat pernyataan-pernyataan yang diikuti oleh beberapa partai dan organisasi massa untuk memprotes agar bangsa Belanda tersebut diusir dari Indonesia.
Benar, kini ia sudah angkat kaki pulang kenegerinya.
. Di Nusatenggara Timur selain dari kekuasaan feodal, masih ada juga sisa-sisa penghisapan perbudakan dan masih tebal sekali, dimana klas raja-raja atau bangsawan masih mempunyai budak sampai-sampai duapuluh orang (terdiri dari laki-laki dan perempuan).
Segala apa yang terscbut diatas merupakan soal-soal yang menghalangi Partai pada waktu Partai mulai bertumbuh.
Partai tetap giat dan berusaha serta bekerja dan berjuang dengan tidak kenal lelah, memperjuangkan perbaikan nasib Rak-
| yat dimana Partai telah berhasil menunjukkan bukti didalam mem- | bantu kaum tani yang dulunya pada Pemilihan Umum menjadi
anggota Parkindo dan PNI, menuntut mengenai perlakuan Pemerintah yang mengusir dan membongkar rumah Rakyat tanpa perundingan, serta memakai tanah-tanah kaum tani untuk pembangunan.
Perjuangan Partai berhasil, dimana Pemerintah bersedia untuk mengganti kerugian kaum tani tersebut. Hal yang lain lagi yalah amal Partai kepada Rakyat, yaitu Partai membantu orang-orang yang oleh Pengadilan Negeri dijatuhi hukuman, karena melanggar peraturan Pemerintah menebas hutan larangan. Achirnya orang-orang tersebut bebas dari tuntutan, sedang hutan itu tetap dipergunakan untuk diperkebuni. Dengan hal-hal yang tersebut diatas tambahlah keyakinan Rakyat, bahwa PKI benar-benar memperjuangkan nasib Rakyat.
Oleh karena kekuasaan raja, masih tetap berlaku, sehingga baru-baru ini ada seorang raja yang membunuh seorang tani dan menggantung mayat petani tersebut lebih daripada 2 X 24 jam.
Hal ini melanggar peri kemanusiaan sebagai dasar Negara dan menyakitkan hati.
Meskipun begitu terhadap raja itu tidak diambil tindakan yang setimpal dengan perbuatannya.
Hal itu berlaku karena ia mau merampas tanah-tanah kepunyaan kaum tani tersebut dengan mengatakan bahwa tanah itu adalah miliknya.
729
Partai mendesak kepada Pemerintah (Penguasa Perang Daerah), agar kepada raja tsb diambil tindakan tegas dan dihukum sesuai
dengan perbuatannya.
Atas perjuangan Partai mayat sikorban dan tawanan-tawanan lainnya
segera diserahkan kepada familinya untuk diurus selanjutnya.
Dengan ini yakinlah Rakyat, oleh golongan-golongan tertentu terhadap PKI adalah
mendapat kedudukan.
Rakyat tahu bahwa mereka itu menjadi jembatan. untuk
orang-orang yang rakus kedudukan.
Jadi dengan berbuat amal kepada Rakyat yang berarti tiap-tiap s menempatkan kepentingan Partai diatas
anggota Partai haru kepentingan pribadi berdasarkan Konstitusi Partai untuk memperjuangkan perbaikan nasib Rakyat atau kebutuhan-kebutuhan yang urgen dari Rakyat, berarti belajar dari massa dan dikembalikan kepada massa, yang dengannya garis massa dilaksanakan.
Makin lama makin bertambahlah perhatian Rakyat kepada Partai kita. Dulu Partai kita ditakuti bagaikan momok, kini Partai dicintai, sehingga kini Partai sudah berkembang dan anggotanya sudah banyak.
Mengenai pendidikan disini kami nyatakan, pengalaman-pengalaman kami didaerah N.T.T., yalah antara lain sukar mengorganisasi kursus?
Partai. Meskipun banyak rintangan-rintangan, tetapi pada umumnya pendidikan dilakukan, hanya belum merata.
Lain hal lagi yang perlu kami kemukakan disini yalah, sebagaimana pemuda kita telah menyatakan dan memutuskan, bahwa ia adalah pembantu yang setia dan terpercaya dari Partai, maka organisasi pemudapun, yaitu Pemuda Rakyat, berkembang sampai di- Pelosok-pelosok kepulauan Indonesia dan sampai juga di Nusatenggara Timur, walaupun pengorganisasiannya belum sempurna disebabkan oleh karena kurangnya kader-kader yang telah mendapat pendidikan khusus untuk pemuda.
Selanjutnya, mengenai organisasi wanita yang sudah mendapat |
tempat dan berkembang di N.T.T., kami mengharap agar wanita-wanita dari N.T.T. dapat diikut-sertakan dalam kursus khusus untuk wanita, skhingga dapat mengkonsolidasi organisasi wanita. Yang menjadi sebab kami usahakan dan harapkan demikian itu, karena dibeberapa daerah di N.T.T. masih berlaku kawin paksa, yaitu perkawin-
730
bahwa segala apa yang dilancarkan
bohong belaka, bahkan sebaliknya merekalah yang menunggangi Rakyat untuk
nita yang belum kawin karena tuntutan adat dan karena kemauan var 1
ang tuanya yang harus dipenuhi 'oleh laki-laki yang meminangnya.
orang £
mpamanya kalau rang k sangguy embayar belis dalam kalau seo tidak sanggup membaya beli rkawinan itu, maka belis itu dibayar secara mencicil sampai
habis, karena belis itu adalah Kena yang, tetap ditunti 1 ii y inggal. Selagi belis belum « valaupun orangnya sudah meninggal. S'. belur Pa ia harus tinggal dirumah mertua yang berarti kawin masuk Kalau sudah selesai baru ia pindah rumah sendiri.
y s i y kan banyak wanita
Kar hal-hal yang tersebut diatas menyebabkan | nyak. 2 ti Kah men bunyat Pati dan banyak laki-laki tidak punya ae mati 3 n umurnya sudah lanjut, bahkan ada yang nan igotong siang kubur tidak pernah merah apa arti Ba Ea Ya tlu kami sorotkan lagi yalah mengenai pet yala Maa tidak langsung ng akan Panama Umpama: Seorang pemilik budak aki-laki Aa anta a a bantuan, segera mengadakan perundingan gal Ba pelik budi santa, Kalau Damn andAn pemulis 2 ita dis i dibayar oleh pemilik budal budak wanita disanggupi untuk POlelapemalia Iaaa k wani ya kerumal tsb., maka budak wanita itu diantar Oa Buana Kerumah er budak laki-laki dan dikawinkan dengan budal ae dari pemilik budak wanita tsb. Katanya: 2 Ba ben sa karena dengan pindahnya budak wanita itu ia kekurangan tenaga.: $ “3 Demikianlah hal-hal yang berlaku didaerah N.T.T., sehingga dengan itu menuntut kepada seluruh anggota Partai untul BTA perjuangkan, agar hal-hal yang tersebut diatas sedikit demi, sedil itiadakan, karena menghambat kemajuan. 9 HA Ge er an dengan keuletan Partai yang sudah teruji hal-hal ini dihilangkan dengan ber-angsur-angsur. $ £ Saka malin hari makin sadar Ola Bengalaman Aya Kanan!
i dengan demikian sekali kelak,,Pemerintah Haa Mara dimana Rakyat bebas dan lepas dari belenggu Bean hal-hal yang tsb. diatas, dimana ada kegiatan-kegiatan as membendung PKI, yakinlah kita bahwa Partai tetap Perkam ang sehingga tidak ada lagi satu tempatpun yang tidak aa PK Pa ah Semakin Partai dibendung, semakin ia berkem bang ak dipukul, semakin membaja, satu hilang,. seratus bahkan SG ar yang budiman. Begitulah pengalaman-pengalaman kami dalam kuk: didaerah kami. 1
Maa kana Mu Sipakta Sulawesi dll. tempat menghadapi sisa-sisa,,PRRI”-Permesta- maka yang kami hadapi kini yalah tuan-
731
tanah feodal dengan rupa-rupa bentuk penindasannya. Tidak semuanya kami nyatakan disini.
Kami berbangga, karena Permesta didaerah kami dapat
digulung oleh karena persatuan yang bulat dan perjuangan yang
teguh berdasarkan kerjasama antara Tentara dan Rakyat, maka satu kali kelak asal ada persatuan klas-klas tertindas yang dipimpin oleh klas buruh, maka tuantanah-tuantanah feodal dapat ditiadakan di N.T.T., tanahnya dapat dikerjakan oleh kaum tani dengan tidak Pn ajar upah atau sewatanah. A idup Partai Komunis Indonesia yang jaya, Partaini a buruh yang teruji dan terbesar! Pa aral PNeafUp perjuangan Rakyat untuk Indonesia yang merdeka dan Sekali kelak penindasan tuantanah-tuantanah feodal di lenyap dari muka bumi. PA
Sekian dan terima kasih.
732
PIDATO KAWAN LALU BRATAYUDA
(Wakil Sekretaris CGDB PKI Nusatenggara Barat)
Kawan-kawan yang kami cintai,
Per-tama-tama izinkanlah kami untuk menyampaikan rasa terima kasih kami kepada CC PKI yang mensyahkan kami sebagai utusan dari NTB untuk selanjutnya dapat hadir dalam Kongres yang besar dan mulia ini.
Sebagaimana kawan Sekretaris CDB PKI Nusatenggara Barat telah menyatakan persetujuannya atas Rencana Tesis, Rencana Program dan Konstitusi Partai, maka sayapun demikian. Saya akan memberikan pandangan umum saya atas pidato Kawan Nyoto tentang Rencana Program Umum dan Program Tuntutan PKI.
Bagian Program Umum mulai bagian pertama sampai bagian kesepuluh sudah terlalu jelas. Yang akan saya garisbawahi terutama tentang sistim demokrasi yang dikehendaki oleh Partai dan betapa tugas Demokrasi itu, yaitu Demokrasi Rakyat dalam melaksanakan perubahan? Demokratis dan perubahan Ekonomi Nasional.
Dianalisa sampai ke-akar2nya berdasar keadaan yang kongkrit dan obyektif dinegeri kita maka sistim Demokrasi Rakyatlah yang dapat membahagiakan Rakyat Indonesia dibandingkan dengan demokrasi apapun ciptaan burjuasi. Sebagaimana dikatakan olkh Program bahwa Demokrasi Rakyat adalah perlu karena dengan Demokrasi semacam inilah yang akan dapat dukungan dari Rakyat yaitu ber-juta-juta kaum buruh, ber-puluh-puluh juta kaum tani serta burjuasi kecil kota, kaum intelektuil, burjuasi nasional, ningrat yang maju dan elemen-elemen patriotik umumnya.
Jadi dalam Pemerintah Demokrasi Rakyat nanti akan berkuasa Rakyat dan akan menjalankan perubahan-perubahan demokratis, dan sekaligus pemerintah itu akan menjalankan diktatur atas musuh?
Rakyat. Pokoknya Pemerintah Demokrasi Rakyat itu nanti akan menjalankan perubahan-perubahan ekonomi Indonesia, hubungan Agraria dan Pertanian, perubahan dibidang Industri dan perburuhan, kebudayaan dan politik luarnegeri sesuai dengan kehendak vital Rak-
733
yat Indonesia dan dengan demikian sekaligu. yi | an u 1 's menciptak y
Saudi ke Sosialisme dinegeri kita. Sea Gen pag Ba dara 5 an menggarisbawahi politik luarnegeri yang kelak akan diayal ia Aa oleh Pemerintah Demokrasi Rakyat. Sekarang Fi kawanal Lala Ar Petaka supaya kekuatan tengah konsekwen mena alanka itik luarnegeri yang bebas dan aktif, tetapi keniata.
Aaankan po negei g beb Ya f, tetapi kenyatapanya" Te ana kurang aktif umpamanya menjalankan Kaum burjuasi yang mem
£ egang mereka “datang 'kedacrah-daerah, Hata Pen ania Imenyebut-imenyebut soal-soal memilih blok. Katanya mereka tidak Paelin lok pa yang mereka kata-katakan blok Rusia atau blok An ika, adahal kalau diteliti hakekatnya mereka menjelekkan » Peti Dena ai Sean apa yang pernah dicanangan 2C bahwa soalnya bukan memilih blok tetapi mendiz. "
Dalan poltk Insrneger yang menguntungkan R: Maa ag ni sudah terang kawan-kawan, mentiel. i can blok Rusia adalah sama dengan Mae BSI Danaakan arti memusuhi blok sosialis yang menyokong Internasional mengenai Irian Barat. h. yang digariskan oleh program politik Bebas dan Aktif yang ant damaian dunia yang abadi, yaitu p Er dengan semua Negara at guntungkan dan crsamaan yang sepenuhnya”, adalah suat skin Bala Akan menurunkan Rakyat au Tan Pan Ba awan", mengenai program khusus atau y 1 g i 2 £ a ogram t a
BS bahwa program itu an anak kandung PA al Pantai u,..karena itu tak dapat di-pisah2k:
Gani Pa era hak kandang dari Degan Sma Mai utan adalah alat yang ampuh bagi Rakiat a dalam persiapan-persiapan bagi kyat In 3 Aa Be nana 6 gi Rakyat Indonesia dal. i Dapat g sia dalam menghadapi ma:
n ya penting, dalam rangka menyelesai kontradiksi antara Raky Ba Na apadane dar fe | si a yat Indonesia d i dalisme. Program tuntutan PKI MAAN Kanan Patas akyat Nusatenggara Barat, k:
butuhan yang vital merek:
penghapusan IGO atau kalau sesuai benar den jumlah
Pemerintah pusat, kalan a mengadakan ceramah-ceramah,
734
dalam tempo cuma dua jam. Hal itu tentu rena Rakyat telah berkuasa atas diri mereka, ak, mengayah, roban, d dsb., tidak mengbek:
dimana.panc ikat mereka lagi.
Pelaksanaan dari otonomi tingkat 3 adalah perlu justru Rakyat
menuntut kemajuan-kemajuan didalam segala lapangan, dan dengan demikian segala sesuatu yang direncanakan dapat diselesaikan dalam
waktu yang singkat dan gembira. Lebih-lebih didalam keadaan yang
sekarang ini masih banyak daerah-daerah yang belum melakukan pemilihan umum dacrahnya termasuk Nusatenggara Barat baik tingkat
I, dan tingkat II, maka pelaksanaan otonomi tingkat III dari
bawah adalah sangat perlu dengan melalui pendahuluan (memilih
kepala desa) umpamanya.
Pasal 15 dari program tuntutan PKI adalah wajar dan sesuai pula dengan harapan Rakyat Nusatenggara Barat, tanpa pemecatan pengkhianat-pengkhianat bangsa dan kaum kontra-revolusioner yang masih bercokol dalam jabatan-jabatan pemerintah, maka untuk memenuhi tuntutan pokok Rakyat yaitu sandang-pangan akan tetap mengalami kesulitan-kesulitan. Kawan-kawan, Rakyat Nusatenggara Barat menyambut program pasal 40, karena alat-alat perhubungan laut dan darat masih sangat terbatas sehingga hubungan lalulintas laut sering-sering macet.
Mengenai transmigrasi yang diungkapkan dalam pasal 29 dari program tuntutan dapat saya terima sepenuhnya, karena daerah yang luas tetapi baru saja mempunyai penduduk k.I. 2 juta adalah sangat pincang dalam pengertian perekonomian dan pembangunan daerah.
Kawan?, bagian hak-hak demokrasi untuk perbaikan nasib, perbaikan ekonomi, saya berpendapat bahwa pasal-pasal itu sangat membantu kader-kader daerah terutama dalam membimbing kaum tani untuk memperbaiki nasibnya karena kaum tani didaerah Nusatenggara Barat mengalami penindasan tuantanah dan sisa-sisa keterbelakangan fcodalisme yang sangat berat. Pokoknya kawan-kawan. bagi kader-kader Partai baik yang bekerja didalam lembaga-lembaga demokrasi seperti DPRD?
program ini adalah pedoman yang utama.
Bagi kader-kader Partai yang bekerja dikalangan kaum buruh dan tani program ini merupakan penyuluh bagi mereka diwaktu mereka
735
memimpin aksi-aksi se-hari-hari. Achirnya, saya serukan:
Hidup Kongres Nasional kes PET ya bai Pap Front Nasional!:
idup Internasionalisme Proletar!
Hidup Kawan Aidit! sa
PIDATO KAWAN ISMAIL
(Aceh)
Kawan?,
Atasnama delegasi PKI Aceh, saya menyatakan dapat menerima
Rencana Perubahan Konstitusi PKI yang diajukan oleh Comite 3 Central PKI didalam Kongres Nasional Ke-VI PKI. 8-| Adanya perubahan? Konstitusi ini sekali lagi membuktikan bahwa $ Partai kita makin hari makin dewasa, dan telah dapat memper- 1 gunakan pengalaman-pengalaman selama masa antara dua Kongres secara 21 tepat untuk memakukan hasil-hasil yang telah dicapai dan merumus- “3 kan tugas-tugas baru yang harus dikerjakan untuk memperkuat, mem- | perluas dan memperbaharui Partai. | Dalam memberikan sambutan terhadap Rencana Perubahan 3 Konstitusi ini ingin pula kami mengemukakan beberapa persoalan 2 yang kami anggap perlu mendapat sorotan. | Mengenai perubahan,,Program Umum” menjadi,,Pream- |
bul” menurut pendapat kami tepat sekali, karena dengan perubahan # ini bisa menghilangkan kekaburan yang mungkin timbul antara Pro- UI gram PKI dengan Program Umum Konstitusi. Disamping itu bebe- 4 rapa perubahan didalam,,Preambul” ini dibanding dengan,,Pro- |
gram Umum” Konstitusi yang lama, menurut pendapat kami lebih jernih dan lebih sempurna baik dari segi teori maupun dari segi politik dan organisasi. Misalnya saja, dalam program umum. yang lalu didalam alinea 2 dikemukakan,,seluruh pekerjaan PKI didasarkan atas teori Marx, Engels, Lenin, Stalin dan fikiran? Mau 'Tse-tung serta Koreksi Besar Musso”.
Rumusan ini banyak sekali menimbulkan perdebatan-perdebatan yang tidak perlu didalam Partai diantara apa yang dinamakan dengan teori Stalin dan fikiran Mau Tse-tung dengan teori Marx dan Lenin.
Dengan adanya perumusan seperti sekarang ini, dari segi teori telah menjadi terang bahwa yang teori Marxisme-Leninisme sudah mencakup semuanya termasuk pengembangan-pengembangan dan kekhususan-kekhususan dari keumuman yang telah dirumuskan oleh Marx dan Lenin. |
Mengenai dicantumkannya tanggal lahirnya PKI dan kedudukan PKI sebagai penerus perjuangan yang heroik Rakyat Indonesia,
7387
736
/ 738
kami anggap juga merupakan suatu penambahan
kami ingin mengemukakan beberapa hal kami perlu mendapatkan penekanan-penekanan yaitu
Mengenai perubahan didalam Bab-bab dan Pasi Kennting, yang menurut pendapat
Tentang penghapusan Bab,,men il centang pc a 'genai Pengharg: da isiplin” kami anggap tepat sekali, tidak diantarkan (ra Bab yang tersendiri karena kaum Komunis yang membela kan Ba Kakyat, tidak lebih daripada merupakan bagian dari KYat itu sendiri yang seharusnya melaksanakan tu: y (baki, PU, Karta itu, tidaklah Pera alam nstitusi ditonjolkan lagi penghargaan sebagai y 1 Anas, Adanya Bab yang mengatur kubas gan, anta Plt dengan cmuda Rakyat perlu sekali. Dengan demikian, baik Pa maupun Pemuda Rakyat sebagai pembantu yang setia a ngetahui sccara jelas apa yang harus diberik nya kepada Partai dan tugas-tugas apa yare hrus dana iperikanpia kepada & £ Yang harus dikerjakan oleh Kama ega antu mengembangkan dan mengkonsolidasi Mengenai Bab keanggotaan, kami bel otaan, rpendapat bah: anyi Peberapa, perubahan, Yaitu penambahan-penambahan terhadap Ala an hak-hak anggota su cukup tepat, dengan tidak ing kari bahwa didalam prakiek selang ini meh ea eNging 1 li ni masih s i “ bahwa kewajiban dan hak tersebut kurang An peramana, mestinya. Misalnya saja, dalam meningkatkan calonanggota menjadi anggota, di Aceh pada umumnya Syirate yang dimuat didalam Konstitusi belum dapat dipenuhi Aa las Peningkatan calonanggota menjadi anggota masih An asarkan kepada syarat-syarat yang secara umum berlaku didaerah Aceh, yaitu dititikberatkan kepada kesetiaannya kepada Partai dan pengambilan bagian dalam kehidupan Partai, walaupun bagian Yang Mampinya itu belumlah seaktif yang” ditentukan: onstitusi Partai, dan didasarkan pad ii Comite Seksi yang bersangkutan. Hal ini PA PALA Tapa mengingat kesulitan-kesulitan yang dihadapi didalam menggerakan Partai didaerah Aceh dan dalam mengkongkritkan kes Kotaan dan Gegana, Partai. s1 Mengenai soal penanggung, baik sekali dengan diadakanni:
Pe aAn sebagai yang dicantumkan didalam Sanga arang ini. Pengalaman selama ini didaerah Aceh menunjukkan bahwa masih banyak sekali penanggung yang belum ba jadi anggota Partai, tetapi baru calonanggota. Malah untuk mmingka!kan Seorang calonanggota menjadi anggota. Partai, adang-adang aktivitet calonanggota mencari anggota baru dijadikan pula sebagai pertimbangan untuk peningkatannya menjadi anggota Partai. Hal ini merupakan suatu yang'tidak dapat dielakkan dalam waktu yang singkat, karena kebutuhan mengembangkan Partai mengharuskan kita untuk menerima cara-cara yang demikian. Malah tidak jarang bahwa seorang yang baru saja diterima menjadi calonanggota telah ditugaskan memimpin Resort atau menjadi anggota Dewan Harian Subsecom, karena memang secara obyektif dari sejumlah calonanggota atau anggota yang ada ia termasuk seorang calonanggota yang mempunyai kemampuan atau yang mempunyai syarat-syarat. Akibatnya bisa berkembang kedua jurusan, yaitu jurusan yang positif dan jurusan yang negatif. Positifnya, ia bisa berkembang dengan baik, dan negatifnya membikin Partai kurang memiliki pimpinan yang teruji lebih dulu, kurang kuat dalam menghadapi
percobaan-percobaan yang berat.
Mengenai Comite mana yang harus mensahkan anggota, baik
“ ditinjau dari segi praktek maupun dari segi ideologi dan politik kader tepat sekali adanya perubahan-perubahan yang dimajukan didalam rencana ini. Kalau dulu yang mensahkan anggota Comite Seksi sekarang disahkan oleh Comite Subseksi. Ini berarti memberikan pertanggunganjawab yang lebih besar kepada Comite Subseksi dan bisa lebih mempercepat peningkatan anggota Partai. Apalagi di-dacrah-dacrah dimana hubungan antara Subsecom dengan Secom sukar. Dalam praktek selama inipun tidak sedikit anggota-anggota yang ditentukan oleh Subsecom, dan Secom hanya secara formil mensahkannya.
Dengan perubahan ini, berarti Partai kita telah maju selangkah lagi dengan memberikan kepercayaan dan tanggungjawab yang lebih besar kepada Subsecom.
Selanjutnya, kami dapat menerima bahwa didalam Konstitusi ini dimuat ketentuan yang memungkinkan penerimaan kembali anggota? Partai yang telah dipecat dan bahwa masa keanggotaannya nanti dihitung dari tanggal ia diterima kembali sebagai anggota. Pengalaman selama ini di-daerah-daerah menunjukkan bahwa pemecatan terhadap anggota Partai disamping sebagian besar memang melalui pertimbangan-pertimbangan yang obyektif, tapi ada juga yang masih terpengaruh oleh pandangan-pandangan yang subyektif. Bukanlah suatu. hal yang mustahil seseorang yang telah dipecat dari Partai melalui pertimbangan-pertimbangan yang obyektif, melalui proses yang tidak begitu lama, insyaf kembali akan keselamatannya dan secara jujur dan ikhlas mempunyai kesadaran untuk kembali menjadi anggota PKI. Terhadap orang-orang seperti ini Konstitusi sekarang ini telah menjawab problem yang di-
739
20, Sayan agagan
hadapi oleh Comite-comite Partai di-daerah-daerah selama ini, melalui p:
sedure tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu. Dengan demikia pemecatan yang mengandung juga maksud-maksud pendi dapat ditampung oleh ketentuan Konstitusi ini.
ingatkan, bahwa pemecatan adalah be keras didalam Partai. Karena itu
PIDATO KAWAN DITAWILASTRA
(Angkatan '26)
Kawan? Yth., | Nia
1 & an ulia, ra $
Pre San tua yang telah mengikuti perjuangan Er 1 —— 40 tahun setelah mempelajari dan meneliti secara Sck- Ba apa Umum, Perubahan KAA Cam Berupehan ErUi y ikemukakan oleh Kawan? D.N. Aidit, M.H. Lukkran Naa Peang any telah disahkan oleh Sidang Kongres yang
an pemecatan itu bisa ada anggota? Partai yang gkutan itu sendiri.
Disamping itu harus pula dihindari kecenderungan-kecenderungan yang lain, yaitu karena Partai perlu meluaskan keanggotaan lalu takut melakukan pemecatan terhadap anggota-anggota yang terang2an telah
melanggar prinsip-prinsip Konstitusi Pai kali?2, Pengalaman membuktikan anggota Partai yang dilakukan sec
catan yang demikian kan keanggotaan dan organisasi Partai.
f. Mengenai ketentuan lamanya keanggotaan seseorang yang akan
dalam Konstitusi untuk menjaga kemurnian Partai kita. Lamanya keanggotaan juga menentukan kehidupan Partai. Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah lebih lama menjadi anggota Partai, pada umumnya lebih setia dan lebih teguh membela Partai, walaupun dalam segi teori masih terdapat kelemahan2nya.
&- Mengenai iuran, kami juga sependapat iuran tidak lagi mesti diantar oleh anggota kepada Comite Partai, karena, memang prakteknya pun selama ini sebagian besar anggota-anggota tidak mengantarkan yurannya. Sehingga kalau uang iuran ini diharapkan diantar oleh anggota, ada kemungkinan iuran ini tidak masuk samasekali. Dengan demikian, tugas mengantar iuran ini hanya menambah besarnya dosa anggota Partai kepada Partai karena tidak dilaksanakan dan belum mungkin dilaksanakan.
Sekian dan terimakasih.
740
rtai, setelah diperingatkan berbahwa pemecatan terhadap ara tepat, samasekali tidaklah melemahkan Partai, tetapi sebaliknya membikin Partai bertambah kuat dan otoritet Partai bertambah besar. Justru pemesegala tenaga dan fikiran untuk perbaikan nasib hidup Rakyat itu mempunyai arti penting dalam meluasdengan menghadapi ber-macam-macam rintangan yang ditimbulkan baik
menjadi fungsionaris Partai penting sekali dicantumkan di-
“jaya ini kami menyatakan persetujuan se-ikhlas2nya terhadap 3 Laporan itu seluruhnya.
2 yth. E. »
AA kir lebih 40 tahun yang silam kami mencurahkan
i, yajahan militer fasis intahan Belanda maupun oleh penjaj "
Halte Banda oleh antek2nya yang sengaja diadakan guna aa bentung perjuangan Komunis Ae mmk ea Hi y rasi bukan saja berupa pengekangan hal emo) - 2 F il y y dan pembuangan, disamping peci siksaan yang kejam, pembuian n aa Sea y i da ketika itu belum disertai dengan te Ea Mana Pasinta tetapi demi untuk kebebasan Nona Aa Demokrasi segala sesuatu rintangan itu dapat kita hadapi deng:
ktangan)., 5 pi 2 te GA pahit getir Yang tapak, beras dalan kami justru karena kami belum mendapatkan pe: Kn is yi y terutama setelah Kongres nis yang sebenarnya. Sekarang ini Na aa en akar nal Ke-VI ini, Laporan Umum Kawan D.N.: an an ya i ja merupakan mercu yang dapa y tanda Hang tara kita tuju, bahkan juga TN UDA kan sinar cemerlang yang dapat menerangi jalan baru yang haru:
ki tuk mencapai tujuan. e ea ga Ea menempuh jalan yang teraka sana mencapai penyelesaian Revolusi Rakyat Indonesia pada 17 Agustus
741
1945 sampai ke-akar2ni i yaki 1 $ k ya, kami yaki i:
yang sah din jukkar dan Ba Ba ional ke-VI PKI sekarang ini i N K. g ini. Dan k y ka Mina an tki onta dapat Enakan Pa ah.
ut. Dan kami yakin bahwa PK Tlah y i Yang” akan but Ir ah satu2nya 8 aah! membela Kepentingan Pap TN 2.
ama at pekerja Indonesi ka Fs Dn peni ncsia, (tepuktangan).
TEPas mi yakin pula akan makin besarnya ke i Ba nia maa yang berat dibawah Bian aa eni a g diketuai Kawi yi
1 Menara i oleh Kawan tercinta Dipa Nusantara Dengan ini saya serukan:
»Hidup Partai Ko
»Hidup Kongres
pedoman lain kecuali isahkan oleh Kera
munis Indonesia yang Jaya 1?
Nasional Ke-VI PKI 1? Napi la aan)
PIDATO KAWAN S.P. MARTONO
(Kalimantan Timur)
Kawan? Comite Central yang dipimpin oleh Kawan D.N. Aidit,
Kawan-kawan Presidium dan Kongres yang jaya.
Saya merasa gembira, bangga dan penuh harapan yang jaya dengan telah disahkannya 3 dokumen yang penting dari Partai didalam Kongres ini, yang berupa Laporan Umum yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, Perubahan Konstitusi PKI oleh Kawan NLH. Lukman dan Perubahan Program PKI oleh Kawan Nyoto.
Isi daripada ketiga dokumen Partai tersebut merupakan senjata bagi Rakyat Indonesia yang ampuh, untuk menyelamatkan perjuangan Rakyat Indonesia guna mencapai cita2nya yang mulia, untuk mencapai Sosialisme melalui jalan damai, jalan yang diinginkan oleh setiap orang Komunis.
Oleh sebab itu dari ketiga dokumen tersebut saya akan khusus menyoroti tentang Perubahan Konstitusi Partai, karena Konstitusi Partai itulah yang per-tama-tama harus kita fikirkan untuk dapat melaksanakan apa yang tercantum didalam Laporan Umum dan Program Partai yang baru itu. Konstitusi Partai yang merupakan pedoman bagi kehidupan kita se-hari-hari mencantumkan tentang bentuk dan dasar organisasi Partai yang merupakan syarat yang penting untuk dapat berbuat yang tepat yang menguntungkan bagi Rakyat.
Seperti apa yang dinyatakan oleh Kawan M.H. Lukman kemarin dengan mengulangi keterangan Kawan Musso yang besar itu bahwa kita tidak akan mengalami kesalahan yang ber-larut-larut kalau kita mempunyai organisasi Partai yang tepat.
Kebenaran keterangan Kawan Musso yang diulangi Kawan M.H. Lukman itu dapat dibenarkan sepenuhnya didaerah Kalimantan Timur sejak berdirinya Partai disana dan sejak kita belum memiliki Konstitusi yang maju yang dilahirkan didalam Kongres Nasional ke-V Partai. Konstitusi Partai yang baru disahkan oleh Kongres sekarang ini menurut pendapat saya obyektif dan flexible. Keluwesan (flexible) Konstitusi Partai yang baru itu berdasarkan pengalaman kami didaerah yalah terletak kepada diada-
743
kannya fasal-fasal baru didalam Bab-bab dalam peraturan Konstitusinya.
Antara lain disitu dinyatakan bahwa:
ye 1. Kepada CC dan CDB diberikan kekuasaan untuk menetapkan daerah Comite Partai dengan tidak perlu menyesuaikan diri
dengan pembagian daerah administrasi pemerintah yang ada sekarang. Ketentuan tersebut memberikan kemungkinan-kemungkinan yang besar sekali bagi daerah-daerah yang terbelakang, luas dan sangat sulit perhubungannya seperti Kalimantan Timur. Daerah Kalimantan Timur yang luasnya hampir seluas pulau Jawa ini hanya mempunyai penduduk kurang dari setengah juta. Sedangkan alat perhubungannya atau alat pengangkutannya sangat sedikit sekali kalau tidak boleh dikatakan hampir tidak ada. Hubungan desa satu dengan desa lainnya dan kota satu dengan kota lainnya sangat berjauhan.
Dan didalam keadaan-keadaan yang genting hubungannya boleh dikatakan praktis putus. Tempat tinggal penduduknya, terutama kaum tani dan kaum nelayannya letaknya jauh satu sama lain ditambah dengan masih terlalu banyaknya butahuruf dan cara hidup yang masih sangat primitif dikalangan penduduk. Dengan Susunan organisasi Partai yang demikian akan lebih mempercepat peningkatan kader-kader daerah yang militan, yang mempunyai penuh rasa tanggungjawab terhadap Rakyat yang dipersenjatai dengan teori Marxisme-Leninisme yang revolusioner itu, dan kader-kader yang terdiri dari berbagai macam sukubangsa. Partai akan lebih cepat berkembang merata dikalangan berbagai macam sukubangsa yang sebagian besar terdiri dari kaum tani dan nelayan, yang mempunyai arti penting bagi terwujudnya otonomi sukubangsa.
Makin mudahnya Partai meluas di-daerah-daerah yang terbelakang dan sulit perhubungannya itu akan lebih cepat membantu Rakyat, terutama kaum tani dan nelayan, mendapatkan pimpinan yang berani dan penuh rasa tanggung jawab. Korupsi, kemesuman dan pemerasan terhadap Rakyat yang selama ini dengan amannya bersembunyi dibelakang keterbelakangan dan kesulitan perhubungan itu akan lebih mudah terbongkar oleh Rakyat bersama Partai.
Dengan lebih cepat meningkatnya kader-kader Partai yang terdiri dari kaum tani dan nelayan didaerah Kalimantan Timur akan merupakan jaminan yang kuat bagi tergalangnya persekutuan buruh dan tani yang menjadi basis daripada front persatuan nasional sebagai salah satu syarat mutlak untuk mencapai kemenangan. Terutama bagi daerah yang terpencil-pencil dapat terciptanya syarat-syarat tersebut mempunyai arti yang sangat menentukan bagi kemenangan perjuangan Rakyat. Apa lagi kalau itu semua disertai dengan Plan Pendidikan Partai yang terlaksana baik. Lebih-lebih bagi daerah yang berbatasan dengan daerah agresor SEATO dan
744
y: i impi yang bertanggung- H keadaan yang genting tenaga-tenaga pimpinan yang angg Tami Dan yang Pata dengan kesadaran berorganisasi dan Atuk yang tinggi dan revolusioner dan tersebar merata sangat Penyamin kuatnya pertahanan nasional.
rolusi i dengan jelas laman selama revolusi telah membuktikan y Ma tembarsitakan Rakyat Sanga-sanga pada tahun 1967 Y8 8 gat terkenal didaerah Kalimantan Timur itu mengalami ke eealan disebabkan yang terpokok yalah karena tidak adanya ke Aria ideologi, politik dan tindakan didalam suatu keadaan diasu hubungan daerah satu dengan daerah lainnya putus samaseba. y kesulitan perhubungan ilain fihak keterbelakangan Rakyat dan kesulitan per | itu Da Pb ala. kemungkinan kepada kaum seaksioner yang erdiri dari kaum feodal dan komprador yang masih ber! nga 5 dalam pemerintahan daerah dan menguasai alat-alat pebubung an.
eng angkutan untuk mendapatkan kemenangan didalam peratui An Pn sal taerah pedalaman. Tetapi dengan berdirinya Com el al didaerah? Kewedanaan dan Comite-comite Subseksi di-daerah-daerah dibawah Kecamatan, partai-partai reaksioner itu mengalami keruntuhannya Ke der Ftnahan-ftnahan terhadap PKI Sibamtah, aan Ba TEA akyat sendiri. Walaupun peningkatan kader-kader Comite tersel 5 Paing Ba ana Eiukup merupakan pimpinan yang dapat Tg Da akai pandangan yang revolusioner kepada Rakyat Yang ga - rupakan senjata yang ampuh bagi Rakyat untuk melawan Ber agai bentuk penindasan feodal yang masih sangat merajalela dan bei k li tersebut. ' £
Ha ya Dab Comite-comite bawahan mulai dari CDB hingga ke CSS diberikan kekuasaan untuk mengisi lowongan yang terdapat dalan Comite-comite tersebut dengan peneujan Somite Manga ma -daerah dimana Partai baru tumbuh dan sukar pe 1 Harta baru itu memberikan kelonggaran yang Aman kepaia Comite-comite tersebut untuk dapat dengan cepat men LA ituasi dalam keadaan yang sangat mendesak.
dengan perkembangan situasi di Adaan yang sangar menda Keadaan yang demikian itu pernah dialami oleh noveom Kali 2 i dimana anggota Dewan Hariannya hamp! 5 keran ar mengadakan Konferen Sela Permen KegAga k ya ti iri nsi di:
karena Secem2nya tidak dapat menghadiri konfere Dan itny: di dengan persetujuan el sulitnya pengangkutan. Achirnya Haa Aa aan Sa tariat Provcom Kalimantan Timur diperkenan! mbah ang y k lengkapi anggota Dewan Hariannya.
gota Plenonya untuk dapat meleng Ag Aga Hye Terutama dalam keadaan seperti dewasa ini ka An aa Pen d: ngangkutan yang ada sekarang ini tidak seg & ta Ta as maka ketentuan baru dalam Konsti:
745
tusi itu sangat memb:
tidak disalahgunakan.
Kawan-kawan,
Memang pada prinsipnya Konstitusi Pai perubahan yang fundamentil, karena kenyata dinyatakan baik oleh Kawan D.N.
maupun Kawan Nyoto bahwa ma belum mengalami perubahan y
Partai yang urgen dewasa ini kan oleh Koi
antu kelancaran pekerjaan Partai, asalkan
rtai tidak mengalami annya seperti apa yang
Aidit, Kawan M.H. Lukman, yarakat Indonesia sekarang ini a kewajiban apa yang digarisneruskan Pembag didaerah Kalimantan ' puti berbagai macam sukubangsa yang tetapi perkembangan tersebut masih belum k desa dipedalaman. Perkembangan Partai mpai di-kota-kota Kecamatan dan kota industri ak menggeser imbangan kekuatan kekiri segga dapat mencapai kemenangan yang mutn Partai perlu diteruskan hingga meluas didaerah pedalaman dan diseluruh pantai di Kalimantan Timur dan harus terkonsolidasi secara baik. Basis-basis Partai dan Grup-grup Partai harus disusun sccara rapi. Disamping itu Partai harus berkembang merata diberbagai golongan. Sebab itu semua adalah syarat mutlak untuk dapat -terwu yudnya Front Persatuan N: y Front Persatuan N: 1 umumnya baru dapat £ dan masih secara insidentil. Inipun masih belum menjadi keyakinan yang mendalam dan merata dikalangan kader-kader dan anggota-anggota
Partai. Penyakit kekiri-kirian, seperti memboikot DPRD, masih terdapat didacrah Kalimantan Timur.
Penegasan dan pen:
Sosialisme secara dam:
irian dan kekanan-k:
Partai dalam kead ikut bertanggungd itu juga akan
pembanguna,
ang peralihan ke hilangkan penyakit der-der Partai justru esat ini dan mulai daerah. Disamping ng mendalam dikang berjuang digaris hankan kemerdekaan
746
Jawa tentang kebutuhan makan.
Part i. aa Pan
Na aa NE Republik Indonesia yang jaya!
Central Partai!
ki unan yang cepat dan merata. Pengalaman Ba anne buku yang, Tudup, bagi Ran maa 4 1 man kapal-kapal terbang Perme:
na Ba dan pengejaran kapal-kapal au 5 5 na 3 Kapal-kapal dan perahu-perahu kita diperairan antara Kali- -sa Pam dan Sulawesi sangat mempengaruhi penghidupan Pembangunan BRobyar Bidan yang kndagn penghidupannya Pe agar tergantung dari luar. Kalimantan Timur tergantung asin sang s £
keadaan daerah yang
Ciranya alasan-alasan dan pengalaman-pengalaman serta an kanikakan itu semua cukup kuat untuk sda Ha Ta nyetujui Perubahan Konstitusi Yrdeat rt ro 2 mpalkan, kman. Dengan berpe a
Pn engan kede?' Pargi akan mendapatkan sen Bak dapat bergerak lebih Bana can se yang Hau i yamii y kuat untuk lebih lancar aa an Dasi i merata diseluruh tanahair. Dengan bermelaksanakan garis Partai merata Turah Manahan Denganhan yatakan Konstitusi Partai yang mudah diku: 1G a Pa aka manah itu dan dibawah pimpinan. Kawan Yomis Ai Partai yang diketuai oleh Deng tnpa Eee y: h bagi Rakyat Indonesia pasti s “| SmuR an na Kan Rakyat yang jaya pasti akan lebih rapi da:
Hidup PKI dibawah pimpinan Kawan D.N. Aidit dan Comite
747
ydayaan ditanahair kita. Kebudayaan bagi kaum burjuis bukanuntuk membangkitkan Rakyat kita untuk membebaskan dirinya mengabadikan heroismenya, tapi sekedar semacam buku dica melepas iseng atau semacam parfum karena dikamarmakan isa digantungkan lukisan ”mooi Indie”, atau diatas meja bisa yipacakkan Marylin Monru yang provokatif.
Mereka tidak kritis terhadap kebudayaan asing yang meracuni emuda-emuda kita dengan buku-pilem-musik dan tari cabul yang diasukkan importir-importir kebudayaan kita. Mereka buta terhadap keayaan terpendam pada Rakyatnya sendiri, kesenian yang begitu banyak ragam warna-warni, kebudayaan yang penjajahan 350 hunpun tidak mampu menghancurkannya. Siapakah yang lebih patriotik: kaum burjuis yang begitu keranjingan bicara soal 'anahair tapi membiarkan Rakyat diperas modal asing atau kaum ang bangkit berlawan karena tanah dan air saja dia tidak Saya teringat ucapan Ny. Simorangkir pada,, Gelanggang Buku ke-II 1959” di Jakarta ini tentang intelektuil-intelektuil kita yang 'begitu lantam bisa menanyakan buku,,Dr. Zyiwago” yang jelek itu, tapi tidak kenal siapa Abdul Muis dan Amir Hamzah.:
Kita malah jadi bertanya apakah sasterawan-sasterawan dan seniman-seniman yang sejaman dengan mereka sendiri sekarang mereka kenal agak baik?
Pada wi: ini, ketika kita semua dibanggakan oleh peluncuran roket kosmos Sovyet kebulan, kita bisa katakan, bahwa kata,,nasiona?” dan,,tanahair” (apalagi Rakyat), lebih padat dalam diri tiap Komunis, karena dia dipadu dengan solidaritet yang dalam terhadap perjuangan Rakyat negeri lainnya. Kepadatan ini tidak saja seperti yang dikupas oleh Kawan Karel Supit tentang masalah sukubangsa, tapi juga dilapangan kebudayaan tentu, karena ditiap sudut dimana Partai ada dan Komunis ada, maka kebudayaan didaerah itu makin berkembang pesat, makin indah, tapi juga makin h melawan kebudayaan imperialis. Kita lihatlah contoh yang paling dekat: kegiatan kesenian disegala bidang menjelang Kongres Nasional ke-VI ini saja.
Mengapa kawan-kawan? Karena para seniman kita yang bekerja dan belajar sebaik mungkin itu telah mendapatkan jalannya yang benar yang disoroti oleh Partai, oleh Marxisme-Leninisme, bahwa seni dan ilmu adalah untuk Rakyat. Tapi bukan seni untuk seni atau ilmu untuk ilmu yang akhirnya adalah seni untuk kantong burjuasi dan ilmu untuk algojo perang. Seniman-seniman kita memakai metode realisme-sosialis dan langgam kerjanya adalah,,turun kebawah”, bukan melihat kehidupan ini dari belakang mejatulis lalu berkayal dibawah bintang kerlap-kerlip. Seniman? Rakyat bekerja dengan garis,,meluas dan meninggi”, maka kehadiran Partai
PIDATO KAWAN AGAM WISPI
Tag Pan yang tercinta, hadirin PB:: ak adalah orang y i i.
X 5: ing yang lebih berb:
Be aa Dang Komunis, yang telah berkum Bi yaNA aga yara bukan hanya untuk kepentingan orang Kom Pa Pe ani Hak, kebebasan seluruh Raka 1« Semerdekaan tanahairnya yan naa Pas saya menyampaikan Sela DAR "1 Kepada pimpinan Comite Cent: i asa segar itu, Beyakda
yang berbahagia,
ab ta S SAN Apa kemah)
juis, bahwa seorang
Seorang penari, seorang
udayawan burd
»Politik, ekanomi d
tuk tidak mengatakan
»Politik”
748
749
$ i gi inggi AWAN KEMEK dalam mutu artistik, Tinggi dalam mutu ide ogi ti i $ PIDATO K
seorang seniman sukar mengerti a
lan bersentuhan rasa dengan derita dan bahagi masalah-masalah mereka.
Kawan-kawan, kita bukan hanya berhak mengatakan bahwa kit:
adalah patriot-patriot terbaik, putera-putera Indonesia terbaik yang berjuan untuk kebebasan Rakyat dan tanahairnya, tapi kita juga adalah, pewaris-pewaris dan pencipta-pencipta yang paling maju atas kekayaan-kekayaan kesenian tanahair kita. Patung »buruh dan tani” yang mengisi presidium kita disini dan lukisan-lukisan dipameran yang sekarang sedang berlangsung di Wisma Nusantara berbicara dengan megahnya, sajak Kawan Hr. Bandaharo, penyair pertama yang kawan-kawan percayakan sebagai calonanggota CC — ya, sajak Banda yang dengan hangat dan mesra pernah berkata bahwa »jalan ini bukan jalan bertabur bunga” tapi y juang tak kunjung padam di-, Senitari kita yang menggambardan duka kaum tani serta kaum h Merapi” Bachtiar Siagian yang Minang menghancurkan bandit?
ang merekamkan Revolusi 45...
buat kaum burjuis terpaksa meng:
g bergabung dalam Lekra adalah eksponen ntah
sebagai ja:
a kaum tani, deng:
(Kalimantan Barat)
kami ini, kami
Organisasi Parta antara lain dirumusk
apa juis,
. untuk Daerah ah Kecamatan ada Konferensi Partai dan
y y dan dirumusyadi 24 dan 25 yang tercantum TU Jadi HA ar 21 tersebut dapat kami nyatakan tia y3 mna Kn aa bahwa aa Lea peneg Pa tp 1 1 I belumlah bisa dikat: 3 bai Bada 1 3 Ba ben sebagai contoh maag Tag Pelat, Daiwa susana Pemerintah di Kalimantan” Aa ap Me baik al.: SAN anan Na aah Ba lihat dari sudui
Landak (Ngabang), dil
751
750
2 z: itik dan i dan bertindak lebih Pai lagi Pp ang aa Rela an Beisasi i syarat mutlak adanya did i aa Ba at kehidupan demokratis nan bag 7 bea setia pada azas Sella Denok De enakan lebih lanjut kritik dan self-kritik. 3 en Pan ianlah penilaian dan penekanan kami Pa PeraA ERA Perubahan Konstitusi Haa Untuk mmempekua Alena sa al Peri. 2. ahai
Kai lai dan menyetujui Peru!: sa 3 Ben tani Suatu hal yang obyektif ag" sesuai dengan ke sa ira ay in HA kep perkembangan E Konstitusi y ini lebi era erke 1 1 ani Lp bapa pelaksanaan prinsip-prinsip organisasi dari Par:
artai. 7 3
Aa Sa i ita kembangkan terus Partai kita k ilah kita kembangkan:
Kapabaira Kemunir yang lebih tinggi lagi untuk Demokrasi, ame serta Perdamaian yang abadi.
1 Sekian, terima kasih.
Dengan adanya ketentuan-ketentuan dalam (fasal 24 dan f dan g yang kami tekankan diatas, yang baik sekali bagi kami dalam meluas nisasi Partai. Tegasnya bahw:
setujuan kami deng.
Kawan-kawan,
Adapun penilaian kami terhada JEN menjadi KETUA sebagai Partai sebagaimana yang tercantui suatu hal yang kami anggap tepat kan beberapa alasan sebagai d
1) Perkataan KETUA lebih mudah diucapkan dan ditangkap oleh massa Rakyat banyak jika dibanding dengan perkataan
) fasal 25 $ memberikan kemungkii kan keanggotaan dan orgff a ISI fasal-fasal tersebut, mendapat pen an sepenuhnya.
Pp penggantian perkataan SEKS
penamaan orang pertam fitnahan-fitnahan murah dari or:
KETUA PKI berada di Moskow.
Selanjutnya mengenai Bab V fasal 46 atur tentang Konferensi-konferensi Partai waktu 3 tahun sekali, sedangkan tentukan dengan jangka waktu 2 waktu tersebut merupakan satu ha
tif, karena: — daerah kami yang
berikan jawaban yang tepat dilay gotaan Partai dalam mengatasi d.
diksi-kontradiksi yang terdapat Pertama: Partai.
Sampailah kami
Konstitusi memberik:
pada kesimpulan, bahwa Rencana Perubahan an bantuan pada kader-kader Partai untuk meng- 753 752
Ferhadap PKI ber-angsur-angsur menjadi berkurang, sehingga sikap antipati telah berbalik menjadi simpati, dan PKI semula yang diangp sebagai bahaya telah dianggap sebagai sahabat yang teperkeyaya. Hal ini telah dibuktikan dalam tahun 1956, dimana PKI yang baru lebih kurang 2”4 tahun berdiri di Bali telah berhasil fmenghimpun 70.000 orang pemilih yang menempatkan Partai sebagai pemenang ke-III.
Laporan Umum Kawan Aidit telah mengingatkan kepada kita bahwa keanggotaan Partai yang bertambah dengan cepat tidak 'akan baik akibatnya jika tidak disertai dengan pendidikan secara besar?2an didalam Partai. Pengalaman kami sepenuhnya membenarena f. Aa ” - £ Ikan Laporan tersebut.
Aa Kena la Lenyokong Laporan yang telah disampaika Sebelum kader tinggi didaerah dididik dalam sekolah-sekolah Partai nya kami ingin aa Taka an e- artai sekarang. Selanjug ami belum dapat sepenuhnya menggunakan prinsip-prinsip fondamentil 5 erikan sambutan khusus mengenai,,Meneruf arxisme-Leninisme untuk memahami secara tepat keadaan diluar 'maupun didalam Partai. Artinya belum dapat sccara tepat memahami situasi daerahnya, memahanfi gejala-gejala sosialnya, memahami tepat terhadap persoalan-persoalan yang timbul. Lebih-lebih dalam situasi yang ompleks dan pelik sangat sukar untuk menentukan garis mana yang benar, mana yang salah untuk menetapkan sikap yang tepat terhadap situasi, menetapkan langkah-langkah dan aksi-aksi yang menguntung- 'kan Rakyat serta mendorong maju gerakan revolusioner.
Ada juga yang belum dapat secara tepat memahami perju- 'angan berbagai fikiran didalam Partai yaitu antara ideologi #proletariat dengan ideologi non-proletariat, atau fikiran yang benar dan fikiran yang salah. Akibatnya sering terjadi penyelesaian soal-soal intern Partai yang sederhana menjadi ruwet dan soal-soal yang kompleks dipecahkan secara dangkal. Besarnya jumlah anggota, be:
arti semakin beratnya pekerjaan ideologi, politik dan organisasi daripada Partai. Jadi dengan tidak mempersenjatai anggota dengan prinsip-prinsip fondamentil Marxisme-Leninisme dalam mempertahankan pendirian, pandangan dan metode klas proletar, berarti makin banyak kesalahan-kesalahan ideologi, politik dan organisasi yang kita 'hadapi. Banyak Comite-comite Partai yang menghadapi kesukaran-kesukaran ideologi, politik dan organisasi tidak dapat memecahkan secara tepat “dan pada waktunya karena belum diadakan pendidikan Marxisme- Leninisme. Laporan Umum Kawan Aidit juga menekankan kembali apa yang telah disimpulkan dalam Sidang Pleno ke-IV CG »Persatuan didalam Partai hanya mungkin jika didasarkan atas satuan fikiran, persatuan ideologi, yaitu fikiran dan ideologi Marxisme-Leninisme. Hanya jika ada persatuan dari orang-orang Komunis, barulah ada persatuan yang sungguh-sungguh didalam politik dan organisasi-organisasi Komunis, barulah ada persatuan
PIDATO KAWAN SUJONO
( Bali)
. Antara lain laporan menjelaskan bahwa selama mas:
Kongres ke-V dan ke-VI, Dari kita telah mengalami peribahan yang besar, telah berkembang meluas keseluruh negeri, dan di beberapa pulau d sudah mulai mendalam dan berakar. Per kembangan Partai di li sepenuhnya membenarkan kebenara kesimpulan laporan ini. Berkat tepatnya garis yang diletakkan ol Kongres ke-V Parta sebagai hasil pemaduan Marxisme-Leninisrn dengan praktek Revolusi Indonesia, berk:
diberikan oleh Comite C'
754
755
didalam aksi-aksi Rakyat yang dipimpin oleh Partai Komunis”. Peng alaman didaerah kita sepenuhnya membenarkan kesimpulan 1
keruwetan yang satu segera diganti dengan keruwetan yang lain
Kalau tokh keruwetan itu dapat diatasi sifatnya hanya sementaraf
Salahsatu sebab keadaan tersebut yalah perkembangan organisas belum dikonsolidasi dengan pembangunan dilapangan ideologi.
Laporan umum telah memperingatkan kepada kita, bahw:
dalam melaksanakan garis yang tepat tentu akan ada kesukarai yang kita temui dan akan ada kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Tuga kita selanjutnya pasti akan lebih berat k
kesalahan dogmatisme maupun empirisisi tivisme, Oleh karena itu laporan meny
tivisme masi
nya subyektivisme didalam Partai burjuis-kecil yang merupakan mayoritet daripada penduduk di Bali yang mengepung Partai. Disamping mayoritet ai berasal dari burjuis-kecil terutama kaum tani, subyek dapat terki
Partai di Bali isme.
adalah fikiran yang kurang percaya pada kekuatan massa, sehingga mereka meremehkan pekerjaan organisasi dan pekerjaan massa
daripada Partai. Pekerjaan Partai dapat terbengkalai bukan karena M
massa anggota Partai dan massa diluar Partai menolak pekerjaan yang ditetapkan oleh Partai, tetapi karena belum ditempatkannya pekerjaan organi: pada tempat yang sebenarnya. Dalam menghadapi tugas? Partai sikap apriori menempatkan diri dalam posisi
diatas massa: dimulai dengan ragu-ragu menerima tugas Partai, dan $
tidak secara aktif memecahkan persoalan pengorganisasian pekerjaan Partai. Bekerjanya sendirian dengan langgam kerja perintahisme dan garis-besarisme. Pekerjaan rutine ditinggalkan karena
dianggap sebagai pekerjaan yang menjemukan dan mematahkan semangat.
Berhubung dengan subyektivisme, kami menekankan" pentingnya Laporan Kawan D.N. Aidit yang mengharuskan kepada kita untuk mengetahui secara jelas saling hubungan antara program umum dan program khusus. Didaerah kami sudah banyak aksi-aksi Rakyat yang dipimpin oleh kaum Komunis. Tetapi dalam memimpin aksi?
756
Untuk mengatasi keruwetan intern Partai sering diambil tindakan-tindakan arganisasi dengan memperbaharui pimpinannya. Tetapi ternyatal
arena makin kompleksnya keadaan dan makin tajamnya pertentangan klas. Yang penting bagi kita yalah mengerti, bahwa sumber kesukaran dan kesalahan, baik:
me, adalah ideologi subyekyatakan subyektivisme harus, terus kita perangi. Kami menyambut pernyataan ini, karena subyekmerupakan bahaya yang serius didaerah Bali. Subur- Bali bersumber kepada klas
nggota Partai ivisme belum:
samasekali karena perkembangan yang cepat dari erta belum meratanya pendidikan Marxisme-Lenin- Perwujudan subycktivisme dilapangan organisasi terutama
y y $ i lah pembela ke-
F: hanya berdasarkan motif,,PKI adal: 2 2 angan Semangat ini adalah sangat baik untuk dikem- 2 bi tetapi selama kita tidak sadar bahwa Dejvangan “5. impinan
: ka program tuntutan Partai, maka pimpinan | 5 Ba aa AAN tidak ilmiah. Dengan demikian kita sidak pada Pa mimpin aksi-aksi itu ketaraf yang lebih tinggi. Sebaliknya juga.
at orang-orang Komunis yang hanya menerangkan program umum, ter Tg tidak menerangkan program tuntutan skarang, ai ear 5 i kannyi i abkan tis bangkitk: ksi-ksi memenangkannya. Ini menye i ae duletak-acuh dikalangan Rania Karma Ai kapaasen y y is politik tersebut adal - Fidak ada perwujudannya. Garis Pali aa ogram tuntutan serta aksi-aksi massa untuk Papan aoyekitnya dan untuk ana en ng oli: 'anisasi daripada Rakyat. Karena " 1 « aan lapangan organisasi ini maka tugas meluasan: dan-dan organisasi Partai yang harus ada di-desa-desa sebagai tulangpunegung “gerakan massa bisa terhambat.
Ba aan ideologi di Bali terasa ay Antang y h sisa-sisa feodalisme. Kebiasaan fe 1 r Be anetes- itu dalam batas-batas yenena juga merembet. Lala Bara wuj i 1 an feodal
Perwujudan kebiasaan dan sisa-sisa fikir: aa ga y ik las, angkuh, main perintah dan v 5 Ba an da ju. Terhadap kader-kader yang berasa ap semua yang baru dan maju. Ter! p: eras Pa Se Murattani dan lapisan bawah Bak lainnya mereka bersikap seperti sikap Luanyanah terhadap ti Fe idi i ahwa -
Laporan Kawan Aidit memperingatkan, 5 ng ide i yui: yil, 1 burjuis juga merupakan ancaman logi burjuis-kecil, ideologi s j ai AN yana yas - hadap kemurnian ideologi dan pc.
Ia Sasa hnya laporan tersebut. Didaerah Bali Kami membenarkan sepenuhnya lap ah Ban yuasi kembangan, terutama burji burjuasi sedang mengalami per! ana erat aa an segala penimbunan primitif kapitalnya. Berbed Ba Be kata yang ter-pencar-pencar Lengan Ma pnggera g PE Li 1 “ un dalam aktivitet produ ya burjuasi ada abu pan OrEan yaa hnya, yang semua aktivitet ditujukar dengan staf dan kaum buruhnya, yang & La Bag u. Pencerminan ideologi yuis di- $ untuk memperbesar modalnya. ) id 1 Born i i sebagai berikut: cukup di dalam Partai antara lain adalah seba: La aa lisipli anisasi yang sistimatis didalam Partai, tetapi d 5 Magang dan la buruh wntik Peang dirinya, ber:
sa Ik menundukkan Partai pada dirinya. P £ Be menegakkan otoritet pimpinan Pant Le Ra baliknya menggerowoti otoritet pimpinan Partai untuk menega Ka! otoritet perseorangannya. Ini berakibat tidak terpusatnya pimp:
757
PET
Politik dan organisasi pada Comite-comite i Selanjutnya perlu dijelaskan Na daerah yang terpandani
PIDATO KAWAN SAMTIAR
gan umum, E (Jambi)
Partai di-d
Kawan? Presidium dan Kawan-kawan sekalian,
Saya merasa bangga sekali dapat ikut menghadiri Kongres ini bersama dengan kawan-kawan, Kongres dari suatu Partai yang tidak saja besar, tapi juga mempunyai tradisi perjuangan yang heroik dari sejak lahirnya hingga sekarang, Partai yang mempunyai seni 3 jarah gemilang dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda, Baar berkuasanya ik 3 Partai yang kesetiaannya telah teruji dengan pengabdiannya yang Eni aan ati mutlak Partai bi i tulus membela kepentingan Rakyat — dengan gagah berani tampil tek por perjuangan Rakyat untuk mencapai Indonesia y kedepan melawan musuh? Rakyat, tidak saja dulu terhadap Be-
€. Ba pan Menokrars 3 Pn landa, tapi juga sekarang terhadap,,PRRI”-Permesta.
a1 Komunis Indonesia y 4 1 Kawan?
dan bersatu erat dengan massa Pr Agaaa Sr Giseluruh negei Laporan CC yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit dalam logi, politik dan organisasi! nsolidasi dilapangan ide Kongres Nasional ke-VI Partai, saya menyetujui sepenuhnya.
Menurut pendapat saya Laporan CC tidak saja telah menge-' mukakan pengalaman? Partai, kelemahan-kelemahan dan sukses-sukses yang pernah dicapai oleh Partai dilapangan politik, organisasi dan ideologi, tapi juga telah menggariskan tugas-tugas pokok Partai untuk masa depan, taktik dan strategi Partai dalam perjuangannya menyelesaikan tuntutan Revolusi 17 Agustus '45 yang belum selesai. Mempelajari - Laporan CC, sekaligus berarti mempelajari keadaan Rakyat dan masyarakat kita, watak revolusi, arah dan perspektif Revolusi kita, disamping mengetahui sejarah perjuangan Partai dan kebesaran Partai kita sekarang. Laporan CC pada Kongres Nasional ke-VI Partai, tidak saja mempunyai arti penting bagi pembangunan Partai, tapi juga mempunyai arti sejarah yang amat penting sekali bagi Rakyat Indonesia dalam perjuangannya menciptakan syarat-syarat untuk memenangkan Revolusi Agustus 1945.
Kawan?,
Pada kesempatan ini saya ingin hendak mengemukakan mengenai beberapa persoalan daerah Jambi, tentang penduduk dan kebudayaannya, tentang keadaan kaum tani, dan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Partai kita. Penduduk daerah ini terdiri dari dua
759
758
tang liar (gajah, babi bahaya banjir NE FN
bahan-bahan seb:
dari harga pasaran dijual pada merek
golongan, penduduk asli
datang dari pulau Jawa, Sumbar dan
(suku Melayu) dan penduduk
yang mens
Tapanuli. Keadaan Permindo) keadaannya lebih sengsara Yagi, disamping tanaman
duduk asli, ekonomi 5 maju. 8594 Ta, kebudayaannya belum dapat dik mereka yang selalu terancam oleh Permindo, terhadap mereka dan kolera mer UX Yang dewasa masih butah takan juga sering-sering dilakukan penangkapan-penangkapan. Penangkapan-penangkapan ini terjadi
upakan pen
-desa-desa h: hanya atas pengaduan Permindo dengan seribusatu macam tuduhan, misalnya sebatang pohon yang ditebang oleh kaum tani ujung dahannya yang rebah mengenai tiangkawat, terus diadukan dengan tuduhan kaum tani merusak milik Permindo. Dengan pengaduan seperti ini tanpa pemeriksaan lebih dulu, kaum tani sudah mendapat panggilan dari Kepolisian, adakalanya diambil begitu saja dari tempat pekerjaannya, tanpa diketahui keluarganya. Tindakan?
seperti ini sangat memberatkan kaum tani, ongkos mobil (pulangpergi) dari tempatnya kekantor polisi tidak kurang dari Rp. 30:—.
Untuk memenuhi satu kali panggilan kaum tani harus mengeluarkan uangnya tidak kurang dari Rp. 50,—. Uang Rp. 50,— sudah cukup banyak bagi mereka. Disamping itu jika Permindo menemukan sumber minyak baru, untuk keperluan pembikinan jalan dsb., mautakmau kaum tani harus menyerahkan tanah berikut tanamannya dan membongkar gubuknya yang dibangun dengan susahpayah itu, untuk kepentingan Permindo. Memang oleh Permindo sebelumnya diadakan perundingan dengan kaum tani untuk mengganti kerugian kaum tani, tapi perundingan itu tidak dengan ikhlas diterima oleh kaum tani, karena bagaimana juga mereka tetap merasa dirugikan oleh tindakan ini. Uang gantirugi dari Permindo itu, tidak pula sepenuhnya jatuh ketangan kaum tani, beberapa prosen daripadanya harus diserahkan pada kas Pemerintah (Marga). Jumlah ini bergantung pada ketentuan? Marga setempat. Perusahaan Minyak Permindo yang menggaruk keuntungan ribuan rupiah tiap harinya, bagi kaum tani hanya merupakan bahaya besar yang selalu mengancam penghidupannya.
Disamping itu lagi jika terjadi persengketaan antara kaum tani dengan Permindo, kaum tani merasa tidak mendapat perlindungan dari Pemerintah, karena Peraturan Pemerintah mengenai persengketaan tanah antara kaum tani dengan Permindo pada pokoknya membenarkan tindakan Permindo untuk menguasai tanah kaum tani, dan memberikan bantuan langsung pada Permindo dengan mengirim tenaga polisi ketempat tersebut untuk menjaga keamanan orang-orang yang mentraktor tanah kaum tani. Ini baru sebagian saja dari penderitaan-penderitaan yang dipikul oleh kaum tani, belum lagi peraturan-peraturan lainnya seperti bunga kayu, pancung alas, bunga pasir dsb. yang sangat memberatkan penderitaan kaum tani. Keadaan ini sepenuhnya membenarkan perumusan Partai, tentang masih berkuasanya sisa-sisa feodalisme didesa-desa, tentang beratnya penderitaan kaum tani karena penghisapan yang terus-
761
menengah.
'hidupan Rakyat yang datang dari Dilan
menerus dari tuantanah dan lintahdarat dan sangat merugikan kaum tani, yang menempatkan kedudukan mereka sebagai budak tuantanah dan lintahdarat. Ini sepenuhnya berlaku didaerah Jambi. Semboyan Partai dilapangan pertanian, sita tanah tuantanah, bagikan pada kaum tani, terutama pada kaum tani tidak bertanah, adalah semboyan yang sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan kaum tani. Karenanya semboyan ini tidak saja akan disambut hangat oleh kaum tani, tapi juga akan membangkitkan dayajuang mereka untuk mengakhiri samasekali kekuasaan tuantanah disegala lapangan.
Kawan-kawan,
Penduduk yang mendatang (dari Sumbar dan Tapanuli), sebagian kecil bekerja pada berbagai instansi-instansi jawatan Pemerintahan. Pedagang-pedagang kecil termasuk pedagang pinggiran jalan, umumnya terdiri dari penduduk yang berasal dari Sumbar. Nasib pedagang-pedagang ini tidak berbeda banyak dengan nasib kaum tani, disamping tidak mempunyai modal mereka juga dihisap terusmenerus oleh pedagang-pedagang besar. Pedagang-pedagang besar, pemilik-pemilik N.V., pemilik-pemilik perusahaan-perusahaan kecil, seperti rumah-rumah asap, gedung-gedung bioskop, restauran-restauran, warung?, pabrik roti, kecap dsb. umumnya dimiliki oleh orang-orang Tionghoa. Pada waktu pemberontak DB-,,PRRI” berkuasa, beberapa dari pedagang-pedagang besar ini aktif ikut membantu kaum pemberontak, menyediakan bahan-bahan bakar, kendaraan dsb. untuk keperluan kaum pemberontak. Setelah Pemerintah melarang semua organisasi-organisasi KMT, oleh Pemerintah (Penguasa Perang) Daerah diambil tindakan, menutup semua Sekolah-sekolah Tionghoa KMT. Akan tetapi tindakan ini belum dilanjutkan oleh Pemerintah dengan tindakan pengambilan alih seperti di-tempat-tempat lain, begitu juga tindakan tethadap maskapai milik Belanda juga belum diambilalih. Rakyat mengharapkan tindakan ambilalih dari Pemerintah, terutama terhadap perusahaan-perusahaan mereka yang sudah terbukti membantu kaum pemberontak.
Masalah kerjasama dengan kekuatan tengah
Kawan-kawan,
Pergolakan DB di Sumteng, sangat mempengaruhi situasi Jambi yang pada waktu itu administratif Pemerintahannya tunduk ke Sumteng, dibidang militer berada dibawah kekuasaan TT II Sumsel. Pada waktu sob dinyatakan berlaku diseluruh negeri, yaitu setelah kekuasaan dipegang oleh pihak militer, antara DB-,,PRRI”
dengan,,TT II” Barlian cs timbul perjuangan untuk saling me-
762
peraturan-peraturan lain yang
sai daerah Jambi. Un
Pe ikuasai oleh DB-,,PRRI” 1 8 ntingan Rakyat Jambi litik menuntut Otonom
engan harapan sepei
# saja ada tanda!
bentukan Otonomi Daerah, or:
menyusun Toman Mnet uki jabatan-jabatan pe: -instansi-instansi D Sae Aa ereka berlagak kepada Karat Ha 1 kepentingan daerah dan kepenting aa ag ba Ta crebutan kedudukan ini, teraapa' Lan ab yaan. taj 3 antara kekuatan tengah dengan kepa aa aa aa alabatu dari jabatan-jabatan penting, karen m Ba mendepak | h ringan-ringan yang kuat sebelumnya, bu an ap3i Aa AAN ta i Kalongan tengah. Karena adanya aka Pa lalai Fi Es mengenai Jambi, baik kekuatan Sanga pu logis yang ci Nun berkepentingan untuk mencerah tim 2 Ka hey Peta ai diantara mereka, faktor yang juga Aka ine an sei ah pada kepalabatu. Karena @ Sah Ato Sa 2 emang sidak adanya Kebernan be Na Tn kenal i ing k ya kedudukan kepala' Sea “DeRDa kun Provinsi Si KB Abupat in na Lah em Bar tidak teguhnya Kau. Pena ras al pe, si ialis dan | 5 g
Maa La Pe al. adan Laporan CC pada: Konga Sr ea kepada tepat atau tidak tepatnya ga! 2 ap Hn ea kekuatan an LA kapas yilnya k artai sendiri $ san LA ae benan ada atau tidak adanya pukulan Kua s £
763
progresif terhadap kepalabatu y:
an tengah, sepenuhnya dibenarkan lak psi Belum berhasilnya Partai uk tetap berada
Karena adanya kelemahan-kelemahan dalam aupun dilapangan organita, sebagai badan yang akan engan baik, Comite-comite Seksi, Subndig belum mampu memberikan am Tudalasnakan pekerjaannya 4 £ elum dapa i i pinan yang tepat pada Comite-comite bawahan. Kebab mena n PR ya 'annya organisasi belum terujud dalan rasa tanggungjawab Ka ea mag Sa Talak (Eta ama adap Partai sangat tipis sekali.
Pa Ke Kita Pon asaD ini disebabkan karena belum
- kemajuan Partai ang memegang fungsi
dalam Partai, umumnya terdir: dari kawan-kawan yang mei nyai -
, Yang mempuny: ah
Giaan khusus dilapangan lai karena terikat pada pekerjaai ya
amat sedikit sekali waktu dai y k an tenaganya y: iy
untuk Pata, untuk mendatangi Gomited bawakan die Sundkan Pa an kurang dikuasainya oleh kader-kader kita tentang k water Bean sesungguhnya di Comite-comite bawahan, Karan Sasa Pa Bapa aan keadaan organisasi Tenybaleaa Papan pat melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan: Tentang pendiskusian Plan y terbatas hingga Comite-comite Subseksi
764
Disamping itu kawan-kawan y
ang dapat dikatakan baik, bar, sedangkan massa anggota begitu
sinya sebagai pimpinan terhadap 4
juga pimpinan? Resort belum memiliki hakekat Plan, untuk apa Partai membikin Plan dan tujuan apa yang harus dicapai dengan Plan.
Kawan-kawan. Sebab-sebab lain yang merintangi pelaksanaan Plan yalah keadaan situasi sendiri. Ketika Plan baru mau dilaksanakan di Sumteng timbul pergolakan DB-,PRRI” yang sangat mempenga:- ruhi situasi dan pekerjaan Partai didaerah Jambi. Penangkapan?
yang dilakukan oleh DB-,,PRRI” terhadap kawan-kawan kita di Sumbar, dalam Partai timbul gejala-gejala menyerahisme yang menampakkan dirinya dalam bentuk tidak mautahu terhadap Partai dan menghentikan samasekali kegiatan organisasi. Pentingnya usaha meng:
aktifkan dan memperkuat Partai dan organisasi? Rakyat sebagai senjata ditangan Rakyat tidak diyakini sepenuhnya, adanya sikap acuh tak acuh terhadap pemberontak DB-,,PRRI”, sebagai pernyataan watak bimbang dari ideologi burjuis-kecil yang tidak teguh dalam perjuangan. Karena belum adanya kesatuan ideologi, kesatuan tindakan dan kesatuan pendapat dalam Partai, karena belum adanya carakerja dan pembagian pekerjaan yang tepat dalam Partai, karena belum adanya kolektivitet dalam badan pimpinan Partai, kelemahan-kelemahan ini tidak segera dapat diatasi, sedangkan dikalangan massa anggota dan Rakyat membutuhkan sekali adanya pimpinan yang tepat dari Partai. Tapi karena adanya kelemahan-kelemahan ini keinginan massa anggota dan Rakyat untuk mendapat pimpinan dari Partai belum dapat terpenuhi oleh Partai. Karena tidak adanya pimpinan ini, tidak saja dikalangan Rakyat, didalam Partaipun, tampak adanya kebingunan yang pada akhirnya menimbulkan rasa takut, menyerahisme seperti disebutkan diatas. Disementara kader untuk menyelimuti ketakutan ini, kewaspadaan yang dianjurkan oleh Partai, digunakan sedemikian rupa bukan untuk memperkuat Partai mengkonsolidasi organisasi, tapi membenarkan dengan tidak mengadakan perlawanan terhadap fikiran-fikiran yang dengan atasnama kewaspadaan, sob dsb. menghentikan samasekali kegiatan-kegiatan Partai.
Kawan-kawan. Tentang belum berkuasanya ideologi proletar dalam Partai tidak saja berakibat tidak terurusnya masalah organisasi, dan tidak dapatnya Partai-memberikan pimpinan pada Rakyat, tapi juga berakibat timbulnya ketegangan-ketegangan dalam badan pimpinan Partai. Ketegangan ini timbul hanya disebabkan karena perbedaan?
pendapat — yang memang wajar — mengenai masalah yang dihadapi oleh Partai, ketegangan-ketegangan ini jika tidak segera diatasi akan sangat membahayakan Partai. Ucapan?,,tidak mau aktif, terserah pada kawan-kawan”,,,merajukisme” dsb., sebagai pernyataan ideologi.
tuantanah sering dikemukakan dalam Partai. Diskusi-diskusi yang diadakan oleh Partai lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan soal-soal
765
seperti ini daripada mendiskusikan masalah tugas-tugas Partai. Dari pengalaman ini amat dirasakan sekali oleh Partai kita, betapa perlu dan dibutuhkannya oleh Partai adanya kesatuan ideologi, kesatuan pendapat, kesatuan tindakan dan kolektivitet dalam badan pimpinan Partai. Masalah mewujudkan kesatuan ini, merupakan masalah yang penting bagi Partai kita didaerah Jambi.
Disamping itu masalah menggunakan kritik otokritik sebagai suatu metode untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi yang timbul dalam Partai, juga memerlukan suatu pengertian dan penguasaan yang mendalam tentang prinsip-prinsip bagaimana cara menggunakannya, dan tujuan utama yang harus dicapai dengan kritik otokritik ini bagi kader-kader Partai. Tanpa memiliki prinsip-prinsip ini, kritik yang dimaksudkan-untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi yang ada, malah menimbvlkan sebaliknya yaitu mempertajam kontradiksi-kontradiksi itu, Karena belum menguasai sepenuhnya prinsip-prinsip ini, kritik otokritik yang pernah kita adakan belum dapat berhasil membawa perbaikan-perbaikan dalam Partai.
Demikian beberapa persoalan yang dihadapi oleh Partai ki yang menyebabkan Plan belum dapat dilaksanakan dengan ba disamping Comite-comite bawahan yang belum tersusun rapi, disamping kekurangan kader ditiap tingkat organisasi dan keterbatasan tenaga kader yang dapat digunakan untuk Partai, ditambah lagi dengan masih rendahnya teori kader, serta tipisnya rasa tanggungjawab kader terhadap Partai. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini, untuk dapat melaksanakan tugas? Partai selanjutnya penting sekali artinya peringatan Kawan D.N. Aidit yang dikemukakan dalam laporan CC, memperbaiki cara kerja, langgam kerja Partai, mewujudkan kolektivitet dan menjaga kemurnian ideologi Marxisme-Leninisme dalam Partai. Terlaksana atau tidaknya tugas-tugas Partai, dalam pengalaman kita sepenuhnya bergantung kepada ada atau tidak adanya cara kerja dan langgam kerja yang tepat dalam Partai, bergantung kepada ada atau tidak adanya kesatuan ideologi, kesatuan pendapat dan kesatuan tindakan dalam Partai.
Kawan-kawan. Mengingat keadaan Partai kita pada waktu ini, pekcr- Gyaan memperkuat Comite-comite Partai, mengadakan pembagian pekerjaan didalam Partai, mengaktifkan dan memperbarui Comite-comite Partai disemua tingkat, adalah pekerjaan yang mendesak yang harus segera dilaksanakan. Kemudian meneruskan pelaksanaan Plan, mengkongkritkan keanggotaan, mengintensifkan pembentukan Grupgrup, membuang cara kerja yang liberal dan cara berfikir yang subyektif. Jika pekerjaan ini dapat kita laksanakan, barulah ada kemungkinan bagi Partai kita untuk menduduki tempatnya melaksanakan tugas sejarah yang dipikul oleh klas proletariat sebagai Partai pelopor, sebagai jenderal-staf dari massa Rakyat yang
766
y t ji-ji Partai,
tukan massa Rakyat kebawah panji-panji Partai,
aa Aap menghapuskan samasekali kekuasaan imperialisme Pe ana menuju pembangunan Inna Ba aa i a olitik, ckonomi dan kebudayaan, 1
Pa Tadonena yang demokratis, bersatu dan makmur sebagai- Pn yang dicantumkan dalam Program Kal an Pa 3 Demikian sambutan kami Cerah Lapan apa nEr Yasional ke-VI Partai yang disampaikan ole Kaw Ns ia NP kami terhadap persetujuan kami pada Laporan
Terima kasih.
767
kannya Swapraja se-Kalimantan Barat. Tetapi hingga se- (arang ini tuntutan tersebut belum dilaksanakan. Mestinya Pemefintah segera menghapuskan Swapraja di-daerah-daerah dengan menampung aparat?/pejabat-pejabat Swapraja yang jujur dan mengabdikan dirinya pada kepentingan Rakyat untuk menjadi pegawai yang berstatus sama dengan pegawai negeri lainnya. Dengan penghapusan Swapraja maka di Indonesia hanya ada satu sistim pemerintahan alah Pemerintah Republik Indonesia.
Tindakan Swapraja yang merugikan Rakyat, a.l, melakukan penarikan pajak paksa atas Rakyat untuk kas Swapraja, melakuan politik tanah yang merugikan kaum tani, menggunakan adat ekht oleh aparat-aparat Swapraja yang anti-Rakyat untuk menghisap Rakyat.
Kedua. Pasal 19 Perubahan Program Partai adalah sepenuhnya berlaku didaerah kami. Dalam hal tertentu mengenai buruhtani 'penoreh karet milik tuantanah, dengan perjuangannya dibawah pimpinan Partai sudah menghasilkan perjuangan pembagian hasil menoreh (menyadap) karet, dengan pembagian minimum 6045 untuk buruhtani dan 4096 dari hasil untuk pemilik kebun karet.
Di Kalimantan Barat, orang-orang asing dan orang-orang Indonesia terntu melakukan praktek spekulasi tanah yang didapatnya dari Swapraja a.l. dengan bentuk tanah H.O. Tanah-tanah tersebut tidak dikerjakan oleh mereka sendiri untuk memperbanyak hasil produksi terutama bahan makanan, tetapi tanah-tanah H.O. itu disewakannya kepada kaum tani tak bertanah dan tani-miskin, dengan sewa yang sangat tinggi. Sebelum menggarap tanah perladangan dengan alat kerja sendiri, dll. serba sendiri, kaum tani terlebih dahulu membayar kontan uang sewatanah pada kaum spekulan itu, untuk tiap 1 ha sebesar Rp. 500,— sampai dengan Rp. 1000,—. Padahal sewatanah H.O. yang sebenarnya untuk tiap ha guna perkebunan, persawahan dan perladangan sebesar Rp. 30,—, Rp. 20,— dan Rp. 10,— dalam setahun.
praja yan Ini berarti bahwa Swapraja memberikan kesempatan pada lusi 1945 itu, adalah $ | G spekulan tanah untuk menghisap kaum tani. Dengan demikian Kalimantan Bar: Nala IG a maka Swapraja adalah tempat bernaung orang-orang birokrat dan a koruptor-koruptor tertentu yang menghisap dan anti Rakyat. Tegasnya, Swa- 1 € praja sungguh-sungguh adalah merugikan Rakyat, merintangi kemajuan tanah ser bernui 5 s0. c a dan pembangunan daerah-daerah.
Raya Tuna Peta Botiga, Pasal 30 daripada Perubahan Program Partai mengenai Partai mengenai pen Transmigrasi adalah mempunyai arti penting dalam memperbanyak ketika hampir seluru hasil produksi terutama bahan makanan Rakyat dan pembangunan nya pada tahun 195 daerah-daerah diluar Jawa.
Pengalaman tentang pelaksanaan transmigrasi yang dilakukan 768 Tai
PIDATO KAWAN SAADY ABDULLAH
(Kalimantan Barat)
NAN Presidium Lan Kawan? Kongresisten Yth.
andangan umum kami atas Perubahan Pr. Sartai Pokoknya didasarkan pada prinsip, bahwa isi Pama da Program Partai adalah sesuai dengan keadaan kongkrit yan bd laku didaerah kami Kalimantan Barat. Tegasnya, bahwa didal 1 Perubahan Program Partai, sudah tercangkup kepentingan-kepentingan F.
bagian besar Rakyat Kalimantan Barat, terutama Kama bur kaum tani, pemuda, wanita, pengusaha nasional serta golongai
maju lainnya.
Atas dasar prinsip yang kami kemukakan tersebut diatas, denga
ini kami nyatakan persetudii i y Ban pa Asih ujuan kami sepenuhnya terhadap Pet
Kawan-kawan,
Untuk memberikan dasar
Program Partai, dengan ini ka berlaku didaerah kami,
Pertama. Pasal 10 d bagian Program Tuntutan
persetujuan kami atas Perubal mi kemukakan bs
kekuasaan Swapraja yan itu. Sistim Swa y
oleh Pemerintah y.l. pada pokoknya sesuai dengai 3G Program tuntutan. Didaerah pan Pan hana se KF daerah belum memberikan tanah yang cukup pada kaum tr: E gran bahkan tanah yang diberikan itu adalah tanah k subur. Kesehatan para kaum transmigran belum menda rawatan dari pemerintah daerah sebagaimana mestiny:
tidak sedikit para transmigran diserang penyakit panas dan terdapat anak-anak mereka yang meninggal dunia. B Babak, dll. masih daan sangat kurang. 1.Semuanya hal-hal tersebut menyebabkan keceli: i kerasan, kemudian disusul Bana bean em Oak p transmigran di Kalimantan Ba
yang
patkan
a, sehing malaria,
antuan bibi
gula, minyi perbanyak muara si
PIDATO KAWAN NYI ENOCH ROKAYA
(Jawa Barat)
Kawan? Presidium, dan Kongres yang mulia,
Persetujuan dan penerimaan terhadap material Kongres, baik Laporan Umum maupun Konstitusi dan Program Partai secara tulus ikhlas telah dinyatakan oleh delegasi kami dari Jawa Barat pada saat pemungutan suara yang diadakan beberapa hari yl. didalam Kongres ini. Namun, kesempatan yang diberikan oleh Kongres kepada saya sekarang ini, tidak akan saya sia-siakan, sebaliknya akan saya gunakan untuk menyambut dan memperkuat hal-hal yang sudah diputuskan secara bulat itu, kali ini akan saya sorotkan pembicaraan saya kepada Program.
Kawan?, Program Umum Partai, atau program strategi Partai untuk mendirikan suatu pemerintah yang dibangun atas dasar demokrasi yang ditujukan untuk semua golongan Rakyat, dibawah pimpinan klas buruh, atau pemerintah Demokrasi Rakyat, adalah merupakan program yang se-tepat?nya guna melaksanakan tuntutan?
Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar?nya, guna memusnahkan secara total kebuasan kaum imperialis dan tuantanah, guna memibangun Indonesia yang baru, Indonesia yang demokratis, bersatu adil dan makmur.
Kawan Aidit, dalam Laporan Umumnya, setelah mengupas kabinet-kabinet anti-Komunis dan non-Komunis, pengalaman telah menunjukkan, bahwa kabinet-kabinet tersebut hanya mendemonstrasikan ketidakmampuan mereka, dan masing-masing sengaja atau tidak, banyak ataupun sedikit telah mengambil bagian dalam menyeret Indonesia lebih jauh kedalam jurang krisis ekonomi. Hal ini disimpulkan sbb.:
Rakyat Indonesia sekarang dapat menarik pelajaran, bahwa bukan hanya dinegeri lain, tetapi juga di Indonesia, tidak ada persoalan negeri yang dapat dipecahkan oleh Pemerintah yang mana juga, selama proletariat dan massa pekerja pada umumnya yang perwakilan wajarnya ada pada PKI masih diabaikan.
Kawan?, oleh karena itu adalah wajar bila Rakyat Indonesia merasa kecewa terhadap tidak terbentuknya Kabinet Gntongroyong.
771
Dan juga alangkah tepatnya bahwa Kongres kita sekarang ini bersemboyan,,Kongres untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”. Sebab hanya Kabinet Gotongroyonglah pada dewasa ini yang akan mampu mempersatukan Rakyat, dan memecahkan masalah-masalah urgen yang dihadapi oleh Rakyat Indonesia.
Kawan?, bila untuk dapat memecahkan masalah-masalah urgen Rakyat Indonesia proletariat tak dapat diabaikan, apalagi untuk perubahan-perubahan fundamentil, yaitu untuk membikin Indonesia kita sekarang yang belum merdeka penuh dan setengah-feodal, dan yang senantiasa berada dalam cengkeraman krisis ekonomi, menjadi Indonesia yang baru, maka proletariat bukan saja tak boleh diabaikan, tetapi pimpinan politik harus berada didalam tangan proletariat yang dipimpin oleh pelopornya yaitu PKI, dengan semboyan PKI didepan.
Program Tuntutan, atau program taktis PKI, sudah menjawab semua problim urgen Rakyat Indonesia sekarang, dan karena itu pulalah program tuntutan ini adalah program yang tepat, yang bisa dilaksanakan pada sebelum terbentuknya Pemerintah Demo:
krasi Rakyat.
Kawan-kawan, jaminan hak-hak demokrasi adalah dasar yang membuka jalan untuk tercapainya seluruh program Partai kita, baik yang bersifat program umum maupun yang bersifat program khusus. Oleh karenanya ber-ulang-ulang kenyataan membuktikan, baik didaerah-didaerah maupun dipusat, secara terang2an ataupun tidak, bagi mereka yang berkepentingan menggagalkan terlaksananya program Partai kita, pada dasarnya mereka selalu mulai dengan melakukan pengekangan hak-hak demokrasi bagi gerakan Rakyat yang revolusioner.
Dalam hubungan dengan hak-hak demokrasi ini, saya merasa perlu untuk merenungkan kembali apa yang pernah dikemukakan oleh Kawan Aidit sbb.: Satu2nya hasil yang dapat dikenyam sekarang oleh Rakyat Indonesia, barulah kebebasan politik yang belum seberapa. Jika yang satu ini juga tidak ada, maka lenyaplah segala nilai-nilai Revolusi Agustus 45 bagi Rakyat Indonesia. Selain itu adalah jahat sekali pendapat sementara orang yang mengatakan bahwa, Rakyat tidak butuh deniokrasi, tetapi butuh makan. Pendapat ini jahat, karena mereka mempersamakan Rakyat dengan kerbau. Ini adalah suatu penghinaan terhadap Rakyat pencipta kebudayaan dan pencipta sejarah, mereka mempersamakan Rakyat dengan diri mereka sendiri yang selamanya tidak memikirkan halal atau haramnya isi perut yang mereka capai untuk kepentingan sendiri. Mereka sedikitpun tidak membedakan, bahwa bagi Rakyat, tanpa hak-hak demokrasi dan tanpa perjuangan, tanpa ke-
772
jujuran dan tanpa pengorbanan Rakyat, tidak akan dapat hidup urna.
eh karena itu, saya berpendapat bahwa program tentang hak-hak demokrasi itu, bukan saja tepat, tetapi merupakan program terpenting. Kecuali itu kawan-kawan, disaat larangan kegunaan politik belum dicabut, kini sudah keluar lagi peraturan DPD-dpd pilihan Rakyat, yang tepat juga jika disebut,,Peraturan menggerowoti k2 demokrasi”. y
5 Dalam hubungan dengan sikap Partai terhadap Kabinet Sukarno-Juanda yang menyokong pelaksanaan 3 fasal Program Pemerintah, akan sulit terlaksana seandainya hak-hak demokrasi tidak ada.
Demikian pula, sesuai dengan pengalaman-pengalaman yang lalu, sebab-sebab pokok kegagalan Kabinet-kabinet yang lampau dalam memenuhi programnya yang disokong Rakyat, yalah karena Kabinet-kabinet itu tidak konsekwen berorientasi dan bersandar kepada kekuatan Rakyat artinya tidak menghormati hak-hak azasi Rakyat, dan hak-hak demokrasi dari Rakyat.
Kawan?, saya sangat menyedari, bahwa sebagaimana pengalaman kita yang lampau, maka sekarangpun kaum imperialis dan kakitangannya di Indonesia, yang tidak senang melihat semakin mendckatnya haridepan yang gemilang bagi Rakyat Indonesia, mereka sudah putar otak mereka untuk menggagalkan atau paling tidak merintangi pelaksanaan semua program yang telah kita putuskan se-ikhlas?nya, dengan segala jalan yang mungkin mercka lakukan.
Kaum reaksioner pada masa tuanya, -akan lebih berkobar nafsunya untuk menahan roda sejarah yang menuju Sosialisme di Indonesia, sebagaimana bandot tua feodal yang tua bangka yang terusmenerus naik nafsunya untuk memiliki gadis-gadis belasan tahun umurnya sebagai isteri mereka, sehingga rusaklah haridepan hidup mereka. ka
Tetapi kawan?, saya mempunyai keyakinan bahwa jika pada waktu yang lampau segala pukulan kaum reaksioner, telah membikin Partai kita memiliki dayatahan yang tak terkalahkan, dan dayaserang yang tak kenal ampun terhadap setiap bentuk ketidakadilan, maka apalagi sesudah Kongres kita sekarang ini, Kongres ke-VI yang memberikan nafas segar kepada segenap Rakyat Indonesia yang cinta kemterdekaan diseluruh tanahair, dan yang telah memberikan udara baru kepada para kader/anggota dan calonanggota, pasti akan dapat meningkatkan kesedaran, dayatahan yang lebih besar, dan dayagerak yang lebih mengagumkan, dengan bersenjatakan,,sangkur yang baru diasah” kata Kawan Nyoto, yaitu Program baru yang semakin tepat dan semakin obyektif dibawah pimpinan baru Comite Central Partai kita. pak Mengenai program untuk memulihkan keamanan, khususnya di.
713
- Jawa Barat, yaitu pembammian terhada, i 1 tu pemi P bandit-bandit DI/TI.
esembolang terroris lainnya, bukan saja tepat untuk Pe Peaanan dalamnegeri, tetapi juga berarti sekaligus, menghan Akan mndaran penting partai kepalabatu, yang di Jawa Barat relatif, masih merupakan partai nomor sat i Pa manya Rakyat Jawa Barat yang berjumlah besan Pp her epentingan dengan Kemerdekaan Nasional yang penuh, Pa Aa tan Peni akan dapat kita mobilisasi deg alam barisan klas pekerja, untuk melaw iali:
dan tuantanah. Apalagi jika dii M an en Uu AI. jika diingat, bahwa Program Partai ngenai soal keamanan udah menjadi in Narigoal dg i sc suda jadi Program N
Fandi lahat Progaain. dari Kabinet kerja, Nk Se kan oleh Kawan Aidit didalam Sidang Pleno ke-VIII CC. kas wajiban kita yalah mendorong da aa Sa kita yala ng dan membantu: pelak: anny:
Pe ajutnya Kawan, marilah kita bertekad anik sepenuh LIA: semua Program yang kita putuskan bers: sec bulat itu. Sebab den n ksanal 5 ii ketan ea 4 gan melaksanakan Progra 1 seci berarti tangan kita memukul lonc: Na Aa Pa k i £ 1. Ionceng sekarat untuk Kenperi ne dan kakitangannya kelubang kubur, Sambi an pang subuh, menjelang pagi Sosialisme d “| khirnya, ingin saya mengingatkan kepada kawan-kawan i a ngin atka n2 dari s
PE Manahair Yang kini sedang berkumpul disini, mengenai Pa PA, Yaitu dalam melaksanakan semua keputusan!
gres anti, disamping secara umum memberika jawab kepada semua kader untuk mermimpi aa PN angamnua kader uk memimpin, dan mengikutsertaangg an calonanggota melaksanakanny y khusus, mulailah berikan kesempatan b: ab Kearg kader-kader wanita berdasarkan Lima Ba 1 V dasarka nampuan untuk memimpi laksanaan keputusan-keputusan ini. Sehin iru yi Hikonstat, 2 $ gga pandan k k i
' Ps Monterpnsi Nasional Wana Komuni Na Kaset an kita akhiri lewat pelaksanaan keputusan Kongres Demikianlah sambutan saya, terimakasih. «
PIDATO KAWAN PRADIKDO
(Kalimantan Selatan)
Kawan-kawan Presidium dan kawan-kawan pengunjung Kongres yang tercinta!
Per-tama?, saya menyatakan persetujuan saya sepenuhnya atas Laporan Umum Comite Central yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit dan Laporan Perubahan Program: yang disampaikan oleh Kawan Nyoto.
Selanjutnya, saya berpendapat bahwa Laporan Perubahan Konstitusi yang disampaikan oleh Kawan M.H. Lukman. itu adalah merupakan tindakan yang tepat untuk memperbaharui Partai yang disesuaikan dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh Partai serta perkembangan situasi selama antara Kongres Nasional ke-V dan ke-VI. Kita harus memperbaharui Partai agar menjadi satu tubuh yang perkasa, yang berdiri tegak dan menatap kedepan, justru untuk menghadapi tugas-tugas baru yang akan diletakkan oleh Kongres Nasional ke-VI ini. Berdasarkan pengertian ini, saya sepenuhnya menyetujui Laporan Perubahan Konstitusi tersebut.
Kawan?, untuk mensukseskan pekerjaan kita dalam memper-:
baharui Partai dan melaksanakan tugas-tugas baru yang diletakkan oleh Kongres Nasional ke-VI ini, perlu adanya kerja-kolektif yang disertai kritik-selfkritik disetiap badan pimpinan Partai sebagai syarat utama sebagaimana yang tercantum didalam Laporan Perubahan Konstitusi fasal 23. Pimpinan kolektif adalah salahsatu masalah yang pokok dalam sentralisme-demokratis dan pada hakekatnya: adalah pelaksanaan garis massa dalam pekerjaan pimpinan Partai.
Menurut pengalaman, jika hendak memperkuat pimpinan kolek- 'tif kita harus dengan sepenuhnya mengembangkan demokrasi intern
Partai, mengerahkan kegiatan dan daya-cipta setiap anggota badan kolektif itu. Kerja-kolektif yang disertai kritik-selfkritik ini tidak hanya diperlukan dibadan-badan pimpinan saja tetapi juga diperlukan dan harus dikembangkan disetiap organisasi Partai sampai kepada unit (kesatuan) yang se-kecil2nya. Tidak cukup hanya ' sampai disitu saja. Didalam menghadapi setiap pekerjaan, ter-
775
774
wahan, membantu mereka serta belad
tugas-tugas dan mempertinggi otoritet ukunya Laporan dari tianggantungan dengan tepat sekali menggambarkan betapa besarnya kekuatan dap peranan kolektif, yang pada pokoknya dikatakan:
33 pemencilan yang paling saksamapun tak akan dapat:
met siapapun keluar dari kolektif yang besar kecuali dirinya
tindas menerima tekanan yang mengeratkan dan memperkokoh persaudaraan itu serta menjadikannya lebih perasa. Ia menembus tembok-tembok yang hidup, berbicara dan menyampaikan isyarat-isyarat. Ia adalah satu kolektif yang gembira dan berjuang”. Dengan kata-kata yang sederhana ini tetapi meyakinkan, Kawan Julius Fucik, berdasarkan pengalamannya membuktikan akan pentingnya dan besarnya kolektif.
Juga pengalaman didaerah membuktikan bahwa dimana Comite Partai kerja-kolektifnya berjalan dengan baik, hasil kerjanyapun juga baik. Tetapi sebaliknya, jika kerja-kolektifnya kurang hidup atau tidak hidup, maka hasilnya pun kurang baik atau mengalami kegagalan dal Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hasi kerja itu adalah pencerminan daripada kerja-kolektif. Artinya, jika kerja-kolektif berjalan dengan baik maka Partai bisa berkembang dengan cepat sekalipun tingkatan teorinya masih belum tinggi.
Memang, menciptakan dan mengembangkan kerja-kolektif itu tidak segampang seperti yang kita bayangkan. Untuk ini, terutama
776
peranan
sendiri yang memencilkan. Persaudaraan dikalangan orang yang ter- 1
i y tuk memimpin badan kolektif itu dis bagi. aan ba, keuletan dan aah nat Lan £ insip-insip Leninis. Ia harus men da prinsi ad saban! Ba bu kap Temokosd dan melaksandaa aa Ifkritik. Karena, menghidupkan kerja-kolektif itu tidak bisa Manisahkan atau terlepas dari masalah agcologi, sebagaimana da iny: D.N. Aidit dalam Laporan Kk t Te Ta Ba hat bahwa ti didalam Partai hanya.
persatuan a ya
Sa Ba aa an aa persatuan fikiran, peranan Weoloag Alitan atau ideologi Marxisme-Leninisme. Pengal Para id Lara tentang keharusan keroya kolak itu Ming jadi i i didalam praktek seri li im Ba an pa gass i kesulitan-kesulitan. Kesulitan-kesulitan ini iyakini sehingga menghadapi kesuli 13 In Sa aan Ma Tatuk dihindari. Itulah sebuknia ee Pena adanya ke-sungguh2an, keuletan dan rendah hati an ps 1 Nusa Adanfe diskusi-diskusi teori menurut kebutuhan yang erat hubung:
2 innya yang ingin say disini yalah bagaimana 1 Ya yang ingin saya kemukakan d Oa naa dalan praktek garis politik sukubangsa dalam
777
Partai. Kenyataannya sekarang yalah bahwa tidak sedikit kader-kader daril sukubangsa yang besar, umpamanya sukubangsa Jawa terdapat, didaerah luar Jawa termasuk Kalimantan Selatan. Dalam hal ini yang ingin saya ajukan yalah tentang saling membantu dan saling menghormati.
Berkat politik Partai kita yang tepat tentang sukubangsa maka usaha-usaha kaum separatis untuk mengadu-domba suku-suku dapat diatasi!
dan dapat dipelihara persatuan yang erat dari berbagai sukubangsa alam Partai. Berdasarkan pengalaman, untuk melaksanakan politik ini maka: pertama, keputusan $ lang Pleno ke-IV CC sesudah Kongres Nasional ke-V yang mengenai salah sukubangsa” merupakan bahan dan pegangan memet an masalah organisasi dan kader. Kedua, untuk menghilangkan purbasangka masalah sukubangsa penting difahami tentang,,asal-usul bangsa Indonesia”
yang tercantum dalam dokumen penting dari Partai yaitu Masyarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia. Terutama “dalam Sek lah-sekolah Partai masalah ini perlu mendapat sorotan dengan berikan contoh-contoh yang khas. Dengan dimengertinya masalah sukubangsa dari kedua dokumen penting ini oleh kader-kader, tercapai saling pengertian dan saling bantu yang erat diantara kader-kader berbagai sukubangsa sehingga lebih melancarkan pekerjaan Partai. Kader yang berada didaerah sukubangsa lain harus berusaha untuk sungguh-sungguh mengenal situasi daerah itu, adat istiadat sukubangsa itu agar bisa menyesuaikan diri skhingga bisa membantu kader-kader sukubangsa itu dan ber-sama-sama dengan mereka melahirkan kader-kader baru. Menjadi jelas baginya bahwa jika Partai karena makin besarnya pengaruh dan martabat Partai harus menempatkan wakil2nya di-badan-badan resmi/pemerintahan atau badan-badan kerjasama ' maka prioritet harus diberikan kepada kader-kader yang berasal dari sukubangsa didaerah itu, jika memang sesuai dengan kemampuannya.
Pendeknya ia harus dengan sungguh-sungguh membantu melahirkan pemimpin-pemimpin serta tokoh-tokoh masing-masing sukubangsa.
Jika prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dengan rela dan sungguh-sungguh dan bersama dengan itu sekaligus mengikis kepentingan diri sendiri (ambisi) baik bagi kader-kader dari sukubangsa daerah itu maupun bagi kader-kader yang berasal dari sukubangsa lain, maka akan menimbulkan kegembiraan dikalangan mereka didalam menunaikan tugas nya dan terciptanya kerja-kolektif. Dengan lahirnya kader-kader berbagai sukubangsa akan sangat membantu meratakan perkembangan Partai keseluruh negeri, karena mereka inilah setidak-tidak ya yang lebih mengerti dan menguasai ada iadat, kebudayaan dan bahasa didaerahnya masing-masing. Oleh karena itu bagi daerah-daerah dimana usianya masih muda dan belum mempunyai banyak pengalaman sangat
778
kali pentingnya bantuan kader dan terutama peranan pekerterasa sc) ntingnya An Ka iya 1 dilapangan pendidikan. 5 13 2 jaan Partai di Hang tersebut diatas bisa disimpulkan secara Dari Maan Sra-sra dari berbagai sukubangsa supaya menyadan 'p aling bantu untuk memperkuat
Ha yA eka gnya terlaksananya plan penpokok: pertama, ari akan pent ibangunan P:
idik aripada Partai. Heepa nara aa! re 5 berbasilnya pelaksanaan ini mercka akan lebih tangl e berha
wan usaha-usaha kaum separatis serta
y akan soal-soal kesukuan a, yang menggunakan:
onstitusi ini saya yakin ideologi, organisasi
Can politik dar
Sekian, terima kasih.
TTS
Isioner Rakyat dan didalam tubuh Partai sendiri telah melahirkan (faktor-faktor obyektif yang mengharuskan adanya perubahan-perubahan pada Konstitusi Partai. Konstitusi sebagai pedoman pokok memimpin peker-,jaan diberbagai lapangan se-hari-hari daripada Partai sepenuhnya harus sesuai dengan situasi diluar dan didalam Partai. Hanya dengan
PIDATO KAWAN WIRATMONO
( Jakarta Raya) 'dan selalu militan didalam memimpin perkembangan situasi. Perrinsip-perrinsip Marxis-Leninis sesuai dengan keadaan obyektif yang dihadapi oleh Partai. Perubahan Konstitusi Partai sekarang ini ada-
Kawan-kawan,
Sesudah mempelajari dengan seksama dan mendalam, sesuai dengan kesimpulan-kesimpulan yang diambil oleh Konferensi Partai Jakarta Raya kami menyatakan persetuslyuan sepenuhnya terhadap prinsip-prinsip pemibahan Konga Pari ng direncanakan oleh Sidang Pleno €- yang kemudian lebih disempurnak i i SAN ng, kem mpurnakan lagi oleh Sidang Pleno Sejak berlangsungnya Kongres Nasional ke-V Partai hingga sekarang bersamaan dengan makin majunya gerakan revolusioner, Rakyat untuk kemerdekaan nasional yang penuh dan demokrasi dinegeri kita, berkat kebijaksanaan memimpin dari CC Partai kita yang dengan konsekwen melaksanakan keputusan? Kongres Nasional ke-V terutama yang mengenai tugas-tugas meneruskan Pembangunan Partai, sekarang Partai telah mengalami perubahan yang besar dalam dirinya — Partai telah berkembang dan sudah menjadi Partai terbesar dinegeri kita. Jumlah anggota Partai sudah meningkat 10 kali lipat dalam masa selama lima tahun yaitu 1.500.000 orang. Disamping itu Partai dikerumuni oleh lebih delapan juta kaum pemilih yang dengan setia ikut berdiri dibawah naungan pan-' ji-panji PKI. Dengan suksesnya usaha Partai memperluas keanggotaan maka organisasi Partai telah makin meluas diseluruh negeri dan karena itu tumbuhlah kader-kader muda yang sangat besar jumlahnya berdiri tegak sebagai tulang-punggung Partai yang terpercaya dan sudah dipersenjatai dengan prinsip-prinsip teori fundamentil Marxism -Leninisme dan sudah makin terlatih dalam aksi-aksi revolu-y sioner, Disamping itu Partai kita sudah memiliki metode kerja Leninis yang menjamin makin diperbaikinya pekerjaan-pekerjaan Partai yaitu dengan adanya Plan 3 Tahun Partai. Dengan demikian kebulatan pikiran dan kesatuan aksi daripada Partai sudah makin terasa dan ini menjadi jaminan makin tepatnya pimpinan Partai terhadap gerakan revolusioner Rakyat yang makin berkembang dengan cepat.
Adanya perubahan dan perkembangan dalam gerakan revolu-!
780.
ubahan Konstitusi dalam Kongres Nasional ke-VI sekarang ini.
hdayajuang Partai.
"Program Umum — yang sekarang diubah menjadi Preambul,
“berarti akan makin memperteguh prinsip Internasionalisme Proletar.
"bahaya bagi gerakan buruh internasional, tidak terkecuali PK:
PKI harus melakukan perlawanan yang gigih untuk menentangn!
maian dunia dan kerjasama secara damai diantara semua negeri
akan makin memperteguh prinsip Internasionalisme Proletar, sesuai
demikian Partai akan selalu dalam kedudukan memegang inisiatif
ubahan Konstitusi Partai adalah perubahan-perubahan daripada penuangan
ah merupakan perwujudan daripada perkembangan yang dialektis dari berbagai prinsip mengenai pekerjaan Partai yang telah di- -tentukan oleh Kongres Nasional ke-V. Atas dasar pengertian-pengertian diatas, maka adalah tepat sekali putusan yang diambil oleh Sidang Pleno ke-VII dan ke-VIII CG untuk mengajukan Rencana Per-
Kami mencatat dengan gembira terhadap perubahan-perubahan didalam
antara lain dicantumkannya keharusan bagi PKI untuk berjuang melawan revisionisme, baik yang lama maupun yang modern. Ini
Meskipun tidak terdapat gejala-gejala revisionisme didalam gerakan #buruh di Indonesia, tetapi revisionisme adalah musuh yang beratas dasar persamaan penuh semua Rakyat dan' nasion, ini juga
' dengan pengalaman-pengalaman pasti akan lebih mengembangkan daya-kerja- “sama anggota Partai untuk lebih aktif didalam gerakan perdamaian yang perkembangannya sekarang sudah menjadi satu dengan persjuangan Rakyat anti-kolonialisme. Disempurnakannya rumus ten-
781
Delegasi Jakarta Raya menyambut dengan gembira terhadap rencana perubahan-perubahan yang terdapat didalam Program Umum dan 'fasal-fasal Konstitusi Partai. Perubahan-perubahan itu adalah bersifat pemakuan-pemakuan alas semua kemenangan dan pengalaman? Partai selama ini dilapangan organisasi, politik dan ideologi, dan karenanya sangat hmempunyai arti yang penting, yaitu: lebih meninggikan kwalitet Partai, memperluas demokrasi intern Partai, mengembangkan ke- Igiatan politik anggota? Partai, menyempurnakan pekerjaan Partai dilapangan organisasi, serta memperkuat solidaritet, persatuan dan
Dipakukannya keharusan bagi PKI untuk berjuang guna perdai
si akan memenuhi slogannya yang berbunyi,,dimana ada massa:
disana ada organisasi Komunis”. Makin meluasnya organisasi basis | Partai tidak bisa berarti Jain kecuali akan makin satunya antara Fnassa dengan PKI. Dengan demikian, maka berarti suatu jainan bahwa didalam keadaan bagaimanapun PKI akan selalu tmemimpin, memiliki keseimbangan dan berdiri tegak di-tengah-tengah.
massa. Demikian pula arti daripada perubahan-perubahan didalam Bab VII Fraksi-fraksi Partai Dalam Organisasi Bukan-Partai.
merasakan pentingnya arti perubalian Badan Kontrol Partai, yaitu dengan rol sampai ke Seksi-seksi Partai mpai ke Subseksi-subseksi Partai, daan dilapangan organitang adanya kemungkinan bahwa si:
tingkat peralihan ke Sosialisme di
elanjutnya, kami sangat didalam Bab VIII tentang adanya hak pembentukan Komisi Konti dan pembentukan Komisi Verifikasi sai berarti akan lebih mempertinggi kewaspat sasi dan ideologi, serta memperi nggi mutu politik kader. Arti praktisnya yalah, bahwa Comite-comite Partai akan memiliki ketangkasan dalam menyelesaikan rintangan-rintangan yang timbul disetiap saat pada waktunya.
Arti daripada perubahan didalam Bab IX tentang Keuangan Partai adalah lebih membuka kemungkinan bagi setiap anggota dan calonanggota Partai untuk lebih baik lagi memenuhi kewajibannya dibidang keuangan. Kami berpendapat, bahwa arti ideologis daripada kewajiban anggota dibidang keuangan ini harus lebih diperdalam lagi dikalangan massa anggota, karena ini adalah suatu keharusan mutlak sebagai perwujudan adanya hubungan materiil
ip: antara “anggota dengan Partai. - ubungan ini Perubahan yang tidak kurang menggembirakan juga terdapat y Tai ' didalam Bab X tentang Hubungan Partai Dengan Pemuda Rakyat.
Persoalan ini adalah baru dan timbul sesudah Partai, makin berakar dikalangan massa luas tidak terkecualinya dikalangan massa pemuda. Adanya esediaan Pemuda Rakyat menempatkan diri sebagai pembantu yang setia dan terpercaya daripada PKI sesuai dengan sejarah dan perkembangan organisasi Pemuda Rakyat, adalah mencerminkan besarnya harapan dan kepercayaan pemuda Indonesia kepada kemampuan PKI dalam perjuangan untuk menciptakan haridepan Indonesia yang bahagia. PKI adalah Partainya generasi muda yang gandrung akan haridepan tanahairnya
- Den pokok pelaksana cara teliti dan ter
CC sampai k juga dapat
Bab IV 'dan V, kami 1, 3 1 Sangats
£ gsi, perluasan keki
ya badan-badan organisasi Partai. Dean e u kami berkeyakinan, bahwa Partai Ka
lebih mem: kemam, 5
SAN Ipuan menyelesaikan tugas? ” ae aa en page Hanyak dan lebih dari itu Hemgtangan yang gemilang. Tegasnya hubungan PKI dengan Pemuda Rakyat gatasi berbagai kesulitan yang datang baik dari dal £ merupakan jaminan makin tepatnya garis politik Partai dikalangan 2 massa Pemuda/Pelajar/Mahasiswa. Arti penting lainnya yalah, bah-
LA aa dari luar tubuh Partai Me i )
ngenai Bab VI tentang Organisasi Basis Partai, perubahan-perubahan”
yang terdapat adalah bersifat memberi kemungkina: m - bersif: ngkinan makin diper:
mudahnya perluasan organisasi basis Partai. Dengan demikian Par-
782
wa bagi PKI sendiri sebagai Partai yang akan selalu memperbaharui' diri akan senantiasa mengalirkan,,darah segar” yang bersumber pada patriot muda yang sedang tumbuh — ngrembaka.
Mengingat hal yang demikian itu, maka tepat sekali dimasukkan
783
persoalan tegasnya hub: i 1 dalam Konstus. "bungan Partai dengan Pemuda Rakyat g
PIDATO KAWAN ABUBAKAR SIDDI@
(Aceh)
Kawan?!
Atas nama delegasi PKI Aceh, saya menyatakan persetujuan kami terhadap Perubahan Program PKI yang dimajukan oleh Comite Central PKI didalam Kongres ini dan telah kita sahkan dengan suara bulat.
Adanya Program Umum dan Program "Tuntutan sangat membantu kader-kader dan anggota? Partai dalam mengorgan' i dan memobilisasi massa Rakyat dengan semboyan-semboyan yang terang membangkitkan aksi-aksi untuk mencapai tujuan tertentu dalam tiap tingkat revolusi. Dengan Program Umum bisa diketahui secara jelas apa yang harus dikerjakan oleh Partai, begitu terujudnya Pemerintah Demokrasi Rakyat, dengan demikian Program Umum adalah program strategis dan jangka panjang, serta merupakan kunci untuk sampai kepada Sosialisme. Dengan Program Tuntutan bisa diketahui apa yang menjadi tuntutan PKI terhadap tiap pemerintahan sebelum pemerintahan Demokrasi Rakyat. Ia merupakan Program Front Persatuan Nasional yang menyediakan syarat-syarat bagi terciptanya Program Umum.
Dibanding dengan program yang diputuskan oleh Kongres Nasional ke-V yang lalu, Program PKI sekarang ini sudah jauh lebih lengkap dan sempurna, sesuai dengan hasil-hasil yang telah diperoleh oleh Revolusi Indonesia selama lima tahun ini. Ini sekali lagi membuktikan bahwa dibawah pimpinan Comite Central Partai kita, apa yang telah diputuskan oleh Kongres Nasional ke-V, sebagian besar telah dapat dilaksanakan. Maka menjadilah kewajiban Kongres Nasional Partai sekarang ini, mengkonsolidasi dan lan Partai mass: | mengembangkan hasil-hasil yang telah dicapai itu serta meningkatkannya ketingkat yang lebih tinggi dan lebih sempurna.
lusi si Dalam hal ini kami melihat bahwa Perubahan Program PKI untuk Indonesia baru yang Agustus 45 sam ya, 1 baik Program Umum maupun Program Tuntutan telah Rana harapan delegasi kai Sungguhpun demikian baiklah dalam kesempatan ini, saya mengemukakan beberapa bagian daripada Progadalah berarti Ss adalah suatu K3
erhadap Rencana Perub:, dasar-dasar pokok daripada Pee.
Kawan-kawan Presidiw:
m yang tercinta,
'gin menyatakan keyakinan kami,
784
785
erasakan bagaimana jahatnya pengekangan terhadap hak-hak demokrasi tersebut.
Atas landasan ini
ena Ka anggap perlu digarisbawahi dalam membiti:
Nah 1. 3S agian besar kami tujukan kepada Pro, - Tu
Na Fang) an mengenai Program Umum kami an -3
t up, Dae Setan penekanan-penekanan lagi. pa"
Ik rtogram,,Untuk Kemerdekaan Nasional” |
BI Pakem kan, » menasionalisasi semua Pen NN “3
Tuas 20 al Belanda didalam perusahaan campuran, ant 2 M. Perlakukan perusahaan? AS sama dengan Perosabaan Be
landa, jika AS terus-menerus mempersenjatai gerombolan-gerombolan ko,
kami berpendapat tepat sekali semua tuntutan untuk hak-hak demokrasi” yang dimuat dalam Program Tuntutan, ».l. agar diadakannya Pemilihan Umum yang demokratis tepat pada waktunyas berikan kebebasan demokratis yang se-luasinya kepada Rakyat dan Organisasi Rakyat dan batalkan semua U.U. dan peraturan yang membatasi kebebasan gerakan patriotik dan lain-lain se-
'bagainya.
ula berita bahwa Pemerintah telah menintra-revolusi Gene ah Membantu Beng denga Sea dal Sa gina La le ap R.I. 3 isamping itu tersiar P' Kami sepenuhnya sependapat menjadikan t 2 ini cab jau kembali U.U. No. 1 tahun 1957, terutama mengenai hal?
untutan-untutan ini sebaNg kutan dengan penetapan kepala daerah dan anggota?
tuntutan yang mendesak dalam Program Tuntutan, tidak lagi dal yang bersangi 1 1 DPDP. Kami berpendapat bahwa maksud-maksud yang demikian tidak
Program Umum sebagai 4
£ sebagai Program yang lalu, kar y i 1 » Karena secara obyek membawa akibat yang baik bagi perkembangan otonomi dan demodengan adanya pengambil.
Ka Sma aAn Belanda krasi dan karenanya tidak dapat dibenarkan karena daripada U.U. No. 1/1957 itu dalam taraf sekarang memenuhi prinsip-prinsip poli-
Sa peatang sesionafai Pernahaan Beland:, mi ai a, maki an Sekarang juga. Sikap yang Paser henpiskan mey Ti tik memberikan otonomi kepada dacrah-dacrah. Tindakan ini bisa menimperasa aan asing yang membantu Belanda adalah sika HaREIA" bulkan kembali ketegangan-ketegangan yang tidak perlu - antara daerah arah sesuai dengan perasaan keadilan Rakyat daan Ser Pe:: dengan pusat. Apalagi selama masih ada imperialisme dan sisa?
Pa aa, Ini adalah suatu kemenangan yang P3 - pia feodalisme di Indonesia seperti sekarang tindakan seperti itu bis
« Lp P, perjuangan Rakyat Indonesia selama ini Terasi k: dipergunakan oleh kaum separatis dan kaum kontra-revolusi untuk
di Ati Pa telah sangat memukul propagandis-propagandis kaum 1g aa mempertentangkan pusat dengan daerah. Walaupun terang bahwa
sad ana selalu mengggembar-gemborkan kesucian Haa ang untuk daerah Aceh sendiri sistim perimbangan ini sekarang ini
Haa 2 1 crmesta dan mendorong tindakan tegas 5 PLP. lebih banyak menguntungkan kaum kepalabatu yang diwakili oleh
85 a terhadap kaum petualang di 3, ari alatg Masyumi, karena disana Iasyumi mempunyai kedudukan mutlak.
5 Tetapi keadaan yang demikian sifatnya hanya sementara dan dengan adanya kebebasan demokratis gerakan Rakyat dalam waktu yang
singkat pasti akan mengalahkan kekuatan kepalabatu dan memenangkan revolusi. Ini juga menunjukkan betapa besarnya pengabdian kaum Komunis: kepada demokrasi dan kepada Rakyat.
Karena itu kami sependapat dengan tuntutan supaya sungguh?
melaksanakan otonomi daerah sebagai yang ditetapkan didalam
Undang? No. 1/1957 tersebut.
3. Dalam bagian,,untuk perbaikan nasib” kami ingin mengemukakan beberapa persoalan sebagai berikut.
a. Mengenai tuntutan 6:4. Pada umumnya sewatanah di Aceh sekarang ini,,bagi Ihee” atau bagi limong”. Bagi Ihce, yaitu bagi tiga, sebagian untuk tuantanah dua bagian untuk kaum tani, sedang bibit dan sebagian alat dari tuantanah. Bagi
limong yaitu dibagi lima, sebagian untuk tuantanah, 4 bagian
untuk kaum tani, sedang alat dan bibitnya dari kaum tani sendiri. Disamping itu ada pula sistim mawah, yaitu tanah, perbelanjaan (makan, bibit dan alat disediakan oleh tuantanah),
787
Rakyat tidak mung bangkan “hasil-hasil R
786
dan sesua
788
Mengenai ko kan N
Partai dil perasi kami telah menyimpulkan, bahwa Program
hasilnya dibagi dua, sebagi
untuk kaum tani. Maka kami buk 6:4, yaitu minimum 6046 dari maximum 4076 untuk tuantanah:
TDara, Dagoral Untuk daerah-daerah
1g1, disesuaikan dengan k
didaerah Aceh sudah ag menuntut turunnya sewatanah kongkrit, karena sewatanah di terdapat ber-macam-macam sesuai dk
Acel
dasan-dasan
apangan koperasi adalah Pro: y 1 gram yan, yekti:
i dengan perkembangan desa Nda Aan
umumnya didaerah Aceh jumlah kaum tani yang memiliki tanah lebih besar daripada kaum tani yang tidak mempunyai tanah karena masih luasnya tanah yang belum dikerjak.n.
Usaha yang tepat menurut pendapat kami adalah mengorganisasi mereka didalam koperasi-koperasi, karena tuntutan turun sewatanah dsb. tidak menyangkut dengan kepentingan mereka. Didaerah Samalanga, satu Kecamatan di Aceh Utara, koperasi ini telah pernah mempunyai akar sejak revolusi yang lalu. Karena itu didaerah ini lintahdarat tidak dapat hidup, kaum tani tidak kesulitan makan. Sayangnya koperasi ini telah dirusak dan diubrak-abrik oleh DI-TII sehingga belakangan ini sangat mengganggu kehidupan Rakyat didaerah tersebut. Partai telah berusaha untuk menghidupkan kembali koperasi didaerah ini dan menjadi contoh dalam memulai pekerjaan Partai dilapangan koperasi didaerah Acch.
d. Mengenai hak kaum tani untuk mengangkat senjata melawan gerombolan teroris, merupakan program yang amat mendesak sekarang ini. Pengalaman menunjukkan, bahwa tanpa adanya bantuan Rakyat TNI tidak dapat berbuat banyak untuk memulihkan keamanan. Sebaliknya tanpa bantuan daripada TNI, terutama dilapangan persenjataan dan latihan-latihan militer, Rakyat tidak akan dapat mengusir gerombolan dari desanya.
Partai kita didaerah Aceh mempunyai pengalaman yang kaya terhadap kebenaran tuntutan ini. Dimana Komandan-komandan operasi setempat mau bekerjasama dengan Rakyat maka pengaruh DI-TII tidak bisa berakar dan keamanan bisa terjamin, tetapi sebaliknya dimana kerjasama antara Angkatan Perang dengan Rakyat tidak baik, keamanan tidak dapat dipulihkan dan gerombolan tidak dapat diusir samasekali.
Dalam memberikan bantuan terhadap Rakyat ini hendaklah dilaksanakan secara sungguh-sungguh tanpa adanya kecurigaan, dan jangan hanya mau mempergunakan Rakyat untuk mensukseskan operasi saja, tanpa menyediakan syarat-syarat yang memungkinkan Rakyat membela dirinya kalau daerah yang telah dibebaskan itu ditinggalkan oleh TNI. Karena tidak jarang terjadi daerah tersebut diduduki kembali oleh gerombolan, sehingga akibatnya Rakyat yang tadinya membantu TNI dimusnahkan oleh gerombolan. Jadi kerjasama ini harus sungguh-sungguh didasarkan kepada kepentingan untuk menghancurkan gerombolan dan menyelamatkan Rakyat, bukan sekadar untuk memudahkan operasi Angkatan Perang saja: Ini hanya bisa kalau Angkatan Perang membantu Rakyat dengan mengadakan latihan-latihan untuk membela diri terhadap serangan kaum pemberontak.
789
Sehubungan den. i i
1 ngan itu mengenai bantuan terhadi memes harus diperinci secara terang, bahwa banten ag ban ya un an sekadar beberapa ratus rupiah Da 3 ng penting yalah memberik: kerji i kaum pengungsi bisa mengemb: selagyn aah.peni si | kan bakatnyi bahagian yang aktif dalam Phebes Pindul? Shane Mena!
:: proses produksi kemasyarakat:
perjuangan revolusioner. Sekarang ini Pen ann Tr - Sek g ini kaum i di
Ana atas tuntutan dan perjuangan kaum Ben na. Hala TP Han uang pada umumnya untuk yang berkelua Bae00, Sampai Rp. 250,— sekeluarga dan untuk yang belui Pan ama Katana bantuan yang demikian tidak mendidik!
TA Set isa menyebabkan semangat revolusionernya!
Kawan?!
Demikianlah pandan: kami
c nlah gan kami terhadap P'v
BKI, yang ajakan oleh CC kepada Keliaya Bgm ba Dean ap mera Tni) aka mampu memobilisasi massa tetu Ba beda nesia kepada tujuan Revolusi Agustus Terima kasih.
PIDATO KAWAN PRAWIRO SLAMET
(Nusatenggara Timur)
Kawan-kawan dan hadirin yang terhormat,.
Menyambut laporan Perubahan Program PKI yang disampaikan oleh Kawan Nyoto, maka kami sebagai utusan dari Nusatenggara Timur dapat menyatakan pendapat dan perasaan kami bahwa Indonesia sekarang memang belum merdeka penuh dan setengahfeodal. Meskipun kaum reaksioner dan burjuis komprador mempertahankan pendiriannya dan menolak keterangan-keterangan kita, Rakyat banyak yang progresif membenarkan pendapat-pendapat kita, dan karenanya ber-duyun-duyun mereka datang menyatakan dirinya ingin masuk kedalam Partai kita, terutama hal ini terjadi didaerah Nusatenggara Timur.
Bicara tentang Irian Barat, kita sudah dapat satu bukti yang sukar dibantah oleh siapapun juga. Nah, katakanlah Irian Barat sudah lepas dari penjajahan. Belanda sudah mendustai kita berkali-kali. Ia berjanji dalam satu tahun setelah KMB ditandutangani, Irian Barat akan diserahkan kepada kita. Tetapi dalam kenyataannya Pemerintah Belanda dalam UUD-nya menjadikan Irian Barat sebagian dari Nederland. Akal bulus Belanda sekarang dengan menghapuskan Kementerian Seberang Lautannya atau Kcmenterian Penjajahan, agar dapat dikatakan tidak mempunyai jajahan. Indonesia terus-menerus menuntut haknya yang sebenarnya, maka imperialis Belanda sudah menarik kawan2nya imperialis lainnya yang tergabung dalam SEATO. Dalam hal ini yang sangat menonjol serta menarik perhatian yalah Australia, yang mempunyai jajahan di Irian Timur, turut mempertahankan mati-matian.
Bicara tentang feodalisme, bagi kaum feodal tentu tidak akan mengeluarkan sepatah katapun, lantaran fcodalisme diluar pulau Jawa masih terlalu tebal. Perubahan Program PKI menyatakan bahwa Indonesia masih setengah-fcodal. Penindasan feodal didaerah kami masih merajalela. Peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang tidak tertulis, dan yang sampai sekarang ini masih berlaku diantaranya yalah Rakyat tani belum berani naik kuda menggunakan sela. Sebab
791
sela adalah hak mutlak raja-raja sebagai kebesaran, jika mereka naik kuda. Disamping itu kaum tani belum berani memakai celana panjang. Anggapan mereka pakaian celana panjang (pantalon) itu adalah pakaian orang-orang Belanda yang tidak boleh disamakan dengan pakaian orang tani biasa.
Peraturan-peraturan feodal seperti kerja rodi, pologoro, mengantar surat-surat, menjaga rumah raja, menyerahkan sebagian apa yang menjadi hasil kaum tani, semua ini masih berlaku di Nusatenggara Timur.
Lain daripada itu perubahan-perubahan tanah belum lagi di-singgung-singgung. Kaum tani tidak ada yang mempunyai hak atas tanah. Mercka hanya berhak atas sebagian kecil tanaman yang mereka tanam. Kaum feodal dapat membunuh sesuka hatinya kaum tani, jikalau kaum tani berani mempertahankan tanahnya. Yang lebih dahsyat lagi yalah raja satu dengan raja tetangganya, yang biasa mempertahankan wilayahnya, senang sekali menimbulkan perang saudara. Perang saudara begini ini sampai menimbulkan korban-korban yang ber-puluh-puluh dikalangan kaum tani, serta pembakaran rumah-rumah dibeberapa kampung hingga habis musnah dengan harta benda mereka sekaligus.
Bicara tentang perbudakan, di Nusatenggara Timur masih ada. Ini dapat dibuktikan dengan kejadian-kejadian yang nyata. Kalau ada orang meninggal dunia, mesti melaporkan kepada raja untuk dikubur, maka raja baru mau menerima laporan itu sesudah dibayar uang kontan 25 ringgit,, Uang perak Belanda”. Sedang jika 25 ringgit ini tidak mampu dipenuhi, oleh Rakyat biasa, maka salah seorang dari anaknya yang masih hidup harus dijadikan budak raja sampai ada tebusan dari akhli warisnya. Peraturan semacam ini mulai zaman Belanda sampai sekarang ini masih berlaku.
Demokrasi yang berlaku di Nusatenggara Timur adalah demokrasinya kaum raja-raja dan gereja Katolik. Apakah itu liberal atau demokrasi burjuis, tetapi pada kenyataannya orang yang memegang demokrasi itu yalah mereka yang berkuasa dalam daerahnya masing-masing.
Demokrasi hanya dirasakan oleh segolongan kecil manusia-manusia penindas yang berkuasa. Rakyat banyak tidak dapat bergerak sebagaimana yang di-cita2kan oleh Revolusi 17 Agustus 1945 dengan pengorbanan yang begitu hebat. Sempitnya demokrasi mencekik batang leher Rakyat di Nusatenggara Timur.
Konsepsi baru yang mienjadi gagasan Presiden Sukarno yaitu Demokrasi Terpimpin, disambut dengan meriah oleh Rakyat di Nusatenggara Timur karena ada kemungkinan besar diadakannya perubahan-perubahan diberbagai bidang, terutama kebebasan bergerak dari Rakyat, yang cinta Republik Proklamasi.
Berbicara tentang keamanan di Nusatenggara Timur, dimana masih banyak terdapat bekas-bekas serdadu KNIL, dan bekas-bekas polisi
792
ial di y ikin Rakyat tidak tenteditambah kekuasaan raja-raja, membikin Rakyat ti ntemr tidak mendapat perlindungan. Disana akhir-akhir Ya Ta tempat pelarian pemberontak DI/T' TI-,,PRRI Pee da tulawesi. Begitu pula satu daerah Kanak La npan ida 1 Das ati i Tengah Utara Ukusi namanya, u, Bai antar negara Republik Indonesia. Tebus akta pe drg Se ka Oleh alat negara berkat warganegara Belanda, sesut liketahui 0! La Kena NA akyat, berhasil melarikan dirinya | uga
Ia Lengan mendapat perindpngati Sidherah kantong Fr
» lam
Selain itu pembunuhan-pembunuhan dan ale ra rp bun yak juga terjadi dipulau Flores, dan akh!:
an ee abantang begitu saja tanpa pemeriksaan dan diluar dipulau Sumba. Ni,
Aan Meayaani yang penting Kau Bi amar Kel i lain-lain yang begitu luas kepunyaan ger atolik, den ai Sa ndogi AN tuan-tuan feodal, sedangkan Rakyat tani tidak
yai tanah sedikitpun.
AN banya aania penghapusan Kogan Dari Menena i id 1945, ucapan Bung diganti dengan Undang? Dasar An atap Ta A0 tangkai y gendom at n
17 Agustus 1959 yang menyatakan bahwa « Ggendom Aa aa i aka Rakyat mengharap dilakukannya Sa aah Tbk benar mengakhiri kekuasaan se-wenang-wenang i ilik-ilik tanah yang luas.
PA terjadi Pengambil-alihan perusahaan? Ha Dewa Gereja Katolik membuat satu pernyataan, yang Haa al bala perkebunan dan perusahaan-perusahaan lainnya adalah milik Gereja, sehingg:
dis -gugat. € NP, 5
Sg Pena “entang ckonomi Naba Pan rela bi, et yaj adi rintah penjajah Belanda, Indonesia y aa agan y y ilkan bahan-bahan mentah se-banyak#nya gu! c Ta Pe ma ia, “Delia demikian ekonomi Indera M enjadi tergantung kepada negeri ngan Ne pol i yajah semacam ini, maka | In ea Pa epenuhaya melepaskan tali gantungannya pada pie Tara mencapai stabilisasi dalam bidang Bea Indonesia yang juga akan terasa Snp - Ta & Poli i i perbesar pi ekonomi Pemerintah harus melalui jalan i Pa Ea i besar produksi dalam segala macam £ Ba kana Rakyat dan negara. Disamping itu peryang menjadi keperluan akyat dz Damon EA uarnegeri yang menguntung!
Aa ai sang naa ditolak dan Undang-undang Penanaman
793
Modal Asing harus segera dibat::
1 As ' alkan di F.
ta Tpind Taman kapital dari luarnegeri Aa pe Ta mana ATA u aa ab agar Indonesia jangan Naa Pnb ni i | "
edan Kancah P4 gan, yang selalu di-kobar?kan oleh imperialis Dalam Program Tuntutan PKI $ x ) nampak jx y
Pipensitangkan Dua membentik Pray Sa aa Pe.
2 lengan cita-cita Rakyat terbany y jadi pegangan Bung Karno. Untuk Da bebe prana ta ea 3 ai Ungan Rakyat Indonesia harus bersatu erat Bea SAN ayh Selagi oleh kaum reaksioner dan Ang Ka.
ar tera kaan yang penuh sesuai dengan cita-cita Rakyat Mengingat kepada Kabi 1 ging: program Kabinet Kerja y yi:
GN engkapi sandang-pangan rakyat. dalam sah Ta 2 perbunyis nat, ml a Program Tuntutan PKI pasal 22 syd 27 Pe gta asih, Su pasal 35 s/d 40 untuk perbaikan ekonomi Pal p ncian dari program Kabinet Kerja yan Na Pa endak Rakyat banyak. Me aa Perlu kami tandaskan disini b:
n ahwa dal
Pa ptan PKI berbunyi:,,Pertinggi Menag br Maa Pe ieanan Yalnnya « dan Tana dapatlah diperhitungkan, deras Pai, k: anamai i 1 mencukupi kekurangan-kekurangan kita Para aga er baca agak pangan dapa dicukupi, kalau tanah-tanah yang ka aan Kan gang”
k: ggara Timur itu ditanami dengan bahan makanai aa i2. Nang ara untuk pakaian. Untuk menanam bahan Akan ia kaan pakar 2 pet diberikan tanah kepada kaum tani. ke ba Hat Aa ijalankan transmigrasi seperti yang tercant EL AR rogram Tuntutan. Jean alan pasa Achirnya kami sebagai i agai utusan d kan, HahWa MEcupahan. Program PKI, ne ma Ta BY 5 x lan, 2 mpyikan, akhirnya kembali keatas melalui Ke aan BN telah disetujui secara bulat tanpa lb Tgn an, terima kasih. Pe perahu
PIDATO KAWAN KISMAN
Kawan? Presidium, kawan-kawan delegasi yang tercinta, Izinkanlah saya untuk menyatakan rasa kebahagiaan dan kebanggaan saya dapat menghadiri Kongres Partai yang mulia dan
besar ini.
Sebagaimana kawan-kawan lainnya, saya pada Laporan Umum oleh Perubahan Konstitusi oleh Kawan an Program oleh Kawan Nyoto, sama, sedang saya khusus menyai baru kita.
Kawan?, kader? Partai bahwa banyak sekali pelajaran
sayapun menyatakan persetujuan Kawan Aidit, Laporan tentang Lukman, dan Laporan Perubahseperti telah kita maklumi bertakan sambutan atas Konstitusi
di Nusatenggara Barat sangat merasakan dari pengalaman-pengalaman sejak Kongres
Nasional Ke-V telah dimasukkan kedalam Perubahan Konstitusi.
Kawan-kawan, Konstitusi Partai adalah ketentuan pokok yang mengatur kehidupan intern Partai. Konstitusi Partai menjamin kesatuan Partai dalam fikiran dan tindakan. Sebagaimana dikatakan dalam Preambul Konstitusi: PKI yalah barisan depan yang terorganisasi dan bentuk organisasi klas yang tertinggi dari klas proletar Indoncsia. Sebagai barisan depan yang terorganisasi dan bentuk organisasi klas yang tertinggi dari klas proletar, sepantasnya PKI dipersenjatai dengan Konstitusi yang lengkap.
Berlainan dengan kaum oportunis yang takut pada disiplin, kita kaum Komunis menjunjung tinggi disiplin berdasarkan keinsyafan klas proletar.
Jika diingat kalimat-kalimat penting dalam Preambul Konstitusi, yang berbunyi:,,Masalah yang langsung dan segera kita hadapi yalah masalah Front Persatuan Nasional yang berbasiskan persekutuan Buruh dan Tani dan masalah Pembangunan Partai”, — maka pentingnya arti Konstitusi Partai adalah lebih-lebih lagi harus kita perhatikan.
Pengalaman didalam pemilihan umum,
daerah-daerah dimana Partai keluar sebagai pemenang perkembangan Partai di-daerah-daerah itu, ter-
795
masuk diwilayah NTB berlangsu y an Pengalaman kami Me Maa
| menguasai arti dan pentingny itusi, TE 3 en baru dibuka setelah peng Tagana ai lebih ea Abe engan ana AN bban angota mem:
TA F onstitusi yang baru ini. Ini 3 HA Dean anggota dan Talas TAN aa be Tah aa yibannya serta hak?nya secara terperinci emahi An Hoa Degnndaikan Comite-comite Partai Aini beat, vitet anggota dan calonanggota dengan Ju i y
AN 2 PN analin terasa betapa jelasnya faktor usia kean aa: 3 A Anam pr unoi kader yang selama ini Pena d ia Ka ndap Sdn yang baru. Menurut pengalaman ui aa maba Tan - entukan CSS, tidak sedikit kader-kader yan men Para Plan iR Nan organisasi didaerah baru tepaarak Pa.
Pa oa a yang baru masuk Partai sehin: Ha y Pena Ana ak, mereka kurang menghiraukan ee 2 BA Ona ala Partai dan akhirnya mengakibatkan 2 3 Tea Pa Partai lambat maju. Kami menyedari bahwa kai “kapang ya mungkan menjalankan tugasnya, apabila be aa ah er-er yang lama dan mempunyai NT Ang punyai pengalaman yang
1 yang sudah ya ini menjadi
Pan 1 ongres kita yang ji Batras EK Partai Komunis Tndonesi, Partai yang kita t 1 na pergunakan Konstitusi Partai dalam Naeba ke Pa ta mendisiplin diri kita dengan Konstit &
Hidup PKI!
796
PIDATO KAWAN IMRON
(Sumatera Selatan)
Kawan? Presidium, dan
Kawan-kawan peserta Kongres yang tercinta, yang dikemukakan oleh
Pertama-tama saya mengulangi apa Ketua Delegasi Partai dari Sumatera Selatan Kawan M. Zaelani, bahwa delegasi kami menyatakan persetujuan sepenuhnya terhadap Perubahan Konstitusi Partai yang telah dikemukakan.
Adapun dasar pokok daripada persetujuan delegasi kami atas Perubahan Konstitusi ini yalah bahwa Konstitusi harus mengabdi dan memenuhi tuntutan situasi. Adalah wajar dan pada tempatnya, Kongres Nasional ke-VI Partai ini melakukan peninjauan dan perubahan Konstitusi, untuk diselaraskan dengan perkembangan organisasi Partai yang telah tersebar keseluruh negeri dan keanggotaan yang sudah berlipatganda 'banyaknya. Dilapangan politik dengan bergesernya situasi kekiri sesudah dilakukan tiga kali pemilihan umum, setelah pada pokoknya digulung komplotan,,PRRI”- Permesta, makin meluasnya Front Persatuan Nasional anti imperialis dan feodalisme serta makin meluasnya Front Perdamaian antiperang. Perkembangan dan pengalaman-pengalaman demikian itu haruslah tercermin dengan selayaknya dalam Konstitusi baru.
Lanjutkan Pembangunan Partai
Kongres Nasional ke-V Partai, antara lain menugaskan,,meneruskan pembangunan Partai yang di-Bolsyewik-kan, yang meluas diseluruh negeri, yang mempunyai karakter massa yang luas, yang ses penuhnya terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi.”
Kami menyatakan persetujuan sepenuhnya terhadap kesimpulan yang dikemukakan, bahwa sesudah Kongres Nasional ke-VI Partai ini, harus disempurnakan pelaksanaan garis umum tentang meneruskan Pembangunan Partai yang terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi.
Dalam preambul Konstitusi Partai, telah dikemukakan kewa-
797
jiban PKI sekarang dan penek 2 Pimpinan Partai, ea Bentan mengabdi pada kepentingan massa da Kakyat. Dengan garis demikian yat harus membebask: iri dan selain itu s Sek pelaksan:
Den
demokratis dan prinsip pimpinan kolektif, maka Partai dapat mempertahankan legalitet dan kebulatannya. Partai dapat meneruskan perjuangan melawan kontra-revolusi separatis dalam keadaan yang sulit bagaimanapun juga. 1
Mengenai kelemahan disementara Comite berupa kelambatan meningkatkan calonanggota menjadi anggota, harus menjadi perhatian sepenuhnya. Kelambatan melaksanakan masalah peningkatan ini, mempengaruhi pelaksanaan penggrupan anggota secara.
sempurna. Sedang peranan dari grup, sangat dirasakan pentingnya, 1 terutama untuk mengaktifkan semua anggota Partai.
an massa terbukti dari
-revolusi separatis di:
rtai. Walaupun Partai
Arti Plan Organisasi Dan Pendidikan
bahwa apa ya mata.adalah fitnah
Ontra-revolusi separatis mendug:
partai burd
Masalah Organisasi tidak bisa dipisahkan dengan masalah ideologi. Pengalaman disaat mengganasnya kontra-revolusi separatis dt Sumatera Selatan, terdapat juga beberapa kader dan anggota bersikap pasif dan hanya menunggu saja. Terhadap sikap yang tidak tepat ini telah: diadakan gerakan pembetulan fikiran, yaitu gerakan untuk meletakkan garis dengan konsekwen melawan kontra-revolusi separatis, yang bersandar kepada kekuatan massa dan peranan mempelopori dan memimpin daripada Partai.
Beruntung, bahwa pada waktu itu kami juga dapat melaksanakan sebahagian daripada Plan Pendidikan Partai, khususnya Sekolah-sekolah Partai Provinsi yang kemudian diselesaikan sepenuhnya Kn setelah keadaan di Sumatera Selatan dapat dinormalisasi kembali.
2 8 Pelaksanaan Plan Pendidikan Partai telah membantu membulat- Pa kan fikiran dalam perjuangan melawan separatisme. Dengan ke-
Papa dita
ter bulatan ini, dengan tegap kita menghadapi kontra-revolusi separatis kebudayaa:: ilmu ea di Sumatera Selatan.
Konstitusi H Achirnya, biarpun dalam banyak hal masih terdapat kekurangan?.
£ dalam pelaksanaan Plan 3 tahun pertama Organisasi dan Pendidik- t
an, delegasi kami menyambut Rencana untuk melaksanakan Plan 3 Tahun ke-II. Sambutan kami ini didasarkan kepada pengalaman tentang pengaruh pelaksanaan Plan 3 Tahun ke-l, yang besar artinya bagi kemajuan politik dan ideologi.
798
199
hadap tidak?nya modal Belanda yang ada didalamnya harus diambil-
PIDATO KAWAN
MOH. SETUP an Timur tidak hanya minyak saja, ya seperti batubara, hasil damar, manggan dil.).
n tidak digunakan sedan masih berlakunya
(Kalimantan Timur)
perjuangan Rakyat yang lebih baik dan
. Dalam Perubahan di Indonesia masih t masih mempunyai keku:
kan, Rakyat Indonesia
jauh dari mencukupi. Untuk mengatasi kekurangan bahan makanan terutama beras, kepada kaum tani harus diberikan perlengkapan alat-alat pertanian yang cukup dan diperlukan perluasan areal pertanian. Daerah Kalimantan Timur dapat menampung jutaan transmigran. Tetapi anehnya transmigrasi yang diusahakan oleh Pemerintah sebagai usaha untuk memperbesar hasil-hasil pertanian tidak mendapat perhatian. Karena tidak cukup tanah dan sangat kurang atau terbatasnya pemberian. jaminan sosial, maka 115 keluarga yang meliputi 350 jiwa terpaksa meninggalkan tempatnya: ada yang pulang ketempat asal, ada yang pergi kekota mencari pekerjaan, minta-minta dan ada yang sampai menjual anaknya. Inilah yang | dijadikan alasan bagi golongan kepalabatu (PSI-Masyumi) Kaltim untuk menolak tambahnya transmigran. Bagi daerah Kalimantan igrasi adalah persoalan yang sangat
800
801
pembangunan.
mantan Timur belum bisa membangkitkan se-luas2nya aksi-aksi
bagian besar kaum tani, kini 2 4 ni, kini selangk: i hasil mengorganisasi dan PN aa Aa os La Le
saluran ai yamil SA:
air, tambahan jaminan untuk MA 5 1 menan baru sedikit itu adafg k mencapai yang leh
bah perluasan t:
sebagai perintis besar lagi.
anah garapan. Hasil y jalan dan landasan aa
Persoalan-persoalan lainnya yi perhubungan dan An
Yang i
ang sangat
rangi sungai-sungai, laut bungan/peng: akut oleh Rakyat.
Belanda, sebag:
pulau-pulau dan daera
segera terlaksana dai
€ n selai
Singgasana kekuasaan.
Sekian dan terima kasih.
PIDATO KAWAN AINUDDIN
(Sumatera Barat)
Kawan?,
Saya, seperti juga dengan kawan-kawan yang terdahulu, sepenuhnya menyetujui Laporan Umum Comite Central yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, laporan tentang Perubahan Konstitusi Partai oleh Kawan M.H. Lukman, dan laporan tentang Perubahan Program Partai oleh Kawan Nyoto yang disampaikan kepada Kongres Nasional ke-VI Partai yang bersejarah ini.
Menurut hemat saya garis politik, organisasi dan ideologi daripada Partai dibawah pimpinan Comite Central yang diketuai oleh Kawan D.N. Aidit semenjak Kongres Nasional ke-V Partai adalah tepat, menguntungkan Rakyat Pekerja dan Partai dalam perjuangan mencapai kemerdekaan nasional yang penuh, hak-hak demokrasi yang lebih Yuas, dan perdamaian dunia yang abadi.
Laporan yang disampaikan sedemikian rupa telah dirumuskan dengan sederhana, terang dan mendalam. Dan secara tepat pula menyimpulkan berbagai pengalaman serta pelajaran-pelajaran. yang berharga selama masa perjuangan yang telah dilalui. Laporan juga memperhitungkan secara jernih sesuai dengan keadaan obyektif tentang perspektif-perspektif yang menggembirakan bagi perkembangan Partai dimasa dekat yang akan datang. Sejalan dengan itu baik Laporan Umum, maupun Program Partai dan Konstitusi Partai sepenuhnya telah memberikan pedoman, tugas dan pegangan yang tepat kepada seluruh kader dan anggota dilapangan politik, organisasi dan ideologi dalam menghadapi dan menyelesaikan pekerjaan Partai disegenap bidang. "Terutama dalam menyelesaikan dua tugas urgen yang pokok, yaitu: menggalang front persatuan nasional yang berbasiskan persekutuan buruh dan tani, dan meneruskan pembangunan Partai yang merata diseluruh negeri.
Kawan?,
Tidak berbeda dengan daerah-daerah lain, sisa feodalisme yang berat masih terdapat di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat masih berlangsung penindasan yang kejam dan berat oleh tuantanah-tuantanah feo-
803
dal terhadap kaum tani di-desa-desa. Tuantan:
yang mengerjakan tanahnya dengan j kulak-kulak dan lintahdarat menjalankan pemerasannya dengan berbagai cara, seperti meminjamkan uang diwaktu musim paceklik menerima bayaran dengan natura diwaktu panen, meminjamkan uang atau barang-barang lain dengan bunga yanz tinggi (umpamanya pinjam 1 bayar 5): membeli tanaman sedang,,hijau” dengan harga sangat rendah apabila dilihatnya kaum tani sangat terdesak, barang-barang kaum tani tidak dibayar tunai, kalau harga penjualannya dipasaran rendah hutang ditangguhkan atau tidak dibayar samasekalis dsb. dsb.
Sekalipun demikian beratnya penderitaan kaum tani Sumatera at dan agama Barat, aksi-aksi melawan tuantanah feodal di-desa-desa belum lagi berkemkan apa2nya (sebangsa upeti) key bang. Organisasi massa tani revolusioner kurang mendapatkan keantarkan,,emping” sesudah ng majuan, anggotanya belum berkembang secara wajar, geraknya
lan | kurang dapat dirasakan. Ini adalah.karena masih banyaknya kesulitan-kesulitan yang belum dapat teratasi. Yaitu, karena kelemahan dalam Partai sendiri dan karena keadaan yang ruwet dalam hubungan agraria Minangkabau sendiri. Hal inilah yang akan saya coba mengemukakan berikut ini.
Sumatera Barat pada dewasa ini berpenduduk hampir 2,5 juta orarig, terdiri dari sukubangsa Minangkabau dengan adat-istiadatnya sendiri. Dalam masyarakat Minangkabau masih terdapat bentuk peninggalan masyarakat,,komune primitif”, seperti matriarkhaat sekalipun isinya sudah berubah sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia yang setengah-feodal dan setengah-jajahan. Di Minangkabau, tanah masih dikuasai secara bersama oleh satu keluarga besar yang disebut,,hak kaum”, hak waris dan suku diatur menurut keturunan ibu, lembaga kaum dan suku masih memegang peranan dalam menetapkan pembagian dan pemakaian tanah kaum atau tanah suku: dan tradisi gotongroyong atau kebiasaan tolongmenolong merupakan dasar kehidupan se-hari-hari didesa-desa atau nagari? '
Bentuk-bentuk oleh tuantanah dan konco?nya, dijadikan sebagai sbaju bertabur emas” untuk menutupi,,kurap” penghisapan yang melekat pada tubuh mereka. Sehingga menimbulkan banyak kesukaran dalam mempelajari dan memahamkan hubungan agraria dan berbagai bentuk penghisapan tuantanah feodal didesa. Lebih menyulitkan lagi bagi anggota dan kader-kader dalam menetapkan pembagian klas didesa. Inilah keterangannya, mengapa masih terdapat juga kader dan anggota-anggota yang menarik kesimpulan bahwa dinagari atau desanya tidak ada tuantanah. Diatas peninggalan komune primitif” itu pulalah tuantanah dan konco?nya mengembangkan apa yang mereka namakan,,falsafah adat Minangkabau”
dan,,fatwa suci”. Tujuan mereka tak lain dan tak bukan yalah
yang di:
maka mereka terpaksa, anah tersebut. Kaum ta:
rnak juga berlaku sistim perseduaan maksudkan sistim »menompang”
yang bi
Mengenai perladat Henna laku sistim pertiga, yai pertiga untuk kaum
, kaum tani mengrat, karena bagian kekurangan. Tengalami pula pemeras ki i Pe, UP asan tengkulak dan lintahda
ipada mereka selalu hidup dalam 804
805
melalaikan,,kebiasaan usang” di ii
ih iasa-iasa g” didesa dit agama”. Apalagi jika ada yang berani sama penghisapan tuantanah feodal:
dan petitih dilontarkan key
kafir,
antu pada dukun-dukun
Mereka erna, mala Ine
Rare yang dimasukinya, yang Penaunya. 1 karena organisasi ini Den bang ain mara membela kepentngan kas ae Banana saaah demikian dan dimana masih Giakuinya ak Pa Ata Hani maa tuantanah dengan leluasa dapat der.
Sat sawah dalam lingkungan kaumnya kedalam Tang an epa merek mempergunakan sistim,,pagang-gadi ia aitu na ya ng dapat ditebus kembali, sedan, AA Kn La Danh AE aa ai harus berlaku per-tama-tama dalam Ting La Na abu idak ada Yang mampu dilingkungan kat berati aaa EpatA arang lain diluar kaum. Tanah yang sudah Tema agar Ya amil) tetap disebut hak kaum. T: kaga ar com libeli oleh tuantanah-tuantanah itu Orerelikag k ibali Pantai utan KI yang disebut dunsanak atau famili) dalam pn.
Pe enda Ht anya langsung kepada yang punya tanah PA Pa yan 3 Lepai itu diselimuti dengan satu pribahas Pa.
aa Pen daa ck dalam kapuak, malimbak bana kai nda Memang N Batu Pula terhadap anaknya sendiri Fa pa pekan nah ga barus memato aan menjadi dalam ana ah - 1 i di
Pe tlah kejamnya Fuantatah ky Minarokatan Mada amy sendiri tidak terkecuali malahan ikut dip angin, Sa Maa anah di Minangkabau lahir dari pedagang vera La yang karena kekuasaan moril dan Kekayaatn angrada AG 3 ka berusaha memusatkan tanah ag Ageng atau sawah terutama
806
terdapat pula tanah-tanah ulayat, yaitu tanah-tanah hutan yang belum dibuka kepunyaan kaum atau suku. Dalam pemakaian atau pembagian tanah itu, lembaga-lembaga kaum atau sukulah yang pegang peranan. Oleh karena itu tanah-tanah tersebut praktis adayah dibawah kekuasaan penghulu atau mamak kepala waris. Jika ada orang yang ingin membuka tanah tersebut untuk dijadikan sawah atau ladang terlebih dahulu harus,,mengisi uang adat” kepada penguasa ulayat itu, yang disebut,,adat diisi limbago dituang, dimano batang taguliang disinan tindawan tumbuah”. Maksudnya supaya yang meminta membayar upeti menurut kebiasaan yang berat itu. Sesudah itu diadakanlah perjanjian, kalau ladang setelah 5 atau 6 lik ulayat yang bersang-
Sedangkan ke-
Selain daripada itu,
pembukaan sawah dan ladang baru
ini pulalah salahsatu sumber perseng! hi dengan pendatang yang ingin membuka tanah baru, seperti dengan
kaum transmigran atau pendatang-pendatang dari daerah lain. Kadang-kadang perselisihan yang kecil saja, sengaja di-besar?kan oleh penguasa ulayat, hanya se-mata-mata menarik keuntungan yang lebih besar atas penderitaan kaum tani pendatang.
Karena masyarakat masih mengakui hak waris dan suku diatur menurut keibuan, sistim poligami dalam perkawinan mendapatkan tempat tumbuhnya yang subur di Minangkabau. Laki-laki bisa kawin dan cerai seberapa disukainya seumur hidupnya. Pada umumnya tuantanah feodal telah kawin dan ccrai sampai dengan puluhan wanita, mereka untuk itu tidak perlu mengeluarkan ongkos yang besar, Tuantanah dan kiyai-kiyai pada umumnya dapat melakukan banyak kali perkawinan, tidak saja karena tidak perlu mengeluarkan ongkos yang besar malahan mereka yang diberi,,uang jem-
| putan” oleh famili wanita yang akan dikawininya. Ini adalah suatu kebiasaan yang memalukan, tetapi bagi mereka menjadi kebanggaan, sedangkan dari fihak wanita untuk mendapatkan uang Itu banyak yang terpaksa menggadaikan sawah. Bukanlah suatu keanehan dalam masyarakat Minangkabau kalau tuantanah-tuantanah feodal atau ulama-ulama ternama mempunyai isteri sampai empat orang yang dipakai sekaligus, apalagi karena tidak bertentangan dengan hukum agama Islam. Tentang anak yang mereka tinggalkan, laki-laki (bapak)
tidak begitu merasa bertanggungjawab atas keselamatan pemeli-
807
haraannya, karena anak itu sudah
ngekek t-menuntut serta mem-bangki A 1 it:
ea pai kepada pengadilan,:
asak sedangkan untuk Pai
Ya terpaksa pula mengang lain atau tuantanah
man: i: y
Aa Aa Ia Manna secara feodal berlangsung dalam
ber-sama-sama dengan R.
iranya untuk menarik pelajaran dari
Ea ia Ai Sn P1 sangat pahit yang telah dialami Oleh Pan
Manya Sg aa ra Barat. Bahwa berhasilnya segelintir »e2 engorganisasi gerombolan bandit DB', PRRI” ds
kekuatannya di Sumatera Barat, adalah
808
karena imbangan kekuatan yang menguntungkan mereka. Karena belum terwujudnya persekutuan yang luas dan kuat antara buruh dan tani, dan belum dapatnya ditarik bagian terbesar daripada kaum tani kedalam perjuangan revolusioner. Singkatnya karena belum baiknya pekerjaan Partai dikalangan kaum tani. Akibat daripada kesemua ini, kita telah terpaksa kehilangan banyak kader yang berpengalaman, teror fasis DB/,,PRRI” dengan segala kebiadabannya telah mengakhiri hidupnya ratusan kawan yang kita cintai. Kita tidak akan menangisi mereka, walaupun kita akan terpaksa menahan mencucurnya airmata karena keharuan yang menyesak dada. Malahan dengan tulus ikhlas kita berjanji untuk meneruskan cita-cita mereka, sebagaimana mereka telah menghadapi tindakan biadab DB/,,PRRI” dengan kepala tegak dan semangat pantang menyerah. Hanya se-mata?2 untuk mengabdi kepentingan Rakyat pekerja dan tanahair Indonesia, tanpa mementingkan diri.
Benarlah seperti apa yang telah dikatakan oleh Kawan Racl mat pembicara kedua dari Sumatera Barat, yaitu,,Pengalaman ini benar-benar memakukan kesedaran bagi Partai kita di Sumatera Barat, bahwa perspektif daripada gerakan revolusioner kita dimasa depan kuncinya terletak pada perbaikan pekerjaan Partai didesa. Ia juga sekaligus kunci-kunci dari suksesnya penghancuran sisa-sisa kekuatan kaum kontra-revolusioner "PRRT ”. Y
Diatas dikemukakan bahwa pekerjaan Partai dikalangan kaum tani belum baik. Ini adalah suatu kelemahan dari Partai yang bersumber pada kekeliruan fikiran dan langgam kerja yang belum tepat dari sebagian kader dan anggota. Ia timbul dari berbagai fikiran bobrok dan kebiasaan usang yang sedang terkandung dalam masyarakat, yang sampai batas-batas tertentu mengesan juga kedalam Partai kita, karena pada umumnya kader-kader dan anggota-anggota lahir dan datang dari masyarakat itu sendiri. Dikalangan sebagian kader dan anggota sering terlihat tanda-tanda kebimbangan dalam membangkitkan dan memimpin aksi-aksi kaum tani melawan tuantanah didesa, terutama tuantanah yang berada dalam kaumnya sendiri. Ini adalah akibat yang berpengaruh daripada,,hubungan kekeluargaan” dan rasa tenggang-menenggang awak samo awak” yang tidak didasarkan atas garis dan kepentingan klas.
Kelemahan ini teranglah bertentangan sekali dengan keadaan obyektif yang sedang diderita oleh kaum tani dan Rakyat pekerja lainnya, ia juga sangat berlawanan dengan kewajiban kita untuk melaksanakan politik agraria Partai secara baik dan dengan hasil yang memuaskan. Sedang dikalangan fungsionaris-fungsionaris Comite, banyak sedikitnya terdapat pula kecenderungan,,kurang perhatian terhadap pekerjaan Partai dikalangan kaum tani”, artinya kurang kegai-
809
rahan dalam mencari n yarikan pemet persoalan yang sedang dihada
hubungan kekelua dal yang revolusion
Dalam Laporan
memperbaiki pekerji k dapat dipisahkan par”
Lara 'ai, sebab hanya dengan kebulatan € yang penuh dalam melaksanakan
Sekiranya didalam Partai yai aa artai yaitu dikalangan k.
Pa nan Siah tentu harus diwaNiyadkan tebu bag Hari.
Paman, Tah ebukikan selama men Dasa DB PER 5 ada kesulitan yang tak iatasi at $ 2 yang tak dapat diat:.
Ha Na ngak mungkin dimenangkan, se ee Te den. asilnya Partai membangkitk same21 Aa dakikan perjuangan Pagar KN sehingga dapat HN bel Sera long antara Rakyat dan APRI, Kata AN en F an kekuatan Pokok daripada pembi:
sap Tekan Ka adalah karena adanya kebulatan idbolos) da aitu sikap yang t i y
RA, g tegas memihak Rak
Pala Menentang fasisme, sesuai mala" Hayo Telat Nara Peran Aas ani »tibo diparuik indah Tas an Pia Ban tunggang hilang barani mati — Ta Singkatnya inilah pendi pendirian Provcom PKI Su
Nursuhud. Dalam perjua
810
rian Partai segenap k
p kader di matera Barat dibawah Bpk ag ngan melawan DB/,,PRRI” kaum tani
bahwa tuantanah tidak saja menjadt lebih daripada itu tuantanah adalah juga gi seluruh Rakyat Indonesia. Karena tuantanah
dan bersatu dengan pem-
Bersamaan baik kader maupun anggota semakin menyedari pula y y gagah berani, dan untu)
mengalah terhadap pimpinan yang tepa' kaum tani tidak gentar menghadapi jata,,Dewan Banteng PRRI”, suda)
berani melawan tuantanah, termasuk tuant:
sendiri. N
Atas dasar pengalaman ini kita yakin bahwa kaum tani dengan gembira menerima dan berjuang menuntut minimum 6 bagian untuk penggarap dan maximum 4 bagian untuk yang punya tanah.
Dapatlah dipastikan dari sekarang bahwa pekerjaan Partai dikalangan kaum tani dimasa datang didaerah Sumatera Barat tentu akan memperoleh hasil yang menggembirakan. Apabila kebulatan ideologi dan sikap tegas dengan langgam kerja yang tepat - selalu menjadi pegangan oleh seluruh anggota dan kader dalam memperbaiki pekerjaan dan melaksanakan politik agraria Partai.
Dengan pegangan ini pulalah akan dapat ditampung dan dikonsolidasi pengaruh yang semakin besar daripada Partai dikalangan kaum tani selama perjuangan melawan pemberontak DB/,,/PRRI”.
Achirnya dengan pegangan itulah akan dapat diwujudkan persckutuan yang erat antara buruh dan tani sebagai basis front persatuan nasional yang luas dan kokoh, untuk dipukulkan kepada musuh-musuh kaum tani dan musuh? Rakyat pekerja lainnya. Juga untuk membasmi pemberontak »PRRI”-Permesta sampai keakarakarnya.
Marilah kita perb:
langan kaum tani. 4
Hidup Parts: Komunis Indonesia!
aiki lebih lanjut pekerjaan Partai dikast
812
PIDATO KAWAN PULUNG JUNAIDI
daan
Tentang Vi:
1. Sebagai daerah akhtergron
menentukan kuat: dan 1
(Jawa Barat)
yang pokoktelah dapat
ingin mengajak k.
Jawa Barat beserta.
kaum taninya, talitet Jawa Barat
d dari ibukota, J:
i ta, Jawa Barat i
'emahnya posisi Pemerintah Phi
dan luas tanahnya serta keindahannya, bahwa Jawa Barat adalah daerah yang cukup membawa harapan bagi kebahagiaan Rakyatnya. Tetapi alangkah ganjilnya bagi kaum tani di Jawa Barat scbagaimana kaum tani di-daerah-daerah lainnya, karena sebagian terbesar daripadanya belum menikmati segala kebaikan dan kesuburannya, berhubung belum adanya penyelesaian masalah tani dan tanahnya. Sebagian besar dari tanah mereka dirampas dan dikuasai oleh tuantanah asing maupun bumiputra.
Buahbatu (Bandung) dimana sebagian oleh tuantanah bumiputra.
orang tuantanah bumiputera, 35 Ha dimiliki oleh tanikaya, dan lainnya dikuasai oleh 72 orang tani sedang dan tani miskin. Sedangkan jumlah penduduk semuanya 1243 orang dewasa dan anak-anak, jumlah seluruhnya ada 5
Ybahwa sebagian besar penduduk desa tsb. yaitu kaum tani, tidak memiliki tanah, dan hidupnya sangat melarat dan menderita. Karenanya, terpaksa menggarap tanah tuantanah dengan syarat-syarat yang sangat berat, bahkan tidak sedikit yang harus membayar uang kunci lebih dulu melalui mandor-mandor atau kuasa-kuasa tuantanah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kaum tani terpaksa harus mencari
. Disamping itu, Jawa Barat mempunyai tanah pertanian seluas
. Karena vitalnya, sampai-sampai oleh kaum reaksipun Jawa Barat
Kecuali itu, Jawa Barat adalah daerah yang menghubung antara Pulau Jawa dengan Sumatera melalui pelabuhan Mc nya.
Karena kesuburan tanahnya, Jawa Barat oleh kaum imperialis Belanda dil. dijadikan pusat investasi modalnya, sebagaimana dapat dilihat dari banyak dan luasnya perkebunan-perkebunan teh, karet, kopi, kina, dll.
1.115.845 Ha, juga memvunyai dataran tinggi yang cukup luas dan subur, bagai suluh rangsang cinta tanahair bagi para patriotnya.
telah dan sedang dijadikan pusat kekuatan barisan bersenjata gerombolan DI-TII dan gerombolan teroris lainnya, dan telah digunakan sebagai tempat proklamasi NII, yang kesemuanya itu senantiasa dilawan oleh Rakyat.
Kawan-kawan yang tercinta,
Teranglah kiranya, baik dilihat dari geografinya,
kesuburan
Sebagai contoh dari salahsatu desa di Jawa Barat yaitu desa besar tanahnya dikuasai
Tanah sawah. 156.740 Ha.
Tanah daratan 41.130 Ha.
Jumlah 197.870 Ha.
Dari jumlah tsb. tanah sawah seluas 75 Ha. dikuasai oleh 5
1494
37 orang. Dari sini saja jelaslah
813
hutang kepada Iintahd
Ai 1 arat-arat denga: y,
edan oleh kebebasan-kebebasan feodal A5 2 Ba int aa Misnekapu
y aa disebut hukum adat desa. uban”
A1 Yntuk melaksanakan penghisapan sambi
San tuantanah umumnya mem Ba ckuatan yang senanti
Pe an yang antiasa m
Pa Pa Buktinya, tidak sedikit k
dll. jadi ang
sebagian dari
alat-alat
ii |” mempertahankan punyai kekuatan ya
sangat lampau, bah kan perlawanan sekalipun darim
Betapa tep:
pekerjaan dikal
jaa angan kaum tani, di organisasi tani revolusi: Na ana lusioner telah berdiri di:
S3 anakan Tan sel an 5576 dari seluruh desa, | ipin ninya yang telah terorgani- (Ae Hina gan demikian, bahwa tani, tiada lain harus
diartikan dan dil besar k: nghimpun sebagian tersendiri.
jukkan bahwa dalam melaksanakan aksi-aksi
ersebut, kaum tani terbagi dalam 3 golongan. Yaitu massa tani
yang aktif yang berlawan terhadap tuantanah. Mereka umumnya terdiri dari anggota Partai dan anggota organisasi tani revolusioner yang telah dididik. Kedua, massa tani yang bimbang.
Mereka umumnya belum mendapat pendidikan dan penjelasan tentang jahatnya tuantanah. Ketiga, massa tani yang pasif.
Umumnya sama dengan yang kedua, ditambah merasuknya racun yang beranggapan bahwa kemelaratan itu bukan karena penghisapan tuantanah, melainkan karena nasib, karena takdir,
dlsb.
Pengalaman menunjukkan pula, bahwa dalam aksi-aksi semacam
itu kaum tani pun menghadapi 3 macam tuantanah, yaitu:
tuantanah kepalabatu yang tanahnya sangat luas dan umumnya membantu DI-TII. Terhadap tuantanah semacam ini, aksi dilakukan lebih berat, dan sejak tahun '54 Partai di Jawa Barat telah mengajukan tuntutan kepada pemerintah supaya tanah tuantanah DI itu disita dan dibagikan kepada tanitakbertanah dan tanfmiskin. Kedua, golongan bimbang. Tuantanah semacam ini kadang-kadang terseret oleh tuantanah kepalabatu, kadang-kadang mengikuti jejak tuantanah yang agak maju. Tuntutan kaum tani tentu lebih diperingan. Ketiga, tuantanah yang agak maju. Mereka umumnya bersikap anti-DI-TII dan mau berunding dengan kaum tani- Terhadap mereka, tuntutan kaum tani baru terbatas kepada keringanan ketentuan bagi-hasil, lebih ringan daripada halnya terhadap tuantanah yang bimbang.
. Tuntutan-tuntutan yang telah dilakukan di Jawa Barat dapat dikemukakan sbb.:
— dari 3:7 menjadi dari 5:5 mendiadi berhasil menjadi 7:3.
— Di Kabupaten "Bandung tercatat dari 274 penggarap yang menuntut turun sewa telah berhasil 215 penggarap, #4 dalam taraf penyelesaian dan 15 dikalahkan oleh Pengadilan
Sedangkan di Krawang, dari 33 penggarap yang
:5, dari 5:5 menjadi 54 -4Yx, 4, dan dari 5:5 “telah ada yang
Negeri.
menuntut 2 orang tuantanah, seluruhnya berhasil dengan baik.
Kalau disana-sini terjadi kurang suksesnya pelaksanaan aksi,
baik dilihat dari banyaknya, cara pelaksanaan maupun Yuasnya
aksi-aksi terhadap tuantanah bumiputera, faktor kader adalah faktor yang terpenting. Mengenai hal ini pengalamannya sbb.:
a. Kader yang mempunyai tugas dilapangan ini (tani) harus menambah keuletan dan ketekunannya dalam pekerjaan mendidik kaum tani, baik terhadap kaum tani yang anggota maupun bukan anggota Partai, harus menambah kegiatan-
815
Pen 1 -
nya dalam memb: ii 3 yang masih pssi angkitkan kaum tani yang bimbang
b. Kader-kader yan Th Bi 5 meal aah bisa di
bukti, sekalipun derasnya nafsu kaum reaksi untuk menggagalkan/ menghancurkan gerakan kaum tani, tetapi kaum tani senantiasa memberikan perlawanan yang setimpal sehingga dapat memperoleh hasil-hasil aksinya yang tidak kecil. Keadaan pada waktu sekarang, aksiZ kaum tani di Jawa Barat terutama terletak pada mempertahanorang, tapi feodalisi iliny: kan tanah garapan sebagai pelaksanaan semboyan: Setapak dampal
kakipun kaum tani tak akan meninggalkan tanah garapan karena
hisapan.
c. Kita harus ada k:: 3 4 5 1 2 berani: Si s tanah garapan adalah nyawa. Aksi-aksi baru mengenai kepentingan an kader yang berasal Pn mendigik dan menempat: buruhtani dan tanimiskin belum betul-betul meluas. Ghusus mengenai
a agai pimpinan. ruhtani dan tanimiskin gerakan 6:4 baru dalam tingkat meratakan kampanye: dan berdasar kebutuhan urgen kaum tani, sebaiknya masalah tuntutan 6: 4
dijadikan bahan resolusi daripada Kongres kita sekarang ini.
Kawan-kawan yang tercinta.
Inilah sekedar pengalaman yang cocok dengan garis Laporan
i i maupun mengenai tuntutan kaum
- Kader-kader yang masih ad. 1 Menganggap bah i Ae
Pa gan “diharuskan PA apa tidak sar EM ne kem ian fe darah. memberikan amalnya seti:. menemukannya segera Umum, baik mengenai strate 2 aah hanya kita melar bela Yen aa kaum Ta - tani yang dekat, Fa diendsan bahwa tuntutan 6: 4 merupa- Pa kader tetapi pula kita menc anrnya kan tuntutan nasional, yang mewajibkan kepada setiap Komunis Ta yatat hasil-hasil untuk melaksanakan dan memimpin pelaksanaannya. Kami yakin bahwa dengan melaksanakan garis yang ditentukan dalam laporan Kawan Aidit secara konsekwen maka semboyan: Kibarkan tinggi?
panji tanah untuk kaum tani dan rebut kemenangan satu demi satu, akan segera menjadi kenyataan. Dengan demikian pulalah maka kaum tani dan kita akan segera dapat menundukkan tuantanah dan dengan senang hati mempersilahkan tuantanah untuk bertekuk lutut dihadapan kaum tani.
pelajari dan memy:
i praktekk:
long kaum tani, dan akhirnya Kabah Pa
Dengan keteran kaum tani mel
Kongres ke-V
816
Aa aa mukakan bahwa aksi-aksi 1
3 h putera di Jaw:
Partai menunjukan adanya Sarapan mean
PIDATO KAWAN M.A. PANE
(Sumatera Selatan)
ai pernyataan persetudi
KI yang telah dikemukakan K an an disini bahwa Prog lah sesuai den
ya terh:
an Kawan Dn Enya
ram yang diadi
- Aidit saya kemuk:
kan oleh Lenin dalam tulisannya yang berjudul,,Kepada kaum miskin desa” bahwa Program adalah suatu pernyataan singkat, terang dan tepat tentang segala hal yang dikejar serta diperjuangkan sebuah Partai. Berdasarkan ini semua saya menyatakan persetujuan atas perubahan Program PKI.
Akan tetapi Program yang baik dan tepat belumlah merupakan jaminan akan terlaksananya perbaikan-perbaikan nasib Rakyat tanpa dibarengi oleh kemampuan-kemampuan yang tinggi, keuletan dll. dalam memperjuangkannya. Karena itu pelaksanaan Program tidak dapat dipisahkan dari persoalan pembangunan Partai.
Dilain pihak diperlukan pembahasan-pembahasan yang lebih mendalam tentang perumusan-perumusan Program Partai yang telah disimpulkan, karena pengalaman-pengalaman dimasa yang lampau bisa terdapat kekeliruan-kekeliruan pendapat dari kader? Partai kita misalnya tentang tuntutan tanah bagi kaum tani sebagai yang dirumuskan dalam Program agraria Partai (pasal 7).
Dalam hal ini kurang dilihat oleh kader? Partai tentang betapa benarnya garis ini. Tuntutan tanah bagi tani tak bertanah dan tanimiskin dianggap hanya dimungkinkan untuk Jawa saja, sedangkan di-daerah-daerah umpama di Sumatera Selatan tidak karena,,banyak tanah” dan,,umumnya kaum tani sudah punya tanah”.
Juga sistim pemilikan tanah serta exploitasinya yang kurang dipahami mengakibatkan timbulnya gejala-gejala fikiran yang meremehkan tuantanah..
Kurang dipahaminya dua soal ini menunjukkan kurangnya dikuasai oleh kader-kader tentang hubungan agraria di-desa-desa. Kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan besar lagi bila persoalan-persoalan kaum tani tidak kita kuasai, padahal golongan ini yang merupakan mayoritet dari Rakyat dan sekutu yang paling setia dari klas buruh dalam memenangkan Revolusi kita.
Kita juga tidak bisa bitiara tentang perluasan front nasional bila golongan ini belum bisa kita tarik..
Padahal jika kita perhatikan keadaan dacrah Sumatera Selatan akan kita temui bahwa sebagian besar tanah garapan berpusat ditangan tuantanah bumiputera, sedang Rakyat yang tidak memiliki tanah atau yang terjirat batang lehernya dalam cengkeraman hutang-hutang yang berat, yang hidupnya dari memaro sepanjang masa, cukup besar jumlahnya.
Ini menunjukkan bahwa di Sumatera Selatan berlaku sepenuhnya apa yang dijelaskan dalam Program Partai yaitu tentang sisa-sisa feodalisme di-desa?.
Sisa-sisa feodalisme di-desa-desa atau marga?2, baik dalam bentuk monopoli tanah oleh tuantanah, dalam bentuk sewa berujud barang
819
dan kerja, mau
! y pun dalam bentuk
kaum tani dalam kedudukan Pada Gel tuantanah, masih terus berlaku.
Kesatuan-kesatuan daerah hukum
22 yang menempatka adap kaum lintahdarar d
pada pasi:
dan pemi
yang berlaku.
. Sudah sejak lama di y isme Belanda, sistim Ba is tingan kolonialisme Belanda i modal asing dengan sisa-sisa feodali pengadilan-pengadilan dan pemerintahan diladeni dan sebaliknya tindakan?
jika menyinggung kepentingan-kepentingan
engan melalui kekuasaan-kekuasaan tersebut, timbullah tuantanah-tuantanah marga dan merampas tanah-tanah kau:
masih banyaknya dan luasnya pro tan. Untuk bisa menarik kaum t persoalan-persoalan dan kebutuhannya uni tutan atau Program bagi kaum tani di Sumatera Selatan wal tetapi masih jauh daripada 3 jika kita sungguh-sungguh menguasai Kelemahan sesuai dengan k menarik dan mengorganisasi ka aa elemahan yang serius ya:
alah tepat apa yi i sean HA Lapa Yang dikemukakan oleh Kawan Aidit, bahwa penghidupan kaum tani harus terus-menerus didi.
la Sehingga segenap kader Partai, terutama angka ya Fa
g: aum tani mengerti benar-benar hubungan? Ana Ia
mengenal dengan 2
Pa dan Hg sungguh-sungguh keadaan desa dan penghidupan kaum
Belum meluasny:
ya tuntutan-tuntutan kaum t
" $ H an ae etapan, tidak sesuai dengan kenyataan dimana sedi am tani masih membutuhkan tanahgarapan baru SANA Mak | Bea sengketa penggarapan tanah oleh kaum tani tidak SA ps! 8 empu dengan menangkapi dan menuntut kaum t ai anya akan semakin mengurangi daya kemampuan micnpo
820
i “untuk mendapatkan
hasilkan dari kaum tani, sedangkan kebutuhan-kebutuhan bahan makanan terutama beras masih jauh daripada cukup.
Sumatera Selatan setiap tahun masih memerlukan delapanpuluh ribu ton beras, padahal daerah pertanian cukup luas dan subur untuk bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Lebih-lebih bila lima 'prinsip pertanian seperti yang dianjurkan oleh Kawan Aidit dijalankan yaitu: cangkul dalam, tanam rapat, bibit baik, pupuk banyak, perbaiki pengairan. Apalagi jika persiapan-persiapan daerah untuk menampung kedatangan transmigran dilakukan dengan baik, teratur dan terpimpin. Sistim maro yang memberatkan bagi sipemaro harus diubah pembagiannya. Adalah adil sekali jika bagi yang mengerjakan paling sedikit 6 bagian dan untuk yang memarokan bagian.
Sisa-sisa fikiran separatis yang mengobar-ngobarkan pertentangan kesukuan, merintangi penerimaan transmigran di Sumatera Selatan yang sudah lama diinginkan oleh Rakyat daerah ini yang menurut rencana telah disediakan tanah lebihkurang 217.400 HA untuk 452.750 jiwa.:
Dalam Program Tuntutan PKI dijelaskan bahwa untuk pelaksanaan transmigrasi supaya sungguh-sungguh diperhatikan tentang persiapan penampungannya, diberi tanah yang cukup, serta dicukupi alat?
kerja kaum transmigran yang dibarengi dengan adanya bantuan kredit.
. Sudah barang tentu kepada transmigrasi lokalpun haruslah diberi bantuan-bantuan yang sama. Tepatlah bahwa persoalan kaum nelayan meminta perhatian sungguh-sungguh dari kita, mengingat masih belum cukup baiknya kita mengorganisasi golongan ini sedang keadaan sosialnya jelek sekali, hubungan kerja yang berlaku masih bersifat feodal yang menempatkan kaum nelayan menjadi budak kaum tengkulak dan tauke-tauke ikan. Dalam hubungan ini dapat dijelaskan bahwa di Sumatera Selatan terdapat lebihkurang 30.000 kaum nelayan yang menghasilkan Lk. 20.000 ton setahun.
Sumatera Selatan selain bersifat agraris daerahnya juga merupakan salahsatu daerah dimana modal besar asing mempunyai peranan. Disamping perusahaan modal besar “asing perkebunan Belanda dan bank-bank yang sudah diambilalih terdapat lagi perusahaan-perusahaan minyak modal Belanda diperusahaan BPM, modal Amerika SVPM, modal Kuomintang,: dll. Dari angka statistik 1957 serta perkiraan yang ada didaerah Sumatera Selatan kita lihat bahwa disatu pihak 25 pengusaha modal besar asing menguasai 149.162,75 HA sedang Rakyat Sumsel yang berjumlah 2.925.000 kaum tani hanya memiliki 808.401 HA atau 59 dari jumlah daerah yang berarti rata-rata tiap orang memiliki 0,27 HA sawah, ladang dan
821
menurut angk: isti
Po aan aa Sak titah S orang, jadi yi
akan menimbu
mberikan pimpinan ya: i a ng lebi i n Partai-partai demokratis Blanya ka an, memobilisasi dan mengorganisasi aon Ani antak mana klas menddn dian Tag
: intenya, menda ik dirinya sendiri ersatuan nasional yang di in g dibentuk b: - kan La. yang dipimpin oleh Png ani An Kera an Rakyat yang se-luasenya yan aa yu pada kemenangan dan pembel:
indasan imperialisme dan feodalisme. si
bag
yapai perubahan-perubahan sosial yang fonda-
PIDATO KAWAN BASUKI
(Sulawesi Selatan-Tenggara)
Kawan? Presidium dan Sidang Kongres yang mulia.:
Dari Laporan Umum yang disampaikan Kawan D.N. Aidit atas nama Comite Central, jelas terbukti betapa satu-takterpisahkannya Partai dengan Rakyat, karena Laporan Umum itu atas dasar analisa Marxis telah mencakup dan menjawab dengan setepat-tepatnya semua masalah penting dan mendesak pokok-pokok tuntutan Rakyat, termasuk Rakyat didaerah Sulawesi Selatan-Tenggara.
Seperti umum mengetahui, persoalan pokok yang bersifat menentukan bagi perkembangan daerah SST (Sulawesi Selatan- Tenggara) adalah: bisatidaknya persoalan keamanan diatasi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tapi mengingat bahwa persoalan keamanan bagi daerah SST ini, khususnya adanya gerombolan DI!
TII, sudah berjalan ber-larut-larut sejak tahun 1952, bisa difahami bahwa persoalannya sudah menjadi komplex. Lebih-lebih setelah adanya apa yang dinamakan »Proklamasi Permesta 2 Maret 1957”, persoalan keamanan di SST ini mempunyai sangkut-paut yang luas dengan persoalan-persoalan lain. Sehingga penyelesaiannyapun tidak bisa dibatasi pada satu segi saja.
Seperti misalnya soal mengatasi kesulitan alat-alat perhubungan dan pengangkutan (komunikasi dan transport), terutama perhubungan dilaut, adalah merupakan segi pokok juga bagi daerah SST, disamping soal membasmi gerombolan DI/T. YI-Permesta. Daerah SST yang mempunyai beratus pulau besar-kecil dan terdiri dari banyak sukubangsa itu, juga yang terkenal sebagai daerah penghasil: beras,
rotan, kopra, kopi, damar, ikan-kering, kayu, aspal, dil, merasakan.
benar betapa vitalnya soal alat-alat perhubungan itu.
Kami sangat menyetujui dan membenarkan sepenuhnya rumusan Kawan D.N. Aidit dalam Laporan Umum CG-yang menegaskan.
bahwa:,,penilaian terhadap suatu pemerintah akan diukur dari seriusnya dan berhasilnya pemerintah itu memecahkan masalah komunikasi dan transport. Masalah kesatuan Indonesia juga banyak tergantung dari pemecahan masalah ini”.
823
Kawan-kawan,
Bagi daerah SST cukup mengalami beta:
akibat kesulitan perhubungan dilaut itu. Un Makasar ke Bau?, Palo y:
tipis atau habis, dsb. gi paksa sudah,,biasa” untuk membeli sampai Rp. 30,—s minyak kelapa per 30,—y sedangkan kaum tani menjual liter Rp.5,— sampai Rp.6,—.
Tidak saja kesulitan akan alat-alat punyai akibat2nya dilapangan - sosial dilapangan politik. Tidak saja tukang-tukang catut, spekulan, penimbun, dan sebangsanya yang bisa menarik keuntungan dari kesulitan-kesulitan hubungan interinsuler, tapi juga petualang-petualang politik tidak melengahkan kesempatan yang ada untuk menuntut adanya otonomi yang tidak sehat, menyebarkan faham federalisme-daerahisme dan anti-sukubangsa lain, mempertahankan pemerintahan swapraja-swapraja yang sudah dibenci oleh Rakyat, dsb. Kalau tuntutan-tuntutan mereka itu masih menggunakan cara-cara demokratis dan wajar, itupun masih mendingan. Tapi kalau untuk memperkuat tuntutan2nya itu mereka lalu ' menghasut Rakyat untuk menentang pemerintah pusat, kalau dibelakang tuntutan2nya mereka lalu menyusun kekuatan bersenjata sendiri, kalau sebelum permintaan izinnya dikabulkan mereka lalu mengadakan penyelundupan dan barter gelap, dsb., tahulah kita betapa bahaya yang mengancam persatuan Rakyat, ekonomi nasional dan keutuh ara Republik Proklamasi.
Kalau d ami tekankan arti pentingnya menambah dan melancarkan perhubungan laut inter-insuler, tidaklah sekali-kali berarti tidak perlunya diatasi kesulitan perhubungan didarat dan udara. Untuk perhubungan didarat bagi daerah SST yang sudah aman, disamping kebutuhan perlunya penambahan alat-alat perhubungan dan pengangkutan seperti bus-bus dan truk-truk, juga.dan terutama
824
perhubungan laut itu memdan ekonomi, tapi juga
y y dah banyak rusak it ik jalan-jalan dan jembatan-jembatan yang sudah:
perbaifan Sama Tang serius. Adalah Sa Bean
teng ah. ST justru dikenal sebagai pengha aspal, mnt na
Ea age yang rusak ber-lubang-lubang hanya dig
menami!
liat saja.
Ba ke dalam soal komunikasi dan transport. itu,
an urgen untuk mendapatkan peta Ak y & ian dalam masalah ini akan b hatian dan peeaban.. Kena ag Sia bamtba Dan Pa daa penderitaan daan Han dag # an bagi ap 1 dang dipihak lain mi bubaya Dae Se Ia aa ia. Kania Team an Ha 5 yet kehidupan ne yang tidak dihasilkan oleh Ba tkan barang-barang yang tidak dil as Ola yat tidak mendapatkan X Petat perkembanga Gam Bak pagi prerdalsi daerahnya tertimdaerah.
pa Umur CC sn EA
3 $ bai
Partai telah memberikan jalan! Mn yang. na ia paparan | Pa ame Juanda, yang ea i ami dan Iu aa “Sebab kalau tidak Rakyatkasi dan transport justru ngkin diabaikan dalam usaha
merupakan masalah yang vital di
ooling itu ber-
Sang pro-pemberontak DI/TII Bagi setia pada Republik
Seperti diketahui, provinsi Sulawi 2: han tunggal administra:
dari 30 pemerintahan, un 1957 belum juga.
sampai Alang if, di h daera.m ar An dan sampai Yana Na PAI 2 Aap mengaah 1 “bagi Sulawesi. T aa ala berlaku bagi daerah Su Duga Ma asu yan Pa disamping AOA ag DI/T! II-,,PRRI”/Permesta, juga ter”
meny: s
pat banyak p d ku sebagai orany. y jabat-jabat yang terang?an mengal Dag g' F 3 Elia “idak nyeleweng”, ya hanya dengan alasan karena »Per £
825
iban!
mereka,,tidak berontak” Diust 3 alesan - ru Ta kaan
ea, masalah Teman di an semuanya inilah mak: kuat itu bukannya tidak mengandung pertentangan dan kelen Tuntu Bai Dea Pula adalah te didalamnya dan kalau dilawan bisa juga berantakan. Dalam keada:
pengkhianat-pengkhianat Ag dirumuskan: an demikianlah maka Partai terpaksa sering berjalan sendirian ate bangsa, orang-orang dengan satu keyakinan: adalah haram bagi orang-orang Komunis untuk i meninggalkan tanggungjawab.:
Dalam menghadapi,,proklamasi Permesta 2 Maret 1957” misalnya, Setelah Partai tidak juga berhasil mengajak dan mendorong partai-partai demokratis lainnya akhirnya PKI dengan terang2an mengeluarkan statement menentang Permesta, dengan konsekwensi dan
Partai didaerah SST
: mungkin kalau dibandi seperti di Jawa yan: kalau dibanding dengan d:. - 4? 3 b: awa Yang telah bisa maju-i gan daerah-daerah Jain resiko seorang penanggungjawab Partai meringkuk dalam tahanan angan Partai di SST hanya maj Yu-melompat, maka perkem- militer. Tapi statement Partai yang kemudian didukung oleh organisasi-organisasi massa revolusioner itu, telah sekaligus menggugah kesedaran dan perlawanan Rakyat. Sehingga setelah mengetahui kekuatan Rakyat yang telah bangkit itu terpaksa pihak militer melepaskan pemimpin PKI yang ditahan. Ya, justru karena kebangkitan Rakyat inilah, yang telah dirintis oleh PKI, maka Permesta tidak jadi menggunakan Makasar sebagai markasbesar pemberontakannya.
Tapi apa lacur, mereka pindah ke Sulawesi Utara, tapi disanapun mereka menemui tandingannya yang atos, PKI dibawah pimpinan Kawan Karel Supit yang tercinta.
Kawan-kawan, n teror kaum reaksi Dengan imbangan kekuatan seperti itu pula Partai harus beri caksi dalam satu front anti- 1 juang ala badan-badan perwakilan. Tapi dengan keyakinan teguh akan benarnya garis front persatuan Partai, maka seperti wakil?
PKI dalam DPRD Kotabesar Makasar telah berhasil mencegah pengusiran dan pembongkaran gubuk-gubuk kaum miskin kota dan menentang kenaikan pajak-pajak bagi Rakyat.
Dalam melawan gerombolan DI-TII, Partai telah menetapkan sikap: tidak kenal kompromi dan Rakyat supaya diikutsertakan dalami segala kegiatan operasionil melawan DI-TII. Garis ini adalah sepenuhnya cocok dengan tuntutan Rakyat. Sebab bagi Rakyat sebenarnya hanya mempunyai satu logika-prakti kalau Rakyat mampu menangkap celeng dan babi dihutan, mengapa Rakyat tidak bisa juga membasmi DI-TII di-hutan?? Soalnya yang penting yalah bantuan dan pimpinan angkatan bersenjata pemerintah terhadap Rakyat dalam kegiatan membasmi DI-TII itu.
Adalah satu kenyataan yang membanggakan bahwa dalam banyak perlawanan terhadap DI-TII, meskipun hanya bersenjatakan parang dan badik, orang-orang Komunis bersama elemen-elemen patriotik lainnya berdiri dibarisan depan. Dan adalah bukan rahasia lagi kalau dalam tiap serbuannya gerombolan? DI-TII itu per-tama-tama mencari orang-orang PKI, orang-orang BTI dan orang-orang Pemuda Rakyat. Dan sejalan dengan politik anti-Komunis kaum kepalabatu, bukanlah se-
827
Ta dalam ana?, dalam mengatasi pergolakan
m pemilihan umum yai menjadi nomor satu untub Ear ST
bahkan mereka me »keuntungan y: z4 Aa 2 menjadi takut.Yang segera” baginy:
Sebaliknya bagi kekuatan Poga Hamba kepalab aa meli I menghadapi n tugasnya untuk lihat perdpektif, bahwa kekuatan kepalabate matan. ta La Ppaknya
826
PIDATO KAWAN IMAM SARJU (Jawa Timur)
Kawan?,
Selanjutnya meny ada, banyak Akites panah: Plan Tiga asi tiap hasil yang tercapai y latan dan TETAA Teng Fa urgen pula, justru diluar kesatuan Partai i Pena Patam pertentangan dan kontradiksi, mengatasi Demangan Seng Beapan er, eh 1 cologi. Sayang sekali gota, erah kami belum bisa mencapai lebih
Kawan?, per-tama-tama saya menyampaikan persetujuan saya dan sepenuhnya membenarkan Laporan Umum CC kepada Kongres:
sekarang ini. Dalam kesempatan ini saya akan membahas.khusus laporan tentang pekerjaan Partai dikalangan kaum tani yang pada pokoknya dapat dinyatakan:
“ bahwa pekerjaan Partai dikalangan kaum tani masih belum baik:
# bahwa koperasi harus dijadikan juga senjata ditangan kaum tani untuk mengurangi penghisapan tuantanah dan lintahdarat.
Kawan-kawan, untuk memperkuat persetujuan saya ini, akan saya
sampaikan pendapat-pendapat dan fakta-fakta yang terdapat didaerah Jawa
Timur, Tentang belum baiknya pekerjaan Partai dikalangan kaum
tani dapat dinyatakan dari al: k
1. Jumlah anggota organisasi tani revolusioner di Jawa Timur
ingat situasi dan i
Partai terutama di
mbangan kekuatan yang
Tahun Partai,
a ditujukan kepada
disamping usaha Penak
Para angan untuk menjaga kebu:
pimpinan Partai menjadi soal yang yang berkecamnuk 1
Dalam hal ini peader-peader Partai untuk dalam peluasan ang: "
daripada 10095 dari.
nya atas seluruh
tral, Perubahan Parah fikiran dari Laporan Umum Ci kl. masih 600.000, sedangkan jumlah kaum tani dewasa kl
yang. semuanya Pera Partai maupun Konstitusi Bang Lan ada 7/2 juta, jadi kl. baru merupakan 89c-nya, organisasi cpat dan jelas telah membes ba tani revolusioner baru meluas kl. pada 5.000 desa, sedangkan
jumlah desanya ada kl. 8.000, inipun belum seluruhnya berjalan baik.
9, Aksi-aksi yang dilaksanakan gerakan tani revolusioner sebagian besar masih merupakan aksi-aksi mengenai tanah bekas onderneming dan kehutanan, tetapi aksi-kecil-hasil di-desa-desa belum meluas dan umumnya masih sedikit sekali yang ditujukan terhadap penghisapan tuantanah dan Yintahdarat.
| Dalam aksi-aksi itu pada umumnya belum dapat digalang front persatuan tani yang luas, dan kemenangan aksi-aksi itu banyak yang kurang dikonsolidasi. p
Makaitu tepat sckalilah apa yang dikatakan dalam laporan
Kongres ini bahwa pekerjaan Partai untuk meluaskan dan mengkonsolidasi organisasi tani revolusioner tetap menjadi pekerjaan
yang utama dari Partai. 3
Belum cukup meluasnya gerakan tani revolusipner, terutama dalam melawan penghisapan tuantanah dan lintahdarat, salahsatu
829
828
sebab yang penti:
tentang Tabanan"
banyak diantara ka disebutkan bahwa pengekangan hak-hak demokrasi adalah hambatan
yang penting terhadap kemajuan gerakan tani, Karena takut akan kekuatan raksasa dari kaum tani yang dengan bantuan orang-orang reaksioner dalam alat
sangat lambat pe:
sekali karena mere
adan Yang | meskipun pada waktu yang lalu kita belum mempe
at atau membikin pasi
tanah dan lintahdarat. pasif perlawan: nya banyak yang hanya menguntungkan tuantanah dan tanikaya
, pa Ie rum kebawat, konferensi-konferensi tani sam 1 dengan merugikan kaum tani, tetapi diantaranya ada juga yang
agraria dan mengenal bentuka sudah bubu P3 3 sedikit-banyak dirasakan manfaatnya oleh kaum tani untuk sekedar gan meringankan kesulitan mereka, misalnya koperasi simpan-pinjam
darat, 5 2 ah serta lintaha yang berupa hasil bumi, dibeberapa tempat sudah ada yang mempinjaman kepada anggota dengan bunga yang ringan.
Dalam masalah mengkonsolidasi kemenangan aksi tanah garapan, Dengan adanya koperasi kaum tani yang telah mendapatkan tanah garapan dan tidak mempunyai modal, dapat mengerjakan tanahnya dengan bantuan koperasi. Akan tetapi sekalipun ada koperasi, banyak diantara kaum
feren dilaksanakan jutnya, mengembangkan ' am merealisasi tuntutan
yang telah dilakukan
3 erutama dalam paka | ita menjadi yakin tentang 1 ine dengan feodalisme. Pada "
aan bekas onderneming, pem:
: tif menindas aksi kaum tani perlawanan-perlawanan kaum tani itu mc:
antanah didesa- 7
lenggarakan koperasi-koperasi tani, ada yang melepaskan garis perjuangan yang revolusioner. Banyak diantara anggota-anggota pimpinannya hanyut dalam usaha-usaha koperasi belaka, dan melupakan tugasnya yang pokok, yaitu melaksanakan aksi-aksi melawan penghisapan tuantanah dan lintahdarat. Kecuali organisasi tani revolusioner dan koperasi, di-desa-desa juga terdapat kegiatan-kegiatan kaum tani lainnya seperti arisan, rukun kematian, kesenian, sin ringankan kepentingan kaum tani. Masih banyak kaum tani yang £ belum tergabung dalam organisasi revolusioner atau koperasi, oleh tuantanah/lintahdarat untuk 5 5 g karena itu untuk menghimpun kaum tan bunga dan naik-upah. 1 kup hanya dengan organisasi tani revolusioner dan koperasi, tetapi Tentang penggalan An dibutuhkan ber-macam-macam organisasi sesuai dengan kebutuhannya.
belum dapat dilaksnwaka Han persatuan Selanjutnya ada beberapa persoalan yang saya pandang penting karena masih adanya sisa-sisa engan “baik, untuk dikemukakan pada Kongres sekarang ini yalah:
tani revolusioner, dan kedu: 1. Tentang tuntutan pembagian hasil 6: 4. Sesuai dengan pinan organisasi-organisasi tani Yai kenyataan yang terdapat di Jatim tuntutan turun-sewa yang telah lintahdarat yang terus-men dikongkritkan dengan tuntutan pembagian hasil panenan 6:
dalam konferensi nasional tani adalah sangat redeliyk. Pembagian 830 hasil panenan di Jawa Timur dibeberapa tempat memang sudah
83T
tani pada umumny a k, ini disebabkan pert: Hr An kata dikalangan kader-kader Mena Lag na adanya purbasangka dari pim:
ya akibat intrig-intrig dari tuantanah Hi n erus menakut-nakuti mereka. Perlu dua
ada yang lebih baik, misalnya di Ngawi ada yang sudah 2: 1, tetap pada umumnya masih 5:5, bahkan ada pula yang masih 1 Meskipun tuntutan 6:4 itu kelihatannya hanya sedikit saja kc
maikannya, tetapi karena bagian terbesar dari kaum tani belum terorganisasi, dalam mercalisasinya dibutuhkan dukungan yang sedap
menghadapi reaksi tuantanah,
Oleh karena pada umumnya tuantanah itu juga menjadi' lintahdarat, maka disamping tuntutan 6:4, harus diintensifkan pula tuntutan turun-bunga, jika tidak, kemenangan pembagian ' G: 4 itu akan dilenyapkan oleh tuantanah dengan mengintensifkan pinjaman yang memperberat kaum tani.
2. Tentang memperbesar produksi bahan makanan. Anjuran Partai untuk memperbesar produksi bahan makanan adalah sesuai (lengan kepentingan kaum tani dan mendorong kader-kader Partai untuk
mengerti masalah pertanian dan lebih mempererat hubungan Partai dengan kaum Kediri, Sidoharjo,
Banyuwangi, Tulungagung) oleh anggota dan
'Comite Partai telah diadakan percobaan penanaman padi dengan »
6 prinsip — cangkul dalam, rabuk banyak, tanam rapat, bibit baik dan air cukup — yang umumnya mendapatkan kenaikan hasil yan,
menggembirakan. Karena percobaan ini baru pertama kali dilak- “
sanakan, sudah tentu timbul banyak persoalan yang belum dibayangkan semula, misalnya: tanamannya terlalu gemuk dan roboh yang akhirnya banyak buahnya yang gabuk. Kaum tani disekitar daerah percobaan yang berhasil baik Gyuga tertarik pada sistim penanaman tersebut, akan tetapi karena hal ini masih merupakan barang baru dan memakan banyak beaya serta tenaga, mereka masih ragu-ragu mempraktekkannya. Sistim ini sebenarnya adalah merupakan masalah Yang sangat baik untuk mendorong kaum tani kearah kerja gotongroyong dalam mengolah tanahnya.
Kecuali penanaman padi, telah dilaksanakan juga penanaman ketela dengan sistim cemplongan yang hasilnya memang berlipatganda jika dibanding dengan penanaman biasa. Tetapi karena sistim ini banyak memakan tenaga, dan karena sistim produksi pertanian sekarang ini masih dilakukan secara individuil, maka penanaman semacam ini belum dapat dikerjakan secara besar2an.
3. Tentang gerakan amal. Gerakan amal yang telah dilakukan oleh Partai terutama dalam membantu mengurangi kesulitan kaum tani seperti: memperbaiki bendungan, saluran air, memberantas hama dil. mendapat sambutan yang baik dari kaum tani. Tradisi semacam ini sebaiknya dapat dijadikan aktivitet terus-menerus, artinya gerakan amal ini tidak saja dilakukan pada waktu yang
832
tani. Dibeberapa daerah (Surabaya, Jember, '
cristiwa-cristiwa penting dalam gerakan Rakyat dan aa keadaan Se sepan pada waktu 5 Nan n hama, kerusakan jalan, dll. | Bs.
Bentang POR nona Masalah transmigrasi yang tidak saja penting bagi pemindahan kaum tani dari daerah-daerah yang Tan Nu pada penduduknya, tepi juga aa Sapta pa x diluar Jawa, harus mendapat 1:
egg en Masa bahwa Haa bas pada Hara kaga i y akan pemindahan kemelaratan sat a 5 Sa ANA Ya an Ya bari y ada syarat-syarat yang lebih baik bagi trans 2 Ma Manan Enes punyai dayatarik yang kuat terhadap orang!
£ PENA Diawa Naa
Ta Se na Mongitiral kedudukan near ae Pen ing « 1 produksi ikan dan kedudukan mereka dala tata bara Tae dan keamanan pantai, en) nelayan Ren mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari Partai. p Dia AI rang yang ikut dalam lapangan ini tidak kurang dari 2 Nag Aa statistik yang dapat ap ana, Bg ag “tea i y daerah Tuban, Banyu x
Ta Ie an 1301538.198 ton. Dari beberapa AAA yang telah kita laksanakan, tentang komposisi klas dan afi peng tp es dikalangan nelayan pada pokoknya sama dengan dil ng 3 Kaun tani. Makaitu sebagaimana pererjaan kata, dikalangan Hah $ pekti yaan dikalangan nelayan adala) li., Sg aa Baen aan i layan. Dalam prakteknya Ban!
Bank Tani dan Nelayan. Dal: 1 T: 1 Megan yang didirikan oleh Pemerintah pada tahun Beli memenuhi harapan kaum tani, baik dalam cara member!:
ka i “pinjaman, maupun pengembaliannya. Kaum Aa an blekif membutuhkan bantuan modal, akan tetapi mere 2 en Perankan cara yang pe-mudahina dan Pa, Ha An li jangka panjang. Dari itu saya berp h Ba Nana sasa dapat dijadikan Bank yang i kaum tani.
Pe an pentga saya senada TA Saba karang ini. Dengan berpedoman kepada peng.
ra ketekunan yang cukup, kita akan terus paka )
Petai dan mengintensifkan pekerjaan kita dika! angan aa 2 ea terutama untuk merealisasi tuntutan Ba ai Dane dan naik-upah serta melawan stiap Seakan ani Ba saya yaki intensifnya p r a Na ban Yebak isa dan lebih kuat lagi membentengi Partai.
833
PIDATO KAWAN BACHTIAR
(Riau)
Kawan? Presidium dan kawan-kawan y x P liu an-an pengund sy
PAI ia Menenayul sepenubnya Renya Tan Bing abi aik. x Vakil
Jan 5 Tap ka oleh Kawan M.H. Lukman, Wakil Sekretaris. Dibawah ini saya hendak men saya peroleh dari pekerjaan se-h gam pinan kolektif.
impinan kolektif adalah satu masalah y Pen demokratis Pimpinan kolektif adalih 2 Rures ema aling Lemb Sana ai baik untuk mengembangkan kegiatan sala A3 ot pemainan EA dan juga paling obyektif untuk mengerahkan Sta 1 Tn Naba Sentani massa Rakyat dan dengan demikian kan ing Rakyat menuju kepada kemenangannya. 1 Menurut pengalaman kami.
an kolektif, kia harus gn demokrasi dalam Partai.
ditempatkan kader-kader cara kerjanya dan mengad: 1 an gadakan pembagian tugas y ap Kenapa Ra Sangka pimpinan ai ana ) alam an tug: artai. Ti, i b (idang dan diskusi-diskusi untuk memecahkan dan Para 1 Yang penting, Sekretaris harus terlebih dahulu mempersiapkan b:
Pa dan Pa aa sebaiknya persolannta aa a jelas. Dalam diskusi harus dipecahk:
Plan, Tana secara mendalam hingga PERAN tah ata PN TAU Tana itu terjadi perselisihan anda as an y i i
Pen aa en tapa janganlah mengambil kesimpulan
Dea 1 ditunda sementara agar membuat ulat i -
PP yang sebagai syarat memelihara kesatuan dalam
Dalam hal pekerjaan kolektif Sekretaris Comite mempunyai 834
'gemukakan pengalaman saya yang ari-ari didalam Partai APE AA pi
jika hendak memperkuat pimpin- » 2dengan sepenuhnya mengembanpkati rah enyempurnakan pimpinan Partai harus pada kedudukannya yang tepat, menyempurnakan
peranan penting. Ia harus banyak berhubungan erat dengan anggota-anggota pimpinan Partai, harus memperhatikan pendapat-pendapat dan keterangan-keterangan tentang keadaan massa Rakyat, ia harus pandai dan sigap mengorganisasi kawan-kawan dalam pekerjaan untuk menyelidiki persoalan?
dengan cepat dan dengan segera mengajukan pendapat serta segera pula didiskusikan dengan badan-badan kolektif untuk diambil kesimpulan yang obyektif.
Sekretaris harus menjadi teladan dan contoh dalam soal mengembangkan demokrasi dan berani melakukan kritik dan selfkritik.
Kawan?,
Pimpinan kolektif bisa berjalan dengan sempurna kalau politik garis fnassa sungguh-sungguh kita laksanakan. Jika garis massa tidak konsekwen dilasanakan, maka juga pimpinan kolektif tidak akan ada artinya. Tugas pimpinan kolektif harus bersandarkan kepada kepentingan massa. Menjalankan garis massa sepenuhnya, mengembangkan demokrasi dan dengan sungguh-sungguh mencerminkan kepentingan massa, sesudah meminta dan mengumpulkan pendapat-pendapat massa.
Selain daripada itu, kita tidak hanya harus berunding dengan massa sebelum mengambil keputusan, tetapi juga harus berunding dengan massa dalam pelaksanaannya, sehingga perpaduan antara pimpinan dengan massa betul-betul tercapai dan cara kerja dari massa kembali kemassa terlaksana.
Hanya dengan demikian, kita baru dapat menjamin tepatnya pimpinan Partai, sehingga memperkecil kesalahan?.
Kawan-kawan,
Selanjutnya untuk mengatasi kontradiksi-kontradiksi dikalangan pimpinan mesti mendengarkan suara-suara dari massa dan meninjau keadaan?
tersebut secara obyektif. Dan setelah bahan-bahan tersebut lengkap barulah hal itu didiskusikan untuk diambil kesimpulan yang tepat serta yang dapat diyakini oleh seluruh pimpinan kolektif.
Kawan-kawan,
Untuk melaksanakan sentralisme-demokratis, badan pimpinan harus sungguh-sungguh mendiskusikan instruksi-instruksi CC dan yang berkepentingan mengambil kesimpulan untuk segera dilaksanakan. Demikian pulalah Comite-comite bawahan lainnya harus bersikap bila menerima instruksi-instruksi dari Comite atasan, dan tidak boleh samasekali melengahkan instruksi-instruksi itu. Selanjutnya bila instruksi tersebut telah dilaksanakan atau belum dilaksanakan, maka tentang hal itu harus segera dilaporkan.
Dalam diskusi-diskusi kita harus juga menghargai minoritet. Ada kalanya anggota pimpinan Partai tidak suka mendengarkan dan
mempertimbangkan pendapat minoritet, atau ada yang takut untuk
835.
mengajukan pendapatnya yang i m u F g berlawanan. Ini tid:
en Bana Ambang segala pendapat Ta Ga r esimpulan sebab ada ji inor yang tepat dan karena itu kita harus mba eng pil gunoritet tenyata tidak tepat, mereka ini harus diyak aa Ta 3 ingga dengan demikian tetap dapat terpelihar: an Be alam pimpinan. 1 ai aa"
Kawan?,
Pimpinan kolektif yi i
:: yang sungguh-sungguh itu h: i Speed perseorangan. Pada Eun. nanyima Meng:
C n yang merusak pimpinan kolekti i 1 gejala-gejala mengambil keputusan Sein tembaga Pa ab
tidak memberikan c 5 1 dsbnya. ikan contoh dan teladan yang baik, ceroboh bekerja
Puan, pera Pa perkembangan Partai yang merata dinegeri kita dan dalami penyuang: YA 3 sengit ini asal saja pimpinan Partai kita dengan "
Pe me sanakan prinsip bersandar kepada massa den sauh erpegang pada cara memimpin,,dari massa kembali Ta Ha Ta gan teguh melaksanakan prinsip mendukung demok Tg ng asenya dengan sentralisme yang memusat, mak teati
Pen empertinggi mutu pimpinan Partai kita. | Pa
836
PIDATO KAWAN ALI MARKABAN
(Jawa Tengah)
Kawan? Presidium dan para peserta Kongres yang tercinta, banyak sudah pembicara-pembicara mengemukakan berbagai soal dan fakta yang semua itu menambah keyakinan saya betapa benar dan tepatnya Laporan Umum, Konstitusi dan Program Partai yang baru yang telah kita sahkan sccara bulat didalam Kongres kita yang besar ini. Sebagai pembicara yang kemudian saya hanya akan membatasi pada beberapa soal mengenai Program Partai seperti yang telah diberi katapengantar oleh Kawan Nyoto yang tercinta dan dengan suarabulat telah kita sahkan.
Dibandingkan dengan Program Partai yang diputuskan dalam Kongres Nasional ke-V, Program kita sekarang ini mempunyai wajah baru dimana terdapat Program Umum yang terdiri dari 10 bagian dan Program Tuntutan yang terperinci secara lengkap terdiri dari 50 fasal yang menurut hemat saya akan memudahkan kader-kader dan anggota-anggota Partai untuk memahaminya, disamping perlunya aktivitet praktis se-hari-hari dalam perjuangan memimpin massa untuk perbaikan nasib dan demokrasi. Juga akan lebih mudah diinsyafi, bahwa untuk menjawab kepentingan Rakyat dalam perjuangan untuk mempertahankan dan meluaskan demokrasi serta untuk perbaikan nasib, kita harus melaksanakan Program Tuntutan.
Kader-kader dan anggota? Partai tidak lagi mempunyai pengertian yang campuraduk antara Program Umum dan Program Tuntutan, disamping mengetahui perbedaan?nya juga mengetahui saling-terjalinnya yang tak dapat di-pisah2kan. Pengurangan-pengurangan, perubahan?
tambahan-tambahan yang bersifat menyempurnakan yang dirumuskan dalam Program baru, menunjukkan klopnya Program tersebut dengan situasi baru yang berkembang ditanahair kita dan semua ini membuktikan kemampuan dan kedewasaan Partai kita dibawah pimpinan Comite Central kita yang Leninis, kolektif dan tepat mcnjawab semua persoalan yang bersegi banyak yang timbul dari berbagai lapisan Rakyat yang tak kenal mundur dalam perjuangannya untuk demokrasi dan terbentuknya kabinet gotongroyong.
837
Kawan?, atasnama delegasi J:
Ep gasi Jawa Tengah saya 1 PN tambalan dan penyempurnaan yang ah kan dh Aan) aa pendapah usul-usul, kritik-kritik maupun Karan cah TM up ari luar Partai di Jawa Tengah telah dim: ia an, Ka yang baru. Dengan demikian tepat mg apa ang, Eks akan oleh Kawan Nyoto, bahwa Basa ag Cah mean perpaduan pi ran antara Comite Central den Ai Saman bay han, antara pimpinan Partai dengan ang ota-ota Tani Haa Batal Lengan massa Rakyat yang luas. Dialkanna Progi ini node, Ken ng" 2 ita sekarang mendemonstrasikan persatua: ir Nana Na organisasi Partai dibawah pimpinan Comi ”G se al dang pat. yang diketuai oleh Kawan D.N. Aidit yan tery ta Ini adalh un 'emonstrasi persatuan yang kian TAA Pa ALA kan oleh siapapun antara Partai dengan R kyat Ba Para Ang Yah pepek Andin Sa rta k P a erdiri diseki i g Pa apa Yang dikemukakan oleh Ban Da AN Kai ag Sita sang ini bukan hanya Kongresnya Dena lulu, | Leapi Saha un merasakan sebagai Kongresnya sendiri Bia Hah ah Aa mau mencoba meng-injak-injak demokrasi me: intih Naa meng igit jari atas kekalahannya terus-mi maa Papan aa milik kita dan Rakyat Indonesia yan: te 1 Heat Haa poll mereka yang keranjingan FA 1 Aa Okrasi, bukan miliknya kaum birokrat, bi asi Benar u Ma istilahnya Bung Karno merek. Pan rialis. Fajar Tah Pl aa maa bata ara mpe Kemiongkel berkat perlawanan Kakyat ang Keras aan:2 Pngahaa angin barat. Net aa 3. Kawan? Kongres-kongres kita selalu Hata. r u merupakan tonggak-tonggak ena yang mempunyai Set tas ega aa Aa Lang kerangka ha Yan gac: Kongres Nasional ke kita 5 1 ua Soal i
Lan Dgoneydann Bug Dengan Peta aa yang bersamaan dengan itu Sati Ame Png Pera r rs: 1 yara militan i ag pa Peng pada kepentingan alas asa Pan aa “ehi ari kita telah menjadi jejaka Na Tap Basa Oi aa saka dan sekaligus sangat dibenci TR MA ba, ia, oleh musuh-musuh demokrasi. Pendeknyi pung-kampung dan Maa genap ta Mag Wrap) ta g-! tan: ki Kk: i pemilihan umum untuk DPRD tahun 1957 ear Tapa Dan
838
saja telah memperoleh lebih 3 juta pemilih, pendeknya Partai
nomor wakhid didacrah kami.
Kawan?, ini terjadi karena nclorkan Program yang tepat, coc termasuk juga cocok dengan kaum ubahan semboyan mengenai perjuangan tani dari,,nasionalisasi semua tanah” atau,,hak negara atas semua tanah” diganti menjadi,,tanah untuk kaum tani”,,,pembagian tanah untuk kaum tani” dan.,,milik perseorangan tani atas tanah”. Bersamaan dengan perubahan semboyan ini Kongres Nasional ke-V telah merumuskan,sMelarang perampasan tanah dari kaum
tani yang dulunya milik perkebunan-perkebunan asing tetap.
Perubahan semboyan dan Program ini
Kongres Nasional ke-V telah meok dengan kepentingan massa luas:
tani. Ambillah misalnya per-.
900.000 keluarga atau 600-000 jiwa kaum mempertahankan bekas tanah-tanah perkebunan dan tanah partikelir yang sejak jaman revolusi telah diduduki oleh kaum tani yang luasnyi tidak kurang dari 49.745 ha. Betapa terimakasihnya kaum tani ke pada Partai dapat dibuktikan dengan pemberian suaranya dalam pemilihan umum yang lalu, dan kesediaannya selalu menyumbangkan barang-barang materiil yang diperlukan oleh Partai pada setiap saat.
Pemilih-pemilih Partai di Jawa Tengah sebagian besar adalah dari kaum tani.
Kawan-kawan, dalam Kongres Nasional ke-VI sekarang ini, meskipun program dan tugas-tugas pokok tetap seperti yang telah digariskan oleh Kongres.Nasional ke-V, tidak berarti kita tidak menemukan hal?
yang baru. Didalam Kongres ini kita menemukan mutiara-mutiara yang sangat berharga, yang apabila kita laksanakan, dan pasti kita laksanakan, akan meluaskan pengaruh Partai dikalangan Rakyat dan memaku Rakyat berdiri disekitar Partai lebih rapat lagi.
Berdasarkan konstatasi yang tepat, bahwa Amerika Serikat adalah musuh yang paling berbahaya bagi Rakyat Indonesia, maka langkah kongkrit antuk melumpuhkan kekuasaan ekonomi Amerika Serikat ditanahair kita, kita menuntut, jika AS terus-menerus mempersenjatai gerombolan-gerombolan kontra-revolusioner atau membantu Belanda dengan senjata dalam agresinya terhadap RI, supaya perusahaan-perusahaan AS diperlakukan sama dengan perusahaan-perusahaan
Belanda. Program tuntutan ini akan meninggikan kesedaran politik yang luarbiasa besar artinya bagi Rakyat Indonesia umumnya dan khususnya klas buruh Indonesia. Terlaksananya tuntutan ini kelak, merupakan andil yang tidak sedikit bagi perjuangan Rakyat-rakyat sedunia dan proletariat internasional mengubur macankertas imperialisme. Tuntutan ini sekaligus mempertebal setiakawan internasio-
839
nal dalam perjuangan untuk
Hal-hal baru lainnya yang kita Tang seperti dikemukakan Kawan Sukap atas hasil2Konfernas T' alu.
ai bekerja untuk aed. f pada, PE Sg ea atur
AA r bih ercayaanny: y
Ae Partai yang mereka cinta P Tenta in bah Penak inya secara kongkrit tuntutan-tuntutan ini seperti apa yi 5 mag “kan ada Bin Laporan Umum Kawan Aidit Kita. Pa Buni k Dip ara asi yang masih kita jumpai pada Gomite-gomite Fe Kak a Ps, 2) kebawah” dengan melaksanakan 3 sam!
nata Aka 8 arus kita, lakukan secara konsekwen. Hi 2 Pang ai ta ya ada Comite-comite Partai yang ogah2an Kerajaan bad “ega Bayah menyuburkan padi dan PKI Bear ya F Siajarkan oleh Kawan D.N. Aidit kepada kita benar-benar akan mms Aa Fan Kabag yang tajam untuk mengusir kemalasan bu 2 bang me sad pada massa kaum tani. Tetapi Program kita y H3 ana naa mendorong kita menancapkan kaki lebih Gala gan pat angan tani, juga kekalangan kaum nelayan kita ah ame ingkan perhatian secukupnya. Program perbaikan nasib SAK aan, dengan cara mengorganisasi mereka dalarn anta ln mesebaga senjata kaum nelayan untuk menurunkan Ka eneng Se Ma Gea sea merupakan pekerjaan yang baru dan bagi Pan ang uns dan menentukan untuk sb Parera Hate yang m panai kedudukan penting dalam masyarakat Kadar SA Aan) ya an pekerjaan ini dalam waktu yan kaum nelayan ara Nak snin TA sega mengorgania pandan TEA kuran lebih 200.000 kana ayanamya sg: wan", hal lain lagi yang menarik perhatian s ya yal:
nya garis politik Partai yang menempa Aa Si Tan ti g 2 asi s i y ai pekerja untuk maan Pa aa ge pat dan akan menyapu bersih k 1 ikiran Pala en dari kader-kader dan AA Tabanan Ha semua koperasi. Pada Kongres Nasional ke-V kita telah an
840
sinyalir bahaya koperasi model Hatta. Tetapi dibalik itu, kita belum menekankan pada perlunya koperasi ini menjadi senjata ditangan Rakyat pekerja untuk melawan penghisapan, untuk mengatur distribusi barang-barang kebutuhan Rakyat yang pokok dan untuk mempertinggi produksi. Karena koperasi memang dapat menjadi alat bagi Rakyat pekerja untuk sekedar memperbaiki nasib, maka obyektif kiranya kalau di-waktu-waktu yang lalu banyak sudah kader-kader dan anggota-anggota Partai di-desa-desa atau di-tempat-tempat kerja sudah mempunyai akti- Vitet dikalangan gerakan koperasi. Dengan garis ini mereka sekarang menjadi terpimpin dan menyambut dengan gembira pada politik Partai ini. Sikap ragu-ragu bekerja dikalangan koperasi diganti dengan antusiasme yang sangat berguna bagi pekerjaan Partai, demikian juga sikap acuhtakacuh terhadap koperasi bisa diganti dengan intensitet kerja yang teratur, tekun dan ber-kobar-kobar. Pekerjaan Partai dilapangan ini sudah mulai intensif, baik dalam melempangkan koperasi-koperasi Rakyat pekerja yang sudah ada, tetapi belum baik mengaturnya maupun menumbuhkan koperasi? Rakyat pekerja yang baru, dengan berpedoman pada prinsip sukarela, kepentingan bersama dan demokratis. Pendidikan teknis pada anggota?
Partai yang aktif dikalangan koperasi sudah dijalankan disementara daerah. Pekerjaan ini sangat berguna setelah soal ideologi dan politik koperasi sudah dimiliki oleh aktivis-aktivis koperasi dan pendidikan ini perlu diperluas.
Kawan?, tidak meragukan lagi, yat, pada dayajuangnya, dayaciptanya d ti ny pin oleh kader-kader dan anggota? Partai yang lebih terdidik dengan teori Marxisme-Leninisme yang siapsedia secara militant. berjuang mengabdi kepentingan Rakyat dibawah pimpinan Comite Central yang bijaksana yang diketuai oleh Kawan D.N. Aidit yang tercinta, terlaksananya Program Partai ini adalah suatu hal yang pasti. Pengalaman menunjukkan, bahwa perpaduan kemampuan memimpin kader-kader Partai dengan kekuatan massa yang takkunjung kering merupakan kekuatan raksasa yang mampu menaklukkan kesulitan?
yang dihadapi.
Dalam hal memperbesar produ berhasil mencapai hasil 150 kwintal padi ti a di Jabar mencapai hasil 225 kwintal. Sebelumnya hanya mencapai 16 kwintal di-tempat-tempat yang sama. Dalam pembikinan rabuk, kita telah berhasil membikin Tabuk kompos dibeberapa tempat, memperbaiki saluran-saluran dan waduk-waduk air. Yang semua ini menunjukkan kemampuan Rakyat yang tidak terbatas untuk menyelesaikan
tugas-tugas nasional, tugas-tugas besar. Diatas se-gala2nya untuk mengcmbangkan dan menggali kekuatan Rakyat adalah kebebasan dema-
841
bersandar pada kekuatan Rakdan keperwiraannya, dipimksi bahan makanan, kita telah per-ha, Kalau tidak salah
krasi. Sungguh memaluk: i
. kan disam anjurkan pelaksanaan
) elaks program sandang-pan: y 1 Giaerah Boyolali 2 orang kader Partai Naba dan ya? Ha Han ua.3 Daan ber-sama-sama Rakyat Ana Aa 1 met iki jalan yang just i 5 anta lancarnya perekonomian Rakyat Kejadian Bi Sa Pakan Yenya aan ne mengisi demokrasi terpimpin kita. Tan 3 # mo Hah rang in kita membangun negeri. Karena itu - 1 Cmokrasi 5 arus kita pertahankan. ag Haa esa inang Seperti yang saya kemukakan diatas, Ba enyatakan kesanggupan kami melaksana- Maju terus untuk demokrasi i Pa an nokrasi dan kabinet gotongroyong!
Sup, ai yang kolektif dibawah pimpinan Ketua Aidit 7
ping Pemerintah menganjur-
PIDATO KAWAN SUWANDI
(Jawa Timur)
Kawan? Presidium dan Kongres yang besar,
Pada pokoknya kami menyetujui sepenuhnya Laporan Umum CG yang disampaikan oleh Kawan Aidit.
Sekarang kami ingin mengemukakan beberapa persoalan mengenai pekerjaan dikalangan kaum buruh yang kami anggap penting dengan menghubungkan pengalaman kami di Jawa Timur.
Dari Laporan CC dapat ditarik kesimpulan, bahwa aksi-aksi revolusioner Rakyat Indonesia sejak Kongres ke-V Partai telah meningkat, seperti antara lain: pengambilalihan perusahaan? Belanda pada saat memuncaknya perjuangan pembebasan Irian Barat, pembasmian pemberontakan kontra-revolusioner »PRRI”-Permesta, melawan intervensi Amerika Serikat dan subversif asing memenangkan ide demokrasi terpimpin dan kembali ke UUD 45 dsb. Dalam aksi-aksi revolusioner ini klas buruh Indoncsia telah mengambil peranannya yang sangat penting. Disamping rolnya didalam aksi-aksi ini, serikatburuh-serikatburuh revolusioner dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya, yaitu memperjuangkan kepentingan materiil dan kebebasan demokratis kaum buruh serta mempersatukan mereka, telah mencapai hasil-hasil yang baik, walaupun kita tidak boleh menutup mata akan masih adanya kekurangan-kekurangan yang harus diatasi.
Mengenai keadaan kaum buruh didalam Laporan CC dikemukakan, bahwa sebagai akibat krisis ekonomi yang diderita Indonesia, maka kehidupan kaum buruh bertambah berat dan mengalami berbagai kesulitan. Menghadapi keadaan semacam ini Laporan CC menekankan suatu kewajiban bagi Partai kita dan serikatburuh?
untuk dengan gigih melawan pemecatan, berjuang untuk kenaikan upah dan perbaikan sosial-ckonomi pada umumnya. Dari sini jclaslah bagi kaum buruh Indonesia apa artinya Kongres Partai kita sekarang ini. Mereka menganggap Kongres ini sebagai Kongresnya sendiri dan menaruhkan harapan untuk mendapatkan jalan keluar y guna mengatasi kemerosotan tingkat-hidup mereka.
Gambaran mengenai kemerosotan tingkat-hidup kaum buruh
843
yang dinyatakan dalam Laporan CC itu adalah benar sekali. Didaerah kami tingkat-hidup kaum buruh, terutama 5 bulan akhir-akhir ini adalah sangat berat. Beras sudah berharga Rp. 6,—/Kg. Jawa Timur yang merupakan daerah industri gula, Rak dapatkan gula dan diluaran kalau ada harga gula sa Kg. Karena permainan BPM/Stanvac, minyak tan dari pasaran dan apabila ada diluar harganya Rp. 3,— — p.
4s—/Lt., dan harga ini diluar kota lebih tinggi lagi. Harga barang?
kebutuhan pokok lainnya juga sangat meningkat, disamping itu kita melihat bahwa upah minimum rata-rata masih berkisar Rp. 7,50 sehari dan malah pada perusahaan-perusahaan kecil masih ada upah sehari Rp. 2,50. Hantu pengangguran terus mengancam mereka. Menurut Inspeksi Penempatan Tenaga Jawa Timur jumlah penganggur yang terdaftar pada triwulan ke-1 tahun 1959 ada 23.267 orang, sedang menurut tafsiran Jawatan tersebut jumlah penganggur Gan setengah-penganggur sebenarnya -- ada 300.000 orang. Jumlah ini terus meningkat karena banyaknya pemecatan-pemecatan terutama akibat kelumpuhan perusahaan-perusahaan nasional. Dari perusahaan tekstil saja karena kesulitan-kesulitan bahan-bahan baku terdapat akhir-akhir ini 750 buruh dipecat dan -- 1.500 orang dinon-aktifkan dengan mendapatkan upah 5076 atau dikurangi dari upahnya biasa. Sanering uang yang dilakukan oleh Pemerintah pada tanggal 25 Agustus 1959 ternyata telah menambah kesulitan kehidupan kaum buruh, meskipun itu bukan maksud dari Pemerintah. Disamping harga barang belum menjadi turun seperti diharapkan Pemerintah dengan tindakan drastis tersebut, maka ada ratusan kaum buruh telah dipecat, beberapa perusahaan terpaksa tutup karena kesulitan uang akibat sancring uang. Banyak perusahaan dan jawatan-jawatan yang membayar buruhnya belum dapat penuh untuk gaji sebulan. Tidak sedikit pula kaum buruh beserta organisasinya ikut dirugikan uang mereka yang tidak banyak itu yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.
Dalam keadaan demikian kaum buruh tidak mempunyai kebebasan yang penuh untuk mengutarakan pendapat dan perasaannya.
Di Jawa Timur walaupun selalu di-bangga?kan sebagai daerah yang paling aman, tetapi kebebasan demokrasi sangat dibatasi.
Lebih-lebih pada waktu berlakunya Peraturan Peperpu No. 040/59, didaerah kami serikatburuh tidak dapat mengadakan rapat apapun, sampai perundingan serikatburuh dengan pengusaha mengenai sosial-ekonomi dilarang Sampai sekarang ini masih ada daerah dimana serikatburuh dipersulit mengadakan rapat, walaupun Persean Peperpu 040/59 telah dicabut sejak tanggal 1 Agustus 1959.
Karena itulah tugas yang diletakkan dalam Laporan CC, harus
844
yat sulit menmpai Rp. 8,—/ ah menghilang
kita sambut dengan penuh kesnagupan can Aa ng ah kemerosotan tingkat-hidup lebih lanju aa Naa kebebasan demokrasi ditangan Na 1 S3 —Serikatburuh-serikatburuh di Jawa Timur didalam membela bar ingahn il k buruh telah menjadikan semboyan,,ke' si Hn Sea Untuk memenangkan sun feat telah hana dilakukan “aksi-aksi, mulai yang ringan sampai aksi: Sea DHp menunjukkan, bahwa Oamlah Pena b peraa san ang buah dan pada kwartal pertama tal 9 £ Ta pai dapat kita lihat peang Yan emas buah. s 1 n & i ikan nasib kaum buruh. Ini elum g tur tam Ba SIA an langsung dengan jalan perundingan GAN aAitar-aAitar yang luas dari buruh pemerintah. Program Ata menes i perbaikan nasib kaum buruh telah menyoroti tuntutan rebut Sai Nasi aksi-aksi berat yang diadak: Karena membandeinya, Man. 5 telah tampil Komunis-komunis dan aktivis-aktivis berbaik ati erik buru) - | impinny: - 2 dari mereka ini dijeblos| lala Digg dimuka di dengan alasan y li pengadilan jara, didenda atau dituntut imu Ba Kena Undang-undang seperti terjadi pada a en pelabuhan/pelayaran dil. Wal upur 4 Al Nan dicapai erbaikan?, tetapi ada segi-segi meat Yang pel dira 1 Ya 2 2 dalam melakukan kegiatan tersebut massa kurang €, mang Neha kurang daan mag ek Ae k mengemukakan perasaan dan fikiran a.) u n 6 Ba buta dalam melakukan kegiatan al 2 mangan bag sifat umum, sehingga kebutuhan kongkrit dan bersi ae se- Aa ay buruh atau segolongan buruh kurang mendapat! an p hati Karena kelemahan ini dimana Abe) aa Ba ag da aksi-aksi massa, maka telah menimbulkan berbz Sing Na Ina dalam pekerjaan persatuan, keuangan SB, PeniNa katan 'kesedaran ideologi dan politik bagi massa d ar Juga kegiatan yani telah banyak mencapai kemenangan? Itu Cup emban ia benuhnya perkembangan Partai dan SB, terbukti ba wa plan pe benpukan Recom Produksi belum dapat dipenuhi, demikian, j mengenai perluasan Ta Sea men 4 Karena itu dalam melaksanakan tugas u an kemerosotan tingkat-hidup kaum buruh Pem kan prinsip membangkitkan aksi-aksi Tar IE San engeratkan pimpinan dengan m: ar s Part:
Hata erat atau tidaknya LA, Tenan Sa bantu mengatasi kelemahan ini, mal 2 Yatan ag lai nampak dengan pembentukan kopt 1.
An an tap sudah ada perlu terus didorong, |
giatan-giatan lainnya seperti sinoman, kematian, kebudayaan olah-raga, taman kanak-kanak dan lain-lain kegiatan yang menjadi kebutuhan kong- « krit kaum buruh. Garis Partai mengenai koperasi adalah tepat
benar untuk membantu mengeratkan pimpinan dengan massa dan
membantu kaum buruh untuk meringankan beban hidup mereka. '
Garis Partai mengenai perbaikan ekonomi dan mempertinggi
produksi pada perusahaan-perusahaan negara termasuk perusahaan-perusahaan bekas '
milik Belanda yang telah diambilalih, telah diyakini kebenarannya.
Dibanyak jawatan-jawatan pemerintah kegiatan ini telah menimbulkan saling mengerti dan kerjasama yang baik antara pimpinan-pimpinan jawatan dengan kaum buruh. Dengan mendapat sokongan yang luas -
kaum buruh secara gigih mempertahankan perusahaan-perusahaan yang telah diambilalih dari usaha-usaha golongan tertentu yang ingin mempartik lirkannya dan menuntut agar perusahaan-perusahaan tersebut segera dinasi nalisasikan. Semboyan Partai mengenai pencabutan Undang-undang Penanaman Modal Asing telah menjadi pendirian massa yang luas.
Kecuali modal Belanda campuran, kini semua perusahaan Belanda di Jawa Timur telah diambilalih dan dengan demikian exploitasi modal Belanda yang dikonsentrasikan pada perusahaan?
perkebunan telah terpatahkan. Di Jawa Timur ada 228 perusahaan-perusahaan Belanda yang telah diambil-alih dan dari jumlah tersebut 123 (termasuk kantor-kantor direksi) adalah perusahaan perkebunan.
Dalam menghadapi ambilalih ini dengan berpegangan pada prinsip yang telah diletakkan oleh Partai, yaitu:,,pimpinan patriotik, inggi produksi, jamin demokrasi, cegah sabotase dan perasib kaum buruh”, kaum buruh telah dapat menyelamatkan produksi dari perusahaan-perusahaan yang telah diambil-alih dan ini se- Kaligus telah melenyapkan gambaran dan pesimisme yang disebarsebarkan pada saat permulaan ambilalih seperti,,kaum buruh Indonesia belum mampu”, »kekurangan-kekurangan tenaga ahli” dsb. Tetapi memang kini timbul kesulitan: pada beberapa perusahaan, yaitu diantaranya pada beberapa perusahaan-perusahaan gula yang kini sedang giling terjadi jam-jam kerja terhenti dan tanam untuk tahun giling 1960 yang mestinya sudah selesai belum selesai. Kesulitan-kesulitan tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan jalan musyawarah dengan kaum buruh dan dihilangkannya cara-cara kerja yang birokratis, tetapi sebaliknya kesulitan-kesulitan itu kesalahannya dilemparkan kealamat kaum buruh dan tidak jarang berupa fitnahan. Semua perusahaan yang telah diambilalih hingga kini masih berada dibawah pengawasan militer. Disamping dibeberapa tempat terdapat kerjasama yang baik antara pengawas tersebut tetapi ada juga sementara pengawas yang menyalahgunakan kedudukannya untuk mencampuri terlalu dalam mengenai perusahaan dan mengeluarkan peraturan-peraturan yang
846
& an hak demokrasi seperti: me-
La aa keterangan mengenai masalah erusahaan, melarang rapat-rapat SB dilingkungan peran meat katburah berunding Kla Sada. Dra y yai tanggungjaw: 1
Na aa akatburah, erikatburuh dilarang berhsbungan, bm Na ba bani-bani ega “Em keeraya diperusahaan itu dan aa slah teyadi serikatburuh dibubarkan karena adanya per bea antara serikatburuh. Tindakan-tindakan ini sejalan degan Be atik melumpuhkan serikatburuh dan telah meniaku ba Peayanekelasi pada massa. Berdasarkan pengalarann Ai ai nyetujui sepenuhnya apa Yang Anyatakentara perwia yang menenea St La ta meniru mereka dengn Adalah petualangan dilapangan ekonomi dan politik yang yan Haa sikap Partai untuk membantu sepenubnya pelak Ha Task PA Kabinet Kerja, menjadi kewajiban 13 un Basi tah akan peningkatan produksi dari perusahaan-perusahaan ters degan" an bererang pada prinsip:,,pimpinan patriotik, pel ap edukei jamin demokrasi, cegah korupsi dan SA sn Baba. nasib buruh”, dengan mengatasi kekurangan-kekurangan yang
pada kita. |
« Dari kegii ri di Jawa Timur mengalami
merupakan pembatasan/!
larang setiap orang meng
i a rsatuan kaum buruh.
Ba Kena Leegaka per gr EA uni Sia i.000 kaum buruh dan dari jumlah itu aa Naa Se Pa aah revolusioner 512.770 arang £ Ma t Matatan DHP vaksentral-vaksentral dan buruh-buruh lainnya meng "BA, Na pap 186 orang. Kerjasama dengan berbagai ikatan segan telah d pat di alang. Tapi masih ada kelemahan banya peran uan telah Te h yan belum dilaksanakan secara kontinu dan pa F seng saling dalam persatuan walaupun tidak Sah wal Fu seng lalu 2 terus dikikis habis disamping perlunya dijaga ke- Pan Sae proletar telah makin Mendata, ag 1 Bam buruh, terutama anggota-anggota erik puruh i3 usia 5 Saga ini perlu terus kita tingkatkan, guna Tas al an ar detiniet saha-saha golongan tertentu untuk membelokkan p' ng aa Tea 5 Ea sembayan-sembayan nasionalisme yang sempit. Duga, Siaran Sami Tali dalam membantu gerakan perdamaian perlu ipar z5 Ham, dilan dengan Program meneruskan Pemibankan at AE Fa ti, kewajiban Partai sekarang yalah untuk lebih mening)
847
mampuai d g dari serikatburuh-serikatburuh. Partai terutama dipuan dan dayajuang 'a d
aerah-daerah harus lebih memperku: nya atas serikatd h-d: hh Pp at pimpinan
buruh-serikatburuh dengan menitikberatkan pada soal peningkatan
ideologi dan politik. Ini perlu dikemukakan, karena Jawa Tim 1
Pen ampanyal pengalaman, bahwa ada Comite yang dal.
Maa puripinan ini dengan mengoper segala keristan na as ingga akan mengurangi rol memimpin Panyar ada Hita H mematikan kegiatan massa. Tetapi Pelkat ARA Bah, kari Sea al Up pekerjaan-pekerjaan yang banyak ska nan ala Tenan Temperbahkan masalah Bnantn Tni g: er untuk serikatb: ki
DA Ke sea Menkembangkan kerja Kotek yaa bantu meng kan hubungan dengan mass serak sa Kanak Yana slah dimulai diteruskan dan Pa | esa der Aa Penuh Aa dapat menjalankan peranan P sitifaya Tahan untuk perubahan dalam politik dan
Sekian dan terima kasih.
PIDATO KAWAN F. RUMAMBI
(Sulawesi Utara Tengah)
Kawan?,
Kongres kita yang jaya ini sudah Kawan Aidit, Konstitusi Partai dan Program Partai. Kesempatan ini kami hanya akan pergunakan untuk memberikan beberapa pengalaman Partai kita didaerah Sulawesi Utara Tengah dilapangan
pembangunan organisasi Partai.
Dari Laporan Umum Kawan
mensahkan Laporan Umum
Aidit dapat kita ketahui bahwa perkembangan dan peluasan Partai kita sekarang disifatkan dalam dua kategori. Yang pertama yalah: perkembangan yang meluas, dan yang kedua: dibeberapa pulau bukan saja meluas tapi juga sudah mulai mendalam dan berakar.
Dalam kategori mana peri
Sulawesi Utara Tengah berada?
Bahwa secara obyektif Partai kita didaerah Sulawesi Utara
Tengah juga mendapat sambutan dari massa yang luas yang terdiri dari berbagai sukubangsa, ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa hanya dalam tempo kurang dari 3 tahun sejak Partai didaerah Sulawesi Utara Tengah didirikan pada tahun 1952, Partai sudah berhasil keluar dari pemilihan umum sebagai Partai No. 5. Tetapi sampai pada permulaan tahun 1957 yaitu ketika kita harus melakukan perlawanan yang sengit terhadap diktatur militer kontrarevolusioner Permesta, organisasi Partai di Sulawesi Utara Tengah belumlah cukup terkonsolidasi. Memang, dalam periode ini diseluruh Ibukota Kabupaten sudah berdiri Comite Seksi, disejumlah kota Kecamatan sudah ada CSS, disejumlah desa sudah ada CR.
Demikian juga dengan tersebarnya keanggotaan Partai. Tetapi baik organisasi maupun kcanggotaannya tersebarnya kecuali belum an calonanggota belum termeluas dan merata, juga anggota-anggota di
didik baik. Kritik Kawan t terhadap Comite-comite Partai yang lalai dalam pekerjaan meningkatkan calonanggota keanggota sepenuhnya kena pada Partai di Sulawesi Utara Tengah. Malahan kita merasa bahwa lebih dari Comite-comite Partai di-daerah-daerah lain kritik Kawan
849
kembangan Partai kita didaerah
Aidit ini harus lebih-lebih lagi di i 51 agi diperhatikan oleh Partai di Utara Tengah. Mengapa? Karena di Sulawesi Ba AI ya kelalaian dalam meningkatk i yumla keanggotaan Partai bagian terbesarnya Ba Pa aa Maa. Mak dan anggota dan calonanggota Ba si Y am grup-grup. Bukan hanya i Yai yai keoiganisasian ada kekeliruan? Pb eta ana Ye beberapa contoh dapat dikemukakan sebagai Maa ea na jumbhnya orang-orang yang telah menya akan di TAB esa bo mu ane daan kampanye pemilihan ump: Ika artai, tetapi kedudukannyi i c Pe pel dikongkritkan, sesuai dengan Ban ea Ana Bar Oa ane dah terpilih menjadi fungsionaris 113 P 3 Eni d y i 3
Core ang Mena Lebra si keanggotaannya ditetapkan oleh yontoh lain. Kawan Luk y era a ukman dalam menjelaska Ba Mara lain mensinyalir adanya FAR smt Lana Ea aa ya dalam meningkatkan seseorang edan )
Hayat sa DM enghaa dengan, memperhatikan Kecakapan aa ang i at tampak dari seseorang c tas yar ai 6 pa calonangs
He Tenan ulek mempunyai pengetahuan Pr ru Dita Tengal sih ada yang lain lagi. Ada i 5 9 Se enad tidak melalui masacalon, artinya, an dekati Tea | Len anggota ketika formulir permintaan menjadi ani Nasa Ka AAN, (karena, orang yang bersangkutan ini dikan Eka An end Jadi fungsionaris Partai, karena didaerahnya adah! TERI 3 gua Na cie Demikianlah beberapa contoh. Walaupun de aa ea alone Mang agak »menggelikan” ini bukanlah LE, ka Dana dalam Partai di Sulawesi Utara Tengah. tetas tas Pena Anna cukup serius maka harus diberikan perhatian y 1 aa Pan etik Kawan Aidit sekali lagi, harus lebih da Hape artai di Sulawesi Utara Tengah terutama kader-kader ia Bit naa Ki apat disimpulkan bahwa selama periode 1052-1937, LA Sea Petang Salak cai Utara Tengah didirikan Suap ps 'arus melakukan perjuangan yang b Ae pem nantak Permesta, pada hakekatnya Ba Pa aa Sa Tengah peump perkembangan dari An Pa Pan pi barulah merupakan suatu,,gerakan Selama periode ini, w:
San. e ini, walaupun waktu-waktu itu sudahl.
Dri Sa Pen api peteryaa NenbnaaN Pena LA si L ngah masi erada pada zaman y y la NG Cobalah kawan-kawan gambarkan. Dalam Petak
850
ctika kita dipanggil pula oleh sejarah untul melawan kebuasan diktatur militer kontra-revolusioner Permesta.
Dan bagaimana juga kaum Komunis di Sulawesi Utara Tengah berhak untuk merasa bangga karena walaupun terancam oleh resiko yang berat kaum Komunis Sulawesi Utara Tengah tidak mundur ketika menghadapi pemberontak, yang dipersenjatai secara lengkap dan modern oleh imperialis Amerika Serikat. Memang, benar kata Kawan Aidit. Pada mulanya debaran jantung terasa berdetak cepat. Tapi ini hanya sebentar saja. Sesudah itu dibawah pimpinan kaum Komunis yang heroik Rakyat yang patriotik ber-angsur-angsur dapat mempersatukan diri lagi, lalu, maju tak gentar membasmi penyerang, menyerang serangan biadab dari diktatur militer kontra-revolusioner Permesta. Jangkawaktu perjuangan melawan pemberontak tidaklah begitu panjang. Tapi bicara perkara pengalaman, 1 tahun pengalaman melawan kontra-revolusioner bersenjata ini adalah jauh lebih kaya dari 4 tahun pengalaman sebelumnya dalam masa damai. Dan disini, untuk kesekian kalinya kebenaran hukum dialektik Marxis lebih cepat mendapat kata terakhir, bahwa,,Kaum Komunis dalam perjuangannya yang terus-menerus melawan kaum kontra-revolusioner bukan saja merubah keadaan tetapi juga bersamaan dengan itu merubah pula dirinya sendiri”. Demikianlah kawan-kawan, berkat gemblengan dan pengalaman yang tidak sedikit yang didapat dalam perjuangan melawan kontra-revolusioner Permesta ini, kaum Komunis Sulawesi Utara Tengah sekarang sudah lebih jelas melihat kelemahan?nya, kesalahan2nya. Dan sekarang Partai didaerah Sulawesi Utara Tengah dengan tekad bulat telah mengambil keputusan untuk melikwidasi periode 1952-1957, periode,pandai besi” dalam pembangunan Partai.
Sekarang kawan?, dengan scdar akan tanggungjawab Komunis kita, kami dapat memberitahukan pada Kongres yang mulia ini, bahwa Partai kita di Sulawesi Utara Tengah sejak Februari 1919 sudah memulai satu periode baru dalam pembangunannya yalah periode pembangunan Organisasi Komunis”. Hingga sekarang, barulah 6 bulan sejak Partai di Sulawesi Utara Tengah menempuh periode baru ini. Tetapi beberapa hasil pokoknya sudah dapat kami beritahukan pada kawan?. Yang perlu disebut antara lain:
Pertama, terutama sekali sesudah CDB Sulawesi Utara Tengah pulih kembali, demikian juga pemulihan seluruh tingkat organisasi Partai dikota Menado yang menjadi basis dari CDB Sulawesi Utara Tengah, maka keadaan Partai yang sebelumnya merangkak jauh dibelakang perkembangan situasi yang berkembang cepat sudah dapat kita atasi. Dan sekarang Partai kita sudah tampil lagi kedepan.
memegang inisiatif.
sasi yang beginilah k
851
Kedua, dalam pekerjaan menggalang kerjasama dengan 1 kuatan tengah. yang demokratis sebagai salahsatu bagian d pekerjaan Partai menggalang Front Persatuan Nasional, usaha-usaha kit sudah mulai mengalami kemajuan baru. Kemajuan ini mui i ditandai oleh adanya aksi-aksi bersama antara kaum progresif dan kan kuatan tengah beserta Angkatan Perang yang patriotik dala:
mendukung dekrit Presiden Sukarno. Melalui forum kerjasamA ini tuntutan Partai kita agar operasi pembasmian terhadap Sim-sim pemberontak dipercepat dan untuk ini Rakyat terutama para Par tisan diturutsertakan dengan konsekwen pada pokoknya sudah dering dan Sudah menjadi program bersama.
etiga, sejumlah kader-kader Partai suda i idik di Sek lah? Partai dan Kursus? Partai. Me
Tentu kawan-kawan akan bertanya: Faktor-faktor apakah yang telah yebabkan timbulnya periode baru bagi perkembangan Partai didknah Keenan ar gi perkembangan Partai didaerah
Pertama kawan-kawan, sebagai faktor umum yalah, karer y garis-garis umum Partai yang diletakkan oleh Kena Nasional ke dna $ karena itu telah membawa kemajuan dalam gerakan untuk kemerdekaan nasional yang penuh dan demokrasi dinegeri kita. Adalah tepat sekali bahwa garis umum yang sudah diletakkan oleh Kon res Nasional ke-V itu dan yang telah teruji kebenarannya telah ditery - 1 kan kembali oleh Kongres Nasional ke-VI dari Partai kita TA sebagai pedoman umum dari seluruh kegiatan kita selanjutnya.:
, Kedua, sebagai akibat yang wajar dari sikap teguh Partai “kita di Sulawesi Utara Tengah yang sejak semula bersikap tegas terhadap pemberontak, sehingga Rakyat patriotik Sulawesi Utara Tengah sudah tambah lagi berhimpun disekeliling Partai kita. 3
Sedangkan faktor ketiga, dan faktor inilah yang sudah menjadi sebab langsung dari timbulnya periode baru yang menggenbiriari itu yalah: mulai dijalankannya Plan 3 Tahun Pertama Organisasi dan Pendidikan dengan,,Plan 74 Bulan” yang digariskan CDB Sulawesi Utara Tengah Desember 1958. 5
Sejak Plan ini mulai dijalankan, maka mulai terjadilah
perobahan yang cepat dari perkembangan Partai kita di Sulawesi Utara Tengah. Tepat sekali apa yang dikatakan Kawan Aidit dalam Laporannya bahwa, keputusan Sidang Pleno ke-IV CC untuk memimpin perkembangan Partai dengan mengadakan Plan 3 Tahun Pertama tentang Organisasi dan Pendidikan adalah keputusan yang bersejarah. Timbulnya periode baru sebagai akibat langsung dari mulai dijalankannya Plan, dengan sendirinya mempunyai arti historis bagi perkembangan Partai di Sulawesi Utara Tengah. Yang terutama sekali telah memainkan peranan yang penting dalam
852
pelaksanaan Plan yalah, dilaksanakannya Plan Pendidikan. Pendidikan telah menyebabkan pasangnya kegiatan kader. Keyakinan terhadap kemenangan perjuangan Ra untuk kemerdekaan nasional yang penuh, demokrasi dan perdamaian dunia, tambah diperteguh. Demikian juga keyakinan terhadap haridepan yang pasti dari Komunisme tambah kuat. Sesudah menerima pendidikan ada kader yang berkata:,,Sebelum menerima pendidikan sesungguhnya saya sudah 'mati'. Tapi sesudah menerima pendidikan saya merasa hidup kembali”. Kegiatan yang timbul pada hakekatnya adalah bentuk pernyataan terimakasih yang kongkrit kepada Partai yang sudah memberikan pendidikan yang sangat berguna pada mereka. Carakerja yang lama yang mengambil sesuatu dari sistim permainan primitif dari suatu kesebelasan amatir, yaitu sistim »dimana bola kesitu semua tenaga kesebelasan dikerahkan” ber-angsur-angsur sudah mulai diganti dengan cara-kerja bersegi banyak. Liberalisme dan amaturisme bukan lagi cukup dibenci dan dikata-katai, tetapi sudah mulai dikikis secara wajar, yaitu dikikis dengan peranan kerja.
Demikian pula persatuan intern Partai mulai tergalang secara wajar — secara ilmiah. Pendeknya pelaksanaan Plan telah mendorong kemajuan melompat bagi perkembangan Partai. Makaitu, ketika kepada kami ditanyakan, apa yang menurut kawan-kawan akan merupakan kunci dalam melanjutkan tugas pembangunan Partai, secara khusus kami jawab: Teruskan bekerja dengan Plan 3 Tahun, sedangkan pelaksanaannya akan kami beri tekanan pada pelaksanaan Plan Pendidikan.
Kawan-kawan. Dipcdomani oleh hasil-hasil Kongres ke-VI Partai kita yang jaya ini dan dibawah pimpinan Comite Central yang Leninis dengan Ketuanya Kawan Aidit yang teruji dan tepercaya, kaum Komunis Sulawesi Utara Tengah akan berusaha dengan segala kemampuan yang ada padanya untuk memberikan andil yang se-besar?2nya dalam melaksanakan tugas? Partai kita yang mulia: Dengan PKI didepan meneruskan perjuangan untuk Indonesia yang merdeka penuh dan demokratis: memperbaiki pekerjaan front nasional dan mcmencilkan lebih lanjut kekuatan kepalabatu: memperkuat front internasional anti-kolonial dan cinta-damai, dan, melanjutkan pembangunan Partai diseluruh negeri yang bersatu erat dengan massa, yang terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi.
Dan, seperti dikatakan oleh Kawan Nyoto keempat tugas diatas pertama-pertama harus kita abdikan pada pelaksanaan tugas poros yang mendesak sekarang ini, yalah:,, Untuk Demokrasi dan Kabinet Gotongroyong”. -:
Hidup Partai Komunis Indonesia yang jaya!
853
PIDATO KAWAN YACUB
Kawan?,
Perkenankanlah terlebih dahulu ke i Ya c pada kami untuk seked mengemukakan s 21: i J Ta MN Dean sebab2nya mengapa di Jawa Barat ada gerom- Seperti halnya dengan di-daerah-daerah lain di 1 f nya -daera in di Indonesia, j li Sat Mare Udak Yuput ai mengalami penindasan ae sapa n imperialis dan penghisapan tuantanah baik asi Bean Donat Akbatna Rakyat Jawa Barat Tisbanya at 1 crita, melarat dan terbelakang. Sedangkan difihak lain, k::
imperialis dan tuantanah hidu ny i Mena Tam 1 1: 'idupnya sangat ber-lebih2an. Untuk mengabadikan penghisapannya atas Raky: pe c apa 2 yat, kaum pe i
Peta Tempat aankan, rendahnya taraf kebudayaan ag ni dibuktikan dengan banyaknya Rakyat yang butah 1 sam.
Aa ha dipertahankannya sistim kebuasysa feodal yaaa uantanah dan,,tuanbesar” asing yang terjadi di € bunan-perkebunan di sitarny Ba ne dan penah dea memuja para pembesar di-kota?
arena kesedaran politik dan kesedaran organisasi di X:. politik dar ara ganisasi dik ng aga Sa tip dibandingkan dengan Hidaerah Na dibuktikan bahwa pengaruh Partai pada wak Tahun, 1051 masih 'sangat 'kurar aa an an 1 s angat kurang sekali. Sebel d Revolusi Agustus pen: y Ba pa aa lusi Agustus garuh Islam yang tercermin dalam bs i organisasi Islam masih sangat besar. kat te ke sangat besar. Kaum reaksi yan - Babakan agama Dan atasi kedok itu tergabung beam Ore sasi Hiz| h dan Sabililah yang ternyata mem yai kek 1 jata yang cukup besar, teruta M pasngan Min Han ine: g besar, ama di Priangan T' Ya isepasian pan Pedan. Cirebon. Juga Be PS alahsatu organisasi anti-Komunis sejak tahun 1925 Katuai hubungan yang cukup erat denga bar "Sebililah “Dan Paras ungan yang c c ga risan Sabililah. Dan bari:
Sabililah inilah yang just Pata ane k io dari Me Naba Sa ana merupakan,,embrio” dari- Kawan?,
Ini adalah fakta yan i J g pertama mengapa di Jabar timbi - Seng Dar TAI, Ana fakta lainnya ng PN daa g a “ H Jabar menurut analisa kami y Sesudah persetujuan Renville dim li Dira ee | e1 ana daerah Jabar dit Kk sebagai daerah,,kantong” (daerah pendudukan Belanda). PA
854
mana sebagian Tentara dan Laskar dari Jabar harus pergi hijrah kedaerah RI, sehingga karena itu Rakyat Jabar ditinggalkan oleh scbagian pelindung dan pimpinannya.
Kesempatan yang sebaik itu digunakan oleh kaum reaksioner untuk membentuk,,negara” dalam Negara RI, yaitu apa yang dinamakan,,Negara Islam Indonesia”, yang dipimpin oleh Kartosuwiryo, dan yang diproklamasikan pada tanggal 7 Agustus 1949 disalahsatu daerah basisnya di Priangan Timur yaitu Gunung Cupu.
Itulah kawan-kawan menurut analisa kami a.l. sebabnya mengapa di Jabar ada gerombolan DI-TII yang setiap hari selalu merugikan Rakyat di Jabar dan yang sampai saat sekarang masih belum dapat dibasmi sampai ke-akar2nya.
Setelah diproklamasikannya negara Islam Indonesia keadaan Rakyat di Jabar terutama di Priangan Timur disamping hidup dibawah tekanan langsung kaum modal Belanda dan tuantanah akhirnya ditindas olkh gerombolan DI-TII. Dibeberapa daerah desa, semangat Rakyat terhadap 17 Agustus 1945 dilumpuhkan oleh DI- TTII dengan ancaman dan paksaan untuk menganut dan menuruti tujuan gerombolan DI-TII dengan jalan mengadakan propaganda bahwa Jabar sudah ditinggalkan oleh Republik.
Meskipun masih belum meluas pengaruh DI-TII diseluruh Jabar pada tingkat permulaannya, tetapi Priangan Timur saja sudah dianggap cukup oleh DI-TII untuk dijadikan landasan buat memperkuat diri, meratakan pengaruhnya keberbagai daerah di Jabar.
Ini dibuktikan bahwa pengaruh dan daerah bergeraknya gerombolan DI-TII sampai sekarang bukan hanya di Priangan Timur tetapi sudah ke-daerah-daerah lain, terutama ke-daerah-daerah dimana daerah pengaruh Partai masih belum cukup kuat. Dengan berdasarkan daerah yang Rakyatnya masih dapat dipengaruhi atau di-intimidasi dan dengan keadaan geografi di Jabar, yaitu adanya gunung-gunung dan hutan-hutan, gerombolan DI-TII melancarkan gerakannya terhadap Pemerintah Republik Indonesia sambil melakukan tindakan-tindakan yang sangat kejam terhadap Rakyat. Setelah KMB ditandatangani oleh Pemerintah Hatta, kekuatan DI-TII di Jabar semakin bertambah besar karena mereka mendapat bantuan-bantuan tenaga dan senjata dari serdadu? Belanda yang menurut perjanjian KMB harus dikembalikan kenegeri Belanda, tetapi yang kenyataannya menyelundup
ke-gunung-gunung dan hutan-hutan dan menggabungkan diri dengan gerombolan DI-TII. Perlu juga dicatat bahwa kekuatan DI-TII di Jabar mendapat bantuan dari satu Batalyon Tentara Hizbullah yang dipimpin oleh Kadarsolihat yang setelah hijrah bukan menggabungkan diri dengan Tentara RI tetapi dengan gerombolan DI- ' TII, mendapat bantuan pula dari sisa-sisa pemberontak Bat. 426 dari
kebunan-kebunan milik imperialis Belanda. B:
Yunan r s Belanda. Bahwa DI-TII melakukan ti Sakan Undakan yang sangat kejam terhadap Rakyat, isat ag, membakar rumah, menculik dan 2 Bea Ran selaras ini sudah ai KRS Haa ejak adanya bantuan langsung dari imperialis Beland: vi Pn an Bia di Jabar semakin Mag 53 itu adalah betul-betul merupakan alat imperiali:
AA guna mempertahankan kedudukan ekonominya Pan ea Da Dalan tentara Islam yang memperjuangkan tegaknya Islam Tp 1 yang dipropagandakan oleh DI-TII sendiri. Hanya sampai Tan Ba aa Gen ata Rakyat, yang belum aer a bolan DI- itu adalah juga tentaranyi dan tidak sedikit tuantanah-tuantanah y ri Ng Sa d yang memberika: i il "
maupun moril kepada TesaaLa DETIL. HN mesin 3
Beberapa pengalaman Partai i alama ai dan Rakyat dalam memb.
membasmi gerombolan DI-TII di Jawa Barata Aa
Kawan?, jika kita hitun, y! 2 g waktu lamanya dacrah Jabar dibaya boleh gerombolan DI-TII yang memusnahkan te mn ra TAN Ba na dang aan sebutkan diatas sudahlah cukup ya elama Lk. 9 tahun. Tentu saja dalam waktu yi sekian lamanya itu, banyak y aan LA anyak pengalaman? Rak i
Pembaat AP untuk San NA DETIL. padan Sesungguhnya bagi Partai dan Rakyat sudah menjadi keyaki $ ag s adi k -
5 aa bahwa Hana ikutsertanya Rakyat Hk! i DI- engaca innya i, y itu dihancurkan En Ma em Ea 0 Ada dua hal yan
4 'g sangat pokok menurut pengalaman kami Bean Ua nengkancurkan DI-TII itu, yaitu: kerjasama Ft Aa Apa antu antara AP dan Rakyat dan tindakan ofensif Untuk dapat melaksanakan d y i t sana lua hal yang. pokok it ya baba, yang pernah kami lakukan dan Nara falah: Naa Pase Ia Gran midam arkan kampanye dikalangan Rakyat secara - »1 rbagai cara untuk menjelaskan sikap Partai y:
Pe Meraup gerombolan? DI-TII dan tentang ai An an. engan sikap yang tegas ini, Rakyat menaruh kepercaaa span hnya kepada PKI dan memandang bahwa hanya PKI- An atu nya Partai yang anti-DI dalam ucapan dan perbuatan.
yang perlu kami catat sebagai pengalaman berharga, yaitu
' 856
Jateng dan mendapat bantuan perlengkapan yang besar dari pan 1
- dapat diberi kebebasan memegang senjata dalam waktu melawan
adanya tindakan Partai yang kongkrit dalam membantu me kan beban hidup keluarga korban gerombolan DI-TII yang dila kan dengan pengumpulan sumbangan lewat rapat-rapat Partai dan akti Vitet-aktivitet lainnya. Dengan adanya kampanye yang tekun dan terus-menerus inilah Rakyat yang telah mengalami kekejaman D' TII mulai menginsyafi, b:
musuhnya. Secara ber-angsur-angsur mereka mulai memasuki barisan Partai. z
Kedua, memperjuangkan masuknya golongan progresif dan anti-D-TII kedalam OKD urncuk mengadakan perlawanan dibawah pimpinan Tentara terhadap DI-TII. Dengan adanya organisasi keamanan ini, Rakyat pada umumnya merasa tenteram karena ada penjaganya yang setia, meskipun dengan adanya OKD:
itu Rakyat harus ikut membantu menjamin penghidupan anggota?
OKD. Segi positif dengan adanya OKD ini, yalah selain pada umumnya dapat mengeratkan hubungan Rakyat dan AP, juga difihak anggota-anggota kita sudah mulai dapat mengembangkan kepandaiannya dalam melawan gerombolan ini dan dibeberapa tempat dimana OKD sudah mulai dipercaya memegang senjata sudah mulai melatih diri melawan DI dengan senjata. Keberaniannya lahir karena kesedarannya tumbuh. Tidak jarang anggota OKD yang berani melawan DI-TII sampai mencapai kemenangan yang gilang-gemiiang, meskipun tidak sedikit pula diantaranya yang telah gugur dalam perjuangan membasmi Dis
Selain daripada itu, mengingat pentingnya peranan OKD, Partai di Jabar selalu aktif memperjuangkan agar supaya OKD
DI-TII dan untuk keperluan hidupnya anggota? OKD supaya mendapat perbaikan nasib dari fihak Pemerintah. Disamping itu, diperjuangkan pula agar supaya anggota-anggota OKD tidak mensalahgunakan kedudukannya. $
Sedangkan soal yang sampai saat sekarang masih saja belum dapat tercapai yalah diberinya hak kepada kaum tani untuk mengangkat senjata membela diri terhadap teror gerombolan DI-TII.
Ini pelaksanaannya agak berat karena masih belum dipercayanya kaum tani oleh sementara pejabat militer. Segi penting bagi kaum tani menurut pengalaman yalah membantu OKD dan AP waktu mereka sedang mengadakan operasi, baik sebagai penunjuk jalan maupun sebagai pembantu untuk meringankan beban yang beroperasi.
Ketiga, menumbuhkan kepercayaan Tentara pada Rakyat agar supaya mau melaksanakan kerjasama dengan Rakyat. Pengalaman kami di Jabar adalah sbb.:
Di-daerah-daerah dimana Tentara bertugas untuk mengadakan operasi, selalu kita sambut dengan baik-baik disertai dengan berbagai harapan agar supaya Tentara bisa kerjasama dengan Rakyat setempat. Konsekwensinya yalah kita harus menunjukkan kesediaan untuk membantu Tentara dalam berbagai hal, misalnya: menempatkan mereka dengan keluarganya di-rumah-rumah Rakyat: meringankan kebutuhannya dalam operasi, a.l. membawakan perbekalan ke-tempat-tempat operasi, memberikan penunjuk jalan yang tepat dll.: menunjukkan diri bahwa kita (Rakyat didaerah itu) betul-betul anti-DI-TII.
Berhasil-tidaknya cara-cara demikian itu tergantung sekali pada ada atau tidak adanya inisiatif kita dan tergantung juga pada corak politik yang dianut pimpinan Tentara setempat.
Kenyataan menunjukkan, bahwa meskipun mereka masih belum progresif, tetapi asal saja mereka anti-DI-TII, kerjasama dalam melawan gerombolan DI akan dapat terlaksana dengan baik. Asal saja sikap dan garis kita disesuatu daerah sudah dapat diterima baik oleh Tentara, penghancuran gerombolan DI lebih mudah dilakukan secara intensif, ikutsertanya Rakyat dalam-badan-badan keamanan sesuai dengan program Partai dapat terlaksana. Dengan suksesnya melaksanakan kerjasama didaerah yang dijadikan sasaran operasi, pengaruh Partai akan semakin bertambah besar, organisasi keamanan Desa akan semakin terkonsolidasi, anggota dan organisasi Partai akan semakin meluas. Hal ini pernah kami simpulkan dalam laporan umum kepada konferensi ke-I CDB, yaitu sbb.:,,Maju dan berkembangnya Partai di Jawa Barat sangat tergantung pada gerakan Rakyat yang melaksanakan kerjasama dengan angkatan bersenjata untuk melawan gerombolan DI-TII dan tergantung pula pada adanya garis politik yang tepat yaitu, memukul kepalabatu, bersatu dengan kekuatan tengah sambil terusmenerus mengembangkan kekuatan progresif”.
Itulah, kawan-kawan, sekedar pengalaman kami yang pokok dalam melakukan perlawanan terhadap gerombolan DI-TII di Jawa Barat yang ternyata dapat kami simpulkan shb.: Selain dari kita dapat melatih Rakyat memegang senjata dalam cara melawan gerombolan, juga faktor kerjasama yang erat antara Rakyat dan Tentara, dapat mendorong diluaskannya organisasi dan anggota Partai di Jawa Barat.
Sekarang perkenankanlah kami mengemukakan pendapat kami sendiri mengapa sampai sekarang kekuatan gerombolan teror DI- TII masih saja belum disapu bersih.
Soalnya, menurut analisa kami, terletak pada faktor teknis dalam cara mengadakan operasi, dan fikiran ragu-ragu dan setengah?
858
i yi yata -dapat i dan membasmi DI-TII, yang ternyata -dap:
MA an en yang berat guna suksesnya pembasmian
ia i danya kerjai i kemukakan tentang adany ya- Meskipun tadi telah kami a sentana dana keug y imaksud diatas itu hanyalah kerjasama yang Haa Mgr Program kami untuk mengusung AA dan keamanan dimana diikutsertakannya wakil Rakyat, Bana koordinasi yang baik antara berbagai Inap Pemer 2 AA organisasi? Rakyat dalam melaksanakan tugas keam:
di-daerah-daerah, masih juga belum terlaksana. ab Bl Hal tersebut bukan berarti Pena danN Ke Tunean) Han, Kara rjuangkannya, tetapi justru k:
Keaini kepentingannya oleh DE pejabat Pa bee a pejabat di Jawa Barat, lebi nekat 1 Bana hara alimulama, yang menurut analisanya ngan 7 Ara satu2nya jalan untuk melumpuhkan “peng” is Dk Sue enunjukkan, selain adanya usaha lewat dalan. Kon are Alina imna yang diadakan dalam bala Ip mean me PNG!
y mendamaikan”, juga di a d Hat Pa memberikan kelonggaran bergerak Ka aliulima yang ternyata ini hanya merupakan kampany k aruh DI belaka. $ RE
We Lage yang mengakibatkan masih belum dapat Pa es k SPLIT secara sungguh-sungguh dan mendalam, yalah ASN Leg @ilakikannya sistim ofensif yang bersifat gerakan, dan AA aya sistim perbatasan antara teritorial dengan teritorial ya, antara bivak an bivak lainnya. 2 1 Hb gkenkeng ati kita sering melihat dan mn AN saya bara cara dan nama gerakan. keamanan, tetapi ag.
ai masih dapat dikatakan belum berhasil dan Ie a.n Ai kabkan-kabkan disatu fihak, karena masih belum Serep ya ka Kaanyan seluruhnya mengadakan gerakan, dilain, cina AA Sah saja adanya sistim perbatasan, sehingga akibatny aa Asu dilakukannya gerakan Lengan banya sn PPA Ka i ihak DI-TII tetapi apat mengkon: 1 “ang Maa dan kemudian melakukan praktek ditempat yang eta dengan menamakan PA aan Bala, aa jadi adany akan,,oyodan” yang dilakukan 3 Me Ki seperti memburu binatang hutan, Sean na ipersendiatai apa-apa. Cara demikian, Maa aya Salah pa.
$ ic hasilkan apa?, tetapi segi Posi ya Pa ats Tarok bersatu dan memberanikan diri melawan
859
DI-TII dan dapat membantu hubung
kerjasama antara Rakyat dengan Man pan
Faktor yang tidak kura y
Aha ak ng juga pentingny
Pan DE yalah adanya Bean na tt Te pemerintah” sendiri yang nyata-nyata membantu geromb Tag Ta mak ideologi, famili, danfatau koreng Men 40 pat kami, selama pemerii il y: Pa Pena kamus Ka Mu masih belum juga membersih. $
1 a, sel i y perintang penting dalam sedia 2 Ne en apatai
semua yang membantu DI-TII y: aa una harus mendapat hukuman Han Ma apapun:
Demikianlah pen y
em, e galaman yan, kami
Berau Daan merealisasi BN ne aga et
Tn Pe ini berkeyakinan, bahwa karena Tepat ari: 3
Lana Mara Kebaatan Partai, keamanan di aa a negeri umumny i 1 bali
dan gerombolan.kontra-revolusioner HA an Mentega
sampai ke-akar2nya. 5 ana.
alam
PIDATO KAWAN AMAR HANAFIAH (Kalimantan Selatan)
Kawan?,
Saya sctuju sepenuhnya Laporan Umum CC yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit, Laporan Tentang Perubahan Konstitusi PKI yang disampaikan oleh Kawan M.H. Lukman dan Laporan "Tentang Perubahan Program PKI yang disampaikan oleh Kawan Nyoto.
Pada kesempatan ini ijinkanlah saya mengutarakan sedikit mcngenai keadaan kaum tani di Kalimantan Selatan dalam hubungan membicarakan Laporan Umum yang menyoroti dengan jelas keadaan kaum tani dan pekerjaan Partai dikalangan kaum tani, serta Program Partai yang mengenai tuntutan kaum tani. Di Kalimantan Selatan sisa-sisa feodalisme yang penting dan berat, baik dalam bentuk monopoli tanah oleh tuantanah-tuantanah, dalam bentuk sewatanah yang berwujud barang dan kerja, dalam bentuk perampasan atas tanah kaum tani dengan jalan sanda (gadai gelap), dalam bentuk hutang-hutang yang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak ' terhadap tuantanah-tuantanah dan lintahdarat, masih tetap berlaku. Adalah sangat tepat apa yang dinyatakan dalam Laporan Umum dan Program Partai yang antara lain menegaskan bahwa Indonesia pada hakekatnya masih regeri setengah-feodal.
Di Kalimantan Selatan kuranglebih 809o dari penduduk adalah kaum tani, yang sebagian besar daripadanya adalah buruhtani dan tanimiskin yang hidupnya melarat. Di-desa-desa klas tuantanah yang hanya merupakan sebagian kecil dari penduduk desa memonopoli sebagian besar tanah, dipihak jain kaum buruhtani dan tanimiskin yang jumlahnya lebih daripada separoh jumlah penduduk desa memiliki kurang dari separoh tanah didesa, kadang-kadang hanya 10 sampai 2096 dari tanah didesa, jadi artinya lebih dari separoh kaum tini penduduk desa mengalami kekurangan tanahgarapan 'atau.samasekali tidak mempunyai tanahgarapan. Pemilikan tanah yang sangat pincang ini menyebabkan kaum tani terpaksa menyewa tanah tuantanah dengan syarat-syarat yang berat, yaitu terpaksa membayar sewa yang pada umumnya separoh dari hasil panen dan kadang-kadang lebih. Tenaga buruhtani sangat murah dan upah mereka tidak cukup untuk mem.
861
860
beli beras guna makan mereka sekeluarga. Untuk menutup kebutuhan mereka se-hari-hari buruhtani dan tanimiskin terpaksa meminjam uang atau barang kepada tuantanah atau lintah darat seperti padi dsbnya dengan bunga yang sangat tinggi yaitu sampai ratusan persen, misalnya meminjam satu kaleng padi harus dibayar kembali dua sampai tiga kaleng padi. Disamping itu tuantanah yang memiliki kerbau (biasa disebut tuantanah merangkap tuankerbau) se-.
lalu merampas tanahgarapan kaum tani dengan berbagai cara untuk tempat pengembalaan kerbau mereka. Tuantanah yang memiliki kebun-kebun karet disamping menyewakan tanah juga memarokan kebun mereka kepada buruhtani dan tanimiskin. Tuantanah yang merangkap tengkulak intan memberi pinjaman kepada buruhtani dan tanimiskin untuk ongkos-ongkos mencari intan, sedangkan hasilnya dibeli oleh tengkulak-tengkulak itu dengan harga yang rendah yang ditetapkannya sendiri, dan tengkulak-tengkulak itu masih mendapat sebagian dari penjualan intan tersebut. Juga masih ada beban-beban feodal lainnya yang dilindungi oleh IGOB seperti pajak kepala A Rp. 5,—, pajak jalan 4 Rp.
10,—, wajibjaga yang diganti dengan uang sebanyak Rp. 1,75 tiap orang, setor hasil panen kepada tuantanah dan kakitangan?nya.
Ini semua, adalah belum semua dari semua bentuk pemerasan dari penderitaan kaum tani umumnya di Kalimantan Selatan antara lain masih adanya sisa-sisa gerombolan KRYTT yang ada hubungannya dengan DI-TII, tidak baiknya alat-alat perhubungan dan masih terbelakangnya teknik pertanian, juga menambah kesulitan-kesulitan dan penderitaan kaum tani.
Di. Kalimantan Selatan penggarapan tanah pada umumnya belum menggunakan tenaga hewan. Perkakas pertanian masih sederhana seperti cangkul, parang dan tajak, keadaan pengairan dan saluran-air belum merata, pengairan dan saluran-air yang ada"
belum teratur baik dan pemeliharaannya tidak terselenggara sebagaimana mestinya. Pemakaian pupukpun seperti pupuk hidiau dan pupuk buatan masih jarang dilakukan, pada umumnya kaum tani
memakai rumput yang dibusukkan di-sawah-sawah sebagai pupuk. Terbelakangnya teknik pertanian
disatu pihak berarti lebih memudahkan tuantanah-tuantanah untuk mempertahankan eksploitasinya setiara feodal 31 dan dipihak lain kaum tani harus bekerja sangat keras sedang hasilnya tidak memadai, jadi penghasilan kaum tani bukannya semakin bertambah malahan semakin merosot. Keadaan lain lagi yang mercelakakan kaum tani yalah akibat bencana alam seperti bahaya banjir, kemarau dan hama tanaman yang saban tahun menimpa kaum tani. Sebagai contoh pada tahun 1957. tanahgarapan iang ditanami kaum tani di Kalimantan seluas 176.621 HA yang rusak 1 akibat banjir dan gangguan hama seluas 42.230 HA. Pada tahun
862
1958 ditanami seluas 208.894 HA yang rusak akibat benca dan gangguan hama seluas 16.850 HA.:
Pa Maa tani di Kalimantan Selatan ta Fajin beker i j k: i umumnya di-daeral n Hana TA an Bean Selatan sangat rajin beken 5 Seba ai contoh menurut catatan Jawatan Pertanian pat ia Teng 1?
NOnu Eee hgsrsran yang ditanami kaum tani dengan span aa 208.894 HA yang menghasilkan 176.326 ton perak aah Ya ditanam engan Gang Ai ba alaluas 16.662 HA yang y y ijau dan s 5 HA £
Sa na Pa kwintal. Disamping itu kaum, tani Tas Sa Ha NSelaan selama ini telah menanam tanaman: seperti eng lada 33 keh, enau, kemiri, purun, pinang dan kapuk yang me pu 1 Aa 390745” HA. Ini satu kenyataan, tapi eni Jain lagi yukk ni pada umumi:
H manga aa dalam bean melarat, der belaangi Pin Nan dun diperas terus-menerus. Mereka belum mengalami pa 8 kaan yang berarti, malahan penghidupan kaum IR an bel kangan ini bukannya bertambah baik tapi lebi -1 arah Adalah tepat apa yang dikonstatasi dalam Kogan HAN Mm bi Mati tanah kita subur, tetapi dinegeri sitas aa Hara makanan untuk memenuhi ne oa akyat.
i keadaan setengah-kelaparan. e 4 l ag 3 Lage bemermah yang berkuasa di SN, Fa k ada usaha untuk perbaikan nasib kaum tani 8 Ada Aa Sidak ada usaha Pemerintah Daerah seperti TencahA aa Mebaikan sawah, perbaikan pengairan dan pembikinan saluran Tan Rei c mad ini serba sedikit sudah dilaksanakan, jika sencana" 1S 2 na Ana se-baik2nya dalam batas-batas tertentu ia al 21. ke ng:
Sit kan kaum tani. Rencana lain lagi yalah peluasan ar Al ea BS erti pembukaan rice proyect di AN aan un ea 201280 HA dan di Burung Lapas seluas 5.400. Aan ban rice proyect tersebut sedang dilaksanakan, tetapi, pi Maa ya belum berjalan lancar dan dalam beberapa hal kurang Pang dan tidak menguntungkan kaum tani. Pengalaman perah Ka 3 # di Burung Lapas umpamanya tanah-tanah yang di Tk di Tia Bagan kecil saja yang dibagikan kepada kaum tani, Karena ba Fi besar lebih dahulu dibagikan kepada Da Ae ar beb a orang pamongpraja dan pegawai yang ui £ un ea samp itu kaum tani'harus pula membayar ongkos' pan san ea melar seperti ongkos pentraktorannya kepada as Petanian yang jumlahnya diluar kemampuan kaum tani
863
nya tanah-tanah untuk kaum tani tersebut tergadai kepada tuantanah-tuantanah dan lintahdarat.
Dalam usaha memperbanyak produksi bahan makanan oleh Pemerintah di Kalimantan Selatan direncanakan untuk mengadakan mekanisasi dilapangan pertanian dengan mendatangkan sebanyak 200 traktor, yang sekarang sebagian dari traktor-traktor tersebut sudah sampai di Banjarmasin. Rencana Pemerintah Daerah: untuk perbaikan nasib kaum tani memang baik tetapi kenyataannya pelaksanaan rencana tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.
Memang rencana-rencana baik seperti tersebut tadi akan tinggal diatas kertas dan menjadi bahan omongan dibelakang meja atau pelaksanaannya tidak tepat atau tidak lancar, jika orang-orang yang bertanggungjawab di-instansi-instansi Pemerintah masih ada pengkhianat-pengkhianat bangsa, orang-orang reaksioner dan orang-orang yang bukan patriot,. jika birokrasi dan korupsi belum dibasmi, dan jika dalam membuat rencana serta dalam pelaksanaannya tidak diikutsertakan kaum tani.
Disamping kenyataan-kenyataan yang saya terangkan tadi mengenai kaum tani di Kalimantan Selatan masih ada pengalaman yang tak pernah dilupakan kaum tani yaitu, pengalaman kaum tani selama jaman penjajahan dimana Pemerintahnya dikuasai oleh kaum modal monopoli asing, kaum komprador, tuan-tuan feodal dan orang-orang yang bukan patriot, Pemerintah yang seperti itu bukan saja tidak mampu memberi tanah cuma-cuma kepada kaum tani, tidak mampu mempertinggi teknik pertanian, tidak mampu menurunkan sewatanah, tidak mampu mempertinggi upah buruhtani, tidak mampu menghapuskan lintahdarat dan tengkulak-tengkulak: malahan membiarkan penindasan dan penghisapan se-wenang-wenang tuan-tuan feodal dan kaum penghisap lainnya atas kaum tani, membiarkan pemerasan tengkulak dan lintahdarat, tingkat hidup materiil kaum tani semakin merosot, krisis ekonomi dalamnegeri takteratasi, korupsi dan birokrasi menjadijadi, hak-hak demokrasi di-injak-injak dan tindakan anti-Rakyat merajalela.
«. Kaum tani di Kalimantan Selatan seperti juga di-daerah-daerah lain di Indonesia sudah ber-abad-abad dan turun-temurun berada dibawah penindasan feodal dan klas-klas penghisap lainnya, dan karena keterbelakangannya kaum tani se-olah-olah tidak melihat perspektif dan haridepan mereka yang baik. Dan telah ber-abad-abad pula klas-klas penindas dengan berbagai cara a.l. dengan jalan menyalahgunakan agama telah menanamkan keyakinan kepada kaum tani bahwa mereka memang sudah,,ditakdirkan” menjadi golongan yang harus menderita, bodoh, serba salah dan harus diperintah. Oleh karena itu mereka harus bersyukur dan sabar menerima takdir tersebut sebab orang-orang yang bersyukur dan sabar menerima takdir akan mendapat
864
Ss: rga sesudah mereka mati. Sebaliknya dik:
Bea dan kaum penghisap lainnya sudi sebagai golongan yang pandai, menang dan berkuasa.
nyataan yang Sihadani Ole Ba
wa ekerayas SAS ik n.
Aa an ena kaum ta membang Aan Tki Ha emangat kaum tani agar berani berfikir, berani 5 - 2 e. 3 benda berani mengadakan pembaruan-pembaruan dan mendobr: eekAla ketidakadilan dan menghapuskan sisa? Kendala anunAng Bae lah suatu pekerjaan yang dapat dikerjakan sambil la uap AG dikerjakan oleh kader-kader dan anggota AE men 3 $ y ergairah da 5.
Her peyani Ke kalimaatan Selatan telah mulakuki Oki alesan segala ketidakadilan yang mereka patapi 6 Sa sikat tani di Kalimantan Selatan dibawah pimpinan kar! 3 kana kan aksi-aksi melawan penindasan tuan-tuan feodal dan kaum pengi ap lainnya dan melawan tindakan-tindakan anti-demokrasi Sana sinta Seperti aksi kaum tani melawan setoran paksa, 2 si Kaum Ya melawan perampasan tanahgarapannya, aksi Kaua ai Na tanahgarapan mereka dengan menggarap tanah? Uu yang " ak dikerjakan, aksi menuntut harga yang layak atas ai An Pa nana yang dipergunakan oleh Pemerini ah, aks en aani am peran Ha ertanian, bibit, racun pembasmi hama, pupuk dsl ya epaah @jabat-jabat setempat, aksi melawan tindakan pelanggaran aa.:
aa sementara pembekal Aa Ben benganad dangan 5 setempat, dan aksi melawan gerom aa aa ia ng alat-alat negara. Disebuah desa di Barabai 3 aa Matta s erkumpulan semacam Kooperasi sy ena MAY Teng mereka garap LA Da ana Hasilnya mereka jual lalu uangnya mereka Sunah an an an bus kembali sawah-sawah Mon kam anggota PERNnEa TE peaa ini ik uantai
2 Ang pra NO panyal tenahgarapan. tersebut kolatt Ta Abal kembali tanahnya dengan jalan menyicil kepada Pas kerapulan dalam jangka pandan:3 Ya suatn, Pe ua ik y akan dikembangkan. Aksi-aksi kaum i Hg ba tingkat permulaan, tapi cukup memberi harapan.
Ka 'disebutkan dalam Laporan Umum anal Memang kerjaan Partai dikalangan kaum tani di Kalah an Ag.
Ai si i belumlah memuaskan dan masih banyak kekurangan AN Tapi Partai kita telah mulai dengan sekuat penaga, engan Tea itu. Setelah menyimpulkan kelemahan-kelemahan, bekerji
865
dengan lebih sedar, lebih baik dan lebih sungguh-sungguh dan akan teri menerus memperbaiki pekerjaan Partai dikalangan kaum t:
dan dengan sungguh-sungguh melaksanakan putusan? Konferensi Nasio:
Yani yang dilangsungkan pada bulan April 1959 yang lalu organi:
sasi kaum tani yang revolusioner dan aksi2nya sudah mulai tum:
buh dan berkembang dan akan dikembangkan. "Bahwa masalah tani adalah pada pokoknya masalah pimpinan klas buruh dalam revolusi nasional. dan demokratis, dan pembentukan persekutuan buruh dan tani sebagai jaminan bagi kemenangan Rakyat, m mang bukan persoalan yang hanya harus kita yakini kebenarann tetapi terutama harus kita laksanakan dengan gairah dan tekui Adalah sangat tepat apa yang dinyatakan Laporan Umum yeitu »Untuk memperbaiki pekerjaan massa daripada Partai, kita berpedoman, berjalan dengan dua kaki, yang mengkombinasikan peke jaan berkobar-kobar dengan pekerjaan tekun.”
Kawan?, Partai kita mempunyai program tuntutan kaum tani yaitu tuntutan-tuntutan yang mendesak dan obyektif bagi kaum tani sekarang,' seperti tercantum dalam pasal-pasal 19, 20, 21, 22, 23, 24 26, 30, 31, 32, dan 35, dari Program Tuntutan PKI. J kewajiban kader:
dan anggota Partai selanjutnya yalah untuk mendiskusikan/merundingkan dengan kaum tani tuntutan-tuntutan mana yang paling mendesak disesuatu tempat dan pada waktu tertentu, dan menyesuaikan tiap-tiap”
tuntutan dengan kekuatan organisasi tani yang ada, dan senantiasa berpedoman pada semboyan,,biar kecil tapi berhasil”. Disampin, itu kita tidak akan melupakan bahwa tujuan yang penting dari!
gerakan tani sekarang yalah seperti dinyatakan dalam Laporan!
Umum CC yang disampaikan oleh Kawan D.N. Aidit,,sekejappt tidak boleh dilupakan, bahwa tujuan yang terpenting daripada gerakan tani sekarang yalah menghapuskan samasekali sisa-sisa feudak isme”., Jadi pokoknya yalah menghapuskan samasekali sistim tuan:
tanah dinegeri kita. 1
Untuk membebaskan kaum tani terutama buruhtani da tanimiskin dari penindasan dan pemerasan klas-klas penghisap han dengan jalan melaksanakan program Partai secara tepat dan be pegang teguh pada garis Partai kita yang telah teruji ketepatann/ serta terus-menerus memperbaiki pekerjaan massa daripada Partai, Pimpinan Partai kepada kaum tani adalah wujud daripad, persekutuan buruh dan tani dan sebagai basis front persatua yang luas dan perkasa.
Kongres Nasional ke-VI PKI yang besar ini telah membi jalan dan tugas kepada kita untuk mewujudkan,,lumpur sawa menyuburkan padi dan PKI, para petani bersatu, berjuang men:
nyanyi dan menari”.
866
PIDATO KAWAN ACH
MAD YACUB
(Sumatera Utara)
Kawan-kawan,
yi y i tai Sumatera Utara, Ijinkanlah saya, atas nama delegasi Pari n, Pelan persetujuan kami sepenuhnya atas Rencana Perubah:
an Program dan Rencana Perubahan Konstitusi Partai yang masing-masing disampaikan oleh Kawan M.H. Lukman dan Kawan
Nyoto. Dalam kesempatan ini akan saya
sorot Rencana Perubahan
Program PKI — Untuk Hak-hak Demokrasi dan Untuk Perbaikan
Nasib — dalam hubungannya dengan ti
ugas-ugas memperkuat Negara
Kesatuan RI, Otonomi Daerah dan untuk menumpas sampai keakar2nya sisa-sisa gerombolan pengacau,, kesemuanya 3:
Sumatera Utara. Sedang dalam Renc akan saya bahas soal-soal khusus sekitar k
PRRI” dan DI-TII yang
ini langsung menyangkut kepentingan obyektif Rakyat
ana Perubahan Konstitusi canggotaan Partai, karena
3 5 bra 3 s dintotakan data ini bera erbaharui Partai, yaitu — seperti dinyatakan dalam Ba Mnhat: Kawan Aidit —,,memasukkan kedalam Konstitusi Partai kemenangan-kemenangan yang telah dicapai semenjak Kongres Nasio?
nal ke-V Partai dalam lapangan politik, dan organisasi” dan, bahwa
sfasal-sfasal daripada Konstitusi ditujukan mobilisasi, daya mengorganisasi serta Partai”.
untuk memperbesar daya daya memimpin daripada
yat di demokrasi dalam '
Rakyat di Sumatera Utara memerlukan napas € | kehidupan se-hari-hari bukan hanya karena demokrasi itu adalah salah-.
satu hak azasi manusia yang telah diak
ui oleh semua bangsa ber-.
ijami Y. i per- 2 karena Rakadab dan dijamin dalam UUD '45, tetapi per-tama':
MBS Umatera aa telah mengalami penderitaan yang pahit bahwa dibawah pemerintahan perseorangan Abd. Hakim (Masyumi) arsitek,,Traktor Maut” itu, kaum tani tc bahwa dibawah yunta militer lokal dari Maludin Simbolon 'bukan hanya telah di dan peraturan Larangan Mogok serta secara tidak sah, tetapi juga persiap:
telah dibekukan samasekali. Teranglah
lah dikirim keliang kubur, bekas kolonel penyelundup iumumkan berlakunya SOB ancaman?2 hukuman mati an-an pembentukan DPRDP bahwa pengalaman Rakyat
867
Sumatera Utara mengajarkan bahwa setiap tindakan anti-demokrasi dan anti-Rakyat selalu identik dengan anti-RI.
Jadi, kalau dalam Kongres ini dibicarakan tuntutan-tuntutan disekitar hak-hak demokrasi dari Rakyat, bukanlah karena hak-hak demokrasi itu sudah terlalu banyak jatuh ketangan Rakyat, tetapi justru karena terlalu sering dirampas oleh elemen-elemen kepalabatu yang kebetulan sedang memegang kekuasaan. Lagi pula bagaimanakah logikanya sementara orang berbicara tentang otonomi daerah tetapi bersamaan tu merongrong atau mencoba merongrong hak-hak demokrasi dari at di-daerah-daerah? Juga adalah omongkosong orang berbicara
tentang perimbangan keuangan yang adil antara Pusat dan Daerah — tentang bantuan terhadap ekonomi daerah dan perkembangan kebudayaan sukubangsa-sukubangsa tanpa menjamin kebebasan-kebebasan demokrasi bagi Rakyat di-daerah-daerah,
Itulah alasannya mengapa kami menyetujui fasal, 9 Program Tuntutan PKI ini yang menyatakan:,,Laksanakan dengan sungguh-sungguh Otonomi daerah seperti yang ditetapkan didalam Undang? No. 1 Tahun 1957, adakan perimbangan keuangan yang adil antara Pusat dan Daerah serta bantu perkembangan ekonomi daerah dan kebudayaan tiap-tiap sukubangsa”. Delegasi kami menganggap bahwa pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang? No. 1 Tahun 1957 bukan saja menjamin hak kontrol oleh Rakyat atas Pemerintah Daerah, tetapr juga mengandung unsur anti-liberal - karena kedudukan-kedudukan dalam DPRD dan DPD2nya tidak didapat sebagai hasil,,dagang sapi” atau politik kongkalikong lainnya, melainkan berdasarkan pengaruh riil partai-partai atau siapa saja yang berkepentingan dalam Pemilihan Umum daerah. Adalah satu kenyataan bahwa dengan Pemerintahan Daerah yang dihasilkan oleh Undang? No. 1 Tahun 1957 sekaligus dicerminkan pemerintahan perwakilan berimbang atau pemerintahan daerah yang — menurut kearifan Indonesia yang terkenal —,,bulat air karena pembuluh,
» bulat kata karena mupakat”,,,berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, atau dengan singkat: Pemerintahan Gotongroyong.
Karena itu, setiap tindakan yang mencoba melenyapkan isi pokok Undang? No. 1 Tahun 1957 itu dan menggantinya dengan pemerintahan main tunjuk yang mempertahankan stelsel corps pamongpraja” semacam,,instituut amtenar Hindia-Belanda” dulu, selalu mengingatkan Rakyat Sumatera Utara akan kenang2an pahit dibawah kepala daerah tunjukan Abd. Hakim arsitek traktor maut itu.
Dalam pada itu, otonomi daerah yang sebenarnya tidaklah Yeng:
kap jika orang hanya sibuk dengan tuntutan-tuntutan dan urusan-urusan otonomi tingkat I dan II saja tanpa menggubris samasekali otonomi yang
868
pimpin bukan satu rombongan kambing atau satu rombongan bebek
paling bawah, yaitu otonomi tingkat III. Karenanya Rakyat Su tera Utara yang terdiri dari banyak sukubangsa itu, bahkan banyal diantara mereka yang tinggal di-desa-desa, sangat berkepentingan sekali dengan otonomi tingkat III. Dan betapa gembiranya mereka itu bahwa kepentingan mereka telah tercantum dalam Program Tuntutan PKI fasal 11 yang antaranya mengajukan tuntutan,,.........
membentuk daerah swatantra tingkat III”. Program Tuntutan PKI tentang pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang? No. 1/57 bukan hanya memperkuat kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan RI tetapi juga sekaligus menciptakan syarat untuk pembangunan daerah yang sesuai dengan jiwa Undang? Dasar '45.
Kawan?,
Juga jika dalam Kongres ini banyak dibicarakan tentang hak-hak demokrasi dari Rakyat, itu samasekali tidak ada persamaannya dengan liberalisme. Rakyat cukup mengetahui bahwa pembela-pembela demokrasi liberal selalu menyalahgunakan demokrasi untuk melakukan politik,,dagang sapi” atau politik kongkalikong lainnya untuk maksud-maksud yang korup dan jahat. Itulah sebabnya mengapa Rakyat Sumatera Utara dengan antusiasme yang besar mendukung gagasan demokrasi terpimpin Presiden Sukarno yang anti-liberalisme itu, yang kemungkinan pelaksanaannya sekarang telah terbuka dengan berlakunya UUD '45.- Tetapi bersamaan waktu juga Rakyat cukup tahu bahwa kini ada segelintir elemen-elemen fasis dinegeri kita yang berlindung dibalik nama,,anti-liberalisme”, dibalik,,UUD '45” bahkan dibalik merk,,menumpas PRRI-DI-TII” untuk mencoba melenyapkan samasekali hak-hak demokrasi dari Rakyat yang sudah tidak banyak itu, untuk tujuan-tujuan yang korup dan khianat.
Padahal tidak lain dari Presiden Sukarno sendiri yang dengan tandas menelanjangi elemen-elemen fasis yang berlindung dibalik telunjuk itu didalam Manifesto Politik RI yang beliau ucapkan pada Ulangtahun Proklamasi ke-XIV bahwa,,............ benar, tanpa tedeng aling-aling kita memberikan talak tiga kepada demokrasi-barat yang freefight liberalistis itu, tetapi sebaliknya kitapun dari-dulu-mula menolak mentah-mentah kepada kediktatoran”. Adalah jahat — sebagaimana dinyatakan oleh Kawan D.N. Aidit dalam laporannya kepada sidang Pleno ke-VIII CG Partai ybl. — orang yang menganggap Rakyat tidak memerlukan demokrasi asal mendapat makan. Jahat, karena orang ini mempersamakan Rakyat dengan hewan. Adalah Presiden Sukarno sendiri yang memberi peringatan kepada orang-orang yang berpikiran jahat yang barang tentu termasuk orang-orang yang memegang kekuasaan negara didalam pidato 17 Agustusnya tahun ini bahwa »Kalau mereka memimpin, maka ketahuilah, bahwa yang mereka
869
atau satu rombongan tuyul, tetapi satu Rakyat yang kesedaran-sosialnya dan kesedaran-politiknya telah tinggi”.
Sementara itu ada pendapat aneh, yang mungkin maksudnya baik tetapi menyatakan bahwa pejabat-pejabat negara secara hukum tidak bisa dan tidak boleh mem-beda?kan antara golongan-golongan tertentu yang terang?an membela pengkhianat-pengkhianat?,,PRRI” dan DI-TII dengan Rakyat yang tegas-tegas menentangnya dan karena itu, katanya, peraturan-peraturan yang mengekang kebebasan-kebebasan demokratis berlaku bagi siapa saja tanpa pilih bulu. Pendapat ini aneh, karena Rakyat diwajibkan untuk bisa membedakan — dan memang Rakyat pandai membedakan — antara TNI dengan »PRRI”, antara Bung Karno dengan Syafruddin Prawinegara, antara Pemerintah RI yang sah dengan,,Pemerintah” sparatis,,PRRI” yang khianat. Apabila seorang dua Rakyat kurang atau tidak bisa mem-beda?kannya tidak jarang mereka dijebloskan kedalam tahanan. Mengapa hanya Rakyat yang berkewajiban demikian sedang sementara pejabat tidak merasa dirinya berkewajiban untuk mem-beda?kan siapa?
yang setia kepada Republik Proklamasi 1945 dan siapa-siapa penentang-penentang dan pengkhianat2nya? Sejarah dari semua revolusi mengajarkan bahwa demokrasi harus diberikan dan hanya ada bagi pendukung2nya dan bukan bagi penentang?nya! ka
. Kami mendukung sepenuhnya ketegasan Presiden Sukarno yang dinyatakan dalam Manifesto Politik RI 17 Agustus yl. bahwa,,beleid keamanan Pemerintah tetap tegas”, bahwa,,pemerintah meneruskan dan memperhebat operasi-operasi keamanan dengan pengerahan kekuatan alat-alat negara dan Rakyat secara maksimal” dan bahwa pemerintah tidak mau mengadakan perundingan atau kompromis dengan pemberontak”. Ketegasan Presiden ini sangat membantu melapangkan jalan bagi pelaksanaan pernyataan bersama tokoh-tokoh sipil dan militer di Sumatera Utara pada 9 Januari tahun ini yang antara lain ditandatangani oleh Plm. TT I Kolonel Jamin Gintings, Gubernur St. Kumala Pontas, Ketua DPRDP Adnan Nur Lubis dll. bahwa tahun 1959 adalah Tahun ketentuan hancurnya samasekali gerombolan-gerombolan pengacau,,PRRI” dan DI-TII di Sumatera Utara. Tetapi untuk bisa mengerahkan kekuatan alat-alat negara dan Rakyat secara maximal dan untuk mengalahkan samasekali pikiran-pikiran kompromis terhadap pemberontak yang menyelinap dalam otak sementara orang yang oleh Presiden Sukarno disebut sebagai,,.... orang peragu.. orang defaitis, yang menyebut di-di ahli falsafah maka per-tama-tama orang harus ber-orientasi kepada Rakyat. Orientasi kepada Rakyat tidak bisa lain artinya kecuali memberikan kebebasan-kebebasan demokratis kepada Rakyat tanpa sedikitpun mengurangi kewaspadaan terhadap kaum
870
pengacau kontra-revolusioner. Itulah sebabnya mengapa kami menyetujui sepenuhnya Program Tuntutan PKI fasal 12 yang antaranya menyatakan:,,Berikan kebebasan demokratis yang se-luas2nya kepada Rakyat dan organisasi? Rakyat dan batalkan semua Undang?
dan peraturan-peraturan yang membatasi kebebasan gerakan patriotik”. Ini menciptakan syarat untuk melaksanakan prinsip dwitunggal, yaitu prinsip saling bantu Rakyat dan Tentara dan menjadikan Tentara benar-benar pengabdi Rakyat yang sesuai dengan tradisi APRI yang bersemangat revolusi Agustus 1945, yang selama perang kemerdekaan melawan tentara kolonial Belanda dan selama pertempuran menumpas pemberontak kontra-revolusioner »PRRI”-Permesta maupun menumpas gerombolan DI-TII senantiasa sehidup-semati dengan Rakyat.
Kawan?! Dalam kesempatan ini adalah berat sebelah jika tidak dibicarakan masalah perbaikan nasib Rakyat yang sekarang lebih populer dengan isti sandang-pangan, terutama sekali mengenai nasib kaum tani. Di Sumatera Utara, khususnya di Sumatera Timur, ribuan kaum tani diusir dari tanah garapannya di-bekas-bekas tanah onderneming dan tidak sedikit yang dijebloskan dalam penjara. Sekedar gambaran betapa luasnya tanah-tanah onderneming kaum imperialis di Sumatera Utara, khususnya di Sumatera Timur, statistik menurut tahun 1953 dibawah ini, akan menolong seseorang menjernihkan pikirannya dalam menghadapi kaum tani selama dia masih berkemauan baik. Di Sumatera Timur yang luasnya 3.031.000, HA. terdapat 1.891.000 HA. tanah hutan cadangan dan liar, 888.000 HA. tanah onderneming yang hanya digunakan 6376 saja, sedang tanah garapan kaum tani hanya 252.000 HA. Karenanya mudahlah dimengerti mengapa sampai sekarang Sumatera Utara terpaksa mendatangkan beras tambahan 150.000 ton tiap tahunnya, dan mudah pulalah dipahami mengapa kaum tani di Sumatera Timur, terutama sekali tanitakbertanah dan tanimiskin tetap haus akan tanah garapan. Memang ada seorang dua tengkulak tanah yang menunggangi kepentingan kaum tani ini, tetapi tidaklah dapat dibenarkan bahwa hanya karena seorang dua tengkulak saja lalu kaum tani dijadikan kambinghitam. Orang tidak seharusnya meneruskan politik,,traktor maut” Abdulhakim yang bangkrut itu meskipun dipulas dengan cara?2 atau alasan-alasan,baru”. Penjara tidak dapat memenuhi kekurangan akan sandang-pangan, dan kaum tani tidak dapat ditenteramkan dengan perut yang keroncongan! Makaitu fasal 22 dari Program Tuntutan PKI yang berbunyi:,Sahkan milik kaum tani atas tanah yang dulunya milik perkebunan-perkebunan asing tetapi yang sudah lama dikerjakan oleh kaum tani, larang perampasan tanah-tanah tersebut oleh pihak perkebunan, dan selesaikan sengketa-sengketa
tanah dengan jalan berunding” benar-benar langsung mewakili kepentingan kaum tani di Sumatera Utara dan sesuai dengan program sandang-pangan Kabinet Sukarno-Juanda sekarang. Jika Presiden Sukarno dengan tandas menyatakan dalam Manifesto Politik RI bahwa hak-hak cigendom dari kaum imperialis akan dihapuskan, maka Program Tuntutan PKI fasal 11 ini memberikan jalan bahwa peng.
hapusan hak-hak cigendom kaum imperialis atas tanah itu benar-benar memberi manfaat kepada kaum tani dan bukan sebaliknya!
Dalam pada itu kaum tani di Sumatera Utara, terutama sekali di Tapanuli dan disebagian Sumatera Timur bukan hanya dihisap secara feodal oleh tuantanah-tuantanah bumiputera, tetapi juga mengalami tindakan-tindakan teror, pembakaran-pembakaran massal atas rumah-rumah mereka, perkcsaan biadap, penggarongan-penggarongan dan macam-macam,,pajak perang” yang dipaksakan oleh sisa-sisa gerombolan pengacau,,PRRI” dan DI-TII dan tuantanah-tuantanah yang memihak pemberontak. Jika ini dibiarkan ber-larut?, tidak lain artinya kecuali melemahkan potensi Republik Indonesia dan membiarkan Rakyat menjadi makanan empuk sisa gerombolan pengacau. Tetapi adalah keliru jika ada anggapan bahwa se-olah-olah Rakyat begitu saja menyerahkan nasibnya dijadikan mainan maut oleh kaum pengacau! Yang menjadi soal sekarang hanyalah masalah pimpinan dan bantuan yang diberikan kepada kaum tani untuk mengakhiri keadaan celaka itu yang se- "kaligus berarti menegakkan kekuasaan RI. Karenanya adalah masuk akal sekali Program Tuntutan PKI pasal 32 yang antaranya mengatakan bahwa,,Beri hak kepada kaum tani untuk dengan latihan dan pimpinan TNI mengangkat senjata membela diri terhadap gerombolan-gerombolan teroris yang membunuh kaum tani dan menghancurkan desa-desa. Beri bantuan kepada kaum pengungsi korban keganasan gerombolan-gerombolan teroris”. Dan bersamaan dengan itu terhadap tuantanah-tuantanah yang memihak-pemberontak, hanya ada satu perlakuan adi yaitu seperti diajukan oleh Program Tuntutan PKI fasal 24: »Sita tanah dan milik lain dari kaum tuantanah yang memihak gerombolan pengacau kontra-revolusioner dan gerombolan-gerombolan teroris lain- Manda bagikan tanah-tanah kepada kaum tani takbertanah dan tanimiskin.
Semua Program Tuntutan PKI yang membela kaum tani ini adalah salahsatu langkah yang penting untuk mengakhiri samasekali hubungan-hubungan agraria dan pertanian yang bersifat imperialis dan feodal dan Teng aakannya dengan hubungan-hubungan agraria dan pertanian yang bersifat merdeka dan demokratis.
Kawan?, kini saya tiba kepada beberapa alasan mengapa delegasi kami menyetujui sepenuhnya Rencana Perubahan Konstitusi Partai, khusus tentang keanggotaan. Didalam Konstitusi lama yang
872
disahkan oleh Kongres ke-V Partai kewajiban-kewajiban anggota Partai kurang lengkap dan sistimatiknya kurang teratur. Tetapi kini berkat pengalaman ber-tahun-tahun dalam kehidupan intern Partai, didalam Rencana Perubahan Konstitusi Partai ini, kewajiban-kewajiban anggota itu sudah lengkap dan sistimatis. Ambillah misalnya contoh kewajiban anggota terhadap harian dan penerbitan? Partai lainnya serta kewajiban anggota untuk memperteguh solidaritet dan persatuan Partai yang dalam Konstitusi lama tidak dimasukkan sebagai kewajiban anggota, tetapi kini kewajiban-kewajiban itu secara tegas telah dipakukan dalam fasal 6 sebagai kewajiban anggota.
Dipakukannya dalam fasal yang mengatur kewajiban anggota -.. membaca dan menyebarkan harian serta pencrberarti disatu pihak mengakhiri sikap keliru atau acuh-tak-acuh se-olah-olah pers maupun penerbitan? Partai lainnya hanya masalah teknis belaka, dan dilain pihak ini berarti menegaskan bahwa membaca dan menyebarkan harian maupun penerbitan-penerbitan Partai lainnya per-tama-tama adalah masalah ideologi! Tanpa menjadikannya masalah ideologi tidaklah mungkin memperluas harian maupun penerbitan? Partai lainnya, malah tunggakan-tunggakan yang banyak kini menyangkut di-daerah-daerah yang mengancam kelanjutan hidup harian maupun penerbitan? Partai lainnya, akan tetap merupakan penyakit yang chronis dalam tubuh kita.
Pemakuan bahwa,,memperteguh solidaritet dan persatuan Partai” dalam fasal 6 sub c sebagai kewajiban anggota, bukan hanya menegaskan bahwa disinilah letaknya salahsatu kekuatan kaum Komunis yang tiada taranya yang tak mungkin dimiliki Partai-partai burjuis manapun — tetapi juga merupakan salahsatu kriterium yang penting bagi Partai apakah kawan-kawan kita terutama kader-kader Partai, menempatkan Partai, yaitu kepentingan massa Rakyat diatas kepentingan perseorangan. Pengalaman Partai di Sumatera Utara mengajarkan bahwa apabila solidaritet dan persatuan teguh didalam Partai, reaksi apapun yang dihadapi, Partai ber-sama-sama dengan massa Rakyat yang luas tetap keluar sebagai pemenang. Sebaliknya dimana solidaritet dan persatuan Partai menjadi kendor bukan saja kemenangan-kemenangan sukar dikonsolidasi, malah dalam menghadapi pukulan?
reaksi, kadang-kadang ada kawan-kawan yang tidak menunjukkan sikap klas yang tepat bahwa bagaimanapun soalnya apabila Partai dan klas telah dipukul, buat kaum Komunis tidak ada jalan lain kecuali memihak Partai dan klas dengan menegakkan tinggi-tinggi panji-panji solidaritet dan persatuan Partai!
Kawan-kawan, delegasi kami berpendapat bahwa fasal-fasal dalam Konstitusi Partai asal saja dilaksanakan dengan sepenuh hati dengan aya yang hidup menjamin dikombinasikannya,,gerakan berkobar-
873
kobar” dengan pekerjaan tekun, atau:,,berjalan F kaki”! Pengkombinasian,,gerakan ber-kobar-kobar” Pama an tekun sangat membantu pelaksanaan semboyan pembangunan Dar tai sekarang, yaitu,”memperkuat, memperluas dan memperbaharui Partai”. Dengan demikian pepatah Indonesia yang terkenal,,sekali
merangkuh day i 1” ki y
Aa ayung, dua tiga pulau terlampaui” kita ujutkan dalam
Terimakasih!
Hidup Kongres ke-VI PKI!
874
PIDATO KAWAN SAKIRMAN
(Anggota Politbiro-CC PKI)
Kawan-kawan yang tercinta,
Kawan? Presidium, dan
Kongres yang Mulya ini (tepuktangan).
Pertama-tama saya menyatakan menyetujui sepenuhnya Laporan Umum yang telah diberikan oleh Kawan Sekretaris Jenderal CC Partai, Kawan D.N. Aidit kepada Kongres yang terhormat ini.
Juga saya dapat menyetujui sepenuhnya Rencana Perubahan Konstitusi dan Rencana Perubahan Program yang berturut-turut telah dijelaskan oleh Kawan-kawan M.H. Lukman dan Nyoto. (tepuktangan).
Sekarang saya akan mengemukakan beberapa soal ekonomi, tcrutama berupa fakta-fakta yang untuk memperkuat kebenaran daripada kesimpulan yang telah dirumuskan dalam Laporan Umum itu mengenai soal ekonomi..(tepuktangan).
EKONOMI EXPORT KOLONIAL
SEBAGAI CIRI POKOK EKONOMI INDONESIA
Analisa yang telah diberikan oleh Kawan Aidit secara mendalam dan obyektif mengenai soal ekonomi Indonesia, telah mengungkapkan betapa ”gevulignya” Indonesia, yang ekonominya pada pokoknya masih merupakan ekonomi export kolonial (koloniale export ekonomi) dan yang karenanya sangat tergantung kepada pasardunia kapitalis, terhadap krisis-krisis ekonomi dunia kapitalis.
Lebih daripada itu, pada waktu kenaikan aktivitet ekonomi dinegeri-negeri kapitalis sekalipun, keadaan ekonomi Indonesia tetap suram dan terbenam dalam lumpur krisis ekonomi yang terus-menerus dengan akibat?nya yang sangat kejam yaitu penderitaan Rakyat Indonesia, terutama kaum buruh dan tani dibawah pemerasan dobel dari kaum imperialis asing dan tuantanah. (tepuktangan).
Sejak Perang Dunia II, krisis umum kapitalisme sebagaimana telah kita ketahui semakin hebat karena beberapa sebab:
875
(1) sistim Sosialisme telah meluas dan meliputi daerah yang kuasa | (makhtig) dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 1.000 juta atau lebih dari sepertiga jumlah penduduk seluruh dunia
(tepuktangan):
(2) krisis kolonialisme daripada sistim imperialisme semakin mendalam,
(3) semakin meruncingnya kontradiksi-kontradiksi antara kaum buruh dan
kaum kapitalis besar di-negeri-negeri kapitalis, dan (4) kontradiksi-kontradiksi baru yang lebih meruncing lagi yang timbul diantara negeri-negeri imperialis.
Sesudah Perang Dunia II juga kita lihat ciri baru dalam sistim kapitalisme yaitu kenyataan bahwa ekonomi Amerika Serikat mempunyai kedudukan yang paling berkuasa dalam dunia kapitalis, tetapi yang telah mengalami krisis terus-menerus semenjak Perang Dunia II. Tidak kurang dari 4 kali ekonomi Amerika Serikat telah diserang oleh krisis, yaitu dalam tahun-tahun 1946, 1948-1949, 1953- 1954 dan 1957-1958. Peranan yang domineerend dari ekonomi AS ini membawa akibat bahwa pengaruh daripada setiap krisis yang timbul di AS aras dunia kapitalis menjadi lebih besar lagi. Krisis yang paling akhir di AS, yang sekarang katanya memang sudah mulai memasuki fase ”recovery” telah mengakibatkan turunnya produksi industri yaitu dari angka index 143 dalam tahun 1956 (1947- 1948” — 100), menjadi 135 dalam bulan Desember tahun 1957 dan 127 dalam bulan Maret 1958. Pengangguran menurut angka?
resmi sekalipun, mencapai puncaknya sesudah Perang Dunia II yaitu 5,2 juta dan masih terus berlangsung pada tingkat yang tinggi.
Angka-angka berikut ini kawan?2, menunjukkan betapa beratnya kapasitet-kapasitet menghasilkan dari Indonesia itu terkena oleh krisis ekonomi AS dan betapa sangat sedikitnya terdapat perbaikan dalam periode diantara krisis-krisis itu sekalipun. Kalau kita lihat misalnya:
Harga karet New York dalam Harga timah London dalam
dolar sen AS setiap lb“. £ tiap ton.
1951... - 71,875 - 167,5
10521 39,27 959.9
1953, 24,95 780,75
1954. 25,42 713,44
1955: - 39,375 756
2 1 lb. — Ik. 0,435 kg.
1956 - 35,01 803,5
1957 - 30,39 7602
1958. 28,76 Fe 734,63
1959 (Maret). 30,225 (Februari) 776,07
Dengan sengaja disini hanya dikemukakan angka-angka tentang harga dari dua bahan export kita yang terpenting, yaitu karet dan timah.
Menteri Luarnegeri Subandrio menyatakan dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tahun yang lalu, bahwa setiap penurunan harga 1 dolar sen untuk tiap? Ib karet berarti suatu kehilangan pendapatan devisen tidak kurang dari $ AS 15.000.000, setiap tahunnya, berdasarkan perhitungan bahwa setiap tahun Indonesia mengexport karet keluarnegeri Ik. 1.500.000.000 Ib.
Disamping kerugian yang diderita oleh Indonesia sebagai akibat turunnya harga dihitung dalam dolar AS, maka Indonesia juga menderita kerugian disebabkan oleh merosotnya volume export dan juga oleh merosotnya nilai uang rupiah kita terhadap dolar atau sterling.
Ambillah sebagai contoh misalnya jumlah kehilangan devisen kita karena turunnya nilai export karet dalam tahun 1958 dibandingkan dengan pendapatan devisen dalam tahun 1955.
Jumlah volume export karet perkebunan dan karet Rakyat dalam tahun 1955 adalah 738.865 ton atau 738.865.000 kg dengan harga 39.375 dolar sen setiap lb, sedangkan jumlah volume export dalam tahun 1958 adalah 599.989 ton atau 599.989.000 kg dengan harga 28 dolar sen setiap lb. Jadi jumlah turunnya pendapatan Gevisen yang diakibatkan oleh merosotnya volume export saja, adalah (738.865.000 — 599.989.000) X 2,2 X 39,375 sen dolar AS $ 120.281.1254. Disamping itu Indonesia menderita kerugian riil sebagai akibat daripada merosotnya harga karet sebanyak 39,375 — 28 — 11,375 sen dolar setiap lb yang berarti kerugian sebanyak 2,2 X 599.989.000 X 11,375 sen dolar — $ 150.199.512.
Diadi jumlah kerugian yang telah diderita oleh Indonesia dalam satu tahun sadia, yaitu tahun 1958, dimana Amerika Serikat sedang diserang oleh krisis kapitalisme. dibandingkan dengan tahun 1955 yaitu salahsatu tahun dalam periode antara krisis-krisis 1953-1954 dan 1957-1958 adalah tidak kurang dari $ 120.281.125 -- $ 150.199.512 — $ 270.480.673.
1kg — 22 lb.
877
. Sekarang, kita periksa lebih lanjut jumlah kerugian ratatiap-ratatiap tahun sebagai akibat daripada aa Aa Sejak tahun 1952, dibanding dengan harga tahun 1951, yaitu,,tahun keemasan” Indonesia. e
Harga karet selama 7 tahun yaitu dari tahun 1952 sampai dengan tahun 1958, rata-rata adalah 31,9 sen dolar AS atau jika dibandingkan dengan harga tahun 1951 sebesar 71,9 sen dolar, merupakan suatu kemerosotan 40 sen dolar rata-rata setiap tahun setiap lb.
Hai Pari Sea Temukan oleh Kantor Pusat Statistik dapat
ita ketahui bahwa volume export karet selama perio 2-195
adalah rata-rata 708.149 tone Pan an
Ini berarti bahwa kerugian Indonesia rata-rata setiap tahun ad:
2,2 Xf 708.143.000 X 40 sen dolar — $ 623.165.840 Mega rugian selama 7 tahun, sebagai akibat kemerosotan harga karet dibandingkan dengan harga tahun 1951, adalah 7 X $ 623.165.840 — $ 4.362.160.880 atau lebih kurang $ 4,4 milyard.
. Selanjutnya dapat kita ketahui dengan "mudah berapa besarnya kerugian yang telah kita alami sampai sekarang ini berhubung turunnya harga timah rata-rata setiap tahun dibandingkan dengan harga dalam tahun 1951. Harga timah internasional selama jangka waktu 7 tahun ini yaitu dari tahun 1952 sampai dengan tahun 1958 adalah rata-rata setiap tahun £ 785,5, dan harga dalam tahun 1951 £ 1167,5 sehingga kemerosotan harga setiap tahun rata-rata adalah £ 11675 — £ 785,5 — £ 382 —. Volume export rata-rata setiap tahun menurut angka? Kantor Pusat Statistik adalah 43.554 ton yang berarti kerugian rata-rata setiap tahun adalah 43.554 X £ 382 — £ 16.637.628, jadi selama 7 tahun sama dengan 7 X £ Hen EA £ Hana atau jika dihitung dalam rupiah menurut kurs riil yang berlaku sekarang sama dengan 300.
116.463.396 — Rp. 34.939.018.800 2 Rp. 35 Shilyard..
. Mungkin ada diantara kita yang terkejut melihat angka-angka yang jauh berbeda dengan angka-angka dari Kantor Pusat Statistik. 5
., Hal ini memang mudah dimengerti, akan tetapi perlu juga diketahui bahwa angka-angka dari Kantor Pusat Statistik mengenai nilai cxport dan import masih diperhitungkan dalam rupiah yang kursnya masih ditetapkan pada dasar yang lama yaitu 1 $ AS — Rp.
11,40, padahal kurs riil rupiah kita sebulan yang lalu menurut catatan-catatan yang dapat kita kumpulkan sudah sangat merosot, yaitu 1 $ AS — Rp. 120,—
| Kerugian raksasa yang berjumlah ber-puluh-puluh milyard rupiah yang telah diderita oleh Indonesia selama tahun-tahun kemerdekaan setelah persetujuan KMB yang timbul sebagai akibat masih bercokolnya politik export kolonial itulah yang terutama merupakan sum-
878 a
ber daripada segala kesulitan ekonomi dan keuangan, merupakan sumber dari semua krisis ekonomi Indonesia yang semakin mendalam ini.
Angka-angka yang dikemukakan diatas belumlah sepenuhnya mencerminkan kerugian yang sebenarnya yang telah dialami oleh Indonesa selama 7 tahun belakangan ini, karena angka-angka tersebut baru meliputi jumlah-jumlah kemerosotan volume export dan turunnya harga dua jenis bahan export saja, yaitu karet dan timah yang memang sebagaimana telah kita terangkan merupakan,,inti” daripada bahan?
cxport Indonesia.
Disamping itu perlu juga kita ketahui bahwa angka-angka resmi mengenai export bahan-bahan mentah kita belumlah menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, karena sebagaimana telah diketahui oleh umum banyak terjadi kerugian-kerugian besar yang disebabkan oleh apa yang dinamakan "undergrading” dan,,kelebihan berat” dalam hal menetapkan kwalitet bahan-bahan export dan volume export. Pelanggaran berupa “undergrading” terjadi apabila kwalitet daripada bahan yang diexport sebenarnya lebih tinggi daripada kwalitet yang sccara resmi diketahui oleh Pemerintah, sedangkan,,kelebihan berat” kita jumpai apabila berat bahan-bahan yang -diexport melebihi daripada beratnya yang resmi.
Lain daripada itu masalah penyelundupan sampai sekarang ini masih tetap merupakan suatu masalah yang belum dapat terpecahkan secara baik, apalagi secara sempurna, sehingga tidaklah meleset dugaan kita apabila merosotnya volume export kopra misalnya yang sangat menyolok itu, terutama disebabkan oleh penyelundupan?
sccara besar?2an selama beberapa tahun belakangan ini, yang dilakukan oleh kaum pemberontak kontra-revolusioner,,PRRT”-Permesta dan tukang-tukang penyelundup lainnya yang berkaliber internasional.
Sangatlah menarik perhatian kita sebuah berita dalam harian Suluh Indonesia dalam bulau Oktober tahun yl., bahwa kekayaan kaum pemberontak kontra-revolusioner yang telah dapat dikumpulkan selama beberawa tahun belakangan ini katanya tidak kurang dari $ 390 milyard Malaya,
Selanjutnya perlu kita peringatkan sekali lagi bahwa salahsatu sebab yang pokok, mengapa Indonesia selalu kekurangan persediaan devisen, yalah karena Pemerintah? Indonesia yang pernah berkuasa semenjak persetujuan KMB tidak ada yang mempunyai kesanggupan dan keberanian (tepuktangan) untuk menguasai devisen yang dihasilkan oleh maskapai-maskapai miniak raksasa asing, seperti BPM-SHELL, STANVAC dan CALTEX (tepuktangan). Minyaktanah merupakan export Indonesia nomor satu dalam tahun 1953 dan menduduki Ik. sepertiga dari nilai export Indonesia seluruhnya
879
dibandingkan.dengan 23,896 dalam tahun 1938.
. Lebih daripada itu, keuntungan-keuntungan maskapai-maskapai minyak tersebut Yang semestinya sebagian menjadi hak Pemerintah, tidak Th kas negara akan tetapi,,diserahkan kembali” oleh Pemerintah berdasarkan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat dengan mereka. Seba, ai contoh misalnya bagian daripada keuntungan CALTEX Sala tahun 1953-1957 sebanyak Rp. 175.122.148,81 (diperhitungkan menurut kurs resmi) dan keuntungan bersih dalam 2,5 tahun yad.
sebanyak Rp. 67.791.985 yang semestinya menjadi haknya peme”
rintah, telah dilepaskan oleh Pemerintah sebagai akibat daripada perjanjian-perjanjian tanah kontrakan 5a yang telah dua kali diperpanjang yaitu dari 1 Januari 1957 sampai dengan 1 Januari 1958 dan: dari tanggal 1 Juli 1958 sampai dengan 1 Januari 1961 Sangat menyolok dan mengherankan yalah kenyataan bahwa per kembangan volume dan nilai export minyaktanah yang menghasilkan devisen me-limpah-limpah bagi kaum monopolis asing, menunjukkan gambaran yang sangat berbeda dengan perkembangan volume dan harga, export bahan-bahan mentah Indonesia lainnya.
Sebagaimana ternyata dari angka-angka berikut, maka baik volume maupun harga expcrt minyaktanah menunjukkan garis yang naik
terus-menerus:
EXPORT MINTAKTANAH
1955-1957
Minyaktanah dan hasil?nya Semua bahan ekport lainnya
volume nilai Volume nilai
9473 juta ton |Rp. 2.716 juta-juta.t16 @ y
1473 4 £ juta tonlRp, 8. 4 LO,327 ia Rp. 2.507,, ya 1 au 15,615 (Rp. 3677, aan
BAHAYA INFLASI SPIRAL
Krisis ekonomi Indonesia yang bersumber pada kenyi 1 tetap bercokolnya export ekonomi kolonial Aa Ma export ekonomi) sudah tentu mempunyai banyak seginya. Disamping segi-segi seperti telah diuraikan diatas, yaitu kemerosotan volume export dan kemerosotan harga bahan-bahan export tiap-tiap kesatuan berat.
pita kita lihat, sebagai akibat daripada segi-segi ini, segi-segi lainnya yang tidak kurang bahayanya bagi keselamatan negara dan tanahair kita.
Dalam menghadapi keadaan ekonomi yang sedang mencapai puncak-puncak? kesulitannya, yang timbul sebagai akibat daripada keter-
80
belakangan ekonomi Indonesia dan lebih-lebih lagi sebagai akibat daripada krisis umum kapitalisme idunia, maka jalan yang klasik yang
selalu ditempuh -oleh Pemerintah-pemerintah Indonesia adalah:
(a) mengurangi pemasukan barang-barang import, berhubung dengan berkurangnya pendapatan devisen negara,
(b) mencari prosedur import yang,,baru” yaitu mengadakan penggolongan-penggolongan baru dalam barang-barang import dengan TPI-nya yang,,baru” pula, dan
(c) berusaha mendorong export dengan mengadakan indusemen?, baik yang dinamakan bukti indusemen, bukti export dolar atau yang oleh bekas Menteri Keuangan Mr. Sutikno Slamet dinamakan bukti export (BE).
Tindakan untuk mengurangi masuknya barang-barang import, sudah terang mempunyai segi-segi yang positif, karena hal ini berarti menghemat devisen negara. Akan tetapi tindakan itu jika tidak dibarengi dengan usaha untuk memperbanyak produksi barang-barang kebutuhan Rakyat sebagai pengganti daripada barang-barang import itu, sudah pasti membawa akibat yang merugikan yaitu meningkatnya harga barang-barang kebutuhan yang diimport dan secara tidak langsung juga naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya yang pada umumnya dihasilkan didalamnegeri sendiri. Ini adalah sebab pertama yang secara langsung mempengaruhi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, kenaikan mana dalam prakteknya terus meningkat ketingkatan yang lebih tinggi lagi karena perbuatan manipulasi dan spekulasi daripada pedagang-pedagang tukang catut, kakitangan-kakitangan kaum kapitalis besar asing dll.
Sebab kedua daripada kenaikan harga bersumber kepada sistim TPI, yang dalam teorinya berarti suatu sistim kurs yang ber-beda?2 untuk barang import yang dibagi dalam beberapa penggolongan, sistim TPI yang juga dinamakan,sistim kurs yang ber-beda-beda”.
Sementara orang berpendapat bahwa sistim TPI atau,,sistim kurs yang ber-beda-beda” ini mempunyai segi?nya yang positif dan menguntungkan negara. Pendapat ini dalam batas-batas tertenti memang bisa dikatakan sebagian benar juga. Sebab dengan mentrapkan cara itu bisa diusahakan bahwa pemasukan barang-barang import jumlahnya bisa ditetapkan menurut kebutuhan, sehingga barang-barang lux dan setengah lux misalnya dikenakan TPI yang iebih tinggi daripada barang-barang kebutuhan pokok.
Akan tetapi difihak Jain sistim ini bisa dan menurut pengalaman memang selalu membuka jalan bagi banyak pensalahgunaan.
Negeri-negeri yang baru merdeka termasuk Indonesia mempunyai banyak ciri-ciri yang khusus, diantaranya bahwa kekuatan pokok daripada ekonomi dipusatkan kepada sektor-sektor yang dikuasai sepenuhnya oleh
881
modal besar asing dan Pemerintah-pemerintah negeri-negeri itu selalu berada dalam tekanan terusmenerus dalam berbagai bentuk, secara terbuka atau tidak terbuka, untuk tidak membebankan padiak-padiak yang berat kepada kaum monopolis asing itu. 5
Akibatnya yalah bahwa keuangan negara pada pokoknya bersandar kepada pajak langsung maupun tidak langsung. Dan sistim TPI yang memang sangat cocok untuk maksud-maksud demikian itu, yaitu terutama untuk memaksakan pajak-pajak tidak langsung, bisa dan Menang aah digunakan tidak untuk menciptakan kurs”
yang ber-beda-beda akan tetapi terutam: il yak k NA Pp! a lebih banyak untuk menguras
Dan lebih daripada itu, sistim itu seperti dikatakan diatas, membawa akibat yang sangat jelek terhadap perkembangan harga barang-barang termasuk harga barang-barang kebutuhan pokok. Sebab meskipun secara teoritis kenaikan harga itu hanya menyangkut barang-barang-lux dan semi-lux yang dikenakan TPI yang tinggi tetapi menurut kenyataannya kenaikan harga selalu meluas dan merata sehingga menyangkut harga barang-barang kebutuhan lainnya yang bukan lux atau setengah-lux. K3
Jadi sistim TPI meskipun harus diakui, secara teoritis mempunyai satu-dua segi yang positif dalam prakteknya membawa dua akibat yang sangat merugikan Rakyat banyak, yaitu pertama kenaikan secara umum harga barang-barang import dan barang-barang dalamnegeri dan kedua sistim itu sekarang telah menjelma “"menjadi sistim pajak tidak langsung yang sangat memberatkan beban Rakyat banyak.
Seperti diuraikan diatas, maka disamping tindakan mengurangi masuknya barang-barang import dan mengadakan tambahan pembayaran import atau TPI, Pemerintah? RI dalam usahanya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi yang sejak tahun-tahun belakangan ini sudah menjelma menjadi suatu krisis ekonomi yang permanen, juga mencmpuh suatu cara untuk mendorong export, dengan mengadakan apa yang dinamakan indusemen yaitu suatu cara yang mengharuskan kepada importir yang mengimport barang-barang tertentu membeli Bukti Indusemen yang berasal dari export menurut kurs yang ditetapkan oleh perimbangan antara permintaan dan penawaran. Kecuali Bukti Indusemen yang berasal dari export juga kita kenal dulu Bukti Indusemen yang bisa dibeli dari Bank Indonesia. Sesudah bulan Maret 1952, maka kedua-dua sistim Indusemen itu dihapuskan dan kemudian kita kenal apa yang dinamakan Bukti Export Dolar atau disingkat BED. Dengan sistim BED ini dimaksudkan supaya kaum importir yang hendak mendatangkan barang-barang dari daerah dolar menyediakan BED yang dapat dibelinya dari kaum exportir yang
882
telah mendapat BED dari exportnya kedacrah dolar. Nilai paritet daripada BED ini dalam prakteknya adalah dulu Ik. 2 kali nilai paritet resmi.
Sistim Bukti Export-nya (BE) Mr. Sutikno Slamet adalah pada hakekatnya suatu,,perbaikan” atau »penyempurnaan” daripada sistim-sistim indusemen (BI, BED, dll.) yang pernah kita kenal dulu crapa tahun yl. Kalau dulu sistim BI atau BED hanya diberlakukan terhadap golongan barang-barang import atau export tertentu, maka sistim BE-nya Sutikno Slamet meliputi semua barang-barang import dan export sehingga akibatnya sangat luas dan berlangsung dengan sangat cepatnya, terutama juga karena sistim ini diberlakukan dalam keadaan devisen negara sudah sangat payah. Inilah sebabnya mengapa dalam tempo yang pendek saja kurs BE telah meningkat pada.angka 332 dan akan terus meningkat dalam praktek, meskipun secara resmi telah ditetapkan kurs itu tidak boleh melebihi 332. Ini berarti bahwa sistim BE-nya Sutikno. Slamet tidak bisa lain kecuali suatu bentuk politik devaluasi yang membikin harga barang-barang import dan barang-barang buatan dalamnegeri terus membubung tinggi dan hampir-hampir tidak bisa terkendalikan lagi. Lebih dari itu, karena TPI sekarang ini, atau dizaman Kabinet Karya diperhitungkan bukan lagi dari jumlah harga nominal menurut kurs resmi, tetapi dari harga nominal menurut kurs BE, maka hal ini juga merupakan suatu faktor tambahan yang menyebabkan harga barang-barang terus naik dengan sangat ccpatnya dan dengan segala akibat-akibatnya.
Kenaikan harga barang-barang yang berlangsung dengan sangat cepatnya dan bertambahnya arus peredaran uang yang ber-lipat-lipat juga merupakan sumber yang sangat subur bagi tukang-tukang catut, kaum spekulan dan pengacau-pengacau ekonomi lainnya untuk menggaruk keuntungan-keuntungan yang luarbiasa besarnya diatas penderitaan Rakyat banyak yaitu kaum konsumen yang bagian terbesar terdiri dari kaum buruh dan kaum tanimiskin. Hal ini telah menyebabkan terbentuknya apa yang dinamakan "hot money” atau,suangpanas”
yang beredar secara liar di-tengah-tengah masyarakat dan tidak dapat terawasi oleh Bank. “Hot money” ini merupakan senjata.yang kuat bagi kaum spekulan untuk mempermainkan harga barang-barang dan mengacau keadaan ekonomi. Menurut sumber-sumber yang boleh dipercaya, pada pertengahan tahun 1958, ketika volume uang yang beredar berjumlah Ik. Rp. 21 milyard,, maka Rp. 6 milyard adalah uang giral, dan Rp. 15 milyard uang khartal, dan dari jumlah ini Rp. 8 milyard merupakan jumlah yang dapat diawasi oleh Bank, sedangkan yang Rp. 7 milyard merupakan ”hot money”. Pada pertengahan tahun 1959 ketika uang yang beredar jumlahnya Ik.
883
Rp. 30 milyard, maka jumlah "hot money” ditaksir Ik. Rp. 9 sampai Rp. 10 milyard.
Berhubung dengan sangat banyaknya uang yang beredar, maka beberapa hari yl. Pemerintah atau Kabinet Kerja telah mengambil tindakan,,radikal dan drastis” untuk memperbaiki keadaan moneter. Yaitu dengan mengurangi nilai uang kertas lembaran Rp.
1000 dan Rp. 500 dengan 90Yc dan membekukan 9076 dari jumlah uang simpanan diatas Rp. 25.000 yang disimpan dalam bank-bank.
Dengan tindakan ini, maka menurut perhitungan kasar dapat ditarik sejumlah Rp. 15 milyard dari Rp. 32 milyard yang sekarang berada dalam peredaran.
'Tindakan ini disamping mempunyai segi-segi yang sangat negatif yaitu karena secara langsung juga merugikan kaum produsen dan pedagang kecil dan secara tidak langsung merugikan kaum buruh Yang bekerja pada perusahaan-perusahaan partikelir, sudah tentu juga mempunyai disana-sini segi-segi positifnya, yaitu dengan berkurangnya sejumlah uang beredar yang tidak sedikit jumlahnya. Kewajiban Pemerintah sekarang adalah untuk mengembangkan segi-segi positif ini dengan jalan a.l. membanjiri masyarakat dengan barang-barang kebutuhan pokok melalui suatu aparat distribusi yang sepenuhnya dikuasai oleh Pemerintah dan dengan harga yang sesuai dengan kemampuan atau dayabeli Rakyat banyak. Jika hal ini tidak dikerjakan, maka dalam tempo yang pendek harga barang-barang kebutuhan pokok akan melonjak lagi, halmana sudah tentu menurut kebiasaan akan disusul oleh Pemerintah dengan tindakan untuk menambah lagi banyaknya uang yang beredar sehingga akan timbul bahaya inflasi yang lebih membahayakan, karena a.l. kepercayaan orang akan nilai uang rupiah kita akan sangat berkurang. Lebih-lebih jika nanti ternyata nilai export kita turun dan dengan demikian membawa akibat kurangnya volume barang-barang konsumsi yang kita import dari luarnegeri dengan kita punya export itu.
Juga penggantian sistim TPI dengan PUIM dan PBE dengan PUEX tidak akan merubah kenyataan bahwa jumlah-jumlah penerimaan negara berupa PUIM dan PUEX akan tetap memberatkan beban hidup Rakyat banyak. Adapun penghapusan sistim BE dengan kursnya yang,,tetap” dan penilaian baru kurs rupiah kita dengan perbandingan 1 $ — Rp. 45,— juga tidak akan dapat menahan kemerosotan kurs riil rupiah kita (menurut keterangan tak resmi kurs rupiah Indonesia yang riil dan gelap terus merosot juga setelah diambilnya tindakan,,drastis” dilapangan moneter, dan sekarang kurs rill rupiah Indonesia dipasar bebas adalah 1 $ — Rp.
250,—).
Dari seluruh keterangan diatas seperti yang diuraikan dalam
884
Bab I dan Bab II, sebagai laporan tambahan mengenai soal-soal ekonomi dan keuangan dapatlah ditarik kesimpulan bahwa laporan tambahan ini telah memperkuat kebenaran daripada Laporan Umum Kawan Aidit mengenai ciri-ciri khusus daripada krisis ekonomi Indonesia yaitu: 2
(a) kemacetan dalam produksi, kerugian-kerugian sangat besar yang terusmenerus dialami oleh Indonesia, disebabkan oleh tergantungnya ekonomi Indonesia yang selalu mengalami kegoncangan, semakin banyaknya volume uang beredar yang tidak produktif, dan semakin merajalelanya inflasi serta kenaikan harga barang-barang pokok, dan p tindakan-tindakan Pemerintah: RI pada umumnya sadar atau tidak sadar ditujukan untuk melimpahkan akibat-akibat buruk daripada krisis ekonomi dunia kapitalis dan krisis ekonomi dalamnegeri kepada massa Rakyat Indonesia terutama kaum buruh dan kaum tani.
TINDAKAN-tindakan POKOK DAN URGEN UNTUK ATASI
KRISIS EKONOMI INDONESIA
Jadikan Perekonomian Sektor Negara Sebagai Sektor Yang Memimpin Seluruh Perekonomian Nasional
Adalah tepat dan benar keterangan Presiden/Perdana Menteri RI Sukarno, bahwa tindakan Pemerintah Juanda dulu untuk mengambilalih perusahaan Belanda adalah suatu tindakan yang sangat penting dan bersejarah. Tindakan itu adalah sangat penting dan bersejarah, karena dengan diambilalihnya sebagian besar perusahaan-perusahaan milik kaum imperialis Belanda, Indonesia pada pokoknya telah memasuki fase baru dalam perjuangan untuk merombak susunan ekonomi kolonial menjadi susunan ekonomi nasional. Oleh karena itu tindakan ambilalih juga merupakan langkah-langkah pertama daripada pelaksanaan seruan Presiden/Perdana Menteri Sukarno dalam Manifesto Politiknya yang diucapkan pada Hari Peringatan Proklamasi 17 Agustus yang ke-XIV, untuk menaikkan tingkat sems boyan,,merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional”.
dari semboyan yang diserukan menjadi semboyan yang dipraktekkan. e
Jika Pemerintah bisa menggunakan modal besar Belanda yang
- telah diambilalih itu secara efisien dan rasionil sebagai nanti akan
diuraikan lebih lanjut, maka dapatlah dikatakan bahwa kekuasaan modal negara dilapangan ekonomi akan menjadi lebih besar
885:
dibandingkan dengan kekuasaan modal besar asin, di tergambar dari angka-angka sbb.: sebaga Modal besar asing: (dalam jutaan dolar AS)
Amerika, sudah termasuk tambahan investasi terakhir...
Belanda sesudah terjadi ambilalih Inggeris..
Perancis
Lain-lain..
Uang Negara sebagai modal atau peserta modal yang ditanam dalam perusahaan-perusahaan bukan IBW menurut Laporan Dewan Pengawas Keuangan berjumlah:. Rp. 932.366 juta Modal perusahaan negara IBW sukar dinilai, angka-angka yang tersedia hanya tentang “gestort kapital” dulu dalam gulden Belanda. Penghasilan rata-rata setahun, yaitu Saldo perusahaan IBW dan bukan merupakan se-mata-mata keuntungan adalah rata-rata Rp. 450 juta. Kalau kita taksir saldo tersebut Ik. 1096, maka
jumlah modal IBW adalah Ik................ Rp. 4.500 juta
aa Maa PA Rp. 5.432.366 juta DIILON os Aa Ka1 be reak aa kar Thea 21,— juta (1 $ — 45, —
Modal perusahaan Belanda Sa as na
yang telah diambilalih...... $ 1.250,— juta
Jumlah seluruhnya......... $ 1.371,— juta
Jadi kalau kita memberi gambaran tentang perbandingan antara modal besar asing dan modal yang telah dikuasai oleh Dania, Da perbandingan itu menunjukkan angka 1.020: 1.371
Angka-angka tentang jumlah daripada modal partikelir warganegara Indonesia belum dapat kita kumpulkan dan saya kira memang tidak mudah untuk mengetahui secara tepat besarnya atau jumlah modal yang terpencar dalam bentuk-bentuk modal sedang dan kecil dilapangan perdagangan import dan export, perdagangan menengah dan kecil, perindustrian ringan, dan modal yang dimiliki oleh tuantanah dan tanikaya.
Adapun modal domestik yang dimiliki oleh warganegara keturunan Tionghoa dan oleh warganegara Tionghoa asing menurut keterangan Ketua MAGUNA, Mr. Phoa Thoan Hian, ditaksir Ik.
886 $
Rp. 10 milyard atau jika dihitung dalam dolar AS menurut kurs resmi Ik. $ 222 juta.
Kalau kita katakan bahwa modal yang dikuasai oleh kaum monopolis asing besarnya Ik. 0,73 modal yang dikuasai oleh negara, maka hal ini samasekali tidak berarti bahwa perekonomian sektor negara sekarang ini sudah memainkan peranan memimpin.
Meskipun sudah banyak sekali perusahaan? Belanda yang telah diambilalih oleh Pemerintah — jumlah semuanya adalah tidak kurang dari 436, belum termasuk BPM — maka hal ini tidaklah berarti bahwa ekonomi Indonesia sudah bebas samasekali dari kekuasaan Belanda. Ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa carakerja perusahaan-perusahaan yang telah diambilalih itu, terutama perusahaan bank, import, export masih menggunakan cara-cara seperti yang dulu dipakai oleh Belanda, karena pada hakekatnya perusahaan-perusahaan itu masih dikuasai dan dipimpin oleh orang-orang Belanda. Empat dari apa yang dinamakan ”Big Eight”, yaitu PT Indestin Corp, PT Yuda Bhakti Corp, PT Satya Negara Trading Corp dan PT Indevitra yang masing-masing telah menggantikan Lindetevis NV, Yacobson Van Den Berg & Co, Internationale Credit en Handelsvereeniging Rotterdam NV dan Borsumy NV, belum juga dapat membebaskan diri dari kekuasaan Belanda. Juga Bank-bank besar Belanda seperti NHB dan Factory masih tetap berkuasa seperti dulu dengan memainkan rol yang besar dilapangan ekonomi dan keuangan.
Ini semuanya telah menyebabkan, bahwa menurut hasil peninjauan dari Departemen Perdagangan Urusan Export RI sebagian besar bahan-bahan mentah Indonesia yang telah mendapat,,pasaran baru” di Jerman Barat, Inggeris, Belgia, Luxemburg, dll. masih tetap jatuh ditangan Belanda karena adanya perusahaan-perusahaan duplikat Belanda di-negara-negara tersebut. Sebaliknya dari nilai import barang-barang konsumsi yang kita datangkan dari ncgara-ncgara barat, Belanda masih juga menerima komisi-komisi dari perusahaan-perusahaan besar penghasil barang-barang tersebut, karena masih tetap berlakunya dalam praktek apa yang dinamakan perjanjian-perjanjian “sole agency” sebagaimana yang telah disinyalir dalam Laporan Umum ini.
Oleh karena itu, jika kita menginginkan supaya modal Belanda yang telah dan yang akan kita ambilalih menjadi suatu kekuatan ekonomi yang bisa memberikan pimpinan atas pembangunan ekonomi yang berencana, maka tidaklah cukup dengan merubah kulit dan nama perusahaan? Belanda itu (tepuktangan), misalnya Onderling Belang idiganti dengan Obor Baru, Het Snuphuis dengan Sumberhidup (tawa) dll., tetapi harus merombaknia sampai ke-akar2nya dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Kawan Aidit dalam Laporan Umum. Yaitu: (a) menempatkan perusahaan-perusahaan yang telah
887
diambil dan dinasionalisasi menjadi milik negara dibawah pimpinan yang demokratis, patriotik dan cakap, (b) mempertinggi tingkat efisiensi dan produktivitet kerja, (c) mengikutsertakan kaum buruh dalam usaha memecahkan masalah peningkatan produksi, penyempurnaan teknik. dan organisasi perusahaan.
Jika nanti Pemerintah Indonesia mengambilalih modal Belanda yang ditanam dalam perusahaan campuran minyak, modal negara pertama yang bisa digunakan sebagai senjata untuk memimpin pembangunan ekonomi berencana adalah sebesar $ 1.371 juta -- $ 250 juta — $ 1.621 juta atau sama dengan Rp. 73 milyand yang menurut taksiran kasar akan dapat memberikan keuntungan setiap tahunnya tidak kurang dari Rp. 10 sampai Rp. 15 milyard, asal saja dapat diambil tindakan sbb.: (a) merubah politik perdagangan luarnegeri secara drastis dan radikal, dan (b)
menggerowoti kekuasaan modal besar asing lainnya.
Merubah secara radikal politik perdagangan luarnegeri
Seperti telah diuraikan dalam Laporan Umum dan dalam laporan tambahan ini, maka pasaran idunia.kapitalis yang terusmenerus mengalami krisis, tidak bisa memberikan perspektif yang baik bagi pasaran daripada bahan-bahan mentah export Indonesia, karena krisis umum kapitalisme itu selalu membawa akibat baik turunnya volume, maupun turunnya harga bahan-bahan export kita.
(Disamping itu masih ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa kita tidak boleh menaruh harapan lagi terhadap pasaran dunia kapitalis itu. Yaitu antara lain kenyataan bahwa dalam pasaran itu misalnya kopi Indonesia mendapat saingan dari Brasilia dan Afrika “Tengah, teh Indonesia mendapat saingan teh dari Langka, kopra dari Filipina, karet dari Malaya, tembakau dari Italia dan Amerika Selatan dengan tembakau-Deli surrogatnya. | Lain daripada itu pasaran kapitalis di Eropa Barat juga bersifat diskriminatif terhadap bahan-bahan mentah export kita dengan berlakunya peraturan?
Pasaran Bersama Eropa (PBE) yang beranggotakan negara-negara Belanda, Belgia, Luxemberg, Perancis, Italia dan Jerman Barat. Peraturan-peraturan PBE itu menetapkan, bahwa bahan-bahan mentah yang diimport dari negeri-negeri jajahan yang tidak dikuasai oleh negara-negara tersebut
dikenakan bea-masuk yang sangat tinggi, dan begitu pula bea-export / yang sangat tinggi dikenakan kepada barang-barang export ke-negara-negara
jajahan diluar kekuasaan negara-negara tersebut. 4
Dengan tidak mengurangi kenyataan adanya pertentangan-pertentangan diantara negara-negara anggota PBE itu sendiri, maka harus diakui bahwa politik diskriminatif daripada PBE itu sangat merugikan Indonesia.
888
Satu2nya jalan untuk dapat menjamin stabilitet dan perkembangan volume dan-harga export bahan-bahan mentah kita yalah dengan mencarikan pasaran bahan-bahan export itu di-negeri-negeri Sosialis dan Demokrasi Rakyat (tebuktangan), yang tidak pernah dan tidak akan mengalami krisis-krisis ekonomi sebagaimana yang pernah dan akan terusmenerus dialami oleh negeri-negeri kapitalis.
Untuk mencapai maksud yang obyektif dan masukakal yaitu supaya lk. sepertiga daripada nilai export-import Indonesia bisa dilayani oleh negara-negara Sosialis dan Demokrasi Rakyat berdasarkan politik perdagangan yang saling menguntungkan, maka perlu direncanakan suatu ”cxport-import planning” untuk waktu misalnya 3 tahun, dimana Indonesia bisa mengexport sejumlah bahan?
export dengan minimum volume dan harga tertentu. Selama jangka waktu tiga tahun itu juga direncanakan import barang-barang modal, baku dan penolong dan barang-barang konsumsi dengan harga tertentu.
Barang-barang modal yang kita import itu, merupakan tambahan daripada barang-barang modal yang kita peroleh dengan jalan pinjaman atau kredit dari negeri-negeri tersebut dan dapat kita gunakan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi yang pokok, seperti makanan dan pakaian, sehingga dalam tempo yang tidak terlalu lama Indonesia bisa memenuhi kebutuhan sendiri akan barang-barang konsumsi baik barang-barang yang bahan-mentahnya untuk sementara terpaksa masih diimport dari luar, maupun barang-barang konsumsi yang bahan-mentahnya sudah kita dapati di Indonesia sendiri. Ini akan berarti suatu penghematan devisen negara yang tidak sedikit jumlahnya, dan devisen ini selanjutnya dapat kita gunakan untuk keperluan-keperluan lain yang dapat melancarkan pembangunan nasional kita yang berencana. Sudah tentu tujuan pokok daripada ”export-import planning” kita adalah untuk secara ber-angsur-angsur, mengurangi import barang-barang konsumsi dan memperbesar import barang-barang modal yang vital bagi pembangunan ekonomi nasional dalam jangka jauh.
Tujuan pokok inilah justru yang memperkuat alasan mengapa pasaran dunia kapitalis tidak bisa memberikan perspektif bagi perkembangan ckonomi Indonesia. Sebab negeri-negeri imperialis, termasuk Jepang dan Jerman Barat, akan tetap mempertahankan politik kolonial mereka yang klasik yaitu untuk tidak membantu setiap usaha negara-negara yang baru merdeka (termasuk Indonesia) membangun industri berat dan industri sedang yang bisa membahayakan kedudukan negara-negara tersebut. Berhubung dengan kemungkinan adanya harapan besar sementara orang terhadap sikap,,baik-budi”
Jerman Barat, maka patutlah diperingatkan, bahwa dalam Konferensi Persatuan Insinyur Jerman Barat di Askhen baru-baru ini banyak wakil-wakil monopoli industri Jerman Barat yang secara terus-
889:
terang menentang kemajuan pembangunan industri negara-negara yang baru merdeka. Dr. Henle wakil terkemuka dari Klikner Konzern dan Plettner direktur Siemens-Schuckert mengatakan pada pokoknya bahwa perkembangan industri dan teknik beberapa negara Asia-Afrika dan Amerika Latin adalah merupakan bahaya yang besar bagi negara? Eropa, dan oleh karena itu harus diusahakan supaya ncgara Asia-Afrika dan Amerika Latin hanya dapat membangun industri kecillan saja.
MENGGEROWOTI KEKUASAAN MODAL BESAR ASING
Sesuai dengan keterangan Bung Karno dalam pidatonya pada hari peringatan Proklamasi ke-XIV pada tanggal 17 Agustus 1959, maka Pemerintah seharusnya segera mengambil tindakan-tindakan untuk mengambilalih modal BPM yaitu milik Belanda dalam modal campuran Inggeris-Belanda, dan untuk memberlakukan semua peraturan dan y rlaku bagi modal asing, juga terhadap kongsi-kongsi mi ANVAC dan CAL cmua devisen yang dihasilkan oleh STANVAC TEX, diserahkan kepada negara, seda arat-arat untuk mengimport barang-barang yang mereka perlukan misalnya pembayaran PUIM, demikian juga pembayaran PUEX jika mereka mengexport barang?
harus juga dipenuhi, dan juga samas k beralasan untuk memperpanjang kontrak-kontrak dengan CG, yang membebaskan CALTEX dan kongsi-kongsi minyak r: laimnya dari kewajiban mereka untuk menyetor sebagian dari keuntungan yang mereka peroleh menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Dengan menguasai semua devisen yang dihasilkan oleh kongsi?
$ minyak itu Indonesia akan dapat menambah persediaan devisen setiap tahunnya dengan jumlah yang tidak sedikit yaitu dengan Ik. Rp. 3,6 milyard, berdasarkan perhitungan 1 $ AS Rp. 11,40, atau menurut kurs resmi sekarang tidak kurang dari Ik. Rp. 15 milyard.
Perjuangan untuk menggerowoti kekuasaan modal besar asing seharusnya juga berarti perlawanan terhadap setiap usaha dalam bentuk apapun yang dapat memudahkan secara langsung atau tidak langsung bertambahnya investasi modal besar asing dari negara manapun juga. Dalam hubungan ini patutlah kiranya dua hal mendapat perhatian kita. Yang pertama yalah gejala-gejala tentang kemungkinan dibentuknya kongsi-kongsi campuran Indonesia-Jepang untuk mengexploitasi hutan-hutan di Kalimantan Selatan, untuk memperluas industri pertambangan minyak di Sumatera Utara dan mendirikan
890
SHELL-BPM harus
perusahaan-perusahaan pelayaran campuran. Yang kedua yalah pikiran-pikiran yang hidup dalam sementara kalangan atas, bahwa apa yang dinamakan pinjaman SAC (Surplus Agricultural Commodities) dari Amerika Serikat sejumlah $ 97 juta merupakan suatu,,bantuan besar”
bagi Indonesia, karena pinjaman ini dapat dibayar kembali dalam rupiah yang dapat digunakan untuk keperluan pembangunan dan bahwa SAC itu merupakan bukti tentang kemakmuran bangsa dan Rakyat Amerika yang me-limpah-limpah, Sebagaimana telah kita ketahui, maka pinjaman SAC itu ditandatangani oleh Kabinet BH dan sebagian dari pinjaman ini yaitu $ 5,5 juta digunakan untuk membeli beras dari Amerika.
SAC adalah tidak lain daripada barang-barang kelebihan pertanian yang dibeli oleh Pemerintah Amerika dari kaum kapitalis monopoli Amerika yang praktis telah menguasai pertanian, dengan kaum tani sedang dan kecil sebagai kaum buruhnya: Persediaan hasil pertanian gandum dalam 1954 adalah 2,4 besarnya daripada persediaan tingkat tertinggi tahun? 1929-1933 dan 7 kali persediaan rata-rata tahun 1946-1948. SAC karenanya bukanlah suatu tanda kemakmuran Rakyat Amerika melainkan suatu krisis kelebihan produksi pertanian (tepuktangan) yang dibeli oleh negara atas pengorbanan-pengorbanan Rakyat Amerika yang diwajibkan membayar pajak yang berat.
Dengan pinjaman SAC kepada Indonesia sudah tentu Amerika bermaksud untuk menarik Indonesia kedalam lingkungan pengaruh krisis umum kapitalisme dengan tujuan lebih lanjut memperbesar jumlah investasi modalnya di Iridonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari kenyataan bahwa dibanyak negara yang telah mendapat pinjaman SAC dari Amerika investasi atau penanaman modal monopoli Amerika semakin bertambah besar sebagaimana dapat dilihat dari angka-angka sbb.:
em Xi
investasi di tahun tahun 1958
Timur Jauh 0,556 1.691
Timur Tengah 0,704 1,681
Amerika Latin 45445 8,730
Eropa 1,720 4,382
Seluruh dunia 11,788 27,775
891
Di Indonesia sendiri yang termasuk dalam golongan negara?
Timur Jauh penanaman modal besar Amerika dalam tahun 1950 adalah sebesar $ 58 juta dan dalam tahun 1959 tidak kurang dari $ 350 juta.
Sudah tentu Amerika menggunakan semua jalan untuk memudahkan investasi modal besarnya di Indonesia dan terutama dengan usaha memaksakan pembentukan suatu Pemerintahan yang sepenuhnya dapat menjalankan politik Amerika. Tetapi disamping itu, jalan-jalan lainnya, termasuk pemberian kredit SAC adalah merupakan jalan yang penting juga bagi Amerika untuk memudahkan usaha menambah investasi modalnya. Oleh karena itu jika Pemerintah sekarang sudah bersikap teguh dan berpendirian bulat untuk merubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, maka jalan lain tidak ada kecuali memelihara dan mengembangkan modal negara kita dan bersamaan dengan itu menggerowoti kekuasaan modal besar asing, termasuk dan terutama modal besar Amerika dengan: jalan menolak pinjaman SAC. (tepuktangan).
Demikianlah sekedar laporan tambahan dari saya dan sebagai penutup saya nyatakan sekali lagi menyetujui sepenuhnya Laporan Umum Kawan Aidit atasnama CC Partai kepada Kongres Nasional Ke-VI PKI yang mulia ini.
Hidup PKI! (,,Hidup!”).
Hidup Kongres Nasional Ke-VI PKI! (,,Hidup!”, tepuktangan).
892
Isi
Sekedar Pengantar.. Layang Pidato Kawan S. Utaryo (Sekretaris Comite PKI Jakarta Raya)..
Pidato Kawan A. Mukhlis (Sekretaris CDB PKI Sulawesi Selatan Tenggara)
Pidato Kawan Messer Tanggap Peleng (Sekretaris CDB PKI Kalimantan Tengah)..
Sumatera Selatan).
Pidato Kawan Y. Suak (Wakil $ Sulawesi Utara-Tengah)
Pidato Kawan Dahlan Rivai (Sekretaris
Jawa Barat).... 398
Pidato Kawan Muhammad San
CDB PKI Aceh)... 406
Pidato Kawan Muslimin Yasin
PKI Nusatenggara Barat) 414 Pidato Kawan Nursuhud (Sek
Sumatera Barat). 421
Pidato Kawan Rewang (4
wa Tengah).... 454
Pidato Kawan Setio (Si
mantan Barat) 461
Pidato Kawan Ruslan Kamaluddin (Sekretaris
CDB PKI Jawa Timur) 469
Pidato Kawan Adenan Rachman (Sekretaris C
PKI Jambi) “ena ens iman 476 Pidato Kawan Nyono (Anggota PKI) 482 Pidato Kawan Sidartoyo (Sekretaris CDB PKI Sumatera Utara)... 491 Pidato Kawan Fakhrul Baragbah
PKI Kalimantan Timur) 500
Pidato Kawan Anwar Kadir (
CC PKI) 505
Pidato Kawan Ktut Kandel (Sekretaris CDB PKI
BAN) Menetes ansanan nanah naa naNaNan aan 512
893
Pidato Kawan Panaka (Wakil Sekretaris CDB PKI
PA PN na Aa 516
Pidato Kawan Sudisman (Anggota Politbiro CC PRNY en en at. 520
Pidato Kawan Th. P. Rissi (Sekretaris k Nusatenggara Timur) “oo
Pidato Kawan S.A. Sofyan (Sekretaris CDB PKI
Kalimantan Selatan) 548
Pidato Kawan Y. Torey (Irian Barat) 556
Pidato Kawan B.O. Hutapea (Ketun Akademi
Ilmu Sosial,,Aliarkham”) “oo... 65 Pidato Kawan Rahmad (Wakil Sekretaris. PKI Sumatera Barat).. 577 Pidato Kawan Siswoyo (Ang HA
PKI) 586
Pidato Kawan Suharti (Anggota PKI) 51
Pidato Kawan P. Pardede (Anggota Sekretariat
CC PKI)
Pidato Kawan Alihamy (Sekretaris CDB PKI IRI en aPauaan ta 614
Pidato Kawan Murad
Belitung)
Pidato Kawan Asmu (Anggota PKI)
Pidato Kawan Y. Ajitorop (Cal: il da Ge AKI) yi p (Calonanggota Poli Pidato Kawan Umar Setiadi Bangka)
Pidato Kawan Sukatno (Anggota PKI Pidato Kawan Anwar Sanu (An
CG PKI).
Pidato Kawan
KBK Jawa Timur). sien.ne nona sen ennnana tatanan 680 Pidato Kawan Jokosujono (Anggota Sekretariat GG PKI) eno vonvovaesensenennseganen sena aan dennaaa 685 Pidato aa Dahono (Redaktur,,Harian Rakyae”).
Pidato Kawan K. Supi lawesi Utara-Tengah)
Pidato Kawan Mohamad Slamet (Anggota CDB |. PKI Jawa Timur) Ted a71 Pidato Kawan Wikana (Yogyakarta)
ota Sekretaria
696
94
Yoop Morrian
Amsterdam
Pidato Kawan Musayid (Wakil Sekretaris CDB PKI Jawa Tengah)
Pidato Kawan Y. Tombo (Anggota satenggara Timur)
Pidato Kawan Lalu Bratayuda (Wakil Sekretaris CDB PKI Nusatenggara Barat).
B PKI Nu-
Pidato Kawan S.P. Martono (Kalimantan Pidato Kawan Agam Wispi an Harian Rakyat”)
Pidato Kawan Kemek (Kalimantan Barat)
Pidato Kawan Sujono (Bali)....
Pidato Kawan Samtiar (Diambi)
Pidato Kawan Saady Abdullah (Kalimantan Barat) ane nee menang
Pidato Kawan Nyi Enokh Rokaya (Jawa Barat)
Pidato Kawan Pradigdo (Kalimantan Selatan)...
Pidato Kawan Wiratmono (Diakarta Raya).
Pidato Kawan Abubakar Siddia (Atiehy....
Pidato Kawan Prawiro Slamet (Nusatenggara Timur) seenak
Pidato Kawan Kisman (Nusatenggara Barat)
Pidato Kawan Imron (Sumatera Selatan)........
Pidato Kawan Moh. Setup (Kalimantan Timur)
Pidato Kawan Ainuddin (Sumatera Barat).....
Pidato Kawan Pulung Junaidi (Jawa Barat)
Pidato Kawan M.A. Pane (Sumatera Selatan”...
Pidato Kawan Basu! (Sulawesi Selatan-Teng- Gara) Loose 8
Pidato Kawan Imam Sardiu (Jawa Timur)
Pidato Kawan Bachtiar (Riau)
Pidato Kawan Ali Markaban (Jawa Tengah)
Pidato Kawan Suwandi (Jawa Timur), Pidato Kawan F. Rumambi (Sulawesi Utara Tengah)... Sa Ca Pidato Kawan Yacub (Jawa Barat) sa Pidato Kawan Amar Hanafiah. (Wakil Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan)..............
Pidato Kawan Achmad Yacub (Sumatera Utara)
Pidato Kawan Sakirman (Anggota Politbiro CC PKI), sense en banten 3
RALAT
Keterangan dibelakang nama kawan-kawan dibawah ini harap dibatia Niono, utusan Jawa Tengah (Sekdien DN SOBSI)
Suharti, utusan Jakarta Raya (Wakil Ketua DPP Gerwani)
'Asmu, utusan Jawa Timur (Sekretaris Umum DPP BTI)
Hlm. 548, baris 2, mestinya: Sekretaris CDB PKI Kalimantan Selatan.
PRADIGDO.
Wakil Sokretaris CDB PKI Kalimantan Selatan.
sbb.:
Hlm. 775, baris |
Hlm. 861, baris 2, mestinia