Gerwani Archive
Researcher log in

← GA-00061

Hari Nasional Bulgaria, 9 September 1959

Licensed or copyrighted source: rights remain with the author or publisher. OCR transcription for scholarly research.

Cleaned OCR text (Good (0.885); proof-reading: no (script-cleaned only)). Old Indonesian spelling has been converted to modern EYD. [Unreadable] marks text that could not be recovered.

Text

=== [PDF page 1] === HARI NASIONAL BULGARIA 9 SEPTEMBER 1959 Seperti halnya dengan Indonesia, Bulgaria adalah suatu negeri dimana Rakyatnya pemah menderita dibawah kekuasaan asing. Tgl. 9 September 1944 setelah meliwati perjuangan yang penuh sejarah kepahlawanan melawan penjajahan kerajaan Turki Ottoman, kemudian melawan penindasan fasisme Jerman, 2 Rakyat Bulgaria mencapai kemerdekaannya™ dan mendirikan suatu negara berpemeriptahan Rak- Dimasa penindasan yang lampau, kaum wanita Bulgaria acapkali direndahkan - dan di-injak? haknya. Kaum buruh wanita dibayar 30-40”e lebili rendah dari buruh lelaki untuk pekerjaan yang sama. Wanita desa: menjadi korban dari kesengsaraan, kemiskinan dan butahuruf. Dibawah pemerintahan Rakyat, kebudayaan nasional. Bulgaria makin berkembany. Dan disemua cubang?nya, kaum wanita memegang peranan yang penting. 560 wanita bekerja pada lembaga£ Akademi Pengetahuan sebagai pekerdia ilmiyah. Puluhan ribu wantta bekerja sebagai dokter, bidan dan juresamat. Dilipangan eko nomi para wanita Bulgaria bekerja denyan pengetahuan dan pengaluman yang baru. Dalam masa 5 tahun saja lebih dari 95.000 wanita telah mendapat hadiah, medali dan tarida penyhargaan lainnya, sebagian besar dari mereka untuk kemadyuang yany dicupai dayam lapangan pertamian. Wamta Bulgaria juga menyambi bagian yang pentmg dalam pemermtahan: 7.184 wanita menjadi anggota dari DPR-dpr daerah dum setempat, 41 wanita menjads ungyota Parlemen Bulgaria. ‘ === [PDF page 2] === Bebeium tgl. 9 September 1944 hanya terdapat 46 tempat asuhan anak-anak. Bejak itu lebih dari 6.300 tempat8 penilipan anak dan taman-taman kanak-kanak telah didirikan, yang memungkinkan 300.000 kaum ibu dari anak berumur antara sptu dan tujuh tahun untuk bekerja dan menyumbangkan tenaga serta pikirannya kepada pembangunan neyerinya. Selagi ibu bekerja, anak-anak diasuh oleh tenaga8 yang terdidik. Pekeriyaan rumah anak-anak yang dibawanya dari sekolah dibuat dibawah bimbingan pengasuh-pengasuh ini pula, sampai ibu ataw bapak menjempulnya untuk pulang. Di-desa-desa dimana terdapat koperasi2z pertanian, tempat8 asuhan anak juya menyediakan makan pagi dan siany bayi anak-anak tanpa dipungut bayaran. Sekarang di Bulgaria baru, impian kaum' wanita yang ber-abad-abad lamanya telah menjadi kenyataan. Mereka mendapat hak sama dengan kaum lelaki. Mereka adalah warganegara yang terhormat, dan dengan antusiasnya ikutserta dalam semua lapangan kehidupan: politik, ekonomi dan kebudayaam. Banyak pekerjaan penting yang dahulunya tertutup untuk wanita, sekarang menjadi terbuka baginya. Disamping bekerja sebagai buruh, petani, pegawai pemerintah, dokter, insimyur, artis, maka wanita Bulgaria harus dapat menjalankan tugasnya sebagai isteri dan ibu. Dan bagaimanakah mereka dapat membagi waktu pekerjaannya dimasyarakat dan tugasnya dirumah? Ini dimungkinkan berkat usaha-usaha pemerintahnya untuk membebaskan kaum wanita dari pekerjaan rumah yang tidak produktif, serta memberikan pemeliharaan kepada ibu dan'anak-anak dengan jami- 53 nan-nan sosial yang cukup. Di-kota-kota dan desa-desa terdapat banyak dapur-dapur umum yang menyajikan makanan-makanan yang lezat. Tiap-tiap perusahaan mempunyai kantin, begitu pula pertanian-pertanian koperasi dan dari sini rakyat pekerja dapat membeli makanan. Adapula dapur yang khusus membuat makanan untuk bayi. Rumah-rumah cuci umum, toko-toko bahan makanan sedang makin banyak didirikan diseluruh negeri. Seorang ibu yang akan melahirkan mendapat 120 hari libur dengan dibayar penuh upahnya, dan seorang ibu yang masih menyusvi bayinya bekerja 2 jam kurang dari jam kerja biasa tanpa dikurangi upahnya. Demikianlah maka wanita Bulgaria sekarang menjadi penentu nasibnya sendiri dan pembangun sosialisme, yalah sendi kehidupan politik, ekonomi dan kebudayaan negaranya.