Gerwani Archive
Researcher log in
Sort: oldest first · newest first · export CSV
GA-01611 1989-03-13 Harian Neraca rel A

Harian Neraca, 13 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (60)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (60): the 1 October abductions and Djamilah's 'confession'

Harian Neraca, 13 Mar 1989, p. 10: instalment 60 on the 1 October abductions; says about 100 Gerwani members of AURI-trained 'Sukarelawan Kita' were at Lubang Buaya, citing the 'confession' of Nyonya Djamilah.

GA-01613 1989-03-15 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 15 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (62)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (62): 1-4 October 1965 and the well at Lubang Buaya

Harian Neraca, 15 Mar 1989, p. 10: instalment 62 on 1–4 October 1965 (Suharto's assumption of command, recapture of RRI and Halim, finding the well via Sukitman); Gerwani appears once.

GA-01614 1989-03-16 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 16 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (63)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (63): the 4 October exhumation and Nasution's funeral sp...

Harian Neraca, 16 Mar 1989, p. 10: instalment 63 on the 4 Oct 1965 exhumation, quoting Nasution's funeral speech naming Lubang Buaya as the training centre for 'Pemuda Rakyat, Gerwani and others'.

GA-01616 1989-03-18 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 18 Maret 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (65)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (65): Njono's confession and Untung as 'puppet'

Harian Neraca, 18 Maret 1989, p. 10: instalment 65 of Soegiarso Soerojo's serial. Covers Njono's confession on training at Lubang Buaya and opens a chapter on Untung as 'puppet'; names Mudigdio, mother of Aidit's wife, as a Gerwani figure.

GA-01626 1989-05-02 Harian Neraca rel B

Harian Neraca, 2 Mei 1989: 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (103)

Harian Neraca serial 'Siapa menabur angin akan menuai badai' (103): Marsudi's testimony on volunteer training at Luba...

Harian Neraca, 2 Mei 1989, p. 10: instalment 103 of Soegiarso Soerojo's serial. Mahmilub testimony incl. Serma Marsudi (1976) on training 3,000 volunteers from Lekra, PR, Gerwani, CGMI, BTI and others at Lubang Buaya.

GA-01593 1994-10-11 Berita Yudha rel A

Berita Yudha, 11 Oktober 1994: Buku Putih G30S (bagian I)

Berita Yudha, 11 October 1994: White Book on G30S (part 1)

Berita Yudha, 11 Oct 1994, p. 4: opens serialisation of the 1994 Setneg White Book; Chapter I states that Lubang Buaya trained 'Sukarelawan dan Sukarelawati' of Pemuda Rakyat and Gerwani.

GA-01596 1994-11-05 Berita Yudha rel A

Berita Yudha, 5 November 1994: Buku Putih G30S (bagian 23)

Berita Yudha, 5 November 1994: White Book on G30S (part 23)

Berita Yudha, 5 Nov 1994, p. 4: White Book instalment describing G30S task forces and about 2,000 Pemuda Rakyat and Gerwani members 'trained at Lubang Buaya' whose task included 'killing and burial' of the generals.

GA-02875 2022 rel A

Gerwani Mazhab Politik Islam Era Soekarno (Rahmanudin, 2022)

Gerwani as a political school of Islam in the Sukarno era (Rahmanudin, 2022)

Deden Rahmanudin, 'Gerwani Mazhab Politik Islam Era Soekarno' (Jurnal Kewarganegaraan 6:2, 2022), a literature-based article presenting Gerwani as a feminist movement and discussing it from an Islamic viewpoint (Sukarno's Sarinah, Hamka). Drawing on Wieringa and Lestariningsih, it recounts Gerwani's 1950 founding, MPs

GA-02859 2025 rel A

Transformasi Gerwani: Keterlibatan dalam Perjuangan Gender hingga Stigmatisasi Pasca 1965 (Aisyah, 2025)

Transformation of Gerwani: gender struggle to post-1965 stigmatisation (Aisyah, 2025)

Rania Dhiyaulhaq Aisyah, 'Transformasi Gerwani' (Jurnal Sejarah Indonesia 8:2, 2025), a literature-based article on Gerwani's pre-1965 gender activism (education, health, anti-polygamy, 1955 elections, PKI ties, congresses) and its post-1965 stigmatisation. It repeats Wieringa's finding that the Lubang Buaya sexual-vio